Tuesday, April 30, 2013

Foto Upacara Penganugerahan Ritterkreuz Heer

-1940-

Ritterkreuzverleihung (upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) untuk para anggota Infanterie-Regiment 16 / 22.(Luftlande) Infanterie-Division yang diselenggarakan di Rotterdam (Belanda) pada tanggal 29 Mei 1940 dan diserahkan langsung oleh Panglima Luftwaffe Generalfeldmarschall Hermann Göring. Para penerimanya, dari kiri ke kanan: Oberleutnant Hermann-Albert Schrader (Chef 11.Kompanie / III.Bataillon. RK 29 Mei 1940), Oberstleutnant Dietrich von Choltitz (Kommandeur III.Bataillon. RK 18 Mei 1940), Oberst Hans Kreysing (Kommandeur Infanterie-Regiment 16. RK 18 Mei 1940), Oberfeldwebel August Grauting (Zugführer di Infanterie-Regiment 16. RK 29 Mei 1940), dan Oberleutnant Dr.jur. Hellmuth Schreiber-Volkening (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon. RK 29 Mei 1940). Yang terakhir (Schreiber-Volkening) dilahirkan pada tanggal 22 November 1911 di... Radja, Pulau Sumatera! Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Oberst Günther Angern (Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Brigade / II.Armeekorps / Armeeoberkommando 4 / Heeresgruppe B) di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #145 yang diserahkan langsung oleh Generalmajor Ludwig Crüwell (Kommandeur 11. Panzer-Division) tanggal 7 Agustus 1940. Dia mendapatnya setelah ikut berpartisipasi dalam gerak terobosan di sekitar jembatan Anzien dan St. Datharine, sebelah utara Arras, tanggal 23 Mei 1940, juga penyeberangan di Bethune (St. Aubin) dan Dampierre tanggal 10 Juni 1940. Rekomendasinya masuk tanggal 18 Juli 1940, dikonfirmasi tanggal 26 Juli 1940, dan disetujui tanggal 5 Agustus 1940

-----------------------------------------------------------------------

-1941-




Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 27 Juli 1941 untuk Feldwebel Otto Eske (12 Juni 1917 - 8 November 1941), Zugführer 5.Kompanie / Infanterie-Regiment 4 / 32.Infanterie-Division, yang disematkan langsung oleh Generalmajor Wilhelm Bohnstedt (Kommandeur 32. Infanterie-Division) yang nantinya juga akan mendapatkan medali yang sama tanggal 13 Oktober 1941. Tragisnya, hanya berselang beberapa bulan kemudian Eske gugur dalam pertempuran di dekat Salesje, Rusia, dan jenazahnya kemudian dikebumikan di Samoschenko



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk anggota 29. Infanterie-Division (motorisiert) di Front Timur, 13 Agustus 1941. Generalmajor Walter von Boltenstern (kommandeur 29.Infanterie-Division [motorisiert]) mendapat kalungan Ritterkreuz oleh General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Kommandierender General XXXXVII. Armeekorps [motorisiert]). Selain Ritterkreuz, Boltenstern juga mendapat Eisernes Kreuz II klasse (24 September 1939), Eisernes Kreuz I klasse (2 Oktober 1939), dan Ordine Della Corona D'Italia - Commendatore (27 Agustus 1940). Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant



 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk anggota 29. Infanterie-Division (motorisiert) di Front Timur, 13 Agustus 1941. Kini giliran Leutnant Wilhelm Henz (Führer 2.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 29) untuk mendapatkan medali bergengsi tersebut dari tangan General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Kommandierender General XXXXVII. Armeekorps [motorisiert]). Henz sendiri telah menerima berita penganugerahannya dari tanggal 8 Agustus 1941. Dia nantinya terbunuh dalam pertempuran di Stalingrad pada tanggal 30 Januari 1943, sementara 29. Infanterie-Division (motorisiert) sendiri musnah sebagai satu unit tempur dalam pergulatan sengit yang berlangsung di kota tersebut


 
Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk anggota 29. Infanterie-Division (motorisiert) di Front Timur, 13 Agustus 1941. Kini Jenderal Lemelsen (Kommandierender General XXXXVII. Armeekorps [motorisiert]) yang membawahi - salah satunya - 29ID, berfoto bersama para Ritterkreuzträger dari divisi infanteri bermotor Wehrmacht tersebut. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Hans Hecker (Kommandeur Pionier-Bataillon 29 [motorisiert]. Ritterkreuz tanggal 5 Agustus 1940), Generalmajor Walter von Boltenstern (kommandeur 29.Infanterie-Division [motorisiert]. Ritterkreuz tanggal 13 Agustus 1941), Leutnant Wilhelm Henz (Führer 2.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 29. Ritterkreuz tanggal 8 Agustus 1941), General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Kommandierender General XXXXVII. Armeekorps [motorisiert]. Ritterkreuz tanggal 27 Agustus 1941 dan Eichenlaub #294 tanggal 7 September 1943), dan Ritterkreuzträger yang tidak diketahui namanya


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberwachtmeister Adolf Hainle (Führer MG-Staffel di 2.Kompanie / Aufklärungs-Abteilung 5 / 5.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 22 September 1941. Yang mengalungkan medali adalah Komandan 5. Infanterie-Division, Generalmajor Karl Allmendinger. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Uns im Osten" (Bersama Kami di Timur) yang diterbitkan pada tahun 1942 dan bercerita tentang kampanye militer Ulmer-Infanterie-Divion (Divisi Infanteri dari Ulm, julukan 5. Infanterie-Division) dalam Unternehmen Barbarossa


 Generalleutnant Kurt Herzog (Kommandeur 291. Infanterie-Division) mendapatkan kalungan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari General der Infanterie Friedrich-Wilhelm von Chappuis (Kommandierender General XXXVIII. Armeekorps) dalam sebuah upacara sederhana tanggal 18 Oktober 1941. Herzog nantinya menerima Eichenlaub #694 tanggal 12 Januari 1945 sebagai General der Artillerie dan Kommandierender General XXXVIII. Armeekorps


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalleutnant Kurt von Tippelskirch (Kommandeur 30. Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 23 November 1941. Yang menyerahkannya adalah General der Artillerie Christian Hansen (Kommandierender General X. Armeekorps) yang merupakan atasan Von Tippelskirch


 Oberstleutnant Alfred-Hermann Reinhardt (Kommandeur Infanterie-Regiment 421 / 125.Infanterie-Division) mendapat kalungan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam upacara penganugerahan yang diadakan pada tanggal 4 Desember 1941. Selama karir militernya, mantan perwira polisi ini mendapat medali dan penghargaan sebagai berikut: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (31 Agustus 1917) dan I.Klasse (31 Juli 1919); Schleischer Adler; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juni 1940) dan I.Klasse (27 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold #176/5 (4 September 1942); Ordinul Mihai Viteazul III.Klasse #218/7 (7 Agustus 1943); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #306 (28 September 1943) und Schwertern #118 (24 Desember 1944). Dua yang terakhir diperoleh saat Reinhardt (15 November 1897 - 14 Januari 1973) berpangkat Generalleutnant dan Kommandeur 98. Infanterie-Division



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Gauleiter Dr. Otto Hellmuth (Gauleiter Mainfranken) memberi pidato penyambutan di podium sementara Generalleutnant z.V. Albert Fett (Kommandeur 328. Infanterie-Division) berdiri di sampingnya. Medali lain yang diraih oleh Gollas: Medaille zur Erinnerung an den 1.Oktober 1938 (12 Oktober 1939); Eiserne Kreuz II. Klasse (16 Juni 1940)


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Baris depan paling kiri adalah Kreisleiter sekaligus walikota Aschaffenbur, Wilhelm Wohlgemuth


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Generalleutnant z.V. Albert Fett (Kommandeur 328. Infanterie-Division) menginspeksi batalyon dari Infanterie-Regiment 106


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Generalleutnant z.V. Albert Fett (Kommandeur 328. Infanterie-Division) memberikan pidato di hadapan Gollas


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Dari kiri ke kanan: Gauleiter Dr. Otto Hellmuth (Gauleiter Mainfranken), Generalleutnant z.V. Albert Fett (Kommandeur 328. Infanterie-Division), dan Feldwebel Josef Gollas


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Dari kiri ke kanan: Generalleutnant z.V. Albert Fett (Kommandeur 328. Infanterie-Division), Feldwebel Josef Gollas, dan Gauleiter Dr. Otto Hellmuth (Gauleiter Mainfranken)


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Gollas mendapatkan ucapan selamat dari seorang petinggi SA yang tidak diketahui namanya. Di latar belakang tampak berdiri Gauleiter Dr. Otto Hellmuth (Gauleiter Mainfranken)


 Feldwebel Josef Gollas (Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division / XII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) memberikan pidato di kampung halamannya (Aschaffenburg) tak lama setelah upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diselenggarakan di barak Aschaffenburg tanggal 17 Desember 1941 (Gollas sendiri telah mendapat pengumumannya dari tanggal 18 November 1941). Pangkat terakhir Gollas (12 Desember 1914 - 12 Desember 1980) adalah Oberleutnant

-----------------------------------------------------------------------

-1942-


Oberleutnant Werner Baumgarten-Crusius dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya pada tanggal 22 Februari 1942 sebagai Chef 5.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 156 / 16.Infanterie-Division. Baumgarten-Crusius mendapatkan medali tersebut sebagai penghargaan untuk operasi defensif yang digalangnya di wilayah pertahanan Panskoj (Donets) dalam melawan tiga batalyon pasukan Rusia di musim dingin 1941/1942. Dalam pertempuran sengit tersebut sang komandan kompi beraksi tanpa lelah dalam menyemangati anakbuahnya. Dia tidak hanya berhasil mempertahankan posisinya yang diserang habis-habisan, melainkan ikut membantu posisi pertahanan sektor lain yang diserang oleh musuh. Aksi heroiknya tersebut tidak hanya telah menyelamatkan kompi, batalyon atau resimennya dari kehancuran, melainkan seantero divisi secara keseluruhan!


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberstleutnant Rudolf Brehmer (Kommandeur Infanterie-Regiment 347 / 197.Infanterie-Division) yang diselenggarakan tanggal 22 Februari 1942). Yang mengalungkan medali adalah Oberst Ehrenfried-Oskar Boege yang merupakan komandan sementara 197. Infanterie-Division dari tanggal 12 Februari 1942 sebelum dijadikan komandan tetap pada tanggal 1 April 1942 sekaligus kenaikan pangkat menjadi Generalmajor


Generalmajor Theodor scherer (Kommandeur 281. Sicherungs-Division) mengalungkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes ke leher Regimentsstabesoberstleutnant Johannes Manitius (Kommandeur Infanterie-Regiment 368) tanggal 3 April 1942. Lokasi upacara adalah di depan sebuah bunker, dan waktu itu unit Kampfgruppe Scherer masih dalam keadaan terkepung oleh pasukan Rusia serta terisolasi dari unit Wehrmacht lainnya sehingga empat orang pahlawan yang meraih Ritterkreuz di dalam tubuh Kampfgruppe tersebut mendapatkan medali mereka dari kiriman udara yang dijatuhkan oleh pesawat terbang!


  
 
Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant der Reserve Johannes Baasch (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 410 / 122.Infanterie-Division / Stoßgruppe Seydlitz / 16.Armee / Heeresgruppe Nord) yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1942. Yang menyerahkannya adalah komandan 122. Infanterie-Division, Generalmajor Sigfrid Macholz. Baasch mendapat Ritterkreuz atas prestasinya dalam mempertahankan sebuah persimpangan jalan strategis di Staraja Russa-Demjansk dari serbuan gencar Tentara Merah di tengah tebalnya salju yang masih menggunung. Beradanya persimpangan jalan tersebut di tangan Jerman menjadi kunci berhasilnya pasukan penyelamat dari II. Armeekorps yang membebaskan wilayah Demjansk dari kepungan musuh


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalmajor Karl von Graffen (Kommandeur 58. Infanterie-Division) yang dilaksanakan tanggal 13 Agustus 1942. Di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Philipp Kleffel (Kommandierender-General I. Armeekorps dan L. Armeekorps)



Oberleutnant Hans Guhr (24 Oktober 1916 - 10 Februari 1969) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1942 sebagai Regimentsadjutant Infanterie-Regiment 513 / 294.Infanterie-Division. Ini sebagai penghargaan setelah dia, dengan hanya sedikit prajurit dan tanpa mendapat dukungan artileri, menyerang dataran tinggi yang strategis di pinggir sungai Don setelah menyadari peran pentingnya dalam menghindarkan tertumpahnya darah pihak Wehrmacht apabila menyerang secara frontal posisi pertahanan musuh. Serangannya berhasil dan sekitar 200 orang prajurit Rusia tertawan. Selama empat hari berikutnya Tentara Merah berusaha menguasai kembali posisi mereka yang hilang, tapi selalu berhasil dipukul mundur dan malah mendatangkan lebih banyak tawanan dan rampasan perang! Dalam foto di atas, dari kiri ke kanan: Gefreiter Georg Rietscher (Richtschütze14.Kompanie / Infanterie-Regiment 513), Oberleutnant Hans Guhr, dan Generalmajor Johannes Block (Kommandeur 294. Infanterie-Division). Uniknya, Guhr dan Block masih mengenakan koppelschloss (kepala ikat pinggang) bintara dan bukannya perwira! Medali-medali lain yang diraih Guhr: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Oktober 1939, bertepatan dengan ultahnya yang ke-23!) dan I.Klasse (26 September 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (23 Mei 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (13 Juni 1942); Royal Bulgarian Order of Bravery IV Class, 2nd Class (30 Juni 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); serta Nahkampfspange in Bronze. Pangkat terakhirnya adalah Major. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr (5 April 1954 - 1966) dan pensiun dengan pangkat Oberst im Generalstab. Dari istrinya, Ilse Lemmerzahl, Guhr dikaruniai tiga orang anak: Brigitte, Michael, dan Claudia


 Leutnant der Reserve Adrian Baron von Foelkersam (20 Desember 1914 - 21 Januari 1945) saat baru saja dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 14 September 1942 sebagai Adjutant Stab I.Bataillon / Lehr-Regiment z.b.V. 800 "Brandenburg". Foelkersam sendiri bergabung kedalam unit Brandenburg yang diisi oleh etnik Volkdeutsche pada bulan Mei 1940 dan berpartisipasi aktif dalam operasi Barbarossa. Orang ini dikenal karena penyamarannya sebagai perwira NKVD bernama Truchin dalam aksinya di kota Maikop dan - hebatnya - komandan Soviet yang mempertahankan kota itu percaya dengannya dan bahkan dia diajak berkeliling kota oleh sang komandan sambil mengamati dengan seksama kekuatan pertahanan kota Maikop! Pada tanggal 8 Agustus 1942, Foelkersam mendapat kabar kalau pasukan Jerman telah berada dalam jarak 12 mil dari kota tersebut. Ia dan anak buahnya yang juga menyamar segera bertindak. Pusat komunikasi dihancurkan dengan granat, untuk mengesankan serangan artileri dari jarak jauh. Kemudian Truchin jadi-jadian alias Foelkersam memberi tahu pasukan Soviet yang berada di kota itu bahwa seluruh kota akan dievakuasi karena akan ada serangan besar-besaran dari tentara Jerman tidak lama lagi. Para tentara Soviet langsung percaya kepada Foelkersam karena mereka pernah melihatnya bersama komandan mereka, dan ditambah lagi dengan putusnya saluran komunikasi sehingga berita ini tidak dapat dikonfirmasi. Tentara Soviet segera ditarik seluruhnya dari Maikop dan pasukan Jerman kemudian memasuki kota itu tanpa ada perlawanan sama sekali! Pada tahun 1944 unitnya dilebur ke dalam Waffen-SS dan Foelkersam ikut boyongan juga. Dia gugur di Polandia awal tahun 1945. Saat itu pangkatnya adalah SS-Sturmbannführer. Teks oleh Naufal Harits (dengan sedikit penambahan)

General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlhaber 6. Armee) mengalungkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam upacara penganugerahan untuk Generalmajor Alexander von Hartmann (Kommandeur 71. Infanterie-Division) yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 1942 di Stalingrad. Ketika divisinya dan seluruh 6.Armee tak mungkin lagi untuk meloloskan diri dari kepungan pasukan Soviet di kota tersebut, von Hartmann berbicara kepada para perwiranya: "Seorang perwira harus gugur dalam pertempuran. Aku tak akan membunuh diriku sendiri, tapi aku akan menjual nyawaku semahal mungkin". Dia lalu mengambil senapan dan pergi menuju tanggul kereta api Stalingrad yang terletak di bagian selatan. Di depan anggota divisinya yang masih tersisa (3 perwira, 7 bintara, dan 183 prajurit), von Hartmann mulai menembaki prajurit Rusia yang sedang menyerbu... sambil berdiri regak! Pada pukul 08:00 pagi tanggal 26 Januari 1943 dia akhirnya gugur seperti apa yang diinginkannya, tertembak tepat di kepala. Ikut tewas bersamanya Oberstleutnant Kurt Corduan (Kommandeur Infanterie-Regiment 191) dan Major Bayerlein (Kommandeur Infanterie-Regiment 211). Atas kepahlawanannya, setelah itu dia dipromosikan menjadi General der Infanterie secara anumerta, meloncati pangkat Generalleutnant! 


 Leutnant der Reserve Paul Both (3 Maret 1911 - 12 Agustus 1944). Menerima Ritterkreuz tanggal 23 Desember 1942 sebagai Feldwebel der Reserve dan Zugführer di 3.Kompanie / Grenadier-Regiment 411 / 122.Infanterie-Division. Dia dianugerahi medali bergengsi tersebut atas kepahlawanannya mempertahankan diri dari serbuan pasukan Rusia di tenggara danau Ilmen dengan hanya berbekal beberapa grenadier dari peletonnya. Meskipun terluka, dia bahkan mampu memukul mundur musuhnya sekaligus melakukan serangan balik!


-----------------------------------------------------------------------

-1943-

Lima orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari 97. Jäger-Division berfoto bersama tak lama setelah upacara penganugerahan untuk Oberleutnant Paul Jacob (stellvertreter Führer I.Bataillon / Jäger-Regiment 204) tanggal 10 Maret 1943. Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Hans Pfeiffer (Chef 2.Kompanie / Pionier-Bataillon 97. Ritterkreuz 26 Januari 1942), Major Friedrich Höhne (Kommandeur III.Bataillon / Jäger-Regiment 204. Ritterkreuz 3 Mei 1942 dan Eichenlaub 8 Juni 1943), Generalleutnant Ernst Rupp (Kommandeur 97. Jäger-Division. Ritterkreuz 7 Maret 1943), Oberst Friedrich-Wilhelm Otte (Kommandeur Jäger-Regiment 207. Ritterkreuz 13 November 1942), dan Paul Jacob

Oberjäger Walter Möse (Zugführer di 13.Kompanie / Jäger-Regiment 49 / 28.Jäger-Division) menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari tangan Generalleutnant Johann Sinnhuber (Kommandeur 28. Jäger-Division) tanggal 11 Maret 1943. Möse nantinya dianugerahi pula Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #390 pada tanggal 10 Februari 1944 sebagai Feldwebel dan Zugführer 13./Jäger-Regiment 49 


 
 
Gefreiter Werner Rausch (kiri, Geschützführer 3.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 294 / 294.Infanterie-Division) mendapat ucapan selamat dari sesama Ritterkreuzträger dari Panzerjäger-Abteilung 294 / 294.Infanterie-Division, Unteroffizier Herbert Ruhnke, setelah upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Maret 1943. Rausch, yang berasal dari Leipzig, telah mempertontonkan keberanian yang mengagumkan dalam pertempuran di musim dingin 1942/1943, dimana dia dan panzerjäger-nya mampu menghancurkan 12 tank Rusia! Ruhnke sendiri telah mendapatkan medali yang sama satu bulan sebelumnya, tanggal 8 Februari 1943. Setelah upacara medali, kedua orang tersebut (Rausch dan Ruhnke) menyempatkan diri untuk berfoto bersama komandan kompi mereka


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Obergefreiter Fritz Arndt (MG-Schütze Stabskompanie / Panzer-Pionier-Bataillon 32 / 12.Panzer-Division) yang diselenggarakan tanggal 31 Maret 1943. Yang menyerahkan medali bergengsi tersebut adalah komandan divisi, Oberst Erpo Freiherr von Bodenhausen, yang nantinya juga meraih Ritterkreuz. Arndt mendapatkan medali tersebut setelah menggagalkan serangan pasukan lapis baja Soviet di timurlaut Orel yang menyerbu Stützpunkt (bunker) "Dora" yang dijaganya. Dengan kombinasi ranjau darat yang dipasangnya serta guntingan senjata anti-tank yang dipasang di kanan-kiri, serangan tersebut berhasil ditahan. Unit infanteri musuh yang berhasil menembus pertahanan bunker segera terlibat pertarungan jarak-dekat sekaligus kejar-kejaran di sepanjang terowongan dan parit yang mengelilingi "Dora". Arndt yang lebih menguasai medan tak lama telah mengalahkan musuhnya, dan bahkan menjegal musuh yang hendak lari dengan memutar ke belakang mereka. Hasilnya, 10 orang Tentara Merah berhasil ditawan olehnya seorang diri! 


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Hauptmann Heinz-Georg Lemm (Kommandeur I.Bataillon / Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division) sekaligus kenaikan pangkat menjadi Major yang diselenggarakan pada tanggal 14 April 1943. Medali bergengsi ini diraihnya dalam pertempuran sengit di awal tahun 1943 melawan pasukan Soviet di Nevel dan Vitebsk. Batalyon yang dipimpinnya menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam laga tersebut, diantaranya dalam jangka waktu tiga hari berhasil menghancurkan 46 tank musuh! Kepahlawanan Lemm tidak berhenti hanya disini dan nantinya dia juga akan mendapatkan tambahan Eichenlaub (11 Juli 1944) serta Schwerter (15 Maret 1945) untuk Ritterkreuz-nya


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Leutnant der Reserve Walter Riedel (Führer 3.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 73 / 19.Panzer-Division) yang berlangsung tanggal 14 April 1943. Tidak ada keterangan tentang siapa jenderal tinggi besar yang bersama dengan Riedel dalam foto ini, tapi kemungkinan besar adalah Generalleutnant Gustav Schmidt (Kommandeur 19. Panzer-Division) yang nantinya bunuh diri tanggal 7 Agustus 1943 demi menghindari penangkapan oleh pasukan Soviet di wilayah Belgorod


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diselenggarakan pada akhir bulan April 1943 oleh Grenadier-Regiment 519 / 296. Infanterie-Division untuk dua orang anggotanya yang paling berprestasi: Theodor Prost dan Gottfried Donat. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Alfred Druffner (Kommandeur Grenadier-Regiment 519), Oberfeldwebel Theodor Prost (Zugführer di 12.Kompanie [MG] / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 519), Generalleutnant Erich Jaschke (Mit der Führung LV. Armeekorps), dan Oberleutnant der Reserve Gottfried Donat (Chef 5.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 519)


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Wilhelm Lehner (7 November 1914 - 19 Juli 2012) dari 17. Panzer-Division yang diselenggarakan tanggal 15 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Major Karl Pröll (Kommandeur II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 63 / 17.Panzer-Division. RK 30 Januari 1943 dan EL 25 Januari 1945); Feldwebel Wilhelm Lehner (Zugführer 5.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 40 / 17.Panzer-Division. RK 15 Juni 1943); Oberleutnant der Reserve Konrad Rehnitz (Führer 2.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 27 / 17. Panzer-Division. RK 12 Agustus 1942); dan Oberfeldwebel Josef Gretschmann (Zugführer 6.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 40 / 17.Panzer-Division. RK 11 Agustus 1941)


Oberleutnant Eckhard Schneider (Führer 6.Kompanie/Füsilier-Regiment 202/75.Infanterie-Division) menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari tangan Generalleutnant Helmuth Beukemann (komandan 75. Infanterie-Division) tanggal 24 Juli 1943. Kurang dari tiga bulan kemudian Schneider akan terbunuh dalam pertempuran di Raum Szumy, Ukraina (4 Oktober 1943)! 


 
 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Hauptfeldwebel Josef Niemietz (Zugführer Stab 3.Kompanie [Flak)] / Panzerjäger-Abteilung 332 / 332.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juli 1943. Dalam Pertempuran Kursk, Niemietz berhasil membantu meneruskan serangan divisinya terhadap pertahanan pasukan Rusia dengan menggunakan senjata anti pesawat yang dipasangkan di senjata gerak-sendiri. Dalam pertempuran tersebut Niemietz menderita luka-luka, tapi kepahlawanannya terbayarkan dengan penganugerahan medali yang sangat bergengsi tersebut. Uniknya, tugas Niemietz sendiri aslinya bukanlah Komandan Peleton (Zugführer), melainkan Hauptfeldwebel atau "der Spiess" yang biasa mengurusi kebutuhan kompinya dalam masalah administrasi!



Ritterkreuzverleihung (upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) untuk tiga orang pahlawan berprestasi dari 86. Infanterie-Division yang diselenggarakan pada bulan Agustus 1943. Yang menyerahkannya adalah komandan divisi Jenderal Weidling. Dari kiri ke kanan: Obergefreiter Matthias Poll (Kompanietruppführer di 2.Kompanie / Pionier-Bataillon 186. RK 8 Agustus 1943), Generalleutnant Helmuth Weidling (Kommandeur 86. Infanterie-Division), Hauptmann Erwin Zilger (Chef 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 186. RK 4 Agustus 1943), dan Leutnant der Reserve Karl-Heinz Jaeger (Führer 1.Kompanie / Grenadier-Regiment 167. RK 4 Agustus 1943 dan EL 16 Maret 1945)



Oberfeldwebel Kurt Bade (12 November 1917 - 22 April 1988) adalah bintara yang berasal dari Berlin yang catatan militernya tidak banyak diketahui, selain dari bahwa dia sudah berpartisipasi dalam aneksasi Sudetenland tahun 1938. Bade dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Agustus 1943 sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 4.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division / XXIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd setelah mengambil-alih kompinya dalam melakukan serangan balasan yang memporakporandakan musuh dalam pertempuran di Kantong Garany, Ukraina (serangan sebelumnya yang dipimpin oleh komandan kompi "asli" telah gagal). Tidak hanya itu, dalam pertempuran bertahan sehari sebelumnya Bade juga secara pribadi menghancurkan beberapa tank Soviet menggunakan senjata anti-tank yang dipinjam dari 5.Kompanie (satu-satunya kompi Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 yang dilengkapi senjata semacam itu) di Dataran Tinggi 277,9. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Panzerkampfabzeichen in Bronze; serta Verwundetenabzeichen in Schwarz

 
Josef Beckmann (pangkat terakhir Unteroffizier der Reserve) dianugerahi Ritterkreuz tanggal 7 September 1943 sebagai Obergefreiter dan Stab III.Bataillon/Füsilier-Regiment 39/26.Infanterie-Division. Dia juga mendapatkan empat buah lencana Panzervernichtungsabzeichen (tidak terlihat dalam foto penganugerahan Ritterkreuz di atas karena berada di lengan kanannya). Beckmann tertangkap oleh tentara Soviet di bulan juli 1944 selama berlangsungnya Ofensif Lublin-Brest dan baru dibebaskan tahun 1949

 
General der Infanterie Hans Gollnick (Kommandierender General XXXXVI. Panzerkorps) yang memakai jaket bulu tebal memberikan minuman (sampanye/wine?) sebagai ucapan selamat kepada Oberst Eugen König (Kommandeur Grenadier-Regiment 451 / 251.Infanterie-Division) yang baru saja menerima tambahan Eichenlaub #318 untuk medali Ritterkreuz-nya tanggal 4 November 1943. Sebelumnya König telah menerima Ritterkreuz tanggal 1 Agustus 1942 sebagai Major dan mit der Führung beauftragt Infanterie-Regiment 352 / 246.Infanterie-Division 


 Acara jamuan makan untuk merayakan penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes bagi "baby face" Unteroffizier der Reserve Günther Bartsch (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division) yang mendapatkannya tanggal 12 November 1943 setelah menunjukkan keberanian luar biasa dengan menyerang bagian samping batalyon Tentara Merah dalam pertempuran memperebutkan Bukit 180 di Poltava. Upacara penganugerahan terpaksa dilakukan di Lazarett Birkenfeld/Nahe karena Bartsch sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dialaminya dalam pertempuran tersebut. Di sebelah kiri adalah Oberst Albert Henze (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division)


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Hauptmann der Reserve Ernst Bunge (Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 121 / 50.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 16 November 1943. Yang mengalungkan medali adalah Komandan 50. Infanterie-Division, Generalleutnant Friedrich Sixt


Obergefreiter Kurt Nöbel (Gruppenführer 1.Kompanie(reit.) / Aufklärungs-Abteilung 7 / 7.Infanterie-Division) mendapat anugerah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 November 1943 di Feldlazarett (rumah sakit lapangan) Wehrmacht. Rupanya setelah pertempuran yang melambungkan namanya (tapi sekaligus membuatnya terluka sehingga harus dirawat di rumah sakit), Nöbel direkomendasikan oleh komandannya untuk mendapatkan Ritterkreuz, dan diterima. Jadilah upacara pemberian medali yang sederhana tapi tetap membanggakan!



Obergefreiter Rudolf Albust (28 Juni 1913 - 9 April 1945) bekerja sebagai tukang kayu sebelum bergabung dengan Wehrmacht. Sebagai seorang penembak PaK (Panzerabwehrkanone, meriam anti-tank) dia menunjukkan keahliannya dalam gerak maju pasukan Jerman di Vyazma (1941) sehingga sekaligus dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse dalam satu hari! Pada tanggal 13 Desember 1943 dalam pertempuran bertahan di Vitebsk, Albust (sebagai gunner PaK 75mm) dan unitnya berhadapan dengan tank-tank berat Rusia yang berusaha menerobos garis pertahanan divisinya. Dia dengan cermat menempatkan meriamnya di jalur landasan pacu yang sudah tak terpakai, dan ketika pihak musuh membombardir posisinya dalam tembakan artileri pembuka pukul 07:00 pagi, Albust dan awaknya bersembunyi di lubang pertahanan yang berdekatan. Setelah tembakan mereda, dia menemukan bahwa senjatanya tak tersentuh oleh tembakan artileri. Tak berapa lama bombardir musuh datang kembali, kali ini diiringi dengan gerak maju tank-tank T-34 dan KV-1 yang disertai oleh infanteri. Lebih memilih untuk menghadapi mereka daripada bersembunyi kembali, Albust dengan cermat mentargetkan tank-tank yang "pengiring" infanterinya paling banyak. Hanya sendirian dan berpindah-pindah posisi dia berhasil menumpas enam tank Soviet hanya dalam waktu 20 menit! Pasukan infanteri musuh kemudian mundur diikuti oleh tank-tank Rusia yang ngeri kalau harus maju menghadapi "hantu" yang tak terlihat. Sebelum mundur mereka membombardir secara serampangan, berharap untuk mengenai musuh, tapi Albust tetap tak tersentuh dan dengan tenang tetap diam di tempatnya. Sampai dengan hari itu, total Albust telah menghancurkan 24 tank dalam karir militernya, dan atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Desember 1943 sebagai Richtschütze di 2.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 129 / 129.Infanterie-Division / IX.Armeekorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte, sementara penyerahannya dilangsungkan tanggal 22 Desember 1943 di depan pos komando Panzerjäger-Abteilung 129 dan diserahkan langsung oleh Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse (dua-duanya tanggal 8 Oktober 1941); Panzerkampfabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942). Albust meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam pertempuran di sebuah Lazarett di Saalfeld tanggal 9 April 1945


-----------------------------------------------------------------------

-1944-

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant der Reserve Max Wandrey (Chef 11.Kompanie/Jäger-Regiment 1 "Brandenburg" / Division Brandenburg) yang diselenggarakan tanggal 9 Januari 1944. Nantinya Wandrey bakal menerima juga Eichenlaub  #787 tanggal 16 Maret 1945 sebagai Major der Reserve dan komandan II.Bataillon/Jäger-Regiment 1 "Brandenburg". Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Wilhelm Walther, Oberleutnant der Reserve Max Wandrey dan General der Flieger Helmuth Felmy (mengenakan topi khas yang dinamakan sebagai "Hermann Meyer")


Oberstleutnant im Generalstab Bern von Baer (Ia Erster Generalstabsoffizier 16.Panzer-Division / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd) menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2539 dari tangan General der Panzertruppe Hans-Valentin Hube (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee) tanggal 23 Januari 1944. Berita penerimaannya sendiri telah diterima dari tanggal 13 Januari 1944


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Obergefreiter Adolf Waßmann (MG-Schütze di 6.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 255 / 110.Infanterie-Division) yang diselenggarakan di tengah padang bersalju pada tanggal 16 Maret 1944. Yang memberikan medali adalah Komandan 110. Infanterie-Division, Generalleutnant Eberhard von Kurowski


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberfeldwebel Erich Borchardt (Führer 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 122 / 50.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 17 Maret 1944. Yang mengalungkan medali adalah Komandan 50. Infanterie-Division, Generalleutnant Friedrich Sixt


Unteroffizier Otto Rodewald (Gruppenführer di Nachrichtenzug / Grenadier-Regiment 948 / 359.Infanterie-Division) mempertunjukkan keberanian yang mengagumkan dalam pertempuran di Tarnopol ketika dia menghancurkan lima tank T-34 Soviet dengan senjata tangan hanya dalam waktu 45 menit, padahal dia hanyalah seorang petugas sandi! Ketika hendak menghancurkan tank keenam, Rodewald terluka oleh pecahan bom. Atas prestasinya ini, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Maret 1944 yang dikalungkan oleh General der Panzertruppe Erhard Raus (kiri). Lokasinya? Ya di tempat dimana Rodewald menjalani perawatan atas luka-lukanya, yaitu di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan)!



 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberfeldwebel Alfred Sprengel (Zugführer di 5.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 405 / 121.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 1944. Sebagai orang yang menyerahkan medali adalah Komandan 121. Infanterie-Division, Generalleutnant Hellmuth Prieß



Generalleutnant Gotthard Fischer (Kommandeur 126.Infanterie-Division) menyematkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada upacara penganugerahan yang diadakan bulan April 1944. Dalam foto ini semua penerimanya mengenakan Stahlhelm, dan mereka dari kiri ke kanan adalah: Hauptmann der Reserve Günther Marreck (Führer II.Bataillon / Grenadier-Regiment 422; RK 15 April 1944), Hauptmann der Reserve Alfred Rutkowksi (Kommandeur Füsilier-Bataillon (A.A.) 126; RK 15 April 1944), dan Oberfeldwebel Kurt Klein (Zugführer 12.Kompanie(MG) / Grenadier-Regiment 424; RK 16 April 1944, sedang disematkan RK)

 
Oberleutnant Jakob Steckmeier (1 September 1915 - 24 Maret 1989). Menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 April 1944 sebagai Leutnant dan Führer 3./Grenadier-Regiment 485/263.Infanterie-Division. Disini kita bisa melihat pula bahwa sang pahlawan perang telah mendapat medali lain di seragamnya: Eisernes Kreuzes, Infanterie-Sturmabzeichen, Verwundetenabzeichen, Nahkampfspange, dan Panzervernichtungsabzeichen


Para perwira dari 5.Panzer-Division dalam Pertempuran Kovel tahun 1944, kemungkinan dalam acara persiapan penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Wilhelm Drewes tanggal 20 April 1944. Dari kiri ke kanan: Major der Reserve Hans-Georg Herzog (Ritterkreuz tanggal 6 April 1944 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon/Panzergrenadier-Regiment 14; Deutsches Kreuz in Gold tanggal 30 Juli 1942); Generalmajor Karl Decker (Ritterkreuz 13 Juni 1941 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur I.Abteilung/Panzer-Regiment 3; Eichenlaub #466 4 Mei 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 5. Panzer-Division); Major Wilhelm Drewes (Ritterkreuz 27 Oktober 1943 sebagai Hauptmann dan Führer I.Bataillon/Panzergrenadier-Regiment 13.; Eichenlaub #458 20 April 1944 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 13); dan Major (Oberstleutnant 1 Juni 1944) Gerhard Friedrich (Ritterkreuz 6 April 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 13; Eichenlaub #642 3 November 1944 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 13; Deutsches Kreuz in Gold 10 Januari 1944)


Presentasi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant der Reserve Erich Klier (Chef 5.Kompanie/Jäger-Regiment 56/5. Jäger-Division ) yang disematkan oleh Oberst Johannes Gittner, komandan 5. Jäger-Division, tanggal 4 Mei 1944. Klier sebelumnya telah dianugerehi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 24 November 1942 sebagai Leutnant dan Adjutant I.Bataillon/Jäger-Regiment 56/5. Jägerdivision 


Karl-Wilhelm von Schlieben (pangkat terakhir Generalleutnant) menganugerahkan Ritterkreuz kepada Leutnant der Reserve Arthur Jahnke (pengumuman penganugerahannya disiarkan tanggal 20 April 1944, yang bertepatan dengan ulang tahun Hitler ke-55). Jahnke adalah veteran muda dari Ostfront dan merupakan komandan peleton 5.Kompanie/Grenadier-Regiment 572 / 302.Infanterie-Division. Foto ini sendiri kemungkinan diambil di sektor Omaha, Normandia, bulan Mei 1944. Tak sampai sebulan kemudian lokasi ini menjadi pertarungan paling berdarah dari peristiwa invasi Sekutu yang lebih dikenal sebagai D-Day! 


 
Karl Radermacher (pangkat terakhir Leutnant) meraih Ritterkreuz tanggal 4 Mei 1944 sebagai Gefreiter dan Granatwerfertruppführer 6.Kompanie / Grenadier-Regiment 45 / 21.Infanterie-Division ; Deutsches Kreuz in Gold tanggal 27 november 1944 sebagai Feldwebel dan Kompanie-Trupp-Führer 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 45/21. Infanterie-Division; dan Nahkampfspange in Gold tanggal 21 Oktober 1944 sebagai Gruppenführer 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 45 (penghargaan ini diberikan langsung oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler di aula kota Ulm tanggal 12 Desember 1944). Selain ketiga medali bergengsi di atas, Radermacher juga dianugerahi Eisernes Kreuzes II. (10 Desember 1942) dan I. klasse (14 Februari 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; dan Verwundetenabzeichen in Schwarz serta Silber. Menurut pengakuannya, dia tidak pernah menjadi Granatwerfertruppführer dan dari pertama sampai terakhir tetap menjadi MG-Schütze (penembak senapan mesin) 



Penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Wilhelm Krieger (Zugführer 1.Kompanie/Grenadier-Regiment 168/82.Infanterie-Division/LIX.Armeekorps/1.Panzerarmee/Heeresgruppe Nordukraine) pada tanggal 4 Juni 1944. Foto diambil di Elisabethkirche (Gereja Elisabeth) di Marburg, Hesse (Jerman)


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernes Kreuzes untuk Obergefreiter Lambert Loibl (Richtschütze 1.Kompanie/Panzergrenadier-Regiment 33) pada tanggal 9 Juni 1944 yang diberikan langsung oleh komandan pengganti 4.Panzer-Division, Oberst Clemens Betzel. Betzel nantinya juga mendapat giliran mendapatkan Ritterkreuz (5 September 1944) sebagai Generalmajor dan Eichenlaub #774 (11 Maret 1945) sebagai Generalleutnant. Yang terakhir dia terima hanya berselang 16 hari sebelum kematiannya di front pertempuran!


 
Oberleutnant der Reserve Dr.Jur. Heinz Bauer (14 April 1914 - 2 November 1944) bergabung dengan Infanterie-Regiment 81 tanggal 18 Januari 1938. Bersama dengan unitnya tersebut dia ikut serta dalam menjaga Westwall tahun 1939/1940 dan penyerbuan ke Prancis tahun 1940. Pada tanggal 22 Juni 1941 Jerman mengumumkan perang terhadap Uni Soviet sekaligus menyerbu negara komunis tersebut. Dari sejak saat itu sampai dengan kematiannya, Bauer terus menerus bertempur di Front Timur. Di akhir tahun 1942 dia dipindahkan ke Grenadier-Regiment 585 sebagai ajudan komandan. Resimennya berhasil keluar dari pengepungan Cherkassy di musim dingin 1943/1944 dan, selama gerak mundur ke wilayah yang masih dikuasai Jerman, mendapat serangan tanpa henti dari pasukan Rusia. Dalam aksi mempertahankan garis belakang di Dubossary, Tiraspol dan Serpeni di bulan April 1944, Regimentsadjutant Bauer berhasil mengatasi situasi kritis unitnya melalui aksi individu brilian serta keberanian yang mengagumkan di hadapan musuh sehingga divisinya mampu mencapai posisi utama pasukan Jerman dengan selamat. Atas kepahlawanannya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Juni 1944 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Adjutant Grenadier-Regiment 585 / 320.Infanterie-Division / LII.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Dalam pertempuran tanggal 22 Agustus 1944 Bauer dinytakan hilang dalam tugas karena ditawan oleh Tentara Merah. Dia meninggal beberapa bulan kemudian ( 2 November 1944) di kamp Jelabuga. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Agustus 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (12 Agustus 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (17 April 1943)



Gefreiter Hans Baindner. Menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Juni 1944 sebagai Gefreiter dan MG-Schütze di 11.Kompanie / III.Bataillon / Jäger-Regiment 228 / 101.Jäger-Division / XI.Armeekorps / 1. ungarische Armee / Heeresgruppe Nordukraine. Uniknya, medali yang tergantung di lehernya bukanlah Ritterkreuz melainkan Eisernes Kreuz II klasse yang menjadi pengganti sementara karena Ritterkreuz aslinya saat itu belum datang!


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberfeldwebel Christian Braun (Zugführer di 8.Kompanie (MG) / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 308 / 198.Infanterie-Division) yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 1944. Braun nantinya mendapatkan pula Eichenlaub #677 tanggal 9 Desember 1944 dengan pangkat, posisi dan unit yang sama

Dalam pertempuran di front Italia, 29.Panzergrenadier-Division bertarung dengan begitu baiknya di bawah pimpinan Generalleutnant Walter Fries (Schwerterträger, pangkat terakhir General der Panzertruppe). Pihak Amerika harus membayar setiap gerak majunya dengan kerugian besar dalam hal korban manusia dan material. Salah satu yang paling menonjol dalam fase ini adalah Hauptmann Helmut Meitzel (pangkat terakhir Major), komandan II./Grenadier-Regiment 15 (mot.) yang baru berusia 24 tahun. Setelah mempertunjukkan keberanian yang mengagumkan dalam memimpin unitnya di pertempuran Calabria dekat Salerno (masih wilayah Cassino) dan mengalami luka yang ketujuh kalinya (!), Meitzel mendapatkan ganjaran yang selayaknya dengan menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juli 1944


Hauptmann Walter-Christian Müller (Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 389 / 389.Infanterie-Division) terlihat happy tak lama setelah pengalungan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dan karangan bunga tanggal 27 Juli 1944 walaupun saat itu notabene sedang dirawat di rumah sakit setelah menderita luka-luka dalam pertempuran. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr tahun 1959 dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1971 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant (pangkat terakhirnya di Wehrmacht adalah Major)


 Major Friedrich "Fritz" Bader (21 Juni 1908 - 16 Mei 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Agustus 1944 sebagai Kommandeur Hochgebirgsjäger-Bataillon 3  / LXXV.Armeekorps / Armee Ligurien / Heeresgruppe C atas kepahlawanannya dalam pertempuran di Monte Cassino dan Monte LaPezzo, dimana batalyonnya melindungi gerak mundur pasukan utama Jerman dari kedua kota tersebut sekaligus bertempur di kelebatan hutan Italia melawan gabungan pasukan Inggris dan Maroko yang berhasil dia porak porandakan. Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant



General der Panzertruppe Dietrich von Saucken (kiri, Kommandierender General XXXIX. Panzer Korps) memberi ucapan selamat kepada Generalmajor Clemens Betzel (Kommandeur 4. Panzer-Division) atas raihan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diterimanya pada tanggal 5 September 1944. Saucken sendiri adalah mantan komandan 4. Panzer-Division dalam tiga periode yang berlainan (27 Desember 1941 - 2 Januari 1942, 31 Mei 1943 - Januari 1944, dan Februari 1944 - 1 Mei 1944)



Generalleutnant Maximilian "Max" Felzmann (pangkat terakhir General der Artillerie) berfoto bersama dengan Major Adolf Eilers (pangkat terakhir Oberstleutnant) dalam acara penganugerahan Ritterkreuz untuk Eilers yang diselenggarakan pada tanggal 10 September 1944. Eilers adalah komandan Grenadier-Regiment Gruppe 184 yang merupakan sisa-sisa dari 86.Infanterie-Division yang sudah hancur lebur dalam pertempuran sebelumnya, sementara Felzmann adalah komandan Korps-Abteilung E yang membawahi sisa-sisa dari 86.Infanterie-Division, 137.Infanterie-Division dan 251.Infanterie-Division


 

Oberst der Reserve Werner Graf von Bassewitz-Levetzow (7 Juni 1894 - 20 Agustus 1964) bergabung dengan Kaiserlichen Heer tanggal 2 Agustus 1914 dengan unit pertamanya adalah 1. Garde-Dragoner-Regiment "Königin Viktoria von Großbritannien und Irland". Dari tahun 1930 s/d 1934 dia bertugas sebagai pasukan penjaga perbatasan dan pada tahun 1935 mengikuti pelatihan lanjutan sebagai Reserveoffizier (Perwira Cadangan). Pada tanggal 31 Maret 1937 Bassewitz ditransfer ke Infanterie-Regiment 96, dilanjutkan dengan Infanterie-Regiment 94 beberapa bulan kemudian. Dengan unitnya ini dia ikut serta dalam invasi Jerman ke Polandia tahun 1939 sebagai komandan batalyon. Setelah mengikuti kampanye militer lanjutan di Prancis dan Rusia, dia diangkat sebagai Komandan Grenadier-Regiment 96 tanggal 1 Desember 1942. Di malam tanggal 13-14 Agustus 1944, 32. Infanterie-Division mundur dari wilayah Modohn (Latvia) dan - dalam gerak mundur melintasi Saliniecki, Trusli dan Berzini - mendapat serangan gencar dari pasukan Soviet. Begitu sengitnya pertempuran sehingga Grenadier-Regiment 96 pimpinan Bassewitz terpisah dari pasukan utama. Bersama dengan resimennya dia menerobos kepungan musuh sekaligus memutus serangan terhadap sisa divisi. Setiap kali pasukan Rusia menembus salah satu pertahanan yang digalang oleh pihak Jerman, setiap kali pula Bassewitz dan resimennya yang sudah sangat kelelahan datang untuk menutupnya. Akhirnya 32. Infanterie-Division berhasil lolos dari kepungan Soviet dan sampai di wilayah yang masih berada di wilayah kekuasaan Jerman. Atas jasanya sebagai "tukang tambal" tersebut, Bassewitz dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh General der Infanterie Wilhelm Wegener (Kommandierender General L. Armeekorps) tanggal 17 September 1944 sebagai Oberst der Reserve dan Kommandeur Grenadier-Regiment 96 / 32.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 28 September 1944 Bassewitz dipercaya sebagai komandan sementara 32. Infanterie-Division sampai dengan bulan Desember 1944 saat sisa-sisa anggota divisi tersebut dilebur kedalam 132. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Februari 1945 dia menjadi Komandan 17. Divisionsführer-Lehrgang. Menariknya, pada tanggal 10 April 1945 dia ditransfer ke Kriegsmarine untuk menjadi Komandan 2. Marine-Infanterie-Division, divisi darat Angkatan Laut Jerman yang beranggotakan para pelaut yang sudah tak punya lagi kapal tempat bertugas! Pada tanggal yang sama pangkatnya pun berubah dari Oberst d.R. menjadi Kapitän zur See. Di akhir perang dia dan unitnya menyerah pada pasukan Inggris. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (1939); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (23 Juli 1942)



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Feldwebel Otto Witt (6 April 1917 - 16 Januari 1977) yang diselenggarakan tanggal 21 September 1944 dan dihadiri oleh para Ritterkreuzträger dari 1. Infanterie-Division. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Heinrich Hennig (RK 9 Juni 1944 sebagai Zugführer Stabskompanie / Füsilier-Regiment 22); Oberfeldwebel Alfred Matern (RK 4 September 1943 sebagai Zugführer 5.Kompanie / Füsilier-Regiment 22, dan EL #784 16 Maret 1945 dalam posisi yang sama); Oberfeldwebel Bruno Moysies (RK 6 Maret 1944 sebagai Zugführer 3.Kompanie / Füsilier-Regiment 22); Major Wolfgang Sichart von Sichartshofen (RK 4 Mei 1944 sebagai Führer Grenadier-Regiment 43); Feldwebel Otto Witt (RK 21 September 1944 sebagai Zugführer 8.Kompanie / Grenadier-Regiment 43); dan Unteroffizier Walter Kuhn (RK 23 Agustus 1943 sebagai Richtschütze 3.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 1)


Oberfeldwebel Hans Roeger (13 Juli 1920 - 12 April 2009) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 September 1944 sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 1.Kompanie/Panzerfüsilier-Regiment "Großdeutschland" atas aksinya di sekitar Kursenai, Lithuania. Roeger seakan menjadi legenda di divisinya dan aksi-aksi keberaniannya telah menjadi buah bibir. Pada bulan April 1944, saat Großdeutschland sedang berjibaku menstabilkan garis pertahanan di wilayah Iassi (Jassy)/Targul Frumos, Roeger dan anakbuahnya berpatroli dengan mengenakan pakaian penggembala Rumania, lengkap dengan ternaknya! Mereka berhasil menyelinap keluar dari kepungan tentara Rusia dan menghancurkan sebuah jembatan sebelum balik lagi. Insiden lainnya muncul di medan Lithuania. Dia sedang memimpin pasukannya dengan sebuah SPW di jalan menuju jembatan Kursenai saat bertemu dengan grup artileri Soviet. Roeger dan anakbuahnya langsung berloncatan keluar dari SPW dan menyerbu meriam-meriam musuh. Tapi senjata pertahanan Rusia di sekelilingnya tiba-tiba menyalak sehingga memaksa dia untuk menunduk dan merayap di bawah kendaraan musuh sampai akhirnya lebih banyak lagi rekan-rekannya yang datang membantu. Setelah menghancurkan semua perlawanan, dia kemudian memimpin pasukannya dan berhasil menguasai sebuah jembatan penyeberangan untuk menyeberangkan kendaraan-kendaraan perang batalyonnya


Para komandan pasukan Jerman di Barat sedang merundingkan strategi untuk menghadapi serangan unit parasut Sekutu di Arnhem, 28 September 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generaloberst Kurt Student (Oberbefehlshaber 1. Fallschrimarmee), SS-Obergruppenführer Wilhelm Bittrich (Kommandierender-General II. SS-Panzerkorps), Major Hans-Peter Knaust (Kommandeur Kampfgruppe "Sonnenstuhl" / II.SS-Panzerkorps), dan SS-Brigadeführer Heinz Harmel (Kommandeur 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg"). Sebelumnya telah diadakan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Knaust, yang terlihat dari pita medalinya yang masih menggantung!



Upacara penganugerahan Ritterkreuz dari 21.Panzer-Division untuk Hauptmann der Reserve Wilhelm "Willi" Kurz (Kommandeur II.Bataillon/Panzergrenadier-Regiment 125) yang diselenggarakan tanggal 20 Oktober 1944. Dari kiri ke kanan: Major Ruprecht Heeringer, Generalleutnant Edgar Feuchtinger, Willi Kurz, Oberstleutnant Hans-Ulrich von Luck und Witten, Major Gerhard Scharnhorst, dan Major Hans-Joachim Liehr. Von Luck (komandan Panzergrenadier-Regiment 125) mengenang bahwa upacara ini telah juga difilmkan! BTW, Kurz sendiri menerima Ritterkreuz atas jasanya menahan musuh yang berusaha menyeberang jembatan sehingga membuat pihak Jerman mampu mengirimkan cadangan peralatan melintasi sungai Seine


 Oberfeldwebel Johann Baichl (Zugführer di 5.Kompanie / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 33 / 4.Panzer-Division) di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang berlangsung pada tanggal 23 Oktober 1944. Dia menerima medali kebanggaan tersebut langsung dari komandan 4. Panzer-Division yang membawahi Panzergrenadier-Regiment 33, Generalmajor Clemens Betzel. Di hari yang sama Baichl dianugerahi pula Nahkampfspange in Gold untuk prestasi mengagumkan: selamat dalam 50 hari pertempuran jarak dekat!



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Leutnant Otto Stoy (3 September 1923 - 15 Juni 1997), Führer 3.Batterie / Artillerie-Regiment 171 / 71.Infanterie-Division / LXXXXVII.Armeekorps, yang diselenggarakan tanggal 5 November 1944 (Vorläufiges Besitzzeugnis milik Stoy ditandatangani tanggal 7 November 1944). Uniknya, Stoy yang notabene perwira artileri juga merupakan peraih satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber, yang menandakan bahwa dia pernah menghancurkan satu buah tank musuh dengan menggunakan senjata-genggam-tangan!

-----------------------------------------------------------------------

-1945-

 Upacara penganugerahan medali untuk dua orang prajurit berprestasi dari 1. Gebirgs-Division : Stabsgefreiter Georg "Girgl" Audenrieth (Gruppenführer 3.Kompanie / Gebirgsjäger-Regiment 99) dan Major Wilhelm Spindler (Führer Gebirgsjäger-Regiment 99). Audenrieth menerima Ritterkreuz sementara Spindler Eichenlaub #718. Upacaranya dilangsungkan di Tapcony (Hungaria) bulan Februari 1945, dan kedua orang tersebut menerima medali dari komandan divisi Generalleutnant Josef Kübler. Foto pertama memperlihatkan Spindler (kiri) dan Audenrieth, sementara foto ketiga memperlihatkan inspeksi pasukan kehormatan oleh Kübler dan Audenrieth (kanan)


Sebenarnya saya bingung mau memasukkan ke seksi mana manusia satu ini, apakah ke album foto upacara Heer atau Fallschirmjäger? Namanya adalah Leutnant der Reserve Johannes-Matthias "Hanns" Hönscheid, seorang Kriegsberichter (koresponden perang) Heer yang bertugas meliput di Fallschirmtruppe. Meskipun notabene "hanya" seorang wartawan (yang seharusnya bersenjatakan pena!), ternyata Hönscheid dahsyat juga saat bertempur, terbukti dari medali Ritterkreuz yang diterimanya tanggal 12 Maret 1945( foto di atas) dan dua Panzervernichtungsabzeichen (Medali Penghancur Tank) tersemat di lengannya! Tapi dasar Kriegsberichter, medali-medali yang tersemat di dadanya juga LUAR BIASA membingungkan. Bayangkan: orang Angkatan Darat tapi dianugerahi Ground Combat Badge Luftwaffe; jelas-jelas prajurit tempur, tapi dianugerahi Kriegsverdienstkreuz I klasse TANPA Pedang (berarti khusus untuk sipil)! Mak nyoooossss....
 



Sumber :
 
Buku "Germany's Combat Helmets 1933-1945: A Modern Study" karya Ken Niewiarowicz
Buku "The Face of Courage: The 98 Men Who Received the Knight's Cross and the Close-Combat Clasp in Gold" karya Florian Berger
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Docarchiv
Foto koleksi pribadi John "StuGIII"

Foto koleksi pribadi Mathijs T.
Foto koleksi pribadi Michael Guhr
Foto koleksi pribadi Pierce F.
Foto koleksi pribadi Sepp45
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org

www.ebay.de
www.forosegundaguerra.com
www.forum.axishistory.com

www.histomil.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.kegans-militaria.webstarts.com

www.lagis-hessen.de
www.norgeslexi.no

www.pixpast.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.warrelics.eu
www.web.iwebcenters.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com