Monday, August 10, 2009

SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz (1886-1963), Perwira Waffen-SS Mualaf!

Surat Tugas SS (Tagesbefehl) Wilhelm Hintersatz



Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz dalam balutan seragam Ottoman Turki, lengkap dengan penutup kepala (fez) nya yang khas


Wilhelm Hintersatz dilahirkan tanggal 26 Mei 1886 dari keluarga yang beragama Katolik. Dia bertugas di Kaiserliche dan Königliche Armee selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama, dan atas jasa-jasanya dalam pertempuran, Hintersatz dianugerahi Eiserne Kreuz kelas ke-1 dan ke-2, plus Wound's Badge in Silver. Dia kemudian mendapat penugasan ke Turki dan menjadi ajudan Jerman dari jenderal Turki Enver Pasha. Rupanya disinilah timbul minatnya untuk mempelajari agama Islam, dan tak lama kemudian Hintersatz sudah beralih agama dari Katolik ke Muslim, dan merubah namanya menjadi Harun El-Raschid Bey.
Setelah Perang berakhir, Hintersatz balik kembali ke kesatuannya di Austria, meniti karir sampai meraih pangkat Kolonel (Oberst). Ketika Jerman dibawah Hitler menganeksasi Austria tanggal 16 Maret 1938, Hintersatz adalah salah satu pendukungnya yang paling ekstrim. Oleh karena itulah, Himmler memasukkannya menjadi anggota SS (Schutzstaffel) tanggal 1 Oktober 1944 dengan nomor keanggotaan 496147 dan pangkat Standartenführer (setara dengan pangkat Kolonel dalam jenjang tentara biasa).
Hintersatz menjadi komandan Osttürkischer Waffen-Verband der SS dari tanggal 20 Oktober 1944 sampai dengan bulan Februari tahun 1945 menggantikan Andreas Meyer-Marder. Unit ini dibentuk dari tiga batalion Wehrmacht nomor 450, 480, dan Batalion ke-1 Infanterieregiment 94, dengan komandan pertamanya adalah mantan Mayor Angkatan Darat (Heer), Andreas Meyer-Marder. Unit ini kemudian dimasukkan sebagai bagian dari Waffen-SS pada awal tahun 1944. Bagian dari unit ini adalah Waffengruppe Aserbeidschan, Waffen-Gebirgs-Brigade der SS (Tatarische Nr.1) di bawah pimpinan Willy Fortenbacher, pemegang penghargaan The Cross of Honour 1914-1918. Osttürkischer Waffen-Verband der SS sendiri menjadi bagian dari Waffengruppe Krim.
Unit Hintersatz bertempur di wilayah pegunungan Ural dan Asia Tengah melawan Komunis Rusia dari tahun 1944-1945, dan mendapatkan simpati yang luar biasa dari masyarakat lokal yang kebanyakan beragama Islam, karena kesamaan pandangan dalam hal anti-komunis dan juga unit ini mengakomodir umat Muslim untuk bergabung, apalagi komandannya juga seorang mualaf!

Ada yang berkata bahwa Hintersatz diberhentikan dari tugasnya tak lama setelah peristiwa desersi dari I./W-Grp. d. SS "Turkestan“, dan digantikan oleh
Hauptsturmführer Franz-Josef Fürst (beberapa sumber menyebutkan namanya sebagai Georg Fürst). Yang jelas, Hintersatz tetap setia bersama unitnya tersebut sampai berakhirnya perang, tetap berjuang walaupun tahu bahwa pihaknya berada di pihak yang kalah. Dalam hampir semua sumber disebutkan bahwa Fürst (nanti pangkatnya naik menjadi Sturmbannführer) menggantikan Hintersatz di bulan Februari 1945 sampai dengan berakhirnya perang. Hal ini tidak sepenuhnya benar meskipun tidak pula sepenuhnya salah (bingung?). Intinya, Fürst memang menjadi komandan dari SEBAGIAN unit Osttürkischer Waffen-Verband der SS yang bermarkas di Slovakia. Sturmbannführer Fürst sendiri dilaporkan MIA (missing in action) pada akhir bulan April 1945 di wilayah Karlsbad.
Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Kurt Tauber dalam dua volume bukunya 'Beyond Eagle And Swastika' (diterbitkan tahun 1967) yang membahas mengenai fenomena nasionalisme anti-demokrasi Jerman pasca Perang Dunia II, Wilhelm Harun El-Raschid Bey Hintersatz kemudian menulis buku yang berisi pengalam pribadinya selama Perang Dunia Pertama dan Kedua : Orient Und Occident, Ein Mosaik Aus Buntem Erleben (Dari Orient dan Occident, Mosaik Pengalaman Berwarna-Warni) yang dipubikasikan tahun 1954.
Hintersatz menghembuskan nafas terakhirnya tanggal 29 Maret 1963.

Karir kemiliteran Hintersatz :
- Major Wehrmacht (1939-1944)
- Bergabung dengan Waffen-SS (496147)
- SS-Sturmbannführer (3 Agustus 1944)
- SS-Obersturmbannführer (1 September 1944)
- SS-Standartenführer (1 Oktober 1944)
- Komandan Osttürkischer Waffen Verband der SS (20 Oktober 1944 - Mei 1945).

Penghargaan yang telah diraih oleh Hintersatz:
- Preussische Rettungsmedaille,
- EK-II (septembre 1914),
- EK-I (1915),
- Komturkreuz der Orden von d. Weissen Rose Finnlands,
- Österreichische MVK 3. kl mit KD,
- Lippisches-Detmold KVK,
- Hamburgisches Hanseatenkreuz,
- Herzoglich Sächsen Ernestinischer Hausorden Ritterkreuz 2. kl mit Schwertern (7 avril 1917),
- Georgien Orden d. Heiligen Tamara,
- Türkischer Eiserner Halbmond,
- Türkischer Silberne Liakat Medaille mit Schwertern Spange,
- Türkische Medjidie Orden 2. kl mit Schwertern,
- Türkische Silberne Roten Sichelförmige Medaille,
- Verwundeten Abzeichen in Silber.
- Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern,
- Wehrmacht Dienstauszeichnung 18 jahr.

Daftar buku karya Hintersatz :
– Marschall Liman von Sanders Pascha und sein Werk. R. Eisenschmidt. Berlin. 1932.
– Schwarz oder Weiß? Joh. Kasper & Co. Berlin. 1940. 289 S.
– Achtung! Erdstrahlen sind Gefahr für Mensch, Tier und Pflanzenhaltung! Die Wünschelrute warnt! Eisenschmidt. Wiesbaden. Berlin. 1952. 32 S.
– Aus Orient und Occident – Ein Mosaik aus buntem Erleben. Deutscher Heimat-Verlag. Bielefeld. 1954. 267 S.


----------------------------------------------------------------------------


SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz (26 Mei 1886 - 29 Maret 1963) dalam acara doa dan shalat bersama dengan Osttürkischer Waffen-Verband der SS yang dipimpinnya. Cuplikan klip asli berwarna ini diambil dari film dokumenter "SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz - Spiegel TV" keluaran tahun 2011, dan "penampakan" adegan di atas bisa kita lihat di menit 45:42. BTW, perwira yang berdiri di belakang Hintersatz kemungkinan besar adalah SS-Untersturmführer Gerd Schulte, ajudan Osttürkischer Waffen-Verband der SS




Sumber : www.forum.axishistory.com
DOWNLOAD VIDEO (FLV & MP4)

1 comment:

Forlan said...

Mas bener gak yah kalau REpublik Turki akan membantu Jerman dalam perang ini seperti yang saya tonton di film Tobruk