Friday, October 10, 2014

Foto 10.5 cm leFH 18 (leichte FeldHaubitze)

Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Hauptmann Nicolaus von Below (tertutup oleh Reichenau, Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Selain itu, terdapat identifikasi tambahan: 1.Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps) dan 2.Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division)




 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm yang merupakan howitzer ringan standar divisi Jerman dalam Perang Dunia II. Sebagai pembuatnya adalah Rheinmetall, sementara mulai operasional dari tahun 1935. Biasanya meriam ini ditarik oleh kuda, tapi juga bisa ditarik oleh truk atau halftrack


Prajurit infanteri dari tepi barat sungai Don memperhatikan bargas-bargas yang membawa meriam howitzer lapangan ringan IeFH.18 10,5cm ke tepi sungai satunya lagi, akhir Agustus 1942. Hanya dalam waktu beberapa hari meriam-meriam artileri ini akan langsung digunakan untuk menghancurkan posisi-posisi artileri dan kendaraan Soviet di seberang sungai Volga. Jumlah ponton yang digunakan untuk membuat bargas semacam ini sama banyaknya dengan yang digunakan untuk membuat jembatan apung


Pasukan Wehrmacht ini baru saja mengambil alih sebuah lubang pertahanan Rusia yang berada di jalan menuju Stalingrad, akhir musim panas 1942. Tank T-34 yang sudah tidak berfungsi terlihat teronggok di latar belakang, sementara sebuah meriam howitzer ringan dari jenis IeFH.18 10.5cm terlihat melintas di hadapannya dalam perjalanan menuju ke front depan. Senjata satu ini adalah meriam standar divisi infanteri Jerman dan bukannya meriam Flak 88mm seperti yang banyak digambarkan dalam film, buku novel dan memoar




Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter Eugen Nonnenmacher yang diambil di Bosnia-Herzegovina pada bulan April 1944 ini memperlihatkan para awak meriam howitzer ringan  leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm Waffen-SS sedang beraksi. Mereka berasal dari unit Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment / 13.SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) yang satu bulan kemudian - Mei 1944 - berganti nama menjadi SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment 13 / 13.Waffen-Gebirgs-Division der SS "Handschar" (kroatische Nr. 1). Uniknya, para awak senjata beledug satu ini merupakan lima bersaudara (!) yang figurnya terkenal ke seluruh dunia melalui foto hasil karya Nonnenmacher lainnya. Meskipun telah banyak contoh di Divisi Handschar yang memperlihatkan bahwa anggota dari satu keluarga yang sama ikut mendaftar menjadi anggota, tapi untuk lima bersaudara yang semuanya masuk ke unit yang sama, merekalah juaranya! Karenanya dibuatlah serangkaian foto yang memperlihatkan saat mereka bertugas, tentunya untuk kepentingan propaganda ("Fünf Brüder und eine Haubitze. Im Einsatz gegen bolschewistische Banden..." - Lima bersaudara dan satu howitzer, dalam pergulatan melawan gerombolan Bolsewik). Dalam foto ini sendiri, hanya tiga orang kakak-beradik itu yang terlihat (bintara di sebelah kiri bukanlah salah satunya. Dia adalah komandan mereka). Aslinya foto ini adalah hitam-putih, tapi kemudian mendapat pewarnaan secara profesional oleh majalah Jerman masa perang, SIGNAL (edisi 18/1944 halaman 19). Pewarnaan tersebut begitu bagusnya sehingga banyak orang terkecoh, dan menyangka bahwa foto ini adalah foto berwarna asli!


Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
www.bandenkampf.blogspot.com

No comments: