Sunday, June 30, 2013

U-103

 Para awak U-103 berpose untuk keperluan suvenir bagi para kerabat di kampung halaman di pangkalan U-boat Lorient. Di menara pengawas tertempel emblem “Sig-Rune” (huruf “S” dari alfabet Runik) yang sekaligus berfungsi sebagai “jimat” bagi kapal tersebut serta huruf pertama dari sang kapten kapal. Simbol ini dipilih langsung oleh Victor Schütze dan memang terbukti membawa keberuntungan bagi kapal tersebut: faktanya, U-103 merupakan salah satu U-boat Jerman paling sukses dalam Perang Dunia II! Dia berangkat dalam 11 patroli bersama tiga orang kapten yang berbeda, dan tercatat menenggelamkan 45 buah kapal (237.596 GRT) serta merusakkan 3 lainnya (28.158 GRT)! U-103 berhasil selamat dari 11 patroli yang dijalaninya tanpa mengalami kerusakan yang berarti, dan pada bulan Januari 1944 akhirnya dipensiunkan. Kapal ini kemudian digunakan sebagai kapal latihan oleh 2. Dan kemudian 4. ULD (Divisi Pelatihan U-boat), sampai kemudian nasibnya berakhir tragis setelah ditenggelamkan dalam pemboman Sekutu di Kiel tanggal 15 April 1945

Spesifikasi
Tipe: IXB
Perintah kerja: 24 Mei 1938
Pembuatan: 6 September 1939 (AG Weser, Bremen, werk 966)
Peluncuran: 12 April 1940
Penugasan: 5 Juli 1940 (Korvettenkapitän Viktor Schütze)

Komandan
5 Juli 1940 - 12 Agustus 1941: Korvettenkapitän Viktor Schütze (Eichenlaubträger)
13 Agustus 1941 - 14 Juli 1942: Kapitänleutnant Werner Winter (Ritterkreuträger)
15 Juli 1942 - 13 Maret 1944: Kapitänleutnant Gustav-Adolf Janssen
23 Januari 1945 - 18 Februari 1945: Oberleutnant zur See Heinz Murl
31 Maret 1945 - 15 April 1945: Oberleutnant zur See Hans-Norbert Schunck

Patroli
1. 21 September 1940 (Kiel) - 19 Oktober 1940 (Lorient): 29 hari -  23.976 GRT
2. 9 November 1940 (Lorient) - 12 Desember 1940 (Lorient): 34 hari - 38.465 GRT
3. 21 Januari 1941 (Lorient) - 24 Februari 1941 (Lorient): 35 hari - 33.464 GRT
4. 1 April 1941 (Lorient) - 12 Juli 1941 (Lorient): 103 hari - 65.172 GRT
5. 10 September 1941 (Lorient) - 9 November 1941 (Lorient): 61 hari - 10.594 GRT
6. 3 Januari 1942 (Lorient) - 1 Maret 1942 (Lorient): 58 hari - 26.539 GRT
7. 15 April 1942 (Lorient) - 22 Juni 1942 (Lorient): 69 hari - 42.169 GRT
8. 21 Oktober 1942 (Lorient) - 29 Desember 1942 (Lorient): 70 hari - 25.375 GRT
9. 7 Februari 1943 (Lorient) - 26 Maret 1943 (Lorient): 48 hari
10. 24 April 1943 (Lorient) - 26 Mei 1943 (Lorient): 33 hari
11. 25 Juli 1943 (Lorient) - 26 Juli 1943 (Lorient): 2 hari
12. 18 September 1943 (Lorient) - 19 September 1943 (Brest): 2 hari
13. 23 September 1943 (Brest) - 1 Januari 1944 (Bergen): 101 hari
14. 3 Januari 1944 (Bergen) - 7 Januari 1944 (Kiel): 5 hari
Total: 14 patroli dengan 650 hari di lautan

Prestasi
45 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 237.596 GRT, dan 3 kapal dirusakkan dengan total tonase 28.158 GRT

Akhir
Dipensiunkan dari tugas aktif pada bulan Maret 1944. Pada bulan Januari 1945 U-103 berangkat dari Gotenhafen ke Hamburg dan bulan April 1945 dari Hamburg ke Kiel. Pada tanggal 15 April 1945 kapal selam ini tenggelam setelah dibom pesawat Sekutu. Tidak diketahui berapa orang yang selamat, hanya saja satu orang tercatat tewas.

Sumber :
Majalah"U-Boot im Focus" nomor 2 terbitan tahun 2007
www.uboat.net



Saturday, June 29, 2013

U-588

Foto dinamis yang memperlihatkan U-588, sebuah kapal selam Jerman dari tipe VIIC, yang baru saja berangkat ke lautan untuk melakukan patroli. Sebagian dari badannya yang tidak tertutupi air jelas memperlihatkan pola kamuflase abu-abu gelap yang berguna untuk memecah siluet panjang kapal tersebut. Perhatikan juga lambang U-boat itu yang terdiri dari dua ekor ayam jantan putih sedang berduel satu sama lain (bahasa kerennya: adu ayam!). Lambang tersebut kemungkinan besar mengacu pada nama belakang kapten kapal tersebut, Kapitänleutnant Victor Vogel

Spesifikasi
Tipe: VIIC
Perintah kerja: 16 Januari 1940
Pembuatan: 31 Oktober 1940 (Blohm & Voss, Hamburg, werk 564)
Peluncuran: 23 Juli 1941
Penugasan: 18 September 1941 (Kapitänleutnant Victor Vogel)

Komandan
18 September 1941 - 31 Juli 1942: Kapitänleutnant Victor Vogel

Patroli
1. 8 Januari 1942 (Kiel) - 30 Januari 1942 (Lorient): 23 hari - 5.851 GRT
2. 12 Februari 1942 (Lorient) - 27 Maret 1942 (St. Nazaire): 44 hari - 11.666 GRT
3. 19 April 1942 (St. Nazaire) - 7 Juni 1942 (St. Nazaire): 50 hari - 21.435 GRT
4. 19 Juli 1942 (St. Nazaire) - 31 Juli 1942 (tenggelam): 13 hari
Total: 4 patroli dengan 130 hari di lautan

Prestasi 
7 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 31.492 GRT, dan 1 kapal dirusakkan dengan total tonase 7.460 GRT

Akhir
Ditenggelamkan tanggal 31 Juli 1942 di Atlantik utara, di posisi 49.59N, 36.36W, oleh gempuran bom kedalaman dari kapal korvet Kanada HMCS Wetaskiwin serta kapal perusak Kanada HMCS Skeena. kesemua 46 awaknya tewas.

Sumber :
Majalah"U-Boot im Focus" nomor 2 terbitan tahun 2007


Sunday, June 23, 2013

Foto Heinrich Himmler Muda Sebelum Nazi Berkuasa


 Heinrich Himmler di masa muda dengan seragam militer. Pada tahun 1915 dia memulai pelatihan bersama Korps Kadet Landshut. Ayahnya yang seorang guru memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga kerajaan Jerman untuk memasukkan Himmler sebagai kandidat perwira, dan dia masuk menjadi anggota batalyon cadangan di Bayerischen-Regiment 11 di bulan Desember 1917. Pada bulan November 1918, saat Himmler masih dalam pelatihan, perang keburu berakhir sehingga dia tidak sempat mencicipi dahsyatnya pertempuran. Pangkat militer terakhirnya adalah Fahnenjunker


Heinrich Himmler sebagai seorang SA-Oberführer sekaligus stellvertretenden Reichsführer-SS di tahun 1928. Perhatikan lambang tengkorak (Totenkopf) di topinya yang masih memakai model lama!
Pada tahun 1929 dia menjadi
Reichsführer-SS menggantikan Erhard Heiden (sampai dengan tahun 1934, "Reichsführer-SS" adalah gelar untuk pimpinan SS dan bukan pangkat sebenarnya)


Heinrich Himmler sebagai seorang SA-Oberführer sekaligus Reichsführer-SS. Medali yang tersemat di saku bajunya adalah Nürnberger Parteitagsabzeichen 1929 (Medali Partisipan Reichsparteitag 1929 di Nürnberg). Setelah pengunduran diri komandan SS sebelumnya, Erhard Heiden, Himmler ditunjuk sebagai Reichsführer-SS yang baru pada tanggal Januari 1929. Pada saat itu anggota SS hanya berjumlah 280 orang dan hanya digolongkan sebagai salah satu batalyon di bawah SA (Sturmabteilung). Himmler sendiri adalah seorang perwira SA berpangkat Oberführer, tapi setelah bulan Januari 1929 tersebut dia selalu menyebut pangkat dan posisinya sebagai Reichsführer-SS 


 Heinrich Himmler dalam foto tertanggal 1 Januari 1933. Di hari itu dia naik pangkat dari SS-Gruppenführer menjadi SS-Obergruppenführer, sementara dalam foto ini sang Reichsführer-SS masih mengenakan kragenspiegel pangkat yang lama. Dia mengenakan armband Nazi di lengannya serta medali Nürnberger Parteitagsabzeichen 1929 (Medali Partisipan Reichsparteitag 1929 di Nürnberg) di seragamnya. Pada tanggal 30 Januari 1933 Adolf Hitler ditunjuk menjadi Kanselir Jerman, dan dari sejak saat itu Nazi menancapkan kekuasaannya sampai dengan tahun 1945. Di tangan Himmler, SS (Schutzstaffel) berkembang pesat, dari anggota awal yang berjumlah ratusan sampai menjadi 1.250.000 orang di tahun 1945!


Sumber :
www.deviantart.com
www.en.wikipedia.org 
www.elginhistory12.wikispaces.com 
www.gettyimages.com

Saturday, June 22, 2013

Album Foto Eksterior/Bagian Luar U-Boat

Foto ini diambil di dok St. Nazaire dan memperlihatkan sebuah kapal selam Jerman tipe VII C dengan tambahan Flak (senjata anti pesawat udara) dengan detail yang bisa kita telaah lebih lanjut: persenjataan ini terdiri dari sebuah senjata Flak 20mm laras tunggal, dua pasang Flak 20mm laras ganda, dan dua senapan mesin MG 81 Z di menara pengawas bagian depan. Disini kita juga bisa melihat botol-botol udara bertekanan tinggi yang berfungsi untuk menerbangkan balon pengumpan "Aphrodite" di bagian belakang boks berlapis baja dan lapisan metal berlubang di bagian ujung platform


 Foto ini diambil dari bagian haluan kapal selam VII C Snorkel tipe akhir dan memperlihatkan beberapa detail yang menarik: gambar cutout kontainer apung penyelamat bertekanan tinggi terlihat jelas di kanan depan. Kontainernya sendiri sebenarnya tidak terlihat dan bukaannya tertutup oleh plat metal. Nampak di belakangnya adalah batang snorkel deflektor ombak yang tidak didapatkan di banyak U-boat berjenis Snorkel. Perhatikan juga ketiadaan bantalan rel di tempat dimana meriam dek sebelumnya berada


 Foto dari kapal selam VII C Snorkel tipe akhir dengan logo “hantu malam” di atas sampai saat ini tidak diketahui identitasnya, dan logonya sendiri bisa dibilang tidak terdapat dalam daftar logo-logo U-boat yang lebih populer! “Snorkeller” satu ini dilengkapi dengan empat buah kontainer apung penyelamat bertekanan tinggi di depan batang snorkelnya, meskipun tidak ditemukan bantalan rel di tempat dimana meriam dek sebelumnya berada. Dudukan untuk kompas magnet Askania, yang berbentuk lebih kecil dari biasanya dan berdiri sendiri, bisa kita lihat dengan jelas berada di depan menara pengawas. Modifikasi ini diperintahkan untuk ditambahkan kepada kapal-kapal baru mulai tanggal 15 Oktober 1942, juga ke sebagian kapal-kapal lama. Perhatikan bahwa sebagian besar awak U-boat yang Nampak dalam foto ini memakai jaket penyelamat serta topi wol


U-4701, kapal selam tipe XXIII yang pertama kali dibuat oleh galangan kapal Germania di Kiel, mulai “mencicipi” lautan pertama kali tanggal 10 Januari 1945. Kapal satu ini menyediakan contoh yang bagus mengenai masalah kecepatan yang menjadi beban para “pemangku harapan” bagi satuan U-boat tersebut di fase-fase akhir peperangan. Pengerjaannya mulai dilakukan tanggal 19 Oktober 1944 dan selesai tanggal 14 Desember. Kurang dari empat minggu setelahnya, tanggal 10 Januari 1945, kapal tersebut sudah mulai dipersiapkan untuk berlayar di bawah komando Oberleutnant zur See Arnold Wiechmann (Kru X/39). Pelatihan para awaknya dimulai di pangkalan 5. Unterseebootsflotille di Kiel. Sayangnya, pelatihan ini masih belum selesai saat peperangan di Eropa keburu berakhir. Akibatnya, beberapa saat sebelum menyerah, kapal yang dibuat dengan susah payah ini ditenggelamkan oleh awaknya sendiri di lepas pantai Höruphaff (Horuphav), Denmark, demi mencegahnya jatuh ke tangan musuh! Foto di atas, yang diambil saat panji komandan serta bendera perang Reich sedang dikibarkan, jelas memperlihatkan pola rivet lapisan kulit baja menara pengawasnya serta fairing lampu posisi yang lekuknya disesuaikan dengan bodi kapal. Dari semua peralatan di bagian belakang menara pengawas yang dapat ditarik masuk, hanya peilring (DF loop) yang kelihatan. Snorkelnya kemungkinan ditarik masuk demi alasan keamanan. Hanya satu dari dua tiang antena (ASTA-Hand) yang bisa dipanjangkan secara manual yang terlihat nongkrong di dudukannya. Antena tersebut mempunyai panjang 1,8m dengan bagian bawah yang dilapisi karet. Dudukan bagian kirinya tampak kosong. UAK-Kennung (Kode UAK) terdapat di bagian lempengan kecil berbentuk horizontal, dan merupakan cirri pengenal dari ke-47 kapal selam Jerman dari tipe ini


Sumber :
Majalah "U-Boot Im Focus" no.2 tahun 2007

U-68

 
 
Simbol U-68 yang merupakan perpaduan antara daun dan V


 
Instalasi toilet duduk "darurat" U-68 (Kapitänleutnant Karl-Friedrich Merten) yang berada di bagian kiri kapal selam dan bisa dibongkar-pasang. Banyak pembaca yang tak bisa membayangkan bahwa ada orang yang bisa tenang berak di tengah angin laut yang berhembus kencang dengan disaksikan oleh teman-temannya! Bagi awak U-boat veteran, hal ini tidaklah terlalu asing meskipun desain toiletnya sendiri bermacam-macam dan ada juga beberapa kapal yang tidak dilengkapi sarana ini sama sekali


Spesifikasi
Tipe: IXC
Perintah kerja: 7 Agustus 1939
Pembuatan: 20 April 1940 (AG Weser, Bremen, werk 987)
Peluncuran: 22 Oktober 1940
Penugasan: 11 Februari 1941 (Kapitänleutnant Karl-Friedrich Merten)

Komandan
11 Februari 1941 - 21 Januari 1943: Korvettenkapitän Karl-Friedrich Merten (Eichenlaubträger)
21 Januari 1943 - 16 Juni 1943: Oberleutnant zur See Albert Lauzemis (DKiGträger)
14 Juni 1943 - Juli 1943: Oberleutnant zur See Ekkehard Scherraus
Juli 1943 - 29 Juli 1943: Oberleutnant zur See Gerhard Seehausen (DKiGträger)
30 Juli 1943 - 10 April 1944: Oberleutnant zur See Albert Lauzemis (DKiGträger)

Patroli
1. 30 Juni 1941 (Kiel) - 1 Agustus 1941 (Lorient): 33 hari
2. 11 September 1941 (Lorient) - 25 Desember 1941 (Lorient): 106 hari - 23.697 ton
3. 11 Februari 1942 (Lorient) - 13 April 1942 (Lorient): 62 hari - 39.350 ton
4. 14 Mei 1942 (Lorient) - 10 Juli 1942 (Lorient): 58 hari - 50.774 ton
5. 20 Agustus 1942 (Lorient) - 6 Desember 1942 (Lorient): 109 hari - 56.330 ton
6. 3 Februari 1943 (Lorient) - 7 Mei 1943 (Lorient): 94 hari - 10.186 ton
7. 12 Juni 1943 (Lorient) - 16 Juni 1943 (Lorient): 5 hari
8. 14 Agustus 1943 (Lorient) - 15 Agustus 1943 (Lorient): 2 hari
9. 8 September 1943 (Lorient) - 23 Desember 1943 (Lorient): 107 hari - 17.661 ton
10. 22 Maret 1944 (Lorient) - 10 April 1944 (tenggelam): 20 hari
Total: 10 patroli dengan 596 hari di lautan

Prestasi
33 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 197.998 GRT (32 kapal biasa dan 1 kapal perang).

Akhir
Ditenggelamkan tanggal 10 April 1944 barat laut Madeira, Portugal, di posisi 33.24N, 18.59W, oleh gempuran bom kedalaman serta roket dari pesawat Avenger dan Wildcat yang berasal dari kapal induk Amerika USS Guadalcanal (VC-58). 56 awak tewas dan 1 selamat.



Sumber :

Majalah "U-Boot im Focus" nomor 2
www.uboat.net

Thursday, June 20, 2013

Album Foto Belanda Dalam Perang Dunia II

Dua orang opsir Belanda mengenakan Gasmasker tipe G lengkap dengan Gasmaskertassen-nya. Seperti negara-negara Eropa lainnya, Belanda juga mempersiapkan diri dalam pelatihan pemakaian masker gas dengan berkaca pada horor Perang Dunia I. Tapi cukup aneh juga jika melihat Letnan-Kolonel (kiri) dan Sersan dalam foto di atas yang mengenakan masker sambil berpose di depan sebuah café yang nyaman (setidaknya itu yang disebutkan oleh caption aslinya!)


 Agustus 1938: Satu peleton tentara Belanda berbaris dalam event Vierdaagse (tur berjalan empat hari) di Nijmegen. Mereka meninggalkan desa Wijchen di Zandstraat (sekarang berganti nama menjadi Kasteellaan) menuju Nijmegen, di bawah kepemimpinan seorang Sersan


Sumber :
Buku "Holland Paraat!" karya Jan Giesbers, Rob Tas dan Antal Giesbers

Foto Kampfgeschwader 4 (KG 4) "General Wever"

 Foto ini cukup unik juga karena memperlihatkan para bintara Luftwaffe ini membuat sebuah miniatur kapal layar kuno, sementara mereka notabene adalah personil udara! Dari ärmelstreifen di lengannya ketahuan bahwa mereka berasal dari Kampfgeschwader 4 (KG 4) "General Wever" 
---------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH EICHENLAUB

Oberstleutnant Hansgeorg Bätcher (13 Januari 1914 - 23 April 2003) menerima pelatihan terbang di Fliegergruppe Tutow (November 1935 - Maret 1936) sebelum bergabung dengan Kampfgeschwader 157 bulan Desember 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman atas Polandia (1939) dan Prancis (1940). Di yang terakhir Bätcher sempat tertawan tanggal 5 Juni 1940 setelah pesawatnya ditembak jatuh, tapi dilepaskan kembali ketika Prancis menyerah atas Jerman beberapa hari kemudian. Dia ditugaskan sebagai instruktur terbang selama beberapa bulan sebelum aktif kembali di front bulan Mei 1941 dengan bergabung bersama Kampfgeschwader 100 yang dilengkapi oleh pesawat pembom Heinkel He 111. Pada awal tahun 1942 unitnya terlibat dalam pemboman maritim atas kapal-kapal soviet di Laut Hitam dan Bätcher menjadi pilot pembom tersukses dalam operasi ini setelah berhasil menenggelamkan dan merusak beberapa kapal musuh. Setelah itu Bätcher berpindah tugas ke Kaukasus dan Stalingrad. Dia selalu menunjukkan prestasi yang jempolan sebagai veteran bomber sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Desember 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 100 "Wiking" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Setelah menyelesaikan misi tempurnya yang ke-658 bulan Februari 1944, Bätcher dianugerahi Eichenlaub #434 tanggal 24 Maret 1944 sebagai Major dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Jasanya begitu diperlukan sehingga dia dilarang untuk terbang dan dialihtugaskan sebagai perwira staff sampai bulan Desember 1944 ketika dibalikkan lagi sebagai perwira lapangan di Kampfgeschwader 76 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat pembom bermesin jet Arado Ar 234. Pada bulan Februari 1945 dia ditunjuk sebagai komandan KG(J) 54 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat Messerschmitt Me 262 fighter-bomber sampai dengan akhir perang. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juli 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (23 Agustus 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (3 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (8 November 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (24 November 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold #71/28 (2 Juli 1942)

 ---------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ 

 Oberst Hans-Joachim "Hajo" Herrmann (1 Agustus 1913 - 5 November 2010) adalah salah satu pilot bomber Luftwaffe yang paling jago dan terkenal. Memulai karir sebagai perwira infanteri, Herrmann pindah ke Luftwaffe saat pembentukannya di tahun 1935 dan ikut berpartisipasi dalam Perang Saudara Spanyol. Petualangannya dilanjutkan dalam medan perang Polandia, Norwegia, Pertempuran Britania, Mediterania, dan Rusia. Di bulan Februari 1941, dalam sebuah serangan udara ke pangkalan Angkatan Laut Inggris di Yunani, Herrmann menjatuhkan sebiji bom ke kapal amunisi SS Clan Fraser. Ledakan yang terjadi kemudian begitu dahsyatnya sehingga menghancurkan 11 kapal musuh, dan juga membuat pelabuhan Piraeus tidak berfungsi selama berbulan-bulan! Pada bulan Juli 1942 dia ditarik dari front dan ditempatkan sebagai perwira staff di markas besar Luftwaffe. Sampai saat itu, sepanjang karirnya sebagai pilot pembom, Herrmann terbang dalam 320 misi tempur dan berhasil menenggelamkan 12 kapal dengan total tonase 70.000 ton. Meskipun kini berada di belakang meja, Herrmann masih menunjukkan bakat lainnya yang luar biasa selain sebagai pejuang di garis depan: dialah yang menciptakan taktik infiltrasi bomber-bomber Sekutu dengan pesawat penerbang malam Luftwaffe yang dinamakan sebagai "Wilde Sau", juga strategi penabrakan pesawat-pesawat musuh dengan menggunakan pilot-pilot tak terlatih yang dinamakan sebagai "Rammjäger". Di akhir perang dia ditawan oleh Soviet selama 10 tahun dan baru dibebaskan pada tahun 1955. Herrmann meneruskan karir sebagai pengacara yang sukses. Diantara kasus-kasus yang ditanganinya adalah sebagai pembela para tertuduh Neo-Nazi dan penentang Holocaust. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Spanienkreuz in Gold mit Schwertern; Eisernes Kreuz II.Klasse (Oktober 1939) und I.Klasse (27 Mei 1940); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (28 September 1940); Deutsches Kreuz in Gold (5 Juni 1942); Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (13 Oktober 1940, sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever") mit Eichenlaub (2 Agustus 1943, sebagai Major dan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 300) und Schwertern (23 Januari 1944, sebagai Oberst dan Inspekteur der Nachtjagd di Reichsluftfahrtministerium serta Kommandeur 30. Jagd-Division)

 Oberfeldwebel Reinhard Aigen (20 Mei 1913 - 19 September 1943) mengawali karirnya tanggal 6 Desember 1934 sebagai Schütze di 2.Schwadron / Fahrrad-Abteilung Lübeck. Setahun kemudian dia ditransfer ke Luftwaffe dan bertugas sebagai Bordmechaniker (teknisi terbang). Dalam kampanye di Polandia, Aigen menyelesaikan 17 feindflug (misi tempur), Norwegia 11 feindflug, dan Barat 27 feindflug. Pada bulan Agustus 1941 Aigen dan unitnya dipindahkan ke Rusia dan disana dia menyelesaikan 300+ feindflug. Pada awal tahun 1943, Gruppe-nya mengonversi pesawat Heinkel He 111 mereka menjadi Heinkel He 177. Setelah sempat menjadi instruktur selama beberapa waktu, Aigen dipanggil kembali untuk bertugas tanggal 1 September 1943. Hanya berselang 19 hari kemudian, dia dan seluruh awak He 111 H-16 (Werknummer 161.384) 5J+ER kehilangan nyawanya saat pesawat pembom mereka mengalami masalah mesin setelah menembus awan tebal di atas Orsha, Belarusia. Mereka adalah (selain Aigen): Flugzeugführer Unteroffizier Walter Fock, Beobachter Hauptmann Paul Strobel, Bordfunker Obergefreiter Georg Arnold, dan Bordschütze Unteroffizier Ewald Oetken. Aigen kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 9 Juni 1944 sebagai Bordmechaniker di 7.Staffel / III. Gruppe / Kampfgeschwader 4 (KG 4) "General Wever" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 6, dan menjadi Bordmechaniker pertama yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Fliegerschützenabzeichen für Bordschützen und Bordmechaniker #8645/37 (18 November 1937); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 jahre (30 April 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (28 September 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (24 oktober 1939) dan I.Klasse (12 September 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (25 Maret 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Juni 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 September 1943, diterima atas luka-luka yang dideritanya tanggal 4 September 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (6 Maret 1942). Aigen secara total telah terlibat dalam 447 feindlug, dengan 313 di antaranya dibukukan di Front Timur. 68 misinya memakan waktu lebih dari empat jam sehingga dihitung dua. Jadinya total misinya secara teori adalah 515


 Oberfeldwebel Paul Ammann (5 Agustus 1920 - 9 Agustus 1991) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 15 Mei 1940. Setelah menjalani pelatihan sebagai Kampfbeobachter (Observer Tempur), dia bergabung dengan I.Gruppe / Kampfgeschwader 100 (yang nantinya berganti nama menjadi I.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever"), dan pertama kali menjalani tugas di front tanggal 25 April 1942. Disini Ammann menjalani tiga tahun peperangan (terutama di Front Timur) dalam 431 feindflug (misi tempur) sebagai Observer. 188 misi pertamanya dijalani bersama dengan pilot Oberleutnant Hans Schellong, seorang Ritterkreuzträger. Pada tanggal 21 Juni 1942 Ammann dan Schellong telah menghancurkan 100 pesawat udara di daratan. Di selatan Rusia target laut lah yang terutama menjadi sasaran mereka. Dalam misi-misi melintasi Laut Kaspia dan Volga, mereka menenggelamkan kapal dengan total tonase 20.000 ton. Di pantai Laut Hitam tambahan satu destroyer yang dirusakkan, juga empat kapal penjelajah berat dan satu penjelajah ringan yang menjadi korban! Selain itu, Ammann juga terlibat dalam misi mendukung pasukan darat Jerman di Stalingrad. Misi ke-200 dijalaninya tanggal 1 Juni 1943, dan hanya berselang lima bulan kemudian Ammann telah menyelesaikan misinya yang ke-300! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Maret 1945 sebagai Beobachter di 3.Staffel / I. Gruppe / Kampfgeschwader 4 (KG 4) "General Wever" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 4, bersama dengan Dietrich Graßmann dan Rolf Rannersmann. Selama karir militernya, Ammann tercatat tertembak jatuh lima kali dan sekali dia terjun menggunakan parasut. Secara total dia ikut dalam 431 misi tempur, dengan 92 di antaranya dengan durasi lebih dari empat jam sehingga dihitung dua. Karenanya, secara teori jumlah misinya adalah 523. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokal für besondere Leistungen im Luftkrieg (1 Februari 1943); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger; serta Deutsches Kreuz in Gold (31 Agustus 1943)

---------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 
Leutnant Hans Gaenshirt (30 Juli 1923 - 22 Desember 2010) mengabdi di 2.Staffel / Kampfgeschwader 100 sebelum kemudian dipindahkan ke Kampfgeschwader 4. Medali yang diterimanya: Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (30 November 1943), Eisernes Kreuz II. Klasse (15 Januari 1944), Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (22 Januari 1944), Eisernes Kreuz I. Klasse (7 Maret 1944), Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (17 Maret 1944), Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (14 Juni 1944), Deutsches Kreuz in Gold (24 Desember 1944), dan Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger und Einzatszahl #200 (20 April 1945)


Sumber :
www.forum.axishistory.com 
www.militaryautographs.com
www.ww2awards.com

Foto Ilmuwan Third Reich

 Dr. Claude (Claudius) Honoré Desiré Dornier (14 Mei 1884 - 5 Desember 1969) adalah perancang pesawat sekaligus pendiri Dornier Flugzeugwerke keturunan Prancis. Pesawat-pesawat hasil karyanya di antaranya adalah Dornier Do 18 dan "perahu terbang" Dornier Do X bermesin 12 yang selama beberapa dekade menjadi pesawat terbesar sekaligus terkuat. Namanya juga mengemuka dalam sejarah penerbangan Jerman karena konsepnya yang unik dalam hal instalasi mesin multi pesawat terbang. Pesawat ciptaannya kadang kala dilengkapi oleh baling-baling ganda di depan dan belakang dalam konfigurasi tarik-dorong


Dr. Ernst Heinkel (24 Januari 1888 - 30 Januari 1958) adalah perancang sekaligus produsen pesawat, Wehrwirtschaftsführer (pembuat mesin dan perlengkapan perang untuk keperluan Wehrmacht), dan anggota Partai Nazi. Perusahaan Heinkel Flugzeugwerke yang dipimpinnya memproduksi Heinkel He 178, pesawat turbojet pertama di dunia, serta Heinkel He 176, pesawat berbahan bakar roket pertama. Atas jasa-jasanya, pada tahun 1938 dia dianugerahi Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (Penghargaan Nasional Jerman untuk Seni dan Keilmuan)


Wilhelm Emil "Willy" Messerschmitt (26 Juni 1898 - 15 September 1978) adalah pembuat pesawat terkemuka yang terutama terkenal melalui pesawat Messerschmitt Bf 109 yang menjadi pesawat pemburu utama Jerman dalam Perang Dunia II. Sampai pada detik ini, Bf 109 tercatat sebagai pesawat pemburu yang paling banyak diproduksi dalam sejarah: 35.000 buah! Pesawat lainnya - Messerschmitt Me 209 - menjadi pemecah rekor sebagai pesawat berbaling-baling paling cepat sampai dengan tahun 1969. Perusahaannya juga memproduksi pesawat jet pertama di dunia yang masuk proses produksi yaitu Messerschmitt Me 262, meskipun secara pribadi dia tidak merancangnya

-------------------------------------------------------------------------

 Upacara penganugerahan Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (The German National Prize for Arts and Science) untuk para tokoh nasional Jerman yang berprestasi dalam bidang seni dan keilmuan, yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 1939 di Reichskanzlei, Berlin. Yang memberikan penghargaan adalah Adolf Hitler (membelakangi kamera, Führer und Reichskanzler), yang ditemani oleh Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) di sebelah kirinya. Sebagai penerima di hari itu adalah, dari kiri ke kanan: Profesor Ernst Heinkel (perancang pesawat), Profesor Willy Messerschmitt (bersalaman dengan Hitler, perancang pesawat), Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil dan tank), dan Dr. Fritz Todt (Generalinspektor für das Straßenwesen). Diantara barisan penonton di latar belakang kita bisa melihat Oberstleutnant Rudolf Schmundt (antara Goebbels dan Hitler, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), SA-Obergruppenführer Franz Seldte (di belakang Todt, Reichsarbeitsminister), Generaloberst Erhard Milch (di belakang kepala Todt, Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (antara Milch dan Seldte, Abgeordneter der NSDAP im Reichstag), dan SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (di belakang Milch, Chef der Sicherheitsdienst)



Pada bulan September 1942, III./JG 26 kedatangan tamu istimewa di pangkalannya yang terletak di Wevelghem, Belgia. Profesor Kurt Tank, perancang utama Focke-Wulf, dan ilmuwan seniornya Rudolf Blaser (kepala perancang pesawat berkursi tunggal sekaligus kepala program Fw 190), datang untuk membantu penyempurnaan Focke-Wulf Fw 190 A-2 melalui pengalaman para pilot JG 26 yang menggunakannya. Disini terlihat Oberingenieur Blaser berdiri di atas sayap Fw 190 A-2 dengan marking taktis < + I. Pesawat dengan Werknummer 20206 ini dipiloti oleh Oberfeldwebel Walter Grünlinger, katschmarek (wingman) dari Gruppenkommandeur Hauptmann Josef Priller. Grünlinger tampaknya baru kembali dari sebuah feindflug (misi tempur) ketika foto ini diambil, dan Blaser terlihat sedang menerangkan beberapa aspek teknis dari pesawat. Fw 190 milik Grünlinger sebelumnya diterbangkan oleh Hauptmann Priller, dan pertama kali tercatat dalam logbook sang Gruppenkommandeur tertanggal 11 Desember 1941. Chevron (tanda pangkat berbentuk V) besar ganda menandakan bahwa pemiliknya seorang Gruppenkommandeur, sementara lambang pribadi Priller, kartu remi As Hati dengan nama "Jutta", kini telah dihapus dan digantikan oleh lambang pilihan Grünlinger, kartu remi tujuh Hati dengan nama "Rata". Gambar kartu tersebut dilukis di kedua sisi bagian mesin. Perhatikan juga "sayap elang" hitam yang hampir semuanya tertutup oleh jas yang dikenakan Blaser. Marking ini biasa ditemukan di pesawat-pesawat berjenis Fw 190 pada saat itu, dan gunanya untuk menutupi noda hitam bekas knalpot di bagian mesin. Pesawat ini memakai pola kamuflase RLM 74 bawaan pabrik (terlihat jelas di bawah kokpit) yang dipadukan dengan RLM 76 serta bintik-bintik RLM 75 yang tersebar di bagian logam penutup mesin. Grünlinger sendiri terus bertugas bersama Priller setelah yang terakhir menjadi Kommodore JG 26 tanggal 11 Januari 1943. Pada tanggal 4 September 1943 dia telah mengumpulkan jumlah kemenangan udaranya menjadi 12 (5 pesawat pemburu serta 7 pesawat pembom berat dan medium) yang dibukukan dalam 88 misi tempur. Di hari itu dia tinggal landas bersama dengan 10/JG 26 (dimana dia telah diperbantukan sehari sebelumnya). Staffel ini lalu bertemu dengan sekitar 20 Spitfire, dan Oberfeldwebel Grünlinger kemudian terbunuh ketika pesawatnya ditembak jatuh sekitar tiga kilometer barat-laut Bomy di Prancis utara. Pesawat yang digunakannya di saat kematiannya adalah Fw 190 A-5 Werknummer 7287 dari Geschwaderstab. Tanggal 9 September 1943 dia dikebumikan di kompleks pemakaman JG 26 di Abbéville


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" edisi No.1 terbitan tahun 2003
Foto koleksi pribadi Walter Frentz
www.en.wikipedia.org
www.flickr.com

Album Foto 8. SS-Kavallerie-Division Florian Geyer

 
Lambang 8. SS-Kavallerie-Division "Florian Geyer" yang memadukan kuda (senjata klasik pasukan kavaleri) dengan pedang. Divisi Waffen-SS ke-8 ini dibentuk pada bulan Juni 1942 dari para kader SS-Kavallerie-Brigade. Sekitar 40% anggota divisinya merupakan Volksdeutsche (keturunan Jerman di luar negeri) asal Siebenbürgen (Transylvania) dan Banat (Serbia). Pada awalnya divisi ini dinamakan sebagai SS-Kavallerie-Division, sebelum dirubah menjadi 8. SS-Kavallerie-Division (Oktober 1942), dan akhirnya 8. SS-Kavallerie-Division "Florian geyer" (Maret 1944). Nama "Florian Geyer" sendiri diambil dari nama pahlawan Franken yang memimpin para petani Jerman dalam Perang Petani yang berkecamuk tahun 1524-1525


 Tiga orang bintara SS yang nantinya meraih prestasi di medan pertempuran, dari kiri ke kanan: Hans-Georg von Charpentier (16 Juli 1902 - 11 Februari 1945; pangkat terakhir SS-Sturmbannführer; meraih Ritterkreuz tanggal 29 Desember 1942 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 3.Kompanie / SS-Reiter-Regiment 1 / 8.SS-Kavallerie-Division), Johannes "Hannes" Göhler (15 September 1918 - 21 Februari 2003; pangkat terakhir SS-Sturmbannführer; meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 September 1943 dan Ritterkreuz tanggal 17 September 1943 sebgai Kommandeur 4.Schwadron / SS-Reiter-Regiment 1 / 8.SS-Kavallerie-Division), dan Rudolph Maeker (pangkat terakhir SS-Sturmbannführer; meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 24 Mei 1942 sebagai SS-Obersturmführer)


 Inspeksi SS-Totenkopf-Kavallerie-Regiment 1 dan 2 yang dilakukan oleh SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hans Jüttner tanggal 21 Mei 1940. Foto oleh Kriegsberichter Peterseim. Kedua resimen tersebut dibentuk dari SS-Totenkopf-Reiterstandarte yang telah berdiri dari sejak bulan Desember 1939. Unit inilah yang nantinya menjadi cikal-bakal dari divisi kavaleri Waffen-SS yang pertama, Florian Geyer


 Acara kunjungan Reichsführer-SS Heinrich Himmler ke markas SS-Kavallerie-regiment 1 di dekat Lyck (Polandia) tanggal 5 Juli 1941. Dalam foto ini dia berjalan paling tengah di baris depan dan diapit oleh SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Kurt Knoblauch (Chef des SS-Führungshauptamt) dan SS-Standartenführer Hermann Fegelein (Kommandeur SS-Kavallerie-Brigade) yang memakai stahlhelm. Di baris belakang paling kanan kita bisa melihat ajudan Himmler, SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper. Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel


Acara kunjungan Reichsführer-SS Heinrich Himmler ke markas SS-Kavallerie-regiment 1 di dekat Lyck (Polandia) tanggal 5 Juli 1941. Disini dia sedang menyaksikan parade para anggota Musikzug (peleton musik) penunggang kuda dari resimen tersebut dengan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Kurt Knoblauch (Chef des SS-Führungshauptamt) berdiri di bawahnya, serta SS-Standartenführer Hermann Fegelein (Kommandeur SS-Kavallerie-Brigade) mendampingi di samping sambil menunggang kuya eh kuda. Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel


 Acara kunjungan Reichsführer-SS Heinrich Himmler ke markas SS-Kavallerie-regiment 1 di dekat Lyck (Polandia) tanggal 5 Juli 1941. Kali ini parade dilakukan oleh para anggota SS-Radfahr-Aufklärungs-Abteilung yang berbaris sambil menenteng sepeda mereka. BTW, nomor mobil "SS-89027" terdaftar di mobil Horch 830 atau Mercedes milik 3.SS-Totenkopf-Reiterstandarte


 Para perwira dari SS-Kavallerie-Brigade di Rusia tanggal 23 September 1941 (acara latihan?). Unit ini dibentuk pada tanggal Agustus 1941 dengan komandannya adalah SS-Standartenführer Hermann Fegelein. Saat itu kekuatannya terdiri dari dua resimen kavaleri yang beranggotakan 3.500 orang, 2.900 kuda, dan 375 kendaraan. Foto oleh SS-Kriegsberichter Peter Adendorf



Para perwira Waffen-SS berdiskusi bersama untuk membahas kenaikan harga BBM. Foto diambil di Debica tanggal 21 Juni 1942 oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel selama berlangsungnya pembentukan SS-Kavallerie-Division "Florian Geyer". Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Hermann Fegelein (Kommandeur SS-Kavallerie-Brigade); SS-Obersturmbannführer Dr. Edwin Jung (Divisionsarzt SS-Kavallerie-Division); SS-Hauptsturmführer Franz Rehbein (Ic Dritter Generalstabsoffizier SS-Kavallerie-Brigade); SS-Sturmbannführer Karl Gesele (Ia Erster Generalstabsoffizier SS-Kavallerie-Brigade); dan SS-Sturmbannführer Albert Fassbender (Kommandeur SS-Kavallerie-Regiment 3). BTW, di hari ini pula Dr. Jung naik pangkat dari SS-Sturmbannführer menjadi SS-Obersturmbannführer!


 Tak diragukan lagi, foto paling terkenal yang memperlihatkan anggota Divisi Florian Geyer: para prajurit dari unit Spähtrupp (patroli) divisi tersebut, lengkap dengan kuda mereka. Divisi yang terdiri dari tiga resimen kavaleri tersebut dibentuk pada bulan Juni 1942 dan hancur total saat kota Budapest (Hungaria) jatuh ke tangan Tentara Merah bulan Februari 1945. Selain memerangi pasukan reguler musuh di front depan, Florian Geyer juga bertugas menghantam kaum partisan dan gerilyawan yang beroperasi di garis belakang


Seorang prajurit Waffen-SS dari 8. SS-Kavallerie-Division sedang menyendok makanan panas dari Kochgeshirr 31 (mess kit) di wilayah Orel awal tahun 1943. Kudung berbahan bulu domba yang merupakan bagian dari jaket musim dinginnya ditutupkan di atas feldmütze, sementara sebagai tambahan penahan dingin dia juga memakai sebuah "Kopfschützer” (syal) yang menutupi telinganya. Ini adalah semacam kain wol jahitan berbentuk tabung yang bisa ditutupkan ke kepala di bawah bagian stahlhelm yang tidak terlindungi yang juga berfungsi sebagai penutup leher yang terbuka. manfaat lainnya adalah mencegah membekunya bagian atas telinga si pemakai dari angin dingin yang datang dari samping helm

-------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 
SS-Obersturmführer Willi Geier santai merokok dengan fernglas terkalung di leher dalam foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel yang diambil di Rusia tanggal 21 Juni 1942. Dia mengenakan jaket kamuflase SS-Beringt-Eichenlaubmuster pola pertama. Geier nantinya meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 11 Mei 1944 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 1.Schwadron/SS-Kavallerie-Regiment 17/8.SS-Kavallerie-Division "Florian Geyer"


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.ingwerapfel.tumblr.com
www.wehrmacht-awards.com

Album Foto Kampfgeschwader 2 (KG 2) "Holzhammer"


 PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Rudolf Abrahamczik (17 April 1920 – 4 December 1996) adalah pilot pembom Luftwaffe dari Kampfgeschwader 40 dan Kampfgeschwader 2 yang berpengalaman menerbangkan pesawat-pesawat seperti Messerschmitt Me 410, Junkers Ju 188, dan Messerschmitt Me 262A/1a (Jabo). Perwira yang sangat populer di kalangan rekan-rekannya ini dianugerahi medali-medali: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1941) dan I.Klasse (8 April 1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (29 Juli 1942); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (21 September 1942); Deutsches Kreuz in Gold (12 Januari 1943); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (29 Februari 1944). Selama karirnya dia terlibat dalam 233 feindflug (misi tempur) dimana 69 di antaranya dibukukan di Front Timur dan 164 di Front Barat. Dari situ, 69 di antaranya dengan menggunakan Me 262 dan 7 sebagai pilot pemburu. Dia mencatat tiga kemenangan udara



Hauptmann Ernst Andres (19 September 1921 – 11/12 Februari 1945) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 15 November 1939. Setelah menjalani pelatihan sebagai pilot (termasuk belajar di Blindflugschule, Sekolah Terbang Buta) dan menjajal berbagai tipe pesawat Luftwaffe yang berbeda (Fw 58, the Ju 52, He 111, Do 17), Andres ditempatkan di Kampfgeschwader 2 yang dilengkapi dengan pembom Dornier Do 17. Dalam pendaratan Sekutu di Dieppe (Prancis) tahun 1942, pesawat Do 217 E-4 (Werknummer 5461) U5+QU yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pemburu Spitfire Inggris. Andres berhasil selamat dengan terjun menggunakan parasut ke wilayah Jerman, tapi dua orang awaknya menjadi tawanan Inggris sementara satu orang lagi dinyatakan hilang. Tak lama setelah Andres mendapat DKiG, Geschwaderkommodore KG 2 Major Walter Bradel ikut bersamanya dalam misi malam hari ke atas udara Inggris. Tak dinyana pesawat mereka diberondong tembakan sehingga saat pulang kembali ke markas terpaksa harus mendarat darurat dengan kerusakan 80%. Bradel dan satu orang lagi tewas, sementara Andres selamat untuk kedua kalinya. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 20 April 1944 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di Stabsstaffel / Kampfgeschwader 2 (KG 2) "Holzhammer" / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 3, dan pada awal Agustus 1944 sudah menyelesaikan 100 feindflug... luar biasa ketika melihat dia adalah seorang pilot pesawat pembom yang lamban dan semuanya merupakan misi ke Inggris yang dipenuhi oleh pesawat-pesawat pemburu kualitas yahud dengan pilot jempolan, pertahanan anti udara yang rapat dan kekuatan yang berbanding jauh (terutama mulai tahun 1943 ke atas)! Setelah unitnya balik ke Jerman untuk berpartisipasi dalam Reichsverteidigung (Defence of the Reich), Andres ditugaskan untuk menjadi pilot pemburu malam (Nachtjäger) menggunakan Junkers Ju 88. Tak lama setelah tinggal landas dari Platz Gütersloh di malam tanggal 11/12 Februari 1945, pesawat Ju 88 G-1 (Werknummer 710.856) 3C+FN Andres ditembak jatuh oleh pemburu malam Mosquito Inggris di atas Oelde. Dia bersama dengan dua orang awaknya, Bordschütze Oberfeldwebel Gerhard Andrä dan Bordfunker Feldwebel Kurt Sauter, gugur dalam peristiwa tersebut. Itu adalah misi ke-10 yang dijalaninya sebagai pemburu malam dari total 130 misi dalam karirnya sebagai pilot Luftwaffe. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugbeobachterabzeichen (1 Juli 1942); Flugzeugführerabzeichen (13 Agustus 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Desember 1942)

------------------------------------------------------------------------------------------------


 
Oberfeldwebel Heinrich Buhr (lahir 14 Agustus 1916) adalah pilot penerbang dari 3.Staffel/I.Gruppe/Kampfgeschwader 2 dengan segudang penghargaan: 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (19 Mei 1940);Fliegerschützenabzeichen für Bordschützen und Bordmechaniker (21 Juli 1940); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (4 Desember 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (7 Juni 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (10 Agustus 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (13 Oktober 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Juli 142); dan Verwundetenabzeichen in Schwarz (30 Agustus 1942, diberikan atas luka yang dideritanya tanggal 24 Juli 1942)


Sumber :
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.ww2awards.com

Monday, June 17, 2013

Foto Grup Ritterkreuzträger (Peraih Ritterkreuz)

- 1940 -

 Empat orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) "Adler" berfoto bersama di depan kamera. Dari kiri ke kanan: Leutnant Werner Baumbach (Flugzeugführer di 5./KG 30. Ritterkreuz 8 Mei 1940), Hauptmann Klaus Hinkelbein (Gruppenkommandeur II./KG 30. Ritterkreuz 14 Juni 1940), Oberleutnant Franz Wieting (Staffelkapitän 6./KG 30. Ritterkreuz 19 Juni 1940), dan Feldwebel Wilhelm "Willi" Schultz (Flugzeugführer di 6./KG 30. Ritterkreuz 19 Juni 1940). Foto kemungkinan besar diambil di musim panas tahun 1940


September 1940 : Reichsminister Joseph Goebbels berbincang-bincang dengan empat orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) yang mendapatkannya dalam penyerbuan ke Barat. Baris pertama, dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Joachim Meißner (Ritterkreuz tanggal 12 Mei 1940 sebagai stellvertreter Führer Sturmgruppe "Eisen" in der Fallschirmjäger-Sturmabteilung "Koch"), Oberleutnant Otto Zierach (Ritterkreuz tanggal 15 Mei 1940 sebagai Lastenseglerpilot Fallschirmjäger-Sturmabteilung "Koch"), Hauptmann z.V. Horst von Petersdorff (Ritterkreuz tanggal 29 Juni 1940 sebagai Kommandeur III.Bataillon / Infanterie-Regiment 189 / 81.Infanterie-Division), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Viktor Lutze (S.A. Stabschef), dan Oberleutnant der Reserve Ludwig Klotz (Ritterkreuz tanggal 4 Juli 1940 sebagai Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 423 / 212.Infanterie-Division). Perhatikan bahwa Lutze mengenakan seragam dengan simbol panah menunjuk ke atas di lengan kirinya. Tanda panah tersebut adalah simbol rune kuno untuk kepemimpinan. Pemakainya menunjukkan bahwa dia adalah lulusan SA-Reichsführerschule (Sekolah Pemimpin Sturmabteilung)

-----------------------------------------------------------------------

- 1941 -

 Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers) bersalaman dengan empat orang Ritterkreuzträger dari Wehrmacht dalam acara perayaan ulang tahun ke-15 Nationalsozialistischer Deutscher Studentenbund (Liga Pelajar Nasional-Sosialis Jerman) yang diadakan di München pada tanggal 27 Januari 1941. Para peraih Ritterkreuz ini semuanya merupakan anggota NSD di masa sebelum perang. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Wilhelm Walther (RK 24 Juni 1940 sebagai Stoßtruppführer 4.Kompanie / Baulehr-Bataillon zur besonderen Verwendungen 800 "Brandenburg"), Leutnant der Reserve Helmut Ringler (RK 15 Mei 1940 sebagai MG-Halbzugführer di Sturmgruppe "Stahl" / Fallschirmjäger-Sturm-Abteilung "Koch"), Leutnant der Reserve Fritz Steger (RK 15 Agustus 1940 sebagai Zugführer di Infanterie-Regiment 20 [motorisiert] / 10.Infanterie-Division [motorisiert]), dan Leutnant der Reserve Franz Berger (RK 19 Juli 1940 sebagai Stoßtruppführer 11.Kompanie / Infanterie-Regiment 130 / 45.Infanterie-Division)


 Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Gerhard "Gerd" Pleiss (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto ini diambil pada tanggal 20 April 1941 pada saat Ritterkreuzverleihung (Knight's Cross award ceremony) untuk Pleiss yang berprestasi dalam penyerbuan Jerman ke Yunani (Unternehmen Marita)



 Lima orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari SS-Division (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) berfoto bersama di Front Timur bulan September 1941. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Gerhard "Gerd" Pleiss (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 20 April 1941), SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 15 September 1941), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH. Ritterkreuz 4 Juli 1940), SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 4 September 1940), dan SS-Sturmbannführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH. Ritterkreuz 18 Mei 1941). Hanya berselang dua bulan kemudian (November 1941), Pleiss kehilangan nyawanya setelah menginjak ranjau darat dalam pertempuran di Rostov. Kuburannya saat ini masih bisa ditemui di dekat rel kereta di Taganrog (Rostov Oblast/Rusia)


 Tiga orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari 9. Panzer-Division. Dari kiri ke kanan: Major Walter Gorn (Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 10 / 9.Panzer-Division. RK 20 April 1941; EL #113 17 Agustus 1942; SW #30 8 Juni 1943), Hauptmann Heinz Unger (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Schützen-Regiment 10 / 9.Panzer-Division. RK 4 September 1941), dan Oberstleutnant Willibald Borowietz (Kommandeur Schützen-Regiment 10 / 9.Panzer-Division. RK 24 Juli 1941; EL #235 10 Mei 1943). Tampaknya foto ini diambil pada saat penganugerahan Ritterkreuz untuk Hauptmann Unger bulan September 1941. Perhatikan bahwa dalam foto ini Unger mengenakan seragam yang tidak standar untuk ukuran seorang perwira!


 Tiga orang peraih Ritterkreuz dari 16. Panzer-Division. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Ernst Sander (RK 13 Oktober 1941 sebagai Zugführer di 7.Kompanie / Schützen-Regiment 79), Major Bernd von Doering (RK 30 November 1940 sebagai Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Regiment 79), dan Hauptmann Otto Fondermann (RK 13 Oktober 1941 sebagai Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Regiment 79). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Sander dan Fondermann yang diadakan pada hari yang sama (13 Oktober 1941) dimana pada saat itu Doering menjabat sebagai komandan Schützen-Regiment 79

-----------------------------------------------------------------------

- 1942 -

 
 
Para Ritterkreuzträger dari kesatuan Wehrmacht yang berbeda berfoto bersama. Untuk identifikasinya:
  1. Oberstleutnant der Reserve Gerhard Hein (Heer). RK (3 September 1940 : Unteroffizier & Zugführer 10./InfRgt 209) dan EL #120 (6 September 1942 : Leutnant d.R. & Führer 5./InfRgt 209)
  2. Oberstleutnant Bernhard Jope (Luftwaffe). RK (30 Desember 1940 : Oberleutnant & Flugzeugführer 2./KG 40) dan EL #431 (24 Maret 1944 : Major & Kommodore KG 100)
  3. Oberst Oskar Bauer (Luftwaffe). RK (22 Oktober 1941 : Major & Kommandeur II./FlakRgt 4)
  4. Perwira Heer tak dikenal
  5. Perwira Heer tak dikenal
  6. Hauptmann Rudolf Schlee (Heer). RK (23 Oktober 1941 : Oberfeldwebel & Zugführer 6./GebJägRgt 13) dan EL #222 (6 April 1943 : Oberfeldwebel & Zugführer 6./GebJägRgt 13)
  7. Oberleutnant Wilhelm-August Vielwerth (Heer). RK (18 Oktober 1941 : Oberfeldwebel & Zugführer 1./InfRgt 87 (mot.))
  8. Perwira Heer tak dikenal. Yang jelas bukan peraih Ritterkreuz
  9. Tertutup oleh no.10
  10. Oberfeldwebel Franz Schlund (Luftwaffe). RK (30 Agustus 1941 : Oberfeldwebel & Bordfunker 4.(K)/LG 1)
  11. Perwira Luftwaffe tak dikenal. Yang jelas bukan peraih Ritterkreuz
  12. Tertutup oleh no.13
  13. Oberfeldwebel Josef Dörfel (Heer). RK (4 Maret 1942 : Oberfeldwebel & Zugführer 6./InfRgt 439)
  14. Perwira tak dikenal
  15. Major Herbert Kaminski (Luftwaffe). RK (6 Agustus 1941 : Hauptmann & Kommandeur I./ZG 26 "Horst Wessel")
  16. Perwira tak dikenal (Luftwaffe?)
  17. Hauptmann Erdmann Gabriel (Panzertruppen). RK (30 Agustus 1941 : Oberfeldwebel & Zugführer II./PzRgt 35)
  18. Major Herbert Wittmann (Luftwaffe). RK (23 November 1941 : Hauptmann & Staffelkapitän StabsStfl/KG 53 "Legion Condor") dan EL #735 (11 Februari 1945 : Major & Kommandeur II./KG 53 "Legion Condor")
  19. Korvettenkapitän Helmut Witte (Kriegsmarine). RK (22 Oktober 1942 : Kapitänleutnant & Kommandant U-159)
  20. Perwira tak dikenal
  21. Perwira Hitlerjugend tak dikenal. Yang jelas bukan peraih Ritterkreuz
  22. Korvettenkapitän Siegfried Strelow (Kriegsmarine). RK (27 Oktober 1942 : Kapitänleutnant & Kommandant U-435)
  23. Perwira Heer tak dikenal
  24. Oberleutnant Josef Gollas (Heer). RK (18 November 1941 : Feldwebel & Zugführer 6./InfRgt 106)
  25. Perwira Luftwaffe tak dikenal
  26. Tertutup oleh no.27
  27. Bintara Heer tak dikenal
  28. Oberfeldwebel Walter Schalles (Luftwaffe). RK (12 April 1942 : Oberfeldwebel & Flugzeugführer 9./KG 27 "Boelcke")
  29. Perwira tak dikenal
  30. Major Robert Olejnik (Luftwaffe). RK (27 Juli 1941 : Oberleutnant & Staffelkapitän 4./JG 1)
  31. Leutnant Franz Doff (Heer). RK (20 Juli 1942 : Gefreiter & Gruppenführer 10./GebJägRgt 98)

 Foto grup Ritterkreuzträger koleksi ustufvorwaerts yang berasal dari album foto milik Josef Gollas ini kemungkinan besar diambil di akhir tahun 1942. Setidaknya ada 14 orang peraih Ritterkreuz dari ketiga angkatan Wehrmacht (non Waffen-SS) yang ada disini, meskipun hanya beberapa diantaranya yang bisa dikenali: Dua orang perwira Luftwaffe yang berdiri keempat dan kelima dari kiri adalah Hauptmann Bernhard Jope (RK 30 Desember 1940 dan EL 24 Maret 1944) serta Major Herbert Kaminski (RK 6 Agustus 1941); Perwira Kriegsmarine berjanggut di tengah adalah Kapitänleutnant Siegfried Strelow (27 Oktober 1942); bintara Heer di belakang kanan Strelow adalah Oberfeldwebel Josef Gollas (RK 18 November 1941); Ketiga dari kanan yang sedang ngobrol menghadap kamera adalah Oberleutnant Gerhard Hein (RK 3 September 1940 dan EL 6 September 1942); perwira Luftwaffe yang memegang rokok di sebelah kanan perwira Panzertruppen adalah Oberst Oskar Bauer (RK 22 Oktober 1941); perwira Luftwaffe yang berdiri diantara perwira Panzertruppen dan Bauer adalah Hauptmann Herbert Wittmann (RK 23 November 1941 dan EL 11 Februari 1945); perwira jangkung Kriegsmarine di belakang Wittmann adalah Kapitänleutnant Helmut Witte (RK 22 Oktober 1942)

Para Ritterkreuzträger dari 9. Panzer-Division berfoto bersama di hari "pelepasan" komandan divisi Hubicki yang akan menempati jabatan barunya sebagai Führer-Reserve OKH, April 1942. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Franz-Josef Kohout (RK 4 Desember 1941; pangkat terakhir Oberstleutnant); Oberstleutnant Walter Gorn (RK 20 April 1941, EL 17 Agustus 1942, Schwerter 8 Juni 1943; pangkat terakhir Generalmajor); Generalleutnant Dr.jur. Alfred Ritter von Hubicki (RK 20 April 1941; pangkat terakhir General der Panzertruppe); dan Oberstleutnant Wilhelm Schmalz (RK 28 November 1940, EL 23 Desember 1943; pangkat terakhir Generalleutnant). Foto-foto lain dari hari perpisahan ini bisa dilihat di buku "Die 9. Panzer Division" karya Carl Hans Hermann halaman 100


 
Empat orang pilot jagoan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders" yang juga adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz), difoto di musim semi 1942. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinrich "Gaudi" Krafft (Gruppenkommandeur I./JG 51. RK 18 Maret 1942; total 78 kemenangan; KIA 14 Desember 1942), Hauptmann Heinz "Pritzl" Bär (Staffelkapitän 1./JG 51. RK 2 Juli 1941, EL 14 Agustus 1941, SW 16 Februari 1942; total 222 kemenangan), Leutnant Erwin Fleig (Staffelkapitän 2./JG 51. RK 12 Agustus 1941; total 66 kemenangan; ditawan 29 Mei 1942 setelah bail-out seusai dogfight melawan MiG 3 Rusia), serta Oberfeldwebel Heinrich "Tubby" Höfemeier (Flugzeugführer di 1./JG 51. RK 5 April 1942; total 96 kemenangan; KIA 7 Agustus 1943)



Empat orang pilot jagoan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders" yang juga adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz), difoto di musim semi 1942. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Heinrich "Tubby" Höfemeier (Flugzeugführer di 1./JG 51. RK 5 April 1942; total 96 kemenangan; KIA 7 Agustus 1943), Leutnant Erwin Fleig (Staffelkapitän 2./JG 51. RK 12 Agustus 1941; total 66 kemenangan; ditawan 29 Mei 1942 setelah bail-out seusai dogfight melawan MiG 3 Rusia), Hauptmann Heinz "Pritzl" Bär (Staffelkapitän 1./JG 51. RK 2 Juli 1941, EL 14 Agustus 1941, SW 16 Februari 1942; total 222 kemenangan), dan Hauptmann Heinrich "Gaudi" Krafft (Gruppenkommandeur I./JG 51. RK 18 Maret 1942; total 78 kemenangan; KIA 14 Desember 1942)


Jagoan kapal selam Jerman sekaligus Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 29. Unterseebootsflottille (29. U-Flottille) di La Spezia, Italia utara, antara bulan Agustus dan September 1942. Mereka semua memakai Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Dari kiri ke kanan: Kapitänleutnant Friedrich Guggenberger (Kommandant U-81. Menenggelamkan 17 kapal dengan total tonase 66.848 GRT dari 10 patroli, 324 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 10 Desember 1941 dan Eichenlaub tanggal 8 Januari 1943), Kapitänleutnant Helmut Rosenbaum (Kommandant U-73. Menenggelamkan 9 kapal dengan total tonase 57.863 GRT dari 10 patroli, 265 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 12 Agustus 1942), Kapitänleutnant Heinrich Schonder (Kommandant U-77. Menenggelamkan 15 kapal dengan total tonase 29.368 GRT dari 12 patroli, 291 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 19 Agustus 1942), Kapitänleutnant Fritz Frauenheim (Flottillenchef 29. U-Flottille. Menenggelamkan 18 kapal dengan total tonase 78.248 GRT dari 9 patroli, 170 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 29 Agustus 1940), serta Kapitänleutnant Hans-Werner Kraus (Kommandant U-83. Menenggelamkan 8 kapal dengan total tonase 12.702 GRT dari 10 patroli, 292 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 19 Juni 1942)


 Para Ritterkreuzträger dari Schlachtgeschwader 1 (SG 1) berfoto bersama di akhir tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Staffelkapitän 5./SG 1 Oberleutnant Georg Dörffel (RK 21 Agustus 1941 dan EL #231 14 April 1943), Gruppenkommandeur I./SG 1 Hauptmann Alfred Druschel (RK 21 Agustus 1941, EL #118 3 September 1942 dan SW #24 19 Februari 1943), Staffelkapitän 7./SG 1 Leutnant Josef Menapace (RK 20 Agustus 1942), dan Staffelkapitän 3./SG 1 Oberleutnant Heinz Frank (RK 3 September 1942 dan EL #172 8 Januari 1943). Mereka semua nantinya akan gugur dalam pertempuran, dimulai dari Menapace tanggal 6 Oktober 1943, disusul oleh Dörffel tanggal 26 Mei 1944, Frank tanggal 7 Oktober 1944, dan Druschel tanggal 1 Januari 1945


Tiga orang Ritterkreuzträger dari Heer. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Hans Klärmann (Kommandeur II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 361 / 90.leichte-Afrika-Division. Ritterkreuz tanggal 9 September 1942), Major Georg Briel (Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division. Ritterkreuz tanggal 23 Juli 1942), dan Feldwebel Erich Nürnberger (Zugführer di 12.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 410 / 122.Infanterie-Division. Ritterkreuz tanggal 4 Desember 1942). Foto ini diambil setidaknya pada akhir tahun 1942 atau awal tahun 1943 di Hamburg (Jerman). Mereka berada di kota pelabuhan utama Jerman tersebut atas undangan pemerintahan setempat


 Empat orang bintara Wehrmacht yang merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Heer, difoto saat pulang kampung ke Jerman dan berjumpa dengan para "fans" yang menyambut mereka dengan gegap gempita. Dari kiri ke kanan: Obergefreiter Franz Schmitzer (Ritterkreuz tanggal 26 September 1942 sebagai Richtschütze di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 6 / 6.Infanterie-Division), Feldwebel Johann Port (Ritterkreuz tanggal 25 Agustus 1942 sebagai Zugführer di 8.Kompanie [maschinengewehr] / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division), Oberfeldwebel Albrecht Schnitger (Ritterkreuz tanggal 7 Oktober 1942 sebagai Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division), dan Obergefreiter Joseph Schuss (Ritterkreuz tanggal 4 September 1942 sebagai MG-Schütze di 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 520 / 296.Infanterie-Division). Foto ini diambil pada periode Oktober-November 1942, dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Illustrierter Beobachter" edisi tanggal 26 November 1942


 Empat orang bintara Wehrmacht yang merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Heer, difoto saat pulang kampung ke Jerman dan berjumpa dengan para "fans" yang menyambut mereka dengan gegap gempita. Baris bawah, dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Albrecht Schnitger (Ritterkreuz tanggal 7 Oktober 1942 sebagai Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division) dan Obergefreiter Joseph Schuss (Ritterkreuz tanggal 4 September 1942 sebagai MG-Schütze di 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 520 / 296.Infanterie-Division). Baris atas: Feldwebel Johann Port (Ritterkreuz tanggal 25 Agustus 1942 sebagai Zugführer di 8.Kompanie [maschinengewehr] / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division) dan Obergefreiter Franz Schmitzer (Ritterkreuz tanggal 26 September 1942 sebagai Richtschütze di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 6 / 6.Infanterie-Division). Foto ini diambil pada periode Oktober-November 1942, dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Illustrierter Beobachter" edisi tanggal 26 November 1942

-----------------------------------------------------------------------

- 1943 - 

Lima orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari 97. Jäger-Division berfoto bersama tak lama setelah upacara penganugerahan untuk Oberleutnant Paul Jacob (stellvertreter Führer I.Bataillon / Jäger-Regiment 204) tanggal 10 Maret 1943. Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Hans Pfeiffer (Chef 2.Kompanie / Pionier-Bataillon 97. Ritterkreuz 26 Januari 1942), Major Friedrich Höhne (Kommandeur III.Bataillon / Jäger-Regiment 204. Ritterkreuz 3 Mei 1942 dan Eichenlaub 8 Juni 1943), Generalleutnant Ernst Rupp (Kommandeur 97. Jäger-Division. Ritterkreuz 7 Maret 1943), Oberst Friedrich-Wilhelm Otte (Kommandeur Jäger-Regiment 207. Ritterkreuz 13 November 1942), dan Paul Jacob


Para peraih medali dari SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" ngobrol bareng sambil nyantai beberapa saat setelah upacara penghargaan yang diadakan di Kharkov tanggal 20 April 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Sylvester Stadler (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment "Der Führer"), SS-Sturmbannführer Hans Weiß (Kommandeur SS-Panzeraufklärungs-Abteilung 2 "Das Reich"), SS-Sturmbannführer Christian Tychsen (Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich"), SS-Obersturmbannführer Otto Kumm (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment "Der Führer"), SS-Sturmbannführer Vinzenz Kaiser (Führer III.[gepanzerten] Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 4 "Der Führer"), dan SS-Untersturmführer Karl-Heinz Worthmann (Zugführer 6.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich"). Foto oleh SS-Kriegsberichter Friedrich Zschäckel


 Foto diambil tanggal 26 Juli 1943 dan memperlihatkan dua orang perwira dari Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1). Dari kiri ke kanan: Major Werner Streib (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1) dan Major Helmut Lent (Gruppenkommandeur IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1). Selain sebagai Komodor Skuadron Pemburu Malam Luftwaffe (Lent nantinya menjadi Komodor NJG 3), mereka berdua juga sama-sama adalah jagoan udara dan nantinya mendapatkan medali Schwerter sebagai tambahan atas Eichenlaub-nya. Streib tercatat mengantongi 66 kemenangan udara (65 diantaranya diraih di malam hari), sementara Lent 110 buah (103 diantaranya malam hari)

-----------------------------------------------------------------------

- 1944 - 

Penyambutan para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 78. Sturm-Division dengan buket bunga di sebuah kota di Jerman (kemungkinan besar di Stuttgart yang merupakan kampung halaman divisi tersebut), musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Josef Schreiber (Zugführer di 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 14. RK 31 Maret 1943 dan EL 5 Oktober 1943), Oberleutnant Josef Liebenwein (Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 7 April 1944), serta Feldwebel Emil Roßhart (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 3 April 1943)


 Tiga orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 78. Sturm-Division berpose bersama dalam sebuah foto studio, musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Josef Liebenwein (Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 7 April 1944), Oberfeldwebel Josef Schreiber (Zugführer di 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 14. RK 31 Maret 1943 dan EL 5 Oktober 1943), serta Feldwebel Emil Roßhart (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 3 April 1943)


 Tiga orang Ritterkreuzträger di tengah berfoto bersama di sela-sela di depan bangunan Wagner-Festspielhaus di Bayreuth sebelum dimulainya acara opera karya Richard Wagner pada musim semi/panas tahun 1944. Mereka berasal dari unit Gebirgsjäger. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Johann Sandner (Ritterkreuz tanggal 13 Juni 1941 sebagai Oberjäger dan Gruppenführer di 11.Kompanie / III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 100 / 5.Gebirgs-Division), Herbert Hodurek (Ritterkreuz tanggal 15 April 1944 sebagai Hauptmann dan Führer III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 144 / 3.Gebirgs-Division), Josef Ehinger (Ritterkreuz tanggal 22 Agustus 1943 sebagai Oberjäger dan Gruppenführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 100 / 5.Gebirgs-Division, dan tidak diketahui


 II.Gruppe / Kampfgeschwader 53 (KG 53) "Legion Condor": Gruppenkommandeur Herbert Wittmann (kedua dari kanan) bersama dengan para Staffelkapitän-nya. Mereka semua adalah Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Dietrich Kornblum (Staffelführer 4.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 9 Juni 1944), Hauptmann Heinz Zöllner (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 5 April 1944), Major Herbert Wittmann (Gruppenkommandeur II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 23 November 1941 dan Eichenlaub tanggal 11 Februari 1945), serta Oberleutnant Johann Dreher (Staffelführer 5.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 5 April 1944). Foto ini diambil pada musim panas tahun 1944


Para Ritterkreuzträger dari Sturmartillerie dan Panzergrenadier berkumpul bersama di musim panas 1944, dari kiri ke kanan: tidak diketahui namanya karena bukan peraih Ritterkreuz, Oberfeldwebel Fritz Henke (Wajahnya terhalangi oleh Bogert. Zugführer di 4.Kompanie / Grenadier-Regiment 306 / 211.Infanterie-Division. Ritterkreuz 15 Mei 1944), Hauptmann der Reserve Bruno Bogert (Kommandeur Sicherungs-Bataillon 670. Ritterkreuz 21 April 1944), Oberfeldwebel Anton bayer (Zugführer di 14.Kompanie [Panzerjäger] / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division. Ritterkreuz 15 Oktober 1943), Unteroffizier Ruprecht Kral (Geschützführer di 14.Kompanie [Panzerjäger] / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division. Ritterkreuz 15 Mei 1944), Wachtmeister Theodor Hotzy (Zugführer di 3.Kompanie / Divisions-Füsilier-Batailllon 7 [Aufklärungs-Abteilung] / 7.Infanterie-Division. Ritterkreuz 9 Juni 1944), Obergefreiter Willi Schaffner (Wajahnya terhalang. 9.Kompanie / Grenadier-Regiment 61 / 7.Infanterie-Division. Ritterkreuz 26 Oktober 1943), Oberfeldwebel Otto Reichold (Zugführer di Stabskompanie / Grenadier-Regiment 448 / 137.Infanterie-Division. Ritterkreuz 23 Desember 1943), Obergefreiter Siegfried Amerkamp (Wajahnya terhalang. MG-Schütze und stellvertreter Gruppenführer Sturmkompanie / Grenadier-Regiment 459 / 251.Infanterie-Division. Ritterkreuz 22 November 1943), Wachtmeister der Reserve Adolf Stück (Vorgeschobener Beobachter [V.B. / forward observer] 1.Batterie / Artillerie-Regiment 251 / 251.Infanterie-Division. Ritterkreuz 26 Oktober 1943), Obergefreiter Heinrich Kaup (Soldat di 3.Kompanie / Grenadier-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division. Ritterkreuz 19 September 1943), tidak disebutkan dan wajahnya terhalang, Oberfeldwebel Heinrich Schneider (Zugführer di Feld-Ersatz-Bataillon 211 / 211.Infanterie-Division. Ritterkreuz 6 April 1944), dan Feldwebel Alois Lehrkinder (Zugführer di 7.Kompanie / Grenadier-Regiment 447 / 137.Infanterie-Division. Ritterkreuz 3 April 1943)


Para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring" (HG) berfoto bersama bulan Desember 1944. Untuk identifikasinya: 1:Oberst Hanns-Horst von Necker (Kommandeur Fallschirm-Panzer-Division 1. "Hermann Göring". RK 24 Juni 1944), 2:Generalmajor Wilhelm Schmalz (Kommandeur Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 28 November 1940 dan EL #358 23 Desember 1943), 3:Oberst Wilhelm Söth (Kommandeur Fallschirm-Panzergrenadier-Division 2 "Hermann Göring". RK 28 November 1940), 4:Major Werner Grün (Ib Quartiermeister Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 8 Februari 1943), 5:Oberstleutnant i.G. Bern von Baer (
Chef des Stabes Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 13 Januari 1944 dan EL #761 28 Februari 1945), 6:Major Karl Roßmann (Kommandeur Fallschirm-Panzer-Regiment 1 "Hermann Göring". RK 12 November 1941 dan EL #725 1 Februari 1945), 7:Oberfeldwebel Franz Schlund (Stab Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 30 Agustus 1941), 8:Oberstleutnant Waldemar Kluge (Kommandeur Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 4 "Hermann Göring". RK 2 Agustus 1943), 9:Oberfeldwebel Karl Kulp (Zugführer di 13.Kompanie / Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 4 "Hermann Göring". RK 5 September 1944), 10:Major Robert Rebholz (Kommandeur Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 3 "Hermann Göring". RK 2 Agustus 1943), dan 11:Major der Reserve Hans-Arno Ostermeier (Kommandeur Sturmbataillon Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 23 Agustus 1944 dan EL #834 15 April 1945)


 Para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring" (HG) berfoto bersama di Gut Austinshof (Prusia Timur) bulan Desember 1944. Untuk identifikasinya, dari kiri ke kanan: Oberleutnant Rupert Kraus (Führer 2.Kompanie / Fallschirm-Panzer-Regiment 1 "Hermann Göring". RK 30 November 1944), Hauptmann Werner Stuchlick (Führer II.Bataillon / Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 2 "Hermann Göring". RK 30 November 1944), Oberleutnant Gerhard Tschierschwitz (Chef 2.Kompanie / Fallschirm-Panzer-Regiment "Hermann Göring". RK 6 Desember 1944), Major Karl Roßmann (Kommandeur Fallschirm-Panzer-Regiment 1 "Hermann Göring". RK 12 November 1941 dan EL #725 1 Februari 1945), Generalmajor Wilhelm Schmalz (Kommandeur Fallschirm-Panzerkorps "Hermann Göring". RK 28 November 1940 dan EL #358 23 Desember 1943), Oberst Hanns-Horst von Necker (Kommandeur Fallschirm-Panzer-Division 1. "Hermann Göring". RK 24 Juni 1944), Unteroffizier Werner Grunhold (Kompanietruppführer 3.Kompanie / Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 2 "Hermann Göring". RK 30 November 1944), Oberleutnant der Reserve Karl-Heinz Wallhäuser (Führer 1.Kompanie / Fallschirm-Panzerjäger-Abteilung "Hermann Göring". RK 30 November 1944), Gefreiter Konrad Steets (Bataillonsmelder Stab II.Bataillon / Fallschirm-Panzergrenadier-Reigment 2 "Hermann Göring". RK 30 November 1944), Gefreiter Albert Plapper (Gruppenführer 4.Kompanie / Fallschirm-Panzergrenadier-Regiment 2 "Hermann Göring". RK 30 November 1944), dan Feldwebel Fritz Bowitz (Panzerführer di 4.Kompanie / Fallschirm-Panzer-Regiment "Hermann Göring". DKiG Oktober 1944). Selain dari Bowitz, semuanya adalah peraih Ritterkreuz

-----------------------------------------------------------------------

- 1945 - 

 Tiga orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari 23. Panzer-Division difoto di tahun 1945. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Horst Hain (Chef 3.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division. RK 28 Maret 1945), Oberfeldwebel Kurt Bade (Zugführer di 4.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division. RK 26 Agustus 1943), dan Leutnant der Reserve Johannes Keck (Chef 2.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division. RK 18 Februari 1945)

Sumber :
Buku "German Army Uniforms and Insignia 1933-1945" oleh Brian L. Davis
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Docarchiv
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com 
www.kegans-militaria.webstarts.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com