Monday, October 13, 2014

Foto Diensthemd (Kemeja Tugas)


HEER

Oberst Johannes "Hans" Barge (23 Maret 1906 - 28 Februari 2000) bergabung dengan kepolisian tahun 1926 dan kemudian pindah ke Wehrmacht tahun 1935. Dalam Perang Dunia II Barge ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Polandia, Prancis dan Rusia (Leningrad). Pada tahun 1943 dia dipindahkan ke Yunani, tepatnya di Kreta. Disana dia dituduh terlibat dalam eksekusi pasukan Italia setelah negara sekutu Jerman tersebut menyerah pada Sekutu bulan September 1943. Peristiwa ini dikenal dengan nama "Pembantaian Cephalonia" atau "Pembantaian Divisi Acqui", dan digambarkan secara detail dalam filmnya Nicholas Cage, "Captain Corelli's Mandolin" (termasuk peran Barge juga nongol disana!). Setelah Jerman menyerah pada Sekutu, Komandan pasukan Wehrmacht di Kreta (Generalmajor Hans-Georg Benthack) mengirim pesan telegraf pada Karl Dönitz (pemimpin Jerman sepeninggal Hitler) tanggal 20 Mei 1945 dimana dia memuji perlawanan pasukan Wehrmacht di pulau tersebut dan meminta izin untuk menganugerahkan Ritterkreuz kepada lima orang prajurit terbaiknya. Dalam pesan balasan keesokan harinya Dönitz diduga menyetujui permintaan Benthack. Barge adalah salah satu dari lima orang yang mendapat medali. Tanggal penganugerahannya kemudian dirubah oleh Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger (OdR) sehingga secara resmi Barge dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Mei 1945 sebagai Oberst dan Kommandeur Festungs-Grenadier-Regiment "Kreta" / Festungs-Division "Kreta" / Heeresgruppe E. Veit Scherzer menganggap medali yang diterima oleh Barge tidak sah karena Dönitz telah berhenti menganugerahkan medali dari sejak tanggal 8 Mei 1945! Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Hans Barge: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 Februari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (4 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Juli 1942);  Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (16 September 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (28 Juli 1943)



Oberleutnant Ulrich Siegeler (13 Februari 1923 - 28 Februari 1994) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Maret 1945 sebagai Oberleutnant dan Führer 7.Kompanie / II.bataillon / Panzergrenadier-regiment 59 / 20.Panzer-Division / XVII.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe Mitte, atas prestasinya dalam mempertahankan sebuah perempatan strategis di Preiswitz selama satu minggu yang memungkinkan banyak pasukan dan warga sipil Jerman mampu meloloskan diri dari kepungan pasukan Rusia. Pihak musuh berkali-kali menyerang unit Siegeler yang mempertahankan perempatan ini, tapi selalu gagal. Siegeler akhirnya mundur dari sana, itu pun setelah ada perintah dari atasan dan pasukan utama Jerman ditarik dari kota Preiswitz. Pasukan Soviet yang tak lama kemudian datang akhirnya melakukan balas dendam brutal terhadap populasi warga kota yang masih tetap tinggal. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Reichsportabzeichen (11 Juni 1941); SA-Wehrabzeichen (15 Oktober 1941); Panzerkampfabzeichen in Bronze (20 Juli 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (18 Oktober 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Juli 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (1 Juni 1944); Eisernes Kreuz I.Klasse (12 September 1944); serta Verwundetenabzeichen in Gold (26 Februari 1945). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



 Oberstleutnant Wilhelm Walther (27 Januari 1910 - 25 November 2010) adalah seorang perwira Heer yang bertugas di unit Brandenburger, sebuah unit Komando khusus yang bertugas menyusup ke wilayah musuh dan melaksanakan misi-misi sabotase. Ini sesuai dengan jiwanya yang suka menantang maut dari sejak masih muda (Walther adalah pemain Mensur, pertandingan anggar antar mahasiswa, dan codet hasil dari salah satu pertandingan tersebut membekas di wajahnya seumur hidup!). Di hari pertama Westfeldzug (Invasi ke Barat) tahun 1940, Walther diberi tugas untuk memimpin tujuh orang rekannya masuk ke negara Belanda secara diam-diam dan merebut jembatan yang melintasi sungai Meuse di kota Gennep secara utuh. Pada pukul 02:00 subuh tanggal 10 Mei 1940, Walther dan anakbuahnya (yang menyamar menjadi polisi militer Belanda yang sedang membawa tawanan Jerman) mulai bergerak melaksanakan aksinya. Dua pos penjagaan di sisi sungai berhasil dikuasai, tapi kemudian tiga orang Brandenburger terluka dalam kontak senjata dengan pasukan yang bertahan di sisi lainnya sehingga gerak maju Walther terhenti. Dengan berani campur nekad, dia berjalan dengan tenang melintasi jembatan menuju sisi lain yang masih dikuasai oleh pasukan pertahanan Belanda. Melihat seseorang berseragam perwira Belanda mendekat, pasukan yang bertahan menjadi ragu-ragu sehingga memungkinkan sisa anggota tim Walther membereskan mereka. Jembatan akhirnya berhasil dikuasai utuh dan semua bahan peledak dinonaktifkan. Beberapa jam kemudian pasukan pelopor dari 256. Infanterie-Division melintasi jembatan dengan aman tanpa gangguan. Meskipun banyak operasi serupa dilancarkan di hari itu, tapi sangat sedikit yang sesukses Walther dan kawan-kawannya, bahkan di jembatan lainnya pasukan Brandenburger ditangkap oleh tentara Belanda dan dieksekusi ditempat karena dianggap sebagai mata-mata. Atas prestasinya yang fenomenal tersebut, Wilhelm Walther dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 24 Juni 1940 sebagai Oberleutnant dan Stoßtruppführer 4.Kompanie / Bau-Lehr-Bataillon z.b.V. 800 "Brandenburg" / Heeresgruppe B. Dia tercatat sebagai Brandenburger pertama yang dianugerahi medali seprestisius itu! Walther ikut serta dalam invasi pasukan Jerman ke Uni Soviet, dan di akhir tahun 1941 dia naik jabatan menjadi komandan I.Bataillon / Sonderverband z.b.V 800 "Brandenburg", disusul sebagai komandan Jäger-Regiment 1 "Brandenburg" pada bulan November 1942 meskipun notabene pangkatnya masih Major (biasanya komandan resimen setingkat Oberstleutnant atau Oberst)! Pada bulan Juli 1943 resimennya bertempur melawan pasukan Partisan di Balkan dan barat-laut Yunani sampai dengan tahun 1945. Seusai perang dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Belanda, tapi kemudian hukumannya dibatalkan dan pada tahun 1950 Walther dibebaskan. Sang mantan perwira Brandenburger meninggal dunia pada tahun 2010 dalam usia 100 tahun! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung; Eisernes Kreuz II.Klasse (1940) und I.Klasse (1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (1940); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen (1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)

-----------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Hauptmann Johann "Hans" von Bargen (14 Oktober 1914 - 6 Juli 1944) telah terlibat dalam kancah pertempuran udara sebagai pilot Stuka dari hari pertama perang dan ikut berpartisipasi dalam kampanye di Polandia, Prancis dan Yunani. Unitnya, I./StG 3, kemudian ditransfer ke Afrika Utara dimana, sebagai seorang Oberleutnant dan Gruppenadjutant, dia menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam serangan-serangan pembom tukik terhadap benteng-benteng Inggris di padang pasir. Von Bargen dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 September 1942 sebagai Oberleutnant dan Adjutant I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 3 (StG 3) / Fliegerführer Afrika / Luftflotte 2. Unitnya kemudian dipindahkan ke Rusia tahun 1943 dan disana Bargen menjadi ajudan Geschwaderkommodore Kuhlmey di sektor utara Front Timur. Sebagai seorang Gruppenkommandeur I./SG 3, pada tanggal 6 Juli 1944 Von Bargen dinyatakan hilang dalam misi udara di wilayah sekitar Äyräpää/Tanah Genting Karelia (Finlandia tenggara), saat terbang bersama dengan Gefechtsverband Kuhlmey. Sepanjang karirnya dia telah terlibat dalam 400+ misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse (25 Agustus 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (19 Maret 1942)



Oberst Viktor Bauer (19 September 1915 - 13 Desember 1969) adalah pilot jagoan Luftwaffe yang selama karir militernya tercatat menembak jatuh 106 pesawat musuh dalam 400+ misi tempur. Semua kemenangannya diraih di Front Timur kecuali empat buah yang diraih di Front Barat. Bulan paling sukses bagi Bauer adalah Juli 1942 dimana dia mencatatkan 33 kemenangan. Lima kali dia mencatatkan empat kemenangan dalam satu hari dan dua kali lima kemenangan dalam satu hari! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) / V.Fliegerkorps / Luftflotte 4, untuk 36 kemenangan udara yang telah diraihnya (yang terakhir tanggal 23 Juli 1941). Selain itu, dia juga mendapatkan Eichenlaub #107 tanggal 26 Juli 1942 sebagai Oberleutnant Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) "Udet" / Luftflotte 4, untuk 102 kemenangan udara yang telah diraihnya (yang terakhir tanggal 25 Juli 1942). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Oktober 1939), Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1940); Frontflugspange für Jäger in Gold (5 Mei 1941); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz (12 Agustus 1941) ; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (15 Juni 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (8 Agustus 1942); serta Demjanskschild (31 Desember 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Oberleutnant Gert Blume (5 Juli 1919 - 23 Mei 1942) adalah pilot pembom jempolan di 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" yang gugur pada musim semi 1942 saat pesawat Junkers Ju 88 A-4 "9K+GB" (Werknummer 5721) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Rusia di atas Kharkov. Ikut gugur pula ketiga awaknya: Oberfeldwebel Christof Müller, Feldwebel Heinrich Deussen dan Unteroffizier Werner von Drage. Pria kelahiran Schwelm ini kemudian dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold secara anumerta tanggal 2 Juli 1942, meskipun tentu saja tidak nampak dalam foto koleksi Peter Weinsoldner di atas yang memperlihatkan saat Blume masih bernyawa. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Frontflugspange für Kampfflieger; serta Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1 Desember 1941)



Major Erich Rudorffer (lahir 1 November 1917)  adalah salah satu penembak jitu paling brilian dari seantero Jagdwaffe, dan tampaknya tak menemui kesulitan berarti saat harus menembak jatuh lebih dari satu pesawat musuh dalam satu hari atau dalam satu misi! Matanya yang tajam serta kemampuan terbangnya yang luar biasa mengantarkannya untuk meraih 224 kemenangan udara terkonfirmasi sehingga menempatkannya dalam urutan ke-7 pilot paling sukses di dunia dalam hal jumlah korban yang ditembak jatuh. Skor sedahsyat inu bukannya diraih tanpa pengorbanan: dia terlibat dalam 1.000 lebih misi udara, dengan merasakan dogfight dalam 302 diantaranya. Tidak hanya itu, dia juga merasakan ditembak jatuh oleh musuhnya sebanyak 16 kali dan melompat keluar dari pesawatnya 9 kali! Dari seluruh kemenangannya, 138 diantaranya diraih di Front Timur, 59 di Front Barat, dan 27 di Afrika Utara. Medali dan penghargaan yang diraihnya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (22 Mei 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (28 Juni 1940); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Oktober 1940); Deutsches Kreuz in Gold (9 Desember 1941); Vapaudenristin 2.Luokka (Finlandia); Frontflugspange für Jäger in Gold; Frontflugspange für Zerstörer in Gold mit Anhänger und Einzatszahl; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Mei 1941) mit Eichenlaub (11 April 1944) und Schwerter (26 Januari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 30 Oktober 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Geschwaderkommodore Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (kiri) ngobrol bersama dengan para "Luftwaffe-Experten" anakbuahnya dari III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich "Bubi" Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe), Leutnant Karl Gratz (Flugzeugführer di 8.Staffel / III.Gruppe), Oberleutnant Friedrich "Fritz" Obleser (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe), dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe). Foto kemungkinan besar diambil di musim semi/panas tahun 1944

-----------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI


Hellmuth Becker sebagai SS-Standartenführer (4 januari 1942 s/d 21 Juni 1944). Pada bulan Agustus 1943 dia diperintahkan untuk merebut wilayah Nikitovka serta Dataran Tinggi 199 dan 197 di Ukraina dari tangan Tentara Merah. Setelah pertempuran sengit melawan musuh, Becker memutuskan untuk melakukan penyerbuan final menggunakan batalyon cadangannya yang masih tersisa dengan bergerak melewati wilayah divisi Jerman yang berdekatan yang tidak terlibat dalam serangan. Dia dan resimennya berhasil merebut Dataran Tinggi 197 serta dua posisi pertahanan lainnya. Kesuksesannya membuat Divisi Totenkopf leluasa bergerak maju ke arah Merchyk dan dalam prosesnya menghancurkan dua divisi Rusia, dua brigade lapis baja dan satu brigade bermotor! Atas prestasinya tersebut Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang dia dapatkan tanggal 7 September 1943 sebagai Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"


 SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (11 Desember 1911 - 30 Januari 2000), dalam sebuah foto dengan caption asli "sommer 1944" (musim panas 1944). Adjutant Kommandant Konzentrationslager Auschwitz-Birkenau ini merupakan anak dari seorang pekerja konstruksi yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Setelah bergabung dengan SS bulan Oktober 1933, dia menjadi anggota SS-Totenkopf-Standarte 9 di Danzig pada tahun 1939 dan diangkat sebagai ajudan Komandan Kamp Konsentrasi Neuengamme, Martin Gottfried Weiss, setahun setelahnya. Pada tahun 1943 Höcker mengikuti pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Braunschweig. Setelahnya dia menjadi ajudan dari Richard Baer, yang kemudian diangkat sebagai Lagerkommandant Auschwitz bulan Mei 1944. Baer menjadi komandan terakhir kamp konsentrasi paling terkenal tersebut karena pada bulan Januari 1945 dia dan anakbuahnya dipaksa meninggalkan kamp untuk menghindari gerak maju Tentara Merah yang makin dekat. Setelahnya Baer diangkat sebagai komandan kamp Dora-Mittelbau, dengan Höcker tetap menjadi ajudannya. Ketika pasukan Sekutu membebaskan kamp tersebut, sang ajudan menggunakan surat-surat identifikasi palsu sehingga identitas dirinya tidak terbongkar selama masa penahanan yang singkat. Seusai perang Höcker bekerja sebagai pegawai bank, tapi beberapa tahun kemudian identitasnya terbongkar sehingga dia harus menjalani pengadilan para penjahat perang Auschwitz di Frankfurt awal tahun 1960-an. Pengadilan tidak dapat menemukan keterlibatan langsung dirinya atas tuduhan pembunuhan massal, sehingga dia dilepaskan kembali pada tahun 1970-an dan mampu meneruskan karirnya sebagai pegawai bank sampai pensiun. Sampai dengan kematiannya di tahun 2000, Höcker tetap menganggap dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan kejahatan perang yang didakwakan terhadapnya. Dia beralasan bahwa dia hanyalah seorang ajudan yang tidak berhubungan langsung dengan kamp, melainkan bertugas melayani keperluan komandannya


SS-Standartenführer Johannes-Rudolf Mühlenkamp, Kommandeur SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division "Wiking", berdiri di depan Befehlspanzer (tank komando) Panther Ausf.A setelah pertempuran di sekitar Kovel tanggal 22 Juli 1944. Beberapa hari kemudian dia sudah mendapatkan tugas baru untuk menahan serbuan pasukan Rusia di sekitar Warsawa. Dalam pertempuran sengit yang kemudian terjadi (4 Agustus - 3 September 1944), Divisi Wiking "menggila" dengan berhasil menghancurkan atau merampas 151 tank, 19 tank-destroyer, 13 artileri-gerak dan ranpur, 176 meriam artileri, 94 senapan mesin dan senjata anti-tank, serta lima pesawat terbang! Dalam proses ini Mühlenkamp diangkat sebagai komandan tetap divisi tanggal 12 Agustus 1944 (setelah sebelumnya menjadi komandan pengganti dari tanggal 22 Juli 1944) dan berperan penting dalam kejayaan unit yang dipimpinnya. Atas prestasinya dalam pertempuran di sekitar Warsawa dia dianugerahi Eichenlaub sebagai tambahan untuk Ritterkreuz-nya tanggal 21 September 1944. Dia tetap menjadi Divisionskommandeur s/d tanggal 9 Oktober 1944 ketika dia digantikan oleh SS-Oberführer Karl Ullrich


 Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper (Persönlicher Stab Reichsführer-SS in der Hauptabteilung SS-Adjutantur), SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto yang diambil pada tahun 1941 ini memperlihatkan Witt yang mengenakan kemeja sipil tanpa Ritterkreuz yang tergantung di lehernya




 Acara pisah-sambut jamuan makan siang Divisi Leibstandarte untuk menghormati SS-Standartenführer Dr.-Med. Hermann besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang baru saja ditunjuk untuk menjadi Korpsarzt I. SS-Panzerkorps, awal bulan Juli 1943. Disini Dr. Besuden sedang berpidato sambil memegang gelas berisi racun tikus, sementara di sebelahnya adalah SS-Oberführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang melepaskan seragam serta medalinya dan hanya mengenakan diensthemd (kemeja tugas). Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel




Sumber :
Buku "Die Ritterkreuzträger des Kreises Siegen-Wittgenstein 1939-1945" karya Uwe Schweisfurth
www.5sswiking.tumblr.com
www.forum.axishistory.com
www.kegans-militaria.webstarts.com
www.ushmm.org

No comments: