Para
anggota III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) dalam sebuah upacara
penganugerahan medali yang diselenggarakan pada tanggal 27 September
1940 untuk merayakan keberhasilan Oberleutnant Herbert Eggers (Stab
III.Gruppe) yang meraih kemenangan udara pertamanya yang juga sekaligus
menjadi kemenangan ke-100 bagi pilot-pilot III./JG 3. Dari kiri ke
kanan: Oberleutnant Egon Troha (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe /
Jagdgeschwader 3. Empat kemenangan udara sampai saat itu), Oberleutnant
Eggers (satu kemenangan), Leutnant Franz Beyer (Flugzeugführer di
8.Staffel / III.Gruppe. tiga kemenangan), Leutnant A. Reich, Feldwebel
Ferdinand Herbert Springer (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe.
dua kemenangan), Unteroffizier Josef "Jupp" Keil (Flugzeugführer di
8.Staffel / III.Gruppe. lima kemenangan), Feldwebel Eberhard von
Boremski (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe. tiga kemenangan),
dan Hauptmann Wilhelm Balthasar (Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 3. 35 kemenangan)

“Pelakon
utama” dari perayaan keberhasilan Jagdgeschwader 53 (JG 53) “Pik-As”
pada tanggal 15 November 1940: Oberfeldwebel Stefan “Stefi” Litjens yang
merupakan pilot di 4.Staffel / II.Gruppe. Dalam foto ini dia terlihat
baru keluar dari kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7 milik
Geschwaderkommodore Major Günther Freiherr von Maltzahn setelah tiba
dari misi tempur dimana dia berhasil menembak jatuh sebuah pesawat musuh
yang sekaligus menjadi korban ke-500 JG 53 dalam Perang Dunia II.
Korbannya di hari itu juga menjadi kemenangan udara ke-9 yang diraih
oleh Litjens - yang seiring dengan peperangan nantinya menanjak dalam
hal status menjadi seorang Experten. Setelah mengklaim kemenangan yang
ke-32, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21
Juni 1943, dan kemudian masih menambah jumlah kemenangannya menjadi
total 38 buah. Dia berjibaku di hamper setiap medan perang di Eropa, dan
juga di atas Afrika. Selama karir militernya dalam Perang Dunia II,
Lutjens dua kali terluka, dan dua-duanya sama-sama di bagian mata!

Momen-momen
saat para pilot terbaik dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) “Pik-As”
menyambut Oberfeldwebel Stefan “Stefi” Litjens (Flugzeugführer di
4.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53) yang baru pulang dari misi di tanggal 15
November 1940 yang berakhir dengan klaim kemenangan ke-500 bagi JG 53.
Mereka menepuk punggung sang pilot pencetak sejarah sebagai perlambang
ucapan selamat. Dari kiri ke kanan: Leutnant Ernst Klager
(Flugzeugführer
di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Litjens, Oberleutnant
Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann
Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader
53), Hauptmann Hans-Heinrich
Brustellin (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann
Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (tertutup oleh Brustellin,
Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich
"Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Pesawat di
belakang adalah Messerschmitt Bf 109 E-7 milik Geschwaderkommodore Von
Maltzahn yang digunakan oleh Litjens di hari bersejarah tersebut

Momen-momen
saat para pilot terbaik dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) “Pik-As”
menyambut Oberfeldwebel Stefan “Stefi” Litjens (Flugzeugführer di
4.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53) yang baru pulang dari misi di tanggal 15
November 1940 yang berakhir dengan klaim kemenangan ke-500 bagi JG 53.
Litjens (kiri) menjabat tangan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53) sekaligus
mengucapkan terimakasih atas penyambutan meriah yang telah diterimanya.
Tertutup oleh Litjens adalah Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer
di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan diikuti kea rah
kanannya: Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Götz, Hauptmann
Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader
53), Hauptmann
Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53) yang memegang tongkat kemenangan, dan Leutnant Erich
"Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53). Tak ketinggalan anjing peliharaan salah seorang
pilot JG 53 ikut menyambut kedatangan Litjens! Pesawat di belakang
adalah Messerschmitt Bf 109 E-7 milik Geschwaderkommodore Von Maltzahn
yang digunakan oleh Litjens di hari bersejarah tersebut

Foto
untuk kepentingan propaganda ini memperlihatkan pose yang lebih formil
dari para
pilot Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" tak lama setelah
Geschwaderkommodore Maltzahn datang bergabung ke lapangan udara untuk
ikut merayakan kemenangan
udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri
ke kanan: Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer di
7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle
(Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann
Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn
(Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch"
Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53),
Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich Brustellin
(Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich
"Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Selain dari
Brustellin, semua orang yang disebutkan namanya disini
nantinya akan dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (Klager), Ritterkreuz
(Bretnütz, Litjens, Schmidt dan Götz), Eichenlaub (Von Maltzahn dan
Brändle), atau Schwerter (Wilcke). Pesawat di belakang adalah
Messerschmitt Bf 109 E-7 milik Geschwaderkommodore Von Maltzahn yang
digunakan oleh Litjens, sang pencetak kemenangan ke-500

Para
pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di
lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan
udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri ke kanan: Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn
(Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch"
Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant
Erich "Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel /
III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53)

Para
pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di
lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan
udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dua ekor
anjing peliharaan mereka ikut bergabung. Dari kiri ke kanan: Leutnant
Ernst Klager (Flugzeugführer di
7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle
(Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann
Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn
(Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch"
Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53),
Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich Brustellin
(Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich
"Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Seperti
yang disebutkan dalam teks propaganda pengantar foto, sampai dengan
tanggal 15 November 1940 kesembilan pilot ini mengumpulkan akumulasi
total 112 kemenangan udara dan telah terbang dalam 2.008 misi tempur.
Pesawat di belakang adalah Messerschmitt Bf 109 E-7 milik
Geschwaderkommodore Von Maltzahn yang digunakan oleh Litjens, sang
pencetak kemenangan ke-500

Para
pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di
lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan
udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri
ke kanan: Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn
(Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), tidak diketahui, Hauptmann
Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe /
Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer
di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich
Brustellin (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann
Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader
53), Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel /
II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz
(Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Selain dari
Brustellin, semua orang yang disebutkan namanya disini nantinya akan
dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (Klager), Ritterkreuz (Bretnütz,
Litjens dan Götz), Eichenlaub (Von Maltzahn dan Brändle), atau Schwerter
(Wilcke)

Oberleutnant
Bruno Stolle (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2
"Richthofen") menerima sebentuk "hadiah" dari mekaniknya tak lama
setelah turun dari pesawat Messerschmitt Bf 109, akhir tahun 1941.
Persembahan tersebut adalah sebuah roda dari salah satu pesawat Spitfire
yang berhasil ditembak jatuh oleh Stolle di tahun itu (secara
keseluruhan berjumlah 12 buah, dengan 11 di antaranya adalah Spitfire).
Di tahun berikutnya dia mampu menembak jatuh 16 pesawat musuh, sementara
di tahun 1943 empat yang terakhir (total skornya adalah 35 buah).
Setelah meraih kemenangan ke-32, Stolle dianugerahi Ritterkreuz des
Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943, dan di bulan Juli
dipromosikan sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG
2) "Richthofen". Dia meninggalkan jabatannya pada bulan Februari 1944
dan kemudian sibuk sebagai perwira staff selama beberapa bulan






Foto
ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh
Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk
Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader
1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800.
Sambil memegang buket bunga dan berdiri di samping pesawat Focke-Wulf Fw
190 yang baru saja didaratkannya, Dörffel dengan semangat menenggak
miras cap Tikus yang diberikan oleh Major Alfred Druschel
(Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Hanya berselang satu bulan
kemudian, Georg Dörffel berhasil menyelesaikan misinya yang ke-900. Dia
menerbangkan misinya yang ke.1000 pada tanggal 6 Oktober 1943, dan
dengannya dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Luftwaffe
yang mampu melakukan misi tempur sebanyak itu! Sang jagoan Stuka
terbunuh di atas kota Roma, Italia, pada tanggal 26 Mei 1944 saat
berusaha keluar dari pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-8 yang dipilotinya.
Kemungkinan besar kepalanya berbenturan dengan ekor pesawat yang melaju
kencang, membuatnya tak sadarkan diri sehingga tak sempat membuka
parasutnya

Foto
ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh
Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk
Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader
1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Dari
kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann
(Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Major
Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1), Hauptmann
Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan
Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe /
Schlachtgeschwader 1)


Foto
ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh
Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk
Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader
1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Dari
kiri ke kanan:Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann
(Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Hauptmann
Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan
Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe /
Schlachtgeschwader 1). Di hari yang sama, Oberleutnant d.R. Gehrmann
menerbangkan misi tempurnya yang ke-400

Pada bulan Agustus 1943 Oberfeldwebel Helmut Benkendorff, pilot Stuka dari 5./St.G 2 (II Gruppe) mencapai tonggak bersejarah ketika menyelesaikan feindflug (misi tempur) yang ke-500. Foto di atas, yang diambil beberapa saat sebelum kembalinya dia dari misi bersejarah tersebut, memperlihatkan sebuah kendaraan milik Staffel yang dihiasi dengan sebuah karangan bunga dan nomor 500, lengkap beserta keranjang hadiah dan buketnya. Di keranjang tersebut terpampang lambang "Elang" Gruppe
Oberfeldwebel Helmut "Mucki" Benkendorff (kanan) tak lama setelah mendarat. Dengan bunga di tangannya, dia menerima ucapan selamat dari Staffelkapitän 7./St.G. 1, Leutnant Willi Viertel, sambil berpose untuk para fotografer. Hanya beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 31 Agustus 1943, pesawat Stuka yang dipiloti Viertel tertembak jatuh oleh tembakan dari darat ketika sedang berusaha menyerang tank musuh di dekat Glukhov. Pesawatnya, Junkers Ju 87 D-3 (Werknummer 2279) terkena tembakan telak dan langsung menghunjam bumi dari ketinggian hanya 300 meter. Viertel dan gunnernya, Oberfeldwebel Heinrich Hippe, langsung tewas seketika

Leutnant Willi Viertel (kiri) dan Oberfeldwebel Helmut Benkendorff berpose dengan keranjang hadiah. Empat sayap di lengannya menandakan pangkatnya yang Oberfeldwebel. Benkendorff kemudian dipromosikan menjadi Leutnant dan pada tanggal 26 Maret 1944 dianugerahi Ritterkreuz setelah menyelesaikan lebih dari 600 feindflug. Di akhir perang dia tercatat telah menyelesaikan 666 feindflug. Angka yang bermakna!
Oberfeldwebel Helmut Benkendorff berjalan di depan pesawat yang mengantarkannya dalam mencapai prestasi yang mengesankan (500 feindflug). Pesawatnya berasal dari jenis Junkers Ju 87 D-5, yang bisa kelihatan dari senapan mesin MG 151/20 yang terpasang di sayapnya serta ketiadaan sirine pemekak telinga di penutup roda utama. Kode pesawatnya adalah A5+MN, dan huruf pesawatnya dicetak ulang dengan cat merah Staffel di sepasang penutup roda. Tampaknya pesawat ini sedang disiapkan untuk terbang kembali tak lama setelah mendarat. Di belakang Benkendorff tampak para awak darat sedang memasangkan sebuah bom ke pesawat dengan bantuan troli bom hidrolis. Pada saat foto ini diambil, II./St.G. 1 sedang aktif-aktifnya beraksi di sektor tengah Front Timur
%2Band%2BHerbert%2BBauer%2B(r)%2C%2BSG%2B2%2Bimmelmann.jpg)
Dari
kiri ke kanan: Oberfeldwebel Walter Linke (Bordfunker di 3.Staffel /
I.Gruppe / Schlachtgeschwader 2 "Immelmann") dan Hauptmann Herbert Bauer
(Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 2
"Immelmann"). Foto ini kemungkinan besar diambil pada tanggal 3 Mei 1944
saat Bauer dan Bordfunker-nya Linke baru pulang dari misi tempurnya
yang ke-1000 di atas wilayah Husi (Rumania). Mereka disambut oleh
karangan bunga serta anak babi (yang menjadi maskot SG 2) dengan tulisan
"1000" di punggungnya
Leutnant Karl Helmut Reinert (kedua dari kanan) dan para awaknya dari 2./(F)100 disambut dengan perayaan tanggal 30 Mei 1944 setelah dianugerahi Frontflugspange in Gold untuk 110 misi operasional yang dijalaninya
Misi tempur yang ke-1500 dari 1.(H)/AG 11. (wing pengintai udara) di Bryansk tanggal 8 April 1943

Oberstleutnant Hansgeorg Bätcher (13
Januari 1914 - 23 April 2003) menerima pelatihan terbang di
Fliegergruppe Tutow (November 1935 - Maret 1936) sebelum bergabung
dengan Kampfgeschwader 157 bulan Desember 1938. Dia ikut berpartisipasi
dalam invasi Jerman atas Polandia (1939) dan Prancis (1940). Di yang
terakhir Bätcher sempat tertawan tanggal 5 Juni 1940 setelah pesawatnya
ditembak jatuh, tapi dilepaskan kembali ketika Prancis menyerah atas
Jerman beberapa hari kemudian. Dia ditugaskan sebagai instruktur terbang
selama beberapa bulan sebelum aktif kembali di front bulan Mei 1941
dengan bergabung bersama Kampfgeschwader 100 yang dilengkapi oleh
pesawat pembom Heinkel He 111. Pada awal tahun 1942 unitnya terlibat
dalam pemboman maritim atas kapal-kapal soviet di Laut Hitam dan Bätcher
menjadi pilot pembom tersukses dalam operasi ini setelah berhasil
menenggelamkan dan merusak beberapa kapal musuh. Setelah itu Bätcher
berpindah tugas ke Kaukasus dan Stalingrad. Dia selalu menunjukkan
prestasi yang jempolan sebagai veteran bomber sehingga dianugerahi
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Desember 1942 sebagai
Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 100
"Wiking" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Setelah menyelesaikan misi
tempurnya yang ke-658 bulan Februari 1944, Bätcher dianugerahi
Eichenlaub #434 tanggal 24 Maret 1944 sebagai Major dan
Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever" /
I.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Jasanya begitu diperlukan sehingga dia
dilarang untuk terbang dan dialihtugaskan sebagai perwira staff sampai
bulan Desember 1944 ketika dibalikkan lagi sebagai perwira lapangan di
Kampfgeschwader 76 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat pembom bermesin
jet Arado Ar 234. Pada bulan Februari 1945 dia ditunjuk sebagai komandan
KG(J) 54 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat Messerschmitt Me 262
fighter-bomber sampai dengan akhir perang. Seusai perang dia menjadi
pengusaha plastik yang super sukses. Medali dan penghargaan lain yang
diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (27
September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juli 1940); Frontflugspange
für Kampfflieger in Bronze (23 Agustus 1941); Frontflugspange für
Kampfflieger in Silber (3 September 1941); Frontflugspange für
Kampfflieger in Gold (8 November 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für
Besondere Leistungen im Luftkrieg (24 November 1941); serta Deutsches
Kreuz in Gold #71/28 (2 Juli 1942)

Joachim Müncheberg disambut dengan karangan bunga saat baru keluar dari kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7N "Weiß 12+I" (Werknummer 4148) dari 7./JG 26 di landasan udara Gela, Sisilia, tanggal 15 Maret 1941. Dia baru saja menembak jatuh sebuah pesawat Wellington Inggris dalam pertempuran udara di atas Malta. Müncheberg dan unitnya bertugas untuk memerangi Inggris yang bercokol di Malta, dan dalam tugasnya ini mereka melakukan hal fenomenal yang tidak pernah terlampaui oleh unit manapun di dunia: Selama periode 12 Februari s/d Mei tahun 1941, satu staffel ini bisa dikatakan melumpuhkan SEMUA lalulintas udara dari dan ke pulau milik Inggris yang terkepung tersebut, sambil mencatat 53 kemenangan udara dan lusinan kemenangan di darat tanpa kehilangan satu pun pesawat ataupun pilot dari pihak mereka sendiri!!!

Theodor Nordmann (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern) mendapat kalungan bunga saat keluar dari pesawatnya setelah melakukan feindlug ke-1111. Dia merupakan seorang ahli serangan udara-ke-darat menggunakan Stuka dan Fw 190, dan selama karirnya telah menghancurkan 80 tank Soviet serta 43.000 GRT kapal ditenggelamkan! Total feindlug yang telah dilakukannya adalah 1.300. Nordmann tewas tanggal 19 Januari 1945 setelah pesawatnya bertabrakan dengan pesawat wingman-nya dalam kondisi cuaca buruk

Oberleutnant Günther Rall (kedua dari kiri) setelah kemenangan udaranya yang ke-200, 28 Agustus 1943, difoto bersama sesama jagoan udara Walter Krupinski (kedua dari kanan) dan rekan-rekan lainnya di lapangan udara Makejewska, Ukraina. Di tahun 1943 itu Rall tercatat menembak jatuh 151 pesawat, dan hanya bisa dikalahkan oleh Walter Nowotny (196) dan Hermann Graf (160)! Semua kemenangan yang diraihnya dicapai dengan menggunakan pesawat Messerschmitt Bf 109

Major Günther Rall mendapat sambutan di bandara setelah mencetak kemenangan udaranya yang ke-250, November 1943 (difoto oleh Heinz Elsner). Dia menjadi pilot kedua di dunia yang mencetak 250 fliegerabschüsse setelah Walter Nowotny. Di bulan sebelumnya (Oktober 1943) adalah bulan terbaik Rall setelah dia menembak jatuh 40 pesawat! Selama karirnya sendiri, dia telah menembak jatuh 275 pesawat musuh dalam 621 feindflug (272 di antaranya di Front Timur). Selama masa itu, dia sendiri ditembak jatuh 8 kali dan terluka 3 kali!


Major
Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52)
disambut dengan karangan bunga di landasan udara Bagerovo (Ukraina)
sekeluarnya dari pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 saat baru kembali dari
misi tempur (feindflug) yang ke-1000, 23 Januari 1944. Dia tercatat
dalam sejarah sebagai pilot pemburu pertama yang mencapai jumlah misi
setinggi itu! Pita di karangan bunga tersebut berisi daftar
negara-negara yang pernah "disinggahi" Barkhorn sepanjang karir
militernya sebagai pilot pemburu dari sejak bergabung dengan II./JG 52
bulan Agustus 1940. Dari kiri bawah: Denmark, Belgia, Uni Soviet,
Prancis, Inggris, dan Belanda. Pada saat perang berakhir Barkhorn telah
berpartisipasi dalam 1.104 feindflug!

19 Juni 1944: Generalleutnant Walther Wenck (kiri, Chef des Generalstabes Heeresgruppe Südukraine) dan Generaloberst Ferdinand Schörner (Oberbefehkshaber Heeresgruppe Südukraine) memberi selamat pada Major Georg Jakob (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 10) yang baru saja menyelesaiken Feindflug (misi tempur) yang ke-1000! Atas pencapaian yang fenomenal tersebut, pada tanggal 30 September 1944 Jakob dianugerahi Eichenlaub untuk Ritterkreuz yang telah lebih dulu diperolehnya (27 April 1942). Dalam foto ini, Jakob memeluk binatang yang menjadi maskot Schlachtgeschwader 10: seekor babi!
Sumber :
Buku "Aufklärer: Luftwaffe Reconnaissance Aircraft and Units 1935-1945" karya David Wadman
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Majalah "Luftwaffe im Focus" Spezial No.1 tahun 2003