Sunday, October 20, 2013

Album Foto Panzerschreck / Raketenpanzerbüchse /Ofenrohr

 Foto ini memperlihatkan seorang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang mengoperasikan sebuah Panzerschreck (Teror Tank) di front Narva tahun 1944. Senjata satu ini terdiri dari sebuah tabung metal yang menembakkan proyektil kosong berpendorong roket dengan kepala peledak anti-tank. Fungsi perisai di depan adalah untuk melindungi si penembak dari semburan bagian belakang roket saat ditembakkan


Seorang Grenadier Heer berpangkat Obergefreiter (Kopral) dengan Panzerschreck alias Raketenpanzerbüchse 54 (RPzB.54) di Metz, Lorraine (Prancis), tanggal 27 Oktober 1944. Dia adalah veteran dari begitu banyak pertempuran, yang terlihat dari medali-medali yang terpasang di seragamnya, dari atas ke bawah: Nahkampfspange in Bronze, pita Eisernes Kreuz II.Klasse dan Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), Eisernes Kreuz I.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, dan Verwundetenabzeichen. Yang menarik adalah ekspresinya, yang sering disebut orang bule sebagai "1,000 yard stare"! Foto hasil karya Kriegsberichter Schürer ini pertama kali dipublikasikan tanggal 10 November 1944


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.militarymodels.co.nz

Saturday, October 19, 2013

Album Foto 82. Infanterie-Division

Penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Wilhelm Krieger (Zugführer 1.Kompanie/Grenadier-Regiment 168/82.Infanterie-Division/LIX.Armeekorps/1.Panzerarmee/Heeresgruppe Nordukraine) pada tanggal 4 Juni 1944. Foto diambil di Elisabethkirche (Gereja Elisabeth) di Marburg, Hesse (Jerman)

-----------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Oberst im Generalstab der Reserve Paul Adam (23 Maret 1892 – 30 November 1969) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 April 1943 sebagai Major der Reserve dan Führer Grenadier-Regiment 158 / 82.Infanterie-Division / XIII.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet bulan Mei 1945 di Kantung Kurland dan baru dibebaskan tahun 1948. Medali lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (3 Februari 1915) dan I.Klasse (15 April 1918), Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918 (29 Desember 1934), 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (26 September 1939) dan I.Klasse (20 Juli 1941), 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (5 Juli 1940) dan in Silber (14 Oktober 1944), Allgemeines Sturmabzeichen (17 Januari 1942) dan Ärmelband Kurland (5 Mei 1945)


Sumber :

Foto 44. Infanterie-Division / Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"

(44.) Reichsgrenadier-Division Hoch und Deutschmeister (HuD) dibentuk pada tanggal 1 Juni 1943 dan merupakan penamaan ulang dari 44. Infanterie-Division yang dibentuk kembali setelah hancur lebur di Stalingrad bulan Januari 1943. Tak lama setelah didirikan, divisi yang beranggotakan orang-orang Austria ini diberi tugas untuk melucuti pasukan Italia di utara negara tersebut yang dikhawatirkan akan menyerahkan diri pada pasukan Sekutu bulan September 1943. Dari bulan Agustus s/d September 1943, schwere Panzer-Kompanie/Tigergruppe Meyer diperbantukan pada divisi ini dan berkekuatan delapan buah tank berat Tiger I. Setelah terlibat konfrontasi dengan para Partisan di wilayah Gärz dan Fiume, HuD dikirim ke selatan Italia dimana mereka akan tinggal selama lebih dari setahun. Setelah beristirahat singkat, divisi ini langsung diterjunkan ke medan perang Hungaria untuk menghadapi Tentara Merah sambil bergerak mundur ke Austria. Divisi ini berhasil menghindari penangkapan oleh pasukan Soviet dan lebih memilih untuk menyerahkan diri pada pasukan Amerika pada tanggal 10 Mei 1945

-----------------------------------------------------------------------------

DIVISIONSKOMMANDEUR

ALBRECHT SCHUBERT (1 April 1938 - 1 Oktober 1939)
General der Infanterie Albrecht Schubert (23 Juni 1886 – 26 November 1966) dilahirkan di Glatz, Silesia (sekarang menjadi Kłodzko di Polandia), dari sebuah keluarga terpandang disana. Pada tahun 1904 dia bergabung dengan Kaiserliche Armee dan bertugas untuk pertama kalinya di Infanterie-Regiment Prinz Louis Ferdinand von Preußen (2. Magdeburgisches) Nr.27. yang bermarkas di Magdeburg. Pada saat Perang Dunia I pecah di tahun 1914 dia sudah berpangkat Leutnant, dan tak lama kemudian menjadi Hauptmann di tahun yang sama. Dalam perang besar pertama tersebut, Schubert bertugas bersama Grenadier-Regiment Kronprinz (1. Ostpreußisches) Nr.1, 21. Reserve-Infanterie-Brigade, 4. Landwehr-Division, 11. Infanterie-Division, dan sebagai perwira staff di 202. Infanterie-Division. Setelah perang usai dia tetap mengabdi di Reichswehr dan ditempatkan di Stettin bersama dengan 2. Division, dan kemudian dengan 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment. Schubert dipromosikan sebagai Major pada tahun 1926, disusul dengan Oberstleutnant pada tahun 1931 dan Oberst tahun 1933. Tiga tahun kemudian dia menjadi Komandan Infanterie-Regiment 12. Setelah Hitler naik ke tampuk kekuasaan, karir sang perwira meningkat dengan pesat. Pada bulan April 1936 dia naik pangkat menjadi Generalmajor, dan pada bulan Maret 1938 sudah menjadi Generalleutnant. Bulan selanjutnya Schubert menjadi Komandan 44. Infanterie-Division, yang kemudian dia pimpin dalam penyerbuan ke Polandia saat Perang Dunia II pecah di bulan September 1939. Pada bulan Oktober tahun yang sama dia ditarik dari tugas di front untuk menjadi perwira cadangan, meskipun tak lama kemudian bertugas kembali sebagai perwira aktif sebagai Komandan XXIII. Armeekorps. Dalam posisi barunya ini, Schubert ambil bagian dalam penyerbuan ke Prancis tahun 1940. Tak lama sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa, dia dipromosikan menjadi General der Infanterie dan Korps-nya dipindahkan ke wilayah Prusia Timur. Pada tanggal 17 September 1941 Schubert dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXIII. Armeekorps. Pada bulan Mei 1942 dia untuk sementara menjadi Panglima 9. Armee, tapi tak lama kemudian ditarik kembali dari tugas aktif di musim panas tahun yang sama. Pada tahun selanjutnya dia menjadi Komandan XI. Armeekorps yang berpangkalan di Hannover. Sampai dengan Perang Dunia II berakhir, Schubert bertugas di berbagai posisi staff di Wina, yang jauh dari kecamuk medan pertempuran. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Ritterkreuz des Königlich Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; kaiserlich und königlich Militär-Verdienstkreuz I.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern ; Königlich Bayerischer Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern; Herzoglich Sachsen-Meiningisches Kreuz für Verdienste im Krieg; Königlich Württembergischer Friedrichs-Orden, Ritterkreuz I.Klasse mit Schwertern; Hamburger Hanseatenkreuz; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnungen; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Januari 1943)

-----------------------------------------------------------------------------

Generalleutnant Friedrich Siebert (kanan, Kommandeur 44. Infanterie-Division) dan Oberstleutnant Arthur Boje (Kommandeur Infanterie-Regiment 134 / 44.Infanterie-Division) di Front Timur selama berlangsungnya fase pemuka Unternehmen Barbarossa - penyerbuan Jerman atas Rusia - bulan Juni 1941. Keduanya akan dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes saat masih mengabdi di posisi dan unit yang sama: Siebert pada tanggal 18 November 1941, sementara Boje tanggal 5 Februari 1942. Dalam foto ini Jenderal Siebert mengenakan fliegerbrille (gogel penerbang) model pertama, yang pada awalnya hanya dikenakan oleh awak udara Luftwaffe tapi kemudian pemakaiannya menyebar ke unit-unit Wehrmacht lainnya


  Truppenübungsplatz (Tempat Pelatihan) "Maria Ter Heide" di Antwerp (Belgia) merupakan lokasi yang dipilih sebagai ajang penggemblengan para anggota 44. Infanterie-Division yang dibentuk kembali tak lama setelah musnah di Stalingrad awal tahun 1943. Sebagai penghargaan atas aksi heroik mereka di kota itu, Hitler menganugerahkan nama baru kepada divisi yang beranggotakan orang-orang Austria tersebut: Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"


Generalleutnant Dr. jur. Franz Beyer (Kommandeur Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister") menyalami para perwira staff divisinya untuk menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerjakeras mereka dalam membentuk kembali divisi tersebut yang sebelumnya telah hancur di Stalingrad. Berbaris dari kiri ke kanan: Oberfeldarzt Dr. Matzen, EvKrgsPf Fürle, 3 dan 4 tidak dikenal, Major i.G. Ilking (Ib), Oberstabsveterinär Dr. Strubelt, Oberstleutnant Rusche, dan Major Vesenmeyer (IIa)


 Komandan kompi Oberleutnant Hans Ehrenberger (1 Januari 1906 - 18 Mei 1945) dari Grenadier-Regiment 132 / Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister" membaca sesuatu di tengah-tengah anakbuahnya. Foto diambil di Truppenübungsplatz (Tempat Pelatihan) "Maria Ter Heide" di Antwerp (Belgia), awal tahun 1943. Ehrenberger nantinya meninggal hanya beberapa hari setelah perang usai sebagai Hauptmann dan Bataillonskommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 132 / 44. Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"


Salah satu dari delapan buah Panzerkampfwagen VI Tiger I Ausf.E milik Tigergruppe Meyer di bulan Agustus 1943. Dia diberi nama "Stroich" (Pengembara), dan menggunakan cat dasar kuning gelap yang dikamuflasekan dengan warna hijau zaitun dan, kemungkinan besar, garis merah-coklat di sekelilingnya. Tidak seperti unit-unit panzer lainnya, Tiger-Tiger yang tergabung dalam unit tempur kecil ini (dua Zug dengan masing-masing empat Tiger) hanya menggunakan turmnummer (nomor kubah) dengan penomoran satu digit saja (dan bukan tiga seperti biasanya). Lambang perisai yang dihiasi oleh Baltenkreuz (Salib Jerman) di lapisan baja depan merupakan penanda Tigergruppe Meyer karena selama bulan Agustus s/d September 1943, schwere Panzer-Kompanie/Tigergruppe Meyer di-BKO kan ke (44.) Reichsgrenadier-Division Hoch und Deutschmeister (HuD) untuk keperluan pelucutan tentara Italia setelah menyerahnya negara sekutu Jerman tersebut ke tangan Sekutu bulan September 1943. Lambang dari Divisi HuD sendiri adalah Baltenkreuz


 Sebuah sterbebild (kartu kematian) untuk Wachtmeister Laurenz Wimmer dari (44.) Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister, yang gugur di medan perang Italia pada tanggal 14 Agustus 1944 dalam usia 32 tahun. Selama karir kemiliterannya, bintara kelahiran 25 Mei 1912 ini telah dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse, Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber, Verwundetenabzeichen, serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Sterbebild ini telah salah menyebutkan medali Infanterie-Sturmabzeichen in Silber dalam keterangannya, sementara penampakan fotonya jelas-jelas menunjukkan Allgemeines-Sturmabzeichen!). Pangkat Wimmer disebut sebagai Wachtmeister - yang merupakan kepangkatan di unit-unit artileri - sementara seharusnya pangkat yang benar adalah Feldwebel, seperti umumnya penamaan di Divisi Deutschmeister. Uniknya lagi, di depan nama Laurenz Wimmer terdapat tambahan "Pg.", yang merupakan singkatan dari Parteigenosse (rekan partai), yang menunjukkan bahwa Wimmer juga adalah seorang anggota Nazi yang berdedikasi, yang terlihat dari Dienstauzeichnungen der NSDAP (Lama Pengabdian NSDAP) 10 dan 15 tahun di baris pita medalinya. Kesimpulannya: masa baktinya di partai dianggap lebih penting daripada kepahlawanannya di medan tempur!

-----------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER

Major im Generalstab Walter Birk  (31 Oktober 1913 - 24 Juli 1967) mengawali karirnya sebagai perwira Wehrmacht saat menjadi Leutnant dan Zugführer di 3.Schwadron / Kavallerie-Regiment 11 pada tahun 1937. Pada tahun 1939 dia ditransfer ke Stockerau untuk menjadi Chef 2.Radfahr-Schwadron / Aufklärungs-Abteilung 44 yang baru dibentuk. Dalam posisinya ini Birk ikut berpartisipasi dalam kampanye militer di Polandia pada tahun 1939, dan menjadi salah satu dari sedikit anggota Wehrmacht yang mendapatkan dua versi Eisernes Kreuz! Dalam kancah pertempuran di Rusia, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 2 November 1941 sebagai Oberleutnant dan Chef 2.Kompanie / Aufklärungs-Abteilung 44 / 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dipercaya untuk menjadi Kommandeur Radfahr-Lehr-Abteilung (yang satu bulan kemudian berganti nama menjadi Schule für Schnelle Truppen) di Krampnitz. Setelah menjadi Führerreserve pada bulan Maret 1943, Birk berganti haluan menjadi perwira staff saat bertugas di jajaran Generalstab 1. Panzerarmee, dilanjutkan dengan penempatan di Kriegsakademie periode 6 Desember 1943 s/d 6 Mei 1944. Dia dipromosikan menjadi Major i.G. (im Generalstab) pada tanggal 1 Februari 1944, kemudian menjadi Ib (Perwira Operasi) 7. Infanterie-Division dari tanggal 25 Juni 1944 s/d November 1944. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Ia (Kepala Staff) 83. Infanterie-Division pada tanggal 10 April 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1939), Eisernes Kreuz I.Klasse (6 Oktober 1939); serta Allgemeines-Sturmabzeichen


 Generalleutnant Heinrich-Anton Deboi (6 April 1893 - 20 Januari 1955) masuk ketentaraan sebagai Fähnrich di 2. Infanterie-Regiment "Kronprinz" tanggal 6 Juli 1912. Dia ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia Pertama di Front Barat dan mendapatkan beberapa medali sebagai penghargaan atas kontribusinya. Di masa Reichswehr dia menjabat sebagai komandan kompi di Infanterie-Regiment 19, sementara ketika perang pecah kembali tahun 1939, Deboi sudah menjadi komandan resimen di 57. Infanterie-Division. Jabatan ini terus dipegangnya sampai tanggal 30 Januari 1942 ketika dia diangkat sebagai komandan sementara 44. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Mei 1942 Deboi ditunjuk sebagai komandan 295. Infanterie-Division, tapi hanya berselang sehari kemudian dia dibalikkan lagi sebagai komandan tetap 44. Infanterie-Division! Divisinya merupakan bagian dari 6. Armee dan karenanya ikut serta dalam Pertempuran Stalingrad. Di pertempuran yang super brutal ini divisinya hancur lebur (begitu juga sebagian besar divisi 6. Armee lainnya), tapi kepahlawanan Deboi membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1942 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B. Deboi dan banyak perwira tinggi Wehrmacht lainnya ditangkap oleh pasukan Soviet di neraka Stalingrad tanggal 28 Januari 1943. Dia meninggal dalam tahanan bulan Januari 1955 (versi lain 5 Juli 1955) di rumah sakit kamp #48 Černcy akibat dari Uremia. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Ležnevo (Černcy). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Bayerische Militär-Verdienst-Orden IV. Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnungen 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Februari 1942)


 
Arnulf Abele (8 November 1914 - 2 Juli 2000) mengenakan tropenanzug (seragam tropis) dan tropenmütze (topi tropis) sebagai seorang Major di 44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", sebuah divisi yang dibentuk tanggal 1 Juni 1943 dan sebelumnya bernama 44. Infanterie-Division. Anggota divisi ini mempunyai keistimewaan untuk mengenakan schulterklappen (tanda pangkat bahu) khusus yang memasang simbol divisinya (lihat DISINI). Di foto atas ini terpasang pula tanda tangannya. Abele dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (12 Februari 1944) sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon/Reichs-Grenadier-Regiment "Hoch und Deutschmeister"/44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", yang diberikan atas aksinya dalam pertempuran di lembah Teralle dekat Belmonte (Italia) tanggal 27 Januari 1944. Di tanggal itu batalyon pimpinannya tiba di lembah Teralle untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh garis pertahanan Jerman. Bantuan yang dijanjikan tidak pernah datang. Ketika unitnya diserang oleh pasukan Prancis-Maroko, langsung terjadi pertempuran sengit yang berujung satu lawan satu dalam jarak dekat. Artileri gunung Jerman mampu mencegah si penyerang untuk menambah lebih banyak lagi bala-bantuan. Pertempuran berlangsung begitu serunya, sampai-sampai batu pun ikut digunakan untuk melempar saat granat sudah habis! Akhirnya pihak Jerman berhasil memukul mundur musuh dan menduduki kembali wilayah strategis Colle Abate


 Oberleutnant Josef "Sepp" Glatz (3 November 1920 - 14 Januari 1991) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Januari 1945 sebagai Leutnant dan Führer 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 46 /  44. Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister. Sebelumnya dia telah dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (7 Agustus 1944), Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Silber, serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber


Unteroffizier Otto Peschke (1 Februari 1916 - 12 Juni 2007) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 Maret 1945 sebagai Kompanietruppführer 2.Kompanie / Grenadier-Regiment 132 / 44.Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister / Heeresgruppe Süd. Medali lain yang dipakainya dalam foto ini: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, dan DRL Sportabzeichen. Dia juga mengenakan seragam M44 yang langka!


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.forum.axishistory.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.regiment-hud.com
www.rgd-hoch-und-deutschmeister.org.uk 
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Foto 57. Infanterie-Division

 Kota Kharkov pertama kali jatuh ke tangan Jerman tanggal 24 Oktober 1941 ketika 57. Infanterie-Division merebut kota tersebut setelah pertempuran jalanan yang sengit. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Reindl ini memperlihatkan para prajurit dari divisi tersebut sedang berjalan melintasi salah satu barikade Soviet yang melintang di jalan Sverdlov, jalan utama menuju Kharkov dari arah barat


 Kota Kharkov pertama kali jatuh ke tangan Jerman tanggal 24 Oktober 1941 ketika 57. Infanterie-Division merebut kota tersebut setelah pertempuran jalanan yang sengit. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Schmidt ini memperlihatkan para prajurit dari divisi tersebut sedang berjalan melintasi salah satu barikade Soviet yang melintang di jalan Sverdlov, jalan utama menuju Kharkov dari arah barat. Di latar belakang kita bisa melihat jembatan yang melintasi rel kereta api menuju Kharkov


 Prajurit Jerman dari 57. Infanterie-Division bergerak ke arah kota Kharkov melewati sebuah viaduk (jembatan di atas jalan) yang sudah rusak. Viaduk ini nantinya diledakkan di akhir perang untuk diganti dengan jembatan baru yang mempunyai desain berbeda. Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Heinz Mittelstaedt bulan Oktober 1941 saat berlangsung Pertempuran Kharkov Pertama

StuG III dari Sturmgeschütz-Abteilung 197, yang dikomandani oleh Hauptmann Kurt von Barisani, memberikan perlindungan tembakan jarak dekat untuk sebuah Sd.Kfz.250/1 dan para Grenadier dari 57. Infanterie-Division dalam pertempuran sengit di jalanan Kharkov, Ukraina, tanggal 23 Oktober 1941

-----------------------------------------------------------------------------
 
PERAIH SCHWERTER

Oberst der Reserve Alfons König (29 Desember 1898 - 8 Juli 1944) tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub. Dia mengenakan offizier feldmütze M38 bergaris putih infanteri yang sudah bulukan di kepalanya. insignia chevron (soutache) di bagian depan dihilangkan mulai tahun 1940. Oberstleutnant König gugur tahun 1944 saat mempertahankan wilayah Bobruisk dari serangan Rusia. Pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Oberst. Unit tempat dia ditugaskan: Infanterie-Regiment 199/Grenadier-Regiment 199 "List" dan Grenadier-Regiment 217. Medali yang diraihnya: Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918 (Ehrenkreuz für Frontkämpfer); Dienstauszeichnung III.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (22 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1943); dan Schwerter #70 (9 Juni 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #254 (21 Desember 1940) mit Eichenlaub #194 (21 Februari 1943)

-----------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


Tanda tangan dari Josef Abel (3 Januari 1914 - 1 Desember 1984) dalam foto yang memajang dia saat masih berpangkat Oberfeldwebel (pangkat terakhirnya Oberleutnant der Reserve). Di kepalanya Abel memakai einheits-feldmütze. Medali yang telah diraihnya: 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz, 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (5 September 1942), Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (22 Juli 1943), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42", 1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (22 Juni 1940), 1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (26 Juli 1941), dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 7.Kompanie/Infanterie-Regiment 217/57.Infanterie-Division tanggal 23 November 1941, atas aksinya sebagai Zugführer dalam pertempuran di Staro-Shiwotow. Medalinya sendiri dikalungkan tanggal 20 April 1942 di Rumah Sakit Lviv oleh Generalleutnant Kurt Beuttel dan Generalmajor Max von Prittwitz und Gaffron



 Oberstleutnant der Reserve Ludwig Bachmaier (24 Agustus 1895 - 19 Desember 1957) bergabung dengan Königlich Bayerisches Chevaulegers-Regiment "König" Nr. 4 tanggal 10 Oktober 1912 dan sempat menjadi pilot pesawat udara selama 26 hari sebelum Perang Dunia Pertama berakhir. Setelah melanjutkan karir sebagai perwira di Gebirgsjäger-Bataillon 21 di masa antar perang, Bachmaier berpindah ke Infanterie-Regiment 179 sebagai komandan batalyon. Dalam pertempuran di jembatan Poltava yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak di bulan September 1941, batalyon pimpinan Bachmaier berperan penting dalam menghancurkan pertahanan tentara Rusia sehingga kota Poltava berhasil dikuasai sekaligus mengamankan sungai dan rawa-rawa di sekitarnya. Atas jasa-jasanya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Desember 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Infanterie-Regiment 179 / 57.Infanterie-Division / LV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Setelah promosi menjadi Major d.R., Bachmaier dipindahkan ke Ski-Bataillon 387 sebagai komandannuya dan kembali memperlihatkan kapasitasnya dalam memimpin anakbuahnya di medan pertempuran sehingga direkomendasikan untuk mendapatkan Eichenlaub tanggal 17 Januari 1943, meskipun kemudian ditolak oleh Oberkommando der Wehrmacht. Penempatan terakhirnya adalah sebagai komandan Reserve-Grenadier-Regiment 251. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1914) dan I.Klasse (4 Juni 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Oktober 1939) dan I.Klasse (4 Juli 1940); Deutsches Schutzwallehrenzeichen (26 Maret 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Magyar Érdemrend Lovagkeresztje (Hungaria); serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Februari 1943)



Leutnant Hermann Tanczos (30 November 1921 - 4 November 1967) adalah prajurit asal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 1 Agustus 1940 dan pertama kali bertugas di Artillerie-Regiment 14. Namanya yang berbau Hungaria, "Tanczos", seringkali ditulis dengan ejaan Jerman "Tanzos" dalam dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengannya. Tanzcos kemudian dipindahkan ke Artillerie-Regiment 157, dan di unit inilah kemampuannya sebagai seorang pengamat artileri mendapatkan ganjarannya: dalam sebuah pertempuran sengit melawan pasukan Rusia di Cherkasy pada tanggal 10 Februari 1944, Tanczos dan unitnya diperintahkan untuk mundur. Bukannya menurut, keturunan Hungaria ini - bersama dengan dua orang prajurit artileri asal Austria lainnya - memutuskan untuk tetap tinggal dan menghadapi musuh. Mereka memanfaatkan sebuah meriam Flak 88mm yang ditinggalkan di medan tempur, dan bertempur begitu gigihnya sehingga membuat pasukan Rusia berbalik mundur! Pada awalnya orang pasti berpikir bahwa tindakan heroiknya pastilah akan mendapatkan penghargaan yang setimpal. Salah! Dia malah dituduh telah melanggar perintah, diajukan ke Mahkamah Militer dan dijatuhi hukuman mati! Untunglah pengacaranya mampu menghadirkan perwira serta saksi-saksi lain yang diperlukan sehingga, bukan hanya dia dibebaskan dari dakwaannya, tapi juga kemudian dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai seorang Unteroffizier dan Vorgeschobene Beobachter (VB) di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 157 / 57.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd (medalinya sendiri diterima pada tanggal 23 Mei 1944). Setelah mendapat cuti pulang dan disambut secara besar-besaran di kampung halamannya, Tanczos kembali ke medan tempur bersama dengan Artillerie-Regiment 157. Dia ditawan oleh Tentara Merah pada tanggal 14 Juli 1944, dan baru dibebaskan pada tanggal 27 Desember 1947. Tanczos memutuskan untuk tinggal di Hamburg, Jerman, sampai dengan akhir hayatnya, dan bekerja di sebuah perusahaan yang juga mempekerjakan para veteran Perang Dunia II lainnya. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Hermann Tanczos: Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (16 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (10 Agustus 1942); Nahkampfspange; serta Eisernes Kreuz I.Klasse (23 Juni 1943)


-----------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 Generalleutnant Heinrich-Anton Deboi (6 April 1893 - 20 Januari 1955) masuk ketentaraan sebagai Fähnrich di 2. Infanterie-Regiment "Kronprinz" tanggal 6 Juli 1912. Dia ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia Pertama di Front Barat dan mendapatkan beberapa medali sebagai penghargaan atas kontribusinya. Di masa Reichswehr dia menjabat sebagai komandan kompi di Infanterie-Regiment 19, sementara ketika perang pecah kembali tahun 1939, Deboi sudah menjadi komandan resimen di 57. Infanterie-Division. Jabatan ini terus dipegangnya sampai tanggal 30 Januari 1942 ketika dia diangkat sebagai komandan sementara 44. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Mei 1942 Deboi ditunjuk sebagai komandan 295. Infanterie-Division, tapi hanya berselang sehari kemudian dia dibalikkan lagi sebagai komandan tetap 44. Infanterie-Division! Divisinya merupakan bagian dari 6. Armee dan karenanya ikut serta dalam Pertempuran Stalingrad. Di pertempuran yang super brutal ini divisinya hancur lebur (begitu juga sebagian besar divisi 6. Armee lainnya), tapi kepahlawanan Deboi membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1942 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B. Deboi dan banyak perwira tinggi Wehrmacht lainnya ditangkap oleh pasukan Soviet di neraka Stalingrad tanggal 28 Januari 1943. Dia meninggal dalam tahanan bulan Januari 1955 (versi lain 5 Juli 1955) di rumah sakit kamp #48 Černcy akibat dari Uremia. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Ležnevo (Černcy). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Bayerische Militär-Verdienst-Orden IV. Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnungen 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Februari 1942)


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Majalah "After The Battle : The Four Battles for Kharkov" No.112
Foto koleksi pribadi Angel Farré

Foto 161. Infanterie-Division



DIVISIONSKOMMANDEUR

Hermann Wilck (1 Desember 1939 - 17 September 1941)
Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (28 Oktober 1885 - 10 Juni 1967) adalah pahlawan Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi medali Pour le mérite pada tanggal 9 Oktober 1918 sebagai seorang Hauptmann dan Führer Sturmschule di 2. Garde-Infanterie-Division. Seusai perang dia melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht, serta sempat dikirim ke Cina pada tahun 1938 saat pangkatnya sudah mencapai Oberst. Setahun kemudian dia pensiun, tapi kemudian dipanggil kembali untuk bertugas saat Perang Dunia II pecah. Berturut-turut jabatan yang diisinya adalah sebagai Komandan Infanterie-Regiment 270 (25 September 1939 - 30 November 1939), 161. Infanterie-Division (1 Desember 1939 - 17 September 1941), 454. Sicherungs-Division (30 September 1941 - 9 Desember 1941), dan 708. Infanterie-Division (1 Maret 1942 - 15 Agustus 1944). Wilck pensiun untuk terakhir kalinya pada tanggal 31 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Regierungsjubiläumsmedaille 1905 (Schwarzburg-Sondershausen); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fürstlich Schwarzburgisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Großherzoglich Hessische Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz II.Klasse des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens mit Schwertern; Herzoglich Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration; Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern (1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1940) und I.Klasse (5 Juni 1941); Kriegsverdienstkreuz I.Klasse mit Schwertern; serta Deutsches Kreuz in Silber (30 Oktober 1943)

--------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Adolf Abel (18 Oktober 1914 - 26 Agustus 1944) sebagai seorang Major (pangkat terakhirnya Oberstleutnant). Di lehernya bertengger Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sementara di atas saku tertancap tiga pita medali, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II klasse, Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42", dan Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre). Topi di kepalanya adalah dari jenis schirmmütze. Medali yang telah diraihnya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre), 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (terluka tanggal 13 Agustus 1941 dan 5 November 1941), 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (20 November 1942), Infanterie Sturmabzeichen (30 September 1941), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (15 April 1942), 1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (25 Juni 1940), 1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (27 Oktober 1940), Deutsches Kreuz in Gold (13 Desember 1942) sebagai Hauptmann di III.Bataillon/Grenadier-Regiment 371/161.Infanterie-Division, dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 364/161.Infanterie-Division tanggal 23 September 1943 atas aksinya dalam Pertempuran untuk Golubuff



Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.ww2awards.com

Wednesday, October 16, 2013

Foto Ambulans Third Reich

AEROSAN

 Pabrik pembuat pesawat terbang Finlandia menjiplak desain Aerosan NKL-6/NKL-16 Model 1937 milik Soviet dan merubahnya menjadi MR-42. Versi ambulansnya, MR-42S, bisa dikenali dari pintu keluar berbentuk oval persegi (untuk keluar-masuk usungan) yang tidak ditemukan pada MR-42. Begitu miripnya desain ambulans NKL-6S keluaran Rusia dan ambulans MR-42S keluaran Finlandia sehingga untuk mengidentifikasi kendaraan yang kini menjadi inventaris Jerman - seperti yang tampak dalam foto ini - dibutuhkan ketelitian yang tinggi!


Tidak diketahui dengan pasti apakah Aerosan Wehrmacht versi ambulans ini adalah NKL-6S produksi Soviet ataukah MR-42S produksi Finlandia (ini karena kemiripan mereka yang hampir tidak bisa dibedakan!). Perhatikan bahwa kendaraan ski berbaling-baling satu ini telah dilengkapi dengan salib simbol Palang Merah, hanya saja tidak ada tambahan Balkenkreuz seperti umumnya kendaraan milik Wehrmacht. Tidak seperti versi Soviet atau Finlandia, Aerosan NKL-6S/MR-42S Jerman tidak dilengkapi dengan lubang putar untuk dudukan senapan mesin di bagian atapnya


Foto ini menjadi bukti bahwa Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) setidaknya memesan sebagian Aerosan-Aerosan mereka dari Finlandia, karena disini diperlihatkan kedatangan beberapa MR-42 atau MR-42S bikinan Finlandia (hasil pengerjaan ulang) di markas Luftzeugstab 106, sebuah unit perbaikan Luftwaffe. Aerosan ini bukanlah NKL-6S Sanitarni produksi Soviet karena ketiadaan pintu keluar untuk keluar-masuk usungan yang menjadi ciri dari tipe Aerosan ambulans tersebut. Yang jelas, kendaraan ski berbaling-baling satu ini telah mendapat tambahan jendela samping yang khas
 -------------------------------------------------------------------------------

MOBIL

Diabadikan oleh Helmut Ritgen tanggal 2 Oktober 1941 selama berlangsungnya terobosan oleh Panzer-Brigade Koll di utara Vyazma, foto di atas memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah sedang melintasi jalan berdebu (rollbahn) yang banyak terdapat fi Front Timur dan kini mulai mengeras karena efek musim gugur. Di depannya adalah konvoy kendaraan ambulans Phänomen Granit 25H sementara di sebelah kanan adalah sekelompok tawanan Rusia yang sedang digiring menuju kamp penampungan sementara. Di latar belakang tampak asap hitam tebal yang berasal dari depot bahan bakar Rusia yang dibom oleh pesawat-pesawat Stuka Jerman


Sumber :
Buku "Aerosan: Soviet Aero-Sleighs of World War Two" karya Jim Kinnear
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen 

Foto 7. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Ghost Division)




Dua orang perwira dari 7. Panzer-Division, dalam sebuah foto yang diambil pada awal tahun 1940, sebelum dimulainya penyerbuan ke Prancis dan Negara-Negara "Bawah" (Belgia, Belanda, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division) dan Oberstleutnant Rudolf Sieckenius (Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division). Pada saat foto ini diambil, 7. Panzer-Division berada di bawah komando XV.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe B, dan bermarkas di wilayah Eifel, yang merupakan perbatasan Jerman dengan Belgia. Heidkämper dan Sieckenius sendiri nantinya sama-sama naik pangkat menjadi jenderal, dan sama-sama meraih medali keberanian bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes


18 Mei 1940: Rommel bersama dengan para perwiranya di wilayah berumput La Cateau, sedang merundingkan strategi penyerangan ke Cambrai saat berlangsungnya invasi Jerman atas Prancis. Duduk di bawah, dari kiri ke kanan: Leutnant Ferdinand Lehn, Oberleutnant Fritz Seibold, Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), dan Oberstleutnant Rudolf Sieckenius (Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division). Duduk di atas, dari kiri ke kanan: Leutnant Deichbaum dan Leutnant der Reserve Karl Hanke (Ordonanzoffizier 7. Panzer-Division). Seibold adalah seorang ahli komunikasi. Pada tahun 1941, Rommel mengusahakan agar dirinya dipindahkan ke Afrika Utara, dimana dia melaksanakan tugas dengan brilian sebagai seorang pimpinan unit radio Rommel. Dia dipromosikan sebagai Hauptmann sebelum terbunuh dalam Pertempuran Pertama El Alamein. BTW, Foto ini diambil menggunakan kamera pribadi kepunyaan Rommel sendiri lho!

Konvoy kendaraan bermotor dari 7. Panzer-Division, yang dikomandani oleh Generalmajor Erwin Rommel, dalam gerak maju selama berlangsungnya Blitzkrieg melintasi Prancis di hari-hari terakhir bulan Mei 1940. Mereka tidak khawatir akan serangan pesawat-pesawat terbang Sekutu karena superioritas udara Luftwaffe memberi jaminan bahwa mereka tidak akan "diganggu" selama dalam perjalanan, setidaknya dari udara! Foto ini diambil oleh Erwin Rommel sendiri


 Panzerkampfwagen 38(t) (SdKfz 140), di sebelah kiri, dan Panzerkampfwagen II Ausf.E (SdKfz 121), mendaki sebuah gundukan tanah di kanan, dalam gerak maju ke front pertempuran. Foto berwarna langka ini, yang kemungkinan sengaja dirancang demi konsumsi fotografer perang Wehrmacht, diambil pada tanggal 1-10 Juni 1940 saat 7. Panzer-Division berhasil menerobos pertahanan pasukan Prancis dan keluar dari sebuah lembah di dekat sungai Somme. Foto ini pertama kali dipublikasikan di buku propaganda Jerman "Entscheidende Stunden" yang diterbitkan pada tahun 1941. Perhatikan dek belakang yang bersih dari peralatan serta stahlhelm yang tergantung di bagian samping dan belakang Panzer II!


 Panzerbefehlswagen 38(t) adalah versi komando radio khusus dari Panzer 38(t) yang dilengkapi dengan sebuah Heckantenna (antena belakang) untuk transreceiver Fu 8. Panzer dengan tipe seperti ini biasanya digunakan di tingkat komando yang lebih tinggi, tapi juga di unit-unit khusus Nachrichten (sandi) seperti yang ada dalam foto ini, yang memperlihatkan sebuah PzBefWg 38(t) dari 2.Kompanie / Panzer-Nachrichten-Abteilung 83, yang merupakan batalyon sandi milik 7. Panzer-Division. Huruf "K" besar di bagian depan bawah adalah insignia dari Panzergruppe Kleist - XXII. Armeekorps (motorisiert) - pada waktu berlangsungnya Pertempuran Prancis di musim panas tahun 1940. Sebuah panji komando ikut digambar di plat metal yang terletak di kubah dekat sarang senapan mesin



Divisionskommandeur Rommel berdiskusi santai bersama dengan para perwiranya yang berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di pinggir sungai Seine (Prancis), pertengahan bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Franz von Lindenau (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25), Major Casimir Kentel (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), serta Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division). Dalam Pertempuran Prancis, 7. Panzer-Division dilengkapi dengan tank-tank bekas Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman. Beberapa diantaranya - yang merupakan tipe Panzer 38(t) - bisa kita lihat di latar belakang. Setelah beristirahat sebentar, divisi Panzer pimpinan Rommel melanjutkan perjalanannya "membelah" Prancis pada tanggal 5 Juni 1940. Mereka bergegas menuju ke Sungai Seine dengan tujuan untuk menguasai jembatan vital yang melintasi sungai tersebut yang berlokasi di wilayah Rouen. Bergerak maju sejauh 100 kilometer dalam waktu dua hari,7. Panzer-Division tiba di Rouen hanya untuk mendapati jembatan strategis incaran mereka sudah dihancurkan oleh pasukan Prancis yang kini telah menghilang. Tidak berdiam diri, Rommel memutuskan untuk berbelok ke arah utara demi memotong gerak mundur tentara-tentara musuh yang berusaha mencapai Le Havre. Usaha pihak Jerman berhasil, sehingga memaksa sekitar 10.000 orang prajurit dari 51st (Highland) Division Inggris serta Korps ke-9 Prancis untuk menyerah di Saint-Valery-en-Caux pada tanggal 12 June 1940


Generalmajor Erwin Rommel bersama Stabskompanie dari 7.Panzer-Division. Di belakang mereka adalah Panzerkampfwagen II Ausf. A/B/C (Sd.Kfz.121). Di tengah adalah Oberstleutnant Karl Rothenburg dengan Pour le Mérite tergantung di lehernya. Medali tersebut dia dapatkan dalam kancah Perang Dunia Pertama tanggal 30 Juni 1918 sebagai Leutnant der Reserve and Kompanieführer in 5. Garde-Regiment zu Fuß


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dan Oberstleutnant i.G. Julius von Bernuth (Ia Erster Generalstabsoffizier, Führung und Ausbildung, der 7. Panzer-Division) memperhatikan pergerakan pasukan mereka di dekat sungai Moselle, musim panas 1940. Foto oleh Kriegsberichter Gutjahr dari PK 689


 Oberst Karl Rothenburg (memakai seragam hitam panzertruppen, Kommandeur Panzer-Regiment 25) mendengarkan perintah dari komandan 7. Panzer-Division, Generalmajor Erwin Rommel (kelihatan tangan kanannya doang di sebelah kiri). Foto ini kemungkinan besar diambil di Rouen pada tanggal 10 Juni 1940, saat divisinya Rommel merebut kota tersebut dari tangan pasukan Prancis. Perwira berkacamata paling kanan adalah Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), sementara di belakangnya yang bersandar ke pintu adalah Oberleutnant der Reserve Karl Hanke (Ordonanzoffizier 7. Panzer-Division). Satu lagi di depan Heidkämper yang menghadap ke arah kiri kemungkinan besar adalah Oberst Georg von Bismarck (Kommandeur Schützen-Regiment 7)


Panzer 38(t) Ausf.B adalah tank yang aslinya buatan Cekoslowakia yang mendapat beberapa modifikasi untuk memudahkannya "melebur" dalam Wehrmacht, termasuk tambahan radio dan perlengkapan produksi Jerman. Foto ini memperlihatkan deretan Panzer 38(t) milik I.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di sebuah wilayah di Prancis, bulan Juni 1940. Pada saat Jerman memulai serangan besar-besaran terhadap Negara-Negara Bawah dan Prancis di bulan Mei 1940, lebih dari 200 buah Panzer 38(t) telah dikirimkan ke unit-unit Panzer Wehrmacht, dan tank-tank produksi Cekoslowakia menyumbang sekitar 13% dari seluruh kekuatan tank Jerman. Meskipun hanya sedikit saja dibandingkan dengan jumlahnya secara keseluruhan, tapi Panzer 38(t) menyumbang setengah dari kekuatan tank-tank Jerman yang dipersenjatai oleh meriam kaliber 37mm. Di awal tahun 1940 sendiri dua buah divisi kavaleri mekanis Wehrmacht telah diupgrade menjadi divisi-divisi panzer, dengan Panzer 38(t) didapuk sebagai tank utama mereka: 2. leichte Division menjadi 7. Panzer-Division, sementara 3. leichte Division menjadi 8. Panzer-Division

Jarang-jarang kan ngelihat jenderal ini pake stahlhelm? Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam acara "Hoth Tag" yang diadakan di depan Place des Quinconces, Bordeaux, Prancis, tanggal 29 Juni 1940 (versi lain menyebutkan tanggal 1 Juli 1940). Pada tanggal 24 Juni 1940, 7. Panzer-Division tiba di Bordeaux. Lima hari kemudian, divisi tersebut melangsungkan parade kemenangan di jalan-jalan kota di utara Prancis tersebut di bawah pimpinan langsung sang Divisionskommandeur Rommel. Sampai dengan musim semi 1941, 7. Panzer-Division menghabiskan masa istirahat sekaligus berbenahnya di "Camp de Sougè", yang terletak di Martignas-sur-Jalle. Semua keterangan ini berasal dari surat yang dikirimkan oleh Rommel kepada istri tercintanya, Lucie, tertanggal 6 Januari 1941. Posisi divisinya sendiri adalah sebagai pasukan cadangan Wehrmacht, yang dipersiapkan untuk Unternehmen Seelöwe (Operasi Singa Laut, rencana invasi Jerman atas Inggris). Invasi ini kemudian dibatalkan setelah Luftwaffe babak belur dalam Pertempuran Britania


Sebuah foto terkenal masa Perang Dunia II hasil jepretan Kriegsberichter Erich Borchert, yang memperlihatkan seorang awak Panzer 38(t) dari 7. Panzer-Division pimpinan Generalmajor Erwin Rommel, yang diambil pada tanggal 4 Juli 1940 di Prancis. Baret panzer berlapis - yang mempunyai nama resmi Schutzmütze - secara resmi ditinggalkan penggunaannya pada tanggal 15 Januari 1941 untuk kemudian digantikan oleh feldmütze (topi lapangan), meskipun sedikit pengecualian telah diberikan kepada para awak PzKpfw 38(t) karena interior tanknya yang sempit. Pada prakteknya, sebagian besar awak PzKpfw 38(t) telah beralih untuk memakai topi lapangan pada saat dimulainya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet) pada musim panas tahun 1941



 Para perwira dari 7. Panzer-Division sedang berbincang-bincang, dari kiri ke kanan: Major Fritz Stroebe (Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 6), Leutnant Graf von Pfeil, dan Oberst Erich von Unger (Kommandeur Schützen-Regiment 6). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), musim panas tahun 1941. Oberst Unger sendiri terbunuh pada tanggal 21 Agustus 1941 dalam pertempuran di Saniza, setelah kendaraan yang dinaikinya dihantam oleh meriam anti-tank Rusia. Posisinya sebagai Regimentskommandeur untuk sementara diberikan kepada Oberstleutnant Jäger (Führer II.Bataillon / Schützen-Regiment 6), sebelum kemudian digantikan oleh Oberstleutnant Hasso von Manteuffel (Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Regiment 7) pada tanggal 25 Agustus 1941

 
Di tengah luasnya padang stepa Rusia utara yang seakan tak berkesudahan, di bawah terik sinar matahari musim panas yang menyengat, tank-tank Panzerkampfwagen 38(t) buatan Skoda Cekoslowakia dan Panzerkampfwagen II buatan Jerman melintasinya. Mereka berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division yang untuk sementara bergabung dengan tank-tank 6. Panzer-Division dalam unit "Panzer Bigade Koll" yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, Oberst Richard Koll dalam pertempuran di bulan Oktober 1941. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) yang saat itu bergabung dengan 6. Panzer-Division dan nantinya pindah ke unit elit Panzer-Lehr Division. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) dari 6. Panzer-Division


 Brifing pagi di Rusia: Unit terdepan dari 7. Panzer-Division di selatan Malin (Ukraina) sedang melakukan Lagebesprechung (diskusi) di pagi tanggal 8 Desember 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Hohensee (Bataillonsadjutant Panzergrenadier-Regiment 7), Generalmajor Hasso von Manteuffel (Kommandeur 7. Panzer-Division), Oberstleutnant im Generalstab Otto-Heinrich Bleicken (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25), Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7), dan Kriegsberichter Heinz Maegerlein (seusai perang menjadi reporter olahraga terkenal Jerman!). Tank di sebelah kiri adalah versi komando (Befehlspanzer) dari Panzerkampfwagen III dengan nomor taktis yang biasa dipakai oleh stabskompanie (kompi staff) dari resimen panzer. Di wilayah sekitar Zhitomir (termasuk Malin), 7. Panzer-Division bertempur bersama-sama dengan Division Brandenburg. Di malam tanggal 7/8 Desember 1943 divisi pimpinan Manteuffel tersebut menghantam jembatan Malin yang dibangun Soviet di seberang sungai Irscha dan akhirnya jembatan tersebut berhasil dikuasai pada tanggal 9 Desember 1943


 Setelah kesuksesannya dalam berbagai pertempuran kemudian diberitakan secara intensif oleh mesin propaganda Jerman, nama Adelbert Schulz menjadi makin terkenal layaknya selebritis. Disini dia sedang diwawancarai oleh anggota PK (Propaganda-Kompanie) Wehrmacht. dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


 
Masih sama dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan suasana wawancara koresponden perang Wehrmacht dengan dua orang perwira tinggi dari 7. Panzer-Division "Gespensterdivision". Dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk  Hauptmann Andreas Thaler (Chef 8.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division). Thaler mendapatkan medali tersebut pada tanggal 13 Januari 1944. Sebagai pengalung medali adalah Generalmajor Adelbert Schulz (Mit der Führung beauftragt 7. Panzer-Division). Schulz sendiri adalah seorang Brillantenträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten), yang secara tragis gugur dalam pertempuran hanya berselang beberapa hari setelah upacara penghargaan ini!

-----------------------------------------------------------------------------------

  RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)


Major Ewald Baranek (30 April 1919 - 1 Februari 1944) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Februari 1943 sebagai Oberleutnant dan Führer Panzer-Pionier-Bataillon 58 / 7.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps / 1. Panzerarmee / Heeresgruppe Don. Baranek nantinya dipromosikan menjadi Hauptmann, tapi kemudian terluka parah dalam pertempuran di Italia dan meninggal di rumah sakit di Formia tanggal 1 Februari 1944. Saat itu dia menjabat sebagai Komandan Pionier-Bataillon 100. Sebagai penghormatan, pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Major. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen; serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (25 Mei 1942)


Unteroffizier der Reserve Friedrich "Fritz" Bachmann (8 Februari 1922 - 27 Desember 2003) bergabung dengan Kavallerie-Ersatz-Abteilung 17 tanggal 1 Desember 1940. Pada tanggal 9 April 1941 dia pindah ke Feld-Ersatz-Bataillon 84, dilanjutkan ke Schützen-Regiment 33 (17 Maret 1942), Panzergrenadier-Regiment 152 (29 November 1942), Schnelle Abteilung 320 (4 September 1943), dan Panzergrenadier-Regiment 7 (Agustus 1944). Melihat perjalanan karirnya, manusia satu ini berkali-kali mendapat luka serius sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit dan tempat pemulihan daripada di front pertempuran! Dalam sebuah serangan balik Jerman di sekitar Elbing, Prusia Timur (kini menjadi Elbląg di Polandia), tanggal 9-10 Februari 1945, Bachmann sebagai seorang bintara menunjukkan keberanian luar biasa dalam pertempuran sehingga memungkinkan unit Wehrmacht yang terkepung berhasil meloloskan diri ke arah barat. Komandan 7. Panzer-Division Generalleutnant Dr.-med.dent. Karl Mauß langsung merekomendasikannya untuk mendapatkan Ritterkreuz, dan proposal tersebut diterima oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht) sehingga Bachmann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 April 1945 sebagai Obergefreiter der Reserve di 1.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division / VII.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Weichsel. Dia menerima medali bergengsi tersebut saat sedang mendapat perawatan karena pada tanggal 23 Maret 1945 sebelumnya dia (lagi-lagi) luka berat sehingga ditarik dari garis depan untuk mendapatkan perawatan! Dia sebenarnya direkomendasikan pula untuk mendapatkan Nahkampfspange in Silber atas 48 hari pertempuran jarak dekat yang sudah dijalaninya (sesuai dengan keterangan dari kompi tempat bertugas), tapi tidak diluluskan karena Soldbuch-nya hilang entah kemana sehingga tidak bisa diklarifikasi (ini membuktikan betapa ketatnya administrasi Jerman, bahkan di saat akhir-akhir perang!). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Maret 1943) dan I.Klasse (19 Oktober 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz, in Silber (28 Maret 1943) dan in Gold (25 Maret 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 April 1943); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (28 Februari 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (16 November 1944)

-----------------------------------------------------------------------------------

DKiGTRÄGER (PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD)


Major Heinz-Ludwig Doherr (7 Maret 1916 - 4 Februari 1944) berasal dari pasangan Fliegeroberstabsingenieur L. Doherr dan Martha Hüttner. Pada saat invasi Jerman atas Polandia (1 September 1939), dia berpangkat sebagai Leutnant dan Zugführer di 8.Kompanie(schwere) / Kavallerie-Schützen-Regiment 6. Dia dipromosikan sebagai Hauptmann tanggal 1 Desember 1942 dan dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 9 April 1943 sebagai Chef 1.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 6 / 7.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Doherr gugur dalam pertempuran di dekat Pohorelce, Rusia, tanggal 4 Februari 1944, dan pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Major. Dia kemudian dikuburkan di Deutscher Soldatenfriedhof Dubno, Ukraina. Saat kematiannya dia telah menjadi komandan batalyon di Panzergrenadier-Regiment 6. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Panzerkampfabzeichen; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Nahkampfspange. BTW, foto Doherr di atas diambil dari buku "Die 7. Panzer-Division: Bewaffnung, Einsätze, Männer" karya Hasso von Manteuffel halaman 129, sementara Sterbeblätter (Death card) nya merupakan koleksi pribadi Angel Farré 

-----------------------------------------------------------------------------------

  Major Horst Steffen (17 April 1906 - 12 Mei 1940) berasal dari I.Abteilung / Panzer-Regiment 23 yang kemudian dilebur menjadi II.Abteilung / Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division. Dia terbunuh di Dinant (Prancis) tahun 1940, dua hari setelah Wehrmacht membuka front di Barat. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte Lommel, blok 7 kuburan no.120. Namanya tercantum dalam tugu peringatan di Panzer Kaserne (Barak Tompkins) yang berlokasi di Schweitzingen. Asalnya tugu tersebut berada di seberang jalan dari Kaserne persis di depan sebuah klub perwira yang sekarang tidak lagi ada, tapi kemudian dipindahkan ke bagian dalam demi mencegah tergusur atau tersingkir akibat pelebaran jalan atau pendirian bangunan. Steffen dipromosikan menjadi Hauptmann tanggal 1 Maret 1938 dan Major tanggal 1 Mei 1940


Leutnant Erwin Stock (KIA 21 Oktober 1944) dari 2.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 6 / 7.Panzer-Division. Medali dan penghargaan yang diraihnya: Verwundetenabzeichen in Schwarz (4 Mei 1944, untuk luka-luka yang diderita pada tanggal 31 Maret 1944); Panzerkampfabzeichen in Bronze (15 Juni 1944); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 September 1944) und I.Klasse (21 November 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (23 Desember 1944). Uniknya, semua medali yang didapatkan oleh Leutnant Stock diraih hanya dalam jangka waktu beberapa bulan saja, yang menunjukkan bahwa unitnya telah terlibat dalam konfrontasi bersenjata sengit di waktu-waktu tersebut (yang akhirnya merenggut nyawa sang perwira muda dalam kancah pertempuran di Prusia Timur di bulan Oktober 1944). Dua medali terakhir yang didapatkannya - Eisernes Kreuz I.Klasse dan Nahkampfspange in Bronze - diberikan secara anumerta alias setelah kematiannya, sementara jabatan terakhirnya sendiri adalah sebagai Kompanieführer (Komandan Kompi sementara/pengganti)


Sumber :
Buku "Die 7.Panzer-Division 1935-1945" karya Hasso von Manteuffel
Buku "Die 7. Panzer-Division im zweiten Weltkrieg. Einsatz und Kampf der "Gespenster-Division" 1939-1945" oleh Traditionsverband ehem. 7.Panzer-Division-Kameradenhilfe e.V.
Buku "Panzer 38(t) vs BT-7: Barbarossa 1941" karya Steven J. Zaloga
Buku "Rommel's Lieutenants: The Men Who Served the Desert Fox, France, 1940" karya Samuel W. Mitcham
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi NARA (National Archive)
Foto koleksi pribadi Angel Farré
Foto koleksi pribadi Robert "Bob" Edwards
www.battlebornbooks.com