Monday, February 8, 2010

Daftar Wanita Peraih Eiserne Kreuz (Salib Baja Atau Iron Cross)

Ilse Schulz merupakan salah satu dari empat orang suster DRK yang mendapatkan Iron Cross 2nd class ketika bertugas di Afrikakorps (tiga lainnya adalah Grete Fock, Hanny Weber dan Geolinde Münch). Dalam foto di atas yang di-scan dari buku "World War II German Women's Auxiliary Services", kita bisa melihat dengan jelas pita (cufftitle) Afrikakorps yang melingkar di lengan nona Ilse


Gambar ini berasal dari buku "Frauen im Kriegsdienst 1914-1945" karangan Ursula von Gersdorff, yang memperlihatkan acara penganugerahan Iron Cross 2nd class terhadap suster DRK Marga Droste (1942)


Suster DRK Elfriede Wnuk merupakan wanita kedua yang menerima Iron Cross setelah Hanna Reitsch, yang diterimanya pada tanggal 19 September 1942. Selain itu, dia juga dianugerahi Ostfrontmedaille dan Wound's Badge in Silver (semua penghargaan tersebut nongol di foto ini). Sebagai suster, Wnuk nongkrong di front dari sejak hari pertama Perang Dunia II (1 September 1939). Ketika bertugas di Kriegslazarett 509 (Rumah Sakit Lapangan Militer 509) yang berada di sektor tengah Front Timur, Wnuk terluka parah oleh pemboman yang dilancarkan artileri Rusia sehingga harus kehilangan sebelah tangannya. Peristiwa tersebutlah yang membuat dia dianugerahi Iron Cross. Setelah dia, tercatat ada dua orang lagi suster DRK yang mendapat Iron Cross di Front Timur


Dokumen Iron Cross 2nd class yang diberikan kepada suster DRK Greta Grafenkamp


Yang ini Grete Fock, suster DRK juga yang menerima Iron Cross 2nd class bulan April 1943


Melitta Schiller Gräfin Schenk von Stauffenberg, pilot tes wanita yang menerima Iron Cross 2nd class. Kebanyakan dia terbang di atas pesawat Junkers Ju 87 'Stuka', dan tercatat telah melakukan kurang lebih 2500 terbang tukik dengan pesawat ini saja!


Flugkapitän Hanna Reitsch, pilot tes di pangkalan udara Rechlin yang tercatat dalam buku PSPB setelah dengan berani mendaratkan pesawatnya di Berlin di hari-hari terakhir Perang Dunia II. Dia mampu menerbangkan berbagai macam pesawat, termasuk jet dan helikopter, juga versi roket V-1 yang bisa dikendarai! Hanna mendapatkan Iron Cross 1st class setelah berhasil mengujicoba pesawat jet Messerschmitt Me 163 'Komet'. Dalam foto langka ini, Hanna dengan bangga memperlihatkan seluruh medali bergengsi yang telah didapatkannya : Iron Cross kelas pertama dan kedua, plus Golden Pilot and Observer Badge with Diamonds


Oleh : Alif Rafik Khan

Iron Cross adalah medali yang identik dengan bau mesiu dan peperangan, sehingga yang meraihnya pun dikategorikan sebagai prajurit yang bertempur berdarah-darah melawan musuh. Tentunya satu-satunya 'golongan' yang berhak untuk mendapatkannya adalah lelaki, karena memang dalam sistem militer Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, wanita tidak diperkenankan untuk ikut bertempur langsung memanggul senjata dan hanya bertugas sebagai pembantu (staf administrasi atau suster). Kebijakan ini berlangsung sampai menjelang akhir peperangan, ketika persediaan manusia yang menipis (terutama kaum pria) memaksa petinggi militer Jerman untuk menggunakan segala sumber daya yang ada, termasuk para manula, anak-anak dan wanita.

Sekarang yang jadi pertanyaan kemudian: adakah wanita yang mendapatkan Iron Cross? Jawabannya adalah ada Brow! Tercatat 32 orang wanita Jerman pinilih yang berhasil mendapatkan Iron Cross 2nd class, dan dua di antaranya kemudian mendapatkan pula Iron Cross 1st class. Inilah medali tertinggi yang diraih oleh wanita Jerman dalam Perang Dunia II!

Dari ke-32 orang tersebut, 2 di antaranya berkebangsaan asing (satu Wallonia dan satu Norwegia). Medali pertama dianugerahkan pada tahun 1940 kepada Hanna Reitsch, diikuti dengan 7 medali tambahan yang diberikan tahun 1942. Satu dari 7 wanita dianugerahi secara anumerta setelah mereka gugur dalam tugasnya di tahun 1944, dan tak kurang dari 17 orang yang mendapat Iron Cross di bulan pertama tahun 1945. Salah satu penerimanya adalah istri dari perwira Wehrmacht peraih Ritterkreuz.

Kebanyakan wanita penerima Iron Cross adalah para suster DRK (Deutsches Rotes Kreuz, Palang Merah Jerman) yang bertugas di garis depan. Penerimanya yang paling terkenal adalah suster Elfriede Wnuk dan Use Daub, juga pilot Hanna Reitsch dan, (ini yang mengejutkan), wanita bangsawan Melitta Schiller Gräfin Schenk von Stauffenberg yang masih mempunyai darah Yahudi!

Berdasarkan buku "The Iron Time" karangan Stephan T. Previtera, yang mengambil datanya dari "IMM - Magazine for Orders, Militaria and History" terbitan bulan November 1999, maka para wanita peraih Iron Cross adalah sebagai berikut:

1st Class:
- Hanna Reitsch (11/42, Pilot)
- Else Grossmann (1/45, Suster DRK)

2nd Class:
- Hanna Reitsch (3/42, Pilot)
- Elfriede Wnuk (9/42, Suster DRK)
- Marga Droste (9/42, Suster DRK)
- Melitta Gräfin Schenk von Stauffenberg (?/42, Pilot)
- Hanny Weber (?/42, Suster DRK)
- Geolinde Münche (?/42, Suster DRK)
- Magda Darchinger (?/42, Suster DRK)
- Ilse Schulz (4/43, Suster DRK)
- Grete Fock (4/43, Suster DRK)
- Liselotte Hensel (?/43, Suster DRK)
- ? Holzmann (8/43, Hauptführerin dari DRK)
- Elfriede Gunia (4/44, Suster DRK)
- Ilse Daub (4/44, Pembantu DRK)
- Anne Moxnes (4/44, Suster DRK)
- Greta Grafenkamp (2/45, Suster DRK)
- Elisabeth Potuz (2/45, Dokter)
- Ottilie Stephan (2/45, Sukarelawan)
- Ruth Raabe (2/45, Suster DRK)
- Elfriede Muth (3/45, Suster DRK)
- Ursula Kogel (3/45, Suster DRK)
- Lieselotte Schlotterbeck (3/45, Pembantu DRK)
- Rohna von Ceuern (3/45, Pembantu DRK)
- Anna Wohlschütz (3/45, Pembantu DRK)
- Eva Holm (3/45, Petugas Jasa sipil)
- Leni Stalinek (3/45, Sukarelawan)
- Hildegard Wollny (3/45, Pembantu staff)
- Alice Bendig (3/45, Helferin Wehrmacht)
- Hildegard Bollgardt (3/45, Helferin Wehrmacht)
- Dr. ? Lemke (4/45, Petugas buruh)
- Erna/Margarete Hirsekorn (4/45, Petugas komunikasi)
- Erika Stollberg (5/45, Sukarelawan)
- Else Grossmann (?, Suster DRK)

Tambahan data dari beberapa wanita ini plus kisah bagaimana mereka mendapatkan Iron Cross (termasuk foto 13 penerimanya) dapat dilihat di buku "Auszeichnungen des Deutschen Reiches 1936-1945" karangan Dr. Kurt-Gerhard Klietmann.

Note : Kurang lengkap rasanya bila Om Alif tidak menambahkan satu cerita dahsyat dari wanita-wanita perkasa ini. Pada akhir tahun 1944 di timur Jerman, seorang gadis berusia 22 tahun dari Pomerania yang menjadi Flakhelferin sekaligus petugas komunikasi bernama Erna Hirsekorn dianugerahi Iron Cross 2nd class bersama dengan seorang Sersan dan prajurit lainnya. Sebabnya? Mereka bertiga menghancurkan tiga buah tank Rusia dengan panzerfaust! Goebbels langsung menggunakan kesempatan ini dengan mengumumkan bahwa Panzerfaust merupakan senjata yang "paling feminin". Sebagai akibatnya, para wanita Jerman langsung diajari cara menggunakan Panzerfaust, granat tangan, pistol dan senapan. Anak perempuan dari tokoh Nazi berpengaruh Dr. Robert Ley yang bernama Lore Ley telah mencatat nama harum ketika dia berhasil meluluhlantakkan mobil pengintai berlapis baja milik Soviet di dekat Berlin dan merampas dokumen militer dan uang dari komandannya! Diberitakan bahwa karena inilah Lore Ley dianugerahi dengan Iron Cross 2nd class, meskipun kebenarannya tidak pernah terkonfirmasi.


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.ctie.monash.edu.au
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.forum.thiazi.net
www.ww2incolor.com


Nazi Dan Hitler Di Mata Harun Yahya, Ilmuwan Muslim Terkenal!

Harun Yahya


Meskipun saya tidak munafik kalau mengatakan bahwa saya menyukai sejarah Nazi, tapi saya pun ingin memberikan ulasan yang berimbang dalam hal ini, semata atas nama ilmu pengetahuan. Berikut saya kutip pendapat ilmuwan Turki yang begitu gigih memperjuangkan Islam, Adnan Okhtar alias Harun Yahya (betapa saya mencintainya atas nama Allah!), tentang Nazisme :

Nazisme lahir di tengah konflik politik yang dialami Jerman setelah Perang Dunia Pertama. Pemimpin Partai Nazi adalah Adolf Hitler, sosok yang sangat ambisius dan agresif. Hitler memiliki pandangan sangat rasis. Ia sangat meyakini keunggulan bangsa Jerman atau "Arya" di atas ras-ras lain. Ia memimpikan ras "Arya" Jerman akan segera mendirikan imperium yang bertahan selama seribu tahun.

Teori evolusi Darwin muncul untuk memberikan landasan ilmiah bagi teori rasis Hitler. Hitler juga mendapatkan dukungan ideologis dari karya Heinrich von Treitschke, sejarahwan rasis Jerman. Treitschke sangat dipengaruhi oleh teori evolusi Darwin dan mendasarkan pandangan rasisnya pada Darwinisme. Ia berkata: "Bangsa-bangsa hanya dapat berevolusi melalui perjuangan sengit, seperti pandangan Darwin tentang 'Perjuangan Untuk Mempertahankan Hidup'". Hitler juga memperoleh inspirasi dari teori Darwin tentang "Perjuangan untuk Bertahan Hidup". Judul buku terkenalnya "Mein Kampf", yang berarti "Perjuangan Saya", hanyalah pencerminan konsep Darwin ini.

Hitler, sebagaimana Darwin, menganggap ras-ras selain Eropa sedikit lebih dari kera dan menambahkan: "Hapuskan bangsa Jerman Nordik dan tak ada yang tersisa kecuali tarian kera". Dasar berpijak pandangan evolusionis kaum Nazi ada pada konsep "Eugenics". Eugenics berarti "perbaikan" ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta memperbanyak jumlah individu sehat. Menurut teori Eugenics, ras manusia dapat diperbaiki dengan cara yang sama sebagaimana hewan berkualitas baik dapat dihasilkan melalui perkawinan hewan-hewan yang sehat.

Sebagaimana dapat diduga, pendukung eugenics adalah para Darwinis. Pemimpin gerakan eugenics di Inggris adalah sepupu Charles Darwin, yakni Francis Galton, dan anaknya, Leonard Darwin.

Jelas bahwa teori eugenics adalah akibat alamiah dari Darwinisme. Fakta ini juga tampak sangat jelas di berbagai publikasi yang menyebarluaskan sains aneh ini, diantara kutipan berbunyi: "Eugenics adalah pengaturan mandiri evolusi manusia".

Yang pertama mendukung dan menganjurkan eugenics di Jerman adalah Ernst Haeckel, ilmuwan biologi evolusionis terkenal. Ia mencetuskan teori "rekapitulasi", yang menyatakan bahwa embryo spesies berbeda, menyerupai satu sama lain. Di kemudian hari diketahui bahwa Haeckel telah memalsukan gambar-gambar yang ia gunakan untuk menyebarkan teorinya. Haeckel memalsukan gambar-gambar untuk menunjukkan bahwa embryo ikan, manusia atau ayam mirip satu sama lain. Beberapa bagian dari embryo ia hilangkan dan beberapa lainnya ia rubah. Bahkan Haeckel sendiri kemudian mengaku bahwa gambar-gambar yang dibuatnya adalah palsu. Tapi, kalangan evolusionis mengabaikan pemalsuan ini demi mempertahankan teori tersebut.

Selain membuat pemalsuan ilmiah, Haeckel juga menyebarkan propaganda Eugenics. Ia manganjurkan agar bayi-bayi cacat baru lahir segera dibunuh untuk mempercepat proses evolusi pada masyarakat manusia. Ia melangkah lebih jauh dan mengusulkan agar orang-orang cacat, lemah mental dan berpenyakit genetis hendaknya langsung dibunuh saja. Jika tidak, kata Haeckel, mereka ini akan membebani masyarakat dan memperlambat evolusi.

Haeckel meninggal tahun 1919, namun kaum Nazi mewarisi gagasan biadabnya. Tak lama setelah Hitler meraih kekuasaan, ia menerapkan kebijakan Eugenics. Mereka yang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam "pusat-pusat sterilisasi" khusus. Orang-orang ini dianggap parasit yang megancam kemurnian ras Jerman dan menghambat kemajuan evolusi. Dalam waktu singkat, orang-orang ini kemudian dibunuh atas perintah rahasia Hitler.

Dalam upayanya mempercepat evolusi ras Jerman, Hitler telah membunuh banyak orang. Selain itu, ia melaksanakan hal lain yang "diperlukan" dalam Eugenics. Muda mudi berambut pirang dan bermata biru, yang dianggap mewakili ras murni Jerman, dianjurkan untuk saling berhubungan seks. Pada tahun 1935, ladang-ladang khusus reproduksi manusia didirikan. Perwira SS Nazi sering mengunjungi ladang ini, yang didalamnya tinggal wanita muda yang memiliki kriteria ras "Arya". Bayi-bayi haram yang lahir di ladang-ladang ini akan menjadi prajurit masa depan Imperium Jerman.

Dalam rangka memperbaiki keunggulan ras Arya, kaum Nazi menggunakan konsep Darwin. Darwin menyatakan bahwa ukuran tengkorak manusia membesar tatkala ia menaiki tangga evolusi. Kaum Nazi sangat mempercayai gagasan ini dan mengadakan pengukuran tengkorak untuk menunjukkan bahwa Jerman adalah ras unggul. Di seluruh Jerman Nazi, pengukuran dilakukan demi membuktikan bahwa tengkorak Jerman lebih besar dibanding ras-ras lain. Ciri fisik seperti gigi, mata dan rambut diperiksa berdasarkan kriteria evolusionis. Mereka yang kedapatan berukuran di luar kriteria resmi ras Jerman dibinasakan menurut kebijakan Eugenics Nazi.

Semua kebijakan aneh ini diterapkan atas nama Darwinisme. Michael Grodin, sejarahwan Amerika dan penulis buku, The Nazi Doctors and the Nurenberg Code menyatakan fakta ini. Saya pikir apa yang telah terjadi adalah adanya kesesuaian sempurna antara ideologi Nazi dan Darwinisme Sosial dan pemurnian ras ketika terjadi perkembangan di peralihan abad ke-20. Dan para dokter beranggapan bahwa terdapat penyimpangan sosial dan penyimpangan perilaku yang berhubungan secara genetis. Dan terdapat gen baik dan gen buruk. Dan Darwinisme social ini berkembang di seluruh dunia. Para dokter Nazi berkiblat ke Amerika Serikat tempat dimana mereka belajar seluk beluk pemurnian ras ini.

George Stein, peneliti asal Amerika, menjelaskan hal ini dalam majalah American Scientist, "Sosialisme nasional, atau apapun namanya, pada intinya adalah usaha pertama kali yang secara sadar dilakukan untuk membangun komunitas politis di atas sebuah landasan satu kebijakan yang jelas", kebijakan yang sejalan penuh dengan fakta ilmiah revolusi Darwin.

Sir Arthur Keith, seorang evolusionis terkenal berkata tentang Hitler: "Pemimpin Jerman, Hitler, adalah seorang evolusionis; ia dengan sengaja menjadikan Jerman sejalan dengan teori evolusi". Alasan penting lain mengapa Hitler meyakini evolusi adalah bahwa ia menganggap teori ini sebagai senjata melawan agama. Hitler sangat anti terhadap keyakinan monoteistik. Ajaran agama seperti cinta, kasih sayang dan kelembutan sangatlah bertentangan dengan model ras Arya yang bengis dan kejam. Itulah mengapa, sejak Nazi merebut kekuasaan tahun 1933, mereka bertujuan mengembalikan agama paganisme kuno pada masyarakat Jerman. Swastika, simbul yang berasal dari kebudayaan pagan kuno, menjadi simbul bagi perubahan ini.

Perayaan-perayaan Nazi di setiap penjuru Jerman ternyata merupakan penghidupan kembali ritual-ritual pagan kuno.

Seperti disebutkan sebelumnya, teori evolusi sendiri adalah warisan dari kebudayaan pagan. Di sini kita saksikan kaitan tak terpisahkan antara Paganisme, Darwinisme dan Nazisme. Semua pembunuhan yang dilakukan Nazi berawal dari kepercayaan pagan ini. Kaum Nazi menghidupkan kembali kebudayaan biadab pagan dan mendapat dukungan kuat dari teori atheis Darwin untuk membenarkannya.

Sebaliknya, kekejaman, pembunuhan dan kerusakan di bumi sangat dilarang dan dikutuk oleh agama. Dalam Alqur'an, Allah menyeru manusia kepada keadilan, kasing sayang dan kelembutan. Kekejaman dan kesombongan adalah perbuatan terkutuk. Sebagaimana Allah firmankan ayat-Nya; "...dan Allah tidak menyukai kebinasaan". (QS. Al-Baqarah [2]:205).

Benito Musolini, diktator Italia dan termasuk sekutu terpenting Hitler, juga terinspirasi oleh teori evolusi. Di masa mudanya, ia menulis artikel yang menyanjung Darwin sebagai ilmuwan terbesar yang pernah ada. Setelah meraih kekuasaan, Italia fasis menduduki Ethiopia. Ia membenarkan pendudukannya atas Ethiopia dengan pandangan rasis Darwin dan gagasan tentang perjuangan untuk bertahan hidup. Menurut Mussolini, Ethiopia adalah bangsa kelas rendah sebab mereka termasuk ras hitam; karenanya, diperintah oleh ras unggul seperti Italia sudah merupakan akibat alamiah dari evolusi. Mussolini juga terpengaruh oleh pemikiran bahwa bangsa-bangsa berevolusi melalui peperangan. Menurut Mussolini, "keengganan Inggris untuk turut dalam kancah peperangan hanya membuktikan kemunduran evolusi Imperium Inggris".

Akhirnya, imperium Nazi kalah dalam Perang Dunia Kedua dan tercatat dalam sejarah sebagai pembunuh jutaan rakyat tak berdosa. Di sisi lain, Mussolini dihukum mati oleh rakyatnya sendiri. Tetapi sungguh memprihatinkan bahwa pemikiran Darwinis, yang menyediakan landasan berpijak bagi ideologi Nazi, masih tetap bercokol.


Sumber :
www.harunyahya.info
www.harunyahya.org

Sunday, February 7, 2010

Einsatzgruppen, Unit Pembunuh Nazi!

SS-Gruppenführer Otto Ohlendorf (1907-1951), komandan Einsatzgruppe D dan salah satu figur paling terkenal dalam tubuh Einsatzgruppen. Dia tetap teguh memegang keyakinannya yang anti-Yahudi, bahkan ketika dihadapkan pada hukuman mati. Disini adalah foto mugshot Ohlendorf bertanggal 1 Maret 1948


Eksekusi Yahudi Kiev oleh anggota Einsatzgruppen di dekat Ivangorod, Ukraina. Foto ini dikirim lewat surat dari Front Timur ke Jerman, namun ditemukan dalam perjalanan di kantor pos Warsawa oleh anggota perlawanan Polandia bernama Jerzy Tomaszewski. Tulisan asli di belakang foto ini sendiri berbunyi : "Ukraina, 1942. Aksi (operasi) terhadap Yahudi, Ivangorod."


Para anggota Einsatzgruppen sebagian diambil dari penjaga kamp konsentrasi dikarenakan mereka sudah terbiasa "melihat" kematian dalam kesehariannya. Disini diperlihatkan penjaga SS dengan tawanannya di kamp konsentrasi Sachsenhausen, Jerman, 19 Desember 1938


Anggota Einsatzgruppen sedang ngadu huntu di Polandia


Tak diragukan lagi, inilah foto paling terkenal yang menggambarkan peran unit Einsatzgruppen. Disini para prajurit Wehrmacht dan anggota organisasi buruh Reich memperhatikan dengan berdebar-debar ketika seorang anggota Einsatzgruppe D bersiap-siap untuk meledakkan kepala seorang Yahudi Ukraina yang berlutut di pinggir kuburan massal yang telah dipenuhi oleh mayat-mayat tereksekusi sebelumnya. Lokasinya sendiri adalah di Podolia yang merupakan bagian dari Vinnitsa, Ukraina (Uni Soviet), tahun 1942


Einsatzgruppen adalah satuan khusus Nazi yang dibentuk untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang tidak sepaham dengan doktrin politik Nazi. Dalam doktrin Nazi, orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka disebut dengan Untermenschen, atau manusia rendahan, sehingga harus dihabisi.

Orang yang mendirikan Einsatzgruppen adalah pemimpin tertinggi SS (Schutzstaffel), Heinrich Himmler bersama dengan tangan kanannya yang menjabat sebagai Kepala SD (Sicherheitsdienst) atau Badan Intelijen Partai Nazi, Reynhard Heydrich. Orang-orang yang tergabung dalam unit Einsatzgruppen itu sendiri merupakan orang-orang pilihan yang diambil dari berbagai institusi Nazi, mulai dari tentara-tentara terbaik yang tergabung dalam Waffen-SS (Pasukan SS bersenjata), anggota-anggota Gestapo (Geheime Stadspolizei) atau Polisi Rahasia Negara, anggota SD dan polisi-polisi kriminal atau yang dikenal dengan sebutan Kripo (Kriminalpolizei).

Himmler membagi Einsatzgruppen menjadi empat unit yang masing-masing dipimpin oleh orang-orang dengan kemampuan akademik yang tinggi, seperti Adolf Eichmann, pemimpin kamp konsentrasi di Auschwitz yang berhasil melarikan diri ke Amerika Selatan setelah PD II berakhir dan kemudian diculik oleh Dinas rahasia Israel pada tahun 1950-an dan dibawa untuk diadili di negara Yahudi tersebut.

Keempat unit in kemudian disebar ke seluruh Eropa untuk melakukan teror pembunuhan masal terhadap banyak orang, mulai dari orang Yahudi, Polandia, Cekoslowakia, dan yang terbesar adalah orang-orang Rusia. Unit-unit kecil mereka disempalkan dalam banyak kamp-kamp konsentrasi Jerman di Dachau, Buchenwald, Auschwitz dan banyak tempat lagi untuk menghabisi para tahanan tersebut.


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.holocaustresearchproject.com
www.indonesiaindonesia.com
www.indowebster.web.id


Saturday, February 6, 2010

Koleksi Artikel dan Foto Pabrik dan Produksi Third Reich

Sejarah Swastika Yang Sekarang Identik Dengan Simbol Nazi Jerman!

Beberapa contoh penggunaan lambang Swastika, dari kebudayaan India Kuno sampai komik Manga Jepang


Tim hoki es wanita dari Edmonton, Kanada, yang berfoto di tahun 1916. Anda pasti sudah tahu lambang apa yang tercetak di baju mereka!


Bangunan yang berbentuk Swastika dan terekam melalui Google Earth ini telah terkenal di jagad internet. Kalau anda menyangka bangunan ini terletak di Jerman atau negara-negara netral yang tidak antipati terhadap Nazi dan Hitler, maka anda salah besar! Sesungguhnyalah bangunan ini adalah markas Angkatan Laut Amerika Serikat!


Kalau yang ini sih semua orang juga sudah tahu lambang apa. Guoblok banget kalo orang sering nongkrongin blog ini tapi malah nyangka ini lambang Tut Wuri Handayani!


Setiap melihat simbol di atas kita langsung teringat akan pasukan Nazi dan Hitler sebagai pemimpinnya yang dengan begitu dahsyatnya menguasai sebagian besar Eropa daratan dalam Perang Dunia II. Simbol tersebut telah begitu melekat dan identik dengan Nazi Jerman sehingga banyak orang menyangka bahwa ia diciptakan oleh Hitler, padahal aslinya tidaklah begitu!

Swastika merupakan salah satu simbol yang paling disucikan dalam tradisi Hindu juga Budha, dan merupakan contoh nyata tentang sebuah simbol religius yang memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang kompleks sehingga hampir mustahil untuk dinyatakan sebagai kreasi atau milik sebuah bangsa atau kepercayaan tertentu.

Diyakini sebagai salah satu simbol tertua di dunia, dia telah ada sekitar 4000 tahun lalu (berdasarkan temuan pada makam di Aladja-hoyuk, Turki), berbagai variasi Swastika dapat ditemukan pada tinggalan-tinggalan arkeologis ( koin, keramik, senjata, perhiasan atau pun altar keagamaan) yang tersebar pada wilayah geografis yang amat luas. Wilayah geografis tersebut mencakup Turki, Yunani, Kreta, Cyprus, Italia, Persia, Mesir, Babilonia, Mesopotamia, India, Tibet, China, Jepang, negara-negara Skandinavia dan Slavia, Jerman hingga Amerika.

Jauh sebelum Perang Dunia II, swastika telah dikenal luas oleh dunia sebagai simbol dari kebijakan dan belas kasih. Ia mewakili pergerakan berkesinambungan – sebuah pergerakan seperti kincir yang digerakkan angin atau air. Ia akan terus menerus berputar searah perputaran jarum jam dan sebaliknya. Ketika berputar searah jarum jam ia mewakili energi alam semesta, kuat dan penuh kecerdasan; ketika ia berputar berlawanan dengan arah jarum jam, ia mewakili belas kasih. Ia juga melambangkan keharmonisan universal dan keseimbangan dari hal-hal yang berlawanan.

Kata Swastika berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tanda perwujudan diri.

Dengan kata lain, ia adalah sebuah tanda penjelmaan diri sendiri, dan tanda seseorang yang telah mendapatkan pencerahan, secara umum dianggap sebagai seorang Buddha (kata Buddha berasal dari bahasa Sansekerta, India kuno, yang artinya adalah Sang Sadar, Orang Suci atau Nabi).

Karena itu Buddha dalam seni sering digambarkan mempunyai tanda (swastika) pada dada atau telapak tangan mereka.

Kata Swastika umumnya dipercaya sebagai campuran dari kata Su dan Asati. Su artinya baik dan Asati artinya ada atau hadir. Dalam tata bahasa Sansekerta, bila dua kata digabungkan akan menjadi Swasti (-ka adalah imbuhan yang merubah kata sifat menjadi kata benda). Bila turunan kata swastika ini betul, maka arti harafiah katanya akan menjadi "biarlah kebaikan itu nampak", sehingga lambang Swastika pun merupakan bentuk simbol atau gambar dari terapan kata Swastyastu (Semoga dalam keadaan baik).

Simbol ini, yang dikenal dengan berbagai nama seperti misalnya Tetragammadion di Yunani atau Fylfot di Inggris, menempati posisi penting dalam kepercayaan maupun kebudayaan bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Troya, Hittite, Celtic serta Teutonic. Simbol ini dapat ditemukan pada kuil-kuil Hindu, Jaina dan Buddha maupun gereja-gereja Kristen (Gereja St. Sophia di Kiev, Ukrainia, Basilika St. Ambrose, Milan, serta Katedral Amiens, Prancis), mesjid-mesjid Islam ( di Ishafan, Iran dan Mesjid Taynal, Lebanon) serta sinagog Yahudi Ein Gedi di Yudea.

Swastika pernah (dan masih) mewakili hal-hal yang bersifat luhur dan sakral, terutama bagi pemeluk Hindu, Jaina, Buddha, pemeluk kepercayaan Gallic-Roman (yang altar utamanya berhiaskan petir, swastika dan roda), pemeluk kepercayaan Celtic kuna (swastika melambangkan Dewi Api Brigit), pemeluk kepercayaan Slavia kuno (swastika melambangkan Dewa Matahari Svarog) maupun bagi orang-orang Indian suku Hopi serta Navajo (yang menggunakan simbol itu dalam ritual penyembuhan). Jubah Athena serta tubuh Apollo, dewa dan dewi Yunani, juga kerap dihiasi dengan simbol tersebut.

Di pihak yang lain, Swastika juga menempati posisi sekuler sebagai semata-mata motif hiasan arsitektur maupun lambing entitas bisnis, mulai dari perusahaan bir hingga laundry.

Untuk kebudayaan Barat, seperti Yunani, Celtic, Finlandia, dan beberapa budaya asli, Swastika juga sebuah simbol yang sangat penting. Ini paling banyak digunakan untuk seni busana, arsitektur, keramik, dan seni ukir atau patung.

Kebudayaan Barat menamakannya roda penerangan. Di Tiongkok diketahui sebagai simbol Wan.
Wan mempunyai kesamaan bunyi dengan sepuluh ribu, sebuah angka yang sering digunakan untuk mencakup semua penciptaan alam semesta.

Saat Adolf Hitler memakai Swastika pada lencananya, ia berharap kekuatan alam semesta dapat dimilikinya. Swastika-nya sendiri sedikit berbeda dengan swastika standar karena berbentuk "sinistrovere" (miring ke kiri sekitar 45 derajat). Sejak itu, dunia-baru telah mengaitkan Swastika dengan rejim dan ideologi Hitler. Di Jerman, simbol ini masih terlihat dan punya pengertian yang tidak baik sampai kini.


Sumber :
www.celebrity.detikyogyakarta.net
www.mongolchuudaa.wordpress.com
www.theblogofrecord.com
www.tothewire.wordpress.com


Thursday, February 4, 2010

Daftar 2 Orang Großadmiral Kriegsmarine (Laksamana Besar Angkatan Laut) Jerman 1933-1945

Erich Johann Albert Raeder (24 April 1876 - 6 November 1960)
Großadmiral (1 April 1939)
Generaladmiral (20 April 1936)
Admiral (1 Oktober 1928)
Vizeadmiral (10 September 1925)
Konteradmiral (1 Agustus 1922)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (30 September 1939)


Karl Dönitz
(16 September 1891 - 24 Desember 1980)
Großadmiral (30 Januari 1943)
Admiral (14 Maret 1942)
Vizeadmiral (1 September 1940)
Konteradmiral (1 Oktober 1939)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (21 April 1940) mit Eichenlaub (6 April 1943)


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.freewebs.com
www.geocities.com

Wednesday, February 3, 2010

L'Armée du Crime, Film Tentang Konyolnya Para Anggota Gerakan Perlawanan Bawah Tanah Terhadap Nazi!

Para anggota gerakan perlawanan Prancis yang tertangkap


Inilah tipikal Feldgendarmerie dalam film L'Armée du Crime... Nggak ada serem-seremnya!


Poster film L'Armée du Crime


Banyak film yang bercerita tentang Perang Dunia II (PD II). Kebanyakan adalah film Hollywood dan disutradarai sutradara terkenal. Schinder’s List karya Steven Spielberg adalah salah satunya.

Namun, bagaimana jika perang tersebut dilukiskan dari sudut pandang lain? L’armee du crime, atau The Army of Crime besutan sutradara Robert Guediguian bisa dijadikan contoh. Film ini dirilis di Prancis tanggal 16 September 2009 dan diproduseri Dominique Barneaud.

Film ini barangkali tak setenar Un long dimanche de fiancailles, film Prancis yang juga bertema perang. Namun, L’armee du crime bisa jadi memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan antara kisah heroik/patriotik dan dramatik. Berlatar belakang tahun 1944 di Paris, film ini bercerita tentang seorang penulis puisi, sekaligus pemimpin kelompok resistensi terhadap Nazi. Namanya Missak Manouchian yang dimainkan Simon Abkarian. Dia menjadi pemimpin gerakan perlawanan terhadap Nazi lantaran orang tuanya jadi korban kekejaman tentara Jerman tersebut. Tindakan-tindakannya sangat heroik ketika dengan gigih mengumpulkan dan merekrut siapa saja untuk melawan Nazi, serta bersedia bertarung dan rela mati demi Prancis.

Kelompok yang dipimpin Missak sesungguhnya tidak sebanding dengan kekuatan pasukan Hitler. Mereka hanyalah sekumpulan para petarung ‘berani mati’ yang melakukan penyerangan secara tidak terorganisasi. Missak sendiri adalah seorang warga Armenia yang diasingkan dan hijrah ke Paris.

Selama menjadi pemimpin gerakan ini, ketika merekrut anggota, Missak dan istrinya, Melinee Manouchian (Virginie Ledoyen), menemukan dua orang yang sangat berhasrat dan mempunyai misi sama dengan tujuan kelompok resistensi pimpinan Missak ini. Mereka adalah Marcel Rayman (Robinson Stevenin) dan Thomas Elek (Gregoire Leprince-Ringuet). Keduanya merupakan dua pemuda Yahudi yang berasal dari keluarga taat hukum, yang sebelumnya telah bekerja sebagai prajurit gerakan perlawanan kaum mereka.

Thomas merupakan seorang marxis (penganut marxisme-Red) yang ahli dalam masalah ledak-meledakkan. Bersama Marcel, mereka berdua merupakan dua orang tokoh prajurit yang sangat konyol dan tak tahu apa-apa, namun sangat berani.

Contohnya, pada saat Thomas dikirim sebagai pasukan SS, secara diam-diam ia memasang bom pada benda yang menurutnya sangat tepat, yaitu pada sebuah buku Das Kapital karya Karl Marx. Pasukan SS-lah yang melabeli mereka dengan sebutan ‘L’armee du crime”, pada ‘Selebaran Merah’ yang disebarkan di seluruh Prancis. Selebaran itu bertujuan mendiskreditkan pergerakan kelompok resistensi.

Sementara itu, dengan bergerak cepat, Marcel mengambil tindakan yang lebih berani, dengan metode ‘mengarahkan tembakan langsung ke kepala’. Metode yang berbeda dengan Thomas tapi beroleh hasil yang sama. Hasil yang kacau bin balau.

Tetapi, seperti yang telah benar-benar dipahami oleh Missak dan Melinee, setiap wajah (prajurit) baru, pasti membawa risiko dan motif yang baru pula. Beberapa dari mereka memang bertujuan melindungi (kaumnya), tapi tak jarang yang pula yang hanya mengelabui atau menipu. Dan ketika hidup dan menghidupi diri berada pada satu garis, melindungi diri sendiri adalah musuh dari rasa kepercayaan.

Menyaksikan film ini seperti melihat rangkuman kombinasi dari intelektualitas orang Yahudi, Komunis, Hungaria, Spanyol, Polandia, Italia, dan Armenia. Bagi mereka, keyakinan (agama) dan kebudayaan merupakan hal yang tidak relevan. Tidak begitu penting. Sebab, yang terpenting buat mereka adalah loyalitas dan kebesaran hati untuk menempuh risiko apa pun demi menyingkirkan pasukan Hitler.

Meskipun sedikit membosankan dengan alur yang mudah ditebak, Robert Guediguian sebagai sutradara, berusaha menonjolkan tiga orang patriot, sambil menyajikan fakta dengan dramatisasi yang dinilai berada pada batas yang cukup. Film ini bisa dibilang cukup bagus, dan direview secara positif oleh beberapa media. Tapi, ada juga banyak kritik dari para pengamat film di Prancis.

Para pengamat sering membandingkan film karya Guediguian dengan film karya Jean-Pierre Melville, L’armÈe des ombres (Tentara Bayangan) (1969). Dan karyanya ini, dianggap jauh merosot jika dibandingkan dengan film dramanya yang berjudul La Ville est tranquille (Kota Sepi) (2000).

Tidak hanya media Prancis saja yang mengkritik film ini, tapi media internasional, seperti harian The Sun (Inggris) yang membandingkan film ini dengan Inglourious Bastards karya Quentin Tarantino, yang dinilai ‘jauh lebih menyenangkan’. Dan yang terburuk adalah Pierre Murat, kritikus Prancis, menilai film ini tidak penting, dan sama saja seperti film televisi. Meskipun menuai banyak kritik, paling tidak, menonton film Prancis merupakan salah satu alternatif yang tepat jika sudah terlalu bosan dengan film-film Hollywood.


Sumber :
www.action-cascade.com
www.altfg.com
www.suaramerdeka.com
www.thevoyeurs.wordpress.com


Tanggapan Adolf Hitler Atas Album Musik SBY!

Lelang Buku Harian Josef Mengele, 'Sang Malaikat Kematian'!

Foto Josef Mengele sebelum perang


Foto langka Josef Mengele (kiri) bersama para perwira SS yang bertugas di Auschwitz tahun 1944, di antaranya Rudolf Höss (2 dari kiri) dan komandan kamp Josef Kramer (2 dari kanan)


Lelang benda-benda bersejarah memang selalu menarik perhatian. Tak terkecuali barang-barang peninggalan Nazi. Nah, rencananya Rumah Lelang Alexander Autographs di Connecticut, berencana melelang buku harian Josef Mengele, bulan Maret 2010.

Mengele yang mempunyai julukan 'Malaikat Kematian', adalah dokter yang bertugas di Kamp Konsentrasi Auschwitz. Selama bertugas di Auschwitz, Mengele beberapa kali melakukan eksperimen terhadap tahanan Yahudi, tanpa sekalipun melakukan proses anastesi atau pembiusan terhadap pasiennya. Hasil eksperimen tersebut kemudian Mengele tulis dalam buku hariannya.

Mengele disebut-sebut bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 400.000 tahanan Yahudi di Auschwitz. Paska Perang Dunia II, Mengele kabur ke Brasil dan menetap disana. Mengele kemudian menjadi buronan Nazi paling dicari selama beberapa dekade.

Mengele akhirnya wafat tahun 1979 akibat serangan stroke saat sedang berenang. Namun 13 tahun kemudian, hasil test DNA meragukan kesahihan identitas Mengele!

Juru lelang Alexander Autographs sendiri menolak membeberkan nama penjual buku harian Sang Malaikat. Namun menurut sang juru lelang, si penjual mempunyai hubungan dekat dengan Sang Malaikat, dan saat ini tinggal di Jerman.

Bill Panagopulos, Presiden Rumah Lelang Alexander mengatakan, dirinya tidak bersimpati sama sekali terhadap Sang Malaikat. Meski begitu, "Buku harian tersebut menjadi sangat penting sebagai saksi bisu dari suatu sejarah," imbuh Panagopulos.

Pelelangan buku harian Sang Malaikat ini, diharapkan mampu menarik minat kolektor benda-benda Nazi untuk membelinya dengan harga tak kurang dari $ 40.000 atau sekitar Rp 600 juta.


Sumber :
www.holocaustresearchproject.org
www.kontan.co.id
www.thattheboneyouhavecrushedmaythrill.blogspot.com


Tuesday, February 2, 2010

Daftar Reichsführer-SS (Panglima Schutzstaffel)


Josef Berchtold (6 Maret 1897 - 23 Agustus 1962)
Reichsführer-SS (1 November 1926)
Medali tertinggi : ?


Erhard Heiden (23 Februari 1901 - September 1933)
Reichsführer-SS (Maret 1927)
Medali tertinggi : ?


Heinrich Luitpold Himmler (7 Oktober 1900 - 23 Mei 1945)
Reichsführer-SS (6 Januari 1929)
Medali tertinggi : Blutorden


Karl August Hanke (24 Agustus 1903 - 8 Juni 1945)
Reichsführer-SS (29 April 1945)
SS-Obergruppenführer (30 Januari 1944)
SS-Gruppenführer (20 April 1941)
SS-Brigadeführer (30 Januari 1941)
Medali tertinggi : Das Goldene Kreuz des Deutschen Ordens (12 April 1945)


Sumber :
Buku "Deutschland Erwache" karya Ulric of England
www.en.wikipedia.org
www.geocities.com
www.ww2aircraft.net
www.zobten.de

Tokoh Third Reich Dengan Kumis ala Hitler / Chaplin / Jojon

HEER

 
Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Bach (5 November 1892 – 22 Desember 1942) adalah salah satu karakter yang paling tidak biasa dalam tubuh Afrikakorps. Dia merupakan seorang mantan pastor Lutheran yang juga salah satu komandan batalyon terbaik yang dipunyai Erwin Rommel. Meskipun pangkatnya membuat ia selayaknya dihormati, tapi dia adalah salah satu komandan Jerman yang paling bersahabat, paling cu'ek dan paling santai yang berada di bawah komando si Serigala Rumah Makan Padang eh Padang Pasir Rommel! Ketika Erwin Rommel mencapai Afrika di bulan Februari 1941, dia diperkenalkan kepada para perwira yang menyambutnya. Dia tidak tersenyum atau mencoba bersikap bersahabat. Dia tahu tak ada waktu untuk beramah tamah dan ngadu huntu karena dia harus menguji mereka dalam pertempuran terlebih dahulu. Tapi ada satu orang perwira yang begitu dibenci Rommel pada awalnya: dia adalah Hauptmann Bach, seorang veteran pertempuran Prancis sama seperti Rommel dan peraih medali Eisernes Kreuz I klasse. Bach pernah terluka di lututnya sehingga kemana-mana dia selalu membawa tongkat. Rommel tidak menyukai kenyataan bahwa ada seorang komandan pasukan "tidak sehat" di bawah komandonya, apalagi setelah dia mengetahui bahwa Bach juga adalah seorang pendeta Lutheran. Seorang pendeta bertempur??? Tak pernah terbayangkan! Beberapa bulan kemudian, Rommel berbalik mencintai dan mengagumi Bach. "Si Pincang" ternyata adalah master dari meriam artileri 88mm, sehingga seakan-akan benda tersebut menyatu dalam dirinya. Berkali-kali dia memanfaatkan senjata yang sejatinya ditujukan untuk melawan pesawat udara itu untuk menghantam tank-tank Inggris yang mencoba mengancam posisi Jerman. Bahkan meskipun kapten Bach tidak pernah terlihat memakai seragamnya dengan benar (dan kadangkala tampak culun!), dia begitu dicintai para bawahannya. Wajar saja, karena Bach tidak pernah menjaga jarak sejengkalpun, dan dia menganggap para prajuritnya sebagai anak kandung yang diperlakukan dengan penuh kehangatan. Bach adalah salah satu figur yang paling mudah dikenali di seantero Afrikakorps... Rokok yang selalu menempel di mulutnya, kumis ala Hitler dan kacamata miopik, semuanya telah sama diketahui oleh para penembak artileri DAK. Major Bach pula lah yang berhasil menahan serbuan 20.000 pasukan Inggris dari 12th Corps di Halfaya Pass dengan hanya bermodalkan 4.000 orang saja! Dengan gagah berani dia mempertahankan Halfaya Pass (biasa dinamakan dengan "Hellfire Pass" oleh pihak Sekutu) sampai akhirnya pasokan suplainya terputus dan dia sama sekali terkepung tanggal 17 Januari 1942 sehingga kemudian terpaksa menyerah. Sebagai tawanan perang dia dikirimkan ke Kanada dimana dia meninggal karena kanker (saya tidak mendapat data kanker apa, tapi kemungkinan kanker paru-paru karena hobi merokoknya yang gila-gilaan!) akhir tahun itu juga, tepatnya tanggal 22 Desember 1942. Rasa cinta pasukannya ditunjukkan dengan adanya sebuah tanda peringatan dari kayu yang ditempatkan di sudut pemakaman dan terpisah dari kuburannya. Wilhelm Bach sendiri dikuburkan di Woodland Cemetery yang terletak di Kitchener, Ontario (Kanada). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 104 / 5.leichte-Division / Deutsches Afrika-Korps (DAK). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Mei 1915) dan I.Klasse (31 Januari 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (24 Oktober 1934); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (17 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


 Oberst der Reserve Dr. Heinrich Fronmüller (18 Agustus 1891 - September 1966) dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 2 Mei 1944 sebagai Oberst d.R. dan Kommandeur Artillerie-Regiment 12 / 12.Feld-Division (Luftwaffe). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichenungen; serta 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse



Generalleutnant Willy Gimmler (13 Oktober 1890 - 19 Agustus 1963) adalah perwira Nachrichtentruppen (sinyal) yang dianugerahi dua medali bergengsi: Deutsches Kreuz in Silber (30 Oktober 1943) dan Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern (8 Mei 1945). Yang terakhir kepastiannya masih diragukan oleh beberapa peneliti karena diberikan di hari Jerman menyerah kepada Sekutu!


  Hauptmann Johann Schmidt, 54. Divisions-Nachschubführer / 1.Gebirgs-Division. Bagi yang masih belum ngeh, Nachschubführer artinya adalah pimpinan suplai alias orang yang bertanggungjawab terhadap pasokan suplai (senjata, perlengkapan, makanan) ke unit dimana dia berasal. Dalam foto studio di atas, Schmidt mengenakan bergmütze (topi gunung) di kepalanya dan Heeresbergführer (lencana perwira gunung) di lengan kanannya


 Generalleutnant Friedrich Weber (31 Maret 1892 - 2 September 1974) memasuki dinas kemiliteran sebagai seorang sukarelawan pada bulan Agustus 1914 saat Perang Dunia Pertama pecah. Setelah perang usai dia bergabung dengan Freikorps Epp dan kemudian Reichswehr. Perwira berputra empat orang ini telah menjadi seorang Regimentskommandeur pada saat Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, dan bersama dengan resimennya ikut berpartisipasi dalam penyerbuan pasukan Jerman ke Polandia dan Belanda. Atas jasa-jasanya dalam menaklukkan Benteng Rotterdam, Weber dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 8 Juni 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Infanterie-Regiment 481 / 256.Infanterie-Division. Dia kemudian diberi kepercayaan sebagai Komandan 256. Infanterie-Division (12 Januari 1942 - 14 Februari 1942), dilanjutkan dengan posisi sebagai Komandan 334. Infanterie-Division di medan perang Afrika Utara (13 November 1942 - 15 April 1943). Berturut-turut jabatan Weber sebagai Divisionskommandeur setelahnya: Komandan Division Sizilien (28 Mei 1943 - 9 Juni 1943), Komandan 296. Infanterie-Division (7 Desember 1943 - 26 Desember 1943), dan Komandan 131. Infanterie-Division (15 Januari 1944 - 10 Desember 1944). Pada tanggal 15 Desember 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan Festung Warschau (Benteng Warsawa) yang dikepung oleh Tentara Merah, hanya untuk dipecat sebulan kemudian karena menarik mundur pasukannya tanpa izin! Weber kemudian menjadi tawanan Amerika Serikat sampai dengan tahun 1947. Dia melanjutkan karir setelahnya sebagai Kepala Sekolah Volkshochschule Deggendorf. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Königlichen Bayerische Militär-Verdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (19 April 1915) und I.Klasse (18 Juni 1917); Königlichen Bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern (23 Desember 1916); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (18 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse (Agustus 1939); Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange Prager Burg; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Mei 1940) und I.Klasse (17 Mei 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz und Silber; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (3 Juli 1941); Deutsches Kreuz in Gold (22 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (14 Juli 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 Juli 1942); Silberne Italienische Tapferkeitsmedaille (10 Maret 1943); Großoffizierkreuz des Tunesischer Orden Nischan-el-Iftikhar (13 April 1943); Deutsch-Italienische Erinnerungsmedaille (28 April 1943); Ärmelband “Afrika”; Bundesverdienstkreuz I.Klasse (15 Oktober 1959); Bayerischer Verdienstorden; serta Goldene Bürgermedaille der Stadt Deggendorf

-----------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE


Major der Reserve Josef Barmetler (11 Maret 1904 - 20 Februari 1945) bergabung dengan 19. (Bayerische) Infanterie-Regiment tanggal 2 April 1924. Dia sempat "melanglang buana" ke Gebirgsjäger-Regiment 99 (1935) dan Infanterie-Regiment 316 (1939) sebelum berlabuh di Sturm-Regiment Fallschirmjäger tahun 1940 sehingga secara resmi berpindah dari Heer ke Luftwaffe. Dalam Pertempuran Kreta, Barmetler menjadi komandan kompi yang bertugas menduduki sebuah bukit di sekitar lapangan udara Maleme. Ketika bukit tersebut berhasil dikuasai (dengan menawan 4 perwira serta 100 prajurit), Barmetler menyadari pasukan Gebirgsjäger yang sedang bertempur di Galatas mendapat kesulitan. Bahkan sebelum komandan batalyonnya (Major Eduard Stentzler) memberi perintah, dia segera membawa sebagian dari kompinya untuk membantu rekan-rekan seperjuangannya yang sedang terkepung tersebut. Dengan memutar dari belakang dia menghantam elemen dari 5th New Zealand Brigade, yang begitu terkejut sehingga mereka terpaksa mundur meninggalkan dataran tinggi yang sangat strategis. Barmetler terluka dalam pertempuran ini, tapi jerih payahnya terbayar ketika dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer 7.Kompanie / II.Bataillon / Luftlande-Sturm-Regiment 1 / 7.Flieger-Division / XI.Fliegerkorps / Luftflotte 4, sekaligus kenaikan pangkat menjadi Hauptmann d.R. tanggal 25 Juli 1941. Setelah sembuh dari luka-lukanya, Barmetler menjadi staff Fallschirmjäger-Regiment 1 dan kemudian menjadi komandan batalyon. Ternyata pendaratan yang tidak sempurna sewaktu terjun di atas Kreta membawa pengaruh yang besar. Kondisinya semakin memburuk dari waktu ke waktu dan akhirnya dia meninggal dunia di kampung halamannya, Kempten im Allgäu, tanggal 20 Februari 1945 karena luka bawaannya tersebut (sumber lain menyebutkan meninggal di sebuah rumah sakit di Bonn). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (22 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (18 Juni 1941)


Generalmajor (Luftwaffe) Julius Kuderna. Jenderal ini berasal dari Austria dan menjadi anggota Luftwaffe setelah Anschluss tahun 1938. Penugasan terakhirnya adalah sebagai komandan 5.Flak-Division (13 November 1942 - 31 Agustus 1944) sebelum ditangkap oleh Soviet dan baru dibebaskan tahun 1949

 
Generalleutnant Rainer Stahel, peraih medali tertinggi (Schwerter) dari unit flak-artillerie

-----------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI


 
SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl-Maria Demelhuber (26 Mei 1896 - 18 Maret 1988) tercatat sebagai perwira terakhir yang berpangkat SS-Obergruppenführer saat dia meninggal tahun 1988. Selama karir militernya, dia pernah menjadi komandan SS-Standarte Germania, 6. SS-Gebirgs-Division Nord, XII. SS-Armeekorps dan XVI. SS-Armeekorps. Dia juga merupakan peraih Deutsches Kreuz in Silber (9 November 1943) dan Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia (1 Desember 1941). Mengenai dirinya, General der Kavallerie Siegfried Westphal pernah berkomentar sinis: "Kalau di Angkatan Darat, dia hanya akan menjadi pengurus kuda!" yang menunjukkan sikap memandang rendah yang masih dimiliki oleh sebagian perwira Heer terhadap rekan seperjuangan mereka dari Waffen-SS!

-----------------------------------------------------------------

NSDAP

Julius Streicher, Gauleiter Franconia dan penerbit Der Stürmer (media mingguan Nazi yang terkenal sangat menentang Yahudi dan Zionisme)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Ruslan

Foto koleksi pribadi William Kramer
www.forum.axishistory.com

www.rommelinlibya.com
www.tracesofwar.com
www.wehrmacht-awards.com
www.wienerlibrary.co.uk

Monday, February 1, 2010

Free Download MP3 : Kampflied der Nationalsozialisten



Lagu ini dikenal juga dengan nama "Deutschland arbeiten wollen wir" atau "Herbei zum Kampf", dan merupakan lagu perang Nazi yang populer pada masanya. Penciptanya adalah Kleo Pleyer (1898-1942), seorang politisi Nazi sekaligus juga seorang sejarawan, sosiologis, dan profesor pada Universitas Königsberg Albertina dan Universitas Eberhard Karls di Tübingen.

Selain mengarang lagu "Kampflied der Nationalsozialisten", Pleyer juga menciptakan lagu lain yaitu "Volk im Feld" (1943).



Ini lirik aslinya :

Wir sind das Heer vom Hakenkreuz,
Hebt hoch die roten Fahnen!
Der deutschen Arbeit wollen wir
Den Weg zur Freiheit bahnen!

Herbei zum Kampf, ihr Knechte der Maschinen
nun Front gemacht der Sklavenkolonie.
Hört ihr denn nicht die Stimme des Gewissens,
den Sturm, der euch es in die Ohren schrie?

Ja, aufwärts der Sonne entgegen,
mit uns zeiht die neue Zeit.
Wenn alle verzagen, die Fäuste geballt,
wir sind ja zum Letzten bereit!
Und höher und höher und höher
wir steigen trotz Haß und Verbot.
Und jeder SA Mann ruft mutig: Heil Hitler!
Wir stürzen den jüdischen Thron!


Terjemahannya (Inggris) :

We are the swastikas army,
Raise the red flags!
For German work we want
to pave the way to freedom!

Out to fight, you slaves of machinery
Stand in front against the slave colony.
Don’t you hear the voice of conscience,
The storm that screamed it in your ears?

Yes, up towards the sun,
The new time moves with us.
If everybody gives up hope, their fists clenched,
We are willing to give the ultimate!
Higher and higher and higher
We raise despite hate and ban.
And every SA man courageously calls: Heil Hitler!
We bring down the jewish throne!