Thursday, March 26, 2015

Dijual! DVD Film Axis - Jepang

Bagi para penggemar film sejarah dan perang terutama yang berkaitan dengan Jepang dalam Perang Dunia II, saya ingin membagi koleksi film yang saya miliki. Untuk mendapatkannya, caranya sangat sederhana : Harga adalah 30 ribu/DVD, dan untuk pembelian 6 DVD ke atas maka diskon menjadi 25 ribu/DVD. Berhubung TIDAK ADA TAMBAHAN ONGKOS KIRIM, maka untuk di Jawa pemesanan minimal 2 DVD, sementara luar Jawa 6 DVD. Untuk pembayarannya bisa ditransfer ke rekening BCA dengan nomor 3770149389 atau Mandiri 9000003384550 (Sukabumi) atas nama ALIF RAFIK KHAN. Setelah itu, e-mail judul video yang anda inginkan (2 judul) ke alamat : alifrafikkhan@gmail.com atau ke HP 0856-2007755, plus alamat pengiriman. Pesanan akan dikerjakan setelah konfirmasi transfer diterima, dan pengiriman ke alamat tujuan menggunakan TIKI, JNE atau Pos biasa (tergantung lokasi). So, tunggu apa lagi? Pesan dari sekarang! BTW, harga dihitung per-keping DVD bukan per-judul. Untuk film yang mempunyai beberapa seri/DVD sudah saya cantumkan keterangannya.

Untuk daftar semua koleksi DVD film Axis dilihat DISINI


 226 : FOUR DAYS OF SNOW AND BLOOD (1989)
Peristiwa G 30 S/PKI-nya Jepang, dimana sekumpulan perwira muda AD Jepang memberontak dan membunuh para politisi serta pejabat tinggi militer pada tanggal 26 Februari 1936. Mereka menuntut adanya reformasi dalam tubuh pemerintahan Tokyo yang dianggap korup. Berhasilkan usaha mereka? Teks Indonesia


1941 (1979)
Film komedi yang mengetengahkan ketakutan berlebihan warga Los Angeles akan datangnya invasi Jepang beberapa hari setelah Pearl Harbor. Skenario ditulis oleh Robert Zemeckis sementara sutradaranya adalah Steven Spielberg. Dijamin bermutu! Teks Indonesia



A PLACE IN HELL (1969)
Sekelompok prajurit Amerika yang selamat dari cengkeraman pasukan Jepang dipaksa oleh keadaan untuk melakukan misi yang mustahil dalam peranan baru mereka sebagai anggota gerilyawan Filipina. Uniknya, meskipun film ini menceritakan tentang konflik Amerika-Jepang-Filipina, tapi merupakan buatan Italia! Audio Inggris tanpa teks


 AGAINST THE SUN (2014)
Dalam salah satu kisah nyata paling mengerikan dalam Perang Dunia II, tiga penerbang pembom tukik Angkatan Laut AS mengalami kehabisan bahan bakar sehingga terpaksa mendaratkan pesawat mereka di Laut Pasifik Selatan. Mereka bertahan hidup di atas rakit kecil, dikelilingi oleh lautan terbuka. tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada harapan untuk selamat. Melawan rintangan yang luar biasa, tiga orang ini harus bertahan hidup dari badai, hiu, kelaparan, dan menjaga satu sama lain. 1 DVD teks Indonesia.


AWAY ALL BOATS (1956)
Kisah tentang kru USS 'Belinda', sebuah kapal transport penyerang yang dikomandani oleh kapten Hawks dan MacDougall. Mereka mempunyai misi untuk mendaratkan tentara Amerika di pantai Okinawa yang merupakan wilayah Jepang dan dipertahankan dengan mati-matian. Teks Indonesia, 1 DVD.


 BATAAN (1943)
Jepang telah menginvasi Filipina dan pasukan Amerika mati-matian berperang menahannya. 13 orang ditugaskan untuk menghancurkan sebuah jembatan di semenanjung Bataan dan mencegah pihak Jepang membangunnya kembali. Teks Inggris


 
BACK TO BATAAN (1945)
Dibintangi oleh aktor legendaris John Wayne. Setelah Amerika tersingkir dari Filipina, Kolonel Joseph Madden ditugaskan untuk menggalang perang gerilya melawan tentara pendudukan. Banyak hal-hal tidak terduga yang kemudian terjadi dalam tugasnya tersebut. Teks Inggris



BATTLE OF OKINAWA (1971)
Saat pasukan Amerika dengan cepat mendekati Kepulauan Jepang, Kaisar memerintahkan semua lini untuk mempertahankan pulau Okinawa dari serangan Sekutu, dan pertempuran yang kemudian terjadi menjadi pertempuran paling berdarah dari seantero Perang Pasifik! 1 DVD teks Indonesia


 BATTLE OF THE CORAL SEA (1959)
Pada tahun 1942 komandan kapal selam Jeff Conway diam-diam memotret kapal induk Jepang di Coral Sea. Ketika kapal selamnya rusak, Conway dipaksa untuk menyerah kepada Jepang dan dibawa ke kamp interogasi. Menghadapi kemungkinan terburuk untuk tinggal di kamp tawanan yang terkenal brutal, dia memutuskan untuk melarikan diri. Berhasilkah usahanya? 1 DVD teks Indonesia


BATTLE UNDER ORION / LAST OPERATION UNDER THE ORION (2009)
Kapten Takayuki Koramoto bertugas memimpin sebuah kapal selam Jepang, yang sebagian besar berisikan awak yang masih muda, untuk bertempur dengan kapal perusak Amerika di lepas pantai Okinawa. Dipaksa oleh kesulitan luar biasa dalam pertempuran, Kapten membuat sebuah keputusan dilematis yang harus diambil. Apakah itu? Teks Indonesia, 1 DVD.


 BROKEN SUN (2010)
Kalau film yang menceritakan tentang pihak Sekutu yang ditawan Jepang mungkin kita sudah biasa, tapi ini sebaliknya: tentara Jepang yang ditawan di Australia dan berusaha melarikan diri. Teks Indonesia


DEATH AND GLORY IN CHANGDE (2010)
Disebut-sebut sebagai "Stalingrad-nya Medan Perang Pasifik", Pertempuran Changde adalah pertempuran brutal antara 8.000 orang pasukan Cina melawan 30.000 orang pasukan Jepang. Siapa yang menang? Tonton saja sendiri! Teks Indonesia



EMPEROR (2012)

Setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II, Panglima Amerika Jenderal Douglas MacArthur dan seorang ahli Jepang terkemuka, Jenderal Bonner Fellers, dituntut untuk mencapai keputusan yang penting secara historis berkaitan dengan negara musuh yang baru diduduki dan pemimpinnya, Kaisar Hirohito. Teks Indonesia, 1 DVD.


EMPIRE OF THE SUN (1987)
Film besutan Steven Spielberg ini benar-benar tak dapat dilukiskan dengan kata-kata saking bagusnya, dari mulai cerita, akting pemeran sampai setingnya yang luar biasa. Anak kecil di film ini kemudian meroket namanya berkat perannya sebagai Batman! Teks Indonesia



FLAGS OF OUR FATHERS (2006)
Kisah tentang enam orang marinir yang memancangkan bendera Amerika di Gunung Suribachi, Iwo Jiwa, dan terkenal ke sepenjuru Amerika gara-gara sebuah foto yang diambil pada waktu yang tepat. Teks Indonesia



 FLYING LEATHERNECKS (1951)
Major Daniel Kirby memimpin skuadron penerbang marinirnya yang tidak disiplin dalam menghadapi pasukan Jepang yang berpengalaman dalam Pertempuran Guadalcanal. Teks Indonesia


 FLYING TIGERS (1942)
Film klasik yang dibuat tahun 1942 (saat perang masih berjalan!) dan dibintangi oleh bintang besar masa itu, John Wayne. Film ini menceritakan tentang kelompok pilot sukarelawan Amerika yang membantu Nasionalis Cina dalam melawan agresor Jepang, beberapa tahun sebelum Amerika dan Jepang secara resmi berperang! Teks Inggris




FOR THOSE WE LOVE (2007)
Mempunyai judul lain yaitu "Kamikaze", film ini menceritakan tentang sebuah misi penghabisan oleh Zero Fighter Jepang yang bertujuan untuk mengancurkan musuh dengan cara apapun, termasuk bunuh diri dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal musuh demi untuk mencapai satu tujuan, yaitu kemenangan. Teks Indonesia




HALLS OF MONTEZUMA (1950)
Kisah seru unit marinir Amerika yang ditugaskan untuk merebut sebua pangkalan roket dari tangan Jepang. Mereka harus berburu dengan waktu. Teks Inggris
 



HIROSHIMA (1995)
Kisah tentang pemboman paling bersejarah dalam sejarah. Miniseri tiga episode yang dirangkum dalam 1 DVD dan mencampurkan antara cuplikan asli masa itu dengan film masa sekarang. Teks Indonesia
 



ISOROKU YAMAMOTO (2011)
Biografi dari Panglima Armada Angkatan Laut Jepang yang memporakporandakan kekuatan militer Sekutu di awal Perang Pasifik. Secara pribadi dia menentang perang tersebut, tapi manakala tanggungjawab telah berada di pundaknya, maka sebagai seorang panglima dia berkewajiban untuk berbuat yang terbaik bagi negaranya. Teks Indonesia


JAPAN’S LONGEST DAY (1968)
Setelah ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Hirohito membuat keputusan untuk menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Militer Jepang berbeda pendapat dengan pemerintahnya mengenai permintaan dari Sekutu untuk menyerah tanpa syarat. Menteri Angkatan Darat Anami memimpin para perwira militer dan mengusulkan untuk tetap berjuang sampai titik darah penghabisan. Kaisar Hirohito, bagaimanapun juga, bergabung dengan para menteri dalam meminta untuk hal yang tak terpikirkan: penyerahan damai dari Jepang. Ketika pada akhirnya pihak militer berencana untuk melakukan kudeta, Anami harus menghadapi pilihan antara keinginan pribadi dan kesetiaan kepada Kaisarnya. 1 DVD teks Indonesia


 JOHN RABE (2009)
Kisah nyata tentang seorang pengusaha Jerman yang menyelamatkan lebih dari 200.000 orang Cina dalam peristiwa Pembantaian Nanjing tahun 1937-1938. Teks Indonesia


 JUNGLE FIGHTERS: THE LONG AND THE SHORT AND THE TALL (1961)
Kisah pertempuran sengit di rimba Malaysia di tahun 1942 antara pasukan Inggris melawan pasukan Jepang. Kondisi hutan belantara yang getir dan tangguhnya musuh yang dihadapi memaksa setiap tentara Inggris - yang mempunyai karakter yang berlainan - untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Teks Indonesia


 KOKODA (2006)
Kokoda adalah nama sebuah jalur lintas yang menjadi ajang dari pertempuran-pertempuran paling brutal di Papua Nugini antara pasukan Jepang melawan Australia. Pertama saya kira pemerannya adalah Mel Gibson (dia juga orang Australia lho!) tapi ternyata bukan. Teks Indonesia



LETTERS FROM IWO JIMA (2006)
Jarang-jarang nih ada film Hollywood yang mengangkat tema Perang Pasifik dalam sudut pandang pihak Jepang, dan film ini salah satunya! Sutradaranya adalah Clint Eastwood, dan dibuat sebagai "pendamping" film Flags of Our Fathers. Teks Indonesia



 LORELEI – THE WITCH OF THE PACIFIC OCEAN (2005)
Dalam hari-hari terakhir Perang Dunia II setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika, Kekaisaran Jepang menerima hadiah terakhir dari Nazi Jerman yang sudah runtuh: U-Boat I-507, kapal selam yang sangat canggih dan dilengkapi dengan teknologi eksperimental untuk mencegat kapal-kapal yang mengangkut senjata nuklir ketiga ke pulau Tinian, sebuah pulau yang menjadi markas utama dari pesawat pembom B-29. 1 DVD teks Indonesia


MACARTHUR (1977)
Kisah tentang Jenderal Angkatan Darat Douglas MacArthur, Panglima Tertinggi pasukan Sekutu di Pasifik selama Perang Dunia II serta Komandan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Perang Korea. Kisah dalam film ini dimulai pada tahun 1942 saat Filipina jatuh ke tangan Jepang, dan berlanjut sampai dengan Perang Korea 10 tahun kemudian. Teks Indonesia, 1 DVD.


MANILA OPEN CITY : AMERICAN TASK FORCE (1968)
Fase akhir Perang Dunia II di Filipina: pasukan Jepang menderita kekalahan dimana-mana, dan melampiaskan rasa frustasi mereka pada rakyat sipil yang tak berdosa. Pertempuran habis-habisan di jantung kota Manila menjadi penentu apakah pihak Jepang akan benar-benar terusir ataukah malah bangkit kembali. 1 DVD audio Inggris tanpa teks


MERDEKA / MURUDEKA 17805 (2001)
Film ini menuai kontroversi besar saat dirilis pertama kali di Indonesia pada tahun 2001, terutama karena adanya adegan dimana seorang perempuan tua Jawa mencium kaki tentara Jepang sambil menceritakan salah satu bait darir Ramalan Jayabaya tentang kedatangan tentara berkulit kuning di nusantara. Walaupun diproduksi dengan dana besar dan hasil kerjasama antara Jepang dan Indonesia, film ini tidak beredar luas disini karena alasan politik. 1 DVD teks Indonesia


 MERRILL'S MARAUDERS (1962)
Brigadir Jenderal Frank D. Merrill memimpin 3.000 orang anakbuahnya (yang sebagian besar sukarelawan) dalam operasi penyerbuan di belakang garis pertahanan Jepang dari Birma sampai Myitkyina, dan membuat musuhnya kewalahan. Teks Inggris



MIDWAY (1976)
Pertempuran laut antara Jepang vs Amerika yang menjadi titik balik peperangan di front Pasifik. Salah satu pertempuran laut terbesar ini, uniknya, lebih ditentukan oleh serangan dari udara daripada kekuatan masing-masing kapal perang! Teks Indonesia





OBA: THE LAST SAMURAI (2011)
Berdasarkan kisah nyata perjuangan seorang prajurit Jepang bernama Sakae Ōba yang keukeuh tidak mau menyerah walaupun pasukan Amerika sudah menduduki Kepulauan Saipan. Selama berbulan-bulan dia memimpin sekelompok prajurit dan warga sipil masuk ke dalam hutan demi menghindari penangkapan oleh pihak musuh, dan baru menyerah bulan Desember 1945, tiga bulan setelah Jepang secara resmi menyerah! Teks Indonesia



 
PARADISE ROAD (1997)
Mau lihat Indonesia masuk film Hollywood? Disinilah jawabannya! Kisah tentang para tawanan wanita Inggris dan Belanda yang ditawan Jepang di Sumatera, dan mereka mendirikan paduan suara yang ujung-ujungnya mempesona para penawannya! Teks
Indonesia



PEARL HARBOR (2001)
Film terkenal yang dibintangi oleh Ben Affleck tentang penyerangan tak terduga pesawat-pesawat Jepang atas pangkalan Angkatan Laut Amerika di Hawaii. Teks Indonesia




PRICE FOR PEACE (2002)
Film dokumenter berdurasi 90 menit yang mengupas habis Perang Pasifik, dari mulai penyerangan Jepang ke Pearl Harbor sampai pemboman Nagasaki. Muanteb, apalagi dengan teks Indonesia!
 


 RETURN FROM THE RIVER KWAI (1989)
Film yang merupakan lanjutan dari film fenomenal "The Bridge on the River Kwai". Film ini menceritakan tentang kisah para tawanan perang dari kamp sungai Kwai yang diberangkatkan menuju Jepang melalui perjalanan yang berat dan panjang. Teks Indonesia




SHANGHAI (2010)
Kisah berlatar tahun 1940-an yang berputar di sekitar kepulangan seorang ekspatriat Amerika ke Shanghai karena mendengar kematian sahabatnya, hanya beberapa bulan sebelum penyerangan Jepang atas pearl Harbor. Teks Indonesia 



SISTERS OF WAR (2010)
Dua orang perawat Australia terperangkap dalam serbuan tentara Jerman di Papua Nugini. Mereka mampu mengatasi cobaan berat yang kemudian mendera sebagai tawanan perang dengan tetap bersatu dan tak kehilangan harapan akan kebebasan. Teks Indonesia


 THE BRIDGE ON THE RIVER KWAI (1957)
Salah satu film tentang perang Sekutu-Jepang yang paling melegenda. Berkisah tentang pembangunan jalan kereta api sekaligus jembatannya yang dilakukan oleh para tawanan perang Inggris. Teks Indonesia



THE COLD FLAME (2008)
Mengambil latar di akhir-akhir perang antara Cina dan Jepang tahun 1944, film ini berkisah tentang jatuh cintanya seorang suster belia kepada seorang prajurit terluka yang dirawatnya, yang lebih pantas untuk menjadi ayahnya bila melihat dari usianya. Disini kita bisa melihat para tentara Cina mengenakan stahlhelm alias helm Jerman! Teks Inggris


 THE ETERNAL ZERO (2013)
Seorang wanita muda Jepang dan kakaknya menjelajahi sejarah kakek mereka yang meninggal dalam Perang Dunia II. Mereka mulai menghubungi orang-orang yang terbang dengan dia, meminta kesaksian mereka tentang siapa sesungguhnya kakek yang selama hidupnya  menjadi misteri yang belum terpecahkan. 1 DVD teks Indonesia


THE FALCON FIGHTERS (1969)
Kepala instruktur penerbangan Kato Tateo dari Korps Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang bertugas melatih para sukarelawan baru untuk menjadi pilot tempur generasi berikutnya dalam peperangan melawan Sekutu di Pasifik. Seiring dengan semakin berlarut-larutnya perang, Kato kini menghadapi kenyataan harus melawan barisan musuh baru yang lebih mematikan, yang menerbangkan pesawat tempur modern yang lebih canggih. Pantang mundur, dia memegang prinsip “Bertempur sampai mati”. Teks Indonesia, 1 DVD.


 THE FIGHTING SEABEES (1944)
kisah tentang satuan CB (Construction Battalion) Amerika yang mempunyai tugas ganda dalam satu waktu: membangun kompleks pendukung militer sekaligus berperang dengan musuh! Dibuat saat Perang Dunia II masih berkecamuk dengan dibintangi oleh aktor legendaris saat itu, John Wayne. Teks Indonesia



THE FLOWERS OF WAR (2011)
Seorang pria barat mendapat perlindungan di sebuah gereja bersama sekelompok wanita dalam peristiwa "Rape of Nanking". Dia menyamar sebagai pendeta demi menyelamatkan wanita-wanita tersebut. Berhasilkan usahanya? Adegan pertempurannya nyata banget selayaknya film Hollywood, dan tentara Cinanya pake helm Jerman! Teks Indonesia


THE GREAT RAID (2005)
Berdasarkan kisah nyata, bersetting di Filipina pada tahun 1945 menjelang akhir Perang Dunia II. Mengisahkan tentang salah satu misi militer paling berani dalam sejarah, dimana Batalion Ranger ke-6 Amerika melakukan misi penyelamatan sejauh 30 mil di belakang garis musuh, demi untuk membebaskan lebih dari 500 tentara Amerika yang ditawan oleh Jepang di Kabanatuan. Teks Indonesia, 1 DVD.


 
THE MESSAGE (2009)
Setelah terjadinya pembunuhan berantai atas para kolaborator Jepang di Nanking (Cina), pemerintahan Dai Nippon mengumpulkan orang-orang yang dicurigai terlibat dalam sebuah gedung untuk ditanyai. Disinilah terjadi ketegangan dan saling akal-mengakali layaknya komik manga CONAN! Teks Indonesia




THE PACIFIC (2010)
Miniseri dahsyat keluaran HBO yang terdiri dari 10 seri (dalam 4 DVD). Berkisah tentang petualangan para marinir Amerika dalam melawan Jepang di front Pasifik. Miniseri ini tercatat sebagai serial dengan bujet termahal dalam sejarah! Teks Indonesia
 



THE THIN RED LINE (1998)
Film ini dibintangi banyak aktor top (lihat saja di covernya!) dan menceritakan tentang neraka yang dihadapi oleh pasukan Amerika di Guadalcanal yang merupakan titik balik peperangan di Pasifik. Teks Indonesia



 TO END ALL WARS (2001)
Diambil dari kisah nyata tentang tawanan perang Sekutu yang dipaksa Jepang untuk membangun jalan melintasi hutan Birma yang tak mengenal ampun. Teks Indonesia


 TOO LATE THE HERO (1970)
Film Perang Dunia II yang bersetting di sebuah pulau Pasifik. Pasukan Jepang dan sekutu menempati berbagai bagian pulau. Ketika sekelompok tentara Inggris akan dikirim ke misi di belakang garis musuh, sesuatu tidak berjalan persis dengan rencana. Film ini berbeda dalam ceritanya, dimana beberapa dari 'pahlawan' diceritakan enggan untuk bertempur. Teks Indonesia


 TORA! TORA! TORA! (1970)
Film lain tentang penyerangan Pearl Harbor. Tora Tora Tora sendiri merupakan kode yang dipakai oleh para pilot Jepang yang memberitakan bahwa mereka telah membuat Amerika terkejut. Teks Indonesia


 TORPEDO RUN (1958)
Seorang komandan kapal selam Amerika dalam Perang Dunia II memutuskan untuk menghancurkan Kapal induk Jepang yang meluncurkan serangan terhadap Pearl Harbor. Istri dan anaknya telah ditangkap oleh pihak musuh dan kini, bersama tawanan perang lainnya, digunakan sebagai perisai manusia untuk kapal induk tersebut. 1 DVD teks Indonesia


 UNBROKEN (2014)
Film ini bercerita tentang kehidupan Louis Zamperini, seorang atlet Olimpiade yang bergabung dengan angkatan bersenjata negaranya dalam Perang Dunia II. Setelah kecelakaan pesawat yang fatal di laut, Zamperini menghabiskan hari-hari yang mengerikan di rakit sederhana dengan dua rekannya, sebelum kapal Angkatan Laut Jepang menemukannya. 1 DVD teks Indonesia


 UP PERISCOPE (1959)
Penyelam muda dari Tim Peledak US Navy menjalani tugas berbahaya penyelundupan ke sebuah pulau yang dikuasai Jepang dengan menggunakan kapal selam demi untuk memotret kode radionya. Teks Indonesia


USS INDIANAPOLIS: MEN OF COURAGE (2016)
Kisah nyata nan mengerikan dari awak kapal USS Indianapolis yang ditenggelamkan oleh Jepang di Laut Filipina, tak lama setelah mereka menyerahkan senjata atom yang pada akhirnya akan mengakhiri Perang Dunia ke II. Dikala menunggu penyelamatan - yang seakan tak kunjung datang - mereka mengalami haus yang ekstrem, lapar, serta serangan hiu tanpa henti. Teks Indonesia, 1 DVD.


 WARRIORS OF THE RAINBOW (2012)
Film yang menceritakan tentang suku pedalaman di Taiwan yang terkenal dengan nama Seediq Bale, dimana mereka sangat memegang teguh adat istiadat dari nenek moyang mereka. Ketika tentara Jepang menginvasi Taiwan, mereka diadu domba dengan suku lainnya. Sungguh keberanian yang luar biasa, dimana hanya sekitar 300 orang Seediq bisa mengalahkan ribuan orang Jepang dalam pertempuran di sebuah hutan yang merupakan daerah kekuasaan suku mereka. Film ini terdiri dari 2 Episode. 1 DVD teks Indonesia


 WINDTALKERS (2002)
Bagaimana usaha Amerika agar Jepang tidak berhasil menyadap hubungan radio dan jalur sinyal mereka? Pakailah orang Indian dan gunakan bahasanya! Strategi ini juga memunculkan efek lain dimana terjalin hubungan pertemanan antara orang-orang Indian tersebut dengan prajurit Amerika yang bertugas menjaga mereka. 1 DVD teks Indonesia


YAMATO (2005)
Kisah tentang kapal perang terbesar, terberat dan terkuat yang pernah dibangun oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Ironisnya, kapal yang digadang-gadang menjadi penghambat utama kekuatan laut Sekutu ini menemui akhir yang tragis hanya berselang beberapa lama setelah kemunculannya, layaknya Titanic ala Perang Dunia II! Teks Indonesia, 1 DVD.



YESTERDAY’S ENEMY (1956)
Dalam invasi pasukan Jepang ke Birma, Angkatan Darat Inggris yang dipimpin oleh kapten tegas tapi brutal Alan Langford mengalami kekalahan dari musuhnya. Mereka dipaksa untuk meninggalkan markas dan meloloskan diri dari kejaran tentara Jepang melalui hutan menuju jalur pertahanan Inggris. Berhasilkah usaha mereka? Teks Indonesia, 1 DVD.

Wednesday, March 25, 2015

Foto Baris Kemenangan (Abschußbalken/Victory Bar) Panzer Wehrmacht

TIGER II KÖNIGSTIGER

Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk para anggota schwere SS-Panzer-Abteilung 503, yang diselenggarakan pada awal tahun 1945. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Adolf Grimminger (Ordonnanzoffizier schwere SS-Panzer-Abteilung 503), SS-Unterscharführer Emil Reichel (Richtschütze), SS-Oberscharfürer Brede (Halbzugführer), SS-Unterscharführer Böde (I-Staffel), SS-Unterscharführer Bier (Funker), SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Herzig (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 503), dan SS-Untersturmführer Karl Brommann (Führer 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 503). Di atas Panzerkampfwagen VI Tiger II "Königstiger" nongkrong SS-Unterscharführer Menke (Fahrer). Disini terlihat bahwa yang mendapat medali di hari itu adalah Brede, Böde dan Bier, dimana dua yang terakhir telah memegang urkunde (sertifikat) penganugerahannya. Yang paling "mengerikan" prestasinya dari para veteran tank ini adalah SS-Untersturmführer Brommann (yang diperban kepalanya), dimana hanya dalam waktu 10 minggu pertempuran di wilayah Danzig-Sopot (2 Februari s/d 26 Maret 1945), dia dan empat orang awak Königstiger-nya berhasil menghancurkan tidak kurang dari 72 tank Soviet (termasuk enam tank berat IS-2), 44 senjata anti-tank, serta 15 kendaraan lainnya. Luar biasanya, semuanya dilakukan saat Brommann hampir selalu dalam kondisi terluka (tapi tetap memaksakan bertempur), sehingga ketika akhirnya dia ditarik dari medan pertempuran, tercatat bahwa manusia satu ini telah kehilangan sebelah matanya, menderita luka bakar parah di bagian kepala dan lengan, serta carut-marut luka bekas serpihan bom di berbagai bagian tubuh lainnya! Atas prestasi azegilenya tersebut, Brommann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 April 1945, yang diserahkan saat dia masih terbaring lemah di rumah sakit. BTW, pada saat foto ini diambil, jumlah Abschußringe für Panzer (ring kemenangan tank) di laras meriam Königstiger milik Brommann "baru" mencapai 30. Ini berarti bahwa baru 30 tank musuh yang berhasil dihancurkannya. Perhatikan pula bahwa Abteilungskommandeur Herzig mengenakan Fliegerstiefel (sepatu penerbang) di kakinya!

----------------------------------------------------------------------------------------

 STURMGESCHÜTZ

Oberleutnant Franz Ludwig (Chef 2.Batterie/Sturmgeschütz-Abteilung 1346) mendiskusikan masalah strategi bersama anakbuahnya di Bois de Bavan, timur Orne, dengan latar belakang Sturmgeschütz III berhiaskan 16 ring kemenangan. Dia baru saja meraih kemenangan ke-16 beberapa menit sebelumnya setelah meng-KO tank Inggris, sementara unitnya sendiri diperbantukan di divisi infanteri standar Jerman (346. Infanterie-Division) dalam pertempuran Normandia, dan foto ini diambil tak lama setelah penganugerahan Ritterkreuz-nya tanggal 24 Juni 1944. Ludwig sendiri tak lama gugur dalam pertempuran tanggal 14 Agustus tahun yang sama


 Eichenlaubträger Oberleutnant Bodo Spranz (Chef 1.Batterie / Sturmgeschütz-Abteilung 237 / 330.Infanterie-Division / IX.Armee-Korps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) bersama awak dan senjata andalannya, sebuah Sturmgeschütz III Ausf.G model awal dengan 34 baris kemenangan di laras meriam, musim panas tahun 1943. Dalam foto ini Spranz mengenakan medali Deutsches Kreuz in Gold (6 Mei 1942) serta empat buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (27 Agustus 1942). Nantinya dia juga akan mendapat Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2182 mit Eichenlaub #308. Dia dipromosikan menjadi Hauptmann, juga menerima Ritterkreuz dan Eichenlaub di tanggal yang sama, 3 Oktober 1943, dan menjadi satu-satunya orang yang mendapat keistimewaan seperti itu selain pilot Luftwaffe Wilhelm Crinius!


Sumber :

Foto Baris Kemenangan (Abschußbalken/Victory Bar) Meriam Artileri


Sebuah artileri flak 88mm yang sangat sukses, terlihat dari baris kemenangan yang tergambar di laras meriamnya. Dari Abschußbalken-nya kita bisa mengetahui bahwa awak senjata satu ini sudah berhasil menghancurkan 5 buah bunker, 7 buah tank, 8 ranpur lapis baja, dan 27 pesawat terbang! Logo Infanterie-Sturmabzeichen menunjukkan 10 buah serangan infanteri yang berhasil dihalau


Foto ini memperlihatkan meriam artileri FlaK 18 88mm sedang menghantarkan "perawatan" (die Behandlung) dengan membombardir sebuah pabrik di wilayah tengah kota Stalingrad bulan September 1942. 9. Flak-Division Luftwaffe berada di bawah komando 6. Armee dan senjata-senjatanya kebanyakan digunakan untuk memberikan tembakan pendukung langsung, sementara di lain pihak pasukan artileri Soviet lebih memilih pola pemboman ketinggian karena jauhnya jarak mereka dengan pasukan darat yang terpisahkan oleh sungai Volga. FlaK ringan 20mm dan 37mm milik 9. Flak-Division lebih berguna untuk menghadapi pesawat musuh yang terbang rendah. Perhatikan lima buah Abschußringe (cincin jumlah korban) di laras meriamnya! Dengan Stalingrad sekarang terbelah dua, meriam-meriam artileri Jerman kini bisa mengarahkan senjata mereka dari satu sisi ke sisi terluar lainnya lagi. Penembak meriam mengatur target tembakan dan penghalang jalan di ujung barat dan lalu merangsek ke ujung lainnya. Sembilan persepuluh kota Stalingrad telah berada di tangan pasukan Wehrmacht di akhir bulan September 1942 sehingga pasukan bantuan Soviet yang menyeberangi sungai Volga kini dikirim ke wilayah sekitar distrik pabrik Krasny Oktyabr yang menjadi pusat pertempuran

Sebuah PaK 40 75mm sedang beraksi dengan awaknya adalah para sukarelawan Belgia dalam tubuh Waffen-SS. Meriam anti-tank ini merupakan senjata yang sangat efektif serta mematikan, dan disini kita bisa melihat setidaknya ada 22 Abschußbalken yang tertera di laras meriamnya, yang berarti sudah 22 tank musuh yang menjadi korbannya!


Leutnant der Reserve Johann Muhr dari 5./Flak-Abteilung 505 sedang memperhatikan senjata andalannya. Dia menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di tanah genting Perekop sehingga dianugerahi Ritterkreuz tanggal 22 November 1943. Cincin putih di laras meriam menunjukkan jumlah pesawat terbang yang menjadi mangsa senjata ini, sementara siluet tank di perisainya adalah jumlah korban tank. Ini menunjukkan betapa mematikannya senjata satu ini!


LinkFlak 88 ini telah melalui begitu banyak pertempuran, dengan rekor kemenangan yang impresif (yang terpampang di perisai bajanya): 10 pesawat udara, 27 tank, 8 bunker, 4 artileri dan 4 pos observasi! Gambar tank dari jenis M3 Lee menandakan bahwa flak satu ini pernah bertugas di sektor selatan Front Timur


8,8cm Flak 18 dari 1./Flak-Regiment 33 ini adalah veteran yang sudah memakan banyak korban. Terlihat dari baris di larasnya, kita bisa mengetahui kalau 39 tank dan 5 pesawat udara musuh telah dihancurkannya! Foto ini diambil di Sollum dekat Tobruk (Afrika Utara) bulan Juli 1941


 
Dari stahlhelm kinclong ke sedikit bluwek: foto yang diambil pada tahun 1940/1941 ini memperlihatkan para anggota Werkstatt-Kompanie (Kompi Pemeliharaan) dari sebuah unit Flak Luftwaffe tak dikenal, yang terlihat sedang sibuk mencat ulang helem-helm mereka dengan warna yang tidak terlalu kinclong alias kontras, agar bisa lebih menyatu dengan sekitarnya. Ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Wehrmacht pada tahun 1940 mengenai warna dan dekal stahlhelm yang baru. Prajurit yang memegang alat semprotan terlihat mengenakan pakaian kerja Luftwaffe yang terbuat dari bahan HBT berwarna hijau gelagah. Foto ini juga cukup menarik karena memperlihatkan situasi di bengkel pemeliharaan Luftwaffe, yang tampaknya terletak tidak jauh dari rel kereta api (perhatikan gambar di latar belakang). Di sebelah kanan kita bisa melihat laras meriam Flak (Flugzeugabwehrkanone) kaliber 20mm dengan lima buah Abschußbalken (baris kemenangan), yang menunjukkan bahwa senjata satu ini setidaknya telah mamakan korban lima pesawat musuh!


Sumber : 
Buku "8,8 cm Flak 18-36-37" karya Waldemar Trojca
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" oleh Bernd Barbas
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi no.1 tahun 2002 
Majalah "U-Boot Im Focus" edisi no.2 - 2007

Foto Baris Kemenangan (Abschußbalken/Victory Bar) Pesawat Luftwaffe

Sayap ekor dari pesawat Messerschmitt Bf 109 E yang diterbangkan oleh Oberleutnant Gerhard Schöpfel (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 "Schlageter") di bulan Agustus 1940, difoto pada tanggal 18 Agustus 1940 sekembalinya dia ke pangkalan dari sebuah misi tempur yang kemudian menjadi misinya yang paling terkenal. Dalam misi ini Schöpfel berhasil menembak jatuh empat pesawat Hurricane Inggris dari 501 Squadron hanya dalam waktu empat menit! Ini menjadi kesuksesannya yang terbesar, dan mengerek jumlah kemenangannya menjadi 12 buah. Sampai saat itu, semua kemenangannya diraih di bulan Mei dan Agustus 1940, kecuali satu kemenangan yang dicatatkannya pada tanggal 2 Juni 1940. Sebelum karirnya berakhir, Schöpfel mampu mengemas 45 kemenangan udara terkonfirmasi, yang kesemuanya diraih dalam pertempuran melawan pesawat-pesawat Inggris dan Amerika yang diawaki oleh pilot-pilot kawakan



Dua foto yang memperlihatkan bagian sayap ekor dari pesawat Messerschmitt Bf 109 E (Werknummer 2804) milik Werner Mölders. Jangka waktu pengambilan foto pertama dan foto kedua adalah lima hari. Foto pertama memperlihatkan sayap ekornya ditandai dengan 28 abschußbalken alias baris kemenangan (yang terakhir diraih atas sebuah pesawat Spitfire yang ditembak jatuh di atas Folkestone), sementara yang kedua memperlihatkan 32 abschußbalken (tiga buah Hurricane ditembak jatuh di atas wilayah Folkestone-Dover). Hal ini menunjukkan bahwa foto pertama diambil dalam periode 26-27 Agustus 1940, sementara yang kedua tanggal 31 Agustus 1940. Menariknya, sayap ekor pesawat Mölders tidak mendapat sentuhan cat kuning seperti biasanya pesawat-pesawat Luftwaffe saat itu (yang membuat mereka mudah dikenali saat harus mendarat darurat di atas lautan)


 Pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 yang diterbangkan oleh Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") di bulan Agustus 1941. Di sayap ekornya kita bisa melihat Abschußbalken (Baris Kemenangan) yang berjumlah 46 buah. Secara keseluruhan dia tercatat memperoleh 68 kemenangan udara yang diraih dari 497 misi tempur

  Oberfeldwebel Heinrich "Heinz" Bartels (13 Juli 1918 - 23 Desember 1944) dari 11.Staffel / IV.Gruppe / Jagdgeschwader 27 (JG 27) "Afrika" bersama dengan pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 "Rote 13" (Werknummer 27169) yang menjadi andalannya. Di bagian samping pesawat tersebut terdapat tulisan "Marga" yang merupakan pujaan hati Bartels. Foto diambil di lapangan udara Kalamaki, Yunani, tahun 1943. Sebelumnya Bartels bertugas di wilayah Arktik bersama dengan JG 5, tapi kemudian dipindahkan dengan paksa ke JG 27 setelah melakukan pelanggaran berat kedisiplinan di unitnya akibat terlalu banyak menenggak minuman keras!. Selama karir militernya, Heinrich Bartels tercatat meraih 99 kemenangan udara dari 500 misi tempur (49 diantaranya di Front Timur)


 Oberleutnant Viktor Bauer (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 "Udet") berpose bersama dengan burung yang "berani-beraninya" bertengger di pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 "Y7+1" (Werknummer 13325) yang dipilotinya. Tampaknya si burung begitu jinak dan tetap tenang saat sang pilot jagoan memberinya makan. Kita bisa melihat dengan jelas 100 buah baris kebenangan (abschußbalken) yang terpampang di bagian ekornya. Foto ini sendiri diambil di Frolov pada tanggal 25 Juli 1942 saat gerak maju 6. Armee menuju Don dan Stalingrad. Foto oleh Kriegsberichter Gerbracht


 Sayap ekor pesawat Junkers Ju 88 A-4 yang dipiloti oleh Werner Baumbach. Disini kita bisa melihat bahwa 16 kapal Sekutu telah menjadi korban keganasannya, dengan 13 diantaranya ditenggelamkan sementara 3 sisanya dirusakkan. Di bawah gambar masing-masing kapal terdapat juga keterangan jumlah tonase-nya. Selama karirnya sebagai pilot bomber Luftwaffe, Baumbach tercatat menenggelamkan tidak kurang dari 300.000 GRT kapal Sekutu dalam 200+ misi tempur. Jumlah tonase kapal musuh yang ditenggelamkannya ini jauh melebihi jagoan kapal selam terbaik dalam Perang Dunia II, Fregattenkapitän Otto Kretschmer, yang "hanya" mampu menenggelamkan 40 kapal dengan total tonase 208.954 GRT!



  Oberfeldwebel Franz Dietrich Fadenau terlihat sedang menambahkan satu buah Abschußbalken (baris kemenangan) di ekor pesawat Messerschmitt Bf 109F-2 yang dipilotinya. Foto ini diambil di Front Timur tahun 1942. Sejauh ini terlihat sudah 12 buah abschußbalken yang didapatnya: 8 di Front Timur (yang berbintang merah), sementara yang lainnya adalah pesawat Inggris atau Prancis yang dihancurkan di Front Barat. Nantinya pesawat Fadenau ditembak jatuh saat dalam perjalanan pulang dari sebuah misi. Jenazahnya tak pernah ditemukan. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan tahun 1942 dalam buku "Fliegende Front" karya Hauptmann Walter Eberhard Freiherr von Medem


Close-up dari abschußbalken (baris kemenangan) yang terpampang di pesawat Focke-Wulf 190 A-2 (Werknummer 20209) milik Hauptmann Joachim "Jochen" Müncheberg, Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter", di Abbeville-Ducat (Prancis), tanggal 1 Mei 1942. Disini tercatat ada 67 buah baris kemenangan



 Dua foto dari Focke-Wulf Fw 190 A-2 (Werknummer 20209) milik Hauptmann Joachim Müncheberg yang pada saat itu menjadi Kommandeur dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26). Foto ini pastinya diambil antara tanggal 4 s/d 10 April 1942 di Abbeville-Drucat, karena baris kemenangan terakhir (ke-66 dan ke-67) diraih tanggal 4 April sementara yang selanjutnya tanggal 10 April. Sampai dengan kematiannya tanggal 23 Maret 1943, Hauptmann Müncheberg mencetak total 153 kemenangan udara, dengan 101 di antaranya diraih di Barat. Pada pagi tanggal 23 Maret dia bertabrakan dengan sisa-sisa Spitfire Inggris yang baru dia tembak jatuh dan merupakan kemenangan terakhirnya. Müncheberg tewas seketika saat pesawatnya jatuh di dekat Gafsa, Tunisia. Pada saat itu dia berpangkat Major dan merupakan Geschwaderkommodore dari Jagdgeschwader 77 (JG 77). Pesawat pemburu Fw 190 A-2 ini diterbangkan oleh Müncheberg antara bulan Desember 1942 sampai awal Mei 1942, dan mungkin juga sampai kepindahannya ke Jagdgeschwader 51 (JG 51) pertengahan Juli 1942. Foto dengan ekor bertuliskan Werknummer (nomor produksi) dalam dua baris menunjukkan pesawat yang sama. Kemungkinan besar Werknummer tersebut dicat dalam satu baris setelah perbaikan bagian ekornya (perhatikan warna yang lebih gelap). Pada tanggal 13 November 1944 pesawat ini dinyatakan hilang saat pilotnya, Fähnrich Armin Rössel dari 2.Staffel / Jagdgeschwader 110 (JG 110), jatuh di dekat Laufenhain. Pola kamuflasenya adalah RLM 74/75/76


 
 
 
Pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 ((+ (werknummer 13376) milik Stab I.Gruppe / Jagdgeschwader 77 yang dipiloti oleh Gruppenkommandeur Hauptmann Heinz Bär, difoto di Sisilia tahun 1942. Berhubung prestasi pemiliknya yang "mempesona", maka pesawat ini kerap dijadikan latar belakang saat berfoto oleh para anggota unit atau tamu yang berkunjung. Bagian favorit untuk berpose adalah sayap ekor karena memperlihatkan Abschußbalken (baris kemenangan) yang telah diraih oleh Bär sejauh ini. Angka "100" dalam karangan daun ek serta jumlah baris 13 menunjukkan bahwa jumlah kemenangannya bertengger di angka 113, sementara medali Schwerter di bawah karangan daun ek menunjukkan bahwa pemiliknya adalah Schwerternträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter)


 Oberleutnant Erich Rudorffer (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") bersama dengan pesawat andalannya, Focke-Wulf Fw 190 A-3 "Gelbe 1" (Werknummer 0130 432) Stammkennzeichen RR+CF. Sayap ekornya memperlihatkan 45 baris kemenangan (abschußbalken). Rudorffer sendiri menembak jatuh korbannya yang ke-45 di atas langit Dieppe pada tanggal 19 Agustus 1942, sementara korbannya yang ke-46 ditembak jatuh empat bulan kemudian, tanggal 18 Desember 1942 di wilayah Mediterania. Pesawat diatas digunakan oleh Rudorffer sampai dengan tanggal 14 Desember 1942 ketika mengalami 20% kerusakan saat baru tiba di Sisilia. Dia kemudian digunakan oleh unit latihan serang-darat dari II.Gruppe / Schlachtgeschwader 101 (SG 101) sampai dengan tanggal 3 April 1944 ketika mengalami kerusakan berat sehingga harus dikirimkan ke fasilitas perbaikan di Prancis
 Hans Dammers adalah jagoan udara Luftwaffe dengan 113 kemenangan udara (ditambah 23 kemenangan lain yang tak terkonfirmasi!). Dalam begitu banyak misi serang udara-ke-darat yang dijalaninya, dia telah berhasil membabat habis 11 pesawat yang sedang terparkir di landasan, 8 gerbong kereta api, 39 kereta kuda, 34 truk, 3 lokasi senjata anti serangan udara, dan 1 kendaraan lapis baja pengangkut personil! Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz pada tanggal 23 Agustus 1942 sebagai Feldwebel dan Flugzeugführer 9.Staffel/Jagdgeschwader 52. Pada tanggal 13 Maret 1944, pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (Werknummer 20162) yang dipiloti Dammers terkena pecahan ledakan Lavochkin La-5 Rusia yang ditembak jatuhnya. Dammers bail-out tapi parasutnya tersangkut di sayap pesawat. Dia gugur di rumah sakit Stanislau akibat luka-luka parah yang dideritanya pada tanggal 17 Maret 1944, dan kemudian dipromosikan secara anumerta menjadi Leutnant


 Foto ini memperlihatkan salah satu pilot Luftwaffe yang menjadi “bayang-bayang” pilot lain yang lebih terkenal. Dia adalah Unteroffizier Gerhard Proske dari 1.Staffel / Jagdgeschwader 54 (JG 54) yang berpose di dekat ekor pesawatnya, sebuah Messerschmitt Bf 109 G-2 “Weiße 7”, Werknummer 10411 (perhatikan lambang Geschwader dan Gruppe-nya di bawah kokpit, juga celana tebal bergaris bulu yang dikenakannya!). Foto ini diambil tanggal 1 Oktober 1942 di lapangan udara Krasnowardeisk. Sampai saat itu Unteroffizier Proske, yang bergabung dengan  I.Gruppe/JG 54 di musim semi 1941, telah mengemas 20 fliegerabschüsse (kemenangan udara). Beberapa di antaranya dibukukan saat dia menjadi Katschmarek (wingman) bagi Gruppenkommandeur Hauptmann von Selle (2 Juli 1941 – 14 Desember 1941) dan Hauptmann Eckerle (14 Desember 1941 – 14 Februari 1942. KIA). Gerhard Proske dianugerahi Eisernes Kreuz I.Klasse dan Frontflugspange in Bronze. Pada tanggal 30 Januari 1944 Feldwebel Gerhard Proske (take-off jam 08:30 pagi dengan Focke-Wulf Fw 190 A-6 “Gelbe 1”, Werknummer 550899) ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Rusia bersama dengan pendatang baru Obergefreiter Helmut Wilhelm (Fw 190 A-5 “Gelbe 2”, Werknummer 304719) saat sedang melakukan terbang pengenalan kondisi di wilayah udara Vitebsk-Boburisk. Dia lalu menjadi tawanan perang dan baru kembali ke Jerman setelah perang usai. Jumlah kemenangan totalnya adalah 29 buah


Pada tanggal 4 Mei 1942, Hans "Assi" Hahn meraih kemenangan udara ke-60-nya. Sayap ekor di atas memperlihatkan 61 dari 108 kemenangan udara yang diraihnya (68 di antaranya di Front Barat)


Erich Hartmann sebagai pilot JG 52 di bulan Oktober 1942. Pada saat ini dia belumlah menjadi 'siapa-siapa' dan baru merintis karis sebagai pilot pemburu. Jumlah kemenangannya, seperti yang terpampang di ekor pesawatnya, 'baru' mencapai 15 buah


Erich Hartmann berpose dengan ekor pesawatnya yang memperlihatkan 121 kemenangan udara. Pada masa awal perang, jumlah 20 kemenangan sudah cukup untuk mengantarkan seorang pilot Jerman untuk meraih Ritterkreuz, tapi di tahun 1943 (saat foto ini diambil) sudah ada 50 orang pilot Luftwaffe lain yang mempunyai pencapaian serupa Hartmann (100+ kemenangan), dan bahkan ini tidak cukup untuk membuatnya dianugerahi Ritterkreuz! Hartmann baru mendapatkannya setelah dia mencetak kemenangan ke-148 tanggal 29 Oktober 1943


"Gazala" I./JG 27. Di latar depan adalah pesawat Messerschmitt Bf 109 milik Oberleutnant Gerhard Homuth (komandan Staffel ke-3) dengan 20 baris kemenangan di bagian ekornya


tukang cat JG 27 sedang bersiap-siap menggambar baris kemenangan baru. Sebentar lagi Hans-Joachim Marseille mendarat dengan pesawatnya, dan sudah ada konfirmasi akan kemenangan terbaru yang diraihnya!


Tukang cat JG 27 menggambar baris kemenangan ke-50 untuk pesawat Hans-Joachim Marseille. Wajah Marseille sendiri bisa kita lihat berada di tengah menghadap kamera


Pesawat Messerschmitt Bf 109F "Yellow 14" milik Hans-Joachim Marseille sedang mendapat 'sentuhan' seni dari tukang cat Staffel 3/JG 27, yaitu baris kemenangan ke-50, tak lama setelah dia mendarat dari misi yang berakhir sukses (setidaknya bagi dia!)


Sayap belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7 (W12+) dari 7./JG 27 yang dipiloti oleh Joachim Müncheberg di Libya bulan Juli tahun 1941. Terlihat 45 buah palang abschußbalken disana



18 Februari 1944: Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer (Staffelkapitän 12./NJG 1) menunjukkan 47 buah jumlah kemenangan yang telah diraihnya yang tertera pada ekor pesawat Messerschmitt Bf 110 G-4 "G9+EF" yang dipakainya. Termasuk di antaranya adalah tiga buah kemenangan terakhir di baris paling bawah yang dicetaknya pada malam tanggal 15 Februari 1944 di atas St. Trond, Belgia (jam 22:58, 23:19, dan 23:33). Skor akhir Schnaufer adalah 121 kills, dan ini membuat dia tercatat sebagai pilot Nachtjäger tersukses dalam sejarah!


Setelah kemenangannya yang ke-87, sayap belakang pesawat milik Werner Schroer mendapat tambahan Eichnlaub, sebagai pertanda bahwa pemiliknya telah dianugerahi medali ini


Lapangan udara Petsamo (Finlandia), bulan Agustus 1943. Oberleutnant Theodor "Theo" Weissenberger (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 5 "Eismeer") menunjukkan pada kamera gambar medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang telah diperolehnya sebagai penghargaan atas 112 kemenangan terkonfirmasi yang diraihnya sampai sejauh ini. Abschußbalken (baris kemenangan) bersama dengan medali kebangaannya terlukis di bagian sayap ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 (Werknummer 13912) yang biasa diterbangkan oleh Weissenberger. Sebuah jam tangan Chronograph Hanhart yang biasa dipakai oleh pilot pemburu Luftwaffe dengan jelas terlihat melingkar di pergelangan lengannya. Jumlah akhir kemenangan sang pilot jagoan sendiri adalah 208 buah yang diperolehnya dari 500 misi tempur. 175 dari kemenangannya diperoleh di Front Timur sementara 33 sisanya di Front Barat (dengan 25 kemenangan diperoleh di Front Normandia, termasuk 7 pesawat pembom dan 8 menggunakan pesawat jet Messerschmitt Me 262)


  
Sebuah kecelakaan Henschel Hs 126 yang biasa, tapi pesawatnya yang nggak biasa, beibeh! Sayap ekornya menunjukkan tiga abschußbalken (baris kemenangan), suatu hal yang “tidak normal” bagi sebuah pesawat yang kerjaannya “hanya” mengintai posisi musuh dan biasanya justru menjadi korban pesawat lawan! Ini menunjukkan bahwa si pilot pastilah seorang penembak yang jempolan. Verbandskennzeichen di tubuhnya hanya kelihatan dua huruf belakangnya saja: “ +BN”. Ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut berasal dari 5.Staffel/Nahaufklärungsgruppen (NAG). Huruf individu pesawat “B” tidak berwarna putih seperti biasanya dimiliki oleh 5. Staffel, melainkan berwarna hitam dengan pinggiran putih. Sebagian dari strip kuning di badannya bisa kita lihat, yang khas dimiliki oleh pesawat-pesawat Luftwaffe di Front Timur. Foto ini kemungkinan diambil di Rusia periode 1941/1942. Perhatikan pula spiner baling-balingnya yang dicat tiga warna (hitam-hijau/merah/putih)


Sumber : 
Buku "8,8 cm Flak 18-36-37" karya Waldemar Trojca
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" oleh Bernd Barbas
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Buku "Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi no.1 tahun 2002 
Majalah "U-Boot Im Focus" edisi no.2 - 2007

Monday, March 2, 2015

Foto Sturmgeschütz-Abteilung 300 / Sturmgeschütz-Brigade 300 / Heeres-Sturmartillerie-Brigade 300

PERAIH RITTERKREUZ



Major Heinz Baurmann (11 November 1919 - 7 Desember 1996) adalah jagoan pembunuh tank dengan 38 korban yang dicetaknya semasa bergabung dengan Sturmgeschütz-Abteilung 667, Sturmgeschütz-Brigade 322 serta Sturmgeschütz-Brigade 300. Prestasi terbesarnya dicatatnya pada bulan April 1945 saat StuG-Brigade 300 yang dipimpinnya menghancurkan 50 tank Soviet dalam Pertempuran Bautzen. Tak lama kemudian Baurmann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1945 sebagai Hauptmann dan Kommandeur Sturmgeschütz-Brigade 300 (Feld) / VIII.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe Mitte saat masih tergolek di rumah sakit untuk menjalani perawatan atas luka ketujuh yang dideritanya di medan pertempuran dan membuat paha kanannya diamputasi! Sayangnya, tak ada bukti penganugerahan medali yang tersimpan di Bundesarchiv. Berdasarkan keterangan dari Walther-Peer Fellgiebel, presentasinya dibuat oleh Generalfeldmarschall Ferdinand Schörner berdasarkan peraturan tentang hak penganugerahan secara otonomi tertanggal 3 Mei 1945. Penulis buku Thomas dan Wegmann menyebutkan tentang adanya pesan teleprinter dari Schörner tertanggal 4 Mei 1945 yang memverifikasi klaim tersebut. Veit Scherzer menolak klaim ini, sementara Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger des Eisernen Kreuzes e.V. alias OdR menerimanya. Seusai Perang Dunia II Baurmann bergabung dengan Bundeswehr (21 Maret 1956 - 31 Maret 1971) dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Juli 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (11 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (16 April 1943)


Sumber :
www.das-ritterkreuz.de
www.die-sturmartillerie.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.stugiii.com