Saturday, October 18, 2014

Foto Erich Raeder



Biografi Erich Raeder bisa dibaca DISINI


 Kaiser Jerman Wilhelm II (tengah) bersama dengan para perwira yacht pribadinya "Hohenzollern" dalam perjalanan wisata laut ke Sognefjord (Norwegia) dimana mereka menginap di hotel Balestrand dan Kviknes. Setiap berlayar membawa sang Kaiser, Hohenzollern selalu diiringi oleh kapal-kapal perang berukuran besar dan kecil. Kedua dari kanan adalah Korvettenkapitän Erich Raeder (nantinya menjadi Panglima Angkatan Laut Jerman tahun 1928-1943) yang merupakan Navigationsoffizier (Perwira Navigasi) di Hohenzollern periode 15 September 1910 s/d 30 September 1912. Selama masa tugasnya di kapal pribadi Wilhelm II tersebut, Raeder berturut-turut dipimpin oleh Kapitän zur See Oskar Graf von Platen-Hallermund (1 Oktober 1908 - 10 Oktober 1911) dan Kapitän zur See Johannes von Karpf (11 November 1911 - 31 Juli 1914). Yang terakhir menjadi kapten kapal penjelajah tempur "Moltke" dalam Pertempuran Jutland tahun 1916


Erika Hindermann (2 Januari 1888 - 8 Agustus 1959) adalah istri kedua dari Erich Raeder yang dinikahi tanggal 20 September 1920. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Anita Raeder, yang nantinya menikah dengan Eberhard Diestel, anak mantan walikota Hamburg. Erika ditangkap oleh pasukan Soviet pada tahun 1945 dan baru dilepaskan tahun 1949. Raeder sendiri sebelumnya telah menikah dengan Augusta Schultz tahun 1903 dan mendapatkan tiga orang anak


 Foto studio Erich Raeder sebagai seorang Admiral. Dia berpangkat seperti tersebut periode 1 Oktober 1928 s/d 20 April 1936, dari zaman Reichsmarine (Angkatan Laut Republik Weimar) sampai dengan Kriegsmarine (Angkatan Laut Nazi Jerman); dan dari masa Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) sampai dengan Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Nazi Jerman). Dari ketiadaan Reichsadler di seragamnya, kita bisa menduga bahwa foto ini diambil sebelum Wehrmacht dan Kriegsmarine dibangun (1935)


 Upacara penghormatan militer untuk memperingati ulangtahun ke-85 Reichspräsident Paul von Hindenburg (Staatsoberhaupt) yang diselenggarakan di depan istana kepresidenan di Wilhelmstrasse, Berlin, tanggal 2 Oktober 1932. Hindenburg berjalan paling kanan menginspeksi pasukan penjaga kehormatan, sementara di belakangnya menyusul para petinggi Reichswehr: General der Infanterie Kurt von Schleicher (Reichswehrminister), Oberst Oskar von Hindenburg (1. militärischen Adjutant des Reichspräsidenten), General der Infanterie Kurt von Hammerstein-Equord (Chef der Heeresleitung), dan Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung)


 Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung) dan Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Reichswehr) melakukan inspeksi kehormatan pada para perwira Reichsmarine di kota pelabuhan Kiel (Jerman), musim dingin 1933. Foto hasil karya Robert Sennecke (1885-1940) ini kini menjadi koleksi dari Bibliothèque nationale de France


Foto ini diambil di Wilhelmshaven tanggal 12 Desember 1933 dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk kapal penjelajah ringan "Köln" yang dihadiri oleh para petinggi Nazi dan Reichswehr. Dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), SS-Oberführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Reichswehr). Hitler sendiri untuk pertama kalinya mengunjungi pangkalan angkatan laut Jerman tersebut tahun 1929 ditemani oleh Rudolf Hess dan Heinrich Himmler, dan tercatat berkunjung sebanyak 20 kali sampai dengan akhir perang. Perhatikan perbedaan cara hormat antara para pejabat Nazi dengan petinggi militer dalam foto ini!


 Peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) di Berlin tanggal 25 Februari 1934. Para petinggi militer dan pejabat tinggi negara meletakkan karangan bunga untuk mengenang para pahlawan Jerman yang telah gugur di Ehrenmal Unter den Linden, Berlin. Upacara ini dipimpin oleh Reichspräsident Paul von Hindenburg (Staatsoberhaupt) yang telah menua, didampingi oleh Reichskanzler Adolf Hitler di sebelah kirinya. Dari kiri ke kanan: Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsminister des Auswärtigen), Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister der Finanzen), SA-Standartenführer Dr. Julius Lippert (Staatskommissar in der Hauptstadt Berlin), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), SS-Brigadeführer Dr. Kurt Schmitt (Reichswirtschaftsminister), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Hitler, Vizekanzler Franz von Papen, Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Hindenburg, Oberst Oskar von Hindenburg (1. militärischen Adjutant des Reichspräsidenten), Charakter als General der Infanterie Hermann Göring (Reichstagspräsident), Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Reichswehr), dan General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung)


 Adolf Hitler menaiki kapal penjelajah berat (Panzerschiff) "Deutschland" dalam pelayarannya di Laut Utara tanggal 12-15 April 1934. Ikut mengiringinya Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Reichswehr Generaloberst Werner von Blomberg (kedua dari kanan), Chef der Marineleitung Admiral Erich Raeder (kedua dari kiri), dan Marineadjutant des Reichskriegsminister Korvettenkapitän Hans-Georg von Friedeburg (kiri). Dalam acara kunjungan ini Sang Führer dilaporkan melakukan tur ke seantero kapal sendirian tanpa didampingi oleh para jenderalnya, dan secara akrab bahkan menyapa para awak yang dijumpainya di dalam kapal!


Hitler dalam pelayaran bersama dengan Panzerschiff (kapal penjelajah berat) "Deutschland" ke Laut Utara yang berlangsung dari tanggal 12 s/d 15 April 1934. Dari kiri ke kanan: Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Reichskanzler Adolf Hitler, dan Kapitän zur See Hermann von Fischel (Kommandant Panzerschiff "Deutschland"). Di belakang mereka bertengger Batterie Köster. Pada tanggal 13 April dia berlayar di perairan Norwegia dengan rute Hardangerfjord melintasi Marstein, Austevoll, Tysnes, Varaldsøy, Odda, Ulvik, dan balik lagi. Keesokan harinya (14 April) "Deutschland" berlayar dari Sognefjord ke Balestrand. Di kedua hari tersebut para penumpangnya tidak meninggalkan kapal mereka. Baru tanggal 15 April-nya Hitler dkk pulang kembali ke Jerman


 Hitler dalam pelayaran bersama dengan Panzerschiff (kapal penjelajah berat) "Deutschland" ke Laut Utara yang berlangsung dari tanggal 12 s/d 15 April 1934. Disini dia tampak berbincang-bincang dengan panglima angkatan lautnya, Admiral Erich Raeder, di sebelah kanan foto, sementara di latar belakang tiga meriam buritan C/28 kaliber 283mm yang mempunyai panjang 14 meter dan berat 48 ton ngaceng dengan gagahnya. Foto ini tampaknya diambil dari kapal pengiring "Deutschland" dan agak sedikit buram karena pengaruh cuaca dan getaran ombak. Perhatikan burung camar yang nyelonong di atas kapal!


 Adolf Hitler dalam pelayaran bersama dengan Panzerschiff (kapal penjelajah berat) "Deutschland" ke perairan Norwegia yang berlangsung tanggal 14 April 1934. Di latar belakang terlihat pegunungan di wilayah Balestrand. Hitler berada di atas kapal bersama dengan para pimpinan Reichswehr seperti Werner von Blomberg, Werner Freiherr von Fritsch dan Erich Raeder. Dikatakan bahwa dalam pelayaran tersebut dia menjanjikan pada mereka bahwa dirinya akan "mengurus" Ernst Röhm bila Panglima SA tersebut berani coba-coba mengambil alih angkatan darat dalam segala bentuknya. Hanya berselang beberapa bulan kemudian (30 Juni s/d 2 Juli 1934) terjadi pembersihan besar-besaran perwira tinggi SA yang dianggap bersekongkol menjatuhkan negara, termasuk di antaranya Röhm. Peristiwa ini terkenal dengan nama "Nacht der langen Messer" (Malam Pisau Panjang/Night of the Long Knives)


 Acara Reichsparteitag der NSDAP yang diadakan di Nürnberg bulan September 1934. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan paling depan bersama dengan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister), sementara di belakang mereka mengikuti Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Charakter als General der Infanterie Hermann Göring (Reichsminister der Luftfahrt) dan General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung). Orang yang berlari kecil di sebelah kiri adalah fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann


Pertemuan para petinggi Reichswehr dan SS dengan Werner von Blomberg, 13 Januari 1935. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 2), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (Staatssekretär im Staatsministerium Preußen), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), dan Präsident Charakter als General der Artillerie Edmund Wachenfeld (Befehlshaber Luftkreis-Kommando I)


 Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 17 Maret 1935. Hitler dan para petinggi Wehrmacht berjalan menuju ke Ehrenmal (Monumen Kehormatan) dengan latar belakang gerbang masuk Zeughaus yang terletak di wilayah Unter der Linden. Dari kiri ke kanan: Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), General der Flieger Hermann Göring (Chef der Luftwaffe), Generalfeldmarschall August von Mackensen (preußischen Staatsrat), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht)


 Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 17 Maret 1935. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall August von Mackensen (preußischen Staatsrat), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Hermann Göring (Chef der Luftwaffe), dan Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung)


 Foto ini diambil di Berlin-Gatow dalam acara peresmian Luftkriegs-Akademie (Einweihungsfeier der Luftkriegsakademie) pada tanggal 1 November 1935 dan memperlihatkan para petinggi Wehrmacht bersama dengan Führer-nya. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Wilhelm Adam (Kommandeur Wehrmachtakademie), Admiral Erich Raeder (sedikit tertutup, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Charakter als General der Flieger Otto von Stülpnagel (Kommandeur Luftkriegs-Akademie); Oberst Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 di Berlin), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht)


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat secara resmi dari para petinggi angkatan perangnya dalam acara perayaan tahun baru yang diselenggarakan di Berlin, malam tanggal 31 Desember 1935 - 1 Januari 1936. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Admiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine). Dalam foto ini Hitler mengenakan tuxedo!


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi penghormatan dalam parade besar di Berlin untuk memperingati ulang tahun ke-47 dari dirinya, tanggal 20 April 1936. Di belakangnya, berjajar dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaladmiral Dr. h.c. Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 di Berlin). Di hari ini pula Göring, Blomberg dan Raeder mendapat anugerah kenaikan pangkat dari Sang Führer


 Foto buatan tahun 1936 karya Franz Langhammer ini memperlihatkan Erich Raeder sebagai seorang Generaladmiral dan Oberbefehlshaber der Kriegsmarine. Raeder sendiri memegang pangkat tersebut dari tanggal 20 April 1936 s/d 1 April 1939. Dalam foto ini kita bisa melihat medali 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse yang didapatkannya tanggal 18 Februari 1915 dalam kancah Perang Dunia Pertama. Uniknya, disini kita juga bisa melihat bahwa Raeder mengenakan strip lengan empat buah, padahal strip lengan untuk pangkat Generaladmiral adalah tiga! Kenapa begitu? Ini karena Raeder menjabat juga sebagai pimpinan tertinggi Kriegsmarine, sehingga strip di lengannya diberi keistimewaan menjadi empat, untuk membedakan dari Generaladmiral biasa. Strip empat buah ini sama juga dengan yang dikenakan oleh laksamana Jerman yang berpangkat Großadmiral. Perlu diketahui bahwa pangkat Generaladmiral pertamakali diberikan pada Raeder, dan laksamana Kriegsmarine lain yang tercatat pernah memegang pangkat setinggi itu adalah Conrad Albrecht (1 April 1939), Alfred Saalwächter (1 Januari 1940), Rolf Carls (19 Juli 1940), Hermann Boehm (1 April 1941), Karl Witzell (1 April 1941), Otto Schultze (31 Agustus 1942), Wilhelm Marschall (1 Februari 1943), Otto Schniewind (1 Maret 1944), Walter Warzecha (1 Maret 1944), Oskar Kummetz (16 September 1944), dan Hans-Georg von Friedeburg (1 Mei 1945). Uniknya, Karl Dönitz (pengganti Raeder sebagai Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dipromosikan sebagai Großadmiral tanpa melalui pangkat Generaladmiral terlebih dahulu, tapi langsung loncat dari pangkat Admiral!


 Tiga orang pemimpin Wehrmacht berkumpul dalam Reichsparteitag der NSDAP di Nürnberg yang diberi tema "Reichsparteitag der Ehre" dan berlangsung tanggal 8-14 September 1936. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine). Di belakang Göring berdiri Oberst Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Oberbefehlshaber der Luftwaffe)


 Parade Wehrmacht di Berlin dalam acara penyambutan pemimpin Italia Benito Mussolini yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman tanggal 29 September 1937. Ini adalah hari terakhir kunjungannya yang berlangsung selama empat hari (25-29 September 1937). Berdiri paling depan di podium dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Il Duce Benito Mussolini, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Baris belakang: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dan Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine)

 Pembukaan Seegeltungs- Instituts di Magdeburg yang dihadiri oleh para petinggi Nazi Jerman tanggal 15 Januari 1938. Setelah acara pembukaan yang diadakan pada sabtu siang, Panglima Angkatan Laut Jerman Erich Raeder meninjau ruangan demi ruangan Seegeltungs- Instituts, termasuk yang menampilkan miniatur kapal-kapal yang dimiliki oleh Third Reich di lima tahun pertama eksistensinya, terutama kapal perang dan kapal dagang. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Friedrich-Wilhelm Krüger (Inspekteur von Grenzschutz-Einheiten), Reichsstatthalter Gauleiter Rudolf Jordan, Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), (links dahinter) , Dr. Walther Kiefer (wissenschaftlichen Leiter des Seegeltungs- Instituts), SA-Obergruppenführer Adolf Kob (Führer SA-Gruppe Mitte), Vizeadmiral Adolf von Trotha (Leiter des Reichsbundes Deutscher Seegeltung), dan Rudolf Krohne (stellvertreter Leiter des Reichsbundes Deutscher Seegeltung)



Kunjungan pemimpin Hungaria Miklós Horthy ke acara peluncuran kapal penjelajah berat (schwere kreuzer) "Prinz Eugen" yang diselenggarakan di galangan kapal Germaniawerft (Kiel) pada tanggal 22 Agustus 1938. Baris pertama dari kiri ke kanan: Miklós Horthy de Nagybánya (Regen Kerajaan Hungaria), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Baris kedua: General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Baris ketiga: General der Flieger Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring)


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938. Di bawah, dari kiri ke kanan: Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Reichsleiter Alfred Rosenberg (Beauftragter des Führers für die Überwachung der gesamten geistigen und weltanschaulichen Schulung und Erziehung der NSDAP), NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein, Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII.Armeekorps), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Oberbefehlshaber Luftflotte 3). Orang yang memegang bendera (Blutfahne atau Bendera Darah) adalah SS-Obersturmbannführer Jakob Grimminger (Stab der 1. SS-Standarte in München und Stab des SS-Oberabschnitt Süd). Foto oleh Hugo Jaeger


Adolf Hitler memasuki wilayah Memel (Klaipėda) diiringi oleh para perwira Wehrmacht tanggal 24 Maret 1939. Wilayah ini menjadi akar sengketa antara Jerman dan Lithuania dimana pada tanggal 20 Maret 1939 (hanya lima hari setelah Jerman mencaplok Cekoslowakia) Hitler mengultimatum Menteri Luar Negeri Lithuania Juozas Urbšys untuk mengembalikan wilayah tersebut ke tangan Jerman (yang dihadiahkan ke Lithuania oleh Sekutu seusai Perang Dunia Pertama) atau angkatan perangnya akan menyerbu negara di kawasan Baltik tersebut. Akhirnya dua hari kemudian pemerintahan Lithuania menyerah pada tekanan Jerman. Pendudukan Memel adalah akuisisi teritorial terakhir Jerman sebelum Perang Dunia II Pecah. Dalam foto ini sedikit muka-muka mesum yang teridentifikasi: 1. Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 2. Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), 3. Reichsführer-SS Heinrich Himmler, 4. General der Artillerie Georg von Küchler (Kommandierender General I. Armeekorps), 5. Generalmajor Joachim von Kortzfleisch (Kommandeur 1. Infanterie-Division), dan 6. Oberst Walter Weiß (Kommandeur Infanterie-Regiment 1 / 1.Infanterie-Division)



Adolf Hitler memasuki wilayah Memel (Klaipėda) diiringi oleh para perwira Wehrmacht tanggal 24 Maret 1939. Identifikasinya: 1. Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 2. Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), 3. General der Artillerie Georg von Küchler (Kommandierender General I. Armeekorps), 4. Reichsführer-SS Heinrich Himmler, 5. Major Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), 6. Generalmajor Joachim von Kortzfleisch (Kommandeur 1. Infanterie-Division), dan 7. Oberst Walter Weiß (Kommandeur Infanterie-Regiment 1 / 1.Infanterie-Division)



 


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939 (sumber lain menyebutkan bahwa nama kapal perangnya adalah Tirpitz, tapi itu salah beibeh!). Acaranya sendiri adalah penganugerahan Marschallstab (Tongkat Marsekal) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kanan Hitler berdiri Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Kemungkinan besar laksamana Kriegsmarine yang berdiri paling depan di sebelah kiri adalah Konteradmiral Günther Lütjens (Führer der Torpedoboote), sementara yang memberi hormat militer di tengah sementara lainnya hormat Nazi (biar greget!) adalah Vizeadmiral Wilhelm Marschall (Befehlshaber der Panzerschiffe), dan ketiga dari kanan (dengan janggut putih) adalah Admiral Rolf Carls (Kommandierender Admiral Marinestation der Ostsee)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberikan Admiralstab (Tongkat Laksamana) kepada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang merupakan acara puncak dari upacara kenaikan pangkat luar biasa sang laksamana dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Acara tersebut dilangsungkan di dek kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939



 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)  memberi selamat pada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tempatnya adalah di atas kapal Scharnhorst yang sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Di latar belakang kita bisa melihat meriam tripel dengan laras 28 cm (11.1 in) L/54.5 dari turet "Bruno" milik kapal tersebut. Dalam istilah Jerman, deretan meriam kapal perang selalu dinamai sesuai alfabet A,B,C,D,E yang sesuai urutan dari haluan ke buritan. Untuk memudahkan pengingatannya digunakan istilah semacam "Anton", "Bruno", "Caesar", dan "Dora". Foto oleh Hugo Jaeger


 

Erich Raeder dalam sebuah foto yang dibuat tak lama setelah dia ditahbiskan sebagai Großadmiral (Laksamana Besar), bulan April 1939. Disini dia memegang sebuah Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang hanya diberikan pada orang yang berpangkat Großadmiral. Tercatat hanya empat orang laksamana Kaiserliche Marine dan dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat setinggi itu. Ini adalah daftarnya beserta tanggal penganugerahan Admiralstab-nya: Hans von Koester (6 Juni 1905), Prinz Heinrich von Preußen (4 September 1909), Alfred von Tirpitz (27 Januari 1911), Franz Conrad von Hötzendorf (31 Juli 1918), Erich Raeder (20 April 1939), dan Karl Dönitz (30 Januari 1943)


 
 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


  Para pemimpin Jerman berkumpul di Ehrentribüne (tribun kehormatan) saat berlangsungnya demonstrasi udara Luftwaffe di Tiergartenstraße (Berlin) dalam rangka menyambut kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia tanggal 2 Juni 1939. Berdiri di baris depan dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Pangeran Regen Paul (terhalang oleh Göring), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan dua orang diplomat: Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor in Böhmen und Mähren) serta Ernst von Weizsäcker (Staatssekretär des Auswärtigen Amtes), yang merupakan ayah dari Presiden Federal Jerman Barat seusai perang, Richard von Weizsäcker. Kita dapat melihat dengan jelas Göring mengenakan selempang merah dan Grand Cross of the yugoslavian Order of the White Eagle. Raeder dan Von Neurath juga mengenakan selempang yang sama, sementara Von Brauchitsch mengenakan selempang biru dan Grand Cross of the Order of Yugoslavian Crown, serta Von Weizsäcker mengenakan Order of Saint Sava. Bagaimana dengan Hitler sendiri? Seperti biasa, dia tidak mau menerima medali asing dari tamu kenegaraan yang berkunjung ke Jerman...


Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp (wajah terpotong); Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; SS-Gruppenführer Wilhelm Reinhard; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich


Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. SS-Gruppenführer Wilhelm Reinhard berdiri menghadap kamera dengan dipandang oleh Erich Raeder. Reinhard adalah General der Infanterie Kehormatan (Charakter als) dan dalam acara ini dia mengenakan seragam militernya dan bukan seragam hitam Allgemeine-SS. Di lehernya dia mengenakan medali Pour le mérite (27 Agustus 1917) zum Eichenlaub (1 Oktober 1918). Persis di atas kepala Raeder berdiri Joachim "Jochen" Peiper


Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff; ? (sedikit tertutup oleh Bormann); Reichsleiter Martin Bormann; Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp; Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Duduk baris depan dari kanan ke kiri: Reichspressechef Otto Dietrich dan Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha. Sekarang masuk ke tribun belakang: SS-Brigadeführer yang duduk tepat di atas kepala von Sachsen-Coburg und Gotha sambil menatap ke kamera adalah Franz Breithaupt; Jenderal Heer yang duduk di atas di antara Raeder dan Hitler adalah charakter als Generalmajor und SA-Obergruppenführer Hans Georg Hofmann; Perwira yang duduk tepat di muka wajah von Behr adalah SA-Obergruppenführer und Reichskriegsoperferführer Hanns Oberlindober


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (menghadap ke belakang); Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Dalam foto ini kita bisa melihat Jenderal Hiroshi Oshima, Duta Besar Jepang untuk Jerman, yang menghadap kamera dari barisan penonton


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memberikan salam hormat saat lantunan lagu kebangsaan menggunakan Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang dipegangnya. Ini adalah "hak khusus" bagi para perwira tinggi Jerman dengan pangkat Marsekal atau Laksamana Besar yang membedakannya dengan jenderal biasa (perhatikan perbedaan dengan jenderal Luftwaffe dan jenderal Italia di latar belakang yang melakukan hormat "standar"!). Hanya ada dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat Großadmiral: Erich Raeder dan Karl Dönitz, karenanya hanya dua Admiralstab yang dibuat. Bentuknya hampir sama dengan Marschalstab yang diberikan pada 25 orang Marsekal Wehrmacht (Heer dan Luftwaffe), hanya saja terdapat perbedaan mendasar: Garis velvet tongkat berwarna biru gelap, elang diganti dengan jangkar emas di bagian atas, serta adanya simbol jangkar emas yang sama di antara salib baja dan elang emas di badan tongkat


Adolf Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor tanggal 6 Juni 1939. Seperti biasa, saya akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner; sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di medan pertempuran Spanyol

 
Komandan U-29 Kapitänleutnant Otto Schuhart disambut oleh Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Kommodore Karl Dönitz (Führer der U-Boote) setibanya di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 26 September 1939. Schuhart telah melakukan hal yang luar biasa karena di patroli perang pertamanya bersama dengan U-29 yang berlangsung selama 39 hari (19 Agustus 1939 - 26 September 1939), dia berhasil menenggelamkan kapal induk Inggris HMS Courageous yang berbobot 22.500 ton! Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 September 1939, dan membuat 518 orang dari 1.259 awaknya kehilangan nyawa. Mendengar kabar tersebut dua hari kemudian, Raeder langsung memerintahkan Dönitz untuk menganugerahkan medali Eisernes Kreuz I.Klasse untuk sang kapten, sementara semua awaknya diganjar dengan Eisernes Kreuz II.Klasse


 Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Knight's Cross of the Iron Cross) #1 untuk Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang diselenggarakan di bangunan Neue Reichskanzlei, Berlin, pada bulan Oktober 1939 (pemberitahuannya telah diumumkan dari tanggal 30 September 1939). Ritterkreuz sendiri adalah medali keberanian tertinggi di era Third Reich, yang hanya kalah tingkatannya dari Großkreuz (Grand Cross) yang diberikan hanya kepada satu orang, Hermann Göring. Dari tanggal pertama penganugerahannya, 30 September 1939, sampai dengan tanggal terakhir, 17 Juni 1945, tercatat 7.321 medali yang telah dikeluarkan. Untuk mengakomodasi penerima Ritterkreuz yang masih terus berprestasi di medan pertempuran, maka dikeluarkanlah medali-medali tambahan yang masih satu turunan dengan Ritterkreuz: Eichenlaub (Oak leaves), Schwerter (Swords), Brillanten (Diamonds), dan Goldenem Eichenlaub (Golden Oak Leaves)


Foto karya Fritz Schulz dari firma Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) sedang membahas strategi penyerangan akhir ke Prancis bersama dengan para jenderal-jenderalnya di Kartenraum (ruang peta) Führerhauptquartier Wolfsschlucht, Brûly-de-Pesche (Belgia), tanggal 20 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef Wehrmacht-Führungsamt Jodl), Generalmajor Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), Hitler, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht, OKW), dan Großadmiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Chef des Oberkommandos der Kriegsmarine, OKM)


Suasana penandatanganan menyerahnya Prancis ke tangan Jerman yang dilaksanakan di Compiègne tanggal 22 Juni 1940. Setelah delegasi Prancis selesai tandatangan dan pergi, giliran pemimpin Jerman Adolf Hitler yang datang ke lokasi dan diiringi oleh para pejabat tinggi Jerman. Dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, Walther von Brauchitsch, Rudolf Hess, Erich raeder, Adolf Hitler dan Hermann Göring



Suasana penandatanganan menyerahnya Prancis ke tangan Jerman yang dilaksanakan di Compiègne tanggal 22 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Menteri Luar Negeri), Wilhelm Keitel (Panglima Wehrmacht), Hermann Göring (Panglima Luftwaffe), Rudolf Hess (Deputi Partai Nazi), Adolf Hitler (Führer), Erich Raeder (Panglima Kriegsmarine) serta Walther von Brauchitsch (Panglima Heer)


Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!

Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) menganugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada Kapitänleutnant Otto Kretschmer dan para awak U-99 crew di pangkalan U-boat Lorient (Prancis) tanggal Agustus 1940. Berita penganugerahannya sendiri telah diterima Kretschmer sehari sebelumnya di laut lepas saat dalam perjalanan pulang ke pangkalan Bagi yang belum tahu siapa Kretschmer, dialah komandan kapal selam paling sukses dalam Perang Dunia II yang menenggelamkan 47 kapal dengan total tonase 274.418 GRT! BTW, boleh juga tuh belatinya Raeder. Minta dooong!!!


 Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dalam sebuah inspeksi ke pangkalan Angkatan Laut Jerman di Bayonne (Prancis). Salah satu unit yang dia kunjungi dalam inspeksi tersebut - seperti yang tampak dalam foto - adalah 8. Minensuchflotille yang dibentuk pada tanggal 14 Maret 1941. Yang menjabat sebagai pimpinan flotilla penyapu ranjau ke-8 dari masa pembentukannya sampai dengan bulan Maret 1943 adalah Korvettenkapitän Gerhard von Kamptz yang merupakan seorang Eichenlaubträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub)


 
Ketiga pimpinan Angkatan Bersenjata memberi ucapan selamat untuk Hitler atas ulang tahunnya yang ke-52 tanggal 20 April 1941. Dua hari kemudian Yunani menyatakan penyerahannya setelah diinvasi oleh pasukan Jerman dan Italia. Disini terlihat dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Panglima Angkatan Darat), Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Angkatan Udara) dan Großadmiral Erich Raeder (Panglima Angkatan Laut). Wajah yang nyelip di belakang sambil tersenyum tampaknya adalah Reichspressechef Otto Dietrich


 Hitler bersama dengan para petinggi Nazi di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg) di hari ulangtahunnya yang ke-53 tanggal 20 April 1942. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (membelakangi kamera, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Reichsorganisationsleiter der NSDAP), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im OKW, Oberkommando der Wehrmacht), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl Wolff (Verbindungsoffizier zischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), SS-Oberführer Prof. Dr.ing. Ferdinand Porsche (Wehrwirtschaftsführer), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan SS-Obergruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister ohne Portfeuille und Chef der Reichskanzlei). Foto oleh Walter Frentz
 

Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memperkenalkan Admiral Karl Dönitz (Befehlshaber der U-Boote) kepada duta besar Jepang untuk Jerman Hiroshi Oshima, bulan Desember 1942. Hanya berselang beberapa satu bulan kemudian, Dönitz menggantikan Raeder sebagai Panglima Angkatan Laut Jerman (23 Januari 1943)


 Erich Raeder sebagai seorang Großadmiral dan Oberbefehlshaber der Kriegsmarine. Karir Raeder di Angkatan Laut Jerman berjalan dengan mulus dan cepat terutama karena kecerdasan serta kerja kerasnya. Koleganya mengenalnya sebagai orang yang "penyendiri, kurang nyaman dalam hubungan yang lebih dari hubungan kerja, relijius, otoriter, puritan, kurang menghargai terhadap inisiatif individu... dan sangat sensitif terhadap segala kritikan." Karena sikapnya yang dingin dan selalu menghindari kedekatan dengan orang lain, teman-teman Raeder (yang jumlahnya segelintir) mengakui bahwa sangat sedikit yang mereka ketahui tentang diri Raeder!


Rudolf Hess bersama para pejabat tinggi Nazi lainnya dalam persidangan Nürnberg. Baris pertama dari kiri ke kanan : Hermann Göring, Rudolf Hess, Joachim von Ribbentrop dan Wilhelm Keitel. Baris kedua dari kiri ke kanan : Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach dan Fritz Sauckel

 
Para tokoh Nazi dalam sidang Pengadilan Nürnberg (1945). Dari kiri ke kanan, baris belakang: Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach, Fritz Sauckel, Alfred Jodl, Franz von Papen, Arthur Seyß-Inquart, dan Albert Speer. Baris depan: Hermann Göring, Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, Ernst Kaltenbrunner, Alfred Rosenberg, dan Hans Frank 



Para tokoh Nazi dalam sidang Pengadilan Nürnberg (1945). Dari kiri ke kanan, baris belakang: Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach, Fritz Sauckel, Alfred Jodl, Franz von Papen, Arthur Seyß-Inquart, Albert Speer, Konstantin von Neurath, dan Hans Fritsche. Baris depan: Hermann Göring, Rudolf Hess, Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, Ernst Kaltenbrunner, Alfred Rosenberg, Hans Frank, Wilhelm Frick, Julius Streicher, Walter Funk dan Hjalmar Schacht. Yang terakhir (Schacht) pernah berkunjung ke Indonesia selepas Perang Dunia II! 

 
Para tokoh Nazi dalam sidang Pengadilan Nürnberg (22 November 1945). Dari kiri ke kanan, baris belakang: Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach, Fritz Sauckel, dan Alfred Jodl. Baris depan: Hermann Göring, Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, dan Alfred Rosenberg. Di depan adalah tim pembela 



Para tokoh Nazi dalam sidang Pengadilan Nürnberg (30 September 1946). Dari kiri ke kanan, baris belakang: Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach, Fritz Sauckel, Alfred Jodl, Franz von Papen, Arthur Seyß-Inquart, Albert Speer, Konstantin von Neurath, dan Hans Fritsche. Baris depan: Hermann Göring, Rudolf Hess, Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, Ernst Kaltenbrunner, Alfred Rosenberg, Hans Frank, Wilhelm Frick, Julius Streicher, Walter Funk dan Hjalmar Schacht 


 Erich Raeder dan istri (Erika Hindermann) bersama dengan Karl Dönitz dalam acara inaugurasi Monumen Kehormatan Angkatan Laut (Marine-Ehrenmal) buatan Profesor Giess di sebuah gereja di Wilhelmshaven yang didirikan untuk mengenang para korban perang laut dari semua negara, tanggal 2 Juni 1957. Ikut hadir dalam acara ini Rolf Johannesson yang merupakan panglima Bundesmarine Jerman Barat. Disini kita bisa melihat bahwa Raeder mengenakan pin Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern di jasnya, yang dia peroleh pada tanggal 3 Juni 1916 dalam kancah Perang Dunia Pertama. BTW, pada tahun itu (1957) pemerintah Jerman Barat mengeluarkan medali pengganti dengan bentuk dan ukuran yang sama untuk semua medali era Third Reich, dan mewajibkan para Ritterkreuzträger untuk memakai medali pengganti tersebut dalam acara-acara resmi dan kenegaraan. Perbedaannya adalah dihilangkannya simbol-simbol Nazi seperti swastika dan rune SS


 Upacara pemakaman mantan Großadmiral dan Panglima Kriegsmarine Erich Raeder yang diselenggarakan pada tanggal 11 November 1960 di kota pelabuhan Kiel (Schleswig-Holstein). Uniknya, dalam foto ini kita melihat Ordenskissen (bantal medali) Raeder hanya memajang medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern serta Admiralstab kepunyaannya, sementara banyak medali lainnya justru tidak dipajang! Atau apakah kita tidak melihat Ordenskissen lainnya dalam foto ini?



 Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) dan seragam milik Großadmiral Erich Raeder yang kini tersimpan di Internationales Maritimes Museum Hamburg (Musium Maritim Internasional Hamburg) di Jerman. Meskipun begitu, terdapat beberapa sumber yang menyebutkan bahwa tongkat komando asli milik Raeder telah patah tak lama setelah Perang Dunia II usai

---------------------------------------------------------------------



 

Sumber :
Foto koleksi Associated Press
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Hugo Jaeger
Foto koleksi Walter Frentz
Foto koleksi pribadi Max Williams
www.audiovis.nac.gov.pl

1 comment:

Ajisaka Lingga Bagaskara said...

Kang Alif, beneran tuh nama anaknya "Anita Raeder"? Kok seperti nama orang Indonesia yaa? Anita? Hehehehee... :D