Monday, September 8, 2014

Foto Polandia di Masa Pendudukan Jerman (1939-1945)

-1940-

 Pada bulan Februari 1940, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi ke Krakow, Polandia. Foto ini memperlihatkan saat sang Kolonel-Jenderal (menghadap kamera) baru saja tiba di stasiun kereta api Krakow, dan langsung disambut oleh Generalmajor z.V. Eugen Höberth (Oberfeldkommandant Krakau) yang memakai stahlhelm. Di belakang terlihat kereta yang membawa Brauchitsch, sementara ikut terlihat juga staff serta ajudan yang ikut menyertainya


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi pada pasukan penjaga kehormatan di halaman Katedra Wawelska (Katedral wawel), Krakow, Polandia. Dari lambang di stahlhelm-nya, diketahui bahwa para prajurit ini berasal dari unit Polizei alias Kepolisian. Selain membawa senapan Kar98k standar, mereka juga mempersenjatai diri dengan pistol setiap orangnya. Sang Panglima Angkatan Darat Brauchitsch berkunjung ke Krakow pada bulan Februari 1940. Mengikuti di belakang Brauchitsch adalah Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau)



 Pada bulan Februari 1940, Panglima AD Jerman Walther von Brauchitsch melakukan inspeksi ke Krakow, Polandia. Foto ini memperlihatkan saat dia dan rombongan berkesempatan mengunjungi Katedra Wawelska (Katedral wawel), dan berkumpul di sekeliling makam Kardinal Frederick Jagiellon (1468-1503). Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, tidak diketahui (tertutup pilar), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), Oberst Walter Buhle (Leiter Operationsabteilung Oberkommando des Heeres), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), warga sipil tidak dikenal, SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement), Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


Acara kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (di belakang, Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), dan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost). Brauchitsch dan Blaskowitz sama-sama mengenakan Ritterkreuz di leher mereka, sebentuk medali keberanian yang diraih pada tanggal yang sama: 30 September 1939. Mereka merupakan dua dari hanya 13 orang peraih pertama medali tersebut dalam Perang Dunia II!


 Kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost), tidak diketahui, SS-Brigadeführer Dr.jur. Otto von Wächter (Gouverneur Distrikts Krakau und Vizegouverneur Polen), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), dan perwira Heer tak dikenal


 Acara kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), dan Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau)


 Februari 1940: Rombongan petinggi Jerman meninggalkan Katedra Wawelska (Katedral wawel), setelah melakukan kunjungan ke Gereja Katolik di Krakow (Polandia) yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Berturut-turut dari bawah ke atas: warga sipil yang tidak diketahui namanya (kemungkinan besar pejabat lokal), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalmajor z.V. Eugen Höberth (memakai stahlhelm, Oberfeldkommandant Krakau), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost), SS-Hauptscharführer tak dikenal, dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement). Foto ini dibuat oleh Otto Rosner


 Foto ini diambil pada bulan Februari 1940, dan memperlihatkan momen saat kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch ke Przemyśl, sebuah kota di sebelah tenggara Polandia. Disini sang Panglima Angkatan Darat (tengah) sedang mendengarkan seorang perwira Wehrmacht berkumis Chaplin yang nyerocos tentang apa dan bagaimana kondisi jembatan utama kota tersebut (latar belakang), yang melintang di atas sungai San. Sungai ini sendiri menjadi perbatasan dari wilayah kekuasaan Jerman dan Uni Soviet, yang ditetapkan tak lama setelah berakhirnya perang melawan Polandia tahun 1939. Jenderal di sebelah kanan adalah Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost)


 Di tengah kondisi dingin bersalju, Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke Przemyśl, sebuah kota di sebelah tenggara Polandia, bulan Februari 1940. Dia diiringi oleh para perwira dan staff. Yang memakai jaket kulit adalah Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost), sementara yang memakai jaket hitam dengan kerah bulu adalah Generaloberst Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee)


 Foto hasil jepretan Franz Bauer ini diambil pada bulan Maret 1940 di Warsawa, Polandia, pada saat berlangsungnya sebuah pawai festival yang diadakan di Lapangan saski. Para petinggi Generalgouvernement (pemerintah pendudukan Nazi di Polandia) ikut hadir dan menonton acara tersebut, yang dipimpin oleh Generalgouverneur Frank. Baris depan dari kiri ke kanan: perwira Luftwaffe tak dikenal, SS-Brigadeführer Dr.jur. Otto von Wächter (Gouverneur von Krakau), SS-Standartenführer Hermann Fegelein (Führer 1. SS-Totenkopf-Reiterstandarte), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), SS-Obergruppenführer Friedrich-Wilhelm Krüger (Höherer SS- und Polizeiführer im Generalgouvernement), dan SA-Brigadeführer Dr.jur. Ludwig Fischer (Gouverneur von Warschau). Berdiri di baris kedua diantara Fegelein dan Frank adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement), sementara diantara Frank dan Krüger adalah Dr.jur. Josef Bühler (Staatssekretär im Generalgouvernement). Di latar belakang kita bisa melihat bangunan pałac Saski (Saxon Palace) yang nantinya dihancurkan oleh pasukan Jerman pada tahun 1944



Generalmajor Wilhelm Altrock (Kommandeur 379. Infanterie-Division) meletakkan karangan bunga di Deutscher Soldatenfriedhof (komplek pemakaman prajurit Jerman) Pulawy di dekat Lublin, Polandia. Tidak ada keterangan waktu tepatnya untuk foto yang diambil oleh Kriegsberichter Sieredzki ini, tapi yang jelas di periode antara tanggal 28 Mei 1940 s/d 15 Agustus 1940 saat Altrock menjadi Komandan 379ID. Divisi ini dibentuk sebagai pemekaran dari Division z.b.V. 424 pada tanggal 15 Maret 1940 di Lublin, dan berfungsi sebagai pasukan wilayah pendudukan di Polandia. Anggotanya sebagai besar adalah tentara cadangan yang dianggap "kelas dua" atau terlalu tua untuk bertempur di front depan. Pada bulan Agustus unit ini dibubarkan, dengan sebagian anggotanya dikembalikan ke Jerman sementara sisanya ditempatkan menjadi bagian dari Oberfeldkommandantur 379 yang tetap bermarkas di Lublin. Deutscher Soldatenfriedhof Pulawy sendiri sebagian besar berisikan jenazah para prajurit Jerman yang menjadi korban dalam Perang Dunia Pertama, sementara sisanya adalah yang terbunuh dalam penyerbuan Wehrmacht atas Polandia di tahun 1939


 Seorang asisten Benninghaus memandu menerangkan isi dari display kepada para perwira Jerman dalam acara pameran "Rencana Empat Tahun" yang diselenggarakan di Krakow/Krakau (Polandia), bulan Agustus 1940. Diantara para perwira tersebut adalah empat orang jenderal (dua dari Heer dan masing-masing satu dari SS dan Polizei). Dari kanan ke kiri: Generalleutnant Max Schindler (Inspekteur Rüstungs-Inspektion Ober-Ost), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Herbert Becker (Höherer SS- und Polizeiführer Generalgouvernement mit Dienstsitz Krakau), SS-Brigadeführer Dr.jur. Otto von Wächter (Gouverneur Distrikts Krakau und Vizegouverneur Polen), dan Generalmajor z.V. Eugen Höberth (Oberfeldkommandant Krakau)

---------------------------------------------------------------------------------

-1941-

 Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Schödl dari KBK Lw 3 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 3) ini memperlihatkan Generalmajor Walther Lucht (kiri), Arko 44 (Artillerie-Kommandeur 44), yang sedang berbincang-bincang dengan para perwira Wehrmacht lainnya di Polandia, bulan Juni 1941. Di seragamnya tersemat medali Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939). Arko 44 sendiri dibentuk pada tanggal 10 November 1938 di Wina (Austria) dan berada di bawah komando langsung Heerestruppe. Mereka dipindahkan ke Polandia dalam rangka persiapan Unternehmen Barbarossa alias invasi Jerman atas Uni Soviet yang dilancarkan pada tanggal 22 Juni 1941

---------------------------------------------------------------------------------

-1943-

 Generalmajor Fritz Rossum berpidato di hadapan para aparat pemerintahan Nazi dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di komplek pemakaman militer Powązki di Warsawa, Polandia. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas dalam periode antara tanggal 25 April 1942 s/d 7 Juli 1943, saat Rossum menjabat sebagai Oberfeldkommandant (OFK) 586 Warschau alias Stadtkommandant Warschau. Rossum sendiri adalah seorang jenderal Wehrmacht kelahiran tanggal 26 Desember 1887 di Aachen. Veteran Perang Dunia Pertama ini terakhir menjabat sebagai Kommandeur Kriegsgefangenen im Wehrkreis X (1 Desember 1943 - 25 Juli 1944), sebelum kemudian dinonaktifkan (Führerreserve) sampai dengan akhir Perang Dunia II. Dia meninggal dunia di Düsseldorf-Oberkassel pada tanggal 24 November 1967


 Tanda penanda jalan di kota Warsawa yang diduduki. Warga sipil lalu-lalang sementara sebuah bendera Swastika terpancang di pinggir jalan. Foto ini diambil pada tahun 1943 oleh fotografer Reichsbahn Walter Hollnagel

---------------------------------------------------------------------------------

-1944-

Upacara peringatan Heldengedenktag (Gugurnya para Pahlawan) yang diadakan di Kraków, Generalgouvernement (wilayah pendudukan Polandia), pada tanggal 12 Maret 1944. Berpidato di atas podium adalah General der Infanterie z.V. Siegfried Haenicke (Wehrkreisbefehlshaber im Generalgouvernement), sementara di bawahnya berbaris para petinggi Nazi Jerman dan Wehrmacht di Polandia. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Polizei Wilhelm Koppe (Höherer SS- und Polizeiführer Generalgouvernement), Dr.jur. Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), General der Flieger Walter Sommé (Kommandierender General und Befehlshaber im Luftgau VIII Krakau), Staatssekretär Dr. jur. Josef Bühler (Stellvertreter Generalgouverneur im Generalgouvernement), dan Generalleutnant Kurt Oppenländer (Stadt-Kommandant von Krakau). Foto oleh Otto Rosner



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org

Sunday, September 7, 2014

Foto 363. Infanterie-Division / 363. Volks-Grenadier-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Oberleutnant der ReserveWilhelm Bäder (21 Maret 1922 - 22 Maret 1945) bergabung dengan leichte Artillerie-Ersatz-Abteilung (mot.) 77 tanggal 1 Februari 1940. Pada tanggal 25 April 1941 dia dipindahkan ke Artillerie-Regiment 90 yang merupakan bagian dari 10. Panzer-Division, dan ikut serta dalam penyerbuan ke Rusia (Unternehmen Barbarossa). Pada bulan April 1942 unitnya ditarik ke Prancis untuk diupgrade menjadi Panzer-Artillerie-Regiment 90 dan tak lama kemudian dikirimkan untuk bertempur di Tunisia bulan Desember 1942. Bäder adalah salah satu dari sedikit prajurit yang terhindar dari penyerahan ratusan ribu pasukan Jerman disana bulan Mei 1943. Pada tanggal 3 Februari 1944 dia ditempatkan sebagai komandan kompi di Grenadier-Regiment 958 untuk ikut serta dalam pertempuran sengit melawan Sekutu Barat di Normandia dan Arnhem. Pada tanggal 23 Februari 1945 resimennya ditugaskan untuk mempertahankan wilayah Jülich di Ruhr yang mendapat serangan gencar dari Sekutu. terancam akan terputus dari pasukan utama, Bäder memerintahkan agar unit artileri menembaki posisinya walaupun dengan resiko akan mengenai anakbuahnya. Ketika musuh sedikit tercerai berai akibat dentuman yang menghantam mereka, Bäder dan anakbuahnya yang terkepung melancarkan serangan balik tak terduga yang akhirnya berhasil memukul mundur musuhnya. Perbuatan nekad seperti ini tidak hanya dilakukannya sekali tapi sampai dua kali, dan hasilnya dia berhasil merebut kembali peralatan perang serta mortir yang sebelumnya berada di tangan musuh. Atas prestasinya tersebut divisinya merekomendasikan sang perwira tampan untuk mendapatkan Ritterkreuz, tapi sayangnya Bäder keburu gugur dalam pertempuran hanya sehari setelah ulang tahunnya tanggal 22 Maret 1945 sebelum proposalnya diterima oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht) sehingga dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta pada tanggal 14 April 1945 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 8.Kompanie / Grenadier-Regiment 958 / 363.Volks-Grenadier-Division / LXXXI.Armeekorps / 15.Armee/ Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (10 September 1944) dan I.Klasse (15 Desember 1944)


Sumber :
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Saturday, September 6, 2014

Daftar Anggota Medis Wehrmacht Yang mendapat Ritterkreuz

 
 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Inilah dia beibeh: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba, sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya, dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran, sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (18 Juni 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)





Oberfeldwebel Franz Schmitz (12 Oktober 1918 - 11 Juni 1985) bergabung dengan Wehrmacht tahun 1937, lima hari sebelum ulangtahunnya yang ke-19, dan - setelah menjalani pendidikan intensif di bidang kedokteran - mulai bertugas di korps medis Wehrmacht pada tahun 1939 dengan pangkat Sanitäts-Gefreiter. Dalam pertempuran pertama yang dilakoninya di Polandia bulan September 1939, Schmitz telah menunjukkan kualitasnya yang luar biasa, dengan selalu menjadi yang pertama menolong rekannya yang terluka, bahkan di tengah hujan peluru. Karenanya, dia langsung diganjar dengan kenaikan pangkat serta medali Eisernes Kreuz II.Klasse, sebuah medali keberanian yang jarang diberikan kepada anggota korps medis pada saat itu! Prestasi Schmitz terus berlanjut dalam pertempuran di Prancis tahun 1940, dimana dia selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya, apakah dengan senjata di tangan saat menyerbu posisi musuh ataupun saat sedang mengobati rekannya yang terluka. Setelah mendapat cuti ke kampung halaman, Schmitz ditugaskan di 95. Infanterie-Division, dan menyertai unit barunya tersebut dalam peperangan di Rusia di tahun 1941. Setiap kali anggota unitnya terluka, maka tak lama kemudian Schmitz dan regu medisnya akan berada di samping mereka. Dua kali dia sendiri terluka dalam tugasnya, dan dua kali pula dia menolak untuk dievakuasi ke garis belakang. Puncak prestasi Schmitz terjadi di bulan Juli 1943, saat divisinya mati-matian menahan serangan Tentara Merah di sekitar Kiev (Ukraina). Pada tanggal 7 Juli dia berhasil mengobati dan mengevakuasi 100 orang rekannya yang terluka. Di hari-hari berikutnya - dengan hanya sedikit beristirahat - Schmitz mengevakuasi lebih banyak lagi prajurit yang kepayahan, baik dari pihak Jerman maupun Rusia. Ketika pertempuran berpindah ke sekitar Vyazma dan Dorogobusch, hanya dalam tempo 14 jam dia sendirian menyelamatkan 98 orang, dimana masing-masing dari mereka susah payah diseretnya ke tempat yang aman dengan melewati hujan peluru dan bom! Hanya setelah dia mengetahui bahwa prajurit terakhir yang terluka telah berhasil diselamatkan, Schmitz kolaps karena kelelahan luar biasa! Sudah cukup? Tidak! Karena pada tanggal 25 Juli di Mileyevo, dia secara pribadi memimpin kompinya dalam serangan menembus hujan artileri Rusia, ketika komandan kompi dan dua komandan peletonnya menjadi korban dalam usaha yang gagal sebelumnya. Hanya setelah bertempur sengit satu lawan satu melawan kekuatan musuh yang setingkat batalyon, Schmitz dan 33 orang sisa anakbuahnya menuntaskan tugasnya secara gemilang, dengan membebaskan kepungan terhadap unitnya! Schmitz sendiri terluka parah dalam peristiwa ini, dan saat sedang mendapat perawatan di rumah sakit di Krakov lah dia mendapat kabar bahwa dirinya telah dianugerahi medali keberanian yang sangat diidamkan oleh setiap prajurit Jerman: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang secara resmi diberikan kepadanya pada tanggal 13 September 1943 sebagai seorang Sanitäts-Unteroffizier dan Gruppenführer di 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 279 / 95.Infanterie-Division / XXIII.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Schmitz berhasil selamat sampai Perang Dunia II usai. Selanjutnya dia mengabdi di Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman Barat) dari tahun 1956 s/d 1962, dan pensiun dengan pangkat Oberstabsfeldwebel. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Oktober 1939) und I.Klasse (8 Juli 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (1940) und in Silber (20 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Nahkampfspange in Bronze (28 Juli 1943) und in Silber; serta Verwundetenabzeichen in Gold (11 Maret 1945)

----------------------------------------------------------------------------------

Dari kiri ke kanan: Sanitäts-Feldwebel Franz Schmitz dan SS-Obersturmbannführer Dr.-med. Ferdinand Berning (Führer beim Sanitätsdienst im SS-Hauptamt). Schmitz dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 September 1943 sebagai seorang Sanitäts-Unteroffizier dan Gruppenführer di 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 279 / 95.Infanterie-Division. Dalam foto yang diambil di akhir tahun 1943 ini, Schmitz mengenakan Tätigkeitsabzeichen des Heeres (Lencana Spesialis Angkatan Darat) Sanitätsunter- personal (Personil Medis)


Sumber :
www.das-ritterkreuz.de
www.facebook.com
www.forum.axishistory.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com
www.tracesofwar.com
www.wehrmacht-forum.de

Thursday, September 4, 2014

Foto 93. Infanterie-Division




DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

  
Generalleutnant Erich Hofmann (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944)
 Generalleutnant Erich Hofmann (30 September 1889 - 8 September 1961) adalah salah satu dari begitu banyak jenderal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938. Veteran Perang Dunia Pertama ini memasuki kancah Perang Dunia II sebagai Kepala Operasi XVIII. Armeekorps, sebelum menjadi Bataillonskommandeur (Infanterie-Regiment 270) dan Regimentskommandeur (Infanterie-Regiment 352). Setelah itu berturut-turut divisi yang dipimpinnya: 207. Sicherungs-Division (1 Januari 1943 - November 1943), 93. Infanterie-Division (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944), 560. Infanterie-Division (27 Juli 1944 - 9 Oktober 1944), dan 560. Volksgrenadier-Division (9 Oktober 1944 - 10 November 1944). Setelahnya Hofmann berstatus Führerreserve (perwira aktif tanpa jabatan) sampai dengan akhir perang. Uniknya, dia baru ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 1 Agustus 1945, beberapa bulan setelah perang berakhir di Eropa! Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille mit 1 Mittelstreifen; Österreichische Kriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Kriegserinnerungsmedaille für Frontkämpfer; Militärdienstzeichen für Offiziere II.Klasse; Militärverdienstkreuz III.Klasse des Bundesstaates Österreich (20 November 1937); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943)

 -------------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

Gefreiter Alfred Badzong (6 Februari 1924 - 9 April 1996) bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 15 Oktober 1942 setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang. Pada tanggal 1 November 1942 dia tercatat berada di Infanterie-Ersatz-Bataillon 188, berlanjut dengan Reserve-Infanterie-Bataillon 188 (5 November 1942), Grenadier-Regiment 270 (20 April 1943), dan Grenadier-Regiment 273 (24 Oktober 1944). Pada bulan Desember, resimennya bertempur bahu-membahu melawan pasukan Soviet di wilayah Dzukste (Latvia) bersama dengan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Pada pertempuran ini Badzong memperlihatkan keberanian yang luar biasa sebagai seorang penembak senapan mesin saat dia mengelabui lawannya dengan secara konstan berganti-ganti posisi pertahanan sehingga menimbulkan korban besar pada mereka. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 Februari 1945 sebagai Gefreiter dan M.G.-Schütze di 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 273 / 93.Infanterie-Division / VI.SS-Freiwilligen-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Kurland, dan tercatat sebagai satu-satunya prajurit (bukan bintara apalagi perwira) di divisinya yang mendapat kehormatan setinggi itu! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (1 November 1944) dan I.Klasse (7 Desember 1944); serta Ärmelband Kurland (1945)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Tuesday, September 2, 2014

Foto Jagdgeschwader 77 (JG 77) "Herz As"

 Leutnant Karl Gottfried Nordmann (kanan) bermain dengan seekor elang bersama dengan rekannya sesama pilot Luftwaffe. Elang tersebut kemungkinan besar merupakan maskot dari unit tempat dia bertugas: I.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) "Herz As". Foto ini sendiri diambil pada musim semi 1940, dan kemungkinan besar pada bulan Maret ketika Nordmann menjadi Staffelkapitän 3.Staffel di Gruppe-nya. Saat itu dia sudah menjadi pilot yang berpengalaman tapi masih belum dikategorikan sebagai "ace" (peraih lima kemenangan udara atau lebih). Nordmann meraih kemenangan pertamanya pada awal bulan September 1939 di atas Polandia, sementara kemenangan selanjutnya dibukukan di atas Prancis. Dalam Pertempuran Britania dia mencatatkan tujuh pesawat musuh yang ditembak jatuh (meskipun dalam rentang waktu yang sangat panjang, dari bulan Juli 1940 s/d Juli 1941!). Secara keseluruhan, Nordmann mengklaim 78 kemenangan dalam lebih dari 800 misi tempur. Hampir seluruh kemenangannya dibukukan di Rusia dimana dia bertempur sampai akhir tahun 1942


Para pilot pemburu dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) berfoto bersama dengan binatang peliharaan mereka di depan sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 tak lama setelah kepulangan mereka dari sebuah misi tempur yang berujung dengan kesuksesan pada tanggal 13 Agustus 1940. Dalam salah satu hari paling sengit dalam Pertempuran Britania yang menguras tenaga tersebut, pilot-pilot ini menyongsong kelompok pesawat-pesawat pembom RAF (Royal Air Force) dari 85 Bomber Squadron yang sedang dalam perjalanan menuju Alborg untuk sebuah misi pengeboman. Yang terjadi kemudian adalah sebuah pembantaian: dari 12 bomber Inggris, 11 diantaranya dihancurkan sementara pihak Jerman sendiri mengklaim 15 kemenangan! Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Berthold Jung (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe), Hauptmann Karl Hentschel (Gruppenkommandeur II.Gruppe), Oberfeldwebel Werner Petermann (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih tiga kemenangan dalam pertempuran di hari itu, Gefreiter Rudolf Schmidt (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih dua kemenangan, Oberfeldwebel Robert Menge (4.Staffel / Jagdgeschwader 77) dengan sweater motif “sirkus” yang meraih empat kemenangan, dan Oberfeldwebel Erwin Sawallisch (4.Staffel / Jagdgeschwader 77). Pilot dengan skor terbesar di hari itu adalah Oberfeldwebel Menge yang menembak jatuh empat pesawat musuh


 Para pilot pemburu dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) berfoto bersama tak lama setelah kepulangan mereka dari sebuah misi tempur yang berujung pada kesuksesan pada tanggal 13 Agustus 1940. Dalam salah satu hari paling sengit dalam Pertempuran Britania yang menguras tenaga tersebut, pilot-pilot ini menyongsong kelompok pesawat-pesawat pembom RAF (Royal Air Force) dari 85 Bomber Squadron yang sedang dalam perjalanan menuju Alborg untuk sebuah misi pengeboman. Yang terjadi kemudian adalah sebuah pembantaian: dari 12 bomber Inggris, 11 diantaranya dihancurkan sementara pihak Jerman sendiri mengklaim 15 kemenangan! Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Friedrich (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih dua kemenangan dalam pertempuran di hari itu, Gefreiter Hans Esser (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih satu kemenangan, Gefreiter Heinrich Brunsmann (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih satu kemenangan, Oberfeldwebel Werner Petermann (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih tiga kemenangan, Unteroffizier Helmut Fröse (5.Staffel / Jagdgeschwader 77) yang meraih satu kemenangan, Feldwebel Friedrich "Fritz" Blaurock (7.Staffel / Jagdgeschwader 77), dan Unteroffizier Eduard Isken (7.Staffel / Jagdgeschwader 77). Pilot dengan skor terbesar di hari itu adalah Oberfeldwebel Robert Menge dari 4.Staffel / Jagdgeschwader 77 yang menembak jatuh empat pesawat musuh


Dua orang pilot andalan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 77  (JG 77) "Herz As" di teater Mediterania, pertengahan tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Leutnant Armin Köhler (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) dan Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77). Köhler (31 Maret 1912 - 30 Agustus 2000) nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Februari 1945 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 77


 
Pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1942, Hauptmann Gordon Gollob (Führer Jagdgeschwader 77) menembak jatuh dua pesawat Rusia dari jenis yang berbeda di wilayah udara Front Timur: Ilyushin Il-2 Shturmovik dan Lavochkin-Gorbunov-Gudkov LaGG-3. Dua korban terbarunya tersebut tercatat sebagai pesawat ke-100 dan ke-101 yang sudah dihancurkan oleh Gollob sepanjang karirnya, dan dia menjadi pilot ketiga di dunia yang mampu meraih 100 kemenangan udara terkonfirmasi (setelah Werner Mölders dan Adolf Galland yang sama-sama berasal dari Jerman). Pencapaian tersebut tentunya mendapat publikasi luas dari mesin propaganda Jerman, dan Gollob pun mendapat kesempatan diwawancarai oleh Kriegsberichter (Wartawan Perang) Wehrmacht tak lama setelah pulang dari misi tempurnya. Selain itu, bagian ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 andalannya mendapat sentuhan "vandalisme" bertuliskan angka 100 yang dikelilingi oleh daun ek dan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz


 Jagoan Luftwaffe Jerman Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) bersama dengan staff Gruppe-nya di Comiso, Italia, bulan Juli 1942. Messerschmitt Me 109F-4 di sebelah kiri memperlihatkan baris kemenangan dan karangan bunga Eichenlaub mengelilingi angka "40" di sayap ekornya. Bär sendiri telah mengemas 100+ kemenangan pada saat itu dan akan mengakhiri perang dengan skor 221 fliegerabschüsse


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten #3 untuk Major Gordon Gollob (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 77) yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Vinnitsa (Ukraina) tanggal 23 September 1942. Gollob sendiri mendapat kabar penganugerahannya dari tanggal 30 Agustus 1942, dan dia mendapat Brillanten karena menjadi pilot pertama di dunia yang meraih 150 fliegerabschüsse (kemenangan udara)!


 ----------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Leutnant Johann "Hans" Badum (2 Maret 1921 - 12 Januari 1943) bertugas di Ergängzungsstaffel/JG 77 di sektor selatan Front Timur dari sejak Bulan Januari 1942. Pada misi keenamnya tanggal 26 Februari 1942 dia berhasil menembak jatuh sebuah pesawat bomber Pe-2 bermesin ganda Rusia sebagai kemenangan pertamanya. Sampai dengan misi ke-45 dia baru mengemas 3 kemenangan. Barulah setelahnya skornya beranjak naik, termasuk 17 kemenangan di bulan Juli dan 14 kemenangan di bulan Agustus. Badum dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Oktober 1942 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) "Herz As" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah berhasil mencetak kemenangan ke-51 yang dicatatnya tanggal 16 September 1942. Pada awal Desember 1942 Gruppe-nya direlokasi ke Afrika Utara. Disini sang Ritterkreuzträger mampu menembak jatuh tiga pesawat tambahan yang tiga-tiganya adalah pemburu Curtiss P-40 milik USAAF. Pada tanggal 12 Januari 1943 Badum ditembak jatuh dan gugur saat menerbangkan pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 (Werknummer 10727) “Gelbe 7” dalam pertempuran udara melawan pesawat-pesawat pemburu P-38 bermesin ganda USAAF, barat daya Giordani di Tunisia. Selama karirnya dia tercatat telah menembak jatuh 54 pesawat musuh dalam 300 misi dengan 51 di antaranya dibukukan di Front Timur, termasuk 14 buah pesawat serang darat Il-2 Sturmovik Rusia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (13 September 1942); Frontflugspange für Jäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Oktober 1942)


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War; Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
www.asisbiz.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.en.wikipedia.org
www.luftwaffe.cz

Foto Bajing/Tupai (Eichhörnchen)

Dua orang anggota SS-Division Totenkopf ini asyik bermain-main dan memberi makan seekor tupai di waktu senggang mereka. Dalam buku "Soldaten - Kämpfer - Kameraden. Marsch und Kämpfe der SS-Totenkopf-Division" volume 1 halaman 288 karya Wolfgang Vopersal disebutkan bahwa sang perwira adalah SS-Obersturmführer Reinhold Wilhelm August Löw, sementara bintara yang menemaninya adalah SS-Hauptscharführer Hamke. Ditambahkan pula bahwa sang tupai merupakan binatang kesayangan dari kompi tempat mereka bertugas (3.Kompanie / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 2). Dari data tentang Löw bisa diketahui bahwa periode foto ini diambil adalah antara Januari 1941 (promosi menjadi SS-Obersturmführer) sampai dengan Agustus 1941 (promosi menjadi SS-Hauptsturmführer dan Chef 3.Kompanie / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3). Perwira kelahiran 30 Mei 1913 di Kubach ini nantinya gugur beberapa bulan kemudian (tanggal 28 November 1941) di Kirillowschtschina (Rusia), hanya beberapa hari setelah diangkat sebagai Chef 3.Kompanie / SS-Kradschützen-Bataillon 3


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Fangschnur / Adjutantschnur (Tambang Ajudan)

HEER


Pada bulan Februari 1945, Oberleutnant Heinrich Born (6 November 1918 - 19 Januari 2008) menjabat sebagai komandan sementara dari 4.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 104 / 15.Panzergrenadier-Division. Resimennya ditugaskan untuk stand by di sekitar wilayah Heishof, Jerman, dan berjaga-jaga dari kemungkinan serangan tentara Sekutu. Ketika datang informasi bahwa satuan lapis baja Kanada menyerang dalam jumlah besar dan pasukan yang bertahan diperintahkan untuk mundur, Letnan Satu Born dengan tegas menolaknya dan malahan mendirikan barikade penghalang di jalan yang menuju kota dengan dibantu oleh 10 orang sukarelawan yang memutuskan untuk tetap tinggal. Tak lama kemudian, 30-40 tank Kanada dan puluhan tentara infanteri datang. Dalam pertempuran sengit yang kemudian terjadi - dan dengan bermodalkan beberapa senjata anti-tank - Born dan 10 orang anakbuahnya mampu memukul mundur serangan musuh tanpa menderita satu korban pun (bahkan tidak ada yang luka-luka!), sementara belasan tank Kanada dan puluhan prajuritnya bergelimpangan di sekitar kota. Ketika pihak markas divisi diberitahu mengenai apa yang telah dilakukan oleh segelintir sukarelawan ini, hampir tidak ada yang mempercayainya, karena dengan begitu dua divisi Wehrmacht terselamatkan dari kemungkinan terkepung dan menjadi tawanan Sekutu. Atas prestasi luar biasa tersebut, Oberleutnant Heinrich Born dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 14 April 1945, kurang dari satu bulan sebelum Jerman menyerah dalam Perang Dunia II! Keterangan lengkap mengenai pertempuran di sekitar Heishof serta kisah heroik sang perwira tampan bisa dibaca di buku "Rhineland: The Battle to End the War" karya Denis dan Shelagh Whitaker


 Hauptmann Rolf Rocholl (8 Desember 1918 - 23 Agustus 1943) adalah perwira asal Berlin yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Juli 1942 sebagai Oberleutnant dan Führer 2.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 5 / 3.Panzer-Division, serta Eichenlaub #287 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta pada tanggal 31 Agustus 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 569 / 328.Infanterie-Division. Lukisan ini sendiri dibuat oleh pelukis potret terkenal Jerman Hans Kohl, dan memperlihatkan obyeknya berpose bersama dengan seekor kuda dan menenteng sebuah Kartentasche (tas peta)


 Oberleutnant Erich Schurr adalah ajudan Aufklärungs-Abteilung 25 / 25.Infanterie-Division yang menggantikan posisi Oberleutnant Kurt Stolleis (Adjutant Aufklärungs-Abteilung 25) yang terkena sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit hanya beberapa hari setelah pengumuman perang Inggris dan Prancis terhadap Jerman tanggal 3 September 1939. Dalam foto ini dia mengenakan adjutantschnur (tambang ajudan) di bahunya. Posisi Schurr sebelumnya adalah sebagai komandan Nachrichtenzug (Peleton Sandi) Aufklärungs-Abteilung 25


 Major Horst Steffen (17 April 1906 - 12 Mei 1940) berasal dari I.Abteilung / Panzer-Regiment 23 yang kemudian dilebur menjadi II.Abteilung / Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division. Dia terbunuh di Dinant (Prancis) tahun 1940, dua hari setelah Wehrmacht membuka front di Barat. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte Lommel, blok 7 kuburan no.120. Namanya tercantum dalam tugu peringatan di Panzer Kaserne (Barak Tompkins) yang berlokasi di Schweitzingen. Asalnya tugu tersebut berada di seberang jalan dari Kaserne persis di depan sebuah klub perwira yang sekarang tidak lagi ada, tapi kemudian dipindahkan ke bagian dalam demi mencegah tergusur atau tersingkir akibat pelebaran jalan atau pendirian bangunan. Steffen dipromosikan menjadi Hauptmann tanggal 1 Maret 1938 dan Major tanggal 1 Mei 1940



Generalmajor (Luftwaffe) Ehrenfried Tschoeltsch (4 Maret 1893 - 8 Agustus 1979) sewaktu masih menjadi perwira Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) dengan pangkat Hauptmann


------------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI


  SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (11 Desember 1911 - 30 Januari 2000), dalam sebuah foto studio yang dibuat tanggal 21 Juni 1944. Adjutant Kommandant Konzentrationslager Auschwitz-Birkenau ini merupakan anak dari seorang pekerja konstruksi yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Setelah bergabung dengan SS bulan Oktober 1933, dia menjadi anggota SS-Totenkopf-Standarte 9 di Danzig pada tahun 1939 dan diangkat sebagai ajudan Komandan Kamp Konsentrasi Neuengamme, Martin Gottfried Weiss, setahun setelahnya. Pada tahun 1943 Höcker mengikuti pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Braunschweig. Setelahnya dia menjadi ajudan dari Richard Baer, yang kemudian diangkat sebagai Lagerkommandant Auschwitz bulan Mei 1944. Baer menjadi komandan terakhir kamp konsentrasi paling terkenal tersebut karena pada bulan Januari 1945 dia dan anakbuahnya dipaksa meninggalkan kamp untuk menghindari gerak maju Tentara Merah yang makin dekat. Setelahnya Baer diangkat sebagai komandan kamp Dora-Mittelbau, dengan Höcker tetap menjadi ajudannya. Ketika pasukan Sekutu membebaskan kamp tersebut, sang ajudan menggunakan surat-surat identifikasi palsu sehingga identitas dirinya tidak terbongkar selama masa penahanan yang singkat. Seusai perang Höcker bekerja sebagai pegawai bank, tapi beberapa tahun kemudian identitasnya terbongkar sehingga dia harus menjalani pengadilan para penjahat perang Auschwitz di Frankfurt awal tahun 1960-an. Pengadilan tidak dapat menemukan keterlibatan langsung dirinya atas tuduhan pembunuhan massal, sehingga dia dilepaskan kembali pada tahun 1970-an dan mampu meneruskan karirnya sebagai pegawai bank sampai pensiun. Sampai dengan kematiannya di tahun 2000, Höcker tetap menganggap dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan kejahatan perang yang didakwakan terhadapnya. Dia beralasan bahwa dia hanyalah seorang ajudan yang tidak berhubungan langsung dengan kamp, melainkan bertugas melayani keperluan komandannya





Sumber :
Foto koleksi Jim Haley

Monday, September 1, 2014

Foto Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 (Sonderkraftfahrzeug 221)

Seorang anggota Aufklärungs-Abteilung (Detasemen pelopor) dari unit panzer yang tidak diketahui sedang berpose di depan ranpur Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 di sebuah kota di Jerman. Foto ini diambil di masa pra-perang dan memperlihatkan si prajurit mengenakan seragam panzer hitam model awal serta schutzmütze (baret panzer)



 Dua orang awak Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 mengaso sebentar di atas kendaraan mereka saat berlangsungnya latihan perang yang mereka ikuti. Para "pengintai" ini tergabung dalam Aufklärungs-Abteilung 5 (motorisiert) / 2.Panzer-Division, yang terlihat dari schulterklappen (tanda pangkat bahu) bertuliskan A/5 yang mereka kenakan. Aufklärer di sebelah kiri adalah seorang kandidat (anwärter) bintara, yang terindikasi dari strip pita berwarna perak (tresse) di schulterklappen-nya



SS-Oberscharführer Carl-Heinz Frühauf berpose di depan sebuah ranpur Sd.Kfz.221 (Leichter Panzerspahwagen). Kendaraan lapis baja ringan ini biasa dipakai oleh pasukan pelopor (Aufklärung) untuk mengintai posisi musuh dan kondisi medan sebelum pasukan utama datang. Dalam operasi penyerbuan ke Polandia (1939) dan Prancis (1940) Frühauf memang menjadi anggota pasukan pelopor dari SS-Infanterie-Regiment "Germania" yang kemudian dimasukkan menjadi bagian dari SS-Division Verfügungstruppe (cikal bakal Divisi SS "Das Reich"). Frühauf sendiri nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai SS-Hauptsturmführer der Reserve dan Führer II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" / III.(Germanische) SS-Panzerkorps / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord


Sumber :
Buku "Scouts Out: A History of German Armored Reconnaissance Units in World War II" karya Robert Edwards, Michael H. Pruett dan Michael Olive
www.battlebornbooks.com
www.forum.panzer-archiv.de

Pertempuran Westerplatte, Pertempuran Perdana Perang Dunia II




Oleh : Ciput Putrawidjaja

 Selama ini orang lebih banyak tahu bahwa Perang Dunia 2 (PD 2) diawali dengan invasi pasukan Nazi Jerman ke Polandia. Namun, jarang yang tahu bahwa pertempuran (battle) tersebut sebenarnya punya nama sendiri, yaitu Pertempuran Westerplatte. Westerplatte adalah nama semenanjung di pelabuhan kota bebas Danzig (sekarang Gdansk, Polandia).

Pada 1 September 1939, angkatan laut dan angkatan darat Nazi Jerman menyerang Depo Transit Militer Polandia (Wojskowa Składnica Tranzytowa, WST) di semenanjung itu, yang dijaga oleh kurang dari 200 pasukan di bawah pimpinan Mayor Henryk Sucharski, tapi mampu bertahan selama 7 hari menghadapi serangan hebat termasuk pesawat pembom tukik!

Pasukan Nazi Jerman mengerahkan ±3400 tentara dipimpin oleh Generalleutnant Friedrich-Georg Eberhardt dan didukung oleh kapal perang Schleswig-Holstein dipimpin oleh Vizeadmiral Gustav Kleikamp. Setelah 7 hari pertempuran berat sebelah ini, akhirnya di pihak Polandia 15–20 orang tewas, 53 luka-luka dan sisanya menyerah kepada pasukan Nazi Jerman. Di pihak Nazi Jerman, 200-300 tewas atau luka-luka.

Pertempuran ini mengilhami tentara dan rakyat Polandia dalam perlawanan (resistance) terhadap serbuan Nazi Jerman di seluruh negeri. Saat ini lokasi pertempuran tersebut ditetapkan menjadi Situs Monumen Sejarah Nasional (Pomnik Historii) pada 1 September 2003 oleh Badan Cagar Budaya Nasional Polandia. Pada tahun 2013, pertempuran ini difilmkan oleh sutradara Polandia Pawel Chochlew dengan judul "1939: Tajemnica Westerplatte (1939: Battle of Westerplatte)".

(dari berbagai sumber)

Catatan Tambahan:
Kota Danzig ini di kemudian hari berubah nama menjadi Gdansk. Di kota inilah, pada tahun 1980 Lech Walesa memulai gerakan buruh bertajuk "Solidarność" yg memicu runtuhnya rezim komunis di Polandia dan merembet ke seluruh negara2 Blok Timur (Pakta Warsawa)



Download MP3: Vorwärts nach Osten! (Von Finland bis zum Schwarzen Meer)





Wir standen fuer Deutschland auf Posten
Und hielten die grosse Wacht.
Nun hebt sich die Sonne im Osten
Und ruft die Millionen zur Schlacht.
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!

Den Marsch von Horst Wessel begonnen
Im braunen Gewand der SA
Vollenden die grauen Kolonnen:
Die grosse Stunde ist da!
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!

Nun brausen nach Osten die Heere
Ins russische Land hinein.
Kameraden, nun an die Gewehre!
Der Sieg wird unser sein!
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!


Terjemahan:
Kami berdiri untuk Jerman di pos kami
Dan tetap menjaga misi pengintaian yang penting
Sekarang matahari bersinar di Timur
Dan memanggil jutaan manusia ke medan pertempuran
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Barisan dimulai oleh Horst Wessel
Dengan seragam coklat SA
Lajur abu-abu kami akan menyelesaikannya
Momen besar telah tiba!
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Sekarang pasukan kita telah bergerak ke Timur
Menuju tanah Rusia
Kamerad, panggul senjata!
Kemenangan akan menjadi milik kita
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Lagu "Vorwärts nach Osten!" (Maju ke Timur) mempunyai judul resmi "Von Finnland bis zum Schwarzen Meer" (Dari Finlandia sampai Laut Hitam), serta judul-judul tidak resmi lain seperti "Rußlandlied" (Lagu Rusia) dan "Das Lied vom Feldzug im Osten" (Lagu Kampanye di Timur). Lagu mars ini secara cermat disiapkan oleh Menteri propaganda Joseph Goebbels sebagai penyemangat pasukan Jerman yang akan menyerbu Rusia dalam Unternehmen Barbarossa tahun 1941. Tapi kemudian penyelesaiannya tertunda sehingga baru diputar di radio untuk pertama kalinya seminggu setelah invasi, tanggal 29 Juni 1941. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang dipesan langsung oleh Oberkommando der Wehrmacht untuk dinyanyikan oleh prajurit-prajurit mereka saat sedang berbaris maju di Rusia.

Lagu ini diciptakan oleh tiga orang: Heinrich Anacker, Hans Tieszler dan Hans-Wilhelm Kulenkampff dengan Anacker sebagai pencipta utamanya. Goebbels sendiri berkomentar tentangnya dalam buku harian yang selalu ditulisnya: "Das neue Rußlandlied ist fertig; eine Gemeinschaftsarbeit von Anacker, Tießler und Kolbe, die ich nun zusammenstelle und überarbeite. Sie ist dann nicht mehr wiederzuerkennen. Ein großartiges Lied" (Lagu Rusia terbaru telah selesai, yang merupakan hasil kerjasama dari Anacker, Tiessler (Tieszler) dan Kolbe (Kulenkampff). Mereka telah aku kumpulkan untuk mengerjakan lagu yang tak pernah didengar sebelumnya tersebut. Lagu yang hebat). Goebbels juga menambahkan lirik terakhir dari lagu itu: "Freiheit das Ziel, Sieg das Panier! Führer befiehl, wir folgen Dir!" (Kemerdekaan sebagai tujuan, kibarkan panjimu! Führer berikan perintahmu, kami akan mengikutimu)

Sebagai komposernya ditunjuk musisi Jerman berpengalaman Herms Niel dan Norbert Schultze untuk meramu musiknya sesuai dengan selera masing-masing. Akhirnya yang dipilih adalah hasil komposisi karya Schultze. Sebelum disiarkan, Goebbels secara pribadi merevisi beberapa bagiannya dengan menyederhanakan ritmik serta mengubah sedikit melodinya. Penampilan pertamanya digelar secara besar-besaran di Berlin pada tanggal 29 Juni 1941 dengan melibatkan gabungan koor dari Staatsoper Berlin dan Deutschen Oper Berlin. Di akhir lagu ditambahkan quote dari  Franz Liszt yang dikenal dengan nama "Rußlandfanfare".


Sumber :
www.de.wikipedia.org