Thursday, October 9, 2014

Foto Upacara Penyerahan Medali di Rumah Sakit


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Herbert Otto Gille (Kommandeur 5. SS-Panzer-Division "Wiking") menjenguk SS-Obersturmführer Hans Drexel (stellvertreter Führer II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment "Westland" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking") yang terluka di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) sekaligus menganugerahkannya dengan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, 14 Oktober 1943. Dia mendapatkannya setelah, sebagai komandan batalyon sementara, berhasil menggagalkan serangan Rusia di Boiki tanggal 28 September 1943


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant Herbert Bartels (Führer 3.Batterie / Reserve-Flak-Abteilung 293 / Flak-Regiment 42 (motorisiert) / 9.Flak-Division / I.Flakkorps / Luftflotte 4) yang diselenggarakan pada tanggal 22 November 1943. Upacara tersebut dilangsungkan di rumah sakit karena waktu itu Bartels masih menjalani perawatan atas luka-luka yang diterimanya dalam pertempuran (karena itulah kita bisa melihat suster-suster DRK ikut numpang-nampang dalam foto ini!). Yang menyerahkannya adalah Generalleutnant Richard Reimann (Kommandierender General I. Flakkorps), disini dia berdiri di sebelah kiri Bartels dengan diselingi oleh seorang suster yang - saya berani sumpah - adalah orang bule!

Hauptmann Walter-Christian Müller (Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 389) terlihat happy tak lama setelah pengalungan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dan karangan bunga tanggal 27 Juli 1944 walaupun saat itu notabene sedang dirawat di rumah sakit setelah menderita luka-luka dalam pertempuran. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr tahun 1959 dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1971 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant (pangkat terakhirnya di Wehrmacht adalah Major)

  Obergefreiter Kurt Nöbel (Gruppenführer 1.Kompanie(reit.) / Aufklärungs-Abteilung 7 / 7.Infanterie-Division) mendapat anugerah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 November 1943 di Feldlazarett (rumah sakit lapangan) Wehrmacht. Rupanya setelah pertempuran yang melambungkan namanya (tapi sekaligus membuatnya terluka sehingga harus dirawat di rumah sakit), Nöbel direkomendasikan oleh komandannya untuk mendapatkan Ritterkreuz, dan diterima. Jadilah upacara pemberian medali yang sederhana tapi tetap membanggakan!


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Waffen-Unterscharführer der SS Harald Nugiseks (Zugführer di 1.Kompanie / I.Bataillon / SS-Freiwiligen-Grenadier-Regiment 46 / 20.Waffen-Grenadier-Division der SS) yang dilaksanakan di rumah sakit militer Türi (Estonia) pada hari kamis tanggal 20 April 1944 saat Nugiseks menjalani perawatan atas sakitnya. Upacara penganugerahan yang dihadiri oleh SS-Oberführer Franz Augsberger (memakai einheitsfeldmütze, Kommandeur 20. Estnische SS-Freiwilligen-Division) dan SA-Obergruppenführer Karl-Siegmund Litzmann (botakers, Generalkommissar für Estland im Reichskommissariat Ostland) ini mendapat liputan luas dan diberitakan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda harian Wehrmacht) serta majalah SIGNAL. Nugiseks sendiri secara resmi mendapatkan Ritterkreuz-nya dari tanggal 9 April 1944. Uniknya, Nugiseks masuk rumah sakit bukan akibat dari luka-lukanya di medan pertempuran melainkan karena sakit misterius (komplikasi tipus, pneumonia dan sakit telinga) saat dia sedang cuti di kampung halamannya di Türi! Sakit ini sempat membuatnya kehilangan kesadaran selama delapan hari dan berat badannya sampai merosot drastis, turun menjadi hanya 49kg saja. Dokter pun sudah menyerah atas kondisinya. Ternyata nun jauh di Berlin sana tersiar berita tentang sekaratnya sang pahlawan pemberani Estonia. Dokter terbaik Jerman bergelar profesor medis langsung didatangkan menggunakan pesawat untuk merawat Nugiseks (yang tidak dapat mengingat namanya). Sejak saat itu kesehatannya makin membaik, yang terlihat dari foto verleihung (upacara penganugerahan) disini. BTW, ketika SS-Kriegsberichter yang mewawancarainya menanyakan apa yang telah terjadi di jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla (yang membuatnya dianugerahi Ritterkreuz), Nugiseks seperti biasanya menjawab singkat: "Kami bertempur seperti di setiap pertempuran lainnya." Dia adalah persis seperti yang disebut oleh sebuah headline suratkabar yang terbit keesokan harinya: "Silent Hero" (Pahlawan Sunyi)!

 
Unteroffizier Otto Rodewald (Gruppenführer di Nachrichtenzug / Grenadier-Regiment 948 / 359.Infanterie-Division) mempertunjukkan keberanian yang mengagumkan dalam pertempuran di Tarnopol ketika dia menghancurkan lima tank T-34 Soviet dengan senjata tangan hanya dalam waktu 45 menit, padahal dia hanyalah seorang petugas sandi! Ketika hendak menghancurkan tank keenam, Rodewald terluka oleh pecahan bom. Atas prestasinya ini, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Maret 1944 yang dikalungkan oleh General der Panzertruppe Erhard Raus (kiri). Lokasinya? Ya di tempat dimana Rodewald menjalani perawatan atas luka-lukanya, yaitu di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan)!


 Pemberian medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan Infanterie-Sturmabzeichen oleh seorang Hauptmann (kemungkinan Kompaniechef, komandan kompi) kepada prajurit bawahannya yang terluka yang diselenggarakan di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) di Nowo Alexandrowskoje, Rusia, tahun 1942



Sumber :

No comments: