Tuesday, October 7, 2014

Flaktürme (Menara Flak)




Oleh : Waffen Armee

Flaktürme atau Menara senjata anti pesawat (inggris: Flak Tower) adalah bangunan buatan Nazi Jerman yang terkenal sangat kokoh dan sulit untuk dihancurkan.

Setelah angkatan udara Inggris (Royal Air Force) membombardir Berlin pada Oktober 1940, Adolf Hitler sangat marah dan memerintahkan pembangunan beberapa menara Flak sekaligus bunker untuk melindungi kota melawan ancaman udara sekutu. Tiga pasang menara pertama didirikan di Berlin pada tahun 1940 hanya dalam waktu 6 bulan,diikuti pada tahun 1941 dua pasang menara didirikan di Hamburg dan akhirnya tiga pasang lagi di Wina, yang dibangun antara Desember 1942 dan Januari 1945. Kesemuanya, enam belas menara Flak yang dirancang oleh arsitek Jerman Friedrich Tamms, mempekerjakan ratusan pekerja paksa dan tahanan perang dari seluruh Eropa.

Setiap kompleks menara Flak terdiri dari:

G -Tower (Jerman : Gefechtsturm ) atau Menara Tempur, juga dikenal sebagai Gun Tower, Menara Flak Besar.
L -Tower (Jerman : Leitturm ) juga dikenal menara kontrol, atau menara komando, bunker atau menara Flak kecil.

Perlengkapan dan Persenjataan terdiri dari:
  1. 4 sampai 8 meriam Flak 88 (untuk yang dilengkapi 8 meriam Flak 88,biasanya 2 Flak 88 akan dijadikan satu atau 2 laras meriam yang menembak bergantian sehingga ada 4 pasang) atau Flak kaliber 128 mm, digunakan untuk melawan bomber sekutu
  2. 4 senjata anti-pesawat 20 mm (masing-masing senjata 4 laras 20 mm),digunakan untuk melawan heavy-fighter,medium dan light bomber,serta penempur sekutu.
  3. 4 sampai 6 lampu sorot berbagai ukuran.
  4. 4 senapan mesin MG 42,digunakan untuk menjaga dari serangan infantri musuh.
  5. 1 generator pembangkit listrik sedang.
  6. beberapa alat komunikasi lengkap (untuk koordinasi antar menara).
  7. beberapa perangkat radar jarak jauh dan menengah lengkap.
  8. .perangkat penjejak arah lengkap.

Struktur beton bertulang yang besar ini dilengkapi dengan senjata anti-pesawat mulai dari 20 mm sampai 128 mm, yang bisa menembakkan peluru 8.000 putaran per menit ke pesawat musuh, lebih dari 14 kilometer jauhnya. Terdapat pula piringan radar yang bisa ditarik kebelakang beton tebal dan kubah baja untuk melindungi mereka dari kerusakan dalam serangan udara. Di lantai bawah disediakan tempat penampungan bagi warga sipil dari serangan udara, dengan ruang yang bisa menampung 10.000 warga sipil,dan bahkan bangsal rumah sakit ada di dalamnya.

Dengan dinding beton yang tebalnya hingga 3,5 meter, menara Flak terbukti kebal terhadap serangan dengan bom konvensional yang dilakukan oleh pesawat-pesawat pembom Sekutu. Menara-menara Flak di Berlin, selama pertempuran mendekati kalahnya Jerman, membentuk komunitas mereka sendiri, sampai dengan 30.000 lebih warga sipil Berlin berlindung dalam tiap satu menara antipeluru ini. Menara-menara ini, yang seperti kastil abad pertengahan, adalah beberapa tempat yang paling aman di kota dan berjuang hingga akhir, sehingga menara-menara Flak adalah pos-pos terakhir yang menyerah kepada pasukan Uni Soviet, karena berkurangnya pasokan. Itupun mereka harus dibujuk dahulu oleh utusan tentara Soviet!

Ya,tentara Soviet menemukan bahwa mereka tidak dapat melakukan kerusakan yang signifikan terhadap menara Flak ini,bahkan dengan howitzer 203mm mereka. Jadi, apa yang mereka bisa mereka lakukan adalah mengepung menara. Utusan khusus akhirnya harus di kirim ke menara untuk merundingkan penyerahan mereka. Menara Kebun Binatang Berlin atau bunker kebun binatang adalah salah satu titik terakhir pertahanan di Berlin.

Usai perang, di akhir tahun 1945, Inggris melakukan beberapa upaya untuk menghancurkan struktur bunker kebun binatang tanpa banyak keberhasilan. Pada tahun 1948, setelah menempatkan 35 ton bahan peledak ke dalam struktur, akhirnya hancur. Situs saat ini adalah bagian dari kebun binatang dan Hippo Park. Menara kebun binatang atau bunker kebun binatang lah satu-satunya menara Flak yang benar-benar dibongkar. Sebagian besar dari menara antipeluru lainnya terkubur di bawah reruntuhan, dengan beberapa bagian masih terlihat. Salah satunya di Berlin adalah sebuah situs wisata dan dua lantai terbuka untuk pengunjung.

Dua menara masih berdiri di Hamburg, dan enam menara Flak di Wina, dibiarkan hampir tidak berubah hingga saat ini. Salah satu menara digunakan sebagai fasilitas penyimpanan untuk museum seni kontemporer MAK, satu lagi telah berubah menjadi akuarium dan lokasi panjat dinding, yang ketiga terletak di tengah-tengah kompleks militer dan digunakan oleh tentara Austria. Tiga lainnya tak terpakai sejak akhir perang dan akses kesana tetap dibatasi. Ada beberapa usulan mengenai penggunaan kembali menara-menara Flak yang tak terpakai ini, mulai dari gudang untuk back- up data penting , hingga kedai kopi atau hotel. Saat ini menara-menara ini dimiliki oleh Negara dan Kota Wina dan beberapa dari mereka disewakan kepada perusahaan swasta.




No comments: