Sunday, June 19, 2016

Kunjungan Adolf Hitler ke Finlandia



Pada tanggal 4 Juni 1942 Adolf Hitler secara rahasia mengadakan kunjungan ke Finlandia untuk bertemu dengan Carl Gustaf Mannerheim (Panglima Angkatan Bersenjata Finlandia) sekaligus mengucapkan selamat secara pribadi kepada sang Marsekal yang baru saja berulangtahun yang ke-75 di hari itu. Mannerheim sendiri memutuskan untuk tidak menyambut Hitler di markas besarnya karena akan terlihat seperti kunjungan resmi dan, tentunya, menarik banyak wartawan untuk datang. Karenanya, pertemuan dilangsungkan di Imatra yang berada di selatan Finlandia. Di lapangan terbang Immola, Hitler disambut oleh Risto Ryti yang merupakan Presiden Finlandia. Selanjutnya rombongan berangkat ke kereta api pribadi Mannerheim untuk makan siang bareng sekaligus bernegosiasi. Bersama sang Führer kita bisa melihat para pejabat tinggi Jerman: Walther Hewel, Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Hans-Jürgen Stumpff, General der Gebirgstruppe Eduard Dietl, Nicolaus von Below, Hans Baur, Karl Jesko von Puttkamer. Foto-foto ini diambil dari situs www.sa-kuva.fi.















































































































































Thursday, June 9, 2016

Foto Fliegererkennungszeichen (Bendera Identifikasi)

 Unternehmen 25: konvoy kendaraan lapis baja (terlihat diantaranya adalah Sd.Kfz.251 dan Panzer II) dari 11. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) / XIV Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee melewati kendaraan-kendaraan yang rusak serta truk yang terbakar, yang merupakan kepunyaan dari AD ke-5 Yugoslavia di Niš, sebuah kota Serbia yang terletak di pinggiran sungai Morava. Empat hari kemudian - setelah awalnya kampanye militer yang mudah tapi kemudian berubah menjadi lebih sulit dan penuh rintangan - divisi pimpinan Generalleutnant Ludwig Crüwell tersebut berhasil mencapai Beograd, ibukota Yugoslavia. Dalam berita propaganda tentang pergerakan unit ini yang kemudian dipublikasikan, pasukan pertahanan Yugoslavia digambarkan sebagai satuan-satuan militer yang tidak kompeten serta mudah untuk ditaklukkan. Tapi khusus untuk pihak yang bertahan di sekeliling Beograd, mereka mendapat 'penghormatan' khusus: "Harus kami akui bahwa mereka memanfaatkan alam sekitar dengan maksimal, dan mempertahankan ibukota mereka dengan penuh determinasi dan keberanian". Foto ini diambil pada tanggal 9 April 1941 oleh Kriegsberichter Artur Grimm dari Propaganda-Kompanie (PK) 691


  Demi mencegah ditembaki karena dianggap tank musuh oleh pesawat Luftwaffe yang melintas, para awak Panzerkampfwagen III Ausf.J ini melambai-lambaikan bendera identifikasi udara mereka ke arah langit. Baluran cat kamuflase putih pada panzer satu ini tampaknya telah banyak terkikis: perhatikan bahwa wilayah kosong di sekitar tempat menyimpan cadangan rantai tank di bagian samping kubah masih belum tersentuh oleh warna putih. Foto ini sendiri diambil Kriegsberichter Schmidt-Schaeder pada bulan Maret 1942


 Sebuah Sd.Kfz.223 milik Aufklärungs-Abteilung 29 / 29.Infanterie-Division (mot.) di dekat Kwassuy/Smolensk, musim panas 1941. Kendaraan lapis baja ringan bertenaga mesin Horch V-8 ini dipersenjatai dengan sebuah MG 34 dan mempunyai kemampuan cross-country sampai 200km. Dalam foto ini tampak bagian kompartemennya ditutupi dengan sebuah bendera swastika besar yang berfungsi sebagai pengenal bagi pesawat-pesawat Luftwaffe di atas


 Tiga orang prajurit dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" menghentikan kendaraan mereka saat melihat sebuah piano yang ditinggalkan oleh penghuninya di pinggir jalan. Salah seorang diantaranya - yang ternyata mempunyai keahlian bermain piano - kemudian melakukan konser dadakan di hadapan teman-temannya. Mereka memakai, dari kiri ke kanan: jaket parka musim dingin, baju pelapis kamuflase, dan seragam hitam panzer. Perhatikan bendera swastika yang dipasang di kap depan  Kübelwagen yang dimaksudkan sebagai pengenal bagi pesawat udara Luftwaffe. Foto ini diambil di Kharkov (Ukraina) pada bulan Maret 1943 tak lama setelah pasukan Jerman berhasil merebut kota tersebut dari tangan Tentara Merah
 

Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto
www.5sswiking.tumblr.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bandenkampf.blogspot.com
www.instahlgewittern.com 
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Thursday, May 26, 2016

Foto 34. Infanterie-Division

Foto bersama para anggota 34. Infanterie-Division di Front Italia, tepatnya di wilayah Bordighera (tak jauh dari Ventimiglia), bulan Oktober 1944. Divisi tersebut tercatat berada di sekitar Bordighera periode Oktober-November 1944. Para anggotanya mengenakan strap merah kecil di schulterklappen mereka yang membedakannya dari unit-unit Wehrmacht lain. Sekarang kita beralih ke bagian identifikasi: Pria botak berkacamata yang duduk di tengah adalah Hauptmann Hans Augustin (Chef 14.[Panzerjäger]Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 253) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Oktober 1943. Di foto pertama dia diapit oleh dua orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz); yang kiri adalah Leutnant Kaspar Harscheidt (Zugführer di 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 253) yang mendapatkan Ritterkreuz tanggal 31 Agustus 1943, sementara yang kanan adalah Unteroffizier Friedrich Glaser (Richtschütze di 14.[Panzerjäger]Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 253) yang mendapatkan Ritterkreuz tanggal 2 November 1943. Bintara dengan dua Panzervernichtungsabzeichen di lengannya adalah Sanitäts-Oberfeldwebel Jakob Brüggen. Di foto pertama dia duduk nomor dua dari kanan, sementara di foto kedua berdiri paling kiri


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Friday, May 13, 2016

Foto Unternehmen / Operation Weserübung

Pasukan terjun payung Jerman dari Fallschirmjäger-Regiment 1 (FJG 1) beristirahat untuk menggalang kekuatan kembali demi menghadapi kemungkinan serangan balasan musuh di lapangan terbang Fornebu, Bærum (Norwegia), bulan April 1940. Beberapa saat sebelumnya mereka berhasil merebut wilayah sekitarnya dari tangan pasukan yang bertahan selama berlangsungnya Unternehmen Weserübung (Operasi Latihan-Weser) - invasi militer Jerman atas Norwegia. Pada tanggal 9 April 1940 pasukan Wehrmacht menyerang secara bersamaan negara Denmark dan Norwegia. Memegang kendali atas Norwegia merupakan hal yang penting bagi Hitler karena tiga alasan: mengamankan pantai utara sebagai bagian dari benteng pertahanan Atlantik; sebagai pangkalan dari unit-unit angkatan laut (termasuk U-boat yang mentargetkan jalur lalulintas pelayaran Sekutu di Atlantik Utara), serta mengamankan pasokan bijih besi dari Swedia melalui pelabuhan Narvik. Foto diambil oleh Willi Ruge


Sumber :
www.bag-of-dirt.tumblr.com