Thursday, January 23, 2020

Foto Tokoh Third Reich yang Mengenakan Feldmütze M43

Dari sejak kancah Perang Dunia Pertama, pasukan gunung Jerman dan Austro-Hungaria sudah biasa mengenakan Bergmütze (Topi Gunung) berbahan wol saat sedang beroperasi di wilayah pegunungan atau yang dipenuhi oleh salju. Topi jenis ini mudah dikenali dari lipatan penutup kuping yang dikuatkan dengan dua buah kancing di bagian depannya. Versi lain dari topi jenis ini yang berbahan kain - dengan kedok yang lebih panjang serta lipatan yang berfungsi sebagai aksesoris belaka - telah dikeluarkan untuk prajurit-prajurit yang beroperasi di wilayah tropis atau gurun. Pada tahun 1943, topi serupa dari bahan wol yang berwarna abu-abu lapangan akhirnya dibagikan ke seluruh personil Wehrmacht untuk pemakaian di medan perang. Topi ini identik dengan topi gunung atau topi tropis, hanya saja mempunyai kedok dengan panjang di tengah-tengah diantara keduanya. Tak lama dia sudah menjadi penutup kepala yang paling banyak ditemui di front. Insignianya sama saja dengan topi mut (side cap), hanya saja lambang elang dan kokade dipasang di atas kancing. Versi lain yang berwarna hitam juga ikut dikeluarkan, dan dikhususkan untuk dipakai oleh pasukan panzer Jerman

----------------------------------------------------------------------------

FELDMÜTZE HEER

Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (27 November 1898 - 13 Februari 1955) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir kemiliteran di Reichswehr dan Wehrmacht. Dalam Perang Dunia II, peranannya terutama sekali menonjol saat memimpin 32. Infanterie-Division dalam kurun waktu antara tanggal 15 September 1943 s/d 16 Agustus 1944 serta antara tanggal 15 September 1944 s/d 8 Mei 1945. Boeckh-Behrens dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Desember 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 32. Infanterie-Division. Dia ditawan oleh pasukan Rusia bersama dengan pasukannya di Semenanjung Hela pada tanggal 8 Mei 1945. Tragisnya, Boeckh-Behrens dikabarkan meninggal dunia saat masih berstatus sebagai tawanan perang pada tahun 1955 dalam usia 56 tahun, pada saat sedang menunggu kepulangan kembali ke Jerman! Penyebab kematiannya dikabarkan sebagai akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman khusus prajurit Jerman di Cherntsy, Ivanovo, Ivanovo Oblast, Rusia (Baris 4 kuburan ke-4). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (11 Mei 1915) und I.Klasse (19 April 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (21 Juni 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer  1914-1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1.Klasse, 25 Jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernen Kreuzes II.Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (1 Oktober 1939); Magyar Érdemrend Középkeresztje Hungaria (16 November 1939); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (30 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1943); serta Ärmelband Kurland. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 6 November 1944



Generalleutnant Hermann Flörke (23 Oktober 1893 - 19 Agustus 1979) mendaftar sebagai tentara Jerman saat Perang Dunia Pertama dimulai di tahun 1914. Dia merasakan bertempur di Front Timur dan Front Barat sebelum perang usai pada tahun 1918. Dia tetap menjadi anggota militer di Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), setelah sebelumnya ikut andil dalam memadamkan pemberontakan kaum Komunis Jerman di tahun 1919-1920. Saat Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Flörke sudah menjabat sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 53. Setahun setelahnya dia sudah menjadi Komandan Resimen, dilanjutkan dengan jabatan sebagai Komandan Divisi: 31. Infanterie-Division (1 April 1943 - 15 Mei 1943) dan 14. Infanterie-Division (8 Juni 1943 - 15 Desember 1944). Jabatan terakhirnya adalah sebagai Komandan LXVI. Armeekorps (18 Februari 1945 - 21 April 1945). Flörke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Desember 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 14. Infanterie-Division, serta Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 2 September 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1915) und I.Klasse (27 Agustus 1917); Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Oktober 1939) und I.Klasse (21 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942); Großkreuzes Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (10 Maret 1967); serta Bundesverdienstkreuz (10 Maret 1967). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (19 November 1943)


 Feldwebel Simon Freutsmiedl


 Oberst Kurt Hummel (17 November 1901 - 20 Januari 1959) menjadi anggota 1.Kompanie / Freiwilligen-Feldergänzungsbataillon 1 pada tanggal 28 Maret 1919. Setelah itu karir militernya kebanyakan berputar di sekitar Infanterie-Regiment 10. Saat Perang Dunia II pecah, Kummel bertugas sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 163 dengan pangkat Major. Dia dipromosikan menjadi Oberstleutnant pada tanggal 1 Februari 1942, dan Oberst pada tanggal 1 Juli 1943. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division. Meskipun pangkatnya tidak pernah beranjak menjadi jenderal, tapi Kummel sempat dipercaya untuk memimpin beberapa divisi ini (meskipun sifatnta hanya pengganti sementara): 304. Infanterie-Division (2 Oktober 1944 - 5 November 1944), 79. Volksgrenadier-Division (30 Desember 1944 - 25 Februari 1945), 353. Infanterie-Division (2 Maret 1945 - 8 April 1945), dan 3. Fallschirmjäger-Division (8 April 1945 - 16 April 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1939) und I.Klasse (19 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (29 Oktober 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (16 Februari 1944)'; serta Infanterie-Sturmabzeichen (1 Mei 1944)


 Generalleutnant Friedrich-Wilhelm "Vati" Neumann (22 Januari 1889 - 26 Januari 1975) masuk ketentaraan pada tanggal 27 April 1906 sebagai Fahnenjunker (kadet) dengan mendaftar di Angkatan Darat Prusia lokal. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse sebagai penghargaan atas keberaniannya di medan tempur. Setelah perang usai pada tahun 1918, Neumann melanjutkan karir militer di Reichswehr. Pada tanggal 9 Juli 1929 dia menikah di Mülheim dengan wanita pujaannya yang bernama Hanna Erdmann. Tanggal 9 September 1930 lahir anak perempuan mereka yang dinamai Ursula. Pada tanggal 15 Oktober 1935, ketika Reichswehr bertransformasi menjadi Wehrmacht, Neumann sudah berpangkat Oberstleutnant. Ketika Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, dia menjadi komandan 17. Infanterie-Regiment. Karir Neumann berlanjut terus sampai dia akhirnya menjadi Generalleutnant pada tanggal 1 Februari 1942. Tanggal 26 September 1944, namanya masuk laporan berkala Wehrmachtsbericht yang berbunyi: "Bei den Abwehrkämpfen in Belgien hat sich die 712. Infanteriedivision unter Führung von Generalleutnant Neumann besonders ausgezeichnet. Die Division vernichtete bzw. erbeutete in der Zeit vom 3. bis zum 10. September 161 "Sherman"-Panzer und Panzerspähwagen, größtenteils durch Panzernahbekämpfungsmittel." (Dalam pertempuran mempertahankan diri di Belgia, 712. Infanterie-Division yang dipimpin oleh Generalleutnant Neumann telah mempertunjukkan perjuangan yang mengagumkan. Dalam periode 3 sampai dengan 10 September, divisi tersebut telah berhasil menghancurkan atau merampas 161 buah tank Sherman dan kendaraan lapis baja, terutama dengan menggunakan Panzernahbekämpfungsmittel). Atas prestasinya tersebut, pada tanggal 16 Oktober 1944 dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Penempatan terakhir Neumann adalah sebagai pimpinan XXX. Armeekorps pada tanggal 5 April 1945. Dengan menyerah kalahnya Jerman, dia ikut pula ditawan oleh Sekutu pada bulan Mei 1945 dan menghabiskan banyak waktu sebagai tawanan perang di kamp-kamp yang berbeda-beda sampai akhirnya dilepaskan pada bulan Februari 1948. Friedrich-Wilhelm Neumann meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 1975 di Bad Wiessee di usianya yang ke-86 tahun. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 Unteroffizier Johann "Hans" Passegger


Generalleutnant Dipl.Ing. Erich Schneider (12 Agustus 1894 - 3 Agustus 1980) bergabung sebagai sukarelawan di Fußartillerieregiment 13 pada bulan Agustus 1914 saat Perang Dunia Pertama pecah. Dia kemudian melanjutkan karirnya di Reichswehr sebagai seorang perwira artileri, dan begitu juga di Wehrmacht. Setelah menjadi Chef der Artillerieabteilung im Heereswaffenamt, Schneider dipercaya untuk memimpin 4. Panzer-Division (28 November 1942 - 31 Mei 1943). Ternyata jabatan barunya sebagai Divisionskommandeur membawa berkah, karena dia kemudian dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Mei 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 4. Panzer-Division. Pada bulan Juni 1943 Schneider ditarik dari front untuk menjadi Kommandeur Amtsgruppe für Entwicklung und Prüfung im Heereswaffenamt (1 Juni 1943 - 31 Agustus 1943), dilanjutkan dengan jabatan sebagai Chef der Amtsgruppe für Entwicklung und Prüfung im Heereswaffenamt (1 September 1943 - 9 Oktober 1944). Pada tanggal 15 Desember 1944 dia kembali menjalani peran sebagai Divisionskommandeur, dan kali ini menangani 14. Infanterie-Division. Untuk kedua kalinya pula kepemimpinannya yang brilian di medan pertempuran mendapat pengakuan dari Wehrmacht, ketika Schneider mendapatkan Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 6 Maret 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Hanya berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 21 Maret 1945, Divisionskommandeur Schneider terluka parah dalam pertempuran sehingga harus dirawat di rumah sakit. Hal ini sangat disayangkan, karena rencananya dia akan naik jabatan sebagai Komandan Korps seandainya masih aktif bertugas, karena semua jenderal Wehrmacht yang pernah menjadi komandannya (Kessel, Matzky, Großmann, Weidling, Roman, Müller, dan Weiß) sama-sama sepakat bahwa Schneider mempunyai kualitas kepemimpinan diatas rata-rata! Ada sumber pula yang menyebutkan bahwa dia sebenarnya dicopot dari jabatannya karena dianggap menentang perintah atasan (dan bahkan rumahnyapun diawasi oleh Gestapo!), tapi hal ini hanya sebatas rumor belaka dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Sampai berakhirnya Perang Dunia II, Schneider masih terkulai lemah di ruang perawatan, dan dia bahkan menghabiskan sebagian besar masa tahanannya sebagai tawanan Sekutu di rumah sakit Zell am See (dia baru dibebaskan pada tanggal 1 Agustus 1947)!. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1915) und I.Klasse (26 Oktober 1916); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1941) und I.Klasse (16 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz (21 November 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (6 Agustus 1942)


Generalleutnant Otto Schünemann (6 Oktober 1891 - 29 Juni 1944) bergabung sebagai Kadet Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada bulan Oktober 1906. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan setelah perang usai kemudian memilih untuk melanjutkan karir sebagai perwira Polizei. Pada bulan Maret 1936 Schünemann mendaftar lagi ke militer dan diterima. Ketika Perang Dunia II pecah, dia telah menjadi seorang Komandan Resimen. Schünemann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Desember 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division, setelah kepemimpinannya di medan pertempuran membuat resimennya mampu menguasai kota Polozk pada bulan Juli sebelumnya. Dia kemudian diangkat sebagai Komandan 337. Infanterie-Division pada tanggal 1 Oktober 1942. Perbendaharaan medalinya kemudian bertambah setelah dianugerahi Eichenlaub #339 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 28 November 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 337. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas prestasinya dalam memimpin divisinya secara gemilang dalam pertempuran bertahan melawan Tentara Merah di selatan Dnieper. Pada tanggal 28 Juni 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan sementara XXXIX. Panzerkorps, jabatan yang hanya dijalaninya sehari saja, karena keesokan harinya Schünemann tewas oleh serangan pesawat udara musuh saat mobil yang dikendarainya sedang melaju di jalanan antara Mogilev dan Minsk. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Mei 1940) und I.Klasse (18 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (28 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Februari 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht tanggal 3 Juli 1944


 Generalmajor Paul Schultz


 Generalmajor Rudolf Wulf (12 Desember 1905 - 14 November 1972) bergabung dengan Reichswehr pada bulan April 1924, dan menapaki karir sampai menjadi komandan kompi di Infanterie-Regiment 23. Pada saat Perang Dunia II pecah, Wulf bertugas sebagai Ordonnanzoffizier di 46. Infanterie-Division. Dia ikut ambil bagian dalam penyerbuan Jerman ke Polandia (1939), tapi melewatkan penyerbuan yang sama ke Prancis setahun setelahnya karena dipindahtugaskan ke Infanterieschule Döberitz sebagai Kepala Inspeksi. Wulf ditransfer kembali ke front pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di tahun 1941. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 November 1942 sebagai Major dan Führer Infanterie-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division. Medali ini diberikan sebagai penghargaan atas jasanya dalam memimpin pasukannya dalam penyerbuan ke Koslowo pada tanggal 29 Oktober 1942 sebelumnya, yang berkontribusi besar dalam kesuksesan Unternehmen Michael. Pada tanggal 19 Agustus 1944 dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #556 untuk Ritterkreuz-nya, sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division, setelah mencapai kesuksesan dalam pertempuran-pertempuran defensif melawan Tentara Merah di Penna-Schlucht (selatan Staraya Russa), Dataran Tinggi Ssinjawino, Leningrad, dan Pleskau. Pada tanggal 1 Maret 1945 Wulf dipromosikan menjadi Generalmajor sekaligus Komandan 319. Infanterie-Division yang bertugas sebagai pasukan pendudukan di Pulau Guernsey, jauh dari hiruk-pikuknya pertempuran melawan tentara Sekutu dan Rusia. Jabatan ini dipegangnya sampai dengan perang berakhir. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) und I.Klasse (27 Juni 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (26 Maret 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (7 Agustus 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (25 Mei 1944)

----------------------------------------------------------------------------

FELDMÜTZE LUFTWAFFE


Oberst Walter Bauerschäfer adalah perwira sandi Luftwaffe yang pernah menjadi Komandan Luftnachrichten-Abteilung 88 Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), saat pangkatnya masih Major. Dalam foto ini, Bauerschäfer mengenakan medali Spanienkreuz di sebelah kiri seragamnya, sementara di sebelah kanan tersemat Cruz de guerra yang terletak persis di bawah Kriegsverdienstkreuz I.Klasse



Oberstleutnant Hermann Hogeback (25 Agustus 1914 - 15 Februari 2004) adalah pilot jagoan Luftwaffe veteran Perang Saudara Spanyol yang kemudian makin moncer prestasinya dalam Perang Dunia II. Dalam perang yang pertama dia mencatatkan 100 misi tempur, sementara dalam perang selanjutnya 500 misi tempur. Dia sendiri pada awalnya bergabung dengan Heer pada tahun 1934, tapi setahun kemudian dipindahkan ke Luftwaffe. Selain menjadi anggota Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol, Hogeback juga ikut berpartisipasi dalam invasi ke Polandia, Pertempuran Prancis, Operasi Weserübung, invasi Jerman ke Norwegia, Pertempuran Britania, Pertempuran Kreta, Pengepungan Malta, perang udara di Mediterania dan Front Timur, serta mempertahankan Reich. Medali dan penghargaan yang diterimanya: Medalla de la Campaña (4 May 1939); Spanish Medalla Militar; Spanienkreuz in Gold mit Schwertern (6 Juni 1939); Frontflugspange der Luftwaffe in Gold mit Sternanhänger "500"; Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Italian aviator badge; Krimschild; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Mei 1940) und I.Klasse (26 September 1940); Deutsches Kreuz in Gold (24 September 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 September 1941) mit Eichenlaub #192 (19 Februari 1943) und Schwertern #125 (26 Januari 1945)

----------------------------------------------------------------------------

 FELDMÜTZE SS UND POLIZEI

SS-Untersturmführer Alois Weber




Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.geocities.ws
www.medalsmilitary.com
www.weitze.com

www.tracesofwar.com
www.worthpoint.com

www.zenker-militaria.de

No comments: