Monday, June 7, 2010

Foto Tokoh Nazi Jerman Di Masa Muda Dan Sesudah Zaman Nazi

HEER 

Oberst der Reserve z. V. Prof. Dr.phil. August Ritter von Eberlein (7 Januari 1877 - 23 Mei 1949) adalah perwira Jerman yang mengabdi di Angkatan Darat Bavaria (1895-1900), Angkatan Darat Kekaisaran Jerman (1914-1918), Freikorps (1919), Pasukan Separatis Palatine (1919-1924); Sturmabteilung (1938-1942), dan Wehrmacht (1942-1945). Anak guru sekolah di Kitzingen ini cukup menonjol kemampuannya dalam Perang Dunia Pertama - dengan pangkat terakhir Hauptmann der Reserve - meskipun seusai perang dia didakwa oleh pihak Prancis atas tuduhan kejahatan perang. Dakwaan tersebut mudah saja dipatahkan karena pihak Prancis sendiri bingung nama "Eberlein" yang mana yang menjadi buruan mereka (mereka sempat menjebloskan beberapa perwira Jerman dengan nama Eberlein sebelum beralih ke tokoh kita)! Setelah dilepaskan karena tak ada bukti, Eberlein menjadi anggota gerakan perlawanan bawah tanah terhadap pasukan pendudukan Prancis di Jerman. Dia menjadi anggota SA Nazi pada tahun 1938, dan pada tahun 1942 aktif kembali di militer dengan pangkat Major z.V. meskipun usianya sudah menginjak 65 tahun! Jabatan pertamanya adalah sebagai Komandan II.Bataillon / Sicherungs-Regiment 612 (1942), dilanjutkan dengan komando Infanterie-Ersatz-Bataillon 9 (1942), Infanterie-Ersatz-Bataillon "Feldherrenhalle" (1942), Kampfgruppenführer di Generalstab der Heeresgruppe E (19 April 1943 - 26 Mei 1944), serta Komandan Sicherungs-Regiment 639 (27 Mei 1944 - 20 Februari 1945). Eberlein memimpin resimennya dalam pertempuran di front Yunani dan Yugoslavia. Pada akhirnya dia ditawan oleh kaum Partisan Tito setelah kereta api yang membawanya diserang dalam perjalanan. Sang prajurit tua akhirnya meninggal di rumah sakit Yugoslavia pada tahun 1949 dalam status masih sebagai tawanan perang. Medali dan penghargaan yang diraihnya selama karir militernya yang panjang: Jubiläumsmedaille für die Armee (1905); Bayerische Landwehr-Dienstauszeichnung II.Klasse (4 November 1907); Ritterkreuz des Militär-Max-Joseph-Ordens (26 Agustus 1914); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (9 September 1914) und I.Klasse (22 Januari 1915); Militärverdienstorden (Bayern) mit Schwertern IV.Klasse (6 November 1914) und III.Klasse (21 Desember 1916); Militärverdienstkreuz (Mecklenburg) II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/18; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen 1939 in Silber; Red krune kralja Zvonimira II.Klasse (Kroatisches Kriegsordens der Krone des Königs Zvonimir/Croatian Order of the Crown of King Zvonimir); Deutsches Kreuz in Gold (1 Juli 1942); serta Ordinul Mihai Viteazul Clasa a III-a (16 Juli 1942)


Generaloberst Heinz Guderian (1888-1954). Foto kiri memperlihatkan Guderian muda sebagai seorang Leutnant di Hannoversches Jäger-Bataillon Nr. 10, di foto di Bitsch (Swiss) tahun 1908. Dari tahun 1901 s/d 1907 dia mengikuti pelatihan di berbagai sekolah militer, dan pada akhirnya mendarat di unit yang disebutkan sebelumnya, yang dikomandani oleh ayahnya sendiri, Friedrich Guderian. Setelah mengikuti akademi perang di Metz, dia lulus sebagai seorang Leutnant (Letnan Dua) tahun 1908


 Generalfeldmarschall Walter Model (24 Januari 1891 - 21 April 1945), tak diragukan lagi, adalah master peperangan defensif terbaik yang dimiliki oleh Jerman dalam Perang Dunia II (1939-1945). Saat Wehrmacht sedang jaya-jayanya di awal-awal peperangan, nama seperti Erwin Rommel, Heinz Guderian dan Erich von Manstein menjadi identik dengan kemenangan dan menjadi idola seluruh rakyat Jerman. Tapi ketika pasukan Hitler berbalik ditekan dimana-mana dari pertengahan sampai dengan akhir perang, maka nama Walter Model lah yang paling mencuat diantara semuanya! Saat Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, dia masih menjadi Kepala Staff IV. Armeekorps dengan pangkat Generalmajor. Kecemerlangannya dalam merancang strategi dan juga dalam memimpin pasukannya membuatnya naik pangkat menjadi dua tingkat hanya dalam waktu dua tahun! Saat pasukan Jerman kelabakan oleh serangan balik Soviet di musim dingin tahun 1941/42, Model ditunjuk oleh Hitler untuk memimpin front yang paling terancam di Rzhev, dimana di kiri, kanan dan depannya adalah musuh semua! Kegigihannya - ditambah dengan mental pantang menyerah - membuat wilayah yang dipimpinnya berubah menjadi "meat grinder" (penggiling daging) bagi setiap pasukan musuh yang berani menyerang. Jenderal Model membangun pertahanan berlapis yang luar biasa sulit untuk ditembus, sementara pasukan cadangan selalu siap sedia manakala satu wilayah Jerman diterobos oleh Rusia. Dalam kurun waktu 15 bulan saja (Januari 1942 s/d Maret 1943), perebutan wilayah Rzhev telah membuat Rusia menderita korban dua juta orang, serta tercatat sebagai kekalahan paling memalukan bagi jenderalnya yang paling brilian, Georgy Zhukov! Meskipun pada akhirnya pasukan Jerman harus mundur, tapi mereka melakukannya bukan karena kalah dalam pertempuran, melainkan karena sebagian unit-unitnya dipindahkan ke Selatan demi membantu 6. Armee yang kewalahan dalam Pertempuran Stalingrad. Rzhev telah membuat nama Model melambung tinggi, dan menbuatnya dijuluki sebagai "Löwe der Abwehr" (Singa Pertahanan). Ujian selanjutnya dari sang jenderal adalah saat dia harus mempertahankan wilayah Orel dari pasukan Rusia yang berkekuatan 5:1. Dibutuhkan tiga minggu pertempuran brutal, korban setengah juta manusia serta hancurnya 2.500 tank sebelum Tentara Merah akhirnya berhasil menguasai Orel, dan itupun bisa terjadi setelah Model, lagi-lagi, diperintahkan untuk menarik mundur pasukannya demi menyeimbangkan posisi dengan pasukan Jerman di front lain yang telah terlebih dahulu balik badan! Begitu dahsyatnya reputasi Model sehingga di akhir tahun 1943 tersebut dia dicopot dari jabatannya sebagai panglima pasukan garis depan, dan diperintahkan oleh Hitler untuk standby, siap untuk dikirim kembali ke front manakala situasi pertempuran telah kritis. Dengan kata lain, kini dia telah menjelma menjadi "Pemadam Kebakaran sang Führer", yang diharapkan dapat memadamkan setiap bencana terburuk yang terjadi! Kepercayaan Hitler tersebut tidak disia-siakannya, dan pada awal tahun 1944 dia mampu memindahkan secara utuh pasukan Jerman di utara Uni Soviet - yang terdesak berat - menuju ke garis pertahanan baru di Estonia, sebuah prestasi yang membuatnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Generalfeldmarschall. Tak cukup dengan itu, beberapa bulan kemudian dia ditunjuk untuk mempertahankan Ukraina dari Tentara Merah. Seperti sebelumnya, anakbuah Stalin harus merelakan 5.000 tank dan lebih dari satu juta tentara yang menjadi korban sebelum akhirnya mereka merebut Ukraina dari tangan Model! Baru saja menghela nafas, kembali Model ditunjuk oleh Hitler untuk menstabilkan wilayah tengah Front Timur yang acak-acakan setelah Operasi Bagration Soviet di musim panas tahun 1944. Meskipun harus menghadapi kekuatan yang berlipat-lipat ganda - 4:1 manusia, 11:1 tank, 10:1 artileri, dan 8:1 pesawat udara - untuk kesekian kalinya manusia satu ini mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan berhasil menunda kekalahan Jerman sampai berbulan-bulan kemudian. Hitler yang berhutang budi langsung mengganjar Model dengan medali tertinggi yang bisa dipersembahkan oleh Jerman: Brillanten, yang hanya dimiliki oleh 27 orang saja di seantero Wehrmacht! Tidak itu saja, dengan bangga sang pemimpin Jerman menyebut Model sebagai "Marsekalku yang terbaik"! Walter Model kemudian diungsikan ke Front Barat, untuk menghadang gerak maju Sekutu yang seakan tak tertahankan setelah pendaratan di Normandia beberapa bulan sebelumnya. Dengan kegigihan dan sikap pantang menyerah yang sama, dia berhasil menstabilkan front dan membuat pasukan gabungan Amerika, Inggris dan Prancis terhenti di perbatasan Jerman. Upaya Sekutu untuk menerobos pertahanan Wehrmacht berujung dengan kegagalan dalam Operasi Market Garden dan Pertempuran Hutan Hürtgen. Ini terbukti menjadi kemenangan terakhir Model, karena dalam dua kancah peperangan berikutnya - Pertempuran Bulge dan Kantong Ruhr - dia harus merelakan reputasinya ternodai. Kesimpulannya: bahkan seorang dewa perang seperti Model pun tak dapat lagi menolong kondisi pasukan Jerman yang sudah hancur-hancuran, yang pasukan terdepannya kini diisi oleh orang-orang yang terlalu tua atau terlalu muda! Di bulan April 1945, ketika dihadapkan pada pilihan untuk menyerah kepada musuhnya (Marsekal Montgomery), Model memilih untuk pergi ke hutan seorang diri, lalu menembak kepalanya dengan pistol yang dibawanya. Salah satu pahlawan terbesar Jerman dalam Perang Dunia II tersebut kini telah tiada, dan jenazahnya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat bersama dengan seorang prajurit biasa yang "kebetulan" terbunuh di hari yang sama. Sebagai penutup, saya bawakan ucapan yang umum dibawakan oleh prajurit Jerman di Front Timur pada saat itu: "Dimana ada Model, maka tak akan ada hal yang salah". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Erwin Rommel (1891-1944) ketika baru saja menikah dengan wanita pujaannya Lucie Marie Mollin di tahun 1916 (foto kiri), dan setelah menjadi panglima Afrikakorps di Afrika Utara (foto kanan)
 
---------------------------------------------------------------------------
LUFTWAFFE

Major Horst Ademeit (8 Februari 1912 - 7 Agustus 1944) adalah mantan insinyur teknik yang kemudian menjadi jagoan udara Luftwaffe terkemuka dari Jagdgeschwader 54 (JG 54) "Grünherz" dengan 166 kemenangan udara dari 600+ misi tempur (146 diantaranya diraih di Front Timur). Dia meraih kemenangan pertamanya tanggal 18 September 1940 dalam Pertempuran Britania, sementara kemenangan yang ke-100-nya dicapai di Rusia tanggal 15 Januari 1944. Dalam sebuah kejar-mengejar dengan II-2 Shturmovik di garis belakang Soviet tanggal 7 Agustus 1944, Hauptmann Ademeit dinyatakan hilang dan tak pernah ditemukan kembali. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major. Medali-medali yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (7 September 1940) dan I.Klasse (5 September 1941); Flugzeugfährerabzeichen; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (8 Desember 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/33 (25 Februari 1942); Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 April 1943) mit Eichenlaub #414 (2 Maret 1944)


Generalmajor Luftwaffe Hermann Fricke (1890-1946). Dia adalah mantan pilot pada Perang Dunia Pertama yang juga adalah peraih medali bergengsi Pour le mérite. Setelah perang berakhir dia melanjutkan karir di kepolisian, dan kemudian masuk ke Luftwaffe tahun 1935. Fricke dipenjarakan oleh Sekutu selepas Perang Dunia II, dan meninggal di rumah sakit Augsburg (Jerman) dengan status sebagai tawanan perang pada tanggal 14 Mei 1946



Generalmajor Hermann Frommherz (1891-1964) dari Luftwaffe. Dia adalah mantan jagoan terbang dalam Perang Dunia Pertama dengan 33 kemenangan udara


Hauptmann Hans-Joachim Marseille (1919-1942) adalah jagoan udara Luftwaffe yang memegang rekor sebagai pilot yang paling banyak menembak jatuh pesawat Sekutu Barat (158 kemenangan udara)! Foto di kiri memperlihatkan saat dia baru saja lulus dari sekolah tahun 1938. Sekolah pertamanya adalah 12. Volksschule Berlin (1926-1930), dilanjutkan dengan Prinz Heinrich Gymnasium di Berlin-Schöneberg (1930-1938). Pada awalnya dia digolongkan sebagai murid yang pemalas dan berkali-kali kena masalah karena sifatnya yang jahil. Dia juga dikenal sebagai anak pemberontak dan tak berdisiplin, sebuah karakter yang kelak berkali-kali membawanya pada masalah. Menjelang berakhirnya masa sekolahnya dia mulai bertanggungjawab dan mengikuti sekolahnya dengan lebih serius. Hasilnya? Dia meraih gelar Abitur-nya sebagai salah satu lulusan termuda (17 tahun 6 bulan) pada awal tahun 1938! Dari sana dia mengutarakan keinginannya untuk menjadi "perwira penerbang"

 
Generalmajor Albert Müller-Kahle (1894-1941) adalah mantan penerbang dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi Pour le Mérite tanggal 13 Oktober 1918 atas kesuksesannya mengarahkan tembakan artileri raksasa jarak jauh Jerman ke Paris dari udara sejauh 100km! Dalam Perang Dunia Kedua dia ditugaskan sebagai Komandan Luftwaffe di OKW. Sang peraih PlM ini secara tragis memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri pada tanggal 17 Oktober 1941 gara-gara berselisih paham dengan Generaloberst Heinz Guderian masalah kabel telepon! Akhir yang menyedihkan bagi seorang pahlawan perang Jerman...

 ---------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE
 
Admiral Wilhelm Canaris (1887-1945). Di foto kiri adalah Canaris sebagai kapten U-boat dalam Perang Dunia Pertama, tepatnya tahun 1918, sementara foto kanan adalah dia sebagai Admiral di tahun 1940. Perasaan wajahnya nggak banyak berubah ya? Tetep aja tua!


Admiral Paul Wenneker (1890-1979) ketika masa muda sebagai Leutnant zur See di tahun 1913 (kiri), dan setelah menjadi Vizeadmiral sekaligus atase militer Jerman di Tokyo tahun 1944

---------------------------------------------------------------------------

FREIWILLIGEN

Waffen-Oberscharführer der SS Harald Nugiseks (22 Oktober 1921 - 2 Januari 2014) dilahirkan di peternakan Vanaõu, desa Karjaküla, Särevere Parish, Järva maakond (Estonia). Dia secara sukarela bergabung dengan Estee Legion (Legiun Estonia) tahun 1943. Nugiseks dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 April 1944 sebagai sebagai Waffen-Unterscharführer der SS dan Zugführer di 1.Kompanie / I.Bataillon / SS-Freiwiligen-Grenadier-Regiment 46 (estnische Nr.2) / 20.Estnische SS-Freiwilligen-Division / III.(Germanische) SS-Panzerkorps) / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord setelah berhasil merebut jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla dari tangan pasukan Soviet. Berkali-kali usaha sebelumnya telah gagal dan batalyon Nugiseks kehilangan hampir semua perwiranya. Sang Bintara lalu maju ke depan untuk menerima tongkat komando serangan. Segera dia merubah taktik: Semua suplai granat tangan dibawa ke front menggunakan kereta ski sehingga para penyerang tidak usah bolak-balik ke belakang melintasi ladang ranjau manakala suplai habis. Dengan granat kini dengan mudah disalurkan dari tangan ke tangan melalui parit pertahanan, pasukan Soviet yang mempertahankan jembatan menjadi terdsak dari utara melalui serangan bergelombang, dan akhirnya jembatan yang vital itu pun berhasil diduduki. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (21 Desember 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (21 Desember 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Februari 1944); serta Eisernes Kreuz I.Klasse (7 Maret 1944)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gareth Collins

www.acesofww2.com
www.de.metapedia.org
www.deutsche-marinesoldaten.de
www.epier.com
www.geocities.com
www.pourlemerite.org
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2gravestone.com