Nama lengkap: Johannes Ferdinand Schörner
Panggilan/julukan: Blutiger Ferdinand (artinya "Ferdinand yang Berdarah" atau "Bloody Ferdinand" dalam bahasa Inggris) dan Ungeheuer in Uniform (artinya "Monster Beruniform" atau "Monster in Uniform"). Kedua panggilan ini muncul karena gaya kepemimpinannya yang sangat keras dan kejam selama Perang Dunia II, terutama di akhir perang ketika ia memerintahkan eksekusi langsung (Standgericht) terhadap prajurit yang dianggap desertir, termasuk menggantung mereka di pohon dengan plakat yang menyatakan "Ich bin ein Deserteur" atau alasan serupa, untuk menakut-nakuti yang lain agar tetap bertahan. Hal ini membuatnya sangat ditakuti oleh bawahannya sendiri, sementara Hitler dan beberapa pimpinan Nazi justru menganggapnya sebagai contoh disiplin yang fanatik.
Lahir: 12 Juni 1892 - Münich, Königreich Bayern (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 2 Juli 1973 - Münich, Bayern (Jerman Barat)
Nomor keanggotaan NSDAP: 9 624 400 (September 1943, retrospektif mulai 1 Januari 1943)
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Katolik
Orangtua: Ayah: Johann Schörner (seorang polisi / Polizist di Munich, Bavaria). Schörner lahir dari keluarga kelas menengah bawah (lower middle class) di Munich. Ibu: Anna Katharina Bauer (atau variasi nama serupa dalam beberapa catatan genealogi).
Saudara: Ia disebut sebagai anak tunggal, atau setidaknya tidak ada catatan saudara kandung yang menonjol dalam biografi utama.
Istri:Lieselotte Karboschensky (atau Karboschewsky / Karboschowsky dalam variasi ejaan; lahir 1909 – meninggal 8 April 1949). Mereka menikah pada 27 November 1927 di Berlin. Lieselotte adalah putri seorang industrialis (Industriellentochter) dari Berlin. Ia meninggal dunia pada 1949 (kemungkinan bunuh diri menurut beberapa sumber seperti ww2gravestone.com) saat Schörner masih ditahan di Uni Soviet (sejak 1945). Pernikahan ini berlangsung hingga kematiannya, dan Schörner tidak menikah lagi setelah dibebaskan.
Anak: tiga anak: dua putra dan satu putri. Anak sulung (putra tertua): Meninggal pada usia 20 tahun karena epilepsi bawaan (angeborene Epilepsie). Nama dan tahun kelahiran tepat tidak disebutkan secara publik, tapi kemungkinan lahir sekitar akhir 1920-an atau awal 1930-an. Dua anak lainnya (satu putra dan satu putri): Bertahan hidup, tapi nama dan detail pribadi mereka jarang dipublikasikan karena alasan privasi pasca-perang. Beberapa sumber genealogi seperti Geni.com menyebutkan Andreas Schorner (1929–2011) sebagai kemungkinan salah satu anak, tapi ini belum terkonfirmasi 100% sebagai anak Schörner (bisa kerabat lain dengan nama serupa).
Ciri fisik: Tinggi 180cm, warna mata abu-abu, warna rambut coklat. Schörner memiliki wajah persegi, rahang kuat, alis tebal, dan ekspresi wajah yang sering digambarkan sebagai keras, tanpa senyum, serta tatapan tajam yang membuatnya dijuluki "Ungeheuer in Uniform" (Monster Beruniform). Tubuhnya atletis dan berotot dari karir militer panjang (termasuk pengalaman gunung dan infanteri), meskipun di akhir perang ia tampak lebih kurus karena stres dan kondisi medan perang. Uniknya, Hitler secara pribadi mengomentari penampilan Schörner sebagai "menakutkan", dan berguna untuk mengintimidasi tamu diplomatik, yang menunjukkan bahwa ciri fisiknya memang menjadi bagian dari reputasinya sebagai pemimpin yang ditakuti!
Beförderungen (Promosi):
- 1 April 1912: Gefreiter
- 1 Agustus 1912: Unteroffizier
- 22 Mei 1913: Vizefeldwebel der Reserve
- 28 Agustus 1914: Offiziersstellvertreter
- 29 November 1914: Leutnant der Reserve
- 15 Juli 1918: Oberleutnant
- 1 Agustus 1926: Hauptmann
- 14 Agustus 1934: Major
- 16 Maret 1937: Oberstleutnant
- 27 Agustus 1939: Oberst
- 17 Desember 1941: Generalmajor
- 28 Februari 1942: Generalleutnant
- 15 Mei 1942: General der Gebirgstruppe
- 20 Mei 1944: Generaloberst
- 5 April 1945: Generalfeldmarschall
Karriere (Karir):
- Oktober 1911: Masuk Tentara Bavaria sebagai sukarelawan satu tahun di Infanterie-Leib-Regiment Bavaria.
- 1914-1918: Bertugas di Perang Dunia I, bertempur di Front Barat, Alpen Italia, dan Serbia; terluka beberapa kali; menjadi komandan kompi pada September 1916.
- April 1919: Bergabung dengan Freikorps Epp melawan Republik Soviet Munich dan pemberontakan komunis di Ruhr.
- 1 Oktober 1919: Diambil alih sebagai Oberleutnant di Reichswehr sementara, ditugaskan ke Reichswehr-Schützen-Regiment 41.
- Musim semi 1920: Tetap di resimen yang sama di tentara transisi 200.000 orang.
- Pembentukan tentara 100.000 orang: Diambil alih ke 19. (Bayerisches) Infanterie-Regiment sebagai perwira kompi.
- 1 Oktober 1923: Dipindah ke 3. Eskadron 17. (Bayer.) Reiter-Regiment di Ansbach; dikirim untuk pelatihan pembantu pemimpin di staf Divisi 7 di Munich, berpartisipasi dalam penumpasan Putsch Hitler.
- 1 Oktober 1924: Dipindah kembali ke 1. Kompanie 19. (Bayer.) Infanterie-Regiment di Munich.
- 1 Oktober 1925: Dipindah ke Reichswehrministerium di Berlin untuk tahun kedua pelatihan pembantu pemimpin di Heeres-Ausbildungsabteilung (T 4).
- 1 Oktober 1926: Dipindah sementara ke 21. (Bayer.) Infanterie-Regiment.
- 1 November 1926: Ditunjuk sebagai kepala 16. Kompanie 19. (Bayer.) Infanterie-Regiment di Landshut.
- 1 Februari 1929: Menyerahkan komando 16. Kompanie; menjadi kepala 10. Kompanie di Kempten.
- 1 Oktober 1931: Dipindah ke 8. (MG.) Kompanie di Augsburg; dikirim sebagai instruktur taktik ke Infanterieschule Dresden, kemudian dipindah ke sana.
- 1 Oktober 1934: Ditunjuk sebagai ajudan Infanterieschule Dresden saat ekspansi Reichswehr menjadi Wehrmacht.
- Musim semi 1935: Menjadi ajudan Kriegsschule Dresden.
- 1 Oktober 1936: Dipindah ke Reichskriegsministerium di Berlin sebagai pemimpin kelompok di 3. Abteilung des Generalstabs des Heeres.
- 12 Oktober 1937: Mengambil alih komando Gebirgs-Jäger-Regiment 98.
- Mobilisasi Perang Dunia II: Memimpin resimen dalam Kampanye Polandia.
- Awal 1940: Bertanggung jawab atas pembentukan 6. Gebirgs-Division; memimpin divisi dalam Kampanye Prancis.
- 1941: Memimpin divisi dalam Kampanye Balkan (menembus Metaxas-Linie Yunani) dan Operasi Barbarossa; divisi ditugaskan ke sektor Arktik di Front Timur.
- 15 Januari 1942: Mengambil alih komando XIX. Gebirgskorps (sebelumnya Gebirgskorps Norwegia) sebagai pengganti Eduard Dietl.
- 1 Juni 1942: Ditunjuk sebagai kommandierender General XIX. Gebirgskorps di Finlandia dan Norwegia; terlibat dalam serangan gagal ke Murmansk dan perang buntu.
- Akhir Oktober 1943: Menyerahkan komando korps.
- November 1943: Mengambil alih komando XXXX. Panzerkorps di Front Timur di Ukraina.
- 2 Maret 1944: Mengambil alih komando 17. Armee.
- 30 Maret 1944: Ditunjuk sebagai oberbefehlshaber Heeresgruppe Südukraine; mengawasi mundur dari Sungai Dniester di Rumania dan evakuasi terlambat Sevastopol.
- 20 Juli 1944: Ditunjuk sebagai kommandeur Heeresgruppe Nord (kemudian diganti nama menjadi Heeresgruppe Kurland); mempertahankan Kurland dalam empat pertempuran.
- 20 Januari 1945: Ditunjuk sebagai oberbefehlshaber Heeresgruppe A (diganti nama menjadi Heeresgruppe Mitte pada 25 Januari); mempertahankan Cekoslowakia dan Sungai Oder.
- 30 April 1945: Ditunjuk oleh Hitler sebagai Oberbefehlshaber des Heeres hingga penyerahan Reich pada 8 Mei 1945.
- 8 Mei 1945: Melarikan diri ke Austria; menyerah kepada pasukan Amerika pada 18 Mei; diekstradisi ke Soviet.
Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
- Eisernes Kreuz II. Klasse: 22 Desember 1914
- Königlich Bayerischer Militärverdienst-Orden mit Schwertern: 11 Oktober 1915
- Österreichisches Militärverdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration: 20 April 1916
- Eisernes Kreuz I. Klasse: 27 Januari 1917
- Bayerischer Militärverdienstorden IV. Klasse mit Schwertern und Krone: 24 Oktober 1917
- Pour le Mérite: 5 Desember 1917
- Erinnerungszeichen an die Goldene Hochzeit des Königspaares (Bayern): 20 Februari 1918
- Chilenischer Verdienstorden, Offizierskreuz: 1933
- Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse hingga II. Klasse: 2 Oktober 1936
- Orden der Krone von Italien (Komtur): 2 Agustus 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938: 8 November 1938
- Wiederholungsspange (1939) zum Eisernen Kreuz II. Klasse (1914): 12 September 1939
- Wiederholungsspange (1939) zum Eisernen Kreuz I. Klasse (1914): 20 September 1939
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 20 April 1941
- Bulgarischer St. Alexander-Orden II. Klasse mit Schwertern: 15 Juli 1941
- Finnisches Freiheitskreuz I. Klasse mit Eichenlaub: 1 Juli 1942
- Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42: 20 Agustus 1942
- Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP: 30 Januari 1943
- Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 17 Februari 1944
- Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub: 28 Agustus 1944
- Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern: 1 Januari 1945
- Verwundetenabzeichen (1918) in Weiß: Tanggal tidak diketahui
- Ärmelband Kurland: Tanggal tidak diketahui
- Ehrenkreuz für Frontkämpfer: Tanggal tidak diketahui
-----------------------------------------------------------------------------------
Ferdinand Schörner (12 Juni 1892 – 2 Juli 1973) adalah seorang komandan militer Jerman yang mencapai pangkat Generalfeldmarschall dalam Wehrmacht pada masa Jerman Nazi selama Perang Dunia II. Ia memimpin beberapa Grup Tentara di Front Timur dan menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Darat Jerman (Oberbefehlshaber des Heeres) yang terakhir serta orang terakhir yang dipromosikan ke pangkat Marsekal Lapangan dalam Wehrmacht.
Schörner dikenal sebagai pendukung fanatik Nazisme dan terkenal karena kekejamannya yang ekstrem, baik terhadap musuh maupun prajuritnya sendiri. Ia sering disebut "Bloody Ferdinand" atau "Butcher" oleh prajurit Jerman karena kebiasaannya mengeksekusi desertir, penjarah, atau siapa pun yang dianggap melemahkan disiplin secara langsung tanpa proses hukum yang panjang. Pada akhir perang, ia menjadi komandan favorit Adolf Hitler.
Ferdinand Schörner lahir pada 12 Juni 1892 di München, Kerajaan Bavaria, Kekaisaran Jerman. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sempat menempuh pendidikan untuk menjadi guru sebelum memilih karier militer.
Pada 1911 ia bergabung dengan Angkatan Darat Bavaria. Selama Perang Dunia I, Schörner bertugas sebagai perwira junior, terutama di Front Italia. Ia berpartisipasi dalam Pertempuran Caporetto (1917) dan atas keberanian serta kepemimpinannya ia dianugerahi Pour le Mérite, penghargaan militer tertinggi Kekaisaran Jerman pada masa itu.
Setelah perang berakhir, ia tetap berada di militer dan bergabung dengan Reichswehr (angkatan bersenjata Republik Weimar yang dibatasi Perjanjian Versailles).
Schörner dengan cepat beradaptasi dengan rezim Nazi dan menunjukkan loyalitas tinggi terhadap ideologi partai. Pada 1937 ia memimpin Resimen Gunung ke-98.
Invasi Polandia (September 1939): memimpin resimen gunung.
Kampanye Balkan dan Yunani (1941): sebagai komandan Divisi Gunung ke-6, ia memainkan peran penting dalam menerobos Garis Metaxas di Yunani, sehingga dianugerahi Knight's Cross of the Iron Cross.
Pada Juni 1941, Divisi Gunung ke-6-nya ikut serta dalam Operasi Barbarossa (invasi Uni Soviet).
Schörner menghabiskan sebagian besar Perang Dunia II di Front Timur, di mana ia dikenal karena taktik pertahanan keras dan pendekatan tanpa kompromi:
Pada 20 Mei 1944 ia menjadi Generaloberst (Jenderal Kolonel). Pada 5 April 1945, Hitler mempromosikannya menjadi Generalfeldmarschall – promosi terakhir ke pangkat ini dalam sejarah Wehrmacht.
Pada 30 April 1945 (sesuai wasiat terakhir Hitler), Schörner ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Jerman (meskipun hanya bersifat nominal karena kekalahan sudah tidak terelakkan).
Pada awal Mei 1945, setelah kematian Hitler, Schörner terus memerintahkan perlawanan di wilayah Bohemia dan pegunungan di Cekoslowakia meskipun sebagian besar pasukan Jerman telah menyerah. Ia dikenal mengeksekusi ratusan prajuritnya sendiri yang mencoba menyerah atau mundur.
Pada 8 Mei 1945 (hari penyerahan Jerman), Schörner meninggalkan pasukannya, menyamar sebagai petani Tirol, dan menyerahkan diri kepada pasukan Amerika Serikat (Divisi Infanteri ke-42). Ia kemudian diserahkan kepada Soviet.
Uni Soviet menahannya sebagai tahanan perang selama bertahun-tahun. Pada 1955 ia dibebaskan dan dikirim ke Jerman Timur. Di sana ia sempat dipekerjakan dalam posisi militer/polisi oleh pemerintah DDR, meskipun kemudian ditahan lagi.
Pada 1950-an akhir hingga 1960-an, Schörner juga ditahan oleh otoritas Jerman Barat karena tuduhan kejahatan perang dan eksekusi ilegal terhadap prajurit Jerman sendiri. Ia dihukum penjara beberapa kali, meskipun masa tahanan terakhirnya relatif singkat.
Ferdinand Schörner meninggal dunia pada 2 Juli 1973 di München, Jerman Barat, pada usia 81 tahun.
Ia tetap menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam sejarah militer Jerman karena fanatisme Nazinya yang ekstrem, kekejaman terhadap prajurit sendiri (eksekusi ratusan hingga ribuan desertir dan "melemahkan semangat"), loyalitas buta hingga akhir perang, serta statusnya sebagai Marsekal Lapangan terakhir Wehrmacht.
Schörner sering disebut sebagai contoh ekstrem dari jenderal Nazi yang mengutamakan ideologi di atas nyawa prajurit dan logika militer.
Sumber:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ferdinand_Sch%C3%B6rner
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/S/SchoernerF-R.htm
- https://www.tracesofwar.com/persons/360/Sch%C3%B6rner-Ferdinand.htm
- http://de.metapedia.org/wiki/Sch%C3%B6rner,_Ferdinand
- https://forum.axishistory.com/ (berbagai thread terkait promosi, karir, dan penghargaan)
- https://www.geni.com/people/Ferdinand-Sch%C3%B6rner/6000000010459367055

No comments:
Post a Comment