Wednesday, May 12, 2010

Foto Binatang Lucu Third Reich

ANJING

Obergefreiter Michael Korn (6 Oktober 1908 - Agustus 1944) adalah prajurit Jerman yang berasal dari Sudetenland. Pada tanggal 27 Agustus 1939 dia bergabung dengan Wehrmacht dan, setelah menyelesaikan pelatihan dasarnya, ditempatkan di Infanterie-Regiment 480 / 260.Infanterie-Division. Dia akan bertugas di unit ini sampai akhir. Pada tanggal 10 Oktober 1941 Korn dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse oleh Divisionskommandeur Generalleutnant Hans Schmidt atas kepahlawanannya dalam serangan Jerman ke kota Kaluga. Pada tanggal 13 Februari 1942 dia dianugerahi Verwundetenabzeichen in Schwarz oleh Bataillonskommandeur Major Hellmut Gaudig setelah terluka untuk pertama kalinya dalam pertempuran di sekitar Juchnow. Pada tanggal 27 Maret 1942 dia dianugerahi Infanterie-Sturmabzeichen in Silber oleh Regimentskommandeur Major Dr. August Friker atas partisipasinya dalam pertempuran di posisi pertahanan Ressa-Ugra. Ketika Tentara Merah melancarkan serangan besar-besaran dalam Operasi Bagration pada tanggal 22 Juni 1944, Korn dinyatakan hilang dalam pertempuran. Pada kenyataannya, dia tertangkap oleh pasukan musuh dan ditahan di kamp tawanan perang di dekat Minsk. Dalam masa penahanan ini Korn menderita disentri dan meninggal tak lama setelahnya, pada pertengahan Agustus 1944. Berdasarkan pernyataan dari bintara medis Alfred Geck yang merawatnya, jenazahnya kemudian dikebumikan di sebuah kuburan tunggal yang terletak tak jauh dari kamp tersebut. Sampai kini lokasi persis tempat peristirahatan terakhirnya tidak diketahui, begitupun juga dengan nama kampnya. Nomor Erkennungsmarke (Dog Tag) Michael Korn adalah -32- 79.Ld.Schtz.Btl XX/XIII. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 8 Desember 1942 di dekat Ssawinki (Cholnino/Uni Soviet), dan memperlihatkan saat bintara Korn dengan ceria memperlihatkan seekor kelinci salju hasil tangkapannya. Anjing peliharaannya tampak sudah tak sabar untuk mengganyang kelinci tersebut!



"Wie spricht Rata?" (bagaimana cara Rata ngomong?). Jagoan Luftwaffe Günther Rall (memakai jaket bulu), bersama dengan enam orang pilot skuadronnya dari 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52), sedang bermain-main dengan anjing yang menjadi maskot unit mereka - yang bernama "Rata" - di sela-sela istirahat singkat antara feindflug (misi udara) pertama dan kedua di hari itu. Foto ini diambil di bulan Maret 1943 oleh Kriegsberichter Reissmüller. Depan dari kiri ke kanan: Unteroffizier Manfred Lotzmann (15 Abschüsse - kemenangan udara), Unteroffizier Werner Höhenberg (33 Abschüsse), dan Leutnant Hans Funcke (19 Abschüsse). Belakang : Hauptmann Günther Rall (275 Abschüsse), Leutnant Hans Martin Markoff (15 Abschüsse), Feldwebel Karl-Friedrich Schumacher (56 Abschüsse), dan Oberleutnant Gerhard Luety (38 Abschüsse). Günther Rall sendiri adalah pilot pemburu tersukses ketiga dalam sejarah. Dia mencatatkan 275 kemenangan udara terkonfirmasi dalam kancah Perang Dunia II, dimana 241 diantaranya diraih di Front Timur melawan pilot-pilot Uni Soviet. Dalam karir militernya, Rall ikut serta dalam 621 misi tempur; ditembak jatuh delapan kali, dan terluka sebanyak tiga kali. Dia ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940), Pertempuran Britania (1940), Kampanye Balkan (1941), Pertempuran Kreta (1941), dan Operasi Barbarossa (1941). Rall memulai perang dengan pangkat Leutnant (Letnan Dua), dan mengakhirinya sebagai Major (Mayor) dan Komandan JG 300. Dia meraih semua kemenangannya dengan menggunakan pesawat Messerschmitt Bf 109


Anjing yang kebanyakan baca buku!


Ini nih yang namanya anjing punya gaya : maen cangklong sembari pake kacamata!


Nggak usah petantang-petenteng nantangin pilot tempur Jerman lah, hadepin dulu yang ini!



Kru Flak 20mm paling 'semriwing' yang pernah saya lihat!



Pertanyaan terbesar : kenapa tuh anjing mulutnya mangap udah kayak buaya?



Anak anjing dengan sarang darurat


Yang jelas hunde (anjing) ini nggak usah repot-repot lagi pake seragam kamuflase musim dingin, wong bulunya aja susah putih gitu! Perhatikan pula jaket Tarnjacke Großdeutschland langka yang dikenakan prajurit ini!



Perhatikan baik-baik foto ini : si prajurit, bokapnya (?) dan juga sang anjing, semuanya kelihatan seperti patung lilin! Dan... hey! Kayaknya si bapak kebanyakan makan permen gulali nih, liat aja giginya!


Sedih banget ditinggal para tuanku yang baik hati. Cuman ditinggalin kaleng bungkus masker gas doang!



Foto ini diambil dari buku "Panzer Grenadiere - der Panzerdivision 'Wiking' im bild". Foto yang persis serupa (hanya saja tokoh utamanya adalah kucing) bisa dilihat di bagian paling bawah postingan ini


Bisakah anda menebak dua 'makhluk' perokok berat dalam foto ini?


Yang mana yang duluan masuk ke pesawat : sang pilot atau anjingnya?



Anjing gembala Jerman ini tampaknya telah siap lahir-batin untuk bertempur!


Nggak usah heran kalau pas bagian si prajurit Luftwaffe memakai kembali helmnya, ada benda asing kuning berbau ketinggalan!



Baru tahu nih kalau Divisi Panzergrenadier Großdeutschland yang terkenal ternyata ada pasukan doggy-nya!

-------------------------------------------------------------------

BURUNG

Pilot Luftwaffe ini mempunyai binatang peliharaan yang tidak biasa : burung hantu!

-------------------------------------------------------------------

IKAN

Alhamdulillah, untuk hari ini kita nggak lagi makan nasi aking!

------------------------------------------------------------------- 

KAMBING

 Foto ini diambil di Warsawa (Polandia) pada tanggal 10 Desember 1940, dan memperlihatkan para anggota - terkecuali kambing - dari 3.Schwadron / SS-Totenkopf-Reiter-Regiment 1, yang merupakan cikal-bakal dari satu-satunya divisi berkuda milik Waffen-SS: 8. SS-Kavallerie-Division "Florian Geyer". Keempat dari kiri - tapi bukan kambing - adalah Komandan Skuadron, SS-Hauptsturmführer Gustav Lombard, sementara di kiri dan kanannya adalah para Zugführer (Komandan Peleton): Kedua dari kiri adalah SS-Obersturmführer Hermann Buchner, lalu kedua dari kanan adalah SS-Untersturmführer der Reserve Hans-Georg von Charpentier, diikuti di sebelah kirinya oleh SS-Untersturmführer Johannes Göhler. Ada lagi nama-nama seperti SS-Obersturmführer Heinrich Diekmann serta Wilhelm-Hubert Schmidt yang tercatat dalam primbon sebagai perwira di 3.Schwadron pada akhir tahun 1940, tapi saya nggak tahu yang mana saja mereka dalam foto ini (yang jelas bukan kambing yang nojeng di tengah). Mengenai identitas sang kambing sendiri terus kenapa dia bisa ikut nongol dalam foto ini, maka jangan tanya saya karena saya bukan ahli perkambingan!


Foto keluarga... termasuk kambingnya juga?


Bersenang-senang bersama kambing (tolong jangan ngeres, meskipun kalau ngeres juga saya beri obatnya : foto di bawah!)


Embe yang beruntung!


Kambing yang beruntung... Diajarin cara mabok!

-------------------------------------------------------------------

KELEDAI
 
Akhirnya untuk pertama kalinya saya melanggar sumpah untuk tidak memajang foto BUGIL/TELANJANG dalam blog ini. Sudah kepalang tanggung, biar banyak yang berkunjung kesini (dan tertipu) kita hantem saja dengan keyword: abg bugil, abg telanjang, abg abg seksi, abg seksi, gadis smu bugil, gadi smp bugil, gadis telanjang, abg bugil adalah cewek seksi


------------------------------------------------------------------- 

KUCING

Lucu banget kucing ini, menjadikan sepatu sebagai tempat ngendon!

-------------------------------------------------------------------  

KUDA

 Entah apa maksud dari prajurit Wehrmacht satu ini yang berpose dengan bagalnya - yang sedang santai memakan jerami - sambil memakai pakaian serupa itu! Dia memakai celana kampret dan bertelanjang dada, tapi tak lupa memasangkan koppelschloss (ikat pinggang) lengkap dengan selimut dan stahlhelm. Kemungkinan dibuat hanya untuk lucu-lucuan saja biar dimuat di www.alifrafikkhan.blogspot, iiiiiy!

-------------------------------------------------------------------

MONYET

Sarimin Jerman pergi ke pasar

------------------------------------------------------------------- 

SAPI

Sebenarnya, dibutuhkan berapa orang Landser hanya untuk memerah susu sapi ini?



Kalau orang Prancis ngelihat ini pasti marah : seekor sapi yang dipakaikan helm adrian Prancis!

-------------------------------------------------------------------

SINGA


Profil awak senapan mesin paling nyeremin!


Tuesday, May 11, 2010

War of the Century : When Hitler Fought Stalin. Film Dokumenter BBC Tentang Perang Dahsyat Di Front Timur!


"Kami selalu menyimpan peluru terakhir untuk diri kami sendiri." - Walter Schaefer-Kehnert dari Divisi Panzer ke-11

Perang antara Hitler Jerman dan Soviet Rusia dilakukan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Perang ini diperkirakan membuat lebih dari tiga puluh juta nyawa manusia melayang dan membuat harapan hidup tentara Soviet di Stalingrad hanya bisa bertahan 24 jam saja!

Korban peradaban berada pada skala yang tidak terbayangkan sebelumnya. Lebih dari tiga belas juta warga Soviet tewas, terjebak di antara rezim yang acuh untuk berkorban dan dalam lintasan gerak maju pasukan Jerman yang seakan tidak tertahankan.

Skala ketakutan akan perang di Front Timur susah untuk dinilai semata, tetapi WAR OF THE CENTURY membawa pengalaman manusia ke dalam fokus dengan berkonsentrasi pada cerita masing-masing pribadi. Tentara-tentara dan masyarakat umum, anggota SS, NKVD Soviet dan pegawai-pegawai atasan; semua cerita mereka, digambarkan dengan mengkombinasikan catatan kaki (termasuk materi film berwarna yang langka) dan didukung oleh arsip dokumentasi terakhir dari Rusia.

Film dokumenter dari BBC keluaran tahun 2000 ini terdiri dari 4 seri dengan waktu putar total ± 200 menit. Asyiknya lagi, sudah disediakan subtitle Indonesia bagi yang nggak ngeh dengan bahasa Inggris, Jerman maupun Rusia yang terdapat dalam film ini. Berminat? Silakan ikuti cara pemesanannya DISINI.

Episode 1 - HIGH HOPES
Masa awal Operasi Barbarossa dimana pasukan Jerman mendapat kemenangan yang meyakinkan melawan pasukan Rusia yang tampak seperti baru belajar berperang. Kemenangan yang melenakan ini ternyata kemudian membawa bencana...

Episode 2 - SPIRAL OF TERROR
Dalam Pertempuran Moskow yang berkecamuk di musim dingin yang brutal, terjadi pergulatan hidup-mati untuk menentukan kelangsungan masa depan Soviet Rusia.

Episode 3 - LEARNING TO WIN
Ketika semua harapan seakan sirna, pihak Soviet membalikkan meja catur dan mulai bangkit merebut kembali wilayah-wilayah yang diduduki Nazi.

Episode 4 - VENGEANCE
Pada musim panas tahun 1944, akhir perang di Front Timur telah diputuskan oleh Operasi Bagration di Belorussia yang kemudian membawa pasukan Komunis sampai ke pintu gerbang Berlin.

Sekali lagi, yang berminat mau pesan silakan klik DISINI.


Tas Pembungkus Gunting Kawat Bagi Pasukan Pioniere (Zeni) Jerman

Tim senapan mesin MG-34 sedang bersiap-siap pindah dari posisi mereka setelah tembak-menembak di Tanah Genting Perekop, Krimea, tahun 1941. Kita dapat melihat drahtscherentasche für pioniere tergantung di sabuk di prajurit latar depan


Contoh foto yang memuat tas pembungkus kawat Pioniere yang tak sengaja saya temukan dalam sebuah album prajurit Wehrmacht yang mempperlihatkan upacara pemakaman untuk kamerad yang terbunuh






Karena merupakan barang langka dan menjadi buruan para kolektor, maka boleh lah saya menampilkan foto tas pembungkus gunting kawat bagi pasukan Zeni (drahtscherentasche für pioniere atau wirecutter bag for pioniere) ini disini. Maksudnya bukan berarti saya punya lho! Hanya sekedar comot dari forum Wehrmacht-awards. Hehehe...
Oleh penjualnya, tas ini dihargai 300 Euro, tapi kemudian turun menjadi 290 Euro, dan akhirnya dilepas kepada penawar dengan harga 260 Euro. Dalam flap-nya terdapat tanda CGU 41 dan WaA922.


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2photomuseum.com

Soldbuch, Buku Pembayaran Yang Menjadi Kartu Identitas Prajurit Wehrmacht!

 Seorang perwira Jerman berpangkat Leutnant difoto bersama dengan anakbuahnya selama berlangsungnya Pertempuran Warsawa (8-28 September 1939). Mereka semua mengenakan seragam M36 serta stahlhelm M35. Si perwira sendiri mengalungkan teropong dienstglas 6x30 di lehernya, serta kartentasche (tas peta) di pinggangnya. dari Soldbuch yang dipegangnya, kemungkinan besar foto ini diambil sewaktu antre pembayaran gaji. Soldbuch sendiri adalah buku pembayaran yang secara tidak resmi menjadi kartu identitas anggota Wehrmacht


Soldbuch milik Rudolf Böhm, prajurit panzer keturunan Austria dari Panzerabteilung 33. Dia terbunuh tanggal 17 April 1945 di dekat St. Pölten/Niederösterreich

Soldbuch milik pendeta tentara (Wehrmachtpfarrer) Wilhelm Kolodzieg, pendeta Katolik dari Divisi Infanteri ke-196 dan 296. Dia kemudian menjadi tawanan perang Rusia, sementara penulisan Soldbuch-nya telah dilanjutkan oleh pihak Rusia, tentunya dengan tulisan khas mereka!


Soldbuch milik Generalmajor Henning Schönfeld


Soldbuch dari Leutnant Alfred Budde, jagoan Luftwaffe dari Jagdgeschwader 54 dengan 21 kemenangan udara. Perhatikan feldpostnummer (stempel merah muda) dengan nomor pos yang sengaja dihapus. Menyembunyikan nomor pos adalah praktek yang biasa saat itu bilamana si pilot tertangkap atau tertembak jatuh sehingga musuh tak dapat mengenali dari unit mana dia berasal!

Soldbuch dari Obergefreiter Alfons Weimann yang berasal dari Divisi Panzer ke-26. Dari isi Soldbuchnya kita mengetahui bahwa unitnya banyak menghabiskan waktu di Front Italia, dan atas jerih payahnya di lapangan, Weimann berhak mendapatkan medali-medali dengan yang paling prestisiusnya adalah Eiserne Kreuz II klasse (Iron Cross 2nd class/Salib Baja kelas ke-2)


Ini adalah kertas identifikasi anggota Reichsbahn yaitu Reichsbahnsekretär Adolf Sendzik. Kertas ini terakhir diupdate oleh pemiliknya tanggal 6 April 1945. Di akhir-akhir peperangan Sendzik dimasukkan ke Angkatan Darat untuk bertempur membela tanah airnya dan dia kemudian terbunuh dalam pertempuran. Seorang prajurit Amerika, yang kemungkinan merupakan pembunuh Sendzik, mengirimkan kertas ini ke rumah sang Reichsbahnsekretär melalui pos sebagai kenang-kenangan bagi keluarganya yang ditinggalkan, dan menyertakan sebuah pesan singkat yang menarik: "Saya tidak mengambil Soldbuch dari orang ini sesuai dengan peraturan militer yang berlaku. Saya tak tahu jenis dari kartu identifikasi atau pas jalan ini - tampaknya ini adalah kartu identifikasi dirinya sebagai seorang warga sipil. Pada saat kematiannya, dia adalah seorang prajurit Jerman yang malang. Nazi memang kejam pada orang." Pesan ini menarik karena mencantumkan bahwa prajurit Amerika DILARANG untuk mengambil Soldbuch dari tentara Jerman yang telah tewas, meskipun banyak pula yang mengabaikannya!

Oleh : Alif Rafik Khan

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Soldbuch? Soldbuch (yang arti harfiahnya yaitu buku pembayaran gaji) adalah ID card dari setiap prajurit Jerman. Di dalamnya terekam pergerakan unit-unit yang dimasuki si prajurit (seperti transfer dan penempatan). Selain itu, promosi pangkat dan juga mutasi turut disertakan. Dalam halaman 22 biasanya disebutkan daftar medali dan penghargaan yang diterima si prajurit, suatu hal yang sebenarnya tidak menjadi peraturan baku karena aslinya Soldbuch tidak mempunyai 'ruang' untuk hal tersebut. Teorinya, halaman terakhir digunakan untuk tambahan data dari perpindahan unit pemilik Soldbuch dan bukannya nongkrongin jumlah medali.

Fungsi lain dari Soldbuch adalah sebagai paspor. Seorang prajurit membutuhkan izin, biasanya dari Stab, untuk cuti atau terpisah dari unitnya selama periode tertentu (ditunjukkan di halaman 23). Hal ini dicatat di Soldbuch sehingga si prajurit dapat mendokumentasikan setiap perpindahannya secara resmi dan mendapat izin dari yang berwenang. Ingat bung, Jerman adalah negara paling 'rewel' (baca : cermat) dalam hal-hal beginian!
 



 SS-Oberführer Otto Baum (15 November 1911 - 18 Juni 1998) adalah perwira SS yang mempunyai rentang karir begitu luar biasa: mengawalinya di SS-Verfügungstruppe dan memulai Perang Dunia II di Leibstandarte sebelum pindah ke Totenkopf lalu dipercaya menjadi komandan tiga divisi SS berbeda: Götz von Berlichingen (20 Juni 1944 - 1 November 1944), Das Reich (28 Juli 1944 - 23 Oktober 1944), dan Reichsführer-SS (1 November 1944 - 5 Mei 1945). Padahal dia bahkan bukan seorang jenderal dan sekali waktu dia pernah menjadi komandan dari dua divisi elit SS DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN! Baum dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #989 tanggal 8 Mei 1942 sebagai Kommandeur III.Bataillon / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 / SS-Division "Totenkopf" (motorisiert) / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, Eichenlaub #277 tanggal 22 Agustus 1943 sebagai SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 5 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" / II.SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, serta Schwertern #95 tanggal 2 September 1944 sebagai SS-Standartenführer dan Kommandeur 17.SS-Panzergrenadier-Division "Götz von Berlichingen" / LXXXIV.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya:  SS-Ehrenring; Ehrendegen des Reichsführer-SS (13 September 1936); SA-Sportabzeichen in Bronze; DRL Sportabzeichen in Bronze; Julleuchter der SS; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (3 Oktober 1940); Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Deutsches Kreuz in Gold #41/43 (26 Desember 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Verwundetenabzeichen in Silber (21 Agustus 1943); serta Demjanskschild (31 Desember 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 29 Juli 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 
 
 
 
 
 
 
Soldbuch milik General der Infanterie Friedrich-Wilhelm Müller. Buku pembayaran gaji yang sekaligus berfungsi sebagai rekaman data diri setiap prajurit Wehrmacht ini dijual oleh penjual militaria terkemuka, Weitze, dengan harga 8.500 Euro alias 144 juta Rupiah! Di dalamnya terdapat data-data penting sang pemilik seperti tempat/tanggal lahir, ciri fisik, tinggi badan, golongan darah, jenis pistol yang dimiliki, sampai daftar medali yang berhasil diraih beserta tanggal penganugerahannya. Uniknya, Soldbuch tersebut dibuat pada tanggal 26 Februari 1945, sebagai pengganti untuk Soldbuch Müller sebelumnya yang hilang dalam sebuah serangan udara musuh! Karenanya, data yang terdapat di dalamnya pun tidak selengkap "aslinya", termasuk ketiadaan catatan tentang unit-unit yang pernah dimasuki serta tanggal naik pangkat sang jenderal


Sumber :
Foto koleksi pribadi Barry "Stormfighter" 

www.audiovis.nac.gov.pl
www.bridgend-powcamp.fsnet.co.uk
www.jg54greenhearts.com 
www.wehrmacht-awards.com

Monday, May 10, 2010

Korvettenkapitän Peter-Erich 'Ali' Cremer (1911-1992), Satu-Satunya Kapten U-Boat Yang Berhasil Menghancurkan Tank Musuh Dengan Tangan Sendiri!

U-333 yang dikomandani Peter-Erich 'Ali' Cremer sedang keluar dari pen-nya di La Pallice tanggal 1 September 1942 untuk melakukan feindfahrt (buat arti dari kata ini, baca lengkap dulu artikel di bawah!)


Profil lukisan Peter-Erich 'Ali' Cremer, disandingkan dengan dua orang Generalfeldmarschall dari Luftwaffe : Hugo Sperrle dan Albert Kesselring



'Ali Baba' eh 'Ali' Cremer berfoto bersama dengan seorang perwira rendah Luftwaffe. Foto ini dan foto di bawah berasal dari periode yang sama


'Ali' Cremer ketika bertugas sebagai komandan dari unit penghancur tank Kriegsmarine. Achtung! perwira yang di sebelahnya bukanlah berasal dari Heer (Angkatan Darat) melainkan dari Kriegsmarine juga. Jangan pernah terkecoh oleh seragamnya yang sama dengan Heer padahal ini adalah model KM 1936. Biasanya setelan begini dikenakan oleh prajurit Kriegsmarine yang bertugas di darat seperti anggota artileri, penjaga pangkalan U-boat dan sebagainya. Nampaknya dia adalah veteran U-boat juga sama seperti Cremer, perhatikan saja U-boat War Badge yang nempel di saku seragamnya. Cremer sendiri mengenakan baju kamuflase Luftwaffe


Oleh : Alif Rafik Khan

Calon kapten U-boat Nazi Jerman ini dilahirkan ke dunia pada tanggal 25 Maret 1911 di Metz.

Peter-Erich Cremer memulai karir angkatan lautnya dari bulan Agustus 1932 setelah sebelumnya mempelajari ilmu hukum selama 6 semester. Masa pelatihannya begitu singkat dibandingkan biasanya yang bisa memakan waktu empat bulan dikarenakan suatu tragedi. Pada bulan Juni tahun tersebut, sebuah kapal layar Jerman yang khusus dipakai berlatih bernama Niobe tenggelam setelah terbalik, dan membunuh sebagian besar kadet Reichsmarine (27 orang) lulusan Kru 1932. Akibatnya secara mendadak tentu dibutuhkan pula orang untuk menggantikan kehilangan ini.

Kemudian Kremer meneruskan pelatihan lanjutan di laut selama satu tahun bersama dengan kapal penjelajah ringan Köln. Setelah menghabiskan waktu selama beberapa bulan di kapal penjelajah lapis baja Deutschland, Leutnant Cremer lalu mengabdi selama tiga tahun di unit artileri Angkatan Laut. Kemudian dia menjadi Perwira Pengawas kedua di kapal perusak Z-6 Theodor Riedel. Pada bulan Agustus 1940 barulah dia ditransfer ke pasukan U-boat yang akan melambungkan namanya.

Pada bulan Januari 1941 Kapitänleutnant Cremer ditugaskan di U-152, sebuah u-boat pantai kecil tipe IID yang hanya mempunyai peran sebagai kapal 'sekolah'. Beberapa bulan kemudian (25 Agustus 1941) dia mengambil alih komando kapal yang lebih besar ukurannya bernama U-333. Lambang kapal tersebut, 3 buah ikan kecil, dipilih untuk menyesuaikan dengan nomor kapalnya sendiri. Ada beberapa alasan lain kenapa lambang tersebut yang dipilih. Salah satu quote yang paling sering diucapkan oleh Cremer adalah "Alles kleine fische" (semuanya hanya ikan kecil saja) yang merupakan kata kiasan dari "tak penting itu, Bah!" Alasan lainnya adalah bahwa pada saat itu 'Ali' sedang senang-senangnya mendengarkan lagu Amerika bila sedang berada di samudera, dan salah satu lagu favoritnya berbunyi :

Down in the meadow in an itty-bitty pool swam three little fishes and their momma fishey too

Dan kemudian reff-nya berbunyi :
Boop, boop, didum, dadum waddum choo, Boop, boop, didum, dadum Wadum choo, Swim, said the momma fishey, Swim if you can, And they swam and they swam right over the dam

'Ali' Cremer adalah salah seorang dari komandan U-boat yang menjalani patroli pertamanya tanpa mengalami pertempuran laut. Meskipun begitu, dalam patroli ini sebenarnya dia telah menenggelamkan tiga buah kapal - yang sayangnya juga ikutan mengirim ke dasar laut sebuah kapal penembus blokade Jerman bernama Spreewald! Ceritanya, dalam perjalanan pulang ke pangkalan (U-Bootflottille ke-3 di La Rochelle), dia memergoki sesuatu yang sepertinya sebuah kapal uap, dan dia memutuskan untuk menyerang. Ternyatalah itu adalah Spreewald. Panglima pasukan U-boat Karl Dönitz yang terkenal tegas langsung meneliti insiden tersebut dan menemukan bahwa Cremer tidak bersalah dalam hal ini. Selama patroli perang (feindfahrt) Cremer selanjutnya di perairan Amerika dia bisa dibilang telah berhasil dengan baik, dengan menenggelamkan empat buah kapal, sekaligus mampu membawa pulang ke pangkalan kapalnya sendiri yang telah rusak berat setelah ditabrak kapal Sekutu! Ceritanya, ketika berusaha menenggelamkan kapal tanker Inggris Prestige, tanker tersebut malah menabrak U-333 sehingga menimbulkan kerusakan serius. Tak lama datang kapal perusak pengawal ke lokasi untuk 'berak' memuntahkan sejumlah depth charges, yang tentu saja makin menambah nyuksruknya u-boat Cremer. Meskipun begitu, dia tetap dapat pulang ke pangkalannya dengan empat bendera tonase bertengger di kapalnya!

Dalam patrolinya yang ketiga tersebut, Cremer terluka parah akibat tembakan senjata dari kapal korvet Inggris HMS Crocus. Dia juga kehilangan tujuh orang awak kapal, dan hanya karena pertolongan kru cadangan dari kapal suplai U-459 lah yang bisa membuat U-333 yang hampir-hampir tenggelam bisa kembali ke markas dengan selamat! Setelah patroli ini, Cremer mendapat julukan 'Ali Wrack' (Ali si Rongsokan) yang sebenarnya lebih sebagai penghargaan atas prestasinya tersebut. Bagaimana dengan para kru-nya sendiri? Cukuplah ucapan ini menjadi bukti betapa mereka mencintai kaptennya : "Satu kapal dengan Ali sama saja dengan menjalani asuransi jiwa terbaik!". Cremer kemudian menghabiskan waktu selama tiga bulan di rumah sakit untuk memulihkan luka-luka yang dideritanya.

Dari bulan Februari sampai dengan Mei 1943 dia bertugas sebagai staff dari Dönitz. Tapi bulan Mei yang kelabu bagi pasukan U-boat Nazi (dimana mereka banyak kehilangan kader terbaiknya yang berpengalaman) membuat Dönitz mengirimkan beberapa komandan terbaiknya untuk kembali bertugas di lautan, termasuk juga Cremer. Cremer lagi-lagi menukangi U-333 yang kini telah diservis. Dalam patroli pertamanya setelah terluka ini, kembali Cremer harus balik ke pangkalan dengan membawa kapal yang rusak berat akibat terkena serangan bom kedalaman (depth charges) Sekutu bulan April 1944! Pada bulan Juli-nya dia ditransfer keluar dari kapal tersebut (U-333 sendiri kemudian secara tragis tenggelam hanya dalam patroli pertamanya setelah ditinggal Cremer, bersama dengan kapten kapalnya yang baru!).

Cremer sendiri kini ditugasi menukangi kapal selam elektris U-2519 tipe XXI, dan tercatat dalam primbon bersama dengan sejumlah kapten U-boat veteran lainnya (seperti Adalbert Schnee, Otto von Bülow, Carl Emmermann, Hans-Ludwig Witt dan Erich Topp) yang mengambil komando kapal elektris keluaran terbaru dalam usaha Nazi untuk mengubah situasi dalam Pertempuran Atlantik yang dirasa tidak menguntungkan.

Korvettenkapitän Cremer lalu meninggalkan U-2519 di bulan Februari 1945. Kini dia bertugas di darat dan menjadi komandan dari Marine-Panzervernichtungsbataillon (Batalion Penghancur Tank Angkatan Laut) yang bertempur mati-matian melawan usaha tank-tank Inggris yang ingin menduduki kota pelabuhan Hamburg.

Lalu terjadilah sebuah peristiwa menarik. Oom bawakan disini cuplikan dari pengumuman harian Wehrmachtsbericht tertanggal 25 April 1945 yang berbunyi :

"Ein von Korvettenkapitän Cremer geführter Panzervernichtungstrupp der Kriegsmarine, zusammengestellt aus Freiwilligen eines Unterseeboot-Stützpunktes, vernichtete innnerhalb weniger Tage 24 Panzer."

(Sebuah unit penghancur tank milik Angkatan Laut di bawah pimpinanKorvettenkapitän Cremer, yang anggotanya termasuk pula para sukarelawan dari pangkalan u-boat, telah berhasil menghancurkan 24 buah tank musuh dalam beberapa hari kemarin.)

Selama beberapa hari menjelang perang berakhir, Cremer menjadi komandan dari unit pengawal Dönitz, dan karenanya terlibat dalam sebuah insiden tragis dimana terjadi kesalahpahaman fatal yang mengakibatkan tertembaknya jagoan U-boat Kapitän zur See Wolfgang Lüth sampai mati oleh penjaga Jerman. Setelah penyerahan Nazi ke tangan Sekutu dia menghabiskan waktu selama satu bulan dalam tawanan Inggris, dan kemudian menjalani hari-harinya sebagai seorang manajer sukses dalam beberapa perusahaan.

Cremer menceritakan kembali kisah hidupnya dalam sebuah otobiografi berjudul "U-Boat Commander: a periscope view of the Battle of the Atlantic."

'Ali' Cremer adalah seorang lelaki yang menyenangkan. Di tahun-tahun terakhir dari kehidupannya dia mengidap kanker prostat. Tapi bila ditanya tentang kondisinya, selalu saja jawabannya adalah : "Kanker ini tidak akan pernah bisa mengalahkanku". Sebuah kata-kata yang memperlihatkan sikap pantang menyerah yang menghiasi kisah hidup Cremer. Tapi kali ini sang kanker lebih mampu untuk berkuasa, dan Peter-Erich Cremer akhirnya menyerah pada takdir dan menutup usia tanggal 5 Juli 1992 di usia 81 tahun.

Prestasi :
6 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 26.873 GRT
1 kapal dirusakkan dengan total tonase 8.327 GRT
1 kapal perang dirusakkan dengan total tonase 925 ton

Pangkat :
15 Agustus 1932 - Offiziersanwärter
1 Januari 1934 - Fähnrich zur See
1 September 1935 - Oberfähnrich zur See
1 Januari 1936 - Leutnant zur See
1 Oktober 1937 - Oberleutnant zur See
1 Februaru 1940 - Kapitänleutnant
11 Juli 1944 - Korvettenkapitän

Penghargaan :
11 Februari 1940 - Iron Cross 2nd Class
19 Oktober 1940 - Destroyer War Badge
10 Februari 1942 - Iron Cross 1st Class
26 Mei 1942 - U-boat War Badge 1939
5 Juni 1942 - Knight's Cross
11 November 1942 - Wounded Badge in Silver
27 September 1944 - U-boat Front Clasp

Komando U-boat :
U-152 : 29 Januari 1941 s/d 21 Juli 1941 - tanpa patroli perang
U-333 : 25 Agustus 1941 s/d 6 Oktober 1942 - 4 patroli (170 hari)
U-333 : 18 Mei 1943 s/d 19 Juli 1944 - 5 patroli (211 hari)
U-2519 : 15 November 1944 s/d Februari 1945 - tanpa patroli perang


Sumber :
www.cww2.net
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.sharkhunters.com
www.uboat.net
www.ww2talk.com


Daftar Panzerknacker (Penghancur Tank) dan Peraih Panzervernichtungsabzeichen (Tank Destruction Badge/Lencana Penghancur Tank

Major Erich Löffler : 4 kills


Total 18.541 Tank Destroyer Badge in Silver dan 421 in Gold telah dibagikan, yang berarti telah 20.646 tank musuh telah dihancurkan dengan tangan sendiri!
  1. Hauptmann Günther Viezenz : 21 kills.
  2. Oberleutnant Friedrich Anding : 18 kills.
  3. SS-Untersturmführer Frithjof-Elmo Porsch : 15 kills.
  4. SS-Obersturmführer Wilhelm "Der Zyklon" Weber : 13 kills. #
  5. SS-Standartenjunker Willi Fey : 12 kills. #
  6. SS-Untersturmführer Karlheinz Giesler : 11 kills. @
  7. SS-Untersturmführer Adolf Peichl : 11 kills.
  8. SS-Hauptscharführer Ehlers : 9 kills.
  9. Oberst Hermann Josef Dropmann : 9 kill.
  10. Hitlerjunge Günther Nowak (Hitlerjugend) : 9 kills.
  11. SS-Unterscharführer Schuler : 9 kills.
  12. Major Gustav Walle : 9 kills.
  13. Oberleutnant Hanns Mangold : 8 kills.
  14. SS-Unterscharführer Eugene Vaulot : 8 kills. @
  15. Oberfeldwebel Ottmar Bruttel : 7 kills.
  16. Unteroffizier Josef Fink : 7 kills.
  17. Obergefreiter Johann-Nepomuk Stützle : 7 kills.
  18. SS-Oberscharführer Francois Apollot : 6 kills. #
  19. Feldwebel Rudolf Brasche : 6 kills.
  20. Leutnant Alfred Egghardt : 5 kills.
  21. Leutnant Peter Kiesgen : 5 kills.
  22. Leutnant Johannes Lutz : 5 kills.
  23. Unteroffizier Georg Nietert : 5 kills.
  24. Willi Peters : 5 kills.
  25. Major Michael Pössinger : 5 kills.
  26. Hauptmann der Reserve Eberhard Steinborn : 5 kills.
  27. Oberfeldwebel Walter Voight : 5 kills.
  28. Unteroffizier Hinrich Ahrens : 4 kills.
  29. SS-Unterscharführer Roger Albert-Brunet : 4 kills.
  30. SS-Obersturmführer Josef Amberger : 4 kills. #
  31. Oberleutnant Hans-Georg Borck : 4 kills.
  32. Leutnant Christian Gottlieb Braun : 4 kills.
  33. Oberleutnant Ferdinand Frech : 4 kills.
  34. Hauptmann Hermann-Gustav Jochims : 4 kills.
  35. SS-Hauptsturmführer Vincenz Kaiser : 4 kills.
  36. Oberleutnant Gerhard Konopka : 4 kills.
  37. Obergefreiter Walter Kuhn : 4 kills.
  38. SS-Untersturmführer Hans Leykauf : 4 kills.
  39. Hauptmann Erich Löffler : 4 kills.
  40. Leutnant Wilhelm Niggemeyer : 4 kills.
  41. Wachtmeister Julius Poeppel : 4 kills.
  42. Unteroffizier Hans Röger : 4 kills.
  43. Oberleutnant Bodo Spranz : 4 kills.
  44. SS-Rottenführer Stefan Strapatin : 4 kills.
  45. SS-Hauptsturmführer Oskar Wolkerstorfer : 4 kills.
  46. Generalmajor Franz Bäke : 3 kills.
  47. SS-Untersturmführer Johan-Petter Balstad : 3 kills.
  48. Gefreiter Wilhelm Bremann : 3 kills.
  49. SS-Obersturmführer Eugen Deck : 3 kills.
  50. SS-Obersturmführer Fischer : 3 kills. #
  51. SS-Untersturmführer Leon Gillis : 3 kills. #
  52. Oberleutnant der Schupo Heinz Hauer : 3 kills (meskipun dilaporkan bahwa dia telah menghancurkan 13 tank Rusia dalam pertempuran Berlin tanggal 21 April 1945 dan karenanya dianugerahi Ritterkreuz!)
  53. Oberfeldwebel Hanns Hönscheid : 3 kills. +
  54. Jahn : 3 kills.
  55. Major Hermann Krenzer : 3 kills.
  56. Leutnant Ekkehard Kylling-Schmidt : 3 kills.
  57. SS-Untersturmführer Jacques Leroy : 3 kills.
  58. Hauptmann der Reserve Wilhelm Massa : 3 kills.
  59. Major Wilhelm Osterhold : 3 kills.
  60. Oberfeldwebel Erich Petermann : 3 kills.
  61. Oberleutnant Babo von Rohr : 3 kills.
  62. Oberfeldwebel der Reserve Josef Schneider : 3 kills.
  63. SS-Sturmmann Schneider : 3 kills.
  64. Oberleutnant Albert Schneller : 3 kills.
  65. Obergefreiter Leopold Schrems : 3 kills.
  66. Jäger Hans Siegler : 3 kills.
  67. SS-Sturmbannführer Fritz Vogt : 3 kills.
  68. Gefreiter Hans Baindner : 2 kills.
  69. Oberleutnant (Luftwaffe) Karl Berger : 2 kills.
  70. Oberleutnant der Reserve Alfons Bialetzki : 2 kills.
  71. Oberfeldwebel Reinhold Böhmke : 2 kills.
  72. SS-Obersturmführer Heinz-Hermann Bolte : 2 kills.
  73. SS-Obersturmbannführer Hans Dorr : 2 kills. #
  74. Oberleutnant Eckel : 2 kills.
  75. SS-Unterscharführer Ewald Ehm : 2 kills.
  76. Hauptmann Urbano Gómez García : 2 kills.
  77. SS-Oberscharführer Simon Grascher : 2 kills.
  78. Oberjäger Andreas Greiner : 2 kills.
  79. Obergefreiter Willi Haschke : 2 kills.
  80. Hauptmann Josef Heichele : 2 kills.
  81. SS-Oberscharführer Heiermann : 2 kills. #
  82. Oberleutnant Wilhelm Kuhlwilm : 2 kills.
  83. Fahnenjunker-Feldwebel der Reserve Werner Lang : 2 kills.
  84. SS-Hauptsturmführer Karl-Heinz Lichte : 2 kills.
  85. Major Erich Lorenz : 2 kills.
  86. SS-Obersturmführer Gerhard Lotze : 2 kills. #
  87. Feldwebel Marunowski : 2 kills.
  88. Obergefreiter Metzl : 2 kills.
  89. Leutnant der Reserve Georg Michael : 2 kills.
  90. Oberleutnant der Reserve Helmuth Ott : 2 kills.
  91. Oberleutnant Dr. Walter Paulus : 2 kills.
  92. Oberleutnant der Reserve Peter Prien : 2 kills.
  93. SS-Unterscharführer Prinz : 2 kills.
  94. SS-Untersturmführer Rappl : 2 kills. #
  95. Hauptmann Emil Heinrich Rentschler : 2 kills.
  96. Feldwebel Adam Riedmüller : 2 kills.
  97. Unteroffizier Georg Rietscher : 2 kills.
  98. Oberleutnant Karl Rinklef : 2 kills.
  99. Hauptmann Dr.Jur. Wolfgang Rust : 2 kills.
  100. Hans Schlott : 2 kills.
  101. Oberfeldwebel Jakob Schmitt : 2 kills.
  102. Feldwebel Johann Schwerdfeger : 2 kills.
  103. SS-Brigadeführer Sylvester Stadler : 2 kills.
  104. SS-Hauptscharführer Gustav Wedrinsky : 2 kills. #
  105. SS-Sturmbannführer Günther-Eberhardt Wisliceny : 2 kills.
  106. Obergefreiter Rudolf Ziegenhalg : 2 kills.
  107. Leutnant Zobel : 2 kills. #
  108. SS-Sturmmann Hermann Alber : 1 kill.
  109. Waffen-Hauptsturmführer der SS Robert Ancans : 1 kill.
  110. SS-Sturmbannführer Karl Auer : 1 kill.
  111. Generalleutnant Ernst-Günther Baade : 1 kill.
  112. SS-Obersturmführer Erwin Bachmann : 1 kill. #
  113. Stabsfeldwebel Ludwig Barth : 1 kill.
  114. SS-Unterscharführer Barth : 1 kill. #
  115. Oberleutnant der Reserve Hans Barthle : 1 kill.
  116. Oberleutnant der Reserve Rudolf Bayer : 1 kill.
  117. Oberleutnant Heinz Berger : 1 kill.
  118. Hauptmann Gustav-Adolf Blancbois : 1 kill.
  119. Leutnant Helmut Bollmann (Luftwaffe) : 1 kill.
  120. Oberleutnant Born : 1 kill. #
  121. Oberleutnant Brandt : 1 kill. #
  122. Briedenbach : 1 kill (juga pemegang medali untuk penembak jatuh pesawat yang terbang-rendah).
  123. Oberstleutnant Buck : 1 kill.
  124. Major Heinrich Busse : 1 kill. +
  125. SS-Obersturmführer Günther Butte : 1 kill. #
  126. Oberleutnant der Reserve Klaus Coracino : 1 kill.
  127. Korvettenkapitän Peter-Erich 'Ali' Cremer : 1 kill.
  128. Major Kurt Creuzkacher : 1 kill.
  129. SS-Obersturmführer Christian Dall : 1 kill.
  130. Generalmajor Rudolf August Demme : 1 kill.
  131. SS-Unterscharführer Emil Dürr : 1 kill. #
  132. Leutnant Eckhardt : 1 kill. #
  133. SS-Rottenführer Otto Freiwald : 1 kill. +
  134. SS-Oberscharführer Siegfried Friedhoff : 1 kill. +
  135. Leutnant der Reserve Siegfried Gerke : 1 kill.
  136. Leutnant Josef Glantz : 1 kill.
  137. SS-Oberscharführer Rudolf Götz : 1 kill. +
  138. Hauptmann Heinz Grimberg : 1 kill.
  139. SS-Untersturmführer Gstötner : 1 kill. #
  140. SS-Sturmmann Wolfgang Günter : 1 kill. +
  141. SS-Hauptsturmführer Karl-Heinz Gustavsson : 1 kill.
  142. Oberst Hermann Haderecker : 1 kill.
  143. SS-Brigadeführer Heinz Harmel : 1 kill.
  144. SS-Oberscharführer Hans Hirning : 1 kill.
  145. SS-Oberscharführer Jensen : 1 kill. #
  146. SS-Oberscharführer Sepp Kammerer : 1 kill. #
  147. Major Wolfgang Kapp : 1 kill. +
  148. Hauptmann Hans Klärmann : 1 kill.
  149. SS-Unterscharführer Eberhard Köpke : 1 kill.
  150. Oberleutnant Harald Krieg : 1 kill.
  151. SS-Untersturmführer Joachim Krüger : 1 kill. #
  152. Grenadier Hans-Jürgen Larsen : 1 kill. +
  153. Oberst Heinz-Georg Lemm : 1 kill. #
  154. Oberleutnant der Reserve Karl-Willi Lumpp : 1 kill.
  155. SS-Sturmbannführer Heinz Macher : 1 kill.
  156. Oberstleutnant Hubert Mickley : 1 kill.
  157. Oberleutnant Möllhoff : 1 kill. #
  158. Oberjäger Herbert Müller : 1 kill.
  159. Generalmajor der Reserve Werner Mummert : 1 kill.
  160. Leutnant Alois Oblinger : 1 kill.
  161. Unteroffizier Heinrich Ofenloch : 1 kill.
  162. Hauptmann Hans Arno Ostermeier : 1 kill.
  163. SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson : 1 kill. #
  164. SS-Standartenführer Joachim 'Jochen' Peiper : 1 kill.
  165. SS-Sturmmann Willi Pfeiffer : 1 kill. +
  166. SS-Hauptscharführer Walter Pitsch : 1 kill.
  167. Leutnant Puchta : 1 kill. #
  168. SS-Rottenführer Karl-Ludwig Raymond : 1 kill. +
  169. SS-Sturmbannführer Helmut Ringholz : 1 kill.
  170. Oberst Helmut Ritgen : 1 kill.
  171. SS-Rottenführer Roth : 1 kill. #
  172. SS-Hauptscharführer Adolf Rüd : 1 kill.
  173. Major Fritz Sann : 1 kill.
  174. Oberwachtmeister Emil Schareina : 1 kill.
  175. Leutnant Schenk : 1 kill. #
  176. Oberleutnant Hans Schlittenbauer : 1 kill.
  177. Oberfeldwebel Georg Schmitz : 1 kill.
  178. SS-Untersturmführer Alfred Schneidereit : 1 kill.
  179. SS-Oberscharführer Schulz : 1 kill. #
  180. SS-Hauptsturmführer Max Seela : 1 kill. #
  181. SS-Unterscharführer Alf-Erik Silfverberg : 1 kill.
  182. Leutnant Störck : 1 kill.
  183. Oberleutnant Teltz : 1 kill.
  184. Obergefreiter Tietz : 1 kill. #
  185. Generalleutnant Theodor Tolsdorff : 1 kill.
  186. Oberleutnant Treppe : 1 kill. #
  187. SS-Hauptscharführer Alois Weber : 1 kill.
  188. Oberwachtmeister Wiedermann : 1 kill. #
  189. Obergefreiter Matthias Winkler : 1 kill.
  190. SS-Obersturmführer Werner Wolff : 1 kill.
  191. Unteroffizier Andreas Zimmermann : 1 kill.
  192. SS-Oberscharführer Zinnöcker : 1 kill.
  193. SS-Oberscharführer Zumbusch : 2 kills. #
  194. Obergefreiter Gerhard Doss : menghancurkan beberapa tank tapi tidak pernah menerima TDB.
  195. Karlheinz Fink : menghancurkan beberapa tank tapi tidak pernah menerima TDB.
  196. Stabwachtmeister Schwarzbach : menghancurkan beberapa tank tapi tidak pernah menerima TDB.
  197. Obergefreiter Willi Wenk : menghancurkan beberapa tank tapi tidak pernah menerima TDB.
# Ini berarti bahwa si prajurit tercatat telah pernah menghancurkan tank tapi tidak pernah menerima Tank Destroyer Badge.

@ Ini berarti bahwa si prajurit bukanlah peraih Ritterkreuz. Ini bukan karena dia tidak pernah menghancurkan tank sejumlah itu, hanya saja kemungkinan dokumennya hilang atau dia sudah lupa masalah tersebut (???). Ingat! Berdasarkan perintah langsung dari Hitler: siapa saja yang menghancurkan 6 buah tank musuh ke atas dengan menggunakan Panzerfaust atau Panzerschreck maka ia berhak untuk mendapatkan Ritterkreuz!
+ Ini berarti bahwa ada klaim kemenangan si prajurit yang tidak terkonfirmasi sehingga yang tercatat hanya yang telah dikonfirmasikan sebelumnya saja.

Mercedes-Benz G-4 Wagen, Salah Satu Mobil Aneh Buatan Nazi (Perhatikan Ban Belakangnya)!

Sebuah mobil Mercedes-Benz G-4 terparkir di sebelah kereta api bersejarah yang menjadi lokasi upacara penyerahan Prancis ke tangan Hitler pada tahun 1940


Para prajurit Wehrmacht bertampang culun ini (jarang-jarang lho!) sedang mengagumi kekinclongan bagian depan dari Mercedes-Benz G-4


Panglima Luftwaffe Hermann Göring di atas Mercedes-Benz G-4. Berdasarkan apa yang saya ketahui, di belakangnya adalah Sepp Dietrich, Arthur Seyß-Inquart dan Karl-Heinrich Bodenschatz


Adolf Hitler bersama dengan Gerd von Rundstedt di sampingnya sedang 'bercengkerama' dengan rakyat Jerman di atas Mercedes-Benz G-4 dalam masa-masa awal Perang Dunia II dimana negara tersebut menang perang dimana-mana. Anehnya, saya melihat dalam foto ini supir hitler, SS-Sturmbannführer Heinz Linge, malah nongkrong di belakang sang Führer. Lah, terus siapa dong yang mengemudi? Kemungkinan besar Wewe Gombel!


Mercedes-Benz G-4 milik keluarga kerajaan Spanyol yang masih tersisa saat ini


Oleh : Alif Rafik Khan

Informasi umum dari Mercedes-Benz G4 (seri W 31) :

Mobil offroad untuk mengangkut beban berat yang diproduksi oleh Nazi Jerman
Diproduksi dari tahun 1934 sampai dengan 1939
Jumlah unit yang diproduksi : 57 buah
Saat ini, 3 buah mobil masih tersisa utuh dan dikategorikan sebagai barang otentik 100%. Unit lain selainnya bukannya tidak ada, hanya saja telah termasuk mobil yang direnovasi kembali dan juga imitasi (sama dengan banyak varian Mercedes klasik lainnya). Salah satu dari G-4 yang masih tersisa tersebut dimiliki oleh keluarga kerajaan Spanyol. Mari kita sedikit bedah mobil tersebut :

Tahun buat : 1939
Dipesan oleh kantor Kanselir Reich di Berlin
Dihadiahkan kepada jenderal Francisco Franco sang penguasa Spanyol saat itu
Saat ini menjadi salah satu koleksi mobil paling berharga yang dimiliki oleh keluarga kerajaan
Dirawat dan dikelola oleh Penjaga Kerajaan di Istana El Pardo di Madrid
Direstorasi di Mercedes-Benz Classic Center dari September 2001 sampai Desember 2004. Perintah: Perbaikan komponen teknis, tidak ada pekerjaan restorasi untuk bagian bodi-nya, interior ataupun pelindung atap lunak supaya keaslian mobil ini tetap terjaga. Komponen asli dan tua yang masih bagus sebisa mungkin dipertahankan. Komponen non-orsinil boleh diganti dan diproduksi ulang berdasarkan gambar blueprint.

Data teknis : Mercedes-Benz G-4, seri W 31, 1934 - 1939

Spesifikasi :
Jarak roda: 3100 + 950 mm
Lebar track depan/belakang: 1620/1570/1570 mm
Dimensi (panjang x lebar x tinggi) : 5360-5720 x 1870 x 1900 mm (dengan atap konvertibel)
Radius putaran : 17 meter
Berat : sekitar 3700 kg (dalam kondisi siap dikendarai)
Batas berat kotor yang diizinkan : 4400 kg
Kecepatan puncak yang bisa ditoleransi ban : 67 km/jam
Konsumsi bahan bakar : 28 liter/100 km (aspal), 38 liter/100 km (offroad)
Kapasitas tangki bahan bakar : 90 liter, dalam beberapa unit mencapai 140 liter

Mesin
Daimler-Benz M24 atau M24 II eight-cylinder in-line engine
CC : awalnya 5018 cc, kemudian menjadi 5401 cc
bore x stroke : 86 x 108 mm / 88 x 111 mm
Tenaga : 100 hp / 110 hp di 3400/menit
Tenaga putaran : 28,8 mkg di 1400/menit
Rasio kompresi : 1:5,6 / 1:5,2
Formasi campuran : sebuah karburator ganda
Katup-katup : overhead, lateral camshaft, digerakkan oleh gigi persneling
Pendingin : pompa, 26 liter air
Pelumas : force-feed, 10 liter oli
Baterai aki : 12 V 60 Ah / 12 V 105 Ah
Alternator : 130 kW
Motor starter : 1,5 hp / 1,8 hp

Transmisi
Roda belakang empat penggerak, dua gardan yang mampu mengunci sendiri
Kopling : single-plate dry clutch
Transmisi : four-speed manual dan countershaft transmission
Rasio : I/4.10, II/2.21, III/1.49, IV/1.00
Rasio mengemudi untuk countershaft transmission: jalan/1.00, offroad/3.06

Sasis
Box-section frame
Suspensi roda depan : rigid axle, semi-elliptic springs
Suspensi roda belakang : dua rigid axles, satu semi-elliptic spring untuk dua roda di masing-masing sisi
Kemudi : helical spindle
Rem : dual-circuit system, hydraulic with vacuum assistance, acting on front and rear wheels; mechanical hand-operated parking brake, acting on front wheels
Pelumasan : central
Roda : steel disc wheels with drop center rims, ukuran L 4.00 F x 17; with self-sealing tires: ukuran 6.00 F x 17
Ban : 7.5-17 with offroad tread (normal or self-sealing)

-----------------------------------------------------------------------------------

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) bersiap-siap untuk menaiki mobil beroda enam Mercedes-Benz G4 dan duduk di samping pak supir, sementara di belakangnya terparkir sebuah Mercedes-Benz 540k. Foto ini diambil pada tanggal 12 Oktober 1938 di kota Reichenberg (Sudetenland), pada saat proses pengambilalihan wilayah Sudetenland dari Cekoslowakia ke tangan Nazi Jerman. Panji di bagian samping depan mobil Brauchitsch adalah "Flagge für den Oberbefehlshaber des Heeres" (bendera untuk Panglima Angkatan Darat), sementara panji di mobil belakangnya adalah "Kommandoflagge für den Oberbefehlshaber eines Armeeoberkommandos" (bendera komando untuk Panglima Komando Tinggi Angkatan Darat)



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.plusmodel.cz
www.seriouswheels.com
www.strangevehicles.greyfalcon.us

ACHTUNG!!!

Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pembaca blog ini yang telah memberi kepercayaan kepada saya dengan cara membeli DVD film Nazi koleksi saya, baik dokumenter maupun fiksi. Semakin hari pesanan semakin bertambah saja, yang tentu membuat saya sangat berbahagia sebagai coverboy (WTF?) dan tambah semangat untuk rajin memposting artikel-artikel terbaru yang tidak bermutu khas blog ini! Vielen dank mein kameraden! :)

Selain itu, ada berita lain yang tidak menggembirakan...

Saya sangat terkejut ketika mendapati bahwa account Facebook saya telah di-disable oleh admin Facebook dengan alasan, yang saya yakin, tidak jauh-jauh dari tuduhan bahwa saya adalah Neo-Nazi! Wajar saja, dengan banyaknya artikel tentang Third Reich dan juga foto-foto semacamnya yang saya upload disitu, membuat orang awam pasti mengira bahwa saya adalah anggota dari gerakan Neo-Nazi anti Yahudi tulen yang bertujuan akan menguasai dunia. Padahal boro-boro menguasai dunia, menguasai pacar saya saja yang semlohay susyehnya minta ampun!

Kalau itu alasan yang mereka kemukakan, maka saya protes super berat! Hanya karena saya menggemari sejarah Perang Dunia II terkhususon Nazi Jerman, maka tidak serta merta saya lalu seenaknya di-cap sebagai Neo-Nazi dan sebagainya. Kalau itu memang yang dijadikan sebagai patokan, maka seharusnya mereka mendelete pula account Facebook Steven Spielberg, Tom Hanks atau Zvonimir Boban karena merekapun sama saja dengan saya dalam hal di atas. Rupanya admin Facebook tidak bisa membedakan mana Nazi dan mana Wehrmacht, tidak bisa mengetahui bedanya Neo-Nazi Jerman dengan Neo-Nazi Rames. Kacao dah!

Makanya, bagi pembaca blog yang telah menjadi friend di Facebook, saya mohon maaf mulai saat ini tidak bisa lagi menampilkan gambar-gambar bokep di account saya. Bukannya saya tidak mencoba untuk secara langsung memprotes ke adminnya. Saya telah mengirim e-mail sanggahan dan protes, dan saya harap mereka bisa mencabut keputusan yang sepihak ini. Tapi kalaupun account FB saya tetap diblokir, maka tidak jadi masalah besar buat saya. Malah sebenarnya lebih menguntungkan karena saya bisa terhindar dari jeratan kecanduan untuk membuka Facebook tiap hari!

OK deh, segitu saja sekilas info dari desa ke desa-nya. Hatur nuhun ku perhatosannana...