Tuesday, May 5, 2015

Foto Fedor von Bock

Generalfeldmarschall Fedor von Bock (3 Desember 1880 - 4 Mei 1945) adalah Marsekal Jerman keturunan Prusia yang terkenal karena menjadi salah satu dari tiga pimpinan Heeresgruppe Heer yang memegang peranan penting dalam strategi penjepitan Jerman pada saat penyerbuan ke Polandia, Barat, dan Uni Soviet (dua lainnya adalah Gerd von Rundstedt dan Wilhelm Ritter von Leeb). Bock pula yang memimpin usaha penyerbuan ke Kota Moskow di musim dingin tahun 1941 yang berujung dengan kegagalan. Pada saat itu tidak henti-hentinya dia memberi semangat pada pasukannya dengan menyebutkan pentingnya berkorban demi tanah air, begitu sering sehingga sang marsekal dijuluki sebagai "Der Sterber" (Sang Pengkhotbah)! Dia adalah veteran Perang Dunia Pertama dan juga pemegang medali bergengsi Kekaisaran Jerman, Pour le mérite (1 April 1918). Ketika dalam Perang Dunia II Von Bock menjadi penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (30 September 1939), dia menjadi salah satu dari sekelompok elit perwira Jerman yang mendapatkan dua medali keberanian tertinggi dalam dua perang dunia. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 
 Fedor von Bock dengan medali Pour le mérite di leher yang diraihnya pada tanggal 1 April 1918 sebagai Major dan Ia (Chef des Operations) im Generalstab Heeresgruppe Deutscher Kronprinz. Pour le Mérite (dikenal dengan nama lain "Blue Max") adalah nama medali keberanian tertinggi Prusia yang kemudian diadopsi oleh Kekaisaran Jerman. Penghargaan ini pertama kali dikeluarkan di tahun 1740 pada zaman Friedrich The Great dan dihapuskan pada tahun 1918 seiring dengan musnahnya Kekaisaran Jerman. Tercatat sebanyak 5.430 orang yang pernah menerimanya dalam rentang waktu 178 tahun. Sekarang bandingkan dengan medali serupa zaman Third Reich - Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes - yang hanya dalam rentang waktu enam tahun (Perang Dunia II) telah diberikan kepada total 7.364 orang!


 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di Heldenplatz (Wina/Austria) pada tanggal 16 Maret 1938 dan memperlihatkan upacara Vereidigung (pengambilan sumpah) sekaligus penyatuan anggota kepolisian Austria ke dalam satuan polisi Jerman. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf-Friedrich Kuntzen (perwira di Oberkommando des Heeres), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), komandan kepolisian Austria yang tidak diketahui namanya, SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), tidak diketahui, SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Deutschen Polizei)


 Foto ini diambil di Heldenplatz (Wina/Austria) pada tanggal 16 Maret 1938 dan memperlihatkan upacara Vereidigung (pengambilan sumpah) sekaligus penyatuan anggota kepolisian Austria ke dalam satuan polisi Jerman. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), Generalmajor Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien), komandan kepolisian Austria yang tidak diketahui namanya, SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei), SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Deutschen Polizei)


 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) bersalaman dengan Generalleutnant Alexander Löhr (mantan Kommandeur der österreichischen Luftstreitkräfte yang ditransfer ke Luftwaffe) serta para perwira militer Austria lainnya dalam sebuah acara perkenalan yang diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 1938 tak lama setelah penyatuan secara resmi antara Jerman dengan Austria (16 Maret 1938). Von Bock menjadi panglima pasukan Wehrmacht yang dikirimkan ke Austria pada saat itu. Berdiri kedua dari kiri adalah Generalmajor Maximilian de Angelis (mantan Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien yang ditransfer ke Heer) yang memakai seragam militer transisi Austria dengan tambahan Hoheitsabzeichen Heer di dada


 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat pada pasukan bermotor Wehrmacht yang berderap memasuki wilayah Sudetenland pada saat berlangsungnya aneksasi Jerman atas wilayah yang menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut, 2 Oktober 1938. Mobil yang digunakan dalam foto ini berasal dari jenis Stoewer R200 Spezial Typ 38 Funkkraftwagen (Kfz.2, 4x4) yang biasa disingkat sebagai Einheits-Pkw


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat pada pasukan bermotor Wehrmacht yang berderap memasuki wilayah Sudetenland pada saat berlangsungnya aneksasi Jerman atas wilayah yang menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut, 2 Oktober 1938. Truk yang ada dalam foto ini berasal dari jenis Henschel 33 D1, sementara bangunan yang berada di belakang Von Bock adalah Zollhaus (Gedung Kepabeanan/Bea Cukai) Reichenau, dan jalannya dikenal dengan nama Straße Reichenau-Friedland


 Foto ini berasal dari seri propaganda Nazi dan memperlihatkan para petinggi Third Reich sedang menonton sebuah pertunjukan di tribun VIP Staatsoper Unter den Linden (Berlin State Opera), dalam perayaan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 1939. Baris pertama dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 1), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), Lina Mathilde von Osten (istri Heydrich), dan SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei). Duduk di belakang Von Bock adalah SA-Gruppenführer Hanns Oberlindober (Reichsführer der Nationsozialistischen Kriegsopferversorgung e. V.), sementara di antara Hitler dan Von Brauchitsch adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler


 Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)


Acara peresmian patung dada Jenderal Erich Ludendorff di Ruhmeshalle (Hall of Fame) Zeughaus di Berlin pada tanggal 21 Mei 1939. Patung dada dari salah satu jenderal Jerman paling terkenal dalam Perang Dunia Pertama tersebut dibuat pada tahun 1917 oleh seniman Erich Manzel. Foto ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), Generalmajor Kurt von der Chevallerie (Chef der Zentralabteilung des Generalstab des Heeres), Mathilde Spiess (istri mendiang Erich Ludendorff), Charakter als Konteradmiral Hermann Lorey (tertutup oleh Halder, Direktor Reichsmarinesammlung in der Seemuseum Friedrich-Wilhelm-Universität), dan General der Artillerie Franz Halder (Oberquartiermeister I beim Oberkommando des Heeres)


Acara peresmian patung dada Jenderal Erich Ludendorff di Ruhmeshalle (Hall of Fame) Zeughaus di Berlin pada tanggal 21 Mei 1939. Patung dada dari salah satu jenderal Jerman paling terkenal dalam Perang Dunia Pertama tersebut dibuat pada tahun 1917 oleh seniman Erich Manzel. Foto ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Geh. Rat Prof. Dr. Hans Ludendorff (anak mendiang Erich Ludendorff), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), Mathilde Spiess (istri mendiang Erich Ludendorff), dan General der Artillerie Franz Halder (Oberquartiermeister I beim Oberkommando des Heeres). Di baris kedua duduk Generalmajor Kurt von der Chevallerie (Chef der Zentralabteilung des Generalstab des Heeres) dan Charakter als Konteradmiral Hermann Lorey (Direktor Reichsmarinesammlung in der Seemuseum Friedrich-Wilhelm-Universität)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Bersama Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Hitler, Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) pada wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia), 22 September 1939. Disini Hitler mendapat sambutan meriah para prajurit Wehrmacht. Di sebelah kirinya adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord) dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht); sementara di sebelah kanannya adalah Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps)


 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) di ruang kerjanya, dengan latar belakang foto Adolf Hitler di dinding, 6 April 1940. Tak lama setelah penguasaan Polandia, pada tanggal 12 Oktober 1939 Von Bock diberikan komando Heeresgruppe B yang berkekuatan 29 divisi (termasuk tiga divisi lapis baja). Mereka ditugaskan untuk bergerak menuju Negara-Negara Bawah guna memancing kekuatan utama Sekutu ke dalam perangkap yang telah disiapkan. Heeresgruppe B terdiri dari 18. Armee (Georg von Küchler) dan 6. Armee (Walther von Reichenau). Pada saat unitnya melibas Belanda di bulan Mei 1940, Von Bock berusaha untuk menghubungi mantan kaisar Jerman Wilhelm II yang berada dalam pengasingan di Doorn, tapi dia bahkan tak diizinkan untuk bertemu karena pasukan Jerman yang menjaga Doorn telah diinstruksikan oleh Hitler untuk mencegah kunjungan serupa tersebut dari sang Marsekal yang terkenal sebagai monarkis sejati!


 General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee) berbincang-bincang dengan atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), di Rijsoord (Ridderkerk/Belanda) selama berlangsungnya perundingan penyerahan negara penjajah Indonesia tersebut ke tangan Jerman tanggal 15 Mei 1940. Lokasi penyerahan berada di dalam bangunan sebuah sekolah (yang kini menjadi musium) dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Henri Winkelman. Foto oleh Hugo Jaeger


 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) menunjukkan sesuatu dengan tangannya kepada Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), sementara di belakang mereka melangkah keluar pintu Kepala Operasi 6. Armee yaitu - tarik nafas - Oberst Anton Reichard Hermann Friedrich Maria Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (mencret mencret dah mbacanya!). Foto ini diambil saat berlangsungnya Fall Gelb alias penyerbuan Jerman terhadap Negara-Negara Bawah serta Prancis. 6. Armee sendiri berada di bawah komando Heeresgruppe B


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) berbicara dengan jenderal Prancis Henri-Fernand Dentz di Place de la Concorde di hari jatuhnya Paris ke tangan Jerman, 14 Juni 1940. Di sebelah kanan Von Bock adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps, membelakangi kamera), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Para jenderal yang hadir dalam acara ini: 1) General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps); 2) General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee); 3) Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B); 4) General der Artillerie Emil Leeb? (Chef des Heereswaffenamt OKH); 5) Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B); dan 6) Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee). Dua orang perwira di kiri bukanlah jenderal meskipun mereka mengenakan strip merah di celananya, karena strip merah ini untuk menandakan anggota staff dan bukannya pasukan tempur


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Paling kiri adalah Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), sementara yang paling dekat dengan kamera adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Para perwira tinggi Wehrmacht di Arc de Triomphe dalam parade kemenangan Jerman di Paris tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), perwira Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), perwira Heer, General der Artillerie Walter Heitz (Kommandierender General VIII.Armeekorps), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), jenderal Luftwaffe tak dikenal, dan sisanya dua orang perwira staff Heer tak dikenal


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan kemungkinan Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Foto karya Hugo Jaeger ini diambil di pinggir jalan yang berada 20km dari kota Paris (Prancis) pada tanggal 15-16 Juni 1940. Rambu yang berada di belakang Von Lehndorff-Steinort menandakan adanya persimpangan di dekat tempat tersebut


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B, pangkat terakhir Generalfeldmarschall) bersama dengan para staffnya di Compiegne tak lama setelah pengumuman menyerahnya Prancis di tangan Jerman tanggal 21 Juni 1940. Paling kanan adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B, pangkat terakhir Generaloberst)

 
Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Berlin: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi ucapan selamat pada Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) yang berulang tahun ke-60 pada tanggal 3 Desember 1940. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Hansgeorg Schulze (Ordonanz-Offizier des Führers Adolf Hitler), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Engel tidak lupa membawa serta kotak pembungkus sebagai hadiah ultah buat Von Bock. Dari bentuknya yang persegi panjang kemungkinan besar bingkisan tersebut berisi dildo... Aaaaw!


 Para petinggi Nazi dan Wehrmacht menyaksikan sebuah pertunjukan opera terkenal karya Heinrich von Kleist yang berjudul "Der Prinz von Homburg" (Pangeran dari Homburg) yang dipentaskan di Grand Theatre Poznań (Teatr Wielki im. Stanisława Moniuszki w Poznaniu) dari tanggal 16 Maret 1941 s/d 23 Maret 1941. Pada saat itu gedung teater tersebut baru saja selesai direnovasi dan lakon karya Von Kleist merupakan pertunjukan pertama yang dipertontonkan disana. Duduk di baris depan dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Arthur Karl Greiser (Reichsstatthalter und Gauleiter der NSDAP im von den Deutschen besetzten Reichsgau Wartheland), dan Generalleutnant Hellmuth Bieneck (Kommandierenden General Luftgau-Kommando II di Poznań)


 

Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dia ditemani oleh Panglima Heeresgruppe B, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, yang berdiri di sebelah kanannya. Di hari pertama penyerbuan (22 Juni 1941), Heeresgruppe B nantinya dinamai ulang menjadi Heeresgruppe Mitte




Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dia ditemani oleh Panglima Heeresgruppe B, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, sementara yang mengikuti di belakang dengan adjutantschnur (tambang ajudan) adalah Oberstleutnant Fritz von Below (IIa Personalverwaltung Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)



Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dari kiri ke kanan: Von Brauchitsch, Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)


 Pertemuan para perwira tinggi Wehrmacht di tengah-tengah berlangsungnya invasi Jerman atas Rusia (Unternehmen Barbarossa). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte); Oberst i.G. Walther von Hünersdorff (Chef des Generalstabes Panzergruppe 3); Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber Panzergruppe 3); dan General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps). Foto diambil tanggal 8 Juli 1941 oleh Kriegsberichter Moosdorf (atau Mossdorf?) dari Propaganda-Kompanie 697 pada saat sedang berlangsungnya Pertempuran Smolensk


 Pertemuan para perwira tinggi Wehrmacht di tengah-tengah berlangsungnya invasi Jerman atas Rusia (Unternehmen Barbarossa). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte); Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber Panzergruppe 3); Oberst i.G. Walther von Hünersdorff (Chef des Generalstabes Panzergruppe 3); dan General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps). Foto diambil tanggal 8 Juli 1941 oleh Kriegsberichter Moosdorf (atau Mossdorf?) dari Propaganda-Kompanie 697 pada saat sedang berlangsungnya Pertempuran Smolensk


 Acara kunjungan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) ke Stabsquartier Heeresgruppe Mitte di Borisov (Belarusia) pada tanggal 4 Agustus 1941. Mengikuti di belakangnya adalah General der Artillerie Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsstabes im Oberkommando der Wehrmacht) yang baru keluar dari pintu, sementara yang memegang Interimstab (tongkat komando) di sebelah Hitler adalah Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte). Menunggu sang Führer sambil membukakan pintu mobil adalah salah seorang pelayannya, SS-Hauptsturmführer Heinz Linge. Dikatakan bahwa para perwira tinggi militer yang bertemu dengan Hitler di Stabsquartier Heeresgruppe Mitte membawa serta pistol mereka karena kekhawatiran akan datangnya serangan mendadak pasukan Rusia! Selain itu di atas jendela markas ditempatkan pula Scharfschütze (sniper) untuk menangkal setiap ancaman terhadap jiwa sang Führer


  Acara kunjungan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) ke Stabsquartier Heeresgruppe Mitte di Borisov (Belarusia) pada tanggal 4 Agustus 1941. Disini sang pemimpin Jerman duduk di sebelah supir pribadinya, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi belakang nongkrong Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte). Mobil yang tampak dalam foto ini kemungkinan besar adalah Mercedes-Benz W150 cabriolet


 Unternehmen Barbarossa: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) yang memakai jaket kulit (ledermantel) turun dari mobilnya untuk menghadiri rapat perang di Nikolskoye di bulan Oktober 1941. Rapat tersebut akan menentukan strategi yang akan diambil oleh pasukan Jerman dalam gerak maju ke Kota Moskow, dan sang Marsekal diberi kepercayaan oleh Hitler untuk menjadi penanggungjawab tertinggi operasi tersebut


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) menganugerahkan Eisernes Kreuz I klasse kepada Leutnant von Riedesel tanggal 26 Oktober 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa. Tidak ada keterangan nama perttama atau berasal dari unit mana si Riedesel ini, tapi kemungkinan dia dari 1. Kavallerie-Division karena di belakang Bock berdiri komandannya, Generalmajor Kurt Feldt. Disini sang Marsekal membawa serta Interimstab-nya


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan beriringan bersama dengan Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) di jalan setapak Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg/Prusia Timur) yang dipenuhi oleh salju, sementara di belakang mereka berjalan mengikuti Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht) serta SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Foto ini diambil pada tanggal 18 Januari 1942 saat Marsekal Von Bock baru saja dipanggil kembali untuk bertugas sebagai Panglima Heeresgruppe Süd menggantikan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang meninggal karena serangan jantung. Di Front Timur sendiri pasukan Wehrmacht sedang kewalahan menghadapi serangan balik pihak Rusia yang mempertahankan kota Moskow, dan kegagalan Von Bock di bulan-bulan sebelumnya dalam menggalang serbuan Jerman ke kota tersebut membuatnya dipecat oleh Hitler sebagai Panglima Heeresgruppe Mitte pada tanggal 19 Desember 1941, hanya berselang satu bulan sebelumnya!


 Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) mengintip front terdepan pertempuran di Semenanjung Kerch (Krim) menggunakan teropong gunting yang mempunyai nama resmi "Scherenfernrohr", sementara di sebelahnya berdiri Generalmajor Fritz Lindemann (Kommandeur 132. Infanterie-Division). Foto diambil pada bulan Mei 1942 di Front Timur


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) merundingkan sebuah strategi perang bersama dengan bawahannya, Generalmajor Hubert Lanz (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), tanggal 26 Mei 1942 pada saat berlangsungnya Pertempuran Kharkov Kedua yang berkobar selama 16 hari (12-28 Mei 1942). Pertempuran akbar tersebut melibatkan lebih dari satu juta orang tentara - yang merupakan gabungan dari kedua belah pihak - dan berakhir dengan kemenangan Pihak Poros. Tercatat 170.958 tentara Soviet yang terbunuh, hilang, dan menjadi tawanan, belum lagi 106.232 orang yang terluka. Pihak Jerman sendiri hanya kehilangan 20.000 orang prajuritnya yang menjadi korban


 Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) dalam sebuah foto studio yang diambil pada tanggal 30 Mei 1942. Pada saat itu pasukannya baru saja menghancurkan pasukan Rusia dalam Pertempuran Kharkov Kedua yang berkobar selama 16 hari (12-28 Mei 1942). Tapi Von Bock tidak dapat beristirahat lama karena berikutnya Pertempuran di wilayah Kursk menanti dalam gerak maju Heeresgruppe Süd ke kota Stalingrad. Karena dianggap memperlambat waktu penyerangan, pada tanggal 15 Juli 1942 Hitler secara resmi memberhentikan Von Bock dari posisinya dengan alasan sakit


 Acara kunjungan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Grossdeutschen Reiches) ke Stabsquartier Heeresgruppe Süd di Poltava pada tanggal 1 Juni 1942. Disini dia sedang bersalaman dengan Panglima Heeresgruppe Süd, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, sementara di latar belakang tampak beberapa anggota Begleitkommando (Pengawal Pribadi Hitler) yang sibuk runtang-runtung kesana kemari. Foto ini sendiri berlokasi di Feldflugplatz (Lapangan Udara) Poltava, meskipun tidak diketahui apakah diambil dalam rangka penyambutan atau pelepasan Hitler


Perundingan di markas besar Heeresgruppe Süd di Poltava tanggal 1 Juni 1942. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Rudolf Schmundt (Adjutant der Wehrmacht bei Hitler); Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2.Armee); Adolf Hitler; X; Generalfeldmarschall Fedor von Bock? (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd); Generaloberst Richard Ruoff (Oberbefehlshaber 17.Armee); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6.Armee); General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd); dan Generaloberst Alexander Löhr (Oberbefehlshaber 12.Armee). Peta di latar belakang memperlihatkan wilayah Kursk


Perundingan di markas besar Heeresgruppe Süd di Poltava tanggal 1 Juni 1942. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf Heusinger (Chef der Operationsabteilung des Generalstabes im Oberkommando des Heeres); General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd); Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2.Armee); Adolf Hitler; General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6.Armee); General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Kommandierender General III.Panzer-Korps); dan Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Foto oleh fotografer pribadi Hitler Walter Frentz


 Perundingan di markas besar Heeresgruppe Süd di Poltava tanggal 1 Juni 1942. Mengelilingi meja dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf Heusinger (Chef der Operationsabteilung des Generalstabes im Oberkommando des Heeres); Generaloberst Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Grossdeutschen Reiches); General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd); Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee); General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee); dan Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Membelakangi kamera di sebelah kanan adalah General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Kommandierender General III. Panzerkorps). Foto oleh fotografer pribadi Hitler Walter Frentz


 Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) memperhatikan saat pasukannya bergerak maju menuju front depan di Uni Soviet pada tanggal 26 Juni 1942. Di tangannya dia memegang sebuah interimstab yang merupakan tongkat komando sehari-hari marsekal Jerman (sementara untuk keperluan upacara khusus dipakai Marschallstab)


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Grossdeutschen Reiches) bersama dengan dua orang jenderalnya dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada tanggal 8 Juli 1942. Dari kiri ke kanan: Hitler, Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), dan Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd)


Fedor von Bock sebagai seorang Generalfeldmarschall. Jenderal berperawakan tinggi kurus ini jarang terlihat tersenyum serta mempunyai selera humor yang garing dan bahkan terkesan sinis. Sifatnya secara garis besar digambarkan sebagai ambisius, arogan, serta terus terang. Karena berasal dari keluarga militer dan telah mengenal dunia kemiliteran dari sejak usia dini, maka sang Marsekal menjelma menjadi orang yang berdisiplin tinggi serta mempunyai keinginan yang teguh tak tergoyahkan. Meskipun bukanlah seorang peramu strategi yang brilian, dia merupakan perwira yang penuh determinasi dalam menjalankan setiap tugas yang dibebankan kepadanya. Saat menjadi perwira tinggi di Reichswehr, Von Bock seringkali mendapatkan kehormatan untuk memberi wejangan pada para kadet prajurit Jerman yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. Dalam setiap pidatonya yang berapi-api, tema yang diusung Von Bock selalu sama: bahwa kejayaan terbesar bagi seorang prajurit Jerman serta tugsa sucinya yang terbesar adalah saat gugur dalam perjuangan membela tanah air. Karena kebiasaannya tersebut maka dia dijuluki sebagai "Der Sterber" (Sang Pengkhotbah/Penceramah) dan "Holy Fire of Küstrin" (Api Suci dari Küstrin, tempat kelahirannya)


Peringatan Mengenang Para Pahlawan Yang Gugur (Heldengedenktag) yang diselenggarakan tanggal 21 Maret 1943 di Berliner Zughaus. Repot dah kalo disebutin semua yang hadir disini, tapi setidaknya yang di baris depan saja yang dedengkot-dedengkot Third Reich-nya, dari kiri ke kanan: Reichskriegsopferführer Hanns Oberlindober, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, Generalfeldmarschall Erhard Milch, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Großadmiral Karl Dönitz, Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel, Reichsmarschall Hermann Göring dan Führer Adolf Hitler


Majalah TIME volume XXXVIII terbitan 8 Desember 1941 menampilkan Generalfeldmarschall Fedor von Bock sebagai sampulnya dengan latar belakang puing-puing. Tulisan di bawahnya berbunyi: "BOCK: MOSCOW'S ASSAILANT. In winter Napoleon retreated, but he attacked" (Bock, penyerbu Moskow. Di musim dingin Napoleon mundur, tapi dia malah menyerang)



 Untuk kedua kalinya Fedor von Bock mendapat kehormatan menjadi sampul majalah Kuncung eh Time edisi XII terbitan 21 September 1942. Tulisan di bawahnya berbunyi: "GENERAL FIELD MARSHAL FEDOR VON BOCK. Nazi blood also runs red" (Jenderal Marsekal Lapangan Fedor von Bock. Darah Nazi juga merah). Uniknya, pada saat majalah ini naik cetak, Von Bock sudah tidak lagi memegang posisi formil di Wehrmacht setelah menderita "sakit" yang membuatnya dinon-aktifkan pada tanggal 15 Juli 1942. Lukisan karya Boris Artzybasheff di atas terinspirasi dari foto INI



Marschallstab (Tongkat Marsekal) milik Generalfeldmarschall Fedor von Bock yang diberikan langsung oleh Adolf Hitler pada tanggal 19 Juli 1940 saat dia dipromosikan secara luar biasa menjadi Marsekal. Tidak ada keterangan dimana sekarang disimpannya. Setiap Marschallstab dibuat secara khusus menggunakan tangan dan berbeda pola dan ukirannya satu sama lain

---------------------------------------------------------------





























Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de

No comments: