Friday, October 3, 2014

Foto Wilhelm Mohnke

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001) sampai detik ini digolongkan sebagai salah satu perwira militer Jerman yang paling setia pada Hitler. Dia telah membuktikan kemampuannya berkali-kali dalam pertempuran sengit di berbagai front. Saat dia ditunjuk untuk terakhir kalinya oleh Sang Führer agar menempati posisi sebagai "penyelamat Berlin" dengan menjadi komandan garis pertahanannya, Mohnke menyadari bahwa itu adalah sebuah usaha yang sia-sia belaka, tapi dia tetap mengemban tanggungjawab tersebut dengan mengerahkan seluruh daya dan kemampuannya. Semata karena usahanya yang tidak kenal lelah lah yang membuat banyak prajurit dan warga sipil Jerman mampu meloloskan diri dari kepungan raksasa Tentara Merah di hari-hari terakhir Perang Dunia II di Eropa. Untuk biografi singkat Wilhelm Mohnke bisa dilihat DISINI!


 Maret/April 1933: delapan dari 117 sukarelawan pertama anggota SS-Stabswache Berlin yang difoto di depan barak mereka di Friesenstrasse (Berlin-Kreuzberg) yang merupakan tempat bermarkas mereka yang pertama. Pada akhir bulan April tahun yang sama mereka dipindahkan ke Kadettenanstalt di Berlin-Lichterfelde. Dari kiri ke kanan: Wilhelm "Willi" Montel (lahir 22 Juni 1909), Rolf Picker (23 Januari 1912), Hans Collani (13 Desember 1908), Wilhelm "Willi" Riestler (7 Mei 1911), Theodor "Teddy" Wisch (13 Desember 1907), Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911), Fritz Witt (27 Mei 1908), dan Hans Stein (21 Desember 1911)


 SS-Truppführer Wilhelm Mohnke (seragam hitam) memimpin para anggota 3.Lehrsturm / SS-Stabswache Berlin dalam sebuah parade di Zossen, bulan Mei 1933. Perwira polisi yang berbaris bersamanya adalah Polizeiwachtmeisters Hugo Ullerich, anggota kepolisian Negara Bagian Prusia yang nantinya menjadi Komandan SS-Flak-Abteilung 1 Leibstandarte SS Adolf Hitler. Perhatikan bahwa Mohnke dan anakbuahnya tidak mengenakan armband swastika dan juga ärmelstreifen (cufftitle)! Ini karena pada awal pembentukannya, Sepp Dietrich (Komandan SS-Stabswache Berlin) menginginkan unitnya sebagai kepanjangan tangan dari militer dan bukannya partai - suatu hal yang menyebabkan friksi terus menerus antara dirinya dengan Panglima SS Heinrich Himmler


Wilhelm Mohnke di foto dari tahun 1933 saat baru diangkat sebagai SS-Hauptsturmführer (1 Oktober 1933). Dia merupakan salah satu dari 120 orang anggota pertama SS-Stabswache "Berlin" (cikal-bakal Leibstandarte SS Adolf Hitler) yang dibentuk bulan Maret 1933. Setelah Adolf Hitler menjadi Reichskanzler Jerman bulan Januari 1933, Markas SS di Berlin meminta setiap resimen SS (SS Standarte) untuk memasukkan masing-masing tiga nama dari prajurit terbaik mereka untuk dipindahtugaskan ke unit penjaga pribadi Hitler. Mohnke terpilih menjadi salah satunya bulan Maret 1933. Dia ditempatkan di SS-Stabswache Berlin yang menempatkan penjaga pertamanya ke kawasan Reichskanzlei (Kantor Kanselir) tanggal 8 Mei 1933. Di bulan September 1933 unit tersebut dikenal dengan nama SS-Sonderkommando Berlin. Dalam foto ini SS-Hauptsturmführer Mohnke mengenakan stahlhelm M18


Wilhelm Mohnke berfoto bersama dengan dua ekor anjing sambil mengenakan baju olahraga khusus yang didesain untuk para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler . Baju berwarna hitam berbentuk sweater ini dilengkapi dengan lambang Adler (elang) di bagian dada, dan biasanya digunakan saat berlari, jogging, atau olahraga ringan lainnya. Sweater semacam ini umum digunakan oleh klub-klub olahraga di masa Third Reich, sementara untuk versi LSSAH-nya sendiri dia dibuat di Berlin (kota asal unit tersebut) dengan bentuk "torolastic" yang khas. Penampakan lain dari baju olahraga LSSAH semacam ini bisa dilihat DISINI dan DISINI


 Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Prancis bulan Juli 1940, tak lama setelah kesuksesan Blitzkrieg di Barat (Fall gelb). Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Friedrich "Fritz" Beutler (Adjutant II.Sturmbann / LSSAH), SS-Obersturmbannführer der Reserve Walter Staudinger (Kommandeur Artillerie-Regiment LSSAH), SS-Hauptsturmführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / LSSAH), dan SS-Untersturmführer Martin Fälschlein (Adjutant Artillerie-Regiment LSSAH)


Tiga orang perwira Waffen-SS dari Leibstandarte sedang ngadu huntu, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, SS-Hauptsturmführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / Leibstandarte SS Adolf Hitler) dan SS-Hauptsturmführer Otto Baum (Chef 7.Sturm / II.Sturmbann / Leibstandarte SS Adolf Hitler). Foto diambil di Prancis musim panas tahun 1940 antara tanggal 15 Juni 1940 (Baum mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse) sampai dengan tanggal 1 September 1940 (Mohnke naik pangkat menjadi SS-Sturmbannführer). Saat Jerman melancarkan invasi ke Barat tahun 1940, Baum ikut berpartisipasi dalam perebutan Rotterdam dan Haug di pertengahan bulan Mei, lalu dilanjutkan dengan mengejar pasukan Inggris sampai ke Dunkirk. Mohnke yang menjadi atasan Baum memuji habis anakbuahnya tersebut dalam evaluasinya seusai pertempuran. Dia menggambarkan Baum sebagai "komandan kompi kelas satu yang kemampuannya terlihat jelas dalam kampanye militer di Polandia dan Barat. Kepemimpinannya yang penuh perhitungan di segala situasi menghasilkan sikap yang menjadi panutan bagi pasukan yang dipimpinnya serta menjadi pembuktian dari kemampuannya yang melebihi apa yang diharapkan". Sebagai tambahan, disebutkan pula fakta bahwa Baum hanya mempunyai waktu latihan sebentar saja bersama dengan unit yang dipimpinnya sebelum terjun ke medan pertempuran, sesuatu yang membuat kesuksesannya menjadi makin istimewa! Evaluasi ini membuat Baum kemudian dipercaya untuk memimpin unit yang setingkat lebih tinggi: batalyon.


 Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) berpose beramai-ramai di depan Istana Versailles, Prancis, tak lama setelah kesuksesan operasi militer Wehrmacht di Barat tahun 1940 (Fall Gelb). Foto ini diambil tanggal 17 Juli 1940 tak lama setelah upacara penganugerahan Eisernes Kreuz I.Klasse. Beberapa wajah diantaranya bisa dikenali: 1. SS-Oberscharführer Fritz Bügelsack (Panzerspähzug / LSSAH), 2. SS-Hauptsturmführer Alexander Sukkau (Chef 10.Batterie / SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 3. SS-Hauptsturmführer Wilhelm Weidenhaupt (Chef 10.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH), 4. SS-Hauptsturmführer Otto Baum (Chef 7.Sturm / II.Sturmbann / LSSAH), 5. SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / LSSAH), 6. SS-Hauptsturmführer Georg "Schonberger" Schönberger (Chef Panzersturm-Batterie / LSSAH), 7. SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH), 8. SS-Standartenführer August-Wilhelm Trabandt (Kommandeur III.Sturmbann / LSSAH), 9. SS-Obersturmbannführer Martin Kohlroser (Kommandeur I.Sturmbann / LSSAH), 10. SS-Sturmbannführer Wilhelm Keilhaus (Ia Erster Generalstabsoffizier LSSAH), 11. SS-Obersturmbannführer der Reserve Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 12. SS-Hauptsturmführer Herbert Garthe (Chef 12.MG-Sturm/ III.Sturmbann / LSSAH), dan 13, SS-Oberscharführer Erich Grätz (Gruppenführer di 11.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH). Sebagai tambahan, SS-Hauptsturmführer Kurt Meyer (Chef 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) berada di baris kedua antara no.7 dan no.8; SS-Obersturmführer Hugo Kraas (Zugführer II / 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.2; SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur IV.Wachtbataillon / LSSAH) di baris ketiga di belakang no.3; serta SS-Obersturmführer Albert Frey (Chef 9.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.5


Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 1. Armee), SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto ini kemungkinan besar diambil tahun 1940 di Prancis setelah Jerman menguasai negara tersebut


 
Upacara penganugerahan medali bagi para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Metz, Prancis, tanggal 9 September 1940 yang diadakan setelah kesuksesan Blitzkrieg di front Barat. Di sebelah kiri berdiri memperhatikan SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II. Bataillon LSSAH), sementara yang memberi hormat Nazi kepada SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH) adalah peraih Ritterkreuz SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur III. Bataillon LSSAH) yang nantinya menjadi komandan pertama 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Paling kanan adalah SS-Hauptsturmführer Albert Frey (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon LSSAH), sementara antara Frey dan Witt kemungkinan besar adalah SS-Hauptsturmführer Erwin Horstmann (Chef 10.Kompanie / III.Bataillon LSSAH)


Komandan Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich, sedang menganugerahkan Eiserne Kreuz kelas pertama dan kedua kepada para prajuritnya yang berprestasi dalam invasi Jerman ke Negara-Negara Bawah dan Prancis tahun 1940 (upacara penganugerahannya sendiri diadakan di Metz, Prancis, tanggal 9 September 1940). Di sebelah kiri adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke, yang nantinya akan menjadi komandan pertahanan Berlin di akhir perang (yang sudah menonton film DOWNFALL pasti tahu!). Foto oleh Karl-Gustav Lerche


 Pada hari pertama penyerbuan ke Yugoslavia tanggal 6 April 1941, Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler) terluka parah di bagian kaki akibat serangan udara Sekutu. Dokter yang memeriksanya memutuskan untuk mengamputasi kakinya, tapi Mohnke menolak keras (ingat film "Dances With Wolves"?). Luka-lukanya begitu parah sehingga tetap ada bagian kakinya yang "dihilangkan". Selama delapan bulan masa perawatan ini Mohnke dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1941. Foto ini diambil di depan pintu gerbang Finckensteinallee di barak Lichterfelde. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Leo von Jena (Berliner Standortkommandant der Waffen-SS), kemungkinan SS-Hauptsturmführer Wilhelm Kment (Chef 1.Kompanie / SS-Kradschützen-Bataillon 2 / SS-Division [motorisiert] "Reich"), SS-Obersturmbannführer Otto Jungkunz (Kommandeur SS-Abschnitt VIII), kemungkinan SS-Obersturmbannführer Werner Ostendorff (Ia Ernster Generalstabsoffizier SS-Division [motorisiert] "Reich"), SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (memakai kruk), dan dua orang ajudan yang tak diketahui namanya


 SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (memakai kruk) menemani SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Leo von Jena (Berliner Standortkommandant der Waffen-SS) saat menginspeksi pasukan SS di Barak Lichterfelde, akhir tahun 1941. Mohnke baru saja dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1941 sebagai penghargaan atas peran sertanya dalam invasi Jerman ke Yugoslavia bulan April 1941, alias delapan bulan sebelumnya. Padahal dalam operasi tersebut Mohnke tidak sempat beraksi karena keburu terluka parah di hari pertama sehingga harus dirawat selama berbulan-bulan! Atas inisiatif dari Komandan Leibstandarte Sepp Dietrich lah maka sang perwira dianugerahi DKiG


Medali dan penghargaan yang diraih oleh Wilhelm Mohnke selama karir militernya sebagai perwira SS: SS-Zivilabzeichen Nr. 10362; Abzeichen des SA-Treffens Braunschweig 1931 (1931); Julleuchter der SS (16 Desember 1935); Deutsche Reitersportabzeichen in Bronze,; SA-Sportabzeichen in Gold; Deutsches Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse (23 Desember 1936); Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 November 1939); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 Februari 1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (3 Oktober 1940); Infanterie Sturmabzeichen in Bronze (3 Oktober 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (15 September 1941); Deutsches Kreuz in Gold (26 Desember 1941); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV.Stepen 1.Klas Bulgaria (1942); Verwundetenabzeichen in Gold (Juli 1944); Ungarische Silberne Ritterkreuz VO; Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze; SS-Dienstauszeichnungen 12 jahr; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Juli 1944)


 
Para staff dari 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" berfoto bersama tanggal 28 Mei 1943, di acara perayaan ultah komandan divisi Sepp Dietrich yang ke-51. Identifikasi:1.SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister); 2.SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1); 3.SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Führer SS-Sanitäts-Abteilung 1); 4.SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 5.SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Sepp Dietrich (Kommandeur 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"); 6.SS-Hauptsturmführer Hermann Weiser (Chef 2.Kompanie/SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 7.SS-Sturmbannführer Alfred Bludau (Führer SS-Wirtschafts-Bataillon 1); 9.SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Führer SS-Nachschub-Deinst 1); 10.SS-Hauptsturmführer Hans Becker (Chef 2.Kompanie/I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 11.? ; 12.SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Führer SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 13.SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 14.SS-Sturmbannführer Albert Frey (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 15.SS-Sturmbannführer Rudolf Sandig (Führer II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 16.SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Führer SS-Flak-Abteilung 1); 17.? ; 18.? ; 19.? ; 20.? ; 21.? ; 22.SS-Hauptscharführer Alfred Günther (Zugführer 1.Batterie/SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 23.SS-Sturmbannführer Rudolf Lehmann (Ia Erster Generalstabsoffizier); 24.? ; 25.? ; 26.SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Führer sementara III.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 27.? ; 28.? ; 29.? ; 30.? ; 31.? ; 32.? ; 33.? ; 34.SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1). Selain itu, baris pertama yang berdiri paling kanan adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Führer SS-Ersatz-Bataillon 1); yang muka dan badannya total tertutupi oleh Kurt Meyer adalah SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2); dan yang berdiri di sebelah kanan Hubert Meyer (tanpa nomor) adalah SS-Sturmbannführer Erich Maas (Ic Dritter Generalstabsoffizier)



Para perwira SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte Adolf Hitler" di acara ulangtahun yang ke-51 sang Divisionskommandeur, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon 1), SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklarürungs-Abteilung 1), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Kommandeur SS-Sanitäts-Abteilung 1), dan SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2). Perhatikan Meyer yang mencoba "ngabodor" dengan menjulurkan lidah di belakang Besuden!


Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") dan SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"). Foto ini kemungkinan besar diambil antara tanggal 21 Juni 1943 (Mohnke naik pangkat menjadi SS-Obersturmbannführer) s/d 1 juli 1943 (Witt naik pangkat menjadi SS-Oberführer), beberapa hari sebelum ketiga orang ini ditarik untuk menangani 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk


 SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-regiment 26) berjabat tangan dengan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), sementara - dari kiri ke kanan - memperhatikan SS-Sturmbannführer Karl Bartling (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12), dan SS-Sturmbannführer Arnold Jürgensen (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12). Foto ini diambil dalam acara kunjungan Dietrich dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West)  ke Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia) yang menjadi lokasi pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" tanggal 3 Maret 1944


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Disini sang Marsekal sedang menginspeksi sebuah Sd.Kfz.251/16 yang dilengkapi dengan proyektor penyembur api, diiringi oleh para perwira Divisi Hitlerjugend. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), Gerd von Rundstedt, Sepp Dietrich, dan SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26)



 Acara ulang tahun SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") ke-36 yang berlangsung tanggal 27 Mei 1944 di Tillierès-sur-Avre, Prancis. Setelah pemberian hadiah (lihat foto sebelumnya), kini para perwira Divisi Hitlerjugend berpose bersama di depan kamera. Baris pertama/depan: ? , ? , SS-Sturmbannführer Horst Schürer (Ordonanz-Offizier), SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisions-adjutant), SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Oberführer Fritz Witt (Divisions-Kommandeur), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-regiment 26), SS-Obersturmbannführer Fritz Schroeder (Kommandeur SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), dan SS-Hauptsturmführer Siegfried Rothemund (IIa Generalstabsoffizier). Baris kedua: SS-Hauptsturmführer Gerd von Reitzenstein (Chef 5.Kompanie/SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12),  SS-Sturmbannführer Artur Manthey (Abteilung V Divisions-Ingenieur), SS-Sturmbannführer Erich Pandel (Kommandeur SS-Panzer-Nachrichten-Abteilung 12), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Hauptsturmführer Hubert Meyer (Ia 1. Generalstabsoffizier einer höheren Dienststelle - Leiter der Führungsabteilung), SS-Sturmbannführer Fritz Buchsein (IIa Generalstabsoffizier), dan SS-Hauptsturmführer Albert "Papa" Schuch (Kommandeur Stabquartier Adjudantur-Abteilung). Baris ketiga: SS-Sturmbannführer Hermann Weiser (Korps-Adjutant), SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12), SS-Sturmbannführer Siegfried Müller (Kommandeur SS Panzer-Pionier-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Kommandeur II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Jakob Hanreich (Kommandeur SS Panzerjäger-Abteilung 12), dan SS-Obersturmführer Heinz Ritzert (Chef 15.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Baris keempat: SS-Hauptsturmführer Georg Urabl (Kommandeur SS Feldersatz-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Dr. Wilhelm Kos (IVa Divisions-Intendant), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Rolf Kolitz (Kommandeur SS-Panzer-Nachschubtruppen 12)


Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Dr.med. Hermann Besuden (Korpsarzt I.SS-Panzer-Korps), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12). Kasihan si anjing gembala Jerman, dia satu-satunya yang tak dikalungi medali sehingga ekornya pun sampai tumbuh di kepala! Wkwkwkwk sebenarnya itu adalah dua Schäferhund yang kebetulan tertangkap kamera dalam posisi yang berdempetan. Yang satu adalah Patra (anjingnya Fritz Witt), sementara satunya lagi adalah anjingnya Kurt Meyer. Foto ini diambil di acara ulangtahun Witt yang ke-36 yang dirayakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, tanggal 27 Mei 1944


 SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26) bersama dengan anakbuahnya dalam Pertempuran Normandia, bulan Juni 1944. Dalam foto ini, Mohnke - dan SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25) di belakang - mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia, yang memang banyak dikenakan oleh perwira dari Divisi SS Hitlerjugend di Normandia. Sementara itu, bocah yang duduk di bawah mengenakan kamuflase SS-Erbsenmuster (dot pattern). Dienstgradabzeichen (tanda kepangkatan) di lengan Mohnke sendiri menunjukkan pangkat SS-Obersturmbannführer, sehingga bisa disimpulkan bahwa foto ini diambil di kurun waktu antara tanggal 6 Juni 1944 (pendaratan Sekutu di Normandia) sampai dengan tanggal 21 Juni 1944 (kenaikan pangkat Mohnke menjadi SS-Standartenführer)


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" mendiskusikan situasi pertempuran terkini sekaligus cara menangkal serangan Sekutu dengan menggunakan bantuan peta. Foto diambil di Normandia bulan Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25) dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Uniknya, mereka semua mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia yang banyak dikenakan oleh perwira dari Divisi SS Hitlerjugend di Normandia



Diambil dari cuplikan berita film "Die Deutsche Wochenschau" dan memperlihatkan upacara penganugerahan Ritterkreuz tanggal 11 Juli 1944 untuk dua orang perwira 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berprestasi: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dua foto di atas memperlihatkan saat Mohnke (yang berbalut perban) dikalungi Ritterkreuz oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), sementara Prinz memperhatikan di kiri (foto kedua). Ikut hadir komandan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", Kurt Meyer (kanan), dan Komandan SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend", Max Wünsche(tengah)


Setelah upacara penganugerahan medali selesai, kini giliran kedua orang Ritterkreuzträger anyar berpose bersama yang lainnya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"); SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte") melakukan kunjungan pada markas 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Normandia pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang diadakan pada tanggal 28 Juli 1944. SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26) dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12) yang merupakan mantan anakbuah Dietrich di Divisi SS Leibstandarte terlihat berbincang-bincang dengannya dan mengantarnya pergi


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" berfoto bersama di Normandia tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Olboeter. Menariknya, ketiganya mengenakan pakaian berbahan kain kamuflase Italia Telo Mimetico M29 (Olboeter celananya saja yang mempunyai dua kantong besar di bagian depan). Meyer juga membungkus fernglas-nya dengan kain goni tebal!


 SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse sekaligus(!) kepada salah seorang bintaranya, SS-Unterscharführer Heinz Degenhardt. Upacara penganugerahan yang diadakan di Normandia musim panas tahun 1944 tersebut tampaknya dilakukan tak lama setelah aksi heroik Degenhardt dalam pertempuran dimana sang prajurit berprestasi tak sempat untuk beristirahat sehingga kelelahan serta rasa ngantuk kentara sekali terlihat di wajahnya! Aksi Mohnke menepuk pipi Degenhardt merupakan perlambang kasihsayang sekaligus terimakasih sang komandan kepada anakbuahnya. Praktek yang sama dilakukan juga oleh Adolf Hitler. Degenhardt (kelahiran 30 Mei 1925) nantinya gugur dalam pertempuran melawan pasukan Inggris di Arnhem tanggal 6 Oktober 1944


 Mugshot SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke saat menjadi tawanan Rusia. Wajahnya tampak berbeda dengan tambahan kumis dan janggut! Setelah menyerah di Berlin, Mohnke dan beberapa perwira senior Jerman lainnya dijamu makan malam mewah oleh Kepala Staff 8th Guards Army Soviet. Dia kemudian diserahkan pada NKVD. Pada tanggal 9 Mei 1945 Mohnke diterbangkan ke Moskow untuk interogasi lanjutan sekaligus menjalani masa kurungan selama enam tahun di penjara Lubjanka. Dari sana Mohnke dipindahkan lagi ke Penjara Umum di Woikowo (Voikovo). Dia tetap menjalani masa penawanan sampai dengan tanggal 10 Oktober 1955


 Empat orang jenderal SS tak lama setelah dibebaskan dari kamp tawanan Soviet, berfoto bareng di Pusat Repatriasi Friedland tahun 1955. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Johann "Hans" Rattenhuber ( 30 April 1897 – 30 Juni 1957), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Gustav Lombard (10 April 1895 – 18 September 1992), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Dr.iur. Dr.rer.pol. Hermann Haertel (12 Mei 1893 - 21 Januari 1970)


 Para veteran Waffen-SS dalam sebuah acara reuni yang diadakan seusai perang. termasuk diantaranya adalah anggota awal Leibstandarte SS Adolf Hitler tahun 1933. Dari kiri ke kanan: Theodor "Teddy" Wisch, Jöhnke (di belakang Wisch), Blöth (di belakang Mohnke), Wilhelm Mohnke, Rudolf Sandig, Helmut Beermann, Bergmann, Johannes "Hans" Wellershaus, Alfred Gilles, Albert Stenwedel, Nebel, Karl Auer, Hans Krüger, Hermann Petersen, Karl Rettlinger, Alfred Bünning, Karl Grewe, Karl Kreutz, Dr. Harald Wagner, Hubert Meyer, dan Webers


 
Wilhelm Mohnke di hari tua. Setelah dibebaskan dari penjara Soviet tanggal 10 Oktober 1955, dia melanjutkan karirnya sebagai dealer truk kecil dan trailer di Barsbüttel, Jerman Barat. Meskipun terdapat kampanye gencar yang dipimpin oleh anggota Parlemen Inggris Jeff Rooker untuk menjerat Mohnke atas dakwaan kejahatan perang, tapi sang jenderal SS tetap tak tersentuh dan menjalani sisa hidupnya dengan damai. Mohnke sendiri menolak semua tuduhan tersebut dan berkata pada sejarawan Thomas Fischer: "Aku tak pernah memerintahkan untuk mengambil tawanan perang Inggris, apalagi mengeksekusinya." Helmuth Mohnke meninggal di usia 90 tahun di Barsbüttel-Hamburg.


Ausweis milik Wilhelm Mohnke. Ausweis adalah kartu identitas yang bisa mencakup apa saja: kartu kewarganegaraan, kartu pelajar, kartu anggota militer, kartu keanggotaan partai dan organisasi, serta lainnya. Biasanya tercantum informasi dasar dari si pemilik: nama lengkap, tempat/tanggal lahir dan nomor keanggotaan. Tidak lupa disertakan pula foto dan tanda tangan dari pemilik Ausweis tersebut. Contoh-contoh Ausweis yang terdapat di zaman Nazi: Befristeter Ausweis, Hitler-Jugend (HJ) Mitglieds-Ausweis, Bund Deutscher Mädel (BDM) Mitglieds-Ausweis, SS Ausweis, Rückkehrer Ausweis, dan lain sebagainya


 Soldbuch milik Wilhelm Mohnke. Soldbuch (yang arti harfiahnya yaitu buku pembayaran gaji) adalah ID card dari setiap prajurit Jerman. Di dalamnya terekam pergerakan unit-unit yang dimasuki si prajurit (seperti transfer dan penempatan). Selain itu, promosi pangkat dan juga mutasi turut disertakan. Dalam halaman 22 biasanya disebutkan daftar medali dan penghargaan yang diterima si prajurit, suatu hal yang sebenarnya tidak menjadi peraturan baku karena aslinya Soldbuch tidak mempunyai 'ruang' untuk hal tersebut. Teorinya, halaman terakhir digunakan untuk tambahan data dari perpindahan unit pemilik Soldbuch dan bukannya nongkrongin jumlah medali. Fungsi lain dari Soldbuch adalah sebagai paspor. Seorang prajurit membutuhkan izin, biasanya dari Stab, untuk cuti atau terpisah dari unitnya selama periode tertentu (ditunjukkan di halaman 23). Hal ini dicatat di Soldbuch sehingga si prajurit dapat mendokumentasikan setiap perpindahannya secara resmi dan mendapat izin dari yang berwenang. Ingat bung, Jerman adalah negara paling 'rewel' (baca : cermat) dalam hal-hal beginian!



Sumber :
Foto koleksi pribadi André Vandewynckel 
Foto koleksi pribadi Edgar Alcidi
Foto koleksi pribadi Markus Lippl 
Foto koleksi pribadi Phil Nix 
www.findagrave.com
www.flickr.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.reibert.info 
www.wehrmacht-awards.com

Foto Pertempuran Voronezh

 Seorang prajurit Wehrmacht dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" membiarkan seekor kucing bermain-main dengan sabuk peluru senapan mesin MG 34 di kompartemen sebuah Hanomag lapis baja Sd.Kfz.251 selama berlangsungnya pertempuran pertama Voronezh di dekat Voronezh (Rusia) tanggal 16 Juli 1942
 
 
Sumber :

Thursday, October 2, 2014

Foto Pertempuran Narva


Dua orang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang menaiki sebuah Schwimmwagen di front Narva tahun 1944. SS-Obersturmführer Carl Svensson berdiri di sebelah kiri sementara SS-Untersturmführer Gösta Borg duduk paling belakang. Keduanya bertugas sebagai Kriegsberichter di SS-Standarte "Kurt Eggers" pada saat foto ini diambil (musim semi 1944). Svensson sebelumnya bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Swedia sebelum bergabung dengan Waffen-SS tahun 1941 sebagai instruktur senjata anti serangan udara di SS-Flak-Ersatz-Abteilung. Dia lulus dari SS-Junkerschule Bad Tölz tahun 1942 dan bertugas sebagai Kriegsberichter di 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Tidak hanya itu, dia juga ikut meliput pertempuran di Mediterania bersama unit Luftwaffe. Svensson lahir di Stockholm tahun 1915 dan meninggal di Jerman tahun 1999


Awak sebuah Sd.Kfz.250/5 #402 milik peleton pelopor (Aufklärungszug) dengan plat nomor SS-800647 dari 4.Kompanie / SS Panzer-Aufklärungs Abteilung 11 / 11.SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" menyerahkan selembar kertas berisi informasi situasi pertempuran terkini kepada seorang pengantar pesan bermotor SS (SS-Kradschützen) yang duduk di atas sepeda motor dari jenis DKW NZ 350. Perhatikan simbol Sonnenrad (Roda Matahari) atau Ger-Rune di Sd.Kfz.250/5 yang digunakan oleh Divisi Nordland sebagai lambang unit mereka! Foto ini diambil bulan Juli 1944 saat Tentara Merah melakukan serbuan masif berulangkali terhadap garis Tannenberg di Narva. Divisi Nordland bertahan mati-matian menjaga garis pertahanan yang sangat vital ini bersama dengan 20. Waffen-Grenadier-Division der SS (Estonia), 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Wallonien (Wallonie), 6. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Langemarck (Flemish), 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade Nederland (Belanda) dan Kampfgruppe Strachwitz dari Panzergrenadier-Division Großdeutschland. Mereka pantang untuk mundur walaupun kekuatan musuh jauh berada di atas mereka. Begitu sengit dan brutalnya pertempuran yang terjadi sehingga gugurlah komandan Divisi Nordland SS-Gruppenführer Fritz von Scholz, dilanjutkan oleh komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 23 Norge serta 24 Danmark! Meskipun begitu, pengorbanan mereka membawa hasil, dan dalam pergulatan yang berlangsung tiga hari tersebut (27-29 Juli 1944), pasukan Jerman berhasil menghancurleburkan tidak kurang dari 113 tank T-34 yang menyerbu garis pertahanan mereka! Tidak hanya itu, dari 136.830 tentara Soviet yang melakukan ofensif di Narva bulan Juli 1944, hanya beberapa ribu yang selamat, dan seantero resimen tank Soviet musnah! Tertahannya ofensif Soviet di hadapan pasukan gabungan Heer dan Waffen-SS memampukan lebih dari 25.000 warga Estonia dan 3.700 orang Swedia untuk meloloskan diri ke negara Swedia yang netral


 Foto ini memperlihatkan seorang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang mengoperasikan sebuah Panzerschreck (Teror Tank) di front Narva tahun 1944. Senjata satu ini terdiri dari sebuah tabung metal yang menembakkan proyektil kosong berpendorong roket dengan kepala peledak anti-tank. Fungsi perisai di depan adalah untuk melindungi si penembak dari semburan bagian belakang roket saat ditembakkan


 
Para kader Divisi SS "Nederland" berfoto bersama di depan kamera SS-Kriegsberichter Heinemann di front Narva, musim semi 1944. Karena mereka semuanya adalah bangsa Jerman, maka disini kita tidak melihat panji bendera Belanda yang biasanya dikenakan oleh anggota sukarelawan unit ini. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Lothar Hofer (Kommandeur II. Artillerie-Abteilung); SS-Hauptsturmführer Carl-Heinz Frühauf (Kommandeur II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Hauptsturmführer Christian Steenholdt-Schütt (IIa Personalverwaltung 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Hauptsturmführer Hans Meyer (Kommandeur I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Hauptsturmführer Wilhelm Schlüter (Kommandeur I. Artillerie-Abteilung); dan SS-Hauptsturmführer Günter Wanhöfer (Kommandeur SS-Pionier-Bataillon 23 "Nederland")


 Para kader Divisi SS "Nederland" berfoto bersama di depan kamera SS-Kriegsberichter Heinemann di front Narva, musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Christian Steenholdt-Schütt (IIa Personalverwaltung 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); dan SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")


 Para kader Divisi SS "Nederland" berfoto bersama di depan kamera SS-Kriegsberichter Heinemann di front Narva, musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland") dan SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")



Sukarelawan Belanda berpangkat SS-Rottenführer dari SS-Artillerie-Regiment 54/4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berpose di depan meriam dari jenis Howitzer leichte Feldhaubitze18. Foto ini diambil saat berlangsungnya pertempuran memperebutkan jembatan Narva (Schlacht um den Brückenkopf von Narva) bulan Mei 1944. Foto oleh SS-Kriegsberichter Eisner


 Membersihkan dan merawat senjata adalah salah satu jalan untuk tetap bertahan hidup dan mempertahankan moral tetap tinggi di tengah peperangan yang brutal. Ini adalah hal pertama yang harus dipelajari oleh seorang prajurit Waffen-SS, dimana dia harus mampu membongkar, membersihkan dan memasang kembali senjatanya dengan ketepatan yang mengagumkan. Dalam foto ini kita melihat dua orang anggota 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland" (niederländische Nr. 1) sedang membersihkan senapan mesin berat MG 42 (Maschinengewehr 42) beserta tripod Lafette 42 sebelum pergi bertempur. Foto diambil di Narva (Estonia) musim semi 1944

  
Sukarelawan asal Belanda dari 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade Nederland (kemungkinan dari SS-Pionier-Bataillon 54) di sebuah jembatan zeni bernama Bunse-Brücke di Narva bulan April 1944. Dia mengenakan jaket kamuflase bolak-balik Sumpfmuster Heer, suatu hal yang tidak aneh mengingat kurangnya pasokan pakaian kamuflase SS pada waktu itu


 Gabungan perwira Jerman dan Finlandia menaiki sebuah Schützenpanzerwagen dari jenis Sonderkraftfahrzeug 251 (Sd.Kfz.251) "Hanomag" di Front Narva, Estonia, bulan Mei 1944. Yang mengenakan seragam hitam Panzertruppen di belakang adalah Generalmajor der Reserve Hyazinth Strachwitz von Groß-Zauche (Höherer Panzerführer Heeresgruppe Nord), yang satu bulan sebelumnya (15 April 1944) baru saja dianugerahi medali Brillanten, tingkat ke-4 dari Ritterkreuz yang tercatat hanya diberikan kepada 27 orang saja di seantero Wehrmacht!


  
 
 
Tidak diragukan lagi, ini lah foto paling terkenal yang memperlihatkan tentara Nazi berpose bersama kucing (lengkap dengan granat tangan dan bunga)! Dari Truppenkennzeichen di kragenspiegel-nya, ketahuan bahwa para prajurit SS ini adalah sukarelawan Estonia dari 20. Waffen-Grenadier-Division der SS (estnische Nr. 1) dan foto ini diambil di Front Narva bulan Juni 1944 oleh SS-Kriegsberichter Erich Fabiger. Selain itu, berdasarkan salah satu sumber yang saya baca, nama si anak kucing adalah "Nina der Bunker-Katze" (Nina si anak kucing bunker). Dalam bahasa Estonia, "Nina" berarti "hidung"! Entah dengan alasan apa si kucing diberi nama seperti itu?


Enam orang sukarelawan asal Swedia dalam tubuh 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", difoto di front Narva musim semi 1944 (antara 20 Mei - 21 Juni). Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Gösta Borg (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), SS-Untersturmführer Hans-Caspar Krüger (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"); SS-Obersturmführer Hans-Gösta Pehrsson (komandan kompi di Nordland), SS-Untersturmführer Gunnar Eklöf (Staff Divisi Nordland), SS-Obersturmführer Carl Svensson (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), dan SS-Sturmscharführer Torkel Tillman (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers" yang KIA tanggal 26 Juni 1944 di Normandia). Di balik kamera adalah Rune Ahlgren yang nantinya terbunuh dalam pertempuran tanggal 30 Oktober 1944 di Preekuln, Latvia, sebagai Zugführer (komandan peleton) di Nordland

---------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ



Major der Reserve Hans-Werner Bartels (28 Januari 1910 - 2 Desember 1991) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 154 tahun 1939. Pada tanggal 21 Februari 1940 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 399 dimana dia tetap berada dalam unit ini sampai dengan perang berakhir. Pada pertempuran tanggal 21-22 November 1943 Bartels menunjukkan prestasi yang mengesankan ketika dia dan batalyonnya berhasil menahan terobosan pasukan Soviet di wilayah 9. Luftwaffen-Feld-Division sekaligus berhasil melakukan serangan balasan berkali-kali yang mampu memukul mundur musuh. Dalam pertempuran sengit di Kantong Oranienbum sekali lagi Bartels berdiri paling depan dalam memimpin anakbuahnya dimana dia berhasil mengalahkan dua resimen infanteri dan satu resimen lapis baja penyerang Soviet dengan bermodalkan satu batalyonnya belaka! Dalam pertempuran ini batalyon Bartels berhasil menghancurkan 11 tank, dan setelahnya dijuluki sebagai "Das Löwenbataillon" (Batalyon Singa) yang dengan amat jelas menunjukkan kualitas unit tersebut. Bartels yang terluka dalam pertempuran itu tak lama kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Januari 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Grenadier-Regiment 399 / 170.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada Hari Paskah 1944 batalyonnya kembali beraksi brilian ketika membantu Divisi "Feldherrnhalle" dalam menjebak tiga divisi Soviet lalu menghancurkannya. Dalam pertempuran di dekat jembatan Narva ini tercatat musuh kehilangan 60 truk perangnya! Pada tanggal 12 Juli 1944 Bartels memimpin batalyonnya dalam usaha menerobos kepungan Soviet di Vilna. Dia mengambil alih komando resimennya setelah komandan resimen sebelumnya dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Dalam usaha ini unitnya mampu menghancurkan senjata artileri serta anti pesawat udara musuh yang "menghalangi jalan", dan berhasil mencapai wilayah yang masih dikuasai oleh pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut dia direkomendasikan untuk menerima Eichenlaub sebagai tambahan untuk Ritterkreuz-nya, tapi dianggap belum cukup layak sehingga hanya mendapat Anerkennungsurkunde (Sertifikat Pengakuan Dari panglima AD) saja! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1941); Rumänische Medaille für Mannhaftigkeit III.Klasse (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Juni 1942); Krimschild (15 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (27 Februari 1943); Rumänische Erinnerungsmedaille (20 Mei 1943); Nahkampfspange in Silber (17 September 1944); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (25 Oktober 1944); serta Verwundetenabzeichen in Gold (27 April 1945)

Sumber :
Foto koleksi NARA (National Archives)
www.5sswiking.tumblr.com
www.bpk-bildagentur.de
www.forum.axishistory.com
www.kriegsberichter-archive.com

Wednesday, October 1, 2014

Foto Patroli


 Anggota 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dalam sebuah patroli untuk mendeteksi keberadaan gerilyawan Rusia, 1943. Di tahun itu unit brigade infanteri Waffen-SS tersebut terlibat dalam operasi anti-Partisan di wilayah Velikiye Luki, Podluschje, Witebsk-Gorodok-Gurki-Danau Senniza, dan Borrissov. Mereka juga membentuk para kader yang nantinya akan dimasukkan ke unit baru para sukarelawan Estonia, 3. Estnische SS-Freiwilligen Brigade. Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens


Sumber :
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)

Foto 88. Infanterie-Division



DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

  
Generalmajor Eduard Aldrian (19 Oktober 1942 - 14 Desember 1942)
Generalleutnant Eduard Aldrian (26 April 1888 - 1 Oktober 1955) adalah perwira asal Austria yang mengabdi di Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) di tahun 1938 (pada saat itu pangkatnya telah mencapai Oberstleutnant). Pada masa Perang Dunia Pertama, Aldrian berperang membela Kekaisaran Austro-Hungaria dan menjadi tawanan pihak Italia di akhir perang. Sebagian besar masa karir militernya dihabiskan di unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), terutama di seksi artileri. Dia dipromosikan menjadi Generalmajor pada tanggal 1 September 1942 dan Generalleutnant pada tanggal 1 Juni 1943. Aldrian dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 14 Maret 1943 sebagai Generalmajor dan Höherer Artillerie-Kommandeur 308. Seperti sebagian besar jenderal lainnya, dia juga merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Divisionskommandeur (Komandan Divisi): 95. Infanterie-Division (8 Februari 1942 - 1 Maret 1942 dan 20 Juli 1942 - 15 September 1942), 88. Infanterie-Division (19 Oktober 1942 - 14 Desember 1942), dan 373.(Kroatische) Infanterie-Division (5 Agustus 1943 - 20 Oktober 1944). Yang disebut terakhir adalah divisi yang sebagian besar anggotanya diambil dari sukarelawan asal Kroasia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Kaiserlich und königlich Österreichische Bronzene und Silberne Militärverdienstmedaille (“Signum Laudis”) am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Orden der Eisernen Krone III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichisches Karl Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille ohne Mittelstreifen; Österreichische Ehrenmedaille des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern,; Goldenes Verdienstzeichen des Bundesstaates Österreich; Militärdienstzeichen der Republik Österreich für Offiziere II.Klasse (für 25 Jahre); Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Wehrmacht-Dienstauszeichnung (4 Jahre); Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); serta Red Krune Kralja Zvonimira I.Stupnja Cross with Oak Wreath and Star (Kroasia)

-------------------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

Hauptmann Kurt Bahns (24 Januari 1916 - 18 Februari 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 96 tanggal 3 November 1937. Setelah berpartisipasi dalam penyerbuan ke Polandia (1939) dia dipindahkan ke 88. Infanterie-Division sebagai Zugführer (komandan peleton) dan ikut serta dalam penyerbuan ke Uni Soviet (1941). Dalam pertempuran sengit melawan Tentara Merah di utara bukit Tim (wilayah antara Olym dan Kschen) bulan Oktober 1942, divisi infanteri tersebut mencatat prestasi menonjol Bahns yang mempertontonkan keberanian luar biasa di depan musuh, khususnya tanggal 13-16 Oktober 1942. Dalam pertempuran tersebut sang komandan kompi sendiri terluka sehingga harus dirawat di Reserve-Lazarett Haynau di Schlesien. Disana dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 November 1942 sebagai Chef 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 246 / 88.Infanterie-Division / LV.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe B. Setelah itu Bahns ditugaskan sebagai instruktur di  Infanterieschule sebelum aktif kembali bertugas beberapa bulan kemudian sebagai komandan Panzer-Grenadier-Regiment 100 / Führer-Begleit-Division. Dia dinyatakan gugur dalam pertempuran di tenggara Stargard/Pommern melalui telegram yang dikirimkan oleh 19. Panzer-Division. Menariknya, saat itu divisi panzer tersebut tidaklah beroperasi di Stargard melainkan di Breslau, tapi kenapa telegramnya dikirimkan dari mereka dan bukannya oleh unit tempat Bahns bergabung? Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (24 September 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Juli 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 November 1942


Sumber :
www.axishistory.com
www.en.wikipedia.org
www.epier.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.oocities.org
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto 18. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Horst Wessel"

Sebuah foto studio yang memperlihatkan SS-Hauptscharführer Abel Chapy (pangkat terakir SS-Untersturmführer) dan diambil tahun 1944. Dia bergabung dengan Waffen-SS tahun 1943 dan lulus dari pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Bad Tölz awal tahun 1944. Selanjutnya Chapy bertugas di I.Bataillon / 8. Französische SS-Freiwilligen Sturmbrigade (Brigade Frankreich) yang di medan pertempuran Galicia, Ukraina, di musim panas tahun 1944, menjadi bagian dari SS-Panzergrenadier-Regiment 40 / 18.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Horst Wessel". Pengalamannya cukup menarik: Di Galicia peleton anti-tanknya "turun derajat" menjadi prajurit infanteri biasa setelah semua senjata mereka hancur dalam pertempuran. Tanggal 14 Agustus 1944 Chapy terluka dan dipaksa mengeluarkan sisa-sisa pecahan granat dari tangannya menggunakan pisau. Dahsyatnya, dia menolak untuk dievakuasi dan hanya menginginkan perban untuk membebat lukanya sebelum kembali bertempur! Peleton Chapy kemudian ditugaskan untuk membebaskan kompi lain yang terkepung musuh, dan sang jagoan Prancis berhasil melakukannya dengan jalan satu-satunya yang tersedia: serangan bayonet dilanjutkan dengan pertempuran satu lawan satu. Kemudian dia menemukan bahwa salah seorang bintara Jerman di brigadenya yang mengurusi logistik bernama Egel telah melakukan pencurian serta aktif di pasar gelap. Chapy hanya bisa kecewa tapi tak bisa berbuat apapun. Tapi ketika beberapa orang anakbuahnya yang terluka tiba di markas dan melapor bagaimana mereka berjalan kaki dari front karena ditolak oleh Egel untuk menumpang di Kübelwagen-nya yang penuh dengan minuman keras, Chapy tak dapat menahan diri lagi. Dia lalu membawa empat orang yang terluka tersebut sebagai "saksi" (termasuk SS-Grenadier Duverger yang merupakan anggota termuda SS-Sturmbrigade ketika mendaftar di usia 15 tahun!), menyeret Egel lalu membawanya ke hutan untuk mengeksekusinya. Tak lama kemudian Chapy dijemput oleh SS-Feldgendarmerie (Polisi Militer) dari Horst Wessel untuk ditangkap. Beberapa anakbuahnya naik pitam dan mengelilingi para penangkapnya sambil bersiap untuk berkonfrontasi tapi Chapy menenangkan mereka lalu pergi dengan tenang bersama penjemputnya. Perwira hukum divisi yang menangani kasusnya bersimpati kepadanya, tapi dia diadili oleh perwira dari SS-Wallonie (keturunan Prancis dari Belgia) yang tak mengetahui kasus sebenarnya dan menyatakan bahwa dia telah bersalah sehingga dikirimkan ke kamp konsentrasi Dachau. Kasus ini sempat mengemuka dan di tahun 1945 Reichsführer-SS Heinrich Himmler, yang diberitahu duduk perkara sebenarnya, memerintahkan agar diadakan pengadilan baru yang lebi adil. Persis saat Chapy akan dibebaskan dan dikembalikan sebagai perwira SS aktif, pasukan Amerika datang dan menahannya! Dia diserahkan pada pemerintahan Gaullist Prancis yang kembali menahannya selama beberapa lama sebelum dibebaskan. Chapy lalu meneruskan karirnya sebagai pemilik restoran di tenggara Prancis. Saat diwawancara seusai perang tentang perasaannya mengabdi di militer "asing", Chapy menjawab: "Aku tak menyesal. Aku tidak mengkhianati siapapun dan aku tak pernah memerangi negaraku..."


Sumber :
www.5sswiking.tumblr.com