Monday, May 24, 2010

Maibaum, Perayaan Menghias Pohon Dan Batangnya Di Jerman Zaman Nazi!

Maibaum punya DAF (Deutsche Arbeitsfront), Mei 1937


Maibaum


Maibaum Mei 1936


Kalau diperhatikan sekilas, rada-rada mirip panjat pinang ya?


Maibaum yang dipasang di kamp RAD (Reichsarbeitsdienst)


Buku "Der Grün und Blumen Schmuck" terbitan Blut und Boden Publication tahun 1937 ini memuat banyak ilustrasi mendetail tentang bagaimana seharusnya kita menghias rumah, jalan, pohon, dan setiap sudut wilayah lainnya di zaman Nasional-Sosialisme


Dalam buku di atas dicantumkan banyak contoh pilihan ornamen untuk Maibaum. Dari semua ornamen tersebut, ada satu persamaan yang mencolok : semuanya ada Swastikanya!


Contoh Maibaum di zaman modern. Warnung! Maibaum ini tidaklah diletakkan di salah satu kota atau desa di Jerman, melainkan di Sapporo, Jepang!


Oleh : Alif Rafik Khan

Saya bingung juga mencari padanan perayaan ini di Indonesia, kira-kiranya seperti apa? Yang jelas, Maibaum (atau Maypole dalam bahasa Inggris) secara harfiah berarti pohon atau batang zakar eh pohon yang dirias dan diletakkan di depan jendela. Kegiatan senang-senang ini biasa dirayakan di tanggal satu bulan Mei (di Baden dan Swabia), sementara di daerah Friesland Timur, Cekoslowakia, sudah jalan dari sejak akhir bulan Aprilnya. Pada sebagian besar wilayah yang penduduknya berbahasa Jerman (terutama di Baden-Württemberg, Bavaria dan Austria), perayaan ini ditandai dengan pemancangan batang pohon yang telah dirias secara khidmat di tengah lapangan desa. Biasanya Maibaum berhubungan erat dengan festival di desa atau kota tersebut, yang rata-rata diselenggarakan tanggal 30 April atau 1 Mei. Perayaan ini tersebar pula di banyak tempat di Eropa Utara dan Tengah, meskipun disana konotasinya berhubungan dengan festival St. John.

Seperti semua hal lainnya di zaman Adolf Hitler berkuasa, maka perayaan Maibaum pun telah "disusupi" oleh ideologi Nazi, dimana ornamen, hiasan dan dekorasinya kental berbumbu Swastika dimana-mana. Sebagai contoh bisa dilihat dalam gambar di atas!


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.wehrmacht-awards.com


Horten IX (Horten Ho 229/Gotha Go 229). Pesawat Terbang Siluman Pertama Dalam Sejarah!

Horten IX V1 sedang dibawa oleh truk penarik


Horten IX menjelang take-off dalam ujicoba yang dilakukan terhadapnya


Horten IX hasil rampasan dari Jerman dikeluarkan dari kereta yang membawanya


Gambar cut-out dari Horten IX


Lukisan 3 dimensi dari Horten buatan Géry Gueville


Beginilah mungkin kalau Horten IX mengudara. Begitu anggun dan elegan!


Diagram Go 229 (Horten IX) buatan Gothaer Wagonfabrik


Satu-satunya pesawat Horten Ho 229 V3 yang masih ada dan tersimpan di Smithsonian Institution's Garber Restoration Facility


Oleh : Alif Rafik Khan

Jujur saja, waktu pertama melihat foto dari pesawat 'berbentuk ajaib' Horny eh Horten Ho IX beberapa tahun yang lalu, pikiran saya adalah "Hmmm... satu lagi pesawat Luftwaffe yang hanya eksis di atas kertas". Perkiraan yang salah besar! Karena sebenarnyalah pesawat revolusioner di zamannya ini benar-benar telah dibangun dan diterbangkan oleh Jerman di masa perang! Jelas saja, fakta itu sudah cukup membuat pesawat ini menjadi special pake telor Beibeh!

Para sejarawan masih saling berbeda pendapat akan bagaimana sebutan paling afdol dari pesawat ini. Ada yang menamainya Horten IX, Horten Ho IX, Gotha Go 229, Horten Ho-229. Kalau bagi saya pribadi, pemanggilan Horten IX atau Ho IX lebih condong untuk tipe pengembangannya (glider-glider buatan Horten sebelumnya dinamai Horten I, II, III... dan seterusnya). Versi produksi resminya sendiri (yang dibuat oleh pabrik pesawat Gotha) dinamai Go 229, dan bukannya Ho 229.

Dua bersaudara Walter dan Reimar Horten adalah para pionir dalam pembuatan pesawat bersayap tanpa ekor, dan telah membangun secara berturut-turut pesawat-pesawat 'layar' tanpa mesin berbentuk indah dengan performa menakjubkan pada tahun 1936 s/d 1940, yang diikuti oleh sebuah contoh dengan dilengkapi dua mesin pendorong. Pengalaman mereka dalam membuat pesawat bersayap besar yang dapat terbang adalah sesuatu yang ajaib pada masa itu, dan merupakan satu-satunya di dunia. Pada tahun 1943 Walter Horten menyatakan ketertarikannya untuk membangun sebuah pesawat berkecepatan tinggi yang dibuat dari... kayu! Laporan dari perkembangan DFS 194 (kemudian dinamai Messerschmitt Me 163) yang dikepalai Profesor Lippisch makin meyakinkan Walter bahwa bahkan pesawat dari kayu dapat membawa mesin jet atau roket dan kemudian terbang. Pada tahun 1943 dia mengajukan gagasannya kepada Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring, dan tanpa banyak cingcong proyek tersebut disetujui.

Prototipe pertama Horten IX V1 dibangun dengan berdasar pada rancangan layaknya glider. Pengerjaannya hanya makan waktu enam bulan, dan mendapat giliran uji terbang untuk pertama kalinya pada bulan Februari 1944 di Göppingen.

Bersamaan dengan uji terbang dari V1, sebuah prototipe kedua langsung dikembangkan pula. V2 ditenagai oleh dua buah turbojet. Rancangannya merupakan campuran dari berbagai tipe pesawat terdahulu, dan telah mendapat perbaikan disana-sini. Mesin yang digunakan adalah BMW 003 dan bukannya Jumo 004 seperti yang direncanakan semula. Roda depannya yang berukuran besar merupakan contekan dari roda ekor pesawat Heinkel He 177, sedangkan peralatan pendarat utamanya "dipinjam" dari Messerschmitt Bf 109 G.

Penerbangan pertama dilakukan di Oranienburg tanggal 2 Februari 1945. Pilot pengujinya adalah Erwin Ziller. Pesawat tersebut memperlihatkan hasil yang bagus, terutama dalam hal kualitas setirnya dengan hanya secuil instabilitas di bagian samping (yang sekarang merupakan kekurangan utama bagi pesawat-pesawat tak berekor modern). Penerbangan kedua sama suksesnya, meskipun roda pesawatnya rusak akibat parasut rem yang terkembang saat mendarat. Dua minggu kemudian, dalam penerbangan ketiga terjadilah bencana yang tidak diduga-duga. Ziller seperti biasanya tinggal landas dengan pesawatnya untuk melakukan uji coba lanjutan. Ketika ketinggian mencapai 800 m, salah satu mesinnya tiba-tiba ko'it. Sang pilot yang berpengalaman tidak langsung menjerit-jerit layaknya nenek-nenek mandi ketahuan diintip. Dia segera mendorong pesawatnya untuk meluncur ke bawah di ketinggian rendah untuk menolong menghidupkan kembali mesin yang ngadat. Secara mendadak di ketinggian 400 meter roda pesawatnya ngelepot (WTF?) kembali ke dalam. Akibatnya pesawat kehilangan kecepatannya dan tak bisa dikontrol. Erwin Ziller terbunuh ketika pesawat prototipenya menukik menabrak tanah dan hancur lebur.

Meskipun terjadi kemunduran akibat peristiwa kecelakaan ini, proyek tersebut tetap berlanjut dengan segala energi yang tersisa. Komponen prototipe yang masih ada segera dipindahkan ke Gothaer Wagonfabrik (Gotha) yang berada di Friedrichsrode. Pada bulan Maret 1945 proyek difokuskan kepada prototipe ketiga, yang diberi nama Go 229 V3. V3 berukuran lebih besar dibandingkan dengan kedua pendahulunya, dan bentuknya telah lebih disempurnakan lagi di beberapa tempat, yang dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi seri pra-produksi pesawat tempur Go 229 A-0 yang telah dipesan oleh Luftwaffe sebanyak 20 buah. V3 ditenagai oleh mesin Jumo 004C, dan dapat membawa dua buah kanon MK108 30mm di pangkal sayapnya.

Tapi semuanya telah terlambat bagi Luftwaffe. Pasukan Amerika menduduki pabrik Gotha pada tanggal 14 April 1945 dan menemukan rezeki nomplok: sebuah prototipe V3 yang 90% selesai dikerjakan dan belum lagi diterbangkan. Empat lagi pesawat lainnya yaitu Go 229 V4, V5, V6 dan V7 hadir juga, dengan beberapa tahap penyelesaian. V4 dan V5 adalah prototipe dengan dua tempat duduk dan direncanakan sebagai versi pesawat tempur malam.

Tentu saja orang-orang Amerika tidak menyia-nyiakan penemuan ini, dan segera menggondol V3 balik ke negaranya. Para ilmuwan disana hanya bisa terbengong-bengong menyaksikan sudah begitu jauhnya kemajuan yang telah dicapai oleh seterunya dari Jerman. Dahsyatnya lagi, V3 masih dapat disaksikan sampai saat ini, tepatnya di NASM's Paul E. Garber Restoration, Preservation & Storage Facility yang berlokasi di Silver Hill, Maryland.

Spesifikasi Horten Ho 229A (V3) :
* Kru: 1 orang
* Panjang: 7,47 m (24 ft 6 in)
* Rentang Sayap: 16,76 m (55 ft)
* Tinggi: 2,81 m (9 ft 2 in)
* Bagian sayap: 50,20 m² (540.35 ft²)
* Berat kosong: 4.600 kg (10.141 lb)
* Berat terisi: 6.912 kg (15.238 lb)
* Berat maksimum tinggal landas: 8.100 kg (17.857 lb)
* Mesin: 2 buah Junkers Jumo 004B turbojet, 8,7 kN (1.956 lbf) masing-masingnya

Kemampuan :
* Kecepatan maksimum: Mach 0,92 = 977 km/jam (607 mph) di 12.000 m (39.370 ft)
* Radius tempur: 1.000 km (620 mil)
* Jarak angkut: 1.900 km (1.180 mil)
* Batas tertinggi terbang: 16.000 m (52.000 ft)
* Kecepatan tanjak: 22 m/detik (4.330 ft/menit)
* Berat sayap: 137,7 kg/m² (28.2 lb/ft²)
* Berat dorongan: 0,26

Persenjataan :
* Senjata: kanon 2 x 30 mm MK 108
* Roket: Roket R4M
* Bom: bom berbobot 2 x 500 kg (1.100 lb)


Sumber :
www.channel.nationalgeographic.com
www.en.wikipedia.org
www.greyfalcon.us
www.ipmsstockholm.org
www.luft46.com
www.richard.ferriere.free.fr
www.ww2aircraft.net


Sunday, May 23, 2010

Foto Berwarna Satu-Satunya Dari Peristiwa Penyerahan Jerman Dalam Perang Dunia II


Foto berwarna yang diambil dari kejauhan dan di balik rerimbunan ini mengabadikan saat ketika Komando Tinggi Jerman datang untuk menyerah kepada Montgomery, di pagi hari musim semi yang cerah tanggal 3 Mei 1945


Ronald Playforth secara diam-diam mengambil empat buah foto berwarna, yang kini secara resmi tercatat sebagai foto berwarna SATU-SATUNYA dari peristiwa penyerahan Jerman ke tangan Sekutu


Oleh : Alif Rafik Khan

Satu-satunya foto berwarna dari peristiwa penyerahan Jerman dalam Perang Dunia II yang diambil oleh seorang juru tulis rendahan yang bersembunyi di balik pohon telah muncul 64 tahun kemudian setelah peristiwa tersebut!

Pria tersebut bernama Ronald Playforth, yang telah secara cerdik mengambil gambar dari salah satu peristiwa paling bersejarah di abad ke-20 setelah mengendap-endap ke rerumpunan sebuah pohon yang menghadap ke TKP.

Dengan kamera yang berada dalam genggamannya, dia mengabadikan momen dimana Field Marshall Bernard Montgomery menyambut para perwira tinggi Jerman di luar tenda yang menjadi markas besar sementaranya.

Meskipun jelas-jelas telah terkalahkan dan hanya beberapa hari setelah peristiwa bunuh diri sang Führer, foto yang belum pernah terpublikasikan sebelumnya ini memperlihatkan penampilan para perwira Jerman yang seakan tanpa cela dan tetap "menakutkan" dalam balutan jaket kulit dan sepatu boot-nya.

Sampai saat itu, satu-satunya foto yang merekam kejadian bersejarah tersebut adalah foto hitam-putih resmi yang disimpan di Imperial War Museum.

Playforth tetap menyimpan fotonya yang berharga tersebut, bersama-sama dengan tulisan tangan yang memuat pidato Montgomery yang ditulis pada bulan Maret 1945 untuk menyemangati para prajurit Inggris dalam serbuan terakhir mereka ke tanah Jerman.

Benda bersejarah tersebut tetap berada dalam koleksi pribadi keluarga Playforth dari sejak pengambilannya, dan sampai saatnya terpublikasikan untuk pertama kalinya setelah dijual dalam sebuah pelelangan.

Andrew Aldridge, tukang lelang dari balai lelang Henry Aldridge di Devizes, Wilts, berkata: "Playforth sangat tahu bahwa ia akan menjadi saksi dari salah satu peristiwa bersejarah paling penting di abad ke-20. Sayangnya, pangkatnya terlalu rendah untuk hadir dalam peristiwa tersebut, sehingga ia memutuskan untuk merangkak ke balik sebuah pohon dan rerimbunan yang berada di sekitar tenda markas besar, dan mengambil empat buah foto menggunakan slide berwarna yang dimilikinya."

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah satu-satunya foto berwarna yang berasal dari peristiwa ini, sementara yang lainnya adalah hitam-putih. Karena format berwarnanya itu lah, maka ia telah menambahkan dimensi ketiga dari peristiwa tersebut dan seakan membawanya menjadi nyata."

Pada tahun 1944 Ronald Playforth adalah seorang Staff Sergeant Major dan menjadi juru tulis dari Montgomery. Dia berada di samping tuannya dari sejak D-Day sampai dengan berakhirnya peperangan.

Pada bulan Mei 1945 dia bertugas di markas besar Montgomery di Luneburg Heath dekat Hamburg, ketika para perwira komando tinggi Nazi datang untuk menandatangani surat-surat penyerahan Angkatan Bersenjata Jerman di Eropa.

SSM Playforth membuat dirinya 'tak terlihat' dan segera bersembunyi di hutan yang berlokasi hanya 30 yard dari tempat pertemuan Jerman-Inggris.

Fotonya memperlihatkan Generaladmiral Hans-Georg von Friedeburg, anggota paling senior dari delegasi Jerman, General der Infanterie Eberhard Kinzel, Kepala Staff AD Jerman di Baratlaut, dan Major Friedl, seorang komandan Gestapo dengan tinggi menjulang 6 kaki 6 inci.

Para delegasi Nazi tersebut diterima oleh Montgomery, yang memakai baret hitam dan seragam Angkatan Darat seperti yang selama ini menjadi kebiasaannya, sebelum mereka semuanya memasuki sebuah tenda yang akan menjadi tempat penandatanganan surat penyerahan.

Di hari sebelumnya, Montgomery telah menyerahkan formulir yang berisi perintah menyerah tanpa syarat kepada delegasi yang sama dan di tempat yang sama.

Ketika pihak Jerman berusaha bernegosiasi, dilaporkan bahwa Montgomery telah mengingatkan mereka secara berapi-api, dengan bahasa sinis dan to-the-point yang menjadi ciri khasnya, akan peristiwa pemboman Coventry dan horor di Bergen-Belsen.

Delegasi tersebut kembali untuk melapor ke markas besarnya, dan Großadmiral Karl Dönitz, pengganti Hitler, memberi izin untuk penandatanganan surat penyerahan yang diajukan Sekutu, yang mereka lakukan keesokan harinya di tanggal 4 Mei 1945.

Ketika semuanya telah usai, diceritakan bahwa Montgomery berselonjor dengan santai di kursinya dan berbicara: "Dengan ini penyerahan telah selesai". Dua dari anggota delegasi Jerman - Kinzel dan Friedeburg - kemudian melakukan bunuh diri secara terpisah beberapa minggu kemudian dengan menelan pil sianida, sementara Friedl tewas dalam sebuah kecelakaan mobil.

Setelah perang usai, SSM Playforth meninggalkan ketentaraan dan bekerja di pemerintahan lokal sebelum menjadi seorang manager di ICI. Dia meninggal dunia pada tahun 1994 ketika usianya telah menginjak 70-an.

Empat foto berwarna dan pidato tulisan tangan yang dimilikinya diwariskan kepada keluarganya yang masih hidup.

Salah satu bagian dari pidato Montgomery, yang dipublikasikan di Soldier Magazine terbitan tahun 1945, berisi: 'Sudah tak mungkin bagi Jerman untuk memenangkan perang ini. Kemenangan hanya untuk Sekutu, kemenangan yang absolut dan pasti. Kita berperang di tanah Jerman dan kita telah memasuki ring untuk menjalani ronde terakhir. Tak ada batasan waktu untuk ronde kali ini, karena kita akan lanjut terus sampai musuh kita menyerah'. Pidato tersebut diberikan kepada SSM Playforth, yang tetap menyimpannya setelah terlebih dahulu mengetik salinannya.

Aldridge berkata: "Kami mengharapkan bahwa benda ini akan mendatangkan banyak peminat, dari kolektor pribadi sampai musium militer."

Harga perkiraan bagi kedua benda ini berkisar antara £1.000 sampai dengan £1.500 masing-masing, dan acara lelangnya sendiri diadakan pada hari Sabtu tanggal 19 September 2009.


Sumber :
www.dailymail.co.uk


Friday, May 21, 2010

Wehrpass, Dokumentasi Calon Tentara Jerman

Oleh : Alif Rafik Khan

Wehrpass adalah buku dokumentasi yang bisa dibilang lengkap dan dibagikan kepada para wajib militer tentara Jerman pada saat mendaftar masuk Wehrmacht, dan tetap disimpan oleh si pendaftar sampai waktunya dia diterima masuk dan resmi menjadi soldat. Pada saat inilah dia mengembalikan Wehrpass-nya dan digantikan oleh Soldbuch. Terus bagaimana dengan nasib Wehrpass dia? Tetap ada kok, dan disimpan oleh unit tempat si prajurit bertugas.

Wehrpass hanya akan dikembalikan kepada pemiliknya apabila dia telah menyelesaikan masa wajib militernya dan keluar dari ketentaraan untuk menjadi orang sipil kembali (setelah semua catatan pribadinya ditransfer ke Wehrstammbuch). Dia diwajibkan untuk tetap menyimpan itu Wehrpass sampai usia 60 tahun. Bila si pemilik kemudian ternyata meninggal atau hilang dalam tugas ketika sedang menjalani wamilnya, maka Wehrpass kepunyaannya akan dikirimkan kepada ahli waris yang bersangkutan melalui kantor perekrutan si prajurit waktu pertama kali masuk.

Jumlah 54 halaman yang terdapat di antara kedua cover depan-belakang berwarna abu-abu dari Wehrpass menyimpan semua data karir militer si pemilik secara kronologis. Catatan yang begitu runut dan mendetail tersebut di antaranya adalah : unit tempat bertugas, pertempuran, medali, luka-luka dan sakit, promosi pangkat, dan hal-hal lainnya. Di bungkus bagian dalam dokumen terdapat sebuah ruang kosong untuk tempat menyimpan koleksi dokumen pribadi, sedangkan foto si pemilik terdapat di halaman pertama. Dalam foto ini, biasanya dia masih terbungkus pakaian sipil, kecuali bila dia sudah pernah terdaftar sebagai anggota militer ketika panggilan wamil datang.

Semua cabang Wehrmacht sama-sama menggunakan Wehrpass dengan sedikit perbedaan di masing-masingnya. Nama cabang itu sendiri (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine atau Waffen-SS) tertulis di dalam sebuah kotak yang berada di cover buku.

Pada dasarnya, terdapat tiga tipe Wehrpass dengan cover yang berbeda-beda - awal, pertengahan dan akhir perang. Wehrpass yang dibuat di awal perang mempunyai lambang elang dengan style Wehrmacht (sayap menutup ke bawah), sedangkan di pertengahan dan akhir perang, sayapnya menjadi terbuka.

Bagi yang masih pusing dengan keterangan di atas, saya sertakan sebuah contoh Wehrpass milik Nikolai Clausen. Tahukah anda siapa dia? Dia adalah manusia dan bukan jin.


Sampul Wehrpass pra-Perang Dunia II kepunyaan Niko Clausen dengan tulisan KRIEGSMARINE terpasang di bawah dan lambang elang Wehrmacht dengan sayap tertutup


Nomor militer dan nama lengkap


Halaman tempat menaruh foto diri lengkap beserta tandatangan


Data pribadi :
1. Nama keluarga : Clausen
2. Nama pertama : Asmus Nikolai
3. Tanggal lahir : 2 Juni 1911
4. Tempat lahir : Flensburg, Schleswig
5. Kebangsaan : Reich Jerman
6. Agama : Evangelical
7. Status keluarga : Menikah
8. Pekerjaan : ?
9. Orangtua : - Ayah: Asmus Clausen. Pekerjaan: petani. Meninggal: 29 Mei 1936
- Ibu: Magda Clausen. Nama gadis: Palaudt

Promosi :
1 Oktober 1931 : Obermatrose
1 Oktober 1933 : Matrosengefreiter
1 November 1933 : Bootsmannmaat
1 September 1935 : Obersteuermannsmaat
1 Mei 1937 : Fähnrich zur See
1 Oktober 1937 : Oberfähnrich zur See
1 Juli 1938 : Leutnant zur See
1 April 1939 : Oberleutnant zur See
1 Januari 1941 : Kapitänleutnant


Tugas militer
Medali dan Penghargaan
D.A. 2nd Class (D.A. ini entah apa maksudnya. Dodol Arut?)
Iron Cross 2nd Class - 28 Februari 1940
Iron Cross 1st Class - 10 Juni 1940
U-Boat War Badge - 18 April 1940
Knight's Cross of the Iron Cross - 13 Maret 1942


Aktifitas dalam perang, penugasan, konflik dan penghiburan
Tanggal dan jumlah hari ketika bertugas di lautan tercatat disini, dan tulisan bahwa dia bertugas di unit U-boat


Petugas pengisian Wehrpass dari Heer. Dari tampangnya yang suntuk, sepertinya dia baru saja mendapat tugas berat untuk meng-update Wehrpass seluruh anggota batalyon! Yang juga menarik dari foto ini adalah "hadirnya" botol minuman keras BOL'S di mejanya, yang menjelaskan mengapa sebagian besar Wehrpass dibuat dengan tulisan tangan yang jeleknya minta ampun! Juga perhatikan foto wanita dengan bikini di sebelah kanan. Intinya... petugas ini jelas-jelas punya hal lain di pikirannya selain update Wehrpass! lol


Dua orang petugas administrasi pengisian data-data Wehrpass dan Soldbuch dari Heer


Kalau yang ini petugas administrasi Luftwaffe sedang bekerja meng-update data Wehrpass



Sumber :
www.collectinghistory.net
www.wehrmacht-awards.com

Foto Feldgendarmerie (Polisi Militer)

HEER


Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua


Seorang Feldgendarmerie (Polisi Militer) mengarahkan sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.H ke lokasi yang telah ditentukan, di sebuah tempat di Front Timur. Panzer tersebut teridentifikasi sebagai Ausf.H dengan melihat pada pintu keluar komandan model baru yang terpasang di turetnya, begitu pun tampilan bagian belakang turet yang berbeda dari model-model sebelumnya. Model H juga memperkenalkan transmisi baru serta penggerak versi akhir, yang otomatis membutuhkan dudukan penggerak yang berbeda pula. Perhatikan rambu petunjuk arah di sebelah kiri yang berada di depan panzer! Diantara simbol yang terpajang adalah insignia 7. Panzer-Division yang berbentuk "Y". Rambu lain yang terpasang di pepohonan lebih ke tengah memperlihatkan insignia "XX" yang merupakan simbol dari 6. Panzer-Division. Keduanya adalah insignia versi pasca-1941 yang digunakan oleh kedua divisi lapis baja tersebut


Seorang anggota Feldgendarmerie (Polisi Lapangan) dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" bersama dengan beberapa orang prajurit Rumania memeriksa sisa-sisa pesawat Soviet yang tak lama sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Târgu Frumos, Rumania, antara tanggal 2-8 Mei 1944. Uniknya, dari bentuk rongsokannya diketahui bahwa pesawat tersebut bukanlah buatan Rusia melainkan dari jenis Bell P-39 Airacobra buatan Amerika yang dihibahkan ke Angkatan Udara Uni Soviet sebagai bagian dari perjanjian Land-Lease. Yang lebih asyik lagi, si anggota Feldgendarmerie memakai ringkragen (gorget) Wehrmacht dengan tambahan insignia "GD" di atasnya! Dari buku "Uniforms and Insignia of the Grossdeutschland Division" karya Scott Pritchett diketahui bahwa hanya ada dua contoh dari ringkragen model ini yang diketahui: satu relic yang didapatkan di wilayah Rzhev (dan diperlihatkan di buku tersebut), dan satu lagi yang masih dalam kondisi bagus dan kini menjadi milik salah satu kolektor di Eropa. Foto ini sendiri dibuat oleh Theodor Scheerer dari KBZ HGr. Südukraine (Kriegsberichter-Zug Heeresgruppe Südukraine)


 
 Diambil di front Murmansk, Rusia utara. Para Feldgendarmerie ini bisa jadi berasal dari 2. atau 6. Gebirgs-Division, dan mungkin juga Feldgendarmerie yang bertugas dengan XIX. Gebirgskorps


Feldgendarmerie (Polisi Militer) dari Heer dengan motor Zündapp K800 bersespan mereka di wilayah tengah Rusia bulan Juli 1941. Wilayah ini sangat rawan dengan sergapan gerilyawan musuh, sehingga diperlukan papan peringatan akan bahaya partisan yang berbunyi "Partisanen-Gefahr von Welish nach Ußwjati. Einzelfahrzeuge halt!..." (bahaya-Partisan. Dari Welisch ke Ußwjati. Kendaraan tunggal berhenti! Jalan hanya untuk dua kendaraan atau lebih. Siagakan senjata anda!). Foto oleh Kriegsberichter Trautvetter dari Propaganda-Kompanie (PK) 612


Pemakaman anggota Feldgendarmerie. Foto ini begitu menyentuh, semata karena terlihat betapa para prajurit ini begitu kehilangan teman mereka yang telah gugur (perhatikan wajah-wajah mereka yang murung tanpa dibuat-buat!). Perhatikan pula prajurit di paling kanan, yang matanya sembab mungkin habis menangis!



Feldgendarmerie dari SV 287/288 di Afrika Utara



Harusnya foto ini saya masukkan ke postingan tentang foto-foto lucu Nazi, tapi nggak apa-apa lah saya pampangin disini : 'pertempuran' seru antara dua Feldgendarmerie!


Bangga banget nih si bapak Feldgendarmerie pas difoto di atas tank musuh yang sudah terbengkalai. Kayaknya dia pasti ngirimin nih foto ke istrinya di kampung halaman dengan catatan : bukan Bapak kok yang ngancurin tank ini!



Nggak dimana dimana, yang namanya cowok pasti demen banget difoto sama cewek, termasuk Feldgendarmerie yang berpose bersama wanita-wanita yang (kemungkinan besar) berasal dari negara jajahan ini!


Seorang Feldgendarmerie berfoto di Rusia Selatan dengan tank Lorraine hasil rampasan



Feldgendarmerie dari Divisi Panzer ke-19



Surat Wehrdienst (pelayanan/wajib militer) milik anggota Feldgendarmerie

-----------------------------------------------------------

 LUFTWAFFE


Feldgendarmerie Fallschirmjäger di Normandia tahun 1944, lengkap dengan ringkragen (gorget) di leher mereka

-----------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI

 
Foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Weill ini diambil pada tanggal 6 April 1941 di perbatasan Bulgaria-Macedonia saat Infanterie-Regiment (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) menyeberangi perbatasan Yugoslavia sebagai bagian dari XL. Armeekorps yang ikut serta dalam Unternehmen 25 atau Balkanfeldzug (invasi Jerman atas wilayah Balkan). Korps tersebut melintasi perbatasan dari arah Bulgaria melalui jalur Kyustendil - Kriva Palanka - Blagoevgrad - Carevo Selo (saat ini bernama Delčevo). Regimentskommandeur SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich berpose untuk kepentingan propaganda bersama anakbuahnya dengan diiringi oleh perwira serta prajurit Bulgaria... dan juga seekor keledai! Momen tersebut ikut diabadikan oleh awak film dengan komen mengolok-olok: "Hanya keledai yang masih tertarik oleh selebaran yang dikeluarkan oleh pihak berwenang di Beograd!" (selebaran dimaksud diletakkan di mulut keledai oleh salah seorang prajurit SS). Terlihat pula beberapa tokoh lain yang bisa dikenali dari beungeutnya: SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), dan SS-Hauptsturmführer Gunter d'Alquen (Leiter der Propagandatruppe der Waffen-SS)


Polisi Militer Waffen-SS bersama dengan tawanan Inggris di Prancis tanggal 21 Juni 1944


Feldgendarmerie dari SS sedang menanyai prajurit Heer (Angkatan Darat)


SS-Feldgendarmerie "Reich". Perhatikan orang di sebelah kanan... Kayaknya ini bapaknya Arnold Schwarzenegger nih! Dahsyatnya lagi, ternyata setelah dicari-cari, ayah kandung dari aktor pemeran Terminator (namanya Gustav Schwarzenegger) ini memang adalah veteran prajurit Wehrmacht dalam Perang Dunia II, dan bertugas di unit Feldgendarmerie pula! Meskipun memang bukan di SS sih, melainkan di Feldgendarmerie-Abteilung 521 (mot.), yang merupakan bagian dari Panzergruppe 4 (kemudian berganti nama menjadi Panzerarmee 4). Pangkat terakhirnya adalah Hauptfeldwebel



Foto Feldgendarmerie yang diambil dari cover Illustrierte Beobachter (Illustrated Observer) terbitan 31 Juli 1941


Feldgendarmerie dari Divisi Gunung SS Handschar. Disertakan pula gambar-gambar yang berhubungan dengan seorang Feldgendarmerie : logo elang polizei, halsberge ('kalung' besar yang dipakai di leher. Karena inilah para prajurit Jerman yang tidak menyukai Feldgendarmerie sering menjuluki mereka "kettenhund/chain dogs" atau anjing rantaian!). Terakhir yang di bawah yang merupakan tongkat pembantu mengatur lalu lintas namanya adalah Winkerwelle



Yang ini adalah Feldgendarmerie Hundeführer. Hunde berarti anjing, sedangkan führer berarti pemimpin. Nah, anda artikan sendiri bahasa Indonesianya!

-----------------------------------------------------------

NSDAP


Dalam foto ini kita bisa dengan jelas melihat gorget dan logo Landesverband di lengan






Sumber :

Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" by Frank V. De Sisto
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org

www.detektorweb.cz 
www.kriegsberichter-archive.com
www.wehrmacht-awards.com