Thursday, October 23, 2014

Foto karya Walter Frentz (Fotografer Pribadi Hitler)

 Adolf Hitler saat baru tiba di lapangan udara Berlin-Tempelhof dengan latar belakang pesawat angkut pribadinya yang baru tanggal 6 Juli 1939. Di sebelah kiri (menghadap ke belakang) adalah pilot pribadinya (Flugkapitän) SS-Gruppenführer Hans Baur, sementara yang sedang ngobrol dengan Hitler memakai topi putih adalah ajudan dari Luftwaffe Hauptmann Nicolaus von Below. Selain itu, yang tersenyum di belakang Hitler dengan memakai seragam hitam Allgemeine-SS M32 adalah ajudannya yang lain, SS-Gruppenführer Julius Schaub. Perwira Luftwaffe yang memakai kacamata di belakang adalah Oberst Victor Carganico (Kommandant des Flughafens Berlin-Tempelhof), ayah dari Horst Carganico yang nantinya menjadi jagoan udara Luftwaffe ternama. Foto oleh Walter Frentz (fotografer pribadi Hitler). Pesawat yang digunakan Hitler untuk runtang-runtung dinamai "Grenzmark", sebuah pesawat dari jenis Focke-Wulf 200A-0 (S-8 ) "Condor", werknummer 3098 dengan nomor registrasi D-ACVH. Pesawat ini mulai digunakan untuk tugas-tugas kenegaraan dari tanggal 30 Juni 1939. Di musim gugur tahun yang sama, setelah perang pecah antara Jerman dan Inggris-Prancis, nomor registrasinya dirubah menjadi WL-ACVH selama beberapa minggu untuk kemudian diganti lagi menjadi AC+VH (Balkenkreuz ditambahkan di antara huruf). Pesawat ini ikut digunakan sebagai alat angkut pasukan dalam invasi Jerman ke Norwegia bulan April 1940 dengan menggunakan nomor registrasi NK+NM. Riwayatnya berakhir saat hancur dalam pendaratan darurat di Orel (Rusia) tanggal 23 Desember 1941


 Si ganteng SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") berpose santai sambil mengigit pipa cangklong dalam foto yang diambil oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Walter Frentz, tanggal 15 Mei 1940. Mantep nggak seragam yang dikenakannya? Sekedar informasi, seragam dan insignia SS (Schutzstaffel) dirancang oleh SS-Oberführer Prof. Dr. Karl Diebitschen sementara desain grafisnya oleh SS-Sturmhauptführer Walter Heck. Perusahaan Hugo Boss diserahi kepercayaan untuk memproduksi seragam ini bersama dengan seragam punya Hitlerjugend


 Sebuah pesawat maritim jarak jauh Focke-Wulf Fw 200 "SG+KS" dari I.Gruppe / Kampfgeschwader 40 (KG 40) dengan anggunnya sedang terbang di udara dengan latar belakang langit biru dan awan putih. Foto oleh Walter Frentz di tahun 1941. Pesawat ini adalah ancaman utama jalur pelayaran Sekutu di samudera Atlantik, bersama dengan kawanan U-boat Dönitz. Sayangnya, di tahun-tahun pertama Perang Dunia II (1939-1941), perkembangan penerbangan laut kurang mendapat tempat dalam rencana strategis Luftwaffe sehingga peran penting pesawat semacam Fw 200 "Condor" kurang dimaksimalkan. Ketika di pertengahan perang perannya baru dilirik, semuanya sudah terlambat. Hal ini disebut-sebut sebagai salah satu kesalahan terbesar Luftwaffe dalam Perang Dunia II!


 15 Juli 1941: Seorang tawanan Soviet (yang tampaknya adalah keturunan Asia) sedang diperiksa mulutnya oleh SS-Obersturmbannführer Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt) tak lama setelah dimulainya Operasi Barbarossa. Foto oleh Walter Frentz. Para ilmuwan SS dan ahli rasial Jerman lainnya sangat tertarik dalam mengklasifikasikan tipe ras yang berbeda-beda di Timur demi mencari contoh ras yang cocok untuk di-Jermanisasi


 Reichsführer-SS Heinrich Himmler (kiri) bersama dengan seorang anak Ukraina yang akan dimasukkan ke Program Lebensborn. Foto diambil oleh Walter Frentz di Minsk (Belorusia) tanggal 15 Agustus 1941. Di sebelah kiri adalah SS-Obersturmführer Josef "Sepp" Kiermaier (supir pribadi sekaligus bodyguard Himmler), sementara di tengah berdiri SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef des Hauptamtes Persönlicher Stab Reichsführer-SS). Lebensborn (Benih Kehidupan) sendiri adalah program Nazi yang dicanangkan oleh Himmler untuk memberi perlindungan terhadap anak-anak yatim-piatu, janda tentara SS serta wanita yang hamil di luar nikah dengan cara menyediakan tempat pengasuhan untuk anak-anak mereka. Program ini secara ketat hanya memasukkan anak-anak yang dianggap "pantas" secara rasial. Lebih lengkapnya tentang Lebensborn bisa dilihat DISINI... eh, DISINI!


Foto terkenal yang diambil oleh Walter Frentz di Berghof Obersalzberg tahun 1942 ini memperlihatkan Adolf Hitler bersama dengan anjing gembala Jerman peliharaannya yang bernama Blondi. Nantinya Blondi akan melahirkan lima ekor anak anjing, dengan salah satu di antaranya menjadi favorit Hitler dan dinamakan dengan "Wolf" (sesuai dengan julukan Hitler sendiri). Pada bulan April 1945 anjing kesayangan Hitler ini dieksekusi di dalam Führerbunker menggunakan potasium sianida atas suruhan majikannya sementara anak-anaknya ditembak mati oleh perwira SS, semuanya demi mencegah mereka jatuh ke tangan pasukan Soviet yang sedang mendekati bunker Berlin!


 Hitler bersama dengan para petinggi Nazi di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg) di hari ulangtahunnya yang ke-53 tanggal 20 April 1942. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (membelakangi kamera, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Reichsorganisationsleiter der NSDAP), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im OKW, Oberkommando der Wehrmacht), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl Wolff (Verbindungsoffizier zischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), SS-Oberführer Prof. Dr.ing. Ferdinand Porsche (Wehrwirtschaftsführer), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan SS-Obergruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister ohne Portfeuille und Chef der Reichskanzlei). Foto oleh Walter Frentz


Perundingan di markas besar Heeresgruppe Süd di Poltava tanggal 1 Juni 1942. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf Heusinger (Chef der Operationsabteilung des Generalstabes im Oberkommando des Heeres); General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd); Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2.Armee); Adolf Hitler; General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6.Armee); General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Kommandierender General III.Panzer-Korps); dan Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Foto oleh fotografer pribadi Hitler Walter Frentz


Foto oleh Walter Frentz ini memperlihatkan jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Ajudan Luftwaffe Hitler, Oberstleutnant Nicolaus von Below, tanggal 20 September 1942. Duduk mengelilingi meja dari kiri ke kanan: NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler), Kapitän zur See Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan Christa Schroeder (Sekretärinnen Adolf Hitlers)


 Foto oleh Walter Frentz ini memperlihatkan jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Ajudan Luftwaffe Hitler, Oberstleutnant Nicolaus von Below, tanggal 20 September 1942. Duduk dari kiri ke kanan: Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Christa Schroeder (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstarzt der Reserve Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt und Bevollmächtigter für das Sanitäts- und Gesundheitswesen), Gesandter Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Yang terakhir mengenakan ärmelstreifen "Stosstrupp 1923" yang langka di lengannya. Seorang pelayan dari Führerhauptquartier dengan insignia "Großdeutschland" di seragamnya berdiri memperhatikan di sudut kanan


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) bermain bersama dengan anjing gembala Jermannya yang setia, Blondi, di Führerhauptquartier Wolfsschanze Rastenburg, musim dingin 1942/1943. Hitler adalah seorang penyayang binatang - terutama anjing- dan dia selalu mempunyai daftar permainan (kunststücke) untuk menghabiskan waktu dengan binatang-binatang peliharaannya. Disini kita juga bisa melihat para pembantu terdekat Hitler: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler), SS-Hauptsturmführer Hans Pfeiffer (Waffen-SS Stab beim Führerhauptquartier), dan NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei). Foto ini dibuat oleh fotografer pribadi Hitler Walter Frentz. Frentz selalu memilih untuk menjepretkan kameranya saat hari sedang cerah - baik itu di Wolfsschanze maupun di Berghof - dan tidak ada satu pun fotonya yang memperlihatkan cuaca mendung, hujan atau bersalju!


  Foto hasil karya Walter Frentz ini pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL edisi bulan Februari 1943 untuk menyambut pengangkatan Panglima Kriegsmarine yang baru, Karl Dönitz (menggantikan Erich Raeder yang dianggap gagal memaksimalkan kemampuan Angkatan Laut Jerman dalam Perang Dunia II). Dari kiri ke kanan: Kapitänleutnant Adalbert Schnee (Geleitzugs-Asto, Admiralstabsoffizier beim Befehlshaber der Unterseeboote), Generaladmiral Karl Dönitz (Befehlshaber der Unterseeboote), dan Kapitän zur See Eberhard Godt (Chef der Operationsabteilung beim Befehlshaber der U-Boote). Mereka sedang mempelajari peta samudera yang terhampar di meja. Foto ini sendiri diambil di ruangan operasi U-boat di markas besar Kriegsmarine di Berlin (Marinehauptquartier Koralle)



Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berbincang-bincang dengan Dipl.-Ing. Dr. mont. Hans Malzacher (Generaldirektor der Berghütte Teschen), sementara di belakangnya memperhatikan SS-Gruppenführer Julius Schaub (tertutup Hitler, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler), Gauleiter August Eigruber (Gauleiter Oberdonau und Landeshauptmann Oberösterreich) dan SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers). Yang terakhir terkenal ke seantero Reich sebagai "penjilat Hitler nomor satu", dan foto ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana Bormann meniru tindak-tanduk tuannya, termasuk posisi kakinya. Ekspresi mukanya juga tampak tidak senang manakala ada "orang lain" antara dia dengan Hitler, yang juga meniru gaya sang Führer dengan lebih "faseh"! Foto diambil oleh Walter Frentz tanggal 4 Maret 1943 di Nibelungenwerk Sankt Valentin di Linz (Austria) yang merupakan pusat produksi panzer Wehrmacht


 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengunjungi kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi meriam terbesar di dunia Eisenbahngeschütz "Dora" (kaliber 800mm!). Dengan disaksikan oleh Sang Führer dan para pengiringnya, artileri yang bergerak melalui jalan kereta khusus tersebut menembakkan dua peluru yang besarnya amit-amit. Foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1943 oleh Walter Frentz dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Hauptdienstleiter Dipl.-Ing. Karl-Otto Saur (Staatssekretär im Reichsministerium für Rüstung und Kriegsproduktion), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)


 Foto ini diambil oleh Walter Frentz tanggal 4 April 1943 di Reichswerke Hermann Göring, Linz (Jerman), saat Hitler melakukan kunjungan sekaligus inspeksi ke Eisenbahngeschütz 80 cm Kanone Schwerer Gustav, artileri terbesar yang pernah dibuat manusia dalam Perang Dunia II! Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Ingenieur Erich Müller (Wehrwirtschaftsführer), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Prof.Dr.-Ing.Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (tidak terlihat di foto ini, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)


  Il Duce Benito Mussolini berbicara dengan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht) di lapangan udara Feltre (Italia utara) sebelum Keitel terbang pulang ke Berlin. Foto ini dibuat oleh Walter Frentz di sore hari tanggal 19 Juli 1943. Hanya dalam beberapa hari kemudian (24 Juli 1943), sang diktator Italia akan digulingkan dari kekuasaannya melalui pemungutan suara oleh Dewan Akbar Fasis, dan Raja Victor Emmanuel memerintahkan penangkapannya keesokan harinya. Dalam foto ini Keitel memegang Interimstab (tongkat komando), sementara di seragamnya tersemat medali Italia Grand Cross of the Military Order of Savoy yang dianugerahkan kepadanya oleh Raja Victor Emmanuel tanggal 24 April 1942, bersama dengan Großadmiral Erich Raeder


  Adolf Hitler (Führer und oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjalan dengan bantuan tongkat diantara tumpukan salju bersama dengan Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei) di Berghof Berchtesgaden (Münich) tanggal 3 April 1944. Di belakang mereka adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Fritz Darges (persönlicher SS Adjutant bei Adolf Hitler), SS-Hauptsturmführer Josef "Sepp" Kiermaier (persönlicher leibwächter bei Heinrich Himmler), perwira tak dikenal, dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier). Foto ini diambil saat Hitler melakukan jalan-jalan rutin ke Mooslahnerkopf Teehaus (rumah teh) yang biasa dia lakukan tiap hari apabila sedang berada di Berghof, sebelum dia balik lagi menggunakan mobil. Mooslahnerkopf Teehaus sendiri adalah sebuah bangunan kecil yang berada tepat di seberang rumah peristirahatan sang Führer di Berghof, yang berbeda dengan rumah teh resmi yang berada di atas puncak Gunung Kehlstein. Mooslahnerkopf Teehaus dibangun pada tahun 1937 di sebelah utara wilayah tersebut, persis di bawah bukit Mooslahnerkopf dan menghadap lembah Berchtesgaden yang berada di bawahnya. Acara jalan-jalan semacam ini kadangkala memberi inspirasi bagi Hitler dalam mengeluarkan keputusan-keputusan politik pentingnya, meskipun seringkali Hitler memilih untuk bersantai - dan bahkan tidur siang - di dalam bangunan Teehaus-nya sendiri, dengan dikelilingi oleh para teman terdekat serta anakbuahnya. Apa yang disebut sebagai Eagle's Nest di Kehlstein kadangkala disebut sebagai "Rumah Teh Hitler", tapi hal ini secara teknis kurang tepat. Hitler tak pernah menjadikan Kehlsteinhaus sebagai rumah teh pribadinya, karena tempat yang dia pilih untuk dikunjungi setiap hari di Berghof adalah Mooslahnerkopf Teehaus. Foto ini sendiri diambil oleh fotografer Hitler yang berasal dari Luftwaffe, Walter Frentz, dan bisa jadi merupakan satu-satunya yang memperlihatkan saat sang pemimpin Nazi tersebut mengenakan kacamata hitam!



Foto karya Walter Frentz ini memperlihatkan Adolf Hitler beraudiensi tak lama setelah upacara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe yang telah membuktikan keberanian mereka di medan pertempuran. Tempat upacaranya adalah di Berghof, Obersalzberg, sementara untuk tanggalnya adalah 4 April 1944. Dari kiri ke kanan: Major Werner Streib (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1. Schwertern #54, 11 Maret 1944), Hauptmann Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52. Schwertern #52, 2 Maret 1944), Oberst Erich Walther (Kommandeur Fallschirmjäger-Regiment 4 / 1.Fallschirmjäger-Division. Eichenlaub #411, 2 Maret 1944), Major Kurt Bühligen (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen". Eichenlaub #413, 2 Maret 1944), Hauptmann Hans-Joachim Jabs (Gruppenkommandeur IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1. Eichenlaub #430, 24 Maret 1944), Major Bernhard Jope (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 100. Eichenlaub #431, 24 Maret 1944), Major Reinhard Seiler (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 54. Eichenlaub #419, 4 Maret 1944), Major Hansgeorg Bätcher (tertutup oleh Hitler. Gruppenkommandeur I. Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever". Eichenlaub #434, 24 Maret 1944), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Hauptmann der Reserve Horst Ademeit (Gruppenkommandeur I. Gruppe / Jagdgeschwader 54. Eichenlaub #414, 2 Maret 1944), Major Johannes Wiese (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 52. Eichenlaub #418, 2 Maret 1944), Wachtmeister Fritz Petersen (Geschützführer 6.Batterie / Flak-Regiment 4 [motorisiert]. Eichenlaub #438, 26 Maret 1944), Major Dr.jur. Maximilian Otte (GruppenKommandeur II.Gruppe / Schlachtgeschwader 2 "Immelmann". Eichenlaub #433, 24 Maret 1944), dan Oberleutnant Walter Krupinski (Staffelkapitän 7.Staffel / Jagdgeschwader 52. Eichenlaub #415, 2 Maret 1944). Sebenarnya terdapat satu orang lagi penerima: Leutnant Erich Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / Jagdgeschwader 52. Eichenlaub #420, 2 Maret 1944), tapi entah kenapa dia tidak nongol dalam foto ini!


  Arys (Orzysz) di Prusia Timur, 20 April 1944: Adolf Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya menyaksikan parade 20 buah Jagdpanzer 38 (Sd.Kfz.138/2) "Hetzer" ("Umpan" atau "Biangkerok") produksi pertama dalam jalur autobahn sebagai bagian dari perayaan ulangtahun suram sang Führer yang ke-55. Setelah acara demonstrasi usai mereka langsung dikirim kembali ke pabriknya karena proses produksinya yang masih belum sempurna! Foto atas, dari kiri ke kanan: Generaloberst Kurt Zeitzler (Chef des Generalstabes des Heeres), Reichsleiter Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Hauptdienstleiter Dipl.-Ing. Karl-Otto Saur (Staatssekretär im Reichsministerium für Rüstung und Kriegsproduktion), perwira panzer tak dikenal, dan Adolf Hitler (Führer und oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Orang yang mengenakan seragam Oberleutnant Luftwaffe sambil memegang kamera film adalah Walter Frentz (21 Agustus 1907 - 6 Juli 2004) yang merupakan salah satu fotografer pribadi Adolf Hitler. Dari tahun 1939 s/d 1945 dia mengabadikan segala aktivitas pemimpin Jerman tersebut (juga orang-orang terdekatnya) melalui kamera foto dan film 


  Adolf Hitler (ketiga dari kanan, Führer und oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menginspeksi salah satu dari 20 buah Jagdpanzer 38 (Sd.Kfz.138/2) "Hetzer" ("Umpan" atau "Biangkerok") produksi pertama saat berlangsungnya presentasi resmi menyambut hari ulangtahun Hitler yang ke-55 yang diadakan di Arys (Orzysz), Prusia Timur, 20 April 1944. Setelah acara demonstrasi usai mereka langsung dikirim kembali ke pabriknya karena proses produksinya yang masih belum sempurna! Nama "Hetzer" sendiri pada awalnya bukanlah nama umum dari kendaraan pemburu tank satu ini, dan kenyataannya disematkan ke prototipe serupa yang bernama E-10. Pabrikan pembuatnya, Škoda dari Cekoslowakia, selama beberapa waktu membuat kebingungan dalam dokumen-dokumen yang dibuatnya mengenai penggunaan dua nama tersebut, dan ini berlanjut sampai setelah pengiriman Jagdpanzer 38 ke unit pertamanya. Akibatnya, selama beberapa minggu pertama nama "Hetzer" digunakan secara luas sampai akhirnya terklarifikasi melalui pemberitahuan dari pusat. Klarifikasi ini bisa dibilang terlambat karena, seperti yang diberitakan oleh Heinz Guderian dalam kertas laporannya kepada Adolf Hitler, nama "Hetzer" sudah kadung digunakan sebagai panggilan kendaraan baru tersebut oleh para pasukan di garis depan. Sejarawan pasca-perang pun kemudian ikut-ikutan meniru penggunaan nama "Hetzer" dalam karya-karya mereka meskipun, dalam kenyataannya, dia tidak pernah digunakan dalam dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht)!



 Foto-foto ini diambil oleh Oberleutnant Walter Frentz di terowongan pabrik pembuat rudal Dora-Mittelbau awal bulan Juli 1944. Frentz adalah fotografer PK (Propaganda-Kompanie) dari Luftwaffe yang diperbantukan di Führerhauptquartier dan mendapat akses khusus ke semua fasilitas Wehrmacht atas nama Adolf Hitler. Pada awal bulan Juli 1944 dia sedang dalam proses membuat sebuah film propaganda tentang keampuhan roket-roket V-1 dan V-2 untuk kepentingan internal. Saat dalam masa pembuatan itulah dia diperkenankan untuk melihat-lihat ke pabrik rudal rahasia Dora-Mittelbau dimana kebanyakan para pekerjanya diambil dari tahanan kamp konsentrasi (seperti yang terlihat dalam foto ini)


 Foto ini diambil oleh Walter Frentz di Führerhauptquartier Wolfsschanze tanggal 18 September 1944 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), dan Großadmiral Karl Dönitz (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine)


Salah satu set kereta mainan milik Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Pada bulan Maret 1945 Walter Frentz, salah seorang fotografer pribadi Hitler, membuat foto berwarna ini, yang diambilnya di kediaman Göring di Carinhall. Kebanyakan dari kereta mainan ini kemudian hancur atau hilang tak tentu rimbanya

----------------------------------------------------------

 Dr. Claude (Claudius) Honoré Desiré Dornier (14 Mei 1884 - 5 Desember 1969) adalah perancang pesawat sekaligus pendiri Dornier Flugzeugwerke keturunan Prancis. Pesawat-pesawat hasil karyanya di antaranya adalah Dornier Do 18 dan "perahu terbang" Dornier Do X bermesin 12 yang selama beberapa dekade menjadi pesawat terbesar sekaligus terkuat. Namanya juga mengemuka dalam sejarah penerbangan Jerman karena konsepnya yang unik dalam hal instalasi mesin multi pesawat terbang. Pesawat ciptaannya kadang kala dilengkapi oleh baling-baling ganda di depan dan belakang dalam konfigurasi tarik-dorong


Dr. Ernst Heinkel (24 Januari 1888 - 30 Januari 1958) adalah perancang sekaligus produsen pesawat, Wehrwirtschaftsführer (pembuat mesin dan perlengkapan perang untuk keperluan Wehrmacht), dan anggota Partai Nazi. Perusahaan Heinkel Flugzeugwerke yang dipimpinnya memproduksi Heinkel He 178, pesawat turbojet pertama di dunia, serta Heinkel He 176, pesawat berbahan bakar roket pertama. Atas jasa-jasanya, pada tahun 1938 dia dianugerahi Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (Penghargaan Nasional Jerman untuk Seni dan Keilmuan)


Wilhelm Emil "Willy" Messerschmitt (26 Juni 1898 - 15 September 1978) adalah pembuat pesawat terkemuka yang terutama terkenal melalui pesawat Messerschmitt Bf 109 yang menjadi pesawat pemburu utama Jerman dalam Perang Dunia II. Sampai pada detik ini, Bf 109 tercatat sebagai pesawat pemburu yang paling banyak diproduksi dalam sejarah: 35.000 buah! Pesawat lainnya - Messerschmitt Me 209 - menjadi pemecah rekor sebagai pesawat berbaling-baling paling cepat sampai dengan tahun 1969. Perusahaannya juga memproduksi pesawat jet pertama di dunia yang masuk proses produksi yaitu Messerschmitt Me 262, meskipun secara pribadi dia tidak merancangnya


Sumber :
Buku "Hitler’s Personal Pilot: The Life and Times of Hans Baur" karya C.G. Sweeting
Buku "Wolfsschanze: Fotografien von Walter Frentz" karya Walter Frentz
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.lindemanns.de
www.spiegel.de
www.ullsteinbild.de
www.walter-frentz.de
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com
www.yadvashem.org

No comments: