Wednesday, May 19, 2010

Mengapa Skor Kemenangan Para Jagoan Udara Nazi Jerman Begitu MENGERIKAN?

Erich Rudorffer, pilot Jerman dengan 222 kemenangan


Oleh : Alif Rafik Khan

Beberapa dari mereka telah menembak jatuh lebih dari 200 buah pesawat terbang Sekutu. Satu di antaranya, Erich Hartmann, tak tanggung-tanggung menghancurkan 352 pesawat Rusia! Mereka terbang, dan menggulung lawan-lawannya dengan skor kemenangan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya di atas langit Prancis, Rusia, Britania Raya, Afrika Utara, Polandia, dan pada akhirnya, di atas Jerman itu sendiri. 200 kemenangan! Dapatkah anda para penggemar bokep membayangkannya? Sebagai perbandingan saja, para jagoan terbang Amerika paling T.O.P.B.G.T.B.L.G. (Top Banget Belegug!) dalam Perang Dunia II rata-rata "hanya" membungkus 20 kemenangan atau lebih. Salah satu di antaranya, Mayor Richard Bong, menembak jatuh 40 pesawat Jepang. Jago paling jago dalam Perang Dunia I, Manfred von Richthofen dan Rene Fonck, punya skor 80 dan 75. Jago paling jago pihak Rusia dan Jepang skornya 60, sementara jagoan jet Amerika dalam Perang Korea meng-KO 15 MiG lawannya. Nah, perhatikan dengan seksama skor mereka dan bandingkan dengan para Luftwaffe experten yang mempunyai 200+ kill di Front Timur, sementara para kompatriotnya di Front Barat mencetak 100+ kill. Njomplang!!

Tentu saja timbul pertanyaan: Bagaimana mereka melakukannya, dan apakah itu hanya skor yang dibesar-besarkan mesin propaganda Goebbels saja? Sebagai sebuah grup, apakah mereka adalah pilot-pilot tempur yang mempunyai kemampuan 10 kali lebih dahsyat dibandingkan lawannya pihak Amerika, yang diwakili oleh skor 200 versus 20? Saya pikir tidak! Pertanyaan "mengapa skor kemenangan para jagoan udara Jerman begitu besar" adalah pertanyaan yang sangat menarik. Salah satu di antara pembaca mungkin bertanya-tanya: "apakah mereka mempunyai peraturan yang berbeda?", dan itu menerbitkan sebuah kemungkinan analogi karena, dalam faktanya, para pilot Luftwaffe menggunakan peraturan yang sama dibandingkan dengan yang lainnya, dan malah aturan mereka lebih ketat lagi! Secara teori, seorang pilot tempur disebut telah mempunyai "kill" apabila insitusi angkatan udara yang bersangkutan memberikan konfirmasi terhadap klaim penembakjatuhan pesawat lawan yang diajukan sang pilot. Di kebanyakan negara lain, laporan tempur si prajurit (dengan kata lain : berdasarkan kata-katanya sendiri tanpa dilengkapi data pendukung) sudah cukup menjadi alasan bagi unitnya untuk mengesahkan klaim kemenangannya. Kalau sudah begini jelas yang berbicara adalah khusnuzan (prasangka baik) bahwa semua pilot adalah orang-orang jujur yang tidak pernah berdusta! Tapi tentu saja tidak sesederhana itu persoalannya, karena ini hanya berlaku untuk pilot yang berpengalaman. Sementara bagi pilot baru atau pilot yang pertama kali mencetak kemenangan udara, maka tetap harus ada fakta tambahan yang mendukung klaimnya. Makanya, bila ada pilot bau tengik yang masih ingusan tiba-tiba kembali ke pangkalan dengan membawa segudang klaim kemenangan, rata-rata teman sesama pilot akan memandangnya dengan sinis sambil berkata : "Nengkene wadon bae ble'e-ble'e!"

Nah, untuk pilot Luftwaffe sedikit lebih ketat. Mereka minimal harus mendapatkan konfirmasi independen dari sesama pilot lain yang melihat dia menembak jatuh pesawat musuh, atau kalau nggak laporan pertempuran dari musuh itu sendiri yang biasanya diudarakan melalui kontak radio. Di luar itu, secara umum mereka "bermain di aturan yang sama."

Terus kalau begitu, perbedaannya dimana dono eh dong? Yang jelas bukan di peraturan, juga bukan di pendukung benarnya ideologi bahwa ras Arya lebih superior dibandingkan dengan yang lainnya. Perbedaannya terletak di satu hal : KONDISI PERTEMPURAN. Bila otak anda masih dipenuhi dengan bayangan Maria Ozawa sedang berak, baiklah Om Ganteng kasih satu perumpamaan: Bayangkan pencetak home run di olahraga baseball. Selama bertahun-tahun rekor 714 home run milik sang legenda Babe Ruth tetap tidak terpecahkan. Dan lalu Henry Aaron melewati angka tersebut. Para jago lainnya dari tim dan era yang berbeda telah mencetak 500, 600, atau lebih home run. Meskipun ada perbedaan-perbedaan ini, apa yang telah diraih oleh para pencetak home run tetap bisa dibandingkan dengan tanpa kesulitan karena kondisi pencapaian mereka tidaklah berbeda.

Tapi bayangkan seumpama beberapa pemain baseball ini hanya bermain selama 30 pertandingan dalam satu musim dibandingkan dengan biasanya 162? Faktanya, sewaktu Roger Maris (yang bermain di 162 pertandingan dalam satu musim) memecahkan rekor home run dalam satu musim milik Babe Ruth (yang dicetak dalam 154 pertandingan), maka perbedaan tersebut layak untuk ditempatkan di Baseball Hall of Fame.

Bagaimana bila beberapa pemukul tersebut bermain di liga baseball gurem sementara yang lainnya di liga utama? Bagaimana bila lapangannya berbeda dalam hal ukuran, beberapa dengan garis tengah 250 kaki sementara yang lainnya bahkan mencapai 600 kaki di tengah-tengah? Bagaimana bila si pemukul bermain terus tanpa berhenti selama setahun penuh? Bagaimana bila si pemukul hanya dimainkan pada pertandingan tertentu saja dan pertandingan sisanya menjadi cadangan?

Bagaimana pula dengan perbedaan dalam hal peralatan? Pada tahun 1920, permainan baseball ditandai dengan sebuah momen penting ketika "dead ball" yang digunakan pada saat itu diganti dengan bola yang lebih 'hidup', yang membuat suasana pertandingan berubah untuk selamanya. Tak akan ada seorang pun yang akan mencoba membandingkan Mickey Mantle dengan "Home Run" Baker. Hal yang sama sulitnya berlaku pula ketika kita membuat perbandingan terhadap prestasi pilot yang menerbangkan pesawat-sayap-ganda 200 hp (Perang Dunia I) dengan mereka yang menerbangkan pesawat-sayap-tunggal 1.200 hp (Perang Dunia II) dan mereka yang menerbangkan pesawat jet di Perang Korea.

Bagaimana dengan frekwensi terbangnya? Di Front Rusia, kebanyakan dog fight (pertempuran udara) terjadi di sekitar garis pertempuran darat, yang hanya berarti satu hal : semuanya merupakan ekses dari dukungan taktis udara dan bukannya bagian dari pemboman strategis jarak jauh. Jarak yang dekat membuat beberapa kali misi dalam satu hari menjadi hal yang sangat biasa, tidak seperti misi pengawalan bomber yang rata-rata memakan waktu 14 jam. Bisa dibilang bahwa para pilot Jerman yang bertempur melawan Soviet rata-rata melakukan misi tempur 2 sampai dengan 3 kali dalam sehari!

Bagaimana dengan rentang karirnya? Tahukah anda bahwa panglima Luftwaffe Hermann Göring telah memberlakukan peraturan edan bagi semua pilotnya yang berbunyi "bertempur terus sampai modar"? Disini kita berbicara tentang tak adanya rotasi pulang atau tugas pelatihan di tanah air, tak ada batasan misi atau jam tempur! Dengan peraturan berpandangan pendek seperti ini, tak heran bila hanya segelintir saja pilot berpengalaman Luftwaffe yang mampu bertahan tidak mampus sampai perang usai. Di sisi lain, hal ini juga membuat mereka yang lolos uji bukan saja berhasil keluar dari medan pertempuran hidup-hidup, tapi pula dengan membawa skor kemenangan yang amit-amit besarnya yang merupakan hasil 'wajar' dari pertempuran non-stop yang mereka hadapi. Sebagai contoh, salah satu Luftwaffe experte bernama Erich Rudorffer melakukan 1.000 misi lebih dan telah mengalami ditembak jatuh oleh musuh sebanyak 16 kali! Ini tentu saja jauh banget bila dibandingkan dengan pilot Amerika yang lebih 'santai'. Mereka biasanya menyelesaikan masa tugas selama beberapa waktu untuk kemudian mendapat giliran rotasi ditarik pulang demi pelatihan lanjutan, diserahi komando, atau menerbangkan pesawat-pesawat prototipe. Beberapa telah menjalani pertempuran yang lebih banyak dibandingkan dengan yang lainnya, tapi mereka adalah pengecualian dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari tetangga.

Bagaimana dengan kualitas lawan yang mereka hadapi? Dengan tanpa mengurangi penghargaan terhadap para pilot Rusia yang pemberani dan jago-jago mereka seperti Pokryshkin (60 kemenangan), maka bisa dibilang bahwa perang di Front Timur (baik di darat maupun di udara) adalah pertempuran antara KUALITAS melawan KUANTITAS. Uni Soviet mempunyai cadangan sumber daya manusia yang seakan tak ada habis-habisnya, begitu pula dengan material mentah dan peralatan perang (baik buatan mereka sendiri maupun hasil bantuan Lend-Lease dari Amerika Serikat). Hal seperti ini membuat Stalin gampang saja menerjunkan pasukannya ke dalam kancah pertempuran dengan hanya dibekali pelatihan dan senjata seadanya tanpa takut bakal kehabisan stok (contoh paling gampang adalah film "Enemy at the Gates"). Tak terhitung pilot Rusia yang langsung berhadapan dengan musuhnya setelah hanya menjalani pelatihan beberapa kali saja dan dengan dibekali pesawat yang kualitasnya made in Cibayawak!

Tugas yang berbeda-beda? Sesuai kebijakan yang dikeluarkan pemerintahnya, banyak grup tempur Amerika yang diserahi tugas untuk mengawal armada pembom. Tanggung jawab mereka utama dan satu-satunya adalah melindungi para bomber, dan bukannya berseliweran mencari musuh untuk dijadikan sasaran tembak. 332nd Fighter Group yang lebih dikenal dengan Tuskegee Airmen yang terkenal sebagai contohnya. Pilot terbaik mereka "hanya" mempunyai skor kemenangan 4 saja, tapi mereka dikenal luas karena sangat jarang kehilangan bomber kawalan mereka yang hancur di tangan pesawat musuh!

Hal lainnya, yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan perumpamaan baseball seperti yang dikemukakan di atas, adalah "target-rich-environment" (banyaknya target yang tersedia). Dalam Perang Dunia Pertama, khususnya di dua tahun pertama peperangan, tidak begitu banyak pesawat terbang yang digunakan sehingga jarang-jarang saja prajurit yang nginjek tanah melihat ke udara dan mendapati ada pesawat sedang nongkrong dan bukannya jurig baralak. Berbeda halnya dengan zaman Perang Dunia Kedua dimana pesawat dibuat massal (karena ongkos produksinya yang murah), dengan jumlah ratusan ribu banyaknya di kedua belah pihak yang berseteru. Kemudian datanglah era jet yang diawali dengan Perang Korea. Disini pesawat tempur menjadi lebih besar ukurannya, lebih kompleks peralatannya, sehingga yang jelas lebih mahal harganya. Sebuah F-14 Tomcat atau MiG-29 tidaklah dapat dibandingkan dengan pesawat tempur era Perang Dunia II. Tak akan ada lagi negara yang mempunyai begitu banyak jumlah pesawat, sehingga tak akan ada pula pilot yang berkesempatan menembak jatuh banyak musuh karena memang targetnya sendiri tidak ada. Cukuplah sebagai bukti bahwa di Perang Korea terdapat sebuah istilah yang berbunyi "mencari dimana MiG berada". Apakah MiG musuh akan hadir di waktu/hari yang ditentukan? "Double aces" atau pilot dengan 10 atau lebih kill adalah hal yang sangat jarang. Dalam Perang Vietnam, Amerika mempunyai satu atau dua jago udara. Di Perang Teluk, tidak ada; hanya ada segelintir pilot yang menembak jatuh dua atau tiga pesawat Irak.

Pantaslah kalau saya bilang bahwa tak akan ada lagi kita melihat nongolnya jago udara baru. Sebabnya sederhana: tergetnya sendiri memang tidak tersedia dalam jumlah banyak.

Semua faktor yang menciptakan kesempatan bagi para jagoan untuk mencetak jumlah kemenangan besar hadir bagi para pilot Luftwaffe Jerman di medan tempur Rusia. Erich Hartmann mencatat 352 kill; Gerhard Barkhorn 301; Günther Rall 275; Otto Kittel 267; dan Walter Nowotny 258. Erich Rudorffer yang telah disebutkan sebelumnya menembak jatuh 222 pesawat musuh di semua front: 136 di Timur, 48 di Barat, 26 di Afrika Utara, dan kemudian 12 kemenangan dicetak dengan menggunakan pesawat jet Me 262 di atas angkasa Jerman!


Sumber :
www.acepilots.com
www.warintheair.com


Sunday, May 16, 2010

Menelusuri Pameran Olimpiade Nazi 1936

Petinju keturunan Yahudi asal Kanada Sammy Luftspring. Perhatikan lambang Bintang Daud di celana pendek sepusar ala Jojon!


Logo Olimpiade 1936 yang dilangsungkan di Berlin


Pameran yang dipajang di Vancouver Holocaust Education Centre dan berlangsung dari bulan April hingga 10 Juni 2010, menyediakan tampilan yang komprehensif pada Olimpiade 1936 di Jerman dan dampaknya terhadap dunia.

Lebih Dari Hanya Pertandingan: Kanada & Olimpiade tahun 1936 menyelidiki kebijakan anti-Yahudi Nazi yang 'menodai' Olimpiade Jerman.

Dengan menghubungkan kisah-kisah individu atlet dari Jerman dan luar negeri yang berlomba - atau menolak untuk berlomba pada pertandingan tahun 1936, pameran menempatkan wajah manusia pada sisi yang dipandang gelap dalam sejarah Olimpiade dan pertandingan kontroversial yang diselenggarakan di bawah kekuasaan Nazi dan Adolf Hitler.

Pada tahun 1931, Komite Olimpiade International (IOC) memilih Jerman sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin tahun 1936, menyambut negara itu kembali ke dalam kancah internasional setelah kekalahannya pada Perang Dunia I. Republik Demokrasi Weimar yang berkuasa pada waktu itu akan segera digulingkan sehingga Hitler cepat naik ke tampuk kekuasaan, menjadi kanselir pada tahun 1933.

Pada 23 Maret 1933, Tindakan yang Memungkinkan dipaksakan melalui Parlemen Jerman, yang dengan efektif mengubah demokrasi yang rapuh menjadi sebuah kediktatoran fasis.

Setelah Hitler merebut kekuasaan, suksesi kebijakan cepat diterapkan dimana orang Yahudi dilucuti hak-hak mereka sebagai warga negara dan kemampuan mereka untuk bersaing di acara olahraga. Pada 25 April 1933, Kantor Olahraga Nazi mengimplementasikan kebijakan "hanya bangsa Arya" yang boleh bersenam dan olahraga. Atlet Yahudi dikeluarkan dari klub-klub olahraga Jerman dan tidak diizinkan untuk bersaing dengan non-Yahudi.

Pada musim gugur 1935, pemerintah Nazi memperkenalkan Hukum Nuremberg, yang menelanjangi orang-orang Yahudi dan "musuh negara" lainnya dari hak-hak sipil dasar mereka. Pada saat menjelang Olimpiade, propaganda anti-Yahudi memenuhi seluruh Jerman dan memperoleh perhatian internasional.

Akan tetapi, kebijakan anti-Yahudi Nazi waktu dijalankan bertentangan dengan cita-cita Olimpiade yaitu persatuan, dan IOC dan masyarakat internasional menekan Jerman untuk memungkinkan orang-orang Yahudi Jerman untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.

Diktator Nazi bersiap untuk memenangkan propaganda besar, sukses menjadi tuan rumah Olimpiade, sehingga atas perintah dari IOC dan karena takut bahwa peristiwa itu akan diboikot, Jerman mengakui dan mengizinkan partisipasi dari dua "atlet setengah-Yahudi": pemain hoki Rudi Ball dan pemain anggar Helene Mayer.

Ball adalah anggota bintang tim hoki Jerman yang pada awalnya dilarang bertanding di Olimpiade 1936 dan hanya kembali karena teman tim bintang nya, Gustave Jaenecke, menolak untuk bermain tanpa dia. Tanpa Ball dan Jaenecke, Jerman tidak punya kesempatan untuk memenangkan medali di hoki. Hal ini melaporkan bahwa sebagai imbalan atas persetujuan untuk bertanding, keluarga Ball diberikan izin untuk meninggalkan Nazi Jerman ke Afrika Selatan.

Berdasarkan undang-undang rasial Nazi, juara anggar Helene Mayer dilepaskan kewarganegaraannya. Setelah meninggalkan Jerman ke Amerika, ia diundang untuk bergabung kembali ke Tim Olimpiade Musim Panas Jerman tahun 1936 di mana dia memenangkan medali perak Olimpiade. Kewarganegaraan Jerman wanita itu dikembalikan, dan karena dia "terlihat seperti bangsa Arya" dan terkenal, Hitler menggunakan dia sebagai simbol inklusivitas.

Pameran, yang berlangsung hingga 10 Juni juga menelusuri partisipasi Kanada dalam Olimpiade 1936.

Masyarakat internasional ragu-ragu ketika sampai pada pertanyaan apakah akan memboikot Olimpiade Hitler. Argumen panas tentang kedua belah pihak membawa kebijakan rasial Nazi Jerman ke kesadaran massa. Pada akhirnya Kanada mengikuti Britania Raya yang memimpin dan memutuskan untuk berpartisipasi. Tidak semua atlet setuju dengan keputusan tersebut dan banyak menolak untuk melakukan perjalanan ke Jerman, pada dasarnya memboikot Olimpiade.

Salah satunya adalah juara tinju Sammy Luftspring, yang lahir dari keluarga kelas pekerja Yahudi di Toronto. Antara 1932 dan 1936, Luftspring kalah hanya 5 kali dari 105 pertarungan, bergerak perlahan lebih dekat menuju impiannya untuk bersaing di Olimpiade. Namun, setelah memperhatikan saran dari keluarga dan menolak mendukung kebijakan rasis Hitler, Luftspring berbalik dari impian Olimpiade-nya. Dia menerbitkan sebuah surat terbuka yang menyatakan kasusnya.

"Kami sedang membuat pengorbanan pribadi dalam menolak peluang dan kami yakin bahwa semua olahragawan sejati Kanada akan menghargai bahwa kami tidak mau menyakiti perasaan teman sesamaYahudi kami dengan pergi ke suatu negeri yang akan memusnahkan mereka jika bisa."

Wartawan Kanada Matius Halton adalah koresponden Eropa untuk Toronto Daily Star yang menghabiskan waktu di Jerman merekam apa yang dilihatnya. Dia mengamati lebih dari hanya olahraga ketika melaporkan dari Jerman pada tahun 1933 dan selama Olimpiade tahun 1936. Tulisannya sering bersifat ramalan dalam pengamatan dan prediksi.

Pada 30 Maret 1933 ia menulis untuk Star, "Saya melihat sebuah parade ratusan anak-anak, antara umur tujuh dan enam belas tahun, membawa swastika dan meneriakkan yel-yel, "Orang-orang Yahudi harus dimusnahkan" dugaan saya adalah .. . bahwa Hitler telah datang untuk tinggal hingga ia digantikan oleh pembunuhan, perang sipil, atau bencana perang asing."

Pameran ini menceritakan kisah komprehensif Olimpiade tahun 1936 dan menawarkan pandangan baru pada rezim Nazi berdasarkan perspektif Yahudi dan keterlibatan masyarakat internasional dalam membiarkan pertandingan berlangsung. Moralitas para pendukung Olimpiade yang diselenggarakan oleh rezim Nazi secara efektif digambarkan memiliki kisah-kisah pribadi yang berani dan keji, mulai dari orang-orang yang mengatur dan berpartisipasi di dalamnya. Kita bisa melihat betapa pameran tersebut tak lebih dari 'another Jewish propaganda' yang dibuat untuk memperbesar simpati pada bangsa ini dan melupakan apa yang telah mereka perbuat terhadap bangsa Palestina!


Sumber :
www.bbfila.com
www.erabaru.net
www.sportshall.ca

Saturday, May 15, 2010

Major Friedrich Lang (1915-2003), Jagoan Stuka Tidak Hanya Hans-Ulrich Rudel, Beibeh!


Tokoh kita kali ini, jagoan Luftwaffe Azis Gagap

Friedrich Lang mendapat ucapan selamat dari Oberstleutnant Preßler (Kommodore Stuka-Geschwader 1) tak lama setelah berhasil pulang dari misi tempurnya yang ke-1000! Lang sendiri, yang saat itu merupakan Kommandeur III/StG 1, melakukan hal bersejarah tersebut tanggal 7 Maret 1944 (dari Orscha ke SO Witebsk)

Upacara penganugerahan Eichenlaub untuk para perwira Luftwaffe yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolfsschanze setelah tanggal 21 November 1942. Para penerima dari kiri ke kanan: Hauptmann Wolfgang Schenck (139. EL), Hauptmann Friedrich Lang (148. EL), dan Leutnant Josef Zwernemann (141. EL)
Foto ini saya dapatkan langsung dari John Toner, seorang pakar Ritterkreuzträger dari Irlandia (thank you John!). Foto yang sangat bagus dari Friedrich Lang, terutama kalau kita melihat dari ukurannya yang amit-amit : 1420 x 2098 pixel (1,25 MB)!

Foto berwarna lain dari Friedrich Lang, kemungkinan besar dibuat setelah penganugerahan Eichenlaub nomor urut 148 (kayak antri di dokter kandungan aja ada nomor urutnya!)

Friedrich Lang dengan pangkat Major (pangkat terakhirnya). Oom Alif berani bertaruh tiga ekor domba kalau foto ini diambil setelah tanggal 2 Juli 1944, tanggal dimana Lang menerima medali Schwerter (Pedang/Swords). Ada yang berminat ngeladenin?

Gambar pensil pesawat Stuka yang dipiloti oleh Friedrich Lang. Digambar oleh spesialis penggambar pesawat Lonnie Ortega dan ditandatangani langsung oleh Lang sendiri

Oleh : Alif Rafik Khan
Major Friedrich Lang (12 Januari 1915 - 29 Desember 2003) adalah jagoan Luftwaffe ternama dalam Perang Dunia II selain Hans-Ulrich Rudel yang biografinya sudah pernah dibahas sebelumnya. Dalam hal prestasi pribadi, beberapa hal dia lebih superior dibandingkan Rudel, dan tampak hampir-hampir tidak mungkin alias mustahil. Kenapa begitu? Mari kita lihat catatan perangnya :
Selama Perang Dunia II, Friedrich Lang menerbangkan 1008 misi tempur, dari hari pertama (1 September 1939) sampai hari terakhir perang (7 Mei 1945). Dalam semua misinya ini dia TIDAK PERNAH, sekali lagi TIDAK PERNAH, tertembak jatuh, mendarat darurat ataupun bail-out dari pesawatnya! Karena begitu mengerikannya, oleh teman-temannya dia dijuluki sebagai Der Große Schweiger (Si Pendiam Akbar).
Ini bisa dikatakan luar biasa demi kita melihat bahwa pesawat yang diterbangkan Lang bukanlah pesawat super modern pada masanya yang dibekali kecepatan tinggi ataupun manuver yahud layaknya Messerschmitt Me 262 ataupun Focke-Wulf Fw 190, melainkan "hanya" sekelas Junkers Ju 87 "Stuka" yang berkecepatan sedang dan biasanya menjadi mangsa empuk pesawat tempur musuh yang mempunyai kemampuan lebih mumpuni.
Sebelum kita menilik lebih jauh prestasinya tersebut, mari kita melihat dulu riwayat hidupnya :
Friedrich Lang dibrojolkan oleh ibunya ke dunia pada tanggal 12 Januari 1915 di Mährisch-Trübau, Austro-Hungaria, dan merupakan anak dari seorang profesor di Gymnasium (sekolah tambahan/kedua). Lang dibesarkan di Linz dan Czernowitz, dan dia pun ikut pula bersekolah di Gymnasium Czernowitz yang dikepalai oleh ayahnya sendiri dari sejak tahun 1919, dan lulus dengan Abitur-nya (diploma) tahun 1932.
Dia lalu kemudian masuk ke Universitas Chernivtsi dimana dia mempelajari fisika dan matematika selama empat semester. Pada bulan Oktober 1934 dia memutuskan untuk pindah belajar ke Universitas Teknik (Technische Hochschule) Breslau dimana kali ini spesialisasi yang diberihnya adalah bidang teknik aeronautika. Pada tanggal 17 April 1935 Lang menerima kewarganegaraan Jerman.
Kesukaan Lang pada dunia penerbangan dimulai dari sejak tahun 1922, dimana berkali-kali dia melihat pilot-pilot Rumania tinggal landas dan mendarat di sebuah landasan udara yang berdekatan dengan pemakaman di dekat rumahnya. Hal ini mendorongnya untuk membuat pesawat model mini yang murni merupakan hasil karyanya. Sayapnya dibuat dari potongan penyangga atap yang ditutupi oleh kertas lilin, dan bahkan baling-balingnya pun dia pahat langsung!
Pada musim panas tahun 1935 Lang bertemu dengan Günther Friedrich, yang saat itu sudah terkenal sebagai pilot balap (dan kemudian meniti karir sebagai pilot terbang malam di masa perang). Pada bulan Oktober 1935 Lang masuk tentara di Angkatan Darat (Heer) dan menjalani pelatihan dasar sebelum kemudian ditugaskan di kompi 9 dari Infanterie Regiment 9 di Neustadt di Oberschlesien (Silesia Atas). Pada bulan Maret 1936 Lang mencoba mendaftar ke Luftwaffe tapi kemudian ditolak. Entahlah hal buruk apa yang terjadi pada saat itu, yang jelas di masa tuanya Lang sama sekali tidak mau mengingat-ingat masa tersebut! Tapi dia tidak gampang menyerah, dan setelah mengalami berbagai kesulitan dan kesalahpahaman, akhirnya Lang diterima Sekolah Perang Udara (Luftkriegsschule) Dresden.
Pada bulan Juni 1938 keluar peraturan yang mengejutkan : semua pilot berpangkat Leutnant yang telah mendaftarkan diri secara sukarela sebagai pilot tempur, kini dialihkan ke unit Bomber-Tukik yang baru dibentuk! Lang termasuk salah satu di antaranya yang terkena peraturan ini, dan karenanya dia segera pergi ke Breslau-Schöngarten, datang awal Juli 1938 untuk kemudian menjadi salah satu siswa angkatan pertama dibawah bimbingan Leutnant Hubertus Hitschhold (Komandan Grup Stuka 163), dan kemudian oleh Major Oskar Dinort. Ketiga nama ini (Lang, Hitschhold dan Dinort) kelak akan menjadi jago-jagonya Stuka yang paling ternama. Khusus untuk masalah tukik-menukik, pilot muda kita mendapat pelatihan dari Leutnant Vollmer, pertama dengan menggunakan pesawat Henschel Hs 123 dan baru kemudian Junkers Ju 87 Stuka yang fresh baru keluar dari pabrik roti. "Masa-masa itu begitu indah untuk dikenang," kenang Lang. Pada bulan April 1939 semua pilot dari sekolah Lang diharuskan untuk melakukan demonstrasi udara di hadapan para petinggi Nazi dalam acara ultah Hitler. Begitu terkesimanya para penonton, sehingga mereka menyangka pesawat yang seliwar-seliwer di hadapan mereka adalah pesawat terbang pembom tukik bermesin ganda model terbaru yang lincah, padahal itu tetaplah Stuka yang kita kenal!
Pada tanggal 15 Agustus Lang menjadi saksi salah satu kecelakaan terburuk Luftwaffe di masa damai yang terjadi di Grup Pelatihan Neuhammer. Terjadi tabrakan beruntun antar pesawat, dan pesawat Lang berhasil melepaskan diri tepat pada waktunya. Dalam hari yang suram tersebut, tercatat 13 orang pilot-pilot muda dari Stukawaffe menjadi korbannya. Untuk menghormatinya, mulai tanggal 1 September 1939, Grup I./StG 2 dinamai menurut nama mereka.
Tanggal itu merupakan tanggal dimana Lang mulai merasakan suasana perang, yang begitu berbeda dengan situasi damai yang selama ini dinikmatinya. Misi pertamanya adalah penghancuran landasan pesawat Polandia di Krakow, dan misi-misi selanjutnya seakan menjadi lebih berat dan lebih berat lagi bagi Lang.
Kemudian menyusul Pertempuran Kuttno, yaitu serangan yang dilancarkan terhadap konvoy kendaraan dan artileri musuh. Jatuhnya benteng Modlin ditandai juga oleh keterkejutan para pilot Stuka demi mendapati begitu gencarnya serangan anti serangan udara yang mereka terima.

Dalam buku hariannya, Oberst Lang berkata : "10 Mei 1940: serangan terhadap barak-barak para prajurit di sekitar Benteng Eben-Emael. Grup kami (dan aku sendiri) 6 kali terbang di hari itu. Tak ada pesawat tempur musuh, meskipun jalur terbang kami ke Brussels jelas-jelas melewati beberapa jembatan yang merupakan sarana perang penting. Hal ini membawa akibat buruk karena keesokan harinya kami jadi terbang secara ceroboh. Tanpa diduga sekelompok Hurricane menyerang. Saat itu aku baru saja memuntahkan semua bom-bom yang ada dalam perbendaharaanku dan sedang berputar-putar di seputar wilayah tersebut sambil menikmati awan cumulus yang indah. Tiba-tiba delapan buah Hurricane dalam formasi ketat terlihat di jarak 200 meter. Untungnya aku berada di belakang mereka. Mereka tidak melihatku. Dengan hati-hati aku tetap berada di belakang mereka dan berlindung di balik awan. Dalam penugasan ini grup kami kehilangan anggotanya, baik yang tewas, hilang atau luka-luka. Pertempuran tidak berhenti, dan berikutnya kami beroperasi di wilayah Sedan, Arras, dan St. Quentin. Dalam penyerbuan benteng di Calais, lebih dari 100 Ju 87 diterjunkan! Juga terjadi dogfight sengit melawan pesawat tempur Inggris di atas Dunkirk tak lama setelah aku menyelesaikan tugas pengeboman kapal Inggris yang merapat kesana. Tanggal 8 Juni jam 20.00, aku duduk santai di pinggir landasan pesawat di Laon, tepat di bawah sayap pesawat T 6 + HH milikku, sambil membaca buku Detektif Eick (yang saat itu merupakan buku populer keluaran Scherl Book). Lalu datang perintah untuk menyerang sekelompok prajurit Prancis yang sedang berkumpul di sebuah desa tenggara Soissons. Dalam perjalanan kesana, aku melihat tinggi di atasku delapan buah pesawat tempur Prancis. Aku memperingatkan FT akan hal tersebut. Sudah diduga, dogfight liar segera terjadi. Satu buah Ju 87 jatuh ke darat dengan asap membumbung. Pesawatku juga kena bagian terkena tembakan musuh, dan aku merasakan sesuatu yang menyakitkan melanda punggungku. Aku berhasil melarikan diri dari lokasi yang berada di timur Soissons dan kembali ke pangkalan. Darah keluar begitu deras dari punggungku. Tampaknya aku telah tertembak! Dengan susah payah aku mendaratkan pesawatku, dan tak lama setelah pesawat berhenti, aku jatuh pingsan! Dari lima pesawat yang diterjunkan hari itu, hanya aku yang kembali secara utuh. Oberleutnant Neubert dan Leutnant Koßlik tertembak jatuh. Feldwebel Puschmann dan Unteroffizier Kurze terpaksa mendarat darurat di wilayah musuh. Untungnya, mereka kembali ke pangkalan setelah berhari-hari berjalan kaki! Keesokan harinya aku diterbangkan ke Heidelberg dan tetap di rumah sakit sampai dengan akhir Agustus. Bisa jadi ini merupakan sebuah keberuntungan lain bagiku, karena di bulan Agustus grup kami menderita banyak korban dalam penyerangan ke landasan pesawat musuh yang terletak di pantai selatan Inggris. Ketika aku kembali ke grup, grup kami telah pindah ke St. Sylvain di dekat Caen, Normandia. Disini kami mendapat pelatihan tambahan secara intensif di bawah bimbingan Oberstleutnant Dinort. Kami diajarkan untuk terus berada dalam formasi ketat ketika tiba saatnya bom-bom dijatuhkan, dan membentuk formasi pertahanan setelah tugas selesai dan kembali ke markas. Waktu pemboman juga diukur. 30 pesawat dari grup kami menjatuhkan Obungsbomben dengan sudut 70 derajat paling lambat 22 detik setelah tiba di atas sasaran. Yang mengerikan adalah formasi defensif baru yang kami pekajari: satu sayap berada di belakang yang lain, di atas yang lain, dan di bawah yang lain. Salah sedikit maka pesawat kami akan saling bertabrakan satu sama lain. Keringat kami mengucur deras ketika melakukannya. Untunglah semua berjalan sesuai rencana."

Pada bulan Juni tahun 1940, Lang telah berpangkat sebagai Oberleutnant di Front Barat. Setelah kampanye Jerman pada tahun tersebut usai, Lang mendapat medali Iron Cross 1st class (Salib Baja kelas pertama). Pada bulan Januari 1941 grup Stuka Lang pindah ke St. Sylvain. Pelatihan terbang di atas gunung yang diterima grupnya mengisyaratkan bahwa medan tempur selanjutnya berada di daerah pegunungan Balkan.

Pada bulan Februari, Lang dan grupnya melakukan demonstrasi udara di Bukarest Rumania untuk raja Michael. Mereka boyongan ke Bulgaria pada tanggal 6 April 1941, dan mulai mengambil posisi di Rupel Pass.
Setelah perang usai, Lang tinggal bersama sesama teman tentaranya di Heilbronn sebagai tawanan Amerika Serikat. Sembari disana, dia lalu menjadi asisten guru di Volksschule di Gundelsheim am Neckar setelah mengikuti tes yang diperlukan. Pada bulan Mei 1946 sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Office of Military Government of the United States membuat dia dibebaskan dari tahanannya.
Lang lalu pindah ke Neumünster di Holstein pada bulan November 1946. Dia menikah pada tahun 1947 dan menjadi seorang mason. Tak lama, dia bersekolah lagi di sekolah konstruksi di Bremen pada tahun 1950, tempat yang sama dimana orangtuanya tinggal setelah mereka terusir dari Silesia. Lang lalu bekerja sebagai insinyur konstruksi di Bremen sampai tahun 1955.
Friedrich Lang bergabung kembali di kemiliteran tak lama setelah dibentuknya Bundeswehr tanggal 1 Januari 1956. Sayangnya, tak disangka veteran perang dahsyat ini dinyatakan tidak layak terbang dikarenakan gejala kronis vena (chronic venous insufficiency)! Dari tahun 1960 sampai dengan 1963 dia mengomandani sekolah militer Luftwaffe, dan menerima promosi pangkat menjadi Oberst (Kolonel) tahun 1961. Dari tahun 1967 sampai pensiunnya tahun 1971 Lang menjadi komandan distrik pertahanan militer 22 di Hannover.
Friedrich Lang meninggal dunia pada tanggal 29 Desember 2003 dalam usia cukup gaek, 88 tahun.
Penghargaan yang diterima :
* Verwundetenabzeichen in Black
* Front Flying Clasp of the Luftwaffe in Gold dengan tulisan "1.000"
* Combined Pilots-Observation Badge
* "Kreta" Cuffband (pita tangan)
* German Cross in Gold tanggal 24 April 1942 sebagai Oberleutnant di 1./StG 2
* Iron Cross (1939)
- 2nd class (1939)
- 1st class (1940)
* Knight's Cross with Oak Leaves and Swords
- Knight's Cross tanggal 23 November 1941 sebagai Oberleutnant dan pilot di 1./StG 2 "Immelmann"
- Oak Leaves (# 148) tanggal 21 November 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän di 1./StG 2 "Immelmann"
- Swords (# 74) tanggal 2 Juli 1944 sebagai Major dan Gruppenkommandeur di III./SG 1

Sumber :
Buku "Combat Legend: Ju 87 Stuka" karya Robert Jackson
www.danielsww2.com
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.militaryimages.net
www.nexusboard.net


Friday, May 14, 2010

Foto Erwin Rommel Di Waktu Muda dan Bersama Keluarga

Erwin Rommel Sr. dan istrinya Helene von Luz adalah orangtua dari Erwin Rommel Jr. yang nantinya menjadi jenderal Wehrmacht paling dikenal dalam sejarah. Rommel senior berprofesi sebagai kepala sekolah di Aalen, seperti juga ayah dan kakeknya, dan menerapkan pendidikan yang keras terhadap keempat orang anaknya. Atas perintah ayahnya pula Erwin menjadi seorang tentara, sebuah keputusan yang terbukti tepat! Mengenai ibunya, tidak banyak yang diketahui kecuali bahwa dia adalah putri seorang Regierungs-Präsident (tokoh masyarakat lokal). Dia sangat menyayangi anak-anaknya dan sikap lembutnya merupakan kebalikan dari sang suami yang selalu memasang wajah tegas (bahkan dalam foto keluarga di atas!), sehingga tidak heran kalau Rommel bersaudara lebih dekat ke ibunya daripada ayahnya. Helene menurunkan rupa wajahnya pada Erwin



Kadet perwira Erwin Rommel (ketiga dari kiri) beserta saudara-saudaranya dalam sebuah foto yang dibuat pada tahun 1911. Dari kiri ke kanan: Gerhard (adik), Karl (adik), Erwin, dan Helene (kakak). Ayah mereka adalah seorang kepala sekolah SMP bernama Erwin (juga) sementara ibunya bernama Helene. Rommel adalah anak kedua dari empat bersaudara. Yang tertua adalah Helene (satu-satunya perempuan), diikuti oleh Erwin, Karl dan Gerhard. Saudara satu lagi, Manfred, meninggal ketika masih bayi


Pada masa ABG-nya Rommel mempunyai kegilaan terhadap hal-hal yang berbau teknik dan bercita-cita untuk menjadi seorang insinyur aeronautika. Di usia 14 tahun dia telah menerbangkan sebuah glider berbentuk kotak – yang dibuatnya bersama seorang teman - di sebuah lapangan di Aalen. Bertahun-tahun kemudian Rommel menyombongkan hal ini, meskipun si glider notabene tidak terbang jauh. Kebanggaannya bisa dimengerti karena peristiwa tersebut terjadi di tahun 1906, tahun dimana Eropa menerbangkan pesawat-tenaga-sendiri untuk pertama kalinya! 


 Pada bulan Maret 1910 Erwin Rommel diterima sebagai kadet di Infanterie-Regiment "König Wilhelm I." (6. Württembergisches) Nr. 124 setelah aplikasi sebelumnya ke unit artileri dan zeni ditolak karena masalah Hernia. Dia menyelesaikan pendidikan kadetnya di Danzig bulan November 1911 dalam usia 20 tahun. Sebelumnya dia telah menjalin hubungan asmara dengan gadis setempat yang bernama Lucie Mollin, dan foto ini (dimana Rommel mengenakan seragam kadet sekolah infanteri Danzig) dia kirimkan di tahun 1911 ke Lucie sebagai pengingat dirinya


Leutnant Karl Rommel, adik dari Erwin Rommel. Dia bertugas sebagai pilot di Flieger-Abteilung (A)284 selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama, dan atas jasa-jasanya kemudian dianugerahi Eisernes Kreuzes kelas 2 dan 1 serta Württemberg Militärverdienstorden (27 September 1917). Karl kemudian terjangkit Malaria saat ditempatkan di Turki dan Mesopotamia


 Leutnant Erwin Rommel bersama dengan kekasih gelapnya, Walburga Stemmer (Maret 1892 - Oktober 1928). Foto ini diambil pada tahun 1913 saat Rommel sedang bertugas di Infanterie-Regiment König Wilhelm I (6. Württembergisches) Nr.124. Saat itu sang perwira muda berusia 22 tahun ini sudah menjalin hubungan serius dengan Lucia Maria "Lucie" Mollin (yang kelak menjadi istrinya), meskipun secara LDR. Pada saat foto ini diambil, Walburga sedang mengandung anak dari hubungan gelap mereka (yang nantinya lahir pada tanggal 8 Desember 1913 dan dinamakan Gertrud). Rommel sendiri adalah seorang pria yang bertanggungjawab, dan dia bersedia untuk menikahi Walburga meskipun dengan resiko kehilangan karir militernya. Ketika Rommel memberitahukan tentang hubungan terlarangnya kepada keluarganya, ibunya menjadi sangat murka dan memerintahkan agar sang Letnan memutuskan hubungan mereka, dengan alasan bahwa Walburga - yang "hanya" seorang penjual buah-buahan - tidak pantas untuk Rommel yang merupakan seorang perwira. Dengan berat hati, akhirnya Rommel menuruti perintah dari ibu tercintanya, dan akhirnya menikah dengan Lucie pada tahun 1916. Di pihak lain, meskipun perasaannya hancur berkeping-keping, Walburga tetap setia menunggu cinta Rommel selama bertahun-tahun, dengan harapan bahwa ketiadaan anak dari pasangan suami-istri tersebut akan membuat Rommel kembali kepadanya. Ketika mendapat kabar bahwa Lucie akhirnya sedang mengandung anak pertama dari suaminya, Walburga kemudian memutuskan untuk bunuh diri...


  Leutnant Erwin Rommel berpose bersama dengan rekan seperjuangannya yang tak dikenal di sebuah parit pertahanan Jerman di Prancis tahun 1915 dimana saat itu baru Eisernes Kreuz II.Klasse (30 September 1914) serta pita Militär-Verdienstorden des Königreichs Württemberg yang nongkrong di seragamnya. Disini dia menjadi perwira di Infanterie-Regiment "König Wilhelm I." (6. Württembergisches) Nr. 124. Keahliannya saat itu adalah: memimpin sekelompok kecil orang untuk menyusup ke garis belakang musuh dengan mengandalkan perlindungan alami dari kegelapan malam, lalu menyergap musuhnya dari arah belakang mereka sehingga membuat berantakan garis pertahanannya!



Erwin Rommel muda dalam sebuah foto yang diambil pada bulan Desember 1917, sewaktu berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Di bulan itu, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1917, Oberleutnant Rommel - yang menjabat sebagai Komandan Kompi di Württembergische Gebirgs-Bataillon - dianugerahi medali militer paling bergengsi era Kekaisaran Jerman yaitu Pour le Mérite. Sewaktu dimulainya ofensif Jerman di Caporetto yang dimulai pada tanggal 24 Oktober 1917, batalyon Rommel diserahi tugas untuk merebut posisi pertahanan Italia di tiga gunung: Kolovrat, Matajur, dan Stol. Dalam dua setengah hari - dari tanggal 25 s/d 27 Oktober - Rommel dan 150 orang anakbuahnya berhasil merebut 81 meriam artileri sekaligus menawan 9.000 orang tentara musuh (termasuk 150 perwira), sementara di pihaknya hanya menderita kerugian enam orang yang tewas dan 30 lainnya terluka! Rommel berhasil mencatatkan prestasi mengagumkan ini setelah secara cerdik memanfaatkan kondisi wilayah yang berbukit-bukit, memutari musuhnya dan melakukan serangan dari arah yang tidak disangka-sangka. Dia juga sudah menunjukkan kecenderungan melawan perintah atasan sejak dini dengan berkali-kali memerintahkan serangan saat belum ada perintah resmi atau bahkan saat disuruh mundur! Dalam pertempuran ini juga Rommel - dengan inisiatif sendiri - menyempurnakan taktik infiltrasi pasukan pelopor, yang nantinya secara resmi dipakai oleh Angkatan Bersenjata Jerman serta banyak negara lainnya. Taktik ini menitikberatkan pada upaya secepat mungkin mematahkan perlawanan musuh yang mempunyai kekuatan yang lebih besar, yang digambarkan oleh beberapa ahli militer sebagai "blitzkrieg tanpa tank". Dalam puncak kegemilangannya, pada tanggal 9 November 1917 Rommel sekali lagi memutuskan untuk menyerang posisi pertahanan musuh yang sangat kuat di Longarone, yang dipertahankan oleh 10.000 prajurit Italia dari Divisi Kesatu. Meyakini telah dikepung oleh kekuatan yang lebih besar (padahal aslinya hanya 150 orang), seluruh tentara Italia menyerahkan diri pada Rommel! Tak butuh waktu lama, beberapa minggu kemudian sang Kompaniechef brilian diganjar dengan "The Blue Max" alias Pour le Mérite


Oberleutnant Erwin Rommel berfoto bersama istri tercintanya Lucie Marie Mollin di tahun 1917 (mereka menikah di Danzig tanggal 27 November 1916) tak lama setelah Rommel dianugerahi medali super bergengsi Pour le Mérite (10 Desember 1917 sebagai Kommandeur sebuah Kampfgruppe di württembergischen Gebirgs-Bataillon). Dalam foto di atas, Rommel juga menampangkan medali Eisernes Kreuz I.Klasse di seragamnya, yang dia terima tanggal 22 Maret 1915


Oberleutnant Erwin Rommel muda dengan medali Pour le Mérite. Medali yang setara dengan Victoria Cross (Inggris) atau Medal of Honor (Amerika Serikat) ini didapatkannya tanggal
10 Desember 1917 sebagai Kommandeur sebuah Kampfgruppe di württembergischen Gebirgs-Bataillon dalam Pertempuran Isonzo (Italia) dimana dia memimpin detasemen kecilnya untuk merebut garis pertahanan Italia di Gunung Matajur (Longarone) dan berhasil menawan 150 perwira, 9.000 prajurit, dan 81 meriam artileri setelah terlibat dalam dua pertempuran; sementara dia sendiri hanya kehilangan 6 orang yang tewas dan 30 yang terluka!
 

Erwin Rommel sebagai seorang Oberleutnant muda di tahun 1917, sedang memangku seekor anak... Serigala! Ingat, berpuluh-puluh tahun kemudian manusia satu ini dikenal dengan julukan "Serigala Padang Pasir"! BTW, Rommel satu resimen dengan Friedrich Paulus di Infanterie-Regiment "König Wilhelm I." (6. Württembergisches) Nr. 124 yang, seperti Rommel, juga menapaki pangkat sampai menjadi Generalfeldmarschall dalam Perang Dunia II dan dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas bencana yang menimpa 6. Armee di Stalingrad!



Acara "Regimentstag" di Stuttgart tahun 1934. Dari kiri ke kanan: Major Erwin Rommel (Kommandeur III.Bataillon [Jäger] / Infanterie-Regiment 17), Char. Generalmajor Alois Ritter von Molo (Leiter Wehrbezirkskommando II Stuttgart), Rudolf Weckler (mantan sersan di batalyon Rommel dalam Perang Dunia Pertama sekaligus sahabat dekatnya selama bertahun-tahun), Oberst a.D. Schniger, dan General der Infanterie a.D. Franz Freiherr von Soden (Kepala Asosiasi Mantan Perwira Infanterie-Regiment 125 yang telah pensiun).


Erwin Rommel sebagai seorang Major (periode 10 Oktober 1933 s/d 1 Maret 1935), dengan bangga berpose dengan medali Pour le mérite yang didapatkannya dalam Perang Dunia Pertama. Pada saat foto ini diambil, Rommel bekerja sebagai instruktur di sekolah militer Reichswehr, pertama di Dresden dan kemudian di Potsdam



Generalfeldmarschall Erwin Rommel (15 November 1891 - 14 Oktober 1944) saat masih berpangkat Oberstleutnant dan menjabat sebagai "Lehrgruppenkommandeur der Lehrgruppe A an der Kriegsschule Potsdam" (Komandan Grup Pelatihan A di Kriegsschule Potsdam). Dia dipromosikan dari Major menjadi Oberstleutnant pada tanggal 1 Maret 1935, dan kemudian dipromosikan kembali dari Oberstleutnant menjadi Oberst pada tanggal 1 Juli 1937. Dalam foto ini Rommel mengenakan Pour le Mérite, medali militer paling bergengsi era Kekaisaran Jerman, yang didapatkannya dalam kancah Perang Dunia Pertama (1914-1918), tepatnya pada tanggal 10 Desember 1917 saat dia masih berpangkat Oberleutnant dan menjabat sebagai Kompaniechef di Württembergische Gebirgs-Bataillon


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) berfoto bersama dengan istri tercintanya, Lucia Maria Mollin, sambil mengenakan Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Foto ini kemungkinan besar diambil pada periode antara penganugerahan Ritterkreuz untuk Rommel (27 Mei 1940) dan pengangkatannya sebagai Generalleutnant (1 Januari 1941)


Sumber :
Buku "Afrikakorps 1941-1943" karya Gordon Williamson
Buku "Aviation Awards of Imperial Germany in World War I and the Men Who Earned Them – Volume IV: Aviation Awards of the Kingdom of Württemberg" karya Neal W. O'Connor
Buku "13 The Trail of the Fox: The Search for the True Field Marshal Rommel" karya David Irving
Buku "Field Marshal: The Life and Death of Erwin Rommel" karya Daniel Allen Butler
www.forum.axishistory.com
www.leo-bw.de

Ternyata Nazi Jerman Juga Merayakan AGUSTUSAN!

Males banget kalau panjat pinangnya cuman dapat yang beginian!


 Balap karung Luftwaffe!


Ngelihat dari susah payahnya prajurit Luftwaffe dalam lomba tarik tambang ini, bisa dipastikan bahwa lawan mereka adalah BULLDOZER!


Awas, jangan sampai telurnya jatuh dari sendok! Kalau jatuh, maka jatah cuti dihapus dan rela dikasih tugas tambahan ngebersihin WC semua anggota!


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2f.com

Operasi Market Garden, Operasi Lintas Udara Terbesar Sekutu Yang Berakhir Dengan Kegagalan!

Peta Operasi Market Garden


Operasi Market Garden, adalah operasi yang dilancarkan oleh sekutu dibawah pimpinan Jenderal Bernard Montgomery dari Inggris pada bulan September tahun 1944. Operasi ini bertujuan merebut dan menguasai jembatan-jembatan di garis belakang musuh (Jerman saat itu masih menguasai Belanda) sehingga bisa dengan mudah masuk ke Jerman melewati sungai Rhine untuk menguasai lembah Ruhr (pusat industri) di Jerman dengan menerjunkan ribuan pasukan payung di negara Belanda. Dengan direbutnya pusat industri Jerman, sekutu berharap perang dapat segera berakhir sebelum tiba hari Natal di tahun 1944.Divisi-divisi sekutu yang ditugaskan untuk menjalankan misi ini adalah 101st Airborne Division(US), 82nd Airborne Division(US), 1st Airborne Division(UK), Polish Brigade, dan 30 Corps (Divisi Tank/Kavaleri) . Dalam misi ini setiap divisi-divisi sekutu harus sudah menguasai jembatan-jembatan dalam waktu yang sangat singkat, setelah itu mereka harus mempertahankan jembatan tersebut sampai 30 Corps melewati jembatan tersebut, begitu terus sampai jembatan terakhir yang ada di Arnhem.

Secara kebetulan di wilayah Belanda ada beberapa Divisi Panzer SS yang dikomandani oleh Field-Marshall Walter Model yang sedang beristirahat dan awalnya ia menyangka sekutu melancarkan serbuan untuk menangkap dirinya sehingga dia mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Pada awalnya, sekutu berhasil menguasai jembatan-jembatan yang ada di daerah Nijmegen dan Eindhoven Belanda, tetapi 1st Airborne Boys(UK) yang dipimpin oleh Col.Frost yang ditugaskan menguasai jembatan di daerah Arnhem dapat dipukul mundur oleh pasukan SS Panzer, hal ini mengakibatkan kegagalan yang fatal bagi operasi ini. Akhirnya sekutu dapat dipukul mundur dan operasi ini dianggap sebagai salah satu operasi sekutu yang gagal setelah peristiwa D-Day di Normandia selama Perang Dunia II yang diharapkan selesai sebelum hari Natal tahun 1944 tetapi ternyata masih terus berlanjut hingga menyerahnya Jerman di bulan Mei 1945. Operasi ini mengakibatkan ribuan nyawa melayang dari Divisi pasukan payung sekutu.

Melibatkan ribuan pasukan infantri dan penerjun dari Inggris dan Amerika, operasi ini dimulai tanggal 17 September. Pasukan Sekutu diterjunkan di sekitar Eindhoven, Nijmegen, dan Arnhem, Belanda.

Pada awal operasi, Sekutu seperti berada di atas angin. Meskipun sebagian besar jembatan sudah dihancurkan sebelum pasukan Sekutu berhasil menguasainya, tetapi baik pasukan Inggris maupun Amerika berhasil menguasai jalanan menuju Arnhem, satu-satunya jembatan yang masih tinggal di tangan pasukan Jerman.

Hari pertama operasi dimulai, perkembangan pergerakan pasukan Sekutu memang agak lambat. Tetapi pasukan penerjun Inggris berhasil menguasai salah satu sisi utara salah satu jembatan di Arnhem yang melintasi sungai Rhine.

Pada hari kedua, pasukan Inggris dan pasukan Amerika bertemu dekat Grave. Dan pada hari ketiga, pasukan Sekutu mencapai Nijmegen di mana pasukan Amerika sedang bertempur memperebutkan jembatan yang melintasi Sungai Waal. Jendral Horrocks komandan pasukan XXX memerintahkan pasukan Amerika menyeberangi Sungai Waal supaya dapat menyerang Jerman dari belakang. Meskipun perintah ini harus dibayar mahal dengan nyawa separuh dari pasukan penyeberang, tetapi pasukan yang selamat dapat melumpuhkan pasukan Jerman dan menguasai jembatan Nijmegen.

Sekarang tinggal jembatan Arnhem saja yang tersisa. Jalan menuju Arnhem sudah dikuasai oleh Sekutu. Bahkan ujung utara jembatan Arnhem telah dikuasai pasukan penerjun Inggris. Kemenangan dan keberhasilan Operasi Market Garden harusnya sudah ada di depan mata.

Tetapi artileri Jerman bergerak cepat memasuki Arnhem. Membumihanguskan rumah dan gedung-gedung di mana pasukan Inggris sedang bertempur. Saat itu pasukan Inggris hanya memiliki sedikit senjata anti-tank, tak punya makanan, bahkan hanya ada sedikit amunisi yang tersisa.

Pasukan Sekutu di seberang sungai juga tidak dapat menyeberang untuk membantu teman-temannya di dalam kota. Mereka terdesak, artileri Jerman menguasai sungai. Jenderal Horrocks akhirnya memerintahkan evakuasi semua pasukan yang tersisa. Pasukan penerjun yang ada di dalam kota ditinggalkan.

Arnhem dikuasai oleh Jerman. Hanya 2500 pasukan Sekutu yang berhasil menyeberang. Hampir 1500 orang meninggal, lebih dari 6500 orang ditahan, dan banyak di antara mereka yang terluka parah.

Operasi Market Garden gagal! Pasukan Sekutu dipukul mundur Jerman.

Oh, ya artikel ini diterjemahkan dari BBC. Sebagian besar mengikuti perjalanan pasukan Inggris XXX dalam Operasi Market Garden. Kalau mau lihat gimana pasukan Amerika juga berjuang dalam operasi ini nonton aja Band of Brothers (ehehe promosi deh ^^). Meskipun cuma film, Band of Brothers cukup detail dan realistis menggambarkan kejadian-kejadian dalam PDII termasuk Operasi Market Garden dilengkapi dengan pengakuan para veteran.

Film itu mengikuti perjalanan kompi E pasukan penerjun Amerika Serikat yang diterjunkan di sekitar Eindhoven, Belanda. Pada awal pendaratan mereka digambarkan pasukan Jerman begitu sedikit dan sudah ditaklukkan oleh gerilyawan Belanda. Pasukan Amerika seperti berada di atas angin saat melewati kota Eindhoven menuju target selanjutnya. Tetapi di tengah jalan mereka disergap oleh pasukan Jerman. Pasukan Amerika tidak berkutik dan harus mundur. Akhirnya kota dikuasai Jerman dan Operasi Market Garden gagal.

Seharusnya jika Operasi Market Garden berhasil, tentara Inggris dan Amerika bisa mencapai Jerman lebih dulu dari Rusia. Perang dapat berakhir pada Natal tahun 1944 lebih cepat 6 bulan dari seharusnya. Setelah Market Garden gagal, pasukan Sekutu harus menunggu 4 bulan lagi sebelum mereka dapat menyeberangi Sungai Rhine kedua kalinya dan menguasai jantung industri Jerman.


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.gakpentingsoro.blogspot.com
www.id.wikipedia.org


Thursday, May 13, 2010

Free Download Video : World War II The Lost Color Archives


Oleh : Alif Rafik Khan

Jarang-jarang ada film dokumenter semenarik ini! Cuplikan asli zaman Perang Dunia II yang biasanya dilihat dalam versi hitam-putih, kini bisa dinikmati full berwarna! Asyiknya lagi, kebanyakan footage film ini belum pernah disebarluaskan sebelumnya (itulah kenapa dinamakan 'the lost color archives') sehingga keotentikannya betul-betul nyata. Banyak pula cuplikan-cuplikan film yang tidak "biasa" dari kedua belah pihak, yang menggambarkan perang dalam bentuknya yang paling brutal!

Film ini terdiri dari 3 seri ditambah dengan 1 seri ekstra, dan anda dapat mendownloadnya di bawah. Tapi kalau tidak ingin repot-repot mendownload (yang akan memakan waktu lama karena begitu besarnya file) gampang aja kok, tinggal kontak saja Oom dan pesan langsung. Sudah dimampatkan dalam 1 DVD! Sayangnya, belum ada teks/subtitle tersedia, baik Indonesia maupun Inggris. Bagi yang mau pesen bisa lihat DISINI.

World War II The Lost Color Archives (Extra)
Bagian 1 - DOWNLOAD
Bagian 2 - DOWNLOAD

World War II The Lost Color Archives 1
Bagian 1 - DOWNLOAD
Bagian 2 - DOWNLOAD
Bagian 3 - DOWNLOAD
Bagian 4 - DOWNLOAD
Bagian 5 - DOWNLOAD
Bagian 6 - DOWNLOAD
Bagian 7 - DOWNLOAD

World War II The Lost Color Archives 2
Bagian 1 - DOWNLOAD
Bagian 2 - DOWNLOAD
Bagian 3 - DOWNLOAD
Bagian 4 - DOWNLOAD
Bagian 5 - DOWNLOAD
Bagian 6 - DOWNLOAD
Bagian 7 - DOWNLOAD

World War II The Lost Color Archives 3
Bagian 1 - DOWNLOAD
Bagian 2 - DOWNLOAD
Bagian 3 - DOWNLOAD
Bagian 4 - DOWNLOAD
Bagian 5 - DOWNLOAD
Bagian 6 - DOWNLOAD
Bagian 7 - DOWNLOAD

Passwordnya jangan lupa : N!MrOd

Adolf Hitler Terobsesi Dengan Kain Kafan Yesus (Shroud of Turin)?

Adolf Hitler


The Shroud of Turin


Pada masa Perang Dunia II, Adolf Hitler dikabarkan amat berhasrat memiliki benda bersejarah milik Vatikan. Benda tersebut berupa kain kafan yang dipercaya digunakan untuk mengubur Yesus. Namun pihak Vatikan berhasil menyembunyikan kain kafan tersebut di Biara Benedictine.

Kain kafan yang dianggap bernilai tinggi tersebut dilarikan ke Biara Benedictine di Avellino, wilayah Selatan Campania, Italia pada 1939 dan baru dikembalikan ke tempat asalnya di Turin pada 1946.

Menurut Direktur Perpustakaan dari Biara Benedictine Pendeta Andrea Cardin, alasan penyelamatan kain kafan ini tidak lebih untuk melindungi hasrat pemimpin Nazi Adolf Hitler, dibanding kepentingan orang banyak.

Pihak Vatikan bersama dengan Keluarga Kerajaan Italia, Savoy, yang menjadi penjaga dan pemilik dari kain tersebut khawatir jika Hitler akan merebut kain berharga yang amat bernilai sejarah tinggi bagi umat Kristen. Hitler sendiri memang dikenal dengan ketertarikannya dengan ilmu kebatinan, termasuk mengumpulkan benda-benda yang memiliki unsur klenik.

Menurut pengakuan Pendeta Cardin, pemindahan kain yang dianggap suci itu dimaksudkan untuk menghindari pengeboman dari pesawat-pesawat Jerman. Namun pada akhirnya, kain itu dipindahkan guna menghindari obsesi gila dari Hitler. Demikian diberitakan Telegraph, Rabu (7/4/2010).

Kain itu sempat hampir ditemukan oleh tentara Jerman saat mereka memasuki Italia. Namun para pendeta berhasil mengecoh para tentara dengan berpura-pura berdoa di atas altar, tempat kain itu disembunyikan.

Pada 1946 Raja Italia terakhir Umberto II, memerintahkan kain itu untuk dibawa kembali ke Turin. Saat Kerajaan Italia dihapus usai Perang Dunia II dan Italia beralih menjadi negara republik, kain suci itu kini dijaga oleh Tahta Suci Vatikan hingga saat ini.


Sumber :
www.naziwarcrimes.wordpress.com
www.ngobrolaja.com
www.southcarolina1670.wordpress.com


Koleksi Istilah-Istilah Nazi Jerman/Third Reich. Tempat Bagi Anda Untuk Bertanya!

Berhubung banyak istilah-istilah bahasa Jerman yang berhubungan dengan Nazi dan Third Reich yang banyak pembaca belum mengetahuinya, maka saya membuka kesempatan bagi anda para pembaca Enny Arrow untuk mengetahui jawabannya disini. Caranya adalah cukup cantumkan istilah yang anda tidak ketahui dalam kolom comment di bawah artikel ini, dan nanti saya akan memberitahukannya sekaligus sebagai update istilah terbaru. OK? Berih dah!

A
- Abgeordnet (abg.) : Untuk sementara dipindahkan ke posisi di tempat lain.
- Abschnitt (Abs; Abschn.) : Sektor atau distrik.
- Abteilung (A; Abt.) : Unit, batalion, departemen, atau barisan artileri (baterai).
- Abwehr (Abw.) : Unit intelijen Wehrmacht.
- Abwehrpolizei : Polisi kontra-spionase yang merupakan salah sebuah fungsi dari Grenzpolizei di bawah yurisdiksi Gestapo.
- Abzeichen (Abz.) : Medali/penghargaan yang didapat berdasarkan pangkat, penunjukan atau prestasi.
- Adjutantur : Staf departemen yang mengurusi administrasi dan data personil. Bisa juga berarti titel awal dari Persönlicher Stab RfSS.
- Ahnenerbe Forschungs- und Lehrgemeinschaft : Perkumpulan untuk Penelitian dan Pengajaran Silsilah Keturunan. Diadminitrasi oleh Pers.Stab RfSS, kantor ini terutama mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan sejarah keluarga orang Jerman, yang tentunya telah 'disusupi' dengan teori ras Arya.
- Allgemeines Heeresamt (A.H.A.) : Direktorat Umum Angkatan Darat.
- Allgemeine Heeresmitteilungen (A.H.M.) : Perintah/instruksi Umum Angkatan Darat.
- Allgemeine-SS (Allg. SS) : Bagian umum dari SS yang terdiri dari anggota-anggota part-time, full-time dan kehormatan.
- Allgemeines Wehrmachtsamt : Kantor Umum Angkatan Bersenjata di OKW yang mengurusi masalah personil, pelatihan, perlengkapan dan sebagainya.
- Amt : bisa berarti Kantor utama, cabang, direktorat kementerian, atau juga kantor yang berdiri sendiri seperti Auswartiges Amt.
- Amtsgruppe : Cabang subordinat dari sebuah Hauptamt.
- Anhaltelager : Kamp hukuman/detensi sementara.
- Anordnung : Perintah, instruksi atau peraturan.
- Anwärter (Anw.) : Kadet atau kandidat.
- Arbeitsdienstführer : Pengawas pekerjaan buruh di kamp konsentrasi dan bertanggung jawab langsung ke Arbeitseinsatzführer.
-
Arbeitseinsatzführer : Supervisor buruh di kamp konsentrasi.
-
Arbeitserziehungslager : Kamp pendidikan buruh untuk tawanan yang dibebaskan yang membutuhkan pelatihan khusus yang kelak dapat menempatkan mereka di industri.
- Armee-Bekleidungs-Amt (A.Bekl.Amt.) : Depot pakaian Angkatan Darat.
- Armee-Briefstelle (A.Briefstelle) : Stasiun pos Angkatan Darat.
- Armee-Feldlazarett (A.Feldlaz.) : Rumah Sakit Militer Angkatan Darat.
- Armeekorps (A.K.) : Korps Infanteri.
- Armee-Kartenstelle (A.Kartenstelle) : Depot peta Angkatan Darat.
- Armee-Kraftfahr-Park (A.K.P.) : Parkir transportasi bermotor Angkatan Darat.
- Armee-Nachrichten-Park (A.N.Pk.) : Parkir peralatan persandian Angkatan Darat.
- Armee-Nachrichten-Regiment (A.N.R.) : Resimen sandi Angkatan Darat.
- Armee-Oberkommando (A.O.K.) : Markas Besar Angkatan Darat.
- Armee-Pferde-Lazarett (A.Pf.Laz.) : Rumah sakit hewan Angkatan Darat.
- Armee-Sanitäts-Abteilung (A.San.Abt.) : Unit medis Angkatan Darat.
- Armee-Sanitäts-Park (A.San.Pk.) : Parkir peralatan medis Angkatan Darat.
- Artillerie-Ersatz-Regiment (A.E.R.) : Depot artileri/Resimen pengganti.
- Artillerie-Führer (Arfü) : Perwira komandan resimen divisi artileri.
- Artillerie-Kommandeur (Arko) : Komandan artileri dari markas besar umum.
- Artillerie-Lehr-Regiment (Art.Lehr-Reg.) : Resimen demonstrasi artileri.
- Artillerie-Park (Art.Pk.) : Parkir peralatan artileri.
- Artillerie-Regiment (A.R., Art.Rgt.) : Resimen Artileri.
- Astronomischer-Mess-Zug (Astr.Mess-Zug) : Seksi Penelitian Astronomi.
- Aufklärung (Aufkl.) : Pengintai.
- Aufklärungs-Abteilung (A.A., Aufkl.Abt.) : Unit Pengintai.
- Aufklärungs- und Kavallerie-Abteilung (Aufkl.u.Kav.Abt.) : Unit Demonstrasi Pengintai dan Kavaleri.
- Ausbildung (Ausb.) : Latihan.
- Ausbildungs-Bataillon (Ausb.Btl.) : Batalion Latihan.
- Ausbildungs-Division (Ausb.Div.) : Divisi Latihan.
- Ausland/Abwehr (Ausl./Abw.) : Amt (sebelumnya bernama Amtsgruppe) cabang dari OKW yang mengurusi spionase, kontra-spionase, sabotase, dan informasi tentang negara-negara asing. Dikepalai oleh Admiral Wilhelm Canaris sampai penangkapannya akibat dari aktifitas anti-Nazi pada tahun 1944. Badan ini kemudian digabungkan ke dalam RSHA.
-Auslands-Organisation (AO) : Kantor cabang NSDAP yang mengurusi orang Jerman yang tinggal di luar negeri. Berada di peringkat Gau NSDAP ke-43 di bawah pimpinan Gauleiter dan Staatssekretär kantor luar negeri Ernst-Wilhelm Bohle.
- Aussendienststelle atau Aussenstelle (Aust.) : Pos luar SD dan Sipo.
- ausser Dienst (a.D.) : Pensiun atau dalam daftar tak aktif.
- Auswärtiges Amt : Kantor Luar Negeri, Kementerian Reich untuk Urusan Luar Negeri.

B
- Bäckerie-Kompanie (Bäck.Kp.) : Kompi Roti.
- Bahnhofs-Kommandantur (Bahnhofs-Kdtr.) : Komando stasiun kereta api.
- Bahnschutzpolizei : Polisi perlindungan kereta api. Ditransfer menjadi di bawah kontrol SS tahun 1942.
- Bann : sub-divisi dari Hitlerjugend-Gebiet (wilayah). Sama kedudukannya dengan sebuah Kreis (distrik) NSDAP.
- Bataillon (Btl.) : Batalion.
- Batterie (Batt(r) : Baterai atau pasukan artileri.
- Bau-Bataillon (Bau-Btl.) : Batalion konstruksi.
- Bauinspektion : Inspektorat konstruksi, cabang dari Amstgruppe C yang merupakan bagian dari SS-WVHA.

F
- Feindfahrt : patroli perang u-boat.

H
- Heer : Angkatan Darat Nazi Jerman

K
- Kriegsmarine : Angkatan Laut Nazi Jerman

L
- Luftwaffe : Angkatan Udara Nazi Jerman

P
- Panzer : sebutan 'tank' dalam bahasa Jerman

S
- Schutzenschnur : tambang kecil yang biasa dikenakan di bagian bahu dan lengan seragam parade

W
- Wehrmacht : Angkatan Bersenjata Nazi Jerman