Sunday, January 26, 2014

Album Foto Henschel Hs 126

  
Sebuah kecelakaan Henschel Hs 126 yang biasa, tapi pesawatnya yang nggak biasa, beibeh! Sayap ekornya menunjukkan tiga abschußbalken (baris kemenangan), suatu hal yang “tidak normal” bagi sebuah pesawat yang kerjaannya “hanya” mengintai posisi musuh dan biasanya justru menjadi korban pesawat lawan! Ini menunjukkan bahwa si pilot pastilah seorang penembak yang jempolan. Verbandskennzeichen di tubuhnya hanya kelihatan dua huruf belakangnya saja: “ +BN”. Ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut berasal dari 5.Staffel/Nahaufklärungsgruppen (NAG). Huruf individu pesawat “B” tidak berwarna putih seperti biasanya dimiliki oleh 5. Staffel, melainkan berwarna hitam dengan pinggiran putih. Sebagian dari strip kuning di badannya bisa kita lihat, yang khas dimiliki oleh pesawat-pesawat Luftwaffe di Front Timur. Foto ini kemungkinan diambil di Rusia periode 1941/1942. Perhatikan pula spiner baling-balingnya yang dicat tiga warna (hitam-hijau/merah/putih)


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi no.1 tahun 2002

Saturday, January 25, 2014

Download E-Book "Bab I Legenda Holokos" (bahasa Indonesia)


* Khusus buat pembaca blog ini. Nama pengarangnya adalah "anonim"

* Berdasarkan RISET 5 tahun, berisikan RANGKUMAN dari berbagai buku dan ulasan penelitian yg dilakukan oleh Sejarawan, Cendikia, dan Profesor Universitas ternama di Barat.

* BUKAN TEORI, 100% DATA FAKTUAL & BUKTI FORENSIK disertai sumber valid (sah), yang akan buka mata para pembaca, pengetahuan HAKIKI tanpa keraguan mengenai yang dinamakan dengan "H-0-l-0-c-a-u-s-t"

Monggo silahkan disedot, & selamat membaca!!!




keywords:
nazi, germany, third reich, holocaust, genocide, holohoax, hoax, ss, schutzstaffel, camp concentration, konzentrationslager, waffen-ss, allgemeine-ss, jew, jews, gas chamber, auschwitz, birkenau, dachau, pow camp

Foto Tokoh Third Reich Dengan Insignia Jäger (Seragam / Topi)

ÄRMELABZEICHEN DER JÄGERTRUPPEN (LENCANA JÄGER)



Generalmajor Hellmuth Thumm (Kommandeur 5. Jäger-Division) melihat sebuah peta dengan lencana Jäger di lengannya. Thumm (25 Agustus 1895 - 13 Juli 1977) memulai karir militernya sebagai sukarelawan perang tanggal 8 Agustus 1914, dan setelah itu menapak terus sampai menjadi General der Infanterie tanggal 1 Januari 1945. Setelah terang-terangan menolak perintah dari atas dengan menarik mundur para anggota Hitlerjugend belia dari medan pertempuran, dia dicopot dari jabatannya sebagai Kommandierender General LXIV. Armeekorps tanggal 20 Januari 1945. Medali-medali yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Agustus 1915) dan I.Klasse (3 Juli 1918); 1914 Verwundetenabzeichen in Schwarz; württembergischer Militärverdienstorden in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht Dienstauszeichnung IV.Klasse, III.Klasse, II.Klasse dan I.Klasse; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Juni 1940) dan I.Klasse (13 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #326 (30 Juni 1941) dan Eichenlaub #166 (23 Desember 1942). Selain itu namanya disebutkan juga dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht) edisi 5 Juli 1941


Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan Hauptmann Theodor Schulz (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 75 / 5.Jäger-Division) dipromosikan menjadi Major oleh Generalleutnant Friedrich Sixt (Kommandeur 5. Jäger-Division) tanggal 17 September 1944. Dari kiri ke kanan: Sixt, Major Dieter Keller (IIa Personalverwaltung 5. Jäger-Division) dan Hauptmann Schulz. Dalam foto ini kita bisa dengan jelas melihat Ehrenblattspange des Heeres (lingkaran merah) yang didapatkan Schulz tanggal 17 Februari 1944, sementara Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan yang didapatkannya tanggal 3 Oktober 1942 tidak terlihat dalam foto ini

----------------------------------------------------------------

MÜTZENABZEICHEN DER
JÄGERTRUPPEN (TOPI JÄGER)



Generalmajor Hans Kreppel


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Gregg Tolbert
www.aboutww2militaria.com

Friday, January 24, 2014

U-2330

Dimulai dari bulan Maret 1945 tak lama setelah selesai dibuat, kapal selam tipe XXIII U-2330 diturunkan menggunakan kerekan ke tempat peluncuran no.8 di galangan kapal Germania. U-2330 merupakan salah satu dari dua U-boat yang digunakan untuk menguji varian menara pengawas yang dilengkapi dengan lapisan yang menghadap ke dalam. Varian ini mudah dikenali dari bentuk orsinil susunan loteng hidrofon tanpa bagian pinggir yang melandai seperti yang terdapat di model selanjutnya. Juga tampak jelas terlihat adalah bukaan alat pengukur suara dalam air di bagian lunas. Dikomandani oleh Oberleutnant zur See Hans Beckmann, kapal selam ini menjadi bagian dari 32. U-Flotille dan berfungsi sebagai kapal latihan dari bulan September 1944 s/d Februari 1945. Dia kemudian ditugaskan ke 11. U-Flotille (Bergen) sebagai kapal opersional. Sayangnya, perang keburu berakhir sebelum U-2330 sempat melakukan patroli pertamanya, dan dia kemudian ditenggelamkan oleh awaknya sendiri di Kiel tanggal 3 Mei 1945. U-boat tipe XXIII kedua yang terlihat di galangan adalah U-2323. Yang patut diperhatikan dari kapal ini adalah banyaknya pegangan serta ceruk pijakan di bagian samping menara pengawas serta ceruk pegangan tambahan di kontainer apungnya. Deflektor (sirip pembelok) depan kanan yang penyok di depan alat penyelam muka kemungkinan disebabkan oleh tumbukan dengan benda bawah laut, tabrakan dengan kapal selam lainnya, atau bisa pula karena terlalu cepat melakukan manuver bersandar saat latihan!


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" edisi no.2 tahun 2007

U-4701

U-4701, kapal selam tipe XXIII yang pertama kali dibuat oleh galangan kapal Germania di Kiel, mulai “mencicipi” lautan pertama kali tanggal 10 Januari 1945. Kapal satu ini menyediakan contoh yang bagus mengenai masalah kecepatan yang menjadi beban para “pemangku harapan” bagi satuan U-boat tersebut di fase-fase akhir peperangan. Pengerjaannya mulai dilakukan tanggal 19 Oktober 1944 dan selesai tanggal 14 Desember. Kurang dari empat minggu setelahnya, tanggal 10 Januari 1945, kapal tersebut sudah mulai dipersiapkan untuk berlayar di bawah komando Oberleutnant zur See Arnold Wiechmann (Kru X/39). Pelatihan para awaknya dimulai di pangkalan 5. Unterseebootsflotille di Kiel. Sayangnya, pelatihan ini masih belum selesai saat peperangan di Eropa keburu berakhir. Akibatnya, beberapa saat sebelum menyerah, kapal yang dibuat dengan susah payah ini ditenggelamkan oleh awaknya sendiri di lepas pantai Höruphaff (Horuphav), Denmark, demi mencegahnya jatuh ke tangan musuh! Foto di atas, yang diambil saat panji komandan serta bendera perang Reich sedang dikibarkan, jelas memperlihatkan pola rivet lapisan kulit baja menara pengawasnya serta fairing lampu posisi yang lekuknya disesuaikan dengan bodi kapal. Dari semua peralatan di bagian belakang menara pengawas yang dapat ditarik masuk, hanya peilring (DF loop) yang kelihatan. Snorkelnya kemungkinan ditarik masuk demi alasan keamanan. Hanya satu dari dua tiang antena (ASTA-Hand) yang bisa dipanjangkan secara manual yang terlihat nongkrong di dudukannya. Antena tersebut mempunyai panjang 1,8m dengan bagian bawah yang dilapisi karet. Dudukan bagian kirinya tampak kosong. UAK-Kennung (Kode UAK) terdapat di bagian lempengan kecil berbentuk horizontal, dan merupakan cirri pengenal dari ke-47 kapal selam Jerman dari tipe ini


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" no.2 tahun 2007

U-861, U-Boat Tipe IXD2




Foto ini diambil di Kiel, Jerman, tanggal 20 September 1943 dan memperlihatkan tiga orang awak U-861. Dari kiri ke kanan: Obermaschinist Karl Fink (Elektromotor), Kapitänleutnant (Ing.) Herbert Panknin (Leiter-Ingenieur), serta Obermaschinist Hans Bandy (Dieselmotor). Panknin mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1943) serta Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942), sementara Bandy mengenakan Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) di kerah lapelnya


Kapal selam Monsun U-861 berada dalam kondisi super butek saat tiba di pangkalannya di Trondheim, Norwegia, tanggal 19 April 1945. Wajar saja, karena kapal tersebut telah mengarungi pelayaran selama 13 ½ minggu sejak pertama berangkat dari pelabuhan di Surabaya tanggal 15 Januari 1945! Kapal selam dari tipe besar IX D2 ini sebelumnya telah meninggalkan Kiel dalam patroli pertamanya tanggal 20 April 1944 di bawah pimpinan Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) Kapitänleutnant Jürgen Oesten. Pada awalnya dia ditugaskan di wilayah sekitar pantai Brazil sebelum dipindahkan ke pantai timur Afrika. U-861 tercatat menenggelamkan empat kapal dengan total tonase 22.040 GRT serta merusakkan kapal tanker “Daronia” yang berbobot 8.139 GRT sebelum tiba di pangkalan pulau Penang (Malaysia) tanggal 23 September 1944. Pada saat itu U-861 telah berlayar di lautan selama lima bulan nonstop! U-boat tersebut mendekam di Penang sampai dengan tanggal 1 November 1944 untuk menjalani perbaikan yang diperlukan dan memberi kesempatan pada para awaknya yang kelelahan untuk beristirahat. Pada tanggal 1 November 1944 U-861 meninggalkan Penang menuju Surabaya dan tiba disana tanggal 5 November 1944 setelah transit sebentar di Singapura. Kapal tersebut tetap tinggal disana sebelum diperintahkan untuk balik ke Jerman tanggal 15 Januari 1945. Dalam perjalanan pulang dia membawa banyak bahan perang yang berharga semacam biji molybdenum, yang disimpan dalam kontainer seng yang terletak di lunas pemberat, serta karet mentah. Jadinya, persenjataannya terbatas hanya pada dua buah torpedo untuk membela diri bila diserang (keselamatan di jalan menjadi prioritas utama dan bukannya penghancuran kapal musuh). Hal keselamatan ini mendapat tantangan terberat justru di tahap akhir perjalanan saat U-861 berpapasan dengan “segerombolan” es di selatan Greenland. Karena kehandalan kapten kapal ditambah dengan awak yang berpengalaman, akhirnya kerusakan lapisan baja kapal bisa diminimalisir  dan U-861 bisa tiba kembali di pangkalannya dengan selamat meskipun tinggal menyisakan 800 liter solar di tangki penampung bahan-bakarnya. Perhatikan wilayah yang dicat ulang di sekitar logo Panther! Georg Högel dalam bukunya “Embleme, Wappen, Malings” menerangkan bahwa emblem tersebut sebenarnya menggambarkan seekor panther yang sedang mendaki sebuah bola dunia. Hal ini berlawanan dengan keterangan dari Jürgen Oesten yang menyatakan bahwa bola dunia yang diklaim Högel tidaklah pernah menjadi bagian dari emblem panther. Yang terakhir adalah yang paling menarik: ingat motto Yamaha “Selalu di depan” yang terpampang di balapan MotoGP? Ternyata U-861 telah “jauh di depan” dalam hal ini: sebagian dari kata “Lekas” terpampang di menara pengawas bagian depan. Kata ini, tentu saja, berasal dari bahasa Melayu yang berarti “cepat” atau “segera”!


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" edisi no.2 tahun 2007
www.historicalwarmilitariaforum.com

Album Foto Perang Dunia Pertama





























































































































































































































































































































































































































































































































































































Sumber :
Foto koleksi pribadi Rob Houben