Friday, October 3, 2014

Foto Wilhelm Mohnke

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001) sampai detik ini digolongkan sebagai salah satu perwira militer Jerman yang paling setia pada Hitler. Dia telah membuktikan kemampuannya berkali-kali dalam pertempuran sengit di berbagai front. Saat dia ditunjuk untuk terakhir kalinya oleh Sang Führer agar menempati posisi sebagai "penyelamat Berlin" dengan menjadi komandan garis pertahanannya, Mohnke menyadari bahwa itu adalah sebuah usaha yang sia-sia belaka, tapi dia tetap mengemban tanggungjawab tersebut dengan mengerahkan seluruh daya dan kemampuannya. Semata karena usahanya yang tidak kenal lelah lah yang membuat banyak prajurit dan warga sipil Jerman mampu meloloskan diri dari kepungan raksasa Tentara Merah di hari-hari terakhir Perang Dunia II di Eropa. Untuk biografi singkat Wilhelm Mohnke bisa dilihat DISINI!


 Maret/April 1933: delapan dari 117 sukarelawan pertama anggota SS-Stabswache Berlin yang difoto di depan barak mereka di Friesenstrasse (Berlin-Kreuzberg) yang merupakan tempat bermarkas mereka yang pertama. Pada akhir bulan April tahun yang sama mereka dipindahkan ke Kadettenanstalt di Berlin-Lichterfelde. Dari kiri ke kanan: Wilhelm "Willi" Montel (lahir 22 Juni 1909), Rolf Picker (23 Januari 1912), Hans Collani (13 Desember 1908), Wilhelm "Willi" Riestler (7 Mei 1911), Theodor "Teddy" Wisch (13 Desember 1907), Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911), Fritz Witt (27 Mei 1908), dan Hans Stein (21 Desember 1911)


 SS-Truppführer Wilhelm Mohnke (seragam hitam) memimpin para anggota 3.Lehrsturm / SS-Stabswache Berlin dalam sebuah parade di Zossen, bulan Mei 1933. Perwira polisi yang berbaris bersamanya adalah Polizeiwachtmeisters Hugo Ullerich, anggota kepolisian Negara Bagian Prusia yang nantinya menjadi Komandan SS-Flak-Abteilung 1 Leibstandarte SS Adolf Hitler. Perhatikan bahwa Mohnke dan anakbuahnya tidak mengenakan armband swastika dan juga ärmelstreifen (cufftitle)! Ini karena pada awal pembentukannya, Sepp Dietrich (Komandan SS-Stabswache Berlin) menginginkan unitnya sebagai kepanjangan tangan dari militer dan bukannya partai - suatu hal yang menyebabkan friksi terus menerus antara dirinya dengan Panglima SS Heinrich Himmler


Wilhelm Mohnke di foto dari tahun 1933 saat baru diangkat sebagai SS-Hauptsturmführer (1 Oktober 1933). Dia merupakan salah satu dari 120 orang anggota pertama SS-Stabswache "Berlin" (cikal-bakal Leibstandarte SS Adolf Hitler) yang dibentuk bulan Maret 1933. Setelah Adolf Hitler menjadi Reichskanzler Jerman bulan Januari 1933, Markas SS di Berlin meminta setiap resimen SS (SS Standarte) untuk memasukkan masing-masing tiga nama dari prajurit terbaik mereka untuk dipindahtugaskan ke unit penjaga pribadi Hitler. Mohnke terpilih menjadi salah satunya bulan Maret 1933. Dia ditempatkan di SS-Stabswache Berlin yang menempatkan penjaga pertamanya ke kawasan Reichskanzlei (Kantor Kanselir) tanggal 8 Mei 1933. Di bulan September 1933 unit tersebut dikenal dengan nama SS-Sonderkommando Berlin. Dalam foto ini SS-Hauptsturmführer Mohnke mengenakan stahlhelm M18


Wilhelm Mohnke berfoto bersama dengan dua ekor anjing sambil mengenakan baju olahraga khusus yang didesain untuk para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler . Baju berwarna hitam berbentuk sweater ini dilengkapi dengan lambang Adler (elang) di bagian dada, dan biasanya digunakan saat berlari, jogging, atau olahraga ringan lainnya. Sweater semacam ini umum digunakan oleh klub-klub olahraga di masa Third Reich, sementara untuk versi LSSAH-nya sendiri dia dibuat di Berlin (kota asal unit tersebut) dengan bentuk "torolastic" yang khas. Penampakan lain dari baju olahraga LSSAH semacam ini bisa dilihat DISINI dan DISINI


 Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Prancis bulan Juli 1940, tak lama setelah kesuksesan Blitzkrieg di Barat (Fall gelb). Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Friedrich "Fritz" Beutler (Adjutant II.Sturmbann / LSSAH), SS-Obersturmbannführer der Reserve Walter Staudinger (Kommandeur Artillerie-Regiment LSSAH), SS-Hauptsturmführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / LSSAH), dan SS-Untersturmführer Martin Fälschlein (Adjutant Artillerie-Regiment LSSAH)


Tiga orang perwira Waffen-SS dari Leibstandarte sedang ngadu huntu, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, SS-Hauptsturmführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / Leibstandarte SS Adolf Hitler) dan SS-Hauptsturmführer Otto Baum (Chef 7.Sturm / II.Sturmbann / Leibstandarte SS Adolf Hitler). Foto diambil di Prancis musim panas tahun 1940 antara tanggal 15 Juni 1940 (Baum mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse) sampai dengan tanggal 1 September 1940 (Mohnke naik pangkat menjadi SS-Sturmbannführer). Saat Jerman melancarkan invasi ke Barat tahun 1940, Baum ikut berpartisipasi dalam perebutan Rotterdam dan Haug di pertengahan bulan Mei, lalu dilanjutkan dengan mengejar pasukan Inggris sampai ke Dunkirk. Mohnke yang menjadi atasan Baum memuji habis anakbuahnya tersebut dalam evaluasinya seusai pertempuran. Dia menggambarkan Baum sebagai "komandan kompi kelas satu yang kemampuannya terlihat jelas dalam kampanye militer di Polandia dan Barat. Kepemimpinannya yang penuh perhitungan di segala situasi menghasilkan sikap yang menjadi panutan bagi pasukan yang dipimpinnya serta menjadi pembuktian dari kemampuannya yang melebihi apa yang diharapkan". Sebagai tambahan, disebutkan pula fakta bahwa Baum hanya mempunyai waktu latihan sebentar saja bersama dengan unit yang dipimpinnya sebelum terjun ke medan pertempuran, sesuatu yang membuat kesuksesannya menjadi makin istimewa! Evaluasi ini membuat Baum kemudian dipercaya untuk memimpin unit yang setingkat lebih tinggi: batalyon.


 Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) berpose beramai-ramai di depan Istana Versailles, Prancis, tak lama setelah kesuksesan operasi militer Wehrmacht di Barat tahun 1940 (Fall Gelb). Foto ini diambil tanggal 17 Juli 1940 tak lama setelah upacara penganugerahan Eisernes Kreuz I.Klasse. Beberapa wajah diantaranya bisa dikenali: 1. SS-Oberscharführer Fritz Bügelsack (Panzerspähzug / LSSAH), 2. SS-Hauptsturmführer Alexander Sukkau (Chef 10.Batterie / SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 3. SS-Hauptsturmführer Wilhelm Weidenhaupt (Chef 10.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH), 4. SS-Hauptsturmführer Otto Baum (Chef 7.Sturm / II.Sturmbann / LSSAH), 5. SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / LSSAH), 6. SS-Hauptsturmführer Georg "Schonberger" Schönberger (Chef Panzersturm-Batterie / LSSAH), 7. SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH), 8. SS-Standartenführer August-Wilhelm Trabandt (Kommandeur III.Sturmbann / LSSAH), 9. SS-Obersturmbannführer Martin Kohlroser (Kommandeur I.Sturmbann / LSSAH), 10. SS-Sturmbannführer Wilhelm Keilhaus (Ia Erster Generalstabsoffizier LSSAH), 11. SS-Obersturmbannführer der Reserve Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 12. SS-Hauptsturmführer Herbert Garthe (Chef 12.MG-Sturm/ III.Sturmbann / LSSAH), dan 13, SS-Oberscharführer Erich Grätz (Gruppenführer di 11.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH). Sebagai tambahan, SS-Hauptsturmführer Kurt Meyer (Chef 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) berada di baris kedua antara no.7 dan no.8; SS-Obersturmführer Hugo Kraas (Zugführer II / 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.2; SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur IV.Wachtbataillon / LSSAH) di baris ketiga di belakang no.3; serta SS-Obersturmführer Albert Frey (Chef 9.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.5


Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 1. Armee), SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto ini kemungkinan besar diambil tahun 1940 di Prancis setelah Jerman menguasai negara tersebut


 
Upacara penganugerahan medali bagi para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Metz, Prancis, tanggal 9 September 1940 yang diadakan setelah kesuksesan Blitzkrieg di front Barat. Di sebelah kiri berdiri memperhatikan SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II. Bataillon LSSAH), sementara yang memberi hormat Nazi kepada SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH) adalah peraih Ritterkreuz SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur III. Bataillon LSSAH) yang nantinya menjadi komandan pertama 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Paling kanan adalah SS-Hauptsturmführer Albert Frey (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon LSSAH), sementara antara Frey dan Witt kemungkinan besar adalah SS-Hauptsturmführer Erwin Horstmann (Chef 10.Kompanie / III.Bataillon LSSAH)


Komandan Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich, sedang menganugerahkan Eiserne Kreuz kelas pertama dan kedua kepada para prajuritnya yang berprestasi dalam invasi Jerman ke Negara-Negara Bawah dan Prancis tahun 1940 (upacara penganugerahannya sendiri diadakan di Metz, Prancis, tanggal 9 September 1940). Di sebelah kiri adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke, yang nantinya akan menjadi komandan pertahanan Berlin di akhir perang (yang sudah menonton film DOWNFALL pasti tahu!). Foto oleh Karl-Gustav Lerche


 Pada hari pertama penyerbuan ke Yugoslavia tanggal 6 April 1941, Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler) terluka parah di bagian kaki akibat serangan udara Sekutu. Dokter yang memeriksanya memutuskan untuk mengamputasi kakinya, tapi Mohnke menolak keras (ingat film "Dances With Wolves"?). Luka-lukanya begitu parah sehingga tetap ada bagian kakinya yang "dihilangkan". Selama delapan bulan masa perawatan ini Mohnke dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1941. Foto ini diambil di depan pintu gerbang Finckensteinallee di barak Lichterfelde. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Leo von Jena (Berliner Standortkommandant der Waffen-SS), kemungkinan SS-Hauptsturmführer Wilhelm Kment (Chef 1.Kompanie / SS-Kradschützen-Bataillon 2 / SS-Division [motorisiert] "Reich"), SS-Obersturmbannführer Otto Jungkunz (Kommandeur SS-Abschnitt VIII), kemungkinan SS-Obersturmbannführer Werner Ostendorff (Ia Ernster Generalstabsoffizier SS-Division [motorisiert] "Reich"), SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (memakai kruk), dan dua orang ajudan yang tak diketahui namanya


 SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (memakai kruk) menemani SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Leo von Jena (Berliner Standortkommandant der Waffen-SS) saat menginspeksi pasukan SS di Barak Lichterfelde, akhir tahun 1941. Mohnke baru saja dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1941 sebagai penghargaan atas peran sertanya dalam invasi Jerman ke Yugoslavia bulan April 1941, alias delapan bulan sebelumnya. Padahal dalam operasi tersebut Mohnke tidak sempat beraksi karena keburu terluka parah di hari pertama sehingga harus dirawat selama berbulan-bulan! Atas inisiatif dari Komandan Leibstandarte Sepp Dietrich lah maka sang perwira dianugerahi DKiG


Medali dan penghargaan yang diraih oleh Wilhelm Mohnke selama karir militernya sebagai perwira SS: SS-Zivilabzeichen Nr. 10362; Abzeichen des SA-Treffens Braunschweig 1931 (1931); Julleuchter der SS (16 Desember 1935); Deutsche Reitersportabzeichen in Bronze,; SA-Sportabzeichen in Gold; Deutsches Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse (23 Desember 1936); Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 November 1939); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 Februari 1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (3 Oktober 1940); Infanterie Sturmabzeichen in Bronze (3 Oktober 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (15 September 1941); Deutsches Kreuz in Gold (26 Desember 1941); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV.Stepen 1.Klas Bulgaria (1942); Verwundetenabzeichen in Gold (Juli 1944); Ungarische Silberne Ritterkreuz VO; Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze; SS-Dienstauszeichnungen 12 jahr; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Juli 1944)


 
Para staff dari 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" berfoto bersama tanggal 28 Mei 1943, di acara perayaan ultah komandan divisi Sepp Dietrich yang ke-51. Identifikasi:1.SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister); 2.SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1); 3.SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Führer SS-Sanitäts-Abteilung 1); 4.SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 5.SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Sepp Dietrich (Kommandeur 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"); 6.SS-Hauptsturmführer Hermann Weiser (Chef 2.Kompanie/SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 7.SS-Sturmbannführer Alfred Bludau (Führer SS-Wirtschafts-Bataillon 1); 9.SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Führer SS-Nachschub-Deinst 1); 10.SS-Hauptsturmführer Hans Becker (Chef 2.Kompanie/I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 11.? ; 12.SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Führer SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 13.SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 14.SS-Sturmbannführer Albert Frey (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 15.SS-Sturmbannführer Rudolf Sandig (Führer II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 16.SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Führer SS-Flak-Abteilung 1); 17.? ; 18.? ; 19.? ; 20.? ; 21.? ; 22.SS-Hauptscharführer Alfred Günther (Zugführer 1.Batterie/SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 23.SS-Sturmbannführer Rudolf Lehmann (Ia Erster Generalstabsoffizier); 24.? ; 25.? ; 26.SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Führer sementara III.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 27.? ; 28.? ; 29.? ; 30.? ; 31.? ; 32.? ; 33.? ; 34.SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1). Selain itu, baris pertama yang berdiri paling kanan adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Führer SS-Ersatz-Bataillon 1); yang muka dan badannya total tertutupi oleh Kurt Meyer adalah SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2); dan yang berdiri di sebelah kanan Hubert Meyer (tanpa nomor) adalah SS-Sturmbannführer Erich Maas (Ic Dritter Generalstabsoffizier)



Para perwira SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte Adolf Hitler" di acara ulangtahun yang ke-51 sang Divisionskommandeur, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon 1), SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklarürungs-Abteilung 1), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Kommandeur SS-Sanitäts-Abteilung 1), dan SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2). Perhatikan Meyer yang mencoba "ngabodor" dengan menjulurkan lidah di belakang Besuden!


Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") dan SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"). Foto ini kemungkinan besar diambil antara tanggal 21 Juni 1943 (Mohnke naik pangkat menjadi SS-Obersturmbannführer) s/d 1 juli 1943 (Witt naik pangkat menjadi SS-Oberführer), beberapa hari sebelum ketiga orang ini ditarik untuk menangani 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk


 SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-regiment 26) berjabat tangan dengan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), sementara - dari kiri ke kanan - memperhatikan SS-Sturmbannführer Karl Bartling (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12), dan SS-Sturmbannführer Arnold Jürgensen (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12). Foto ini diambil dalam acara kunjungan Dietrich dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West)  ke Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia) yang menjadi lokasi pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" tanggal 3 Maret 1944


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Disini sang Marsekal sedang menginspeksi sebuah Sd.Kfz.251/16 yang dilengkapi dengan proyektor penyembur api, diiringi oleh para perwira Divisi Hitlerjugend. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), Gerd von Rundstedt, Sepp Dietrich, dan SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26)



 Acara ulang tahun SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") ke-36 yang berlangsung tanggal 27 Mei 1944 di Tillierès-sur-Avre, Prancis. Setelah pemberian hadiah (lihat foto sebelumnya), kini para perwira Divisi Hitlerjugend berpose bersama di depan kamera. Baris pertama/depan: ? , ? , SS-Sturmbannführer Horst Schürer (Ordonanz-Offizier), SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisions-adjutant), SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Oberführer Fritz Witt (Divisions-Kommandeur), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-regiment 26), SS-Obersturmbannführer Fritz Schroeder (Kommandeur SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), dan SS-Hauptsturmführer Siegfried Rothemund (IIa Generalstabsoffizier). Baris kedua: SS-Hauptsturmführer Gerd von Reitzenstein (Chef 5.Kompanie/SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12),  SS-Sturmbannführer Artur Manthey (Abteilung V Divisions-Ingenieur), SS-Sturmbannführer Erich Pandel (Kommandeur SS-Panzer-Nachrichten-Abteilung 12), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Hauptsturmführer Hubert Meyer (Ia 1. Generalstabsoffizier einer höheren Dienststelle - Leiter der Führungsabteilung), SS-Sturmbannführer Fritz Buchsein (IIa Generalstabsoffizier), dan SS-Hauptsturmführer Albert "Papa" Schuch (Kommandeur Stabquartier Adjudantur-Abteilung). Baris ketiga: SS-Sturmbannführer Hermann Weiser (Korps-Adjutant), SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12), SS-Sturmbannführer Siegfried Müller (Kommandeur SS Panzer-Pionier-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Kommandeur II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Jakob Hanreich (Kommandeur SS Panzerjäger-Abteilung 12), dan SS-Obersturmführer Heinz Ritzert (Chef 15.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Baris keempat: SS-Hauptsturmführer Georg Urabl (Kommandeur SS Feldersatz-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Dr. Wilhelm Kos (IVa Divisions-Intendant), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Rolf Kolitz (Kommandeur SS-Panzer-Nachschubtruppen 12)


Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Dr.med. Hermann Besuden (Korpsarzt I.SS-Panzer-Korps), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12). Kasihan si anjing gembala Jerman, dia satu-satunya yang tak dikalungi medali sehingga ekornya pun sampai tumbuh di kepala! Wkwkwkwk sebenarnya itu adalah dua Schäferhund yang kebetulan tertangkap kamera dalam posisi yang berdempetan. Yang satu adalah Patra (anjingnya Fritz Witt), sementara satunya lagi adalah anjingnya Kurt Meyer. Foto ini diambil di acara ulangtahun Witt yang ke-36 yang dirayakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, tanggal 27 Mei 1944


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" mendiskusikan situasi pertempuran terkini sekaligus cara menangkal serangan Sekutu dengan menggunakan bantuan peta. Foto diambil di Normandia bulan Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25) dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Uniknya, mereka semua mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia yang banyak dikenakan oleh perwira dari Divisi SS Hitlerjugend di Normandia



Diambil dari cuplikan berita film "Die Deutsche Wochenschau" dan memperlihatkan upacara penganugerahan Ritterkreuz tanggal 11 Juli 1944 untuk dua orang perwira 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berprestasi: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dua foto di atas memperlihatkan saat Mohnke (yang berbalut perban) dikalungi Ritterkreuz oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), sementara Prinz memperhatikan di kiri (foto kedua). Ikut hadir komandan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", Kurt Meyer (kanan), dan Komandan SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend", Max Wünsche(tengah)


Setelah upacara penganugerahan medali selesai, kini giliran kedua orang Ritterkreuzträger anyar berpose bersama yang lainnya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"); SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte") melakukan kunjungan pada markas 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Normandia pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang diadakan pada tanggal 28 Juli 1944. SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26) dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12) yang merupakan mantan anakbuah Dietrich di Divisi SS Leibstandarte terlihat berbincang-bincang dengannya dan mengantarnya pergi


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" berfoto bersama di Normandia tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Olboeter. Menariknya, ketiganya mengenakan pakaian berbahan kain kamuflase Italia Telo Mimetico M29 (Olboeter celananya saja yang mempunyai dua kantong besar di bagian depan). Meyer juga membungkus fernglas-nya dengan kain goni tebal!


 SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse sekaligus(!) kepada salah seorang bintaranya, SS-Unterscharführer Heinz Degenhardt. Upacara penganugerahan yang diadakan di Normandia musim panas tahun 1944 tersebut tampaknya dilakukan tak lama setelah aksi heroik Degenhardt dalam pertempuran dimana sang prajurit berprestasi tak sempat untuk beristirahat sehingga kelelahan serta rasa ngantuk kentara sekali terlihat di wajahnya! Aksi Mohnke menepuk pipi Degenhardt merupakan perlambang kasihsayang sekaligus terimakasih sang komandan kepada anakbuahnya. Praktek yang sama dilakukan juga oleh Adolf Hitler. Degenhardt (kelahiran 30 Mei 1925) nantinya gugur dalam pertempuran melawan pasukan Inggris di Arnhem tanggal 6 Oktober 1944


 Mugshot SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke saat menjadi tawanan Rusia. Wajahnya tampak berbeda dengan tambahan kumis dan janggut! Setelah menyerah di Berlin, Mohnke dan beberapa perwira senior Jerman lainnya dijamu makan malam mewah oleh Kepala Staff 8th Guards Army Soviet. Dia kemudian diserahkan pada NKVD. Pada tanggal 9 Mei 1945 Mohnke diterbangkan ke Moskow untuk interogasi lanjutan sekaligus menjalani masa kurungan selama enam tahun di penjara Lubjanka. Dari sana Mohnke dipindahkan lagi ke Penjara Umum di Woikowo (Voikovo). Dia tetap menjalani masa penawanan sampai dengan tanggal 10 Oktober 1955


 Empat orang jenderal SS tak lama setelah dibebaskan dari kamp tawanan Soviet, berfoto bareng di Pusat Repatriasi Friedland tahun 1955. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Johann "Hans" Rattenhuber ( 30 April 1897 – 30 Juni 1957), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Gustav Lombard (10 April 1895 – 18 September 1992), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Dr.iur. Dr.rer.pol. Hermann Haertel (12 Mei 1893 - 21 Januari 1970)


 Para veteran Waffen-SS dalam sebuah acara reuni yang diadakan seusai perang. termasuk diantaranya adalah anggota awal Leibstandarte SS Adolf Hitler tahun 1933. Dari kiri ke kanan: Theodor "Teddy" Wisch, Jöhnke (di belakang Wisch), Blöth (di belakang Mohnke), Wilhelm Mohnke, Rudolf Sandig, Helmut Beermann, Bergmann, Johannes "Hans" Wellershaus, Alfred Gilles, Albert Stenwedel, Nebel, Karl Auer, Hans Krüger, Hermann Petersen, Karl Rettlinger, Alfred Bünning, Karl Grewe, Karl Kreutz, Dr. Harald Wagner, Hubert Meyer, dan Webers


 
Wilhelm Mohnke di hari tua. Setelah dibebaskan dari penjara Soviet tanggal 10 Oktober 1955, dia melanjutkan karirnya sebagai dealer truk kecil dan trailer di Barsbüttel, Jerman Barat. Meskipun terdapat kampanye gencar yang dipimpin oleh anggota Parlemen Inggris Jeff Rooker untuk menjerat Mohnke atas dakwaan kejahatan perang, tapi sang jenderal SS tetap tak tersentuh dan menjalani sisa hidupnya dengan damai. Mohnke sendiri menolak semua tuduhan tersebut dan berkata pada sejarawan Thomas Fischer: "Aku tak pernah memerintahkan untuk mengambil tawanan perang Inggris, apalagi mengeksekusinya." Helmuth Mohnke meninggal di usia 90 tahun di Barsbüttel-Hamburg.


Ausweis milik Wilhelm Mohnke. Ausweis adalah kartu identitas yang bisa mencakup apa saja: kartu kewarganegaraan, kartu pelajar, kartu anggota militer, kartu keanggotaan partai dan organisasi, serta lainnya. Biasanya tercantum informasi dasar dari si pemilik: nama lengkap, tempat/tanggal lahir dan nomor keanggotaan. Tidak lupa disertakan pula foto dan tanda tangan dari pemilik Ausweis tersebut. Contoh-contoh Ausweis yang terdapat di zaman Nazi: Befristeter Ausweis, Hitler-Jugend (HJ) Mitglieds-Ausweis, Bund Deutscher Mädel (BDM) Mitglieds-Ausweis, SS Ausweis, Rückkehrer Ausweis, dan lain sebagainya


 Soldbuch milik Wilhelm Mohnke. Soldbuch (yang arti harfiahnya yaitu buku pembayaran gaji) adalah ID card dari setiap prajurit Jerman. Di dalamnya terekam pergerakan unit-unit yang dimasuki si prajurit (seperti transfer dan penempatan). Selain itu, promosi pangkat dan juga mutasi turut disertakan. Dalam halaman 22 biasanya disebutkan daftar medali dan penghargaan yang diterima si prajurit, suatu hal yang sebenarnya tidak menjadi peraturan baku karena aslinya Soldbuch tidak mempunyai 'ruang' untuk hal tersebut. Teorinya, halaman terakhir digunakan untuk tambahan data dari perpindahan unit pemilik Soldbuch dan bukannya nongkrongin jumlah medali. Fungsi lain dari Soldbuch adalah sebagai paspor. Seorang prajurit membutuhkan izin, biasanya dari Stab, untuk cuti atau terpisah dari unitnya selama periode tertentu (ditunjukkan di halaman 23). Hal ini dicatat di Soldbuch sehingga si prajurit dapat mendokumentasikan setiap perpindahannya secara resmi dan mendapat izin dari yang berwenang. Ingat bung, Jerman adalah negara paling 'rewel' (baca : cermat) dalam hal-hal beginian!



Sumber :
Foto koleksi pribadi André Vandewynckel 
Foto koleksi pribadi Edgar Alcidi
Foto koleksi pribadi Markus Lippl 
Foto koleksi pribadi Phil Nix 
www.findagrave.com
www.flickr.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.reibert.info 
www.wehrmacht-awards.com

No comments: