Tuesday, May 26, 2009

Koleksi Foto Binatang / Hewan

  1. Foto Adolf Hitler dan binatang peliharaannya
  2. Foto berwarna binatang dalam Perang Dunia II
  3. Foto binatang lucu zaman Nazi Jerman
  4. Foto Maskot (Maskottchen/Markenzeichen)
  5. Foto anjing Nazi Jerman
  6. Foto ayam Nazi Jerman
  7. Foto babi Nazi Jerman
  8. Foto bebek dan angsa Nazi Jerman
  9. Foto beruang Nazi Jerman
  10. Foto burung Nazi Jerman
  11. Foto ikan Nazi Jerman
  12. Foto kadal Nazi Jerman
  13. Foto kalajengking Nazi Jerman
  14. Foto kambing dan domba Nazi Jerman
  15. Foto keledai dan bagal Nazi Jerman
  16. Foto kelinci Nazi Jerman
  17. Foto kijang dan rusa Nazi Jerman
  18. Foto kucing Nazi Jerman
  19. Foto kuda Nazi Jerman
  20. Foto monyet Nazi Jerman
  21. Foto penyu dan kura-kura Nazi Jerman
  22. Foto sapi Nazi Jerman
  23. Foto serigala dan rubah Nazi Jerman
  24. Foto singa Nazi Jerman
  25. Foto tikus Nazi Jerman
  26. Foto tupai Nazi Jerman
  27. Foto unta Nazi Jerman
  28. Foto kereta yang ditarik binatang
  29. Foto tokoh Nazi Jerman dengan anjing
  30. Foto tokoh Nazi Jerman dengan kuda

Flakpanzer IV Kugelblitz, Tank Anti Serangan Udara Dengan Turet Putar!

Turet dari Flakpanzer IV Kugelblitz


Andaikan Flakpanzer IV Kugelblitz memasuki tahap produksi...


Satu-satunya prototipe turet yang tersisa dari Flakpanzer IV Kugelblitz


Flakpanzer IV Kugelblitz dalam balutan kamuflase


Flakpanzer IV Kugelblitz


Diorama Flakpanzer IV Kugelblitz


The Flakpanzer IV Kugelblitz ("ball lightning") merupakan Senjata Anti Pesawat bermesin seperti layaknya tank (self-propelled anti-aircraft gun) punya Jerman. Sampai dengan berakhirnya perang masih tetap berupa prototype, dan belum sempat dibuat massal. Tidak seperti anti pesawat bergerak sebelumnya, kugelblitz memeliki turret berputar yang tertutup seutuhnya.

Dibangun dengan basis Panzer IV, dengan data2 spesifikasi sebagai berikut :

Produksi 1945
Jumlah peoduksi 2-6

Spesifikasi :
Berat 23 ton
Panjang 5.92 m
Lebar 2.95 m
Tinggi 2.40 m
Jumlah kru 5 (komandan, dua orang gunner, operator radio, supir)
Lapis baja 80 mm maximum
Utama
persenjataan 30 mm Zwillingsflak 103/38
Tambahan
persenjataan 7.92 mm MG34
Mesin Maybach HL 120 TRM 12 cylinder water cooled 11.9 l. gasoline
kapasitas bahan bakar 470 liter
Operasional
jarak tempuh 200 km
kecepatan 38 km/h

Tak ada yang tahu jelas, berapa unit yang telah di buat. Beberapa pihak mengatakan bahwa unit-unit yang telah diproduksi berakhir pada Battle of Berlin. Satu unit utuh yang selamat dipajang di Lehrsammlung der Heeresflugabwehrschule (collection of the German army anti-aircraft school). yang sudah tidak utuh juga ada di sana (tanpa turret).


Sumber :


Marder, Artileri Yang Dipasang Di Sasis Tank!

Self Propelled Marder II yang telah diambil alih oleh Soviet. Di foto ini tampak kendaraan tersebut sedang mengikuti parade para partisan komunis di Minks, Juli 1944


Sersan Soviet yang tak diketahui namanya ini berhasil merampas sebuah Marder III yang masih operasional di wilayah Orel tahun 1943. Sebelum digunakan untuk bertempur melawan bekas tuannya, kira-kira apa yang akan dilakukan sang sersan ini?


... Sederhana : Menamai ulang Marder tersebut dengan satu-satunya alat tulis yang tersedia : kapur putih!


Sisa-sisa Marder III yang mengambil sasis dari Panzerkampfwagen 38(t), yang asalnya merupakan buatan Cekoslowakia (TNH P-S), tapi kemudian produksinya diambil alih oleh Jerman setelah aneksasi negara tersebut tahun 1939


Marder II D tahun 1943


Diorama Marder III sdkfz 139 Pak36 (r) Auf Gw38 (t). Ribet ya nama lengkapnya?


Marder III pandangan depan


Kru Marder berpose untuk sampul majalah KUNCUNG!


Marder III (atau biasa juga dipanggil dengan nama Sonderkampfenzeug 139, Sd.Kfz. 139) dalam format 3D untuk keperluan game


Monumen Marder di kota Moskow


Heereswaffenamt Jerman mulai mengembangkan Marder se¬bagai senjata anti-tank otomatis (self-propelled] diakhir tahun 1941. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mobilitas meriam anti-tank (PaK) dengan menaruhnya di beragam rangka tank atau panser. Kebutuhan ini dianggap mendesak terutama setelah munculnya kendaraan tempur Uni Soviet yang baru, seperti tank kelas menengah T-34/76 maupun tank kelas berat seperti seri KV 1 dan KV2. Solusi berupa penciptaan Marder ini merupakan 'solusi antara' hingga dibuatnya desain panser baru yang lebih efektif.

Marder dibuat dengan menggunakan rangka tank yang sudah tidak digunakan lagi seperti rangka tank Prancis yang dirampas oleh Jerman. Senjata yang digunakan mulai dari meriam Jerman buatan Rheinmetall-Borsig Pak 40 dengan kaliber 75 mm atau menggunakan meriam Uni Soviet F-22 model tahun 1936 dengan kaliber 76,2 mm. Meriam Uni Soviet ini merupakan meriam lapangan divisi yang banyak dirampas pada musim panas 1941.

Meriam Jerman 75 mm mampu menembus lapis baja setebal 116 mm dengan peluru penembus baja dengan tingkat kemiringan 10 derajat dari jarak 1.000 meter. Meriam Uni Soviet 76,2 mm terlebih dahulu dimodifkasi sehingga bisa memuat amunisi dari meriam 75 mm. Meriam ini mampu menembus baja setebal 108 mm dari tingkat kemiringan dan jarak yang sama. Semua Marder juga dilengkapi dengan teleskop ZF3 dengan pembesaran 8x.

Marder diproduksi sebanyak 2.812 buah selama April 1942 hingga Mei 1944. Kelemahan yang paling menyolok adalah strukturnya yang tinggi serta awaknya tidak terlindungi dengan baik. Seluruh Mardei tidak memiliki atap dan hanya membawa kain kanvas untuk melindungi diri dari cuaca.

Meski Marder secara teknis bukan dikategori sebagai panser namun ia cukup sukses memberikan fungsi senjata anti-tank yang kuat dan bergerak terhadap semua divisi, baik divisi panzer, Panzergrena-dier maupun infantri, sebagai Panzerjaeger Abteilungen atau Batalion Pemburu Tank. Secara teoritis setiap Batalion Pemburu Tank dilengkapi dengan 51 Marder. Divisi-divisi Waffen SS pertama yang menerima Marder adalah Leibstandarte Adolf Hitler, das Reich, Totenkopf dan Wiking.f Marder kemudian digantikan oleh Panzerjaegeryang lebih kuat namun tetap digunakan hingga akhir perang.


Sumber :
www.kaskus.us


Sturmgeschütz, Lapis Baja Jerman Paling Banyak Diproduksi Selama Perang Dunia II

Inilah pemandangan di dalam Sturmgeschütz. Berminat menjadi kru nya?


Jagoan Sturmgeschütz terkemuka, Hugo Primozic. Dia sedang asyik menambahkan garis baru di laras meriam StuGnya, yang berarti korban terbaru berhasil dibukukannya!


Wallpaper Sturmgeschütz


Buku yang membahas tentang Sturmgeschütz III


Diagram Sturmgeschütz III Ausf. A


Seluruh versi Sturmgeschütz


Monumen Sturmgeschütz III


Self Propelled Assault Gun Sturmgeschütz 40 Ausf. G yang dikelilingi oleh puing-puing di dalam lobi hotel Continental (Cassino, Italia) yang diledakkan, tak lama setelah kota tersebut jatuh ke tangan Sekutu setelah melalui pertempuran yang sengit, 19 Mei 1944


Sturmgeschütz III Ausf. G dalam game Sudden Strike


StuG dari Sturmgeschütz Brigade 303


Lapis baja serbu (assault gun) Sturmgeschutz III merupakan ken-daraan lapis baja Jerman yang paling banyak di produksi selama Perang Dunia II. Sturmgeschutz III atau disingkat StuG III dibuat dengan rangka Panzer III. Awalnya StuG III dirancang sebagai lapis baja ringan untuk dukungan infantri, tetapi StuG III selanjutnya dimodifikasi dan digu-nakan sebagai senjata penghancur tank.

Ide awal pembuatan StuG III berasal dari proposal Oberst Erich von Mannstein yang diajukan kepada Jenderal Beck tahun 1935. Mannstein menginginkan sebuah model Artileri Serbu (Sturmartillerie) yangdapat digunakan sebagai unit pendukung bergerak terhadap divisi infantri.

Setahun kemudian Daimler Benz AG menerima perintah untuk membuat kendaraan infantri lapis baja yang dapat membawa meriam 75 mm. Me¬riam tersebut harus mempunyai batasan putaran sebesar 25 derajat dan dapat dipasang dalam kerangka tertutup untuk melindungi para awaknya. Tinggi kendaraan juga tidak lebih dari tinggi orang biasa.

Daimler BenzAG menggunakan rangka dan gigi kecepatan yang biasa digunakan oleh panzer menengah PzKpfw III. Setelah serangkaian uji coba maka StuG III diproduksi sebagai senjata pendukung anti-in-fantri musuh dengan dilengkapi meriam 75 mm yang berpeluru bahan peledak tinggi.

Produksi pertama menggunakan rangka PzKpfw III Ausf F pada tahun 1940 dengan ketebalan baja bervariasi antara 30 mm hingga 50 mm. Berat total kendaraan ini adalah 19,6 ton dengan 4 awak. StuG III menggunakan mesin Maybach HL120 TR12 silinder dengan 300 tenaga kuda. Kecepatan yang bisa didapat adalah 40 km/jam dengan daya jelajah maksimal di jalan raya sejauh 160 km. Persenjataan untuk seri A adalah meriam StuK 37 L/24 75 mm dengan kapasitas peluru 44 buah.

Sepanjang bulan Januari hingga Mei 1940 telah diproduksi 30 buah StuG III. Sebanyak 24 buah pertama melengkapi Sturmartillerie Batteries 640, 659, 660 dan 665 serta melihat aksi pertamanya dalam invasi menuju Prancis. Setiap baterai menurut skema organisasi memiliki 6 senjata serbu ini yang terbagi dalam tiga peleton. Enam sisanya ke-mudian diberikan kepada satuan Sturmartilierie divisi Leibstandarte Adolf Hitler.

Perlu dicatat bahwa senjata serbu seperti StuG secara teknis tidak dikategorikan sebagai panser melainkan sebagai artileri bergerak. Akan tetapi secara taktis fungsi StuG lama-kelamaan mirip dengan panser, terlebih biaya produksinya jauh lebih murah karena tidak butuhkan tingkap menara yang bisa berputar. StuG bukan saja bisa menjadi senjata meriam bergerak anti-infantri tetapi juga artileri bahkan anti-tank. Pihak lawan sendiri secara psikologis juga menganggap StuG sama dengan 'tank Jerman' lainnya.


Sumber :


SS-Oberscharführer Ernst Barkmann (1919-2009), Jagoan Panzer Yang Terkenal Lewat 'Barkmann's Corner'!



Album foto Ernst Barkmann bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Ernst Barkmann (seusai perang dia mengganti namanya menjadi Ernst Schmuck-Barkmann)
Panggilan/julukan: Tidak ada
Lahir: 25 Agustus 1919 di Kisdorf/Segeberg/Schleswig-Holstein (Jerman)
Meninggal: 27 Juni 2009 di Kisdorf/Segeberg/Schleswig-Holstein (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak diketahui
Nomor keanggotaan SS: Tidak diketahui
Anggota keluarga: Istri Charlotte Kock (19 Juli 1921 - 22 November 1988) dan anak Jörn Barkmann (15 September 1946 - 6 Juni 1965)

Beförderungen (Promosi):
01.04.1939 SS-Sturmmann
00.00.1939 SS-Rottenführer
00.00.194_ SS-Standartenjunker
00.00.194_ SS-Scharführer
01.09.1943 SS-Unterscharführer
01.08.1944 SS-Oberscharführer

Karriere (Karir):
00.00.1935 - 01.04.1936 Lulus SMA dan bekerja di pertanian keluarga
01.04.1936 - 00.10.1939 Bergabung dengan 9.Kompanie / III.Bataillon / SS-Standarte Germania
00.10.1939 - 00.12.1940 SS-Standarte Germania tergabung dalam SS-Division Verfügungstruppe
00.12.1940 - 00.07.1941 SS-Regiment Germania menjadi bagian dari SS-Division Wiking
00.07.1941 - 00.00.1942 Mendapat perawatan setelah terluka dalam pertempuran di Dnipropetrovsk
00.00.1942 - 00.00.1943 Instruktur sukarelawan SS luar negeri di Belanda
00.00.1943 - 00.08.1943 2./SS-Panzer-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich"
00.08.1943 - 00.00.1945 4./SS-Panzer-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich"
00.00.1945 - 08.05.1945 Zugführer 2.Zug / 4./SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich"

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.1939 Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze
00.00.1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz
14.07.1941 Eisernes Kreuz II.Klasse
19.07.1941 Verwundetenabzeichen in Silber
18.02.1942 Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
00.00.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)
00.00.194_ Verwundetenabzeichen in Gold
01.08.1944 Eisernes Kreuz I.Klasse
27.08.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai SS-Unterscharführer dan Komandan Panther "424" di 4.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" / LXXXIV.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Proposal medalinya dimasukkan tanggal 22 Agustus 1944, sementara dokumen pendahuluannya tertanggal 7 September 1944
00.00.1945 Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50". Berdasarkan kesaksian dari Barkmann sendiri, dia menerima III.Stufe tanpa mendapat II.Stufe sebelumnya, ini karena pada saat itu (musim semi 1945) tidak tersedia II.Stufe-nya

Ernst Barkmann lahir di Kisdorf, Holstein 25 Agustus 1919. Sebagai anak seorang petani, Barkmann menamatkan sekolah formalnya di tahun 1935, dia kemudian ikut mengelola tanah pertanian keluarganya. 1 April 1936 Barkmann bergabung dengan SS-Standarte Germania sebagai seorang sukarelawan dan setelah latihan selama 3 bulan, Barkmann bergabung dengan III Battalion of the Standarte di Radolfszell. Tahun 1939 Barkmann ikut berpartisipasi dalam Blitzkrieg yang dilancarkan Jerman ke Polandia. Selama partisipasinya di Polandia Barkmann memperoleh promosi menjadi SS-Rottenführer. Germania kemudian juga turut berpartisipasi saat melakukan invasi ke Perancis. Di sini Barkmann kemudian memperoleh Infantry Assault Badge.

Barkmann memulai karirnya di unit lapis baja sebagi gunner untuk SS-Rottenführer Alfred Hargesheimer Panzer III Ausf J/1. Unitnya tergabung di 2.SS-Panzergrenadier-Division, Das Reich. Unitnya ini sendiri berada di bawah SS-Panzerkorps yang dipimpin oleh SS-Obergruppenführer Paul Hausser. Di tahun yang sama, Barkmann mengalami luka serius saat bertempur di sekitar Dnieprpetrowsk (Operasi Barbarossa), luka ini kemudian membuat Barkmann memperoleh medali Iron Cross (Second Class). Akhir 1941, setelah mengalam masa penyembuhan, Barkmann sempat ditransfer ke Belanda untuk menjadi instruktur bagi European SS-Volunteers. Tapi tidak betah jauh dari medan tempur, Barkmann kembali ke front timur pada awal tahun 1942. Musim Salju tahun 1942 Barkmann ditugaskan di 2nd Kompanie of 2nd Panzer Regiment of 2nd SS Panzer Division Das Reich. Di tahun 1943 ini juga Ernst Barkmann mendapat promosi menjadi SS-Unterscharfuhrer dan berhak menjadi komandan atas tanknya sendiri (saat itu masih memakai Panzer III). Saat ikut bertempur di Third Battle of Kharkov Barkmann membuktikan dirinya sebagai tanker yang handal. Sejumlah kill berhasil di buatnya terhadap tank Russia yang jauh lebih superior. Ini kemudian membuatnya dianugerahi Iron Cross (First Class). Pertengahan tahun 1943, Barkmann dipindahtugaskan ke 4th Kompanie, kali ini unitnya dilengkapi dengan peralatan tempur baru; Panzer V Panther.

Awal tahun 1944 seluruh divisinya dipindahkan ke Bordeux, sebelah selatan Perancis. Dengan dilancarkannya D-Day oleh sekutu 2nd SS Panzer Division Das Reich kemudian diberangkatkan ke wilayah utara Perancis untuk menghadapi pasukan sekutu.

8 Juli 1944 Barkmann membuat skor pertamanya untuk tank Amerika. Saat itu dia menghancurkan sebuah Sherman di dekat Saint Lo. 12 Juli 1944, Barkmann kembali menambah skornya dengan 2 buah Sherman dan men-disable sherman no.3, lokasinya juga masih di sekitar Saint Lo. Sayangnya kali ini Panther Barkmann juga menjadi korban dari anti tank sekutu, dan harus masuk bengkel. Setelah istirahat sehari, Barkmann kembali beraksi pada tanggal 14 Juli 1944, kali ini berhubung Panthernya masih dalam kondisi diperbaiki, Barkmann berangkat dengan menggunakan Panther cadangan. Hari itu Barkmann sukses menjalankan dua misi yang ditugaskan kepadanya, pertama me-recover 4 buah Panther yang cut off behind enemy lines dan yang kedua menyelamatkan prajurit Jerman yang terluka dan tertangkap oleh sekutu.

26 Juli 1944 merupakan hari naas bagi Barkmann. Saat sedang menjalani perbaikan mesin di field workshop, fighter bomber sekutu menyerang. Sebuah bom menghantam engine compartement dari Panther miliknya. Setelah mengalami perbaikan darurat, 27 Juli Barkmann kemudian berangkat untuk menyusul kesatuannya. Pada tanggal inilah kemudian yang membuat Barkmann menjadi terkenal. Saat sedang dalam perjalanan menyusul unitnya itu Barkmann bertemu dengan unit infanteri Jerman yang sedang bergerak mundur dekat sebuah desa bernama Le Lorey. Unit ini kemudian menginfokan bahwa sejumlah unit lapis baja sekutu sedang bergerak ke arah posisi Barkmann saat ini. Barkamann kemudian mengirimkan 2 orang anak buahnya untuk memverifikasi informasi tersebut. Anak buahnya kemudian kembali dengan info yang lebih lengkap: 15 Sherman dan sejumlah kendaraan militer lainnya. Barkamann kemudian memindahkan Panthernya ke lokasi yang lebih terlindung, dan tidak lama kemudiam column pertama datang dan Barkmann langsung melakukan serangan. 2 Sherman pertama menjadi korban dan kemudian sebuah tanker truk juga menjadi korban serangan pertama Barkmann. 2 Sherman kemudian mencoba untuk melakukan gerakan melingkar untuk menghindari 2 tank yang terbakar didepan. Tapi tembakan dari Panther kembali menghancurkan 2 tank naas tersebut. Tank ke 3 kemudian juga menyusul menjadi sasaran tembakan Barkmann. Pihak Amerika kemudian meminta bantuan dari fighter bomber dan Panther dari Barkmann kembali terkena serangan udara. Kali ini, selain rusak, beberapa crew juga mengalami luka-luka. Merasa mendapat keuntungan dari bantuan udara, 2 buah Sherman kembali mencoba untuk menamatkan riwayat Panther yang dalam kondisi “wounded” tersebut. Tapi kembali mereka menjadi korban dari Panther tersebut. Barkmann kemudian bersama crewnya mencoba melakukan perbaikan darurat, dan saat berhasil menyalakan mesinnya kembali dan sedang melakukan manuver mundur sebuah Sherman yang mencoba mengejar kembali menambah daftar kill Barkmann. Hari itu kemudian dikenal dengan “Barkamann's Corner” dan Barkmann entitle untuk kill terhadap 9 buah Shermann dan sejumlah kendaraan militer lainnya.

28 Juli 1944 Barkmann kembali berhasil bergabung dengan kesatuannya di Coutances, dan dalam periode 2 hari Barkmann berhasi menghancurkan 15 Sherman dan kendaraan militer lainnya. Sebuah kejadian konyol juga sempat menimpa Barkmann, pada tanggal 30 Juli, setelah pihak Amerika melancarkan Operasi Cobra, pihak sekutu berhasil mengepung Granville, tapi Barkmann berhasil mendobrak kepungan tersebut. Bahkan hal tersebut dilakukan sembari menarik sebuah Panther yang dalam kondisi rusak. Saat mendapat perintah untuk menghancurkan Panther yang rusak tersebut, anak buah Barkmann melakukan kesalahan dan jadinya malah ke-2 Panther tersebut meledak. Akibat mereka harus berjalan kaki 7 kilometer untuk kembali ke garis wilayah Jerman. 5 Agustus Barkmann dan anak buahnya berhasil mencapai markas kesatuannya tersebut. 5 September 1944, Barkmann dianugerahi Knight's Cross untuk performanya selama menghadapi sekutu di saat D-Day. Exploit Barkmann di medan tempur kembali berlanjut di Ardennes pada bulan Desember 1944 dan menghadapi musuh lamanya; T-34 di Vienna pada Maret 1945. Saat sedang bertempur di dekat kota Stuhlweissenburg, Barkmann menghancurkan 4 T-34. Ini melengkapi total 3000 tank yang telah dihancurkan oleh Das Reich Division selama perang dunia ke II. Di akhir perang Barkmann menyerahkan diri ke pihak Inggeris setelah berhasil menyeberang ke British Zone.

Selama karirnya Barkmann berhasil menghancurkan 82 tank, 136 kendaraan lainnya dan 43 senjata anti-tank. Dia memperoleh Knight's Cross untuk bravery dan skills, Wound Badge in Silver, Iron Cross (Second dan First Class), Infantery Assault Badge serta Panzer Assault Badge untuk 25 dan 50 engagements dengan pihak musuh. Barkamann survive dari Perang Dunia ke II dan tinggal di Kisdorf, kota tempat kelahirannya. Dia bahkan juga menjadi long-time fire-chief dan sekaligus walikota (burgomaster).


Sumber :
Foto koleksi pribadi Matthew J.

www.en.wikipedia.org


Sunday, May 24, 2009

Militer Nazi Jerman (Wehrmacht), Pelopor Seni Perang Modern!

Para sukarelawan Flemish Vlaamse wachtbrigade dengan kamuflase mereka (1944). Kelak model kamuflase ini banyak dipakai oleh negara-negara di seluruh dunia


Panzerkampfwagen dari Divisi Panzer ke-18 sedang melintasi sungai Bug dalam penyerbuan Jerman ke Rusia yang lebih dikenal sebagai Operasi Barbarossa


Seorang tentara menyandang StG 44 dalam pertempuran di Berlin


Kalo yang ini adalah mega artileri 8 Kurz 'Bruno', dilengkapi dengan kanon 28 cm dan digunakan dalam pengepungan Sebastopol. Saking beratnya, artileri ini hanya bisa bergerak di rel kereta api!


Roket V1 andalan Jerman di akhir Perang Dunia II. Bersama penerusnya, V2, roket-roket ini menjadi pelopor dunia antariksa dalam era Perang Dingin


Oleh : Sturmmann Heddy Arya Wirasmara

Tahukah anda..?

1. Bahwa senapan serbu tersukses di dunia AK-47 (Automatic Kalashnikov) itu blue print-nya diambil dari senapan serbu Jerman Reich SturmGewehr 44 (Stg-44) pada saat Berlin jatuh tahun 1945?

2. Bahwa camouflage (camo) atau dalam bahasa kita itu 'loreng tentara' pertama kali diciptakan di dunia adalah oleh Waffen SS (bagian tempur dari angkatan bersenjata Jerman Reich)?

3. Bahwa seragam tentara PDH / PDL dan aksesoris kepangkatannya, yang digunakan oleh hampir seluruh angkatan bersenjata dunia terinspirasi dari seragam Militer Jerman Reich?

4. Bahwa strategi tempur yang paling sukses yang pernah digunakan dimuka bumi ini (yg sekarang digunakan oleh Amerika/Israel dalam invasi ke Irak/Gaza), yakni kombinasi Air Support dan Ground Artileri utk memberikan jalan masuk kepada infantri, itu berasal dari BLITZKRIEGnya militer Jerman Reich?

5. Bahwa teknologi JET tempur itu diciptakan pertama kali oleh AU Jerman Reich?

6. Bahwa perumusan ide bom atom pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan militer Jerman Reich (dengan kode operasi 'Heavy Water')?

7. Bahwa sekolah penembak jitu (Sniper School) itu pertama kali diciptakan di dunia oleh Militer Jerman Reich

8. Bahwa teknologi TANK dan KAPAL SELAM terbaik di dunia pada era nya dimiliki oleh Militer Jerman Reich yang kemudian jadi inspirasi sampai sekarang.

Jadi tahukah anda..?

Bahwa Militer Jerman Reich era PD2 itu yang MEREDEFINISI perang modern (Modern Warfare)

Bahwa hampir semua yang kita tau sekarang tentang militer modern & perang modern itu cikal bakalnya berasal dari Militer Jerman Reich era PD2 yang kemudian dikembangkan lagi.

Itulah alasannya kenapa kita kagum & respek terhadap Militer Jerman Reich era PD2!


Sumber :


Pertempuran Stalingrad (1942-1943), Titik Balik Peperangan Di Front Timur


Para prajurit Jerman membeku dalam dinginnya musim dingin di Stalingrad, yang banyak disebut sebagai titik balik Perang Dunia II di Eropa



Pasukan Jerman bersama sukarelawan Cossack bahu membahu bertempur di dalam kota Warsawa melawan pemberontakan dari para Yahudi ghetto (1944)



Tawanan Jerman yang bonyok habis digebuki, sedang dibawa oleh para milisi Free French



Seorang pasukan SS berseragam lengkap siap tempur dala invasi besar-besaran terakhir Jerman ke Ardennes di front Barat yang kemudian terkenal sebagai 'The Battle Of Bulge'. Foto ini menjadi begitu terkenal, tapi tetap identitas si prajurit masih tetap menjadi misteri. Yang jelas, dia masih hidup sampai beberapa tahun yang lalu tapi menolak setiap akses dan permintaan untuk mewawancarai dirinya!



General der Artillerie Helmuth Weidling (kiri), pemegang Schwerter, bersama para staffnya menyerah kalah pada pasukan Merah yang telah menguasai Berlin, Mei 1945. Bagi yang sudah pernah menonton film "Der Untergang" (atau "Downfall", untuk versi bahasa Inggrisnya) pasti tahu si jenderal tua pemberani ini!




Oleh : Sturmmann Permadi

Di akhir 1941, yakni 6 bulan dari Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, invasi Jerman Reich telah menelan korban di pihak Rusia lebih dari 6 juta serdadu, setengah tewas di medan perang, dan setengahnya lagi ditawan oleh pasukan Jerman, belum terhitung lagi pendudukan wilayah dan kerugian materil lainnya.Namun oleh pertolongan musim dingin, pasukan Jerman yang lelah terhenti setelah begitu dekat dengan Moskow dan dapat dipukul mundur.

Namun ketika musim panas 1942 datang, Rusia masih terlalu lemah dari pukulan yang bertubi-tubi, sementara militer Jerman siap mendemonstrasikan sekali lagi kekuatannya yang menakutkan.

Para jendral di OKW (OberKommando der Wehrmacht) atau panglima tertinggi angkatan bersenjata Jerman Reich, ingin mencoba sekali lagi untuk melakukan penyerangan ke arah Moskow untuk menduduki ibukota Negara tersebut, menusuk tepat di jantung, dan menghancurkan seluruh sisa pertahanan Rusia. Namun, saat itu Hitler telah secara individu memegang tampuk kekuasaan tertinggi di hierarki militer Jerman Reich, dan semakin jarang mau mendengar nasihat jendral-jendralnya.. :(

Pada April 1942, Hitler mengeluarkan “Perintah Perang 41” (kita sebut saja PP41), yang berisikan detil rencananya di front timur untuk musim semi 1942, dikenal juga dengan kode ”Operation Blue”. Rencananya adalah untuk mengumpulkan seluruh pasukan tempur yang tersedia di front timur dan mengkonsentrasikannya di sayap selatan, hancurkan seluruh pertahanan Rusia disana, kemudian maju dengan 2 ujung tombak yang mengemban misi untuk menduduki seluruh pusat industri di selatan Rusia, dengan rincian sebagai berikut:

1. Ujung Tombak 1, maju ke Tenggara melalui wilayah pegunungan Kaukasus untuk menduduki daratan dengan kandungan minyak yang kaya.
2. Ujung Tombak 2, maju ke Timur ke Stalingrad yang pada waktu itu merupakan kota pusat industri di sisi barat dari sungai Volga yang besar, sebagai jalur utama transportasi air Rusia dari utara Moskow sampai dari laut Caspia di selatan.

Penting untuk diingat bahwa ketika PP41 dikeluarkan, Hitler belum memerintahkan untuk menduduki Stalingrad. Perintahnya adalah “hanya untuk mencapai Stalingrad, hujani dengan artileri berat untuk meratakan kawasan industri disana”. Pada hari pertama, kedua ujung tombak Jerman menuntaskan misi ini tanpa kesulitan berarti. Namun pada akhirnya adalah pertempuran keras kepala untuk menduduki Stalingrad yang merubah semuanya (diperparah oleh penolakan Hitler untuk mundur dari Stalingrad), yang ia harus bayar mahal dengan kehilangan seluruh unit tempurnya di selatan front timur.

Karena begitu pasukannya masuk ke kota yang dinamakan dari Stalin, sang diktator Soviet yang juga merupakan musuh ideologi Hitler, tiba-tiba Hitler menjadi terobsesi untuk menduduki Stalingrad, dan terus terobsesi sampai seluruh kekuatan Jerman Reich di selatan Rusia dihancurkan sampai tentara terakhir.

Cerita dimulai..
Serangan Jerman di selatan Rusia dimulai pada 28 Juni 1942, setahun setelah invasi ke Rusia dimulai. Armada darat Jerman dengan Bltizktriegnya, maju dengan kecepatan mematikan, dengan sekutu Itali, Romania dan Hungaria mengikuti dari belakang, yang diberikan tugas untuk melindungi Flank (sisi) pasukan Jerman. Hasilnya, garis depan Rusia jatuh dalam hitungan hari, mengantarkan Jerman ke pertahanan alami Rusia yang paling sulit ditembus, yakni sungai Volga.

Pada 28 Juli 1942, dalam keputus-asaan untuk mencegah kejatuhan Stalingrad, Stalin mengeluarkan “Perintah 227” yang berbunyi, “Setiap jengkal tanah Soviet harus dipertahankan mati-matian sampai darah dari orang terakhir menetes.”, lalu Polisi Rahasia ditempatkan tepat dibelakang garis depan Rusia dengan perintah untuk membunuh siapa saja yang lari mundur.

Namun setelah semua dilakukan, Grup Pasukan* 62 dan Grup 64 Rusia di barat Stalingrad tetap saja tidak mampu menahan laju pasukan Jerman. Mereka terpukul mundur kedalam kota.
* Grup Pasukan (Army Group) = terdiri dari beberapa Korps, Korps = terdiri dari beberapa Divisi, Divisi = terdiri dari beberapa Resimen, dst.

23 Agustus 1942, ujung tombak Army Group 6 Jerman sampai di bantaran Volga tepat di utara kota Stalingrad dan menduduki 8 km dataran di pesisir Volga, kemudian Tank dan Artileri Jerman mulai menenggelamkan Ferri dan Kapal yang lalu lalang di Volga. Pada hari itu, unit lain dari Grup 6 Jerman mencapai perbatasan kota, dan ratusan bomber dari Armada Udara 4 Luftwaffe mulai menghujani kota dengan bom, dan terus berlangsung sampai berminggu-minggu menghancurkan setiap bangunan yang ada.. Perang di Stalingrad telah dimulai.

C.Q.B. (Close Quarter Battle)
Pada hari pertama pertempuran kota, pihak Jerman penuh dengan keyakinan meskipun perlawanan pertahanan Rusia sangat tangguh, akan segera menduduki kota. Sementara dari pihak Rusia, keadaan tidak menjadi lebih baik. Pertahanan Rusia terdiri dari 40.000 serdadu pada awalnya, namun tak lebih dari prajurit cadangan yang sangat tidak siap secara perlengkapan, semua orang mengasumsikan bahwa Stalingrad akan jatuh dalam beberapa hari.

Satu-satunya alasan mengapa Stalingrad masih belum jatuh ke tangan Jerman, adalah karena kombinasi dari kepemimpinan perwira tinggi Rusia dengan kemampuan militer yang brilyan, dan tentu saja perlawanan sengit dari pasukan Rusia yang didorong oleh rasa takut dibunuh Polisi Rahasia.

Ada 2 perwira tinggi Rusia yang diberikan tugas menyelamatkan Stalingrad:

Pertama, Jendral Vasily Chuikov, deputi panglima komando dari Grup 64 selatan Stalingrad, seorang yang sangat agresif menerapkan strategi, kemudian dinaikan pangkat menjadi Komandan Regional dengan bonus jabatan: situasi gawat di Stalingrad. Dengan Grup 62 yang masih bertahan di dalam kota Stalingrad dibawah kendalinya, Chuikov diberikan pertanyaan pada hari pertamanya di kantor, “Bagaimana pemahaman anda terhadap misi yang diemban?”, Chuikov menjawab, “Kita akan mempertahankan Stalingrad, atau kita mati”. Banyaknya serdadu Rusia yang mati di medan perang kemudian adalah bukti keseriusan ucapannya.

Ketika Jendral Chuikov menginjakan kaki nya di Stalingrad, Grup 62 telah kehilangan setengah pasukannya. Dan telah jelas bagi para serdadu bahwa Stalingrad telah menjadi perangkap tikus, dan banyak dari mereka mencoba lari menyebrang sungai Volga. Jendral Chuikov paham bahwa waktu harus dibeli dengan darah.

Satuan elit kemudian ditempatkan di sisi lain sungai Volga diberikan tugas khusus untuk menembak setiap serdadu yang mencoba kabur menyebrang. Meskipun banyak prajurit yang tewas, terapi kejut ini memberikan Chuikov waktu untuk mencoba menahan tekanan dari garis depan Jerman.

Ekspektasi hidup bagi prajurit Rusia yang berada di dalam pertahan kota adalah 24 jam! Seluruh unit dikorbankan demi pertahanan Stalingrad. Ada satu unit tempur yang mungkin paling dikorbankan dibandingkan unit lainnya, yakni satuan elit Divisi 13 Penjaga, yang dikirim menyebrang Volga masuk kota dengan 10.000 serdadu, dimana dalam 24 jam pertama hanya tersisa 320! Persentase kematian 97% yang mungkin terbesar dalam sejarah perang di muka bumi ini. Tapi mereka berhasil menyelamatkan Stalingrad.

Perang di dalam kota Stalingrad memiliki konsentrasi kekuatan Jerman dan intensitas pertempuran yang belum pernah terjadi sebelumnya selama Perang Dunia 2, dengan beberapa Divisi dari masing-masing pihak bertempur di garis depan dengan area tempur membentang hampir 2 kilometer! Jendral Chuikov harus memindahkan dirinya dari pos komando yang satu ke pos komando lainnya untuk menghindari terbunuh ataupun tertangkap.

Namun hanya dengan mengirim pasukan tambahan untuk menggantikan yang tewas nampaknya tidak cukup. Maka untuk mengurangi kehilangan yang begitu besar, strategi Chuikov adalah dengan memperdekat ruang tempur posisi antar garis depan sampai begitu dekat, sehingga pesawat pembom Jerman Stuka tidak memiliki pilihan lain untuk menjatuhkan bomnya dengan resiko membunuh pasukannya sendiri.

Hasilnya, pertempuran di Stalingrad berubah menjadi serangkaian Skirmish (kontak skala kecil) di setiap jalan, di setiap rumah, di setiap gedung, di setiap lantainya, bahkan di setiap ruangan yang berada di dalam gedung tersebut. Sebuah pos dapat berganti alih kuasa setelah baku tembak berdarah sampai 15 kali setiap minggunya! Puing-puing kota Stalingrad pun telah menjadi tempat penjagalan dengan para Sniper (penembak jitu) dari kedua belah pihak sebagai algojonya, dimana pada akhirnya adalah pihak Rusia yang kemudian mengumpulkan nilai terbanyak dalam adu bunuh jarak jauh tersebut, menewaskan banyak perwira Jerman termasuk diantaranya seorang kepala sekolah Sniper Waffen SS yang ditugaskan untuk memburu seorang pahlawan sniper Rusia.

Serdadu Rusia memberikan nama “Akademi Tempur Jalanan Stalingrad” kepada kota tersebut. Mereka pun hampir selalu dalam keadaan kelaparan dikarenakan arus logistik yang menyebrang sungai Volga ditenggelamkan bomber Jerman Stuka, begitupun halnya terjadi kepada kapal-kapal yang berisikan pasukan tambahan yang akhirnya tenggelam sebelum mencapai di kota Stalingrad dan menelan banyak korban.

Namun bombardir oleh Tank dan Stuka Jerman tak lama kemudian pun ditandingi oleh pihak Rusia yang menempatkan artileri di seberang Timur sungai Volga, mulai dari Mortar sampai Roket Katyusha. Stuka Jerman pun tak berdaya untuk melumpuhkannya karena dilindungi oleh banyak artileri anti udara. Angkatan Udara Rusia pun secara perlahan meningkatkan serangannya dengan bertambahnya produksi pesawat tempur dan perekrutan pilot-pilot baru.

Bagi para prajurit dan sisa sipil yang bertahan di dalam kota, hidup di Stalingrad adalah kebisingan neraka yang tak berhujung berupa suara letusan kontak senjata, ledakan bom, dan suara mendirikan bulu roma dari siulan roket Katyusha dan tukikan pesawat pembom Stuka.

Pada akhir Oktober 1942, garis depan Rusia telah terpukul sedemikian rupa sehingga hanya menduduki kantong-kantong kecil di dalam kota. Namun mereka diselamatkan oleh keletihan tentara Jerman, kekurangan amunisi, dan musim dingin kejam Rusia yang kembali datang tanpa belas kasihan.

Tapi Hitler yang mulai frustasi oleh posisi imbang ini, mulai mendorong divisi-divisi cadangan ke garis depan. Hal ini melemahkan sisi pertahanan Jerman di garis belakang di Selatan dan Barat Stalingrad. Hitler berasumsi bahwa pihak Rusia telah menghabiskan seluruh cadangan pasukannya untuk menahan garis depannya di dalam kota, yang merupakan kesalahannya yang terbesar.

Serangan Balik Rusia
Jendral Zhukov, Field Marschall Rusia merencanakan sebuah serangan balik besar-besaran yang diberikan kode nama “Operation Uranus”, yang akan memukul Jerman di dua titik lemahnya, yakni di 100 kilometer Barat Stalingrad, dan di 100 kilometer Selatan. Dua ujung tombak Rusia tersebut rencananya akan bertemu di Tenggara Stalingrad setelah menghancurkan garis belakang dan sisi pertahanan Jerman, kemudian mengepung kota Stalingrad dan seluruh Grup 6 Jerman di dalamnya, memutuskan jalur logistik. Sebuah tipikal rencana Bltizkrieg, namun kali ini sebagai senjata makan tuan.

Persiapan Rusia meliputi setiap aspek operasional dan logistik dilakukan dengan sangat matang, dan dalam kerahasiaan. Lebih dari satu juta prajurit disiapkan, 14.000 artileri berat, 1000 tank T-34, dan 1350 pesawat tempur. Jumlah yang sekarang jauh diatas seluruh pasukan Jerman yang ada di Stalingrad. Dan ketika rencana serangan balik ini diketahui lawan pada akhir Oktober, telah terlambat bagi pihak Jerman untuk melakukan apapun. Meski sebenarnya adalah obsesi Hitler yang secara fatal membuat lambatnya reaksi dari pihak Jerman, dimana ketika semua jendral Jerman Reich memohon kepadanya untuk mengevakuasi Grup 6 dari Stalingrad, Hitler malah dengan lantang berteriak, “Saya tidak akan meninggalkan Volga!”.

Serangan balik Rusia dimulai pada 19 November 1942, yakni 3 bulan setelah perang Stalingrad dimulai. Rusia memukul sisi pertahanan Jerman yang dijaga oleh Grup 3 dan Grup 4 sekutu Romania. Rusia mengetahui dari intelijen bahwa sekutu Jerman yang satu ini paling buruk moral pasukan dan persediaan logistiknya.

Dibawah tekanan mendadak artileri Rusia dan barisan Tank, pertahanan Romania jatuh dalam hitungan jam, dan menyerah dalam 2 hari. Dan ketika beberapa unit Jerman dikirim untuk membantu, semuanya sudah terlambat. Dalam 4 hari, 2 ujung tombak serangan balik Rusia tersebut telah berhasil bertemu di 100 kilometer Tenggara Stalingrad sesuai rencana.

Pasukan Jerman yang Terperangkap
Seluruh pasukan Grup 6 Jerman Reich sekarang terperangkap di dalam dan di sekitar kota Stalingrad. Untuk mencegah Jerman keluar dari kepungan, garis depan Rusia memperluas jarak yang memisahkan Grup 6 Jerman dengan ujung tombak Jerman lainnya diluar Stalingrad dengan mempertebal garis pertahanan sampai mencakup luas area lebih dari 100 kilometer, ini dilakukan dengan cara menempatkan 60 divisi dan 1000 tank. Sebagai reaksi, Hitler memerintahkan Jendral Von Paulus, panglima komando Grup 6 untuk tetap pada posisi dan mempertahankannya dengan segala cara, bertolak belakang dari nasihat seluruh jendralnya agar segera memerintakan Paulus untuk mencoba keluar dari kepungan.

Hermann Goering, Reichsmarschall menjanjikan Hitler akan menerbangkan 500 ton logistik setiap harinya kepada pasukan Von Paulus. Namun Goering tidak terlebih dahulu konsultasi dengan staf-stafnya di Luftwaffe ketika menjanjikan ini kepada Hitler, bahwa kenyataannya janji tersebut jauh diatas kapasitas sebenarnya Luftwaffe pada waktu itu, tapi bagi Goering, itu adalah janji yang Hitler ingin dengar. Meskipun begitu, operasi suplai logistik melalui udara pun dilakukan. Dalam proses suplai tersebut, Luftwaffe kehilangan 488 pesawat kargo karena tertembak jatuh, yang pada akhirnya hanya 100 ton logistik per hari terealisasi, membuat pasukan Grup 6 secara cepat kehilangan kemampuan bertempur karena kekurangan amunisi dan kelaparan.

Baru setelah 3 minggu kemudian, Jendral Von Manstein, panglima komando Ujung Tombak Jerman lain yang berada di Selatan Rusia mencoba menembus pertahanan Rusia, yakni pada 12 Desember 1942. Namun ia tak sanggup mencapai Grup 6 Von Paulus. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1943, setelah berulangkali memberikan ultimatum kepada Von Paulus untuk menyerah, Zhukov memutuskan untuk memberikan pukulan terakhir untuk menghancurkan seluruh pasukan Grup 6 Jerman yang bertahan di dalam kota Stalingrad.

47 Divisi Rusia menyerang Grup 6 Von Paulus dari berbagai arah. Setiap serdadu Jerman bertahan sampai titik darah penghabisan karena kepercayaan bahwa tertawan pihak Rusia adalah sama dengan mati. Namun seminggu kemudian, garis depan Jerman yang kelaparan dipukul mundur masuk kedalam kota setelah kehilangan setengah pasukannya.

Lalu pada 22 Januari 1943, kedinginan, kelaparan, pertahanan terakhir Grup 6 pun jatuh. Hitler langsung mempromosikan Jendral Von Paulus menjadi Field Marshal dan mengingatkan bahwa belum pernah ada Field Marshal Jerman tertangkap hidup-hidup dalam sejarah Jerman. Namun Von Paulus tertangkap keesokan harinya ketika sedang bersembunyi di cellar sebuah rumah.

Akhir Cerita
Pada 2 Februari 1943, seluruh sisa pasukan Grup 6 tertawan oleh Rusia.. Hitler murka, dan menyalahkan Von Paulus dan Goering bertanggung jawab atas kekalahan ini. Jerman kehilangan 150.000 prajurit tewas, dan 91.000 tertawan (Dimana hanya 5000 yang selamat dari penjara Rusia bertahun-tahun kemudian). Total prajurit pihak Jerman yang tewas di medan pertempuran Stalingrad adalah 300.000 orang termasuk prajurit sekutu Itali dan Romania. Sementara di pihak Rusia adalah 500.000 serdadu dan sipil.

Namun pukulan paling telak yang sebenarnya bagi Jerman Reich oleh kekalahan di Stalingrad ini adalah, hilangnya citra tak terkalahkan dan menakutkan yang selama ini selalu membuat lawan manapun bergetar ketakutan. Mata dunia terbuka dan tersadarkan bahwa pasukan Jerman hanyalah manusia biasa dan dapat dikalahkan. Ini menaikan moral pasukan Rusia, Inggris dan Amerika, dan sebaliknya menurunkan moral seluruh sisa pasukan Jerman dan jendral-jendralnya, yang kemudian menjadi titik balik penting Perang Dunia 2.

Karena setelah perang Stalingrad, keadaan mulai berbalik. Pasukan Jerman diseluruh Eropa mulai perlahan-lahan dipukul mundur oleh pasukan sekutu yang mulai yakin bahwa perang ini dapat dimenangkan.

Grup Pasukan 62 Rusia diberikan kehormatan naik status menjadi pasukan elit “Penjaga” Rusia, dimana 2 tahun kemudian Jendral Chuikov sendiri yang memimpin pasukan lulusan “Akademi Tempur Jalanan Stalingrad” itu masuk ke Berlin pada tahun 1945. Bahkan Chuikov secara pribadi yang menerima secara simbolis menyerahnya Jerman ketika Berlin jatuh pada tanggal 1 Mei 1945. Jendral Chuikov dipromosikan menjadi Field Marshal, dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Rusia sampai tahun 1960.


Sumber :