Tuesday, March 29, 2016

SS-Brigadeführer Theodor "Teddy" Wisch (1907-1995), Komandan Leibstandarte


 Album foto Theodor "Teddy" Wisch bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Theodor Peter Johann Wisch
Panggilan/julukan: Teddy
Lahir: 13 Desember 1907 di Wesselburener Koog, Schleswig-Holstein (Jerman)
Meninggal: 11 Januari 1995 di Norderstedt, Schleswig-Holstein (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 369 050 (1 November 1930)
Nomor keanggotaan SS: 4 759 (2 November 1930)
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Theodor Wisch dan Berta Martens (orangtua); Hanna "Hannele" Mühlenhardt (istri), Fritz dan Hans Wisch (saudara)
Ciri fisik: -

Beförderungen (Promosi):
02.11.1930 SS-Anwärter
20.01.1931 SS-Mann
01.03.1931 SS-Scharführer
08.01.1932 SS-Truppführer
28.07.1933 SS-Sturmführer
01.10.1933 SS-Hauptsturmführer
30.01.1940 SS-Sturmbannführer
27.09.1941 SS-Obersturmbannführer
30.01.1943 SS-Standartenführer
01.07.1943 SS-Oberführer
30.01.1944 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS 

Karriere (Karir):
00.00.1930 - 17.03.1933 Bergabung dengan 1.Sturm / I.Sturmbann / 53.SS-Standarte (Wesselburen)
00.10.1932 - 17.03.1933 Chef 1.Sturm / I.Sturmbann / 53.SS-Standarte
17.03.1933 - 01.09.1939 Dipindahkan ke SS-Sonderkommando Berlin (cikal bakal LSSAH)
01.09.1939 - 01.07.1940 Chef 1.Sturm / I.Sturmbann / LSSAH
01.07.1940 - 15.07.1942 Kommandeur II.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment 2 LSSAH
15.07.1942 - 10.12.1942 Kommandeur SS-Infanterie-Regiment (motorisiert) 2 LSSAH
10.12.1942 - 03.07.1943 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH
04.07.1943 - 30.07.1943 Terluka dalam Pertempuran Kursk sehingga harus mendapatkan perawatan
30.07.1943 - 22.10.1943 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division LSSAH
22.10.1943 - 20.08.1944 Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH
20.08.1944 - 00.05.1945 Terluka parah dalam pemboman Sekutu di Kantong Falaise sehingga harus mendapatkan perawatan intensif. Wisch dinyatakan tidak layak untuk bertugas kembali di front pertempuran karena luka-lukanya tersebut sehingga menghabiskan sisa karir perangnya sebagai perwira staff di SS-Führungshauptamt
00.05.1945 - 00.00.1948 Menjadi tawanan pihak Sekutu


Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
09.11.1935 Ehrendegen des Reichsführers-SS
16.12.1935 Julleuchter der SS
23.09.1936 Deutsches Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse
01.12.1937 Deutsches Reichssportabzeichen in Bronze
01.12.1937 SA-Sportabzeichen in Bronze
01.12.1937 Totenkopfring der SS
00.00.193_ SA-Sportabzeichen in Gold
00.00.193_ SS-Zivilabzeichen (Nr. 4 198)
00.00.193_ Ehrenwinkel für alte Kämpfer
02.04.1938 Deutsches Reiterabzeichen in Bronze
02.03.1939 Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938
22.05.1939 Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
24.09.1939 Eisernes Kreuz II.Klasse
08.11.1939 Eisernes Kreuz I.Klasse
12.06.1940 Spange “Prager Burg“ zur Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
00.00.194_ SS-Dienstauszeichnung 1. Stufe
05.11.1940 SS-Dienstauszeichnung 3. Stufe
28.07.1941 Verwundetenabzeichen in Schwarz
15.09.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #506, sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) / Panzergruppe 1 / Heeresgruppe Süd
02.03.1942 Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze
03.09.1942 Ordinul Coroana României, IV-a spade şi panglică de Virtute Militră (Order of the Crown of Romania, 4th Class with Swords on Ribbon of Military Virtue)
04.09.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)
25.02.1943 Deutsches Kreuz in Gold #3/611
04.09.1943 Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
31.12.1943 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Bei den schweren Abwehrkämpfen im Raum von Shitomir zeichnete sich die SS-Panzerdivision Leibstandarte SS Adolf Hitler unter Führung des SS-Oberführers Wisch durch vorbildlichen Kampfgeist besonders aus" (Divisi Panzer Leibstandarte SS Adolf Hitler, yang dipimpin oleh SS-Oberführer Wisch, menunjukkan peran mereka yang menonjol dengan memperlihatkan semangat tempur yang patut menjadi contoh dalam pertempuran defensif di pinggiran Zhitomir).
12.02.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #393, sebagai SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS dan Kommandeur 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / XXXXVIII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd (berdasarkan rekomendasi melalui telegram ke Führerhauptquartier oleh Sepp Dietrich. Medali dianugerahkan langsung oleh Adolf Hitler)
00.00.1944 Verwundetenabzeichen in Gold (tidak terkonfirmasi melalui dokumen dan tidak dicantumkan dalam Soldbuch-nya)
30.08.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter #94, sebagai SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS dan Kommandeur 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / LXXX.Armeekorps / 1.Armee / Heeresgruppe B (berdasarkan rekomendasi melalui telegram ke Führerhauptquartier oleh Sepp Dietrich)
13.12.1987 The European Frontfighter Cross (Europa-Kreuz)


Aufzeichnungen (Catatan):
* Ayah Wisch adalah seorang petani sederhana.
* Tidak seperti banyak perwira Wehrmacht lainnya, Theodor Wisch bukanlah seorang perokok.
* Setelah terluka parah oleh tembakan artileri kapal perang Sekutu di Kantong Falaise, Wisch digantikan posisinya sebagai Komandan 1. SS-Panzer-Division LSSAH oleh Wilhelm Mohnke. Wisch sendiri kemudian menjalani perawatan intensif di SS-Lazarett Hohenlychen. Akibat dari luka-lukanya, dia harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Dia hanya mampu berjalan menggunakan tongkat dengan lambat, dan setelah perang usai menjadi orang yang tertutup dari dunia luar. Wisch tercatat menderita dua serangan jantung, dan yang terakhir membuatnya tutup usia di rumah sakit Pinneberg pada awal tahun 1995.
* Setelah Wisch meninggal dunia, keluarganya menjual semua peninggalannya (seragam, medali, dokumen) dalam sebuah acara lelang.
* Pertempuran-pertempuran yang pernah diikuti: invasi Polandia, Pertempuran Prancis, Kampanye Balkan, Operasi Barbarossa, Pertempuran Kharkov, Pertempuran Kursk, Kampanye Italia, Pertempuran Kantong Korsun-Cherkassy, dan Pertempuran Normandia.


Sumber :
Buku "SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor 'Teddy' Wisch" karya Markus Lippl

Monday, March 7, 2016

Kisah Max Wünsche Selama dalam Masa Penahanan Sekutu



Artikel sumbangan oleh : Valentine Suwanda

Pasukan hitam dengan logo tengkorak, yang bertanggung jawab atas pembantaian "Untermenschen" di Perang Dunia Kedua, serta pasukan elit yang terkenal atas kejahatan-kejahatan perangnya, organisasi  Schutzstaffel (SS) Jerman hingga kini masih lekat dengan sekian banyak kesan buruk yang tertanam di mata dunia. Setelah perang di mana Jerman dikalahkan, banyak anggota SS yang diadili karena kejahatan perang mereka dan dipenjara bertahun-tahun, tidak sedikit yang dihukum mati. Beberapa bahkan terbunuh oleh massa tanpa sempat melewati pengadilan.

Dari sekian banyak anggota SS, ada seorang anggota elit yang menonjol dibanding yang lainnya. Max Wünsche adalah seorang prajurit ideal yang dapat dibayangkan Adolf Hitler. Pirang, bermata biru, tampan dan gagah, Wünsche adalah representasi pejuang Arian, ras yang diagungkan Hitler. Max sendiri adalah seseorang yang pintar serta ambisius, dia bergabung ke SS pada usia belia 19 tahun dan tergabung dalam LSAAH, pasukan pelindung Hitler. Bukan hal aneh jika lalu Max Wünsche dengan cepat dipromosikan hingga menjadi ajudan junior Hitler sendiri. 

Wünsche adalah salah seorang yang dekat dengan Hitler pada masa awal perang, terlebih lagi mereka berulang tahun pada hari yang sama. Wünsche yang tampan dan pandai berdansa dianggap sebagai selebriti di kalangan petugas SS. Namun akibat ketidakcocokannya dengan butler nepotis sang Fuhrer, Wünsche kembali bertugas di LSSAH yang ikut bergabung dalam perang. Sekalipun begitu, Wünsche tetap menjadi favorit Hitler; bahwa sang Fuhrer selalu menelepon Wünsche di hari ulang tahunnya serta menjadi saksi pada pernikahan Wünsche (dan memberi hadiah yang tidak sedikit).

Selama masa perang, Wünsche membuktikan dirinya tidak hanya terampil dalam pekerjaan administrasi, namun juga dalam pertempuran. Seperti halnya dengan mayoritas pemimpin SS yang lain, Wünsche adalah seorang fanatik NAZI dan memimpin sendiri pasukannya dalam setiap penyerangan, bahkan dalam beberapa kesempatan, rekannya harus menghentikannya dalam usaha-usahanya yang dinilai terlalu beresiko saat perang. Berkat kesuksesan dan keberaniannyanya, Wünsche dianugerahi beberapa penghargaan termasuk Knight's Cross of the Iron Cross with Oak Leaves dan dipromosikan menjadi Standartenfuhrer (setara dengan Kolonel).

Satu hari setelah pendaratan pasukan Sekutu besar-besaran di pantai Normandy pada 6 Juni 1944, Wünsche dan pasukannya ditugaskan untuk menghentikan serangan. Sayangnya, beberapa minggu kemudian Wünsche terluka dan tertangkap oleh pasukan Inggris. Dia lalu dibawa ke Inggris sebagai tawanan perang. Beberapa anggota elit SS yang lain tercatat menghilangkan identitas mereka atau atribut lain yang dapat mengungkapkan keanggotaan mereka dalam pasukan SS, sebab menjelang akhir perang pasukan SS seringkali menjadi bulan-bulanan massa dan dibunuh tanpa pengadilan maupun perlindungan HAM (pasukan SS terkenal seringkali melakukan pelanggaran HAM seperti pembantaian terhadap tawanan perang atau warga sipil).

Dengan paham NAZI garis kerasnya, Max Wünsche dikatakan tetap mengenakan medal-medalnya hingga nanti pada pengadilan. Meski tertangkap, Max tetap menjadi favorit Hitler. Pada musim gugur tahun itu Hitler mencoba mengadakan pertukaran tawanan; John C Morgan untuk Max Wunsche. Morgan adalah seorang pilot penerima penghargaan Medal of Honor dari Amerika, dia dianggap sebagai pahlawan nasional di Amerika Serikat. Seorang perantara mengatur pertukaran tawanan itu, namun Inggris menolak penyerahan Max Wünsche dengan alasan Wünsche adalah seorang tersangka kasus kejahatan perang.

Selama interogasi yang brutal dan lama, oleh pihak Inggris Wünsche dideskripsikan sebagai ‘seorang NAZI luar dalam’ yang sekalipun alot dan menyusahkan dengan jawaban yang ambigu, jawabannya terbukti benar. Dia dikatakan ‘tidak perhatian’ karena sedikit mengetahui seluk beluk Hitler. Diperkirakan, itu adalah taktik Wünsche dalam menghadapi interogasi pihak Inggris, berbeda dengan rekannya sesama elit SS; Meyer yang menjawab pertanyaan dengan campuran kebenaran dan karangan.

‘PW (Prisoner of War = tahanan perang = yang dimaksud adalh Max) benar-benar sebuah pajangan museum. Dia 150 % pejuang Nordic, mengenakan setiap Iron Cross; seorang petugas Leibstandarte sejak 1933 dan tipe fanatik yang paling ekstrem, dengan otak yang perhitungan dan disiplin. Informasinya mengenai kemiliteran dapat dipercaya, namun sikapnya tak dapat ditangani.’ Demikianlah komentar salah seorang interogator Max Wünsche .

Beberapa hari setelah tertangkap Max sempat dikurung di dalam sebuah sangkar besi yang digenangi air (awalnya dia sempat berpikir bahwa dia akan segera dieksekusi) dan dibawa menghadap langsung ke Bernard Montgomery, Jendral Besar Inggris saat itu.

Melalui penerjemah, Montgomery memberitahunya bahwa Inggris memperlakukan tawanan Jerman sesuai dengan perjanjian Jenewa, tapi tidak dengan anggota SS; mereka adalah sampah dan cacing politik dan akan diperlakukan sebagai mana mestinya. Saat akan menjawab, Montgomery membentak Wünsche dan melarangnya berbicara. 

Hingga akhir perang, Max Wünsche ditahan di tahanan perang Caithness, Scotlandia, di bangsal khusus untuk pejabat elit Jerman bersama dengan Kurt ‘Panzer’ Meyer. Banyak pengamat yang menghubungkan pengalaman Max ‘dipermalukan’ selama ditahan di Inggris dengan kebenciannya terhadap orang Inggris selama sisa hidupnya. Hal yang dipertanyakan adalah, meski tercatat mengalami cedera ringan di betis, Max Wünsche dirawat di rumah sakit sipil selama 7 bulan. Mengingat sikap Wünsche yang tidak begitu kooperatif dalam interogasi, hal itu dapat berarti tingginya tingkat kekerasan dalam interogasi terhadapnya.

Pada persidangan atas Kurt Meyer, Wünsche disebut-sebut sebagai seorang pria yang bergabung dalam SS karena idealisme nya, bukan karena kekejiannya. Meski demikian seorang gadis pernah menyebut ‘pejabat SS yang tampan’ terlihat berada di salah satu lokasi pembantaian tawanan perang di Prancis yang segera dihubungkan dengan Wunsche. Namun tak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Wünsche dalam pelanggaran-pelanggaran tersebut. Max Wünsche tidak pernah diadili atas satupun kejahatan perang pada perang dunia ke dua.

Wünsche kembali ke Jerman pada tahun 1948 dan menikahi Ingeborg istrinya. Kemungkinan besar Wünsche menikahi Ingeborg dengan cara resmi SS sebelum tertangkap dan menikahinya secara tradisional begitu kembali ke Jerman. Wunsche memiliki 5 orang putra. Dia lalu menjadi manajer sebuah perkebunan industri (sejak muda Max tertarik dengan agrikultur). Max Wünsche meninggal pada tahun 1995, namun dia tetap dikenang sebagai tentara SS tampan yang pemberani dan bermartabat.


Sumber :
www.nonasuwanda.wordpress.com

Saturday, February 20, 2016

Foto Hellmuth Becker

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hellmuth Becker (12 Agustus 1902 - 28 Februari 1953) adalah komandan Divisi "Totenkopf" yang terakhir (13 Juli 1944 - 8 Mei 1945). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 7 September 1943 sebagai SS-Standartenführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" / II.SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, dan Eichenlaub #595 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 September 1944 sebagai SS-Oberführer dan Kommandeur 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf" / IV.SS-Panzerkorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Julleuchter der SS (16 Desember 1935); Deutsches Reichssportabzeichen in Silber; Ehrendegen des Reichsführers-SS ; Totenkopfring der SS; Ehrenwinkel für alte Kämpfer; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (1938); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Mei 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (26 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 Juli 1941) dan in Silber (10 November 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (9 Oktober 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (13 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold #191/9 (26 September 1942); Demjanskschild (1943). Namanya disebutkan juga dalam Wehrmachtbericht (1 Februari 1945). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


SS-Hauptsturmführer Hellmuth Becker mengenakan SS-Regenumhang (jubah hujan SS) yang berbahan karet dan, sesuai namanya, digunakan saat ada tsunami. Ada pula versi SS-Umhang (jubah SS) yang terbuat dari bahan kain berwarna hitam yang dilengkapi dengan rantai kecil untuk cantelan serta kragenspiegel (tanda pangkat kerah) dan piping


Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Max Simon (Kommandeur 1.SS-Totenkopfstandarte "Oberbayern") dan SS-Sturmbannführer Hellmuth Becker (Kommandeur I.Sturmbann / 1.SS-Totenkopfstandarte "Oberbayern") dalam sebuah acara resmi di sekitar tahun 1937-1938. Mereka berdua mengenakan seragam hitam Allgemeine-SS M32 yang hanya dipakai di masa sebelum Perang Dunia II (meskipun satu-dua penampakannya ada juga yang sempat terekam oleh kamera di masa perang). Simon dan Becker mempunyai karakter wajah yang hampir mirip, apalagi ditambah dengan kacamata yang sama-sama mereka kenakan sehingga membuat orang awam kesulitan untuk membedakannya. Perbedaan yang paling kentara hanyalah tinggi mereka: Simon 190cm sementara Becker "hanya" 175cm


SS-Obersturmbannführer Hellmuth Becker (memakai kacamata, Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3) dan SS-Hauptsturmführer Karl Adolf Ullrich (merokok, Kommandeur SS-Totenkopf-Pionier-Bataillon) beristirahat di sebuah parit setelah pertempuran yang berat di wilayah Demyansk tahun 1941. Ketika pasukan Soviet melancarkan serangan balik di musim dingin tahun 1941/42, divisi Totenkopf dan beberapa unit Jerman lainnya terperangkang di Demyansk selama beberapa bulan (8 Februari - 20 Mei 1942) sebelum kemudian dibebaskan oleh pasukan Jerman lainnya. Ullrich sendiri meraih Ritterkreuz-nya dalam periode ini (19 Februari 1942)


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Theodor Eicke (kiri, Kommandeur SS-Division Totenkopf) dan SS-Standartenführer Hellmuth Becker (kedua dari kiri, Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 / SS-Division Totenkopf) bersama dengan para perwira Totenkopf lainnya di Front Timur, musim dingin tahun 1941/42. Divisi Totenkopf menderita korban gila-gilaan dalam pengepungan pasukan Soviet di Demyansk sehingga dia dinamakan sebagai Kampgruppe Eicke


Musim semi 1942: Dengan memakai jaket wol tebal putih yang sudah butek warnanya saking keseringan dipake, SS-Standartenführer Hellmuth Becker (Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 / SS-Division Totenkopf) berdiri di atas mobil Horch Kfz 15 bersama dengan anakbuahnya. Foto ini berasal dari Bundesarchiv tanpa ada keterangan identifikasinya, dengan caption: "Sowjetunion, Raum Demjansk.- Führer der Waffen-SS in Pkw während einer Besprechung bei einem Halt in einem russischen Dorf" (Uni Soviet, wilayah Demyansk - Komandan unit Waffen-SS diatas sebuah mobil dalam suatu pertemuan yang diadakan di sebuah perhentian di desa Rusia). Foto oleh SS-Kriegsberichter Gerhard Wittmar


 SS-Standartenführer Hellmuth Becker (Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 / SS-Division Totenkopf) memberikan pengarahan dalam sebuah upacara militer. Di belakangnya adalah SS-Untersturmführer Hans Endreß (IIa Personalverwaltung SS-Totenkopf-Kradschützen-Bataillon / SS-Division Totenkopf), sementara turut mendengarkan di sebelah kanan adalah seorang perwira Luftwaffe dari unit yang tak diketahui. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Lenk pada tahun 1942, kemungkinan besar di sekitar wilayah Demyansk saat pasukan Totenkopf (dan beberapa unit Wehrmacht lainnya termasuk Luftwaffe) terkepung oleh pasukan Rusia selama berbulan-bulan. Endreß nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Maret 1945 sebagai SS-Hauptsturmführer der Reserve dan Führer II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf"



Hellmuth Becker sebagai SS-Standartenführer (4 januari 1942 s/d 21 Juni 1944). Pada bulan Agustus 1943 dia diperintahkan untuk merebut wilayah Nikitovka serta Dataran Tinggi 199 dan 197 di Ukraina dari tangan Tentara Merah. Setelah pertempuran sengit melawan musuh, Becker memutuskan untuk melakukan penyerbuan final menggunakan batalyon cadangannya yang masih tersisa dengan bergerak melewati wilayah divisi Jerman yang berdekatan yang tidak terlibat dalam serangan. Dia dan resimennya berhasil merebut Dataran Tinggi 197 serta dua posisi pertahanan lainnya. Kesuksesannya membuat Divisi Totenkopf leluasa bergerak maju ke arah Merchyk dan dalam prosesnya menghancurkan dua divisi Rusia, dua brigade lapis baja dan satu brigade bermotor! Atas prestasinya tersebut Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang dia dapatkan tanggal 7 September 1943 sebagai Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"


Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Herbert-Otto Gille (Kommandierender General IV. SS-Panzerkorps), SS-Oberführer Hellmuth Becker (Kommandeur 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf"), SS-Standartenführer Josef Swientek (Kommandeur SS-Panzer-Artillerie-Regiment 3 / 3.SS-Panzer-Division “Totenkopf”), SS-Obersturmbannführer Erich Eberhardt (Ia Erster Generalstabsoffizier 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf"), dan SS-Sturmbannführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 3 / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf"). Foto ini diambil pada musim panas tahun 1944 saat Divisi Totenkopf berada di bawah kendali IV. SS-Panzerkorps


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hellmuth Becker sebagai komandan 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" (13 Juli 1944 - 8 Mei 1945). Takdir menjadikannya sebagai komandan terakhir dari divisi tempur berlambang tengkorak yang anggota-anggotanya sebagian besar diambil dari para penjaga kamp konsentrasi tersebut, dengan komandan sebelumnya adalah SS-Oberführer Karl Ullrich (20 Juni 1944 - 13 Juli 1944) dan komandannya yang paling terkenal adalah SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Theodor Eicke (1 November 1939 - 26 Februari 1943)



 Presentasi drum 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" yang dipegang bersama-sama oleh komandan divisi SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hellmuth Becker (kiri) beserta SS-Untersturmführer Kurt Franke (Führer 11.Kompanie / SS-Panzer-Grenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf") sebagai persembahan kepada para anggota muda Hitlerjugend dari Wartheland yang baru saja datang untuk bergabung dengan divisi Totenkopf, musim panas tahun 1944. Inskripsi di drum tersebut berbunyi "Den jungen Kameraden des Warthelande (Rekan Seperjuangan Muda dari Wartheland) - Die SS-Pz.Division "Totenkopf". Dalam foto ini kita bisa dengan jelas melihat "jejak" Y-strap di punggung Becker yang dipakai sebagai daleman untuk menyangga celananya. Franke sendiri adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) yang mendapatkan medalinya tanggal 3 Oktober 1943

Front Polandia, Januari 1945: Sambil memegang wolchowstock (tongkat jalan-jalan perwira dan bintara Jerman khas Front Timur), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Herbert Otto Gille (Kommandierender General IV. SS-Panzerkorps) berbincang-bincang dengan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hellmuth Becker (Kommandeur 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf") yang berada di bawah komandonya. Paling kiri di belakang Gille adalah SS-Sturmbannführer Adolf Pittschellis (Führer SS-Panzer-Regiment 3 / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf") yang nantinya terbunuh dalam pertempuran tanggal 26 Januari 1945, hanya beberapa hari setelah foto ini diambil! BTW, Ärmelstreifen (cufftitle) yang tertempel di lengan Becker berbeda dengan ärmelstreifen yang umum dipakai oleh personil Divisi Totenkopf lainnya. ärmelstreifen berlambang tengkorak tersebut merupakan penanda bahwa pemakainya adalah mantan anggota SS-Totenkopfstandarte "Oberbayern" di Dachau, dan mereka diizinkan untuk tetap memajangnya di lengan mereka walaupun telah pindah ke unit lain sebagai bentuk kebanggaan terhadap unit lama mereka


Sumber :
Buku "The Waffen SS on the Eastern Front: A Photographic Record" karya Bob Carruthers
Buku "Totenkopf" karya Charles Trang
www.bild.bundesarchiv.de
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.tumblr.com
www.wehrmacht-awards.com

SS-Brigadeführer Hellmuth Becker (1902-1945), Komandan Totenkopf Tukang Mabok


Album foto Hellmuth Becker bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hellmuth Becker
Panggilan/julukan: Becker
Lahir: 12 Agustus 1902 di Neuruppin, Brandenburg (Jerman)
Meninggal: 28 Februari 1953 di Kamp 337, Sverdlovsk, Luhansk Oblast, Ukraina (Uni Soviet)
Nomor keanggotaan NSDAP: 1 592 593 (1 April 1933)
Nomor keanggotaan SS: 113 174 (27 Februari 1933)
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Tidak diketahui
Ciri fisik: Tinggi 175cm

Beförderungen (Promosi):
00.00.1928 Stabswachtmeister
09.11.1937 SS-Sturmbannführer
09.11.1940 SS-Obersturmbannführer
04.01.1942 SS-Standartenführer
21.06.1944 SS-Oberführer
01.10.1944 SS-Brigadeführer

Karriere (Karir):
01.08.1920 - 00.00.1928 Bergabung dengan Infanterie-Regiment 5
00.00.1928 - 01.08.1932 Stab / 2. (Preußisches) Artillerie-Regiment
01.08.1932 - 27.02.1933 Pensiun dari militer dan menjadi warga sipil
27.02.1933 - 01.01.1934 Bergabung sebagai anggota SS dan menjalani pelatihan ulang
01.01.1934 - 17.06.1934 Adjutant III.Sturmbann / 9.SS-Standarte
17.06.1934 - 01.07.1935 Adjutant 7. SS-Standarte
01.07.1935 - 00.00.1936 Chef der Rekrutenausbildungs-Kompanie SS-Totenkopfverband "Oberbayern"
00.00.1936 - 09.11.1937 Leiter der Unterführer-Lehrgäng SS-Unterführerschule Dachau
09.11.1937 - 01.11.1939 Kommandeur I.Sturmbann / 1.SS-Totenkopfstandarte "Oberbayern"
01.11.1939 - 07.07.1941 Kommandeur I.Bataillon / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1 (motorisiert)
07.07.1941 - 18.07.1941 Führer SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 (motorisiert) 
08.07.1941 - 08.08.1941 Stellvertretender Kommandeur SS-Schützen-Regiment "Thule"
10.07.1941 - 11.07.1941 Terluka dalam pertempuran dan mendapat perawatan ringan
11.07.1941 - 08.08.1941 Führer I.Bataillon / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1 (motorisiert)
08.08.1941 - 12.09.1941 Kommandeur II.Bataillon / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1 (motorisiert)
12.09.1941 - 25.10.1941 Kommandeur SS-Totenkopf-Kradschützen-Bataillon 
25.10.1941 - 01.03.1942 Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 (motorisiert)
01.03.1942 - 15.03.1942 Terluka dalam pertempuran
15.03.1942 - 10.10.1943 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 3 "Totenkopf"
10.10.1943 - 09.11.1943 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" 
12.01.1944 - 12.03.1944 Führerreserve 
13.03.1944 - 13.07.1944 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 36
13.07.1944 - 08.05.1945 Kommandeur 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf"
09.05.1945 - 29.11.1947 Menjadi tawanan Uni Soviet
29.11.1947 - 09.09.1952 Dijatuhi hukuman kerja paksa selama 25 tahun oleh Pengadilan Militer Soviet
09.09.1952 - 18.02.1953 Didakwa kembali atas tuduhan melakukan sabotase
18.02.1953 - 28.02.1953 Dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi beberapa hari kemudian

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
16.12.1935 Julleuchter der SS
00.00.193_ Deutsches Reichssportabzeichen in Silber
00.00.193_ Ehrendegen des Reichsführers-SS 
00.00.193_ Totenkopfring der SS
00.00.193_ Ehrenwinkel für alte Kämpfer
00.00.1938 Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938
00.00.1939 Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
24.05.1940 Eisernes Kreuz II.Klasse
26.06.1940 Eisernes Kreuz I.Klasse
11.07.1941 Verwundetenabzeichen in Schwarz 
09.10.1941 Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze
13.07.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)
26.09.1942 Deutsches Kreuz in Gold #191/9 
00.00.1943 Demjanskschild
07.09.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sebagai SS-Standartenführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" / II.SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd
10.11.1943 Verwundetenabzeichen in Silber
21.09.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #595, sebagai SS-Oberführer dan Kommandeur 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf" / IV.SS-Panzerkorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte
01.02.1945 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht

Aufzeichnungen (Catatan):

* Ayah Becker adalah seorang pelukis, dan Becker pun mendapatkan pelajaran seni saat dia masih SMA.
* Sudah menjadi rahasia umum bahwa Becker tidak disukai oleh beberapa koleganya. Kebiasaannya menenggak miras membuatnya hampir selalu dalam keadaan mabuk. Setidaknya dia pernah memperkosa seorang wanita Rusia secara terang-terangan, juga dalam satu kesempatan di malam Natal tahun 1942 dia pernah mengadakan pesta orgy di ruangan kantin resimennya di Prancis! Tidak hanya itu, dalam keadaan mabuk berat, pada malam tersebut Becker "mengamuk gila-gilaan" sehingga merusakkan furniture, memecahkan jendela kaca, mengendarai kuda sampai mati, dan dipuncaki dengan bersetubuh bersama beberapa orang pelacur sekaligus! Belum cukup? Becker juga diketahui memelihara pelacur di pos komando terdepannya di Ukraina pada musim semi 1943 dan kemudian, untuk merayakan hari ulang tahun Hitler tanggal 20 April 1943, Becker yang sedang mabuk berat memerintahkan resimennya memuntahkan semua senjata berat mereka dalam salvo bergemuruh yang berlangsung selama 10 menit! Tindakannya ini bisa dibilang keterlaluan karena telah menyia-nyiakan amunisi yang berharga di saat perang masih berkecamuk, dan juga membuat unit-unit Jerman sekitarnya berhamburan menyelamatkan diri! Meskipun telah dilaporkan langsung pada Reichsführer-SS Heinrich Himmler, tapi Becker ternyata tidak tersentuh dan tetap melanjutkan karirnya sampai dengan menjadi komandan divisi. Ini karena kemampuannya sebagai komandan perang jempolan dan keberaniannya di medan tempur menjadi kompensasi dari kelakuan buruknya. "Hukuman" yang diterimanya dari Himmler hanyalah ditarik sebentar dari front depan sebelum kemudian ditugaskan kembali.
* Setelah perang usai Becker mendapat hukuman 25 tahun kerja paksa oleh Rusia. Saat memimpin pembangunan sebuah jembatan, dia diketahui telah menanam granat yang belum meledak menggunakan semen ke dinding jembatan. Untuk kedua kalinya Becker dibawa ke depan pengadilan militer komunis, dan kali ini dia dijatuhi hukuman mati atas tuduhan sabotase. Hellmuth Becker dieksekusi dengan cara tembak mati pada tanggal 28 Februari 1953.


Sumber :

Monday, February 8, 2016

Peraih Ritterkreuz dalam Unternehmen Fall Gelb


 Oberstleutnant Hans Becker (30 Mei 1914 - 15 Januari 2004) bergabung dengan Infanterie-Regiment 15 sebagai Schütze pada tahun 1935, sebelum dipindahkan ke Infanterie-Regiment 116 dua tahun kemudian. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman ke Polandia (1939) dan Prancis (1940) sebagai komandan kompi. Dalam pertempuran sengit di desa Remiencourt, Becker dan unitnya menjadi yang pertama menguasai posisi musuh, begitu pula di Noye-Bach dan Creuse. Puncak kepahlawanan sang perwira muda terjadi di Saleux saat sebiji kompinya mampu merebut benteng pertahanan Dury dari tangan pasukan Prancis yang berkekuatan 5-6 kompi pasukan kolonial serta 21 tank! Atas prestasinya yang luar biasa tersebut Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 November 1940 sebagai Leutnant dan Führer 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 116 / 9.Infanterie-Division / XXXX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B (sebelumnya dia telah dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse tanggal 3 Juni 1940. Ini menjadikannya salah satu dari sedikit orang di Wehrmacht yang mendapatkan kedua medali tersebut secara bersamaan dalam satu hari!). Setelah itu Becker masih berperan aktif dalam tugas militer, meskipun kebanyakan menjadi perwira staff atau ditempatkan di garis belakang. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur der Schule I für Fahnenjunker der Infanterie di Dresden pada bulan November 1944. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung IV.Klasse (1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern



Oberstleutnant Wilhelm Walther (27 Januari 1910 - 25 November 2010) adalah seorang perwira Heer yang bertugas di unit Brandenburger, sebuah unit Komando khusus yang bertugas menyusup ke wilayah musuh dan melaksanakan misi-misi sabotase. Ini sesuai dengan jiwanya yang suka menantang maut dari sejak masih muda (Walther adalah pemain Mensur, pertandingan anggar antar mahasiswa, dan codet hasil dari salah satu pertandingan tersebut membekas di wajahnya seumur hidup!). Di hari pertama Westfeldzug (Invasi ke Barat) tahun 1940, Walther diberi tugas untuk memimpin tujuh orang rekannya masuk ke negara Belanda secara diam-diam dan merebut jembatan yang melintasi sungai Meuse di kota Gennep secara utuh. Pada pukul 02:00 subuh tanggal 10 Mei 1940, Walther dan anakbuahnya (yang menyamar menjadi polisi militer Belanda yang sedang membawa tawanan Jerman) mulai bergerak melaksanakan aksinya. Dua pos penjagaan di sisi sungai berhasil dikuasai, tapi kemudian tiga orang Brandenburger terluka dalam kontak senjata dengan pasukan yang bertahan di sisi lainnya sehingga gerak maju Walther terhenti. Dengan berani campur nekad, dia berjalan dengan tenang melintasi jembatan menuju sisi lain yang masih dikuasai oleh pasukan pertahanan Belanda. Melihat seseorang berseragam perwira Belanda mendekat, pasukan yang bertahan menjadi ragu-ragu sehingga memungkinkan sisa anggota tim Walther membereskan mereka. Jembatan akhirnya berhasil dikuasai utuh dan semua bahan peledak dinonaktifkan. Beberapa jam kemudian pasukan pelopor dari 256. Infanterie-Division melintasi jembatan dengan aman tanpa gangguan. Meskipun banyak operasi serupa dilancarkan di hari itu, tapi sangat sedikit yang sesukses Walther dan kawan-kawannya, bahkan di jembatan lainnya pasukan Brandenburger ditangkap oleh tentara Belanda dan dieksekusi ditempat karena dianggap sebagai mata-mata. Atas prestasinya yang fenomenal tersebut, Wilhelm Walther dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 24 Juni 1940 sebagai Oberleutnant dan Stoßtruppführer 4.Kompanie / Bau-Lehr-Bataillon z.b.V. 800 "Brandenburg" / Heeresgruppe B. Dia tercatat sebagai Brandenburger pertama yang dianugerahi medali seprestisius itu! Walther ikut serta dalam invasi pasukan Jerman ke Uni Soviet, dan di akhir tahun 1941 dia naik jabatan menjadi komandan I.Bataillon / Sonderverband z.b.V 800 "Brandenburg", disusul sebagai komandan Jäger-Regiment 1 "Brandenburg" pada bulan November 1942 meskipun notabene pangkatnya masih Major (biasanya komandan resimen setingkat Oberstleutnant atau Oberst)! Pada bulan Juli 1943 resimennya bertempur melawan pasukan Partisan di Balkan dan barat-laut Yunani sampai dengan tahun 1945. Seusai perang dia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Belanda, tapi kemudian hukumannya dibatalkan dan pada tahun 1950 Walther dibebaskan. Sang mantan perwira Brandenburger meninggal dunia pada tahun 2010 dalam usia 100 tahun! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung; Eisernes Kreuz II.Klasse (1940) und I.Klasse (1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (1940); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen (1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


Sumber :
www.389id.de
www.kegans-militaria.webstarts.com