Monday, June 15, 2020

Soldaten von Morgen (Prajurit Hari Esok)



"Soldaten von Morgen" (Prajurit Hari Esok) adalah film propaganda Nazi yang dibuat pada tahun 1941 oleh Deutsche Filmherstellungs- und Verwertungs-GmbH (DFG) dengan sutradara Alfred Weidenmann, yang memperlihatkan pelatihan para anggota Hitlerjugend demi mempersiapkan mereka sebagai prajurit-prajurit masa depan Jerman. Lagu yang terdapat dalam film ini dibuat oleh Horst Hanns Sieber, dengan lirik oleh Hein Meiswinkel, sementara sebagai kameramannya adalah Emil Schünemann.

Es tragen die Jungen am schwankenden Schaft
die Fahnen der kommenden Zeit;
sie tragen sie stolz in den Wind hinein,
kein Weg ist zu steil und zu weit.


Sumber :
www.bitchute.com
www.filmportal.de
www.forum.axishistory.com

Sunday, June 14, 2020

Para "Pengkhianat" Third Reich dan Penentang Hitler

MILITER

 
Wolfgang Abendroth (2 Mei 1906 - 15 September 1985)
Wolfgang Abendroth dilahirkan di Elberfeld pada tahun 1906, dan dibesarkan oleh keluarga yang beraliran Sosial-Demokrat. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru. Dia lalu bergabung dengan organisasi Kommunistische Jugend Deutschland (Komunis Muda Jerman) pada usia 14 tahun. Sebagai akibat dari kegigihannya yang ingin menyatukan kaum Sosial-Demokrat dan Komunis, Abendroth dikeluarkan dari KPD pada tahun 1928. Pada tahun 1933 dia kehilangan pekerjaannya sebagai seorang pengacara junior karena masalah politis, dan kemudian mendarmabaktikan hidupnya untuk menyediakan nasihat hukum kepada pihak oposisi rezim Nazi. Setelah merasakan ditangkap oleh pemerintah yang berkuasa, Abendroth berimigrasi ke Swiss, dimana dia mendapatkan gelar Doktor. Setelah bertugas sebagai kurir selama beberapa waktu, dia memutuskan untuk kembali ke Berlin pada tahun 1935. Disana, dia menjadi anggota aktif gerakan perlawanan terhadap Nazi, sampai kemudian dia kembali dipenjarakan pada tahun 1937 dan harus menghabiskan beberapa tahun di balik jeruji. Pada bulan Februari 1943, Abendroth dipaksa masuk ke 999. leichte Afrika-Division, sebuah unit hukuman bagi orang-orang yang dianggap "bermasalah". Dia hanya merasakan sebentar saja di unit ini, karena tak lama kemudian desersi dan bergabung dengan organisasi gerilyawan komunis Yunani yang dinamakan 'ELAS'. Abendroth kemudian kembali diciduk, hanya saja kali ini oleh pihak Inggris. Dia menghabiskan sisa perang sebagai pengajar edukasi politik bagi para tawanan Jerman yang membenci rezim Nazi di kamp-kamp tawanan perang Inggris di Mesir


 Otto Armster (11 Juli 1891 - 21 September 1957)
Oberst Otto Armster diserahi tanggungjawab sebagai komandan sekolah kontraintelijen di Wina (Austria) pada bulan April 1944. Sejak dari tahun 1939 dia telah menjalin kontak dengan kelompok perlawanan di grup kontraintelijen yang dikepalai oleh temannya, Laksamana Wilhelm Canaris. Di Wina, Armster bekerja bersama dengan Georg Alexander Hansen, Hans Oster, dan Ludwig Gehre. Dalam beberapa kesempatan mereka bertemu dengan Hermann Kaiser, orang kepercayaan General der Infanterie Friedrich Olbricht. Para konspirator ini berencana untuk mempekerjakan Otto Armster sebagai perwira penghubung di Wehrkreis (Distrik Militer) XVIII di Salzburg. Setelah ditangkap di Wina pada tanggal 23 Juli 1944, dia dibawa ke Berlin dan dikurung di penjara Lehrter Straße, sampai akhirnya dilepaskan pada tanggal 25 April 1945. Armster kembali dipenjarakan - kali ini oleh NKVD Soviet - pada tanggal 15 Mei 1945. Dia dideportasi ke Rusia, dimana dia dipaksa untuk tinggal dalam tahanan sampai dengan tahun 1955


 Ludwig August Theodor Beck (29 Juni 1880 - 21 Juli 1944)
 Generaloberst Ludwig Beck bergabung dengan Angkatan Darat Prusia sebagai kadet pada bulan Maret 1898, dan melanjutkan karir militernya di Reichswehr seusai Perang Dunia Pertama. Pada bulan Oktober 1933 dia diangkat menjadi Chef des Truppenamt (Kepala Kantor Pasukan) di Kementerian Pertahanan, dan pada tahun 1935 naik jabatan menjadi Generalstabschef des Heeres (Kepala Staff Jenderal Angkatan Darat). Sampai dengan tahun 1938, Beck berusaha mempengaruhi kebijakan luar negeri Hitler melalui serangkaian surat, memorandum dan presentasi. Dia mempunyai kesamaan pandangan dengan Carl Goerdeler - politisi Jerman penentang Nazi - mengenai penolakan tanpa kompromi terhadap resiko perang bila kebijakan agresif Hitler terus berlanjut. Pada musim panas tahun 1938 Beck gagal dalam usahanya membujuk seluruh jenderal senior Angkatan darat untuk mengundurkan diri bersama-sama demi untuk mencegah kemungkinan perang di Eropa. Mengikuti hati nuraninya, dia menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, dan tak lama kemudian menjadi titik berkumpul pihak oposisi, baik dari kalangan militer maupun sipil. Beck ikut berpartisipasi aktif dalam usaha pembunuhan terhadap Hitler yang dilancarkan pada tanggal 20 Juli 1944. Seandainya upaya kudeta komplotannya berhasil, rencananya dia akan diangkat menjadi Kepala Negara Jerman yang baru pengganti sang Führer. Ketika usaha pembunuhan dengan bom tersebut gagal, Generaloberst Friedrich Fromm menuntut dia untuk membunuh dirinya sendiri di sore hari tanggal 21 Juli 1944. Ketika usahanya gagal - dengan Beck terluka parah sebagai akibatnya - seorang sersan Wehrmacht ditugaskan untuk menghabisinya melalui tembakan di belakang leher


Robert Bernardis (7 Agustus 1908 - 8 Agustus 1944)
Oberstleutnant Robert Bernardis menikah dengan Hermine Feuchtinger dan dikaruniai dua orang anak. Bernardis adalah seorang Nasional-Sosialis fanatik saat menjalani masa pelatihan perwira militer di Angkatan darat Austria maupun di Akademi Perang Berlin. Setelah melihat kondisi peperangan di Polandia, Prancis dan Uni Soviet, pandangannya mulai berubah menjadi membenci rezim Nazi. Dia dipromosikan menjadi Major pada tahun 1942, dan dipindahkan ke Allgemeines Heeresamt (Kantor Umum Angkatan darat) di Komando Tinggi Angkatan Darat Berlin, dimana dia diserahi tanggungjawab untuk mengepalai sebuah departemen cabang. Sebagai seorang Oberstleutnant di Staff Jenderal AD, pada musim dingin tahun 1943 tugasnya membawa dia berkenalan dengan Oberst Claus Graf von Stauffenberg, dan tak lama kemudian Bernardis sepenuhnya berada di bawah pengaruh sang Oberst. Pada musim semi tahun 1944 dia diikutkan dalam rencana kudeta militer menggulingkan Hitler. Bernardis mempersiapkan kudeta tersebut di Wehrkreis XVII di Wina. Pada tanggal 20 Juli 1944 dia bersama dengan Stauffenberg sebagai anggota staff Kantor Umum Angkatan Darat, dimana dia bertanggungjawab untuk meneruskan perintah rahasia "Walkure" (Valkyrie) melalui radio. Setelah usaha kudeta tersebut gagal, Bernardis ditangkap di hari yang sama di sore harinya. Pada tanggal 8 Agustus 1944, satu hari setelah ulangtahunnya yang ke-36, Pengadilan Rakyat di bawah pimpinan Hakim Roland Freisler menjatuhkan hukuman mati terhadapnya, dan dia dieksekusi di hari yang sama di Penjara Berlin-Plötzensee


 Hasso von Boehmer (9 Agustus 1904 - 5 Maret 1945)
Oberstleutnant im Generalstab Hasso von Boehmer memulai karir militernya sebagai seorang kadet perwira di Potsdamer Infanterie-Regiment 9. Dia berkali-kali terluka dalam pertempuran di Polandia (1939) dan Prancis (1940). Sebagai seorang perwira staff, dia menikah dengan Käthe Torhorst dan dikaruniai satu putri serta dua putra. Temannya Henning von Tresckow merekrutnya ke dalam kelompok rahasia untuk menggulingkan Hitler yang dipimpin oleh Ludwig Beck dan Carl Goerdeler. Boehmer mengajukan diri untuk ikut serta dalam rencana kudeta 20 Juli 1944 saat dia telah menjadi seorang perwira penghubung di Wehrkreis XX (Danzig). Sialnya, pas hari H dia malah mendapat penugasan luar dan baru bisa kembali sore harinya. Atasannya, Komandan Wehrkreis XX General der Infanterie Bodewin Keitel - yang juga merupakan adik dari Kepala Staff Wehrmacht Wilhelm Keitel - juga sedang keluar di hari itu. Setelah mendengar upaya pembunuhan terhadap Hitler yang gagal melalui radio, Bodewin Keitel buru-buru pulang ke Danzig. Di sepanjang siang itu - saat Boehmer absen - rangkaian teleks tiba untuknya yang dikirimkan dari kantor para konspirator di Berlin. Ketika Boehmer tiba kembali di markasnya, dia langsung ditangkap dan dijebloskan ke penjara Danzig. Beberapa hari kemudian dia dipindahkan ke sel penjara di Lehrter Straße 3, Berlin. Dia dan para pesakitan lainnya kemudian dipindahkan ke Institusi Hukuman Tegel pada akhir bulan September 1944, tapi kemudian dikirim kembali ke Lehrter Straße 3 setelah adanya serangan udara besar-besaran pada tanggal 7 Oktober 1944. Pada bulan Januari 1945 Boehmer dipindahkan ke Rumah Sakit Kamp Konsentrasi Sachsenhausen setelah menderita sakit keras di dalam penjara. Dia dijatuhi hukuman mati dalam persidangan Volksgerichtshof (Pengadilan Rakyat) tanggal 5 Maret 1945, dan langsung dieksekusi pada hari yang sama


Fritz Erich Fellgiebel (4 Oktober 1886 - 4 September 1944)
General der Nachrichtentruppe Erich Fellgiebel memulai karir militernya pada bulan September 1905 sebagai seorang kadet di sebuah batalyon sandi Kaiserliche Armee (Angkatan Darat Kekaisaran Jerman). Setelah Perang Dunia Pertama usai, dia dipindahkan ke Berlin sebagai perwira staff umum. Pada tahun 1938 dia menjadi Kepala Korps Sandi Angkatan Darat Jerman sekaligus Kepala Komunikasi di Komando Tinggi Angkatan Bersenjata. Mantan atasannya Generaloberst Ludwig Beck - dan juga penggantinya Generaloberst Franz Halder - adalah orang pertama yang memperkenalkan Fellgiebel kepada jaringan rahasia penentang Hitler dalam tubuh Wehrmacht. Sang pakar komunikasi militer kemudian menjadi salah satu figur kunci dalam persiapan untuk Unternehmen Walküre (Operation Valkyrie), sebuah rencana penggulingan Hitler. Sang Führer sendiri sebenarnya dari pertama tidak terlalu mempercayai Fellgiebel, tapi dia membutuhkan pengalaman sang jenderal karena dialah yang paling pertama mengerti mengenai peran penting mesin enkripsi Enigma. Sebagai Kepala Pelayanan Sandi dan Komunikasi, Fellgiebel mengetahui pula semua rahasia militer Jerman, termasuk pengerjaan roket V-1 dan V-2 yang dikerjakan oleh Werner von Braun dkk di Peenemünde. Ketika terjadi upaya pembunuhan terhadap Hitler pada tanggal 20 Juli 1944 di Wolfsschanze (Führerhauptquartier di Prusia Timur), Fellgiebel juga berada disana. Dia berusaha memutus semua komunikasi yang menuju pusat kekuasaan, sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tapi ketika telah jelas bahwa sang Führer berhasil selamat dari upaya pembunuhan terhadap dirinya, Fellgiebel dipaksa untuk menganulir semua perintah terdahulu dan memulihkan kembali komunikasi. Aksi Fellgiebel paling terkenal dalam peristiwa ini adalah saat dia menelepon rekan sesama konspirator lainnya yang sedang berada di Berlin, Generalleutnant Fritz Thiele, untuk memberitahu berita mengejutkan kepadanya bahwa target mereka masih hidup: "Etwas Furchtbares ist passiert! Der Führer lebt!" (Sesuatu yang buruk telah terjadi! Führer masih hidup!). Seperti sudah bisa diduga, tak lama kemudian Fellgiebel ditangkap saat dia masih berada di Wolfsschanze. Sang jenderal disiksa habis-habisan selama tiga minggu, tapi tak mengungkapkan satu nama pun dari konspirator lainnya. Dia didakwa dalam Volksgerichtshof (Pengadilan Rakyat) pimpinan Hakim Roland Freisler yang terkenal bengis. Pada tanggal 10 Agustus 1944, Erich Fellgiebel dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Dia dieksekusi hampir satu bulan kemudian di Penjara Plötzensee di Berlin

 
"Hans" Günther Adolf Ferdinand von Kluge (30 Oktober 1882 - 19 Agustus 1944)
Generalfeldmarschall Günther von Kluge adalah marsekal Jerman yang pernah menjadi panglima tertinggi pasukan Wehrmacht di Front Timur dan Barat. Dia menjadi Panglima 4. Armee dalam invasi ke Polandia tahun 1939 dan Pertempuran Prancis tahun 1940. Setelah mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Generalfeldmarschall, von Kluge ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Uni Soviet dan Pertempuran Moskow tahun 1941. Saat pihak Jerman mengalami krisis kepemimpinan setelah serangan balik Rusia di akhir tahun 1941, von Kluge ditunjuk oleh Hitler untuk menjadi Panglima Heeresgruppe Mitte menggantikan Marsekal Fedor von Bock. Beberapa anggota utama komplotan penentang Hitler bertugas sebagai staff pribadinya, termasuk Henning von Tresckow. Von Kluge sendiri mengetahui akan adanya aktivitas "terlarang" yang dilakukan oleh sebagian staffnya, tapi memilih untuk tidak melaporkan mereka. Masa tugasnya di Front Timur berlangsung sampai bulan Oktober 1943 saat dia terluka parah dalam kecelakaan mobil dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Setelah sembuh, dia langsung dipercaya untuk menjadi Oberbefehlshaber West (Panglima tertinggi pasukan Jerman di Front Barat) menggantikan Marsekal Gerd von Rundstedt yang dianggap gagal menahan laju tentara Sekutu di Normandia. Penempatan baru von Kluge tidak banyak membawa perubahan berarti, karena pasukan musuh kini semakin menyebar ke bagian Prancis lainnya. Disinilah dia menyadari bahwa perang di Barat sesungguhnya sia-sia belaka untuk terus dipertahankan. Meskipun dia bukan anggota aktif komplotan yang melakukan kudeta terhadap Hitler pada tanggal 20 Juli 1944, tapi di akhir kegagalan kudeta tersebut, sang marsekal menyadari bahwa ujung-ujungnya dia akan diseret juga ke dalamnya. Putus asa, Günther von Kluge memutuskan untuk bunuh diri pada tanggal 19 Agustus 1944 setelah mendapat panggilan ke Berlin oleh Hitler. Perannya sebagai Oberbefehlshaber West digantikan oleh Marsekal Walter Model. Biografi singkat Günther von Kluge bisa dilihat DISINI


Wilhelm Georg Joachim Kuhn (2 Agustus 1913 - 6 Maret 1994)
Major im Generalstab Joachim Kuhn (2 Agustus 1913 - 6 Maret 1994) bergabung dengan Infanterie-Regiment 14 pada bulan Oktober 1932. Dia ikut serta dalam penyerbuan pasukan Jerman ke Polandia (1939), Prancis (1940), dan Uni Soviet (1941). Kuhn dipromosikan menjadi Hauptmann pada bulan Agustus 1940, Major di bulan Januari 1943, dan Major i.G. tanggal 20 April 1943. Dia menghabiskan sebagian masa tugas militernya sebagai perwira staff, termasuk sebagai bawahan Oberstleutnant Claus Graf von Stauffenberg di Generalstab des Heeres. Perkenalannya dengan sang perwira penentang Hitler membuat Kuhn ikut "terseret" ke dalam gerakannya, apalagi setelah dia bertunangan dengan salah seorang sepupu Stauffenberg. Pada tanggal 20 Juli 1944, Kuhn mendapatkan tugas untuk menyediakan salah satu bahan peledak yang nantinya digunakan untuk membom Führerbunker oleh Stauffenberg. Saat usaha percobaan untuk membunuh Hitler tersebut gagal, Kuhn pun ikut disasar. Pada waktu itu dia telah menjadi Kepala Operasi 28. Jäger-Division di Front Timur. Komandan Divisi Generalleutnant Gustav Heistermann von Ziehlberg mendapat perintah dari Berlin untuk segera mengirim Kuhn ke Jerman untuk diadili. Sang Divisionskommandeur kemudian memberitahu Kuhn tentang perintah tersebut. Karena mengetahui bahwa perwiranya cepat atau lambat akan dieksekusi, Heistermann von Ziehlberg memberi Kuhn kesempatan untuk pergi seorang diri ke hutan dan menembak dirinya sendiri sebagai sebuah penebusan atas apa yang telah dilakukannya. Tak dinyana, Kuhn malah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur dan kemudian membelot ke pihak Rusia! Heistermann von Ziehlberg lah yang kemudian kena getahnya, karena dia dituduh telah mengabaikan perintah dan membantu pelarian Kuhn, sehingga kemudian ganti diadili lalu dieksekusi! Kuhn sendiri selamat sampai dengan akhir perang, dan kemudian tinggal di kampung halamannya, Berlin, yang pada saat itu telah menjadi bagian dari Jerman Timur, negara satelitnya Uni Soviet. Medali dan penghargaan yang telah diperolehnya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse (4 Juli 1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Allgemeines-Sturmabzeichen



 Hans-Ulrich von Oertzen (6 Maret 1915 - 21 Juli 1944)
 Major im Generalstab Hans-Ulrich von Oertzen lahir di Berlin dari keluarga aristokrat Prusia. Dia mengikuti jejak ayahnya dengan masuk di ketentaraan lalu kemudian dilatih untuk menjadi seorang perwira staff. Selama berlangsungnya Perang Dunia II dia dipromosikan menjadi Major, dan pada tahun 1943 telah bertugas di Heeresgruppe Mitte di bawah pimpinan Generalmajor Henning von Tresckow (yang merupakan salah seorang anggota utama gerakan bawah tanah penentang Hitler dalam tubuh Wehrmacht). Oertzen kemudian terlibat aktif dalam gerakan tersebut dengan membantu Claus von Stauffenberg dalam perencanaan upaya kudeta. Pada tanggal 26 Maret 1944 dia menikah dengan Ingrid von Langenn-Steinkeller, dan sekitar 240 surat yang dia tulis untuk istrinya dari tahun 1942 s/d 1944 kemudian dibukukan pada tahun 2005. Pada saat terjadinya Peristiwa Bom 20 Juli 1944, Oertzen bertugas sebagai perwira penghubung di Wehrkreis III Berlin. Dialah yang meneruskan perintah pertama yang dikirimkan oleh Stauffenberg. Setelah kegagalan usaha kudeta tersebut, di hari yang sama Oertzen ditangkap dan diinterogasi oleh General der Infanterie Joachim von Kortzfleisch serta Generalleutnant Karl Freiherr von Thüngen (yang terakhir sebenarnya adalah anggota gerakan perlawanan juga!). Tak ada satupun bukti yang ditemukan yang mengaitkan keterlibatan Oertzen dalam plot tersebut, sampai akhirnya keesokan harinya seorang sekretaris melaporkan bahwa dia pernah melihat sang perwira staff bersama dengan Stauffenberg. Ketika mengetahui bahwa tak lama lagi Gestapo akan datang untuk menangkapnya, Major i.G. Hans-Ulrich von Oertzen kemudian memutuskan untuk bunuh diri dengan meledakkan dua granat tangan yang dibawanya...



Sumber :
Buku "Stauffenbergs Freund. Die tragische Geschichte des Widerstandskämpfers Joachim Kuhn" karya Peter Hoffmann
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.deutschesheer.de
www.en.wikipedia.org
www.gdw-berlin.de

Lagu "Graue Kolonnen" (Kolone Abu-Abu)




Sumber :
www.bitchute.com

Sunday, June 7, 2020

Foto Schwere Panzerjäger-Abteilung 512

ABTEILUNGSKOMMANDEUR (KOMANDAN BATALYON)

Hauptmann Albert Ernst (15 November 1912 - 21 Februari 1986) adalah seorang jagoan Panzerjäger Nashorn yang dijuluki sebagai "Harimau Vitebsk" setelah apa yang dilakukannya dalam Pertempuran Vitebsk melawan tank-tank Soviet: pada tanggal 19 Desember 1943 dia dan awaknya berhasil menghancurkan delapan tank T-34. Pada tanggal 23 di bulan yang sama kembali dia menggila dengan menghancurkan 14 tank T-34 lainnya dengan hanya menggunakan 21 peluru meriam! Tidak hanya itu, dalam sebuah duel, gunnernya yang bernama Kramer mampu menghancurkan sebuah tank JS-2 Rusia dari jarak 4,8 kilometer! Setelah terkonfirmasi meng-K.O. 25 tank serta puluhan senjata anti-tank lainnya, Albert Ernst dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 22 Januari 1944 sebagai Leutnant dan Zugführer di 1.Kompanie / schwere Panzerjäger-Abteilung 519, dengan medalinya dikalungkan di lehernya pada tanggal 7 Februari 1944. Dia kemudian dipindahkan ke schwere Panzerjäger-Abteilung 654. Di akhir perang Ernst menjabat sebagai Komandan schwere Panzerjäger-Abteilung 512. Dia dan unit Jagdtiger-nya kemudian menyerahkan diri ke tangan pasukan Amerika Serikat di Iserlohn (Kantong Pengepungan Ruhr) pada tanggal 16 April 1945. Tercatat ada tiga Jagdtiger, satu Bergepanther G, lima Sd.Kfz.251, satu Sd.Kfz.250 dan satu kendaraan pengintai M3A1 rampasan yang dipindahtangankan ke pihak Amerika pada saat itu. Uniknya, seusai perang sang "Harimau Vitebsk" memutuskan untuk berdomisili di kota tempat dia menyerahkan diri, sampai dengan meninggalnya di tahun 1986. Medali dan penghargaan lain yang telah diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 Jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Panzerkampfabzeichen; Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (7 Januari 1945)

----------------------------------------------------------------------------------

Pada tanggal 16 April 1945, bertempat di Iserlohn, Niedersachsen, schwere Panzerjäger-Abteilung 512 (Batalyon Pemburu Tank Berat 512) menyerahkan diri pada pasukan Amerika Serikat dari 99th Infantry Division bersama dengan komandannya, Hauptmann sekaligus Ritterkreuzträger Albert Ernst (tercatat secara pribadi menghancurkan 88 tank musuh). Selain dari mobil dan truk, ada pula tambahan tiga Jagdtiger, satu Bergepanther G, lima Sd.Kfz.251, satu Sd.Kfz.250 dan satu kendaraan pengintai M3A1 rampasan yang dipindahtangankan ke pihak Amerika pada saat itu. Abteilungskommandeur Ernst memutuskan untuk menyerah karena tidak ada harapan lagi untuk keluar dari kepungan Sekutu di Kantong Ruhr, dan dia juga tidak mau mengorbankan nyawa anakbuahnya serta penduduk secara sia-sia. Padahal hanya beberapa hari sebelumnya, dalam pertempuran terakhir mereka, batalyon ini mampu menghancurkan 16 tank Sherman dan 30 kendaraan perang lainnya (beberapa tank musuh bahkan dihancurkan dari jarak 3 sampai 4 kilometer!). Satu-satunya Jagdtiger yang menjadi korban bukanlah dihancurkan oleh tank Amerika, melainkan karena mendapat serangan dari udara oleh skuadron pesawat-pesawat pemburu P-47 Thunderbolt USAAF. Hal ini membuktikan bahwa tak ada satupun tank Sekutu yang mampu menghancurkan kendaraan lapis baja terberat dalam Perang Dunia II ini (berat 72 ton dengan meriam kaliber 128mm), meskipun dalam jarak dekat! Dalam video ini, kita bisa melihat mesin-mesin perang milik schwere Panzerjäger-Abteilung 512 yang bergerak menuju lapangan kota Iserlohn untuk dikumpulkan dan diinventarisir


 Hauptmann Albert Ernst (Kommandeur schwere Panzerjäger-Abteilung 512) memandang dengan tatapan sayu di hari batalyon pemburu tank beratnya menyerah pada pasukan Amerika Serikat di Iserlohn, tanggal 16 April 1945. Dia ditawarkan kebebasan oleh musuhnya, tapi lebih memilih untuk masuk kamp tawanan perang bersama dengan anakbuahnya. Ernst sendiri telah bertempur di kancah Perang Dunia II dari tahun 1939 sampai dengan tahun 1945. Dalam aksi pertamanya saat Jerman menyerbu Polandia, tepatnya di Pertempuran Kutno, dia berhasil menghancurkan tank pertamanya menggunakan senjata anti-tank. Atas prestasinya tersebut Ernst dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse


Sumber :
Foto koleksi ECPAD Archives Prancis
www.criticalpast.com
www.tracesofwar.com
www.warhistoryonline.com

Monday, June 1, 2020

Foto Pertempuran / Pengepungan Leningrad (8 September 1941 - 27 Januari 1944)



Generalmajor Walter Krüger (kanan) bersama dengan salah seorang perwiranya memperhatikan dengan seksama saat pasukan Jerman dari 1. Panzer-Division melakukan serbuan ke garis pertahanan Rusia di luar kota Leningrad, Uni Soviet. Dari tanggal 17 Juli 1942 Krüger diangkat sebagai "mit der Führung beauftragt" alias Komandan sementara dari Divisi Panzer Pertama Jerman, setelah sebelumnya menjabat sebagai Komandan brigade infanteri bermotor dari divisi yang sama. 1. Panzer-Division sendiri telah terlibat dalam pertempuran terus-menerus dari sejak penyerbuan ke Rusia bulan Juni 1941, dan pada pertengahan bulan Agustus 1941 jumlah tanknya yang masih berfungsi tinggal mencapai 44 buah dari asalnya 155 buah! Foto ini diambil pada awal musim gugur tahun 1941 oleh fotografer tak dikenal dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan oleh 'Berliner Volkszeitung' edisi 5 November 1941


Para prajurit infanteri Wehrmacht berjalan melewati sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger Ausf.H1 milik schwere Panzer-Abteilung 502 di Leningrad, Uni Soviet, awal musim gugur tahun 1942. Unit tank berat Heer ini tiba di sektor Leningrad pada akhir bulan Agustus 1942, dan untuk pertama kalinya mencicipi ganasnya pertempuran pada tanggal 16 September 1942 di selatan Danau Ladoga (peristiwa ini juga tercatat dalam sejarah sebagai aksi pertama tank Tiger dalam kancah Perang Dunia II). Pada tanggal 22 September, setelah menyeberangi sebuah pematang, sebuah Tiger terjebak dalam lumpur. Karena sulitnya medan, ditambah dengan tembakan gencar dari tentara Rusia, tank berat tersebut tak dapat ditarik keluar meskipun telah dicoba berkali-kali. Untuk mencegahnya jatuh ke tangan musuh, dengan sangat terpaksa monster satu ini diledakkan oleh pasukan Jerman pada tanggal 25 November 1942, sehingga secara resmi menjadi Tiger pertama yang menjadi korban perang. Beberapa lagi tank Tiger dan Panzer III tiba di markas schwere Panzer-Abteilung 502 pada tanggal 25 September, yang kemudian digunakan untuk melengkapi kompi pertama unit tersebut. Kloter Tiger selanjutnya yang datang di bulan Februari 1943 nantinya digunakan untuk mengganti tank-tank yang telah hancur atau rusak


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.reibert.info

Sunday, May 31, 2020

Album Foto Leibstandarte SS Adolf Hitler 1937-1939


Album foto ini adalah milik seorang anggota LSSAH (Leibstandarte SS Adolf Hitler) tak dikenal, yang berisi sekitar 170 buah foto yang berkaitan dengan unit pengawal pribadi Hitler tersebut, dengan rentang waktu dari tahun 1937 s/d 1939 tak lama sebelum pecahnya Perang Dunia II. Diantara momen yang direkam dalam album tersebut adalah Reli NSDAP di Nürnberg dan aneksasi Jerman atas Austria. Sebagian besar sisanya adalah foto-foto yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan sama sekali. Koleksi foto berharga ini dirampas oleh seorang prajurit Inggris di akhir perang, yang kemudian membawanya pulang dan menyimpannya sampai akhir hidupnya. Setelah dia meninggal, keponakannya menemukan album ini tersimpan dengan rapi di tumpukan barang kepunyaan si prajurit. Pada akhirnya, koleksi berharga tersebut berakhir di balai lelang Oxfordshire auctioneers Jones and Jacob pada bulan Februari 2020, dan terjual dengan harga 2.200 poundsterling atau sekitar 39.811.200 rupiah (patokan kurs 18.095 rupiah/pound).


Hitler di acara Reli NSDAP di Nürnberg pada tahun 1937



Kompi ke-4 Leibstandarte saat bertugas menjaga Hitler di Nürnberg pada tahun 1937


Komandan Leibstandarte SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich


 Heinrich Himmler dan Sepp Dietrich di Untersberg dekat Berchtesgaden


 Parade anggota RAD (Reichsarbeitsdienst) di Nürnberg pada tahun 1937



Leibstandarte SS Adolf Hitler di sebuah acara di stasiun kereta api Hasenbuck (Nürnberg)


 Lima orang prajurit SS tampak menikmati segelas bir saat off-tugas dalam acara di Nürnberg


 Peletakan batu pertama untuk stadion di Nürnberg bulan September 1937


Adolf Hitler memberi salam hormat Nazi sebelum acara parade dimulai


 Deputi NSDAP Rudolf Hess tampak berkendara dalam sebuah acara partai Nazi



Adolf Hitler tiba di Wina setelah "Anschluss" (Penyatuan) Austria dengan Jerman tahun 1938



Adolf Hitler tiba di Wina (Austria) untuk menyaksikan sebuah parade besar di tahun 1938



Pasukan SS berlatih musim dingin di jagdhütte (kabin berburu) di hutan Grünewald, barat Berlin



Foto bersama Leibstandarte di hutan bersalju Grünewald yang terletak di barat Berlin


 Empat orang anggota Leibstandarte berfoto bersama di hutan bersalju Grünewald di barat Berlin



Seorang perwira SS belajar menembak saat latihan


Sepp Dietrich dan Hermann Göring menaiki mobil sport Mercedes



Pertandingan sepakbola yang diselenggarakan di masa sebelum perang di Stadion Olimpiade Berlin



Rumah peristirahatan pribadi Hitler di Berghof yang mendapatkan penjagaan ketat oleh Leibstandarte



Hitler bersiap untuk keluar dari Berghof sambil mengenakan pakaian sipil


 Rumah Panglima Luftwaffe Hermann Göring di Berchtesgaden sebelum perang


 Pemandangan menakjubkan pegunungan Alpen di Berchtesgaden yang berbatasan dengan Austria


 Anggota Leibstandarte minum-minum di Berchtesgaden dengan latar belakang Pegunungan Alpen


 Para anggota Leibstandarte mengenakan pakaian olahraga di Berchtesgaden


 Adolf Hitler berjalan-jalan di Berchtesgaden yang bersalju bersama dengan para pembantunya



Beberapa anggota Leibstandarte sedang bersantai saat off-tugas sambil menikmati bir



Adolf Hitler dalam sebuah acara Nazi di Kiel, Jerman utara



Adolf Hitler dan para pembantunya di Berchtesgaden sebelum perang


SS-Obersturmführer Hans Tidow yang nantinya tewas dalam penyerbuan ke Polandia tahun 1939


 "Goulasch kanone" alias dapur bergerak milik Leibstandarte dengan logo SS di badannya


 Prajurit-prajurit SS antri untuk menikmati sup hangat di sebuah autobahn


 Salah satu ruangan kantor Hitler di Reichskanzlei Berlin yang memajang lukisan Paul von Hindenburg


 Taman di Neue Reichskanzlei Berlin sebelum perang


 Bagian depan gedung Reichstag yang menjadi rumah bagi parlemen Jerman



Sumber :
www.dailymail.co.uk
www.internewscast.com
www.thesun.co.uk

Wednesday, May 27, 2020

Foto 319. Infanterie-Division



DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

 Generalmajor Rudolf Wulf (27 Februari 1945 - 9 Mei 1945)
Generalmajor Rudolf Wulf (12 Desember 1905 - 14 November 1972) bergabung dengan Reichswehr pada bulan April 1924, dan menapaki karir sampai menjadi komandan kompi di Infanterie-Regiment 23. Pada saat Perang Dunia II pecah, Wulf bertugas sebagai Ordonnanzoffizier di 46. Infanterie-Division. Dia ikut ambil bagian dalam penyerbuan Jerman ke Polandia (1939), tapi melewatkan penyerbuan yang sama ke Prancis setahun setelahnya karena dipindahtugaskan ke Infanterieschule Döberitz sebagai Kepala Inspeksi. Wulf ditransfer kembali ke front pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di tahun 1941. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 November 1942 sebagai Major dan Führer Infanterie-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division. Medali ini diberikan sebagai penghargaan atas jasanya dalam memimpin pasukannya dalam penyerbuan ke Koslowo pada tanggal 29 Oktober 1942 sebelumnya, yang berkontribusi besar dalam kesuksesan Unternehmen Michael. Pada tanggal 19 Agustus 1944 dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #556 untuk Ritterkreuz-nya, sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division, setelah mencapai kesuksesan dalam pertempuran-pertempuran defensif melawan Tentara Merah di Penna-Schlucht (selatan Staraya Russa), Dataran Tinggi Ssinjawino, Leningrad, dan Pleskau. Pada tanggal 1 Maret 1945 Wulf dipromosikan menjadi Generalmajor sekaligus Komandan 319. Infanterie-Division yang bertugas sebagai pasukan pendudukan di Pulau Guernsey, jauh dari hiruk-pikuknya pertempuran melawan tentara Sekutu dan Rusia. Jabatan ini dipegangnya sampai dengan perang berakhir. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) und I.Klasse (27 Juni 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (26 Maret 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (7 Agustus 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (25 Mei 1944)



Sumber :
www.axishistory.com
www.en.wikipedia.org
www.lexikon-der-wehrmacht.de