Tuesday, October 24, 2017

Foto Tokoh Third Reich sebagai Pilot Pesawat

FIESELER Fi 156 "STORCH"

General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps) mencoba duduk di atas kursi pilot pesawat penghubung kecil Fieseler Fi 156 "Storch", bulan Oktober 1941. Sang "Jenderal Terbang" memang biasa menerbangkan sendiri pesawat dari jenis tersebut saat kampanye perang Jerman sedang berlangsung demi untuk melihat situasi di front depan pertempuran dengan mata kepalanya sendiri! Foto ini diambil oleh Leutnant Benno Wundshammer, Kriegsberichter dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 1 (PK Lw 1)



Generaloberst Wolfram Freiherr von Richthofen (Oberbefehlshaber Luftflotte 4 und Oberbefehlshaber Südost) di balik kemudi pesawat ringan Fieseler Fi 156 "Storch" yang biasa digunakannya untuk berkeliling front pertempuran. Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat sang Baron menemani 6. Armee dalam Unternehmen Blau yang berujung di Stalingrad, tahun 1942. Dia berasal dari album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017

-------------------------------------------------------------

JUNKERS JU 87 "STUKA"


Hauptmann Hartmut Schairer (16 September 1916 - 19 Juli 1942)

-------------------------------------------------------------

 JUNKERS JU 88

Major Iro Ilk (18 Oktober 1919 - 25 September 1944) adalah jagoan udara Luftwaffe yang bertugas bersama dengan Lehrgeschwader 1 (LG 1) di Mediterania dan Afrika Utara. Dia berpartisipasi dalam serangan-serangan terhadap rute suplai Inggris dengan menggunakan pesawat pembom Junkers Ju 88. Pada tanggal 25 Februari 1942 dia mencatatkan kemenangan udara pertamanya ketika berhasil menembak jatuh sebuah bomber Blenheim RAF. Ilk dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 Oktober 1942 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / Lehrgeschwader 1, sebagai sebuah penghargaan atas jumlah misi pembomannya dan juga atas fakta bahwa dia adalah salah satu pilot pembom paling berpengalaman di medan tempur Mediterania. Pada tahun 1943 dia sudah menjadi Staffelkapitän dari 1./LG 1. Di tahun itu pula dia dipindahkan ke operasi-operasi "Wilde Sau". Pada tanggal 31 Januari 1944 Major Ilk ditunjuk sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 300 (JG 300). Dia mencatatkan kemenangan pertamanya di malam hari pada tanggal 24/25 Februari 1944 saat dia menembak jatuh dua pesawat pembom RAF. Pada malam tanggal 23 April 1944 dia membukukan tiga kemenangan sekaligus. Pada bulan Juni 1944 III./JG 300 mulai melaksanakan operasi penghadangan melawan bomber-bomber Sekutu yang menyerang wilayah Jerman di siang hari. Pada tanggal 20 Juni pesawat Ilk ditembak jatuh saat berusaha menyerang sebuah bomber B-24 USAAF, sehingga membuat dia terluka parah. Iro Ilk menemui ajalnya di dekat Moers pada tanggal 25 September 1944 saat dia terlibat dogfight melawan sebuah pesawat Spitfire. Pesawat yang digunakannya pada saat itu adalah Messerschmitt Bf 109 G-6AS (Werknummer 782295). Selama karirnya, Ilk mencatatkan 10 kemenangan udara terkonfirmasi yang diraihnya dalam 300 misi tempur (baik sebagai pilot bomber maupun fighter). Diantara jumlah kemenangannya tersebut, 5 diantaranya dibukukan di waktu malam. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Maret 1942)

-------------------------------------------------------------

MESSERSCHMITT BF 109

Hauptmann Fritz Dinger (20 Agustus 1915 - 27 Juli 1943)

-------------------------------------------------------------

MESSERSCHMITT BF 110

Oberstleutnant Walter Ehle (28 April 1913 - 17 November 1943) adalah veteran Perang Saudara Spanyol yang memulai karirnya dalam Perang Dunia II sebagai pilot di ZG 1 (Zerstörergeschwader 1). Dia sempat mencatat tiga kemenangan udara di siang hari sebelum ZG 1 dirubah menjadi Nachtjagdgeschwader 1), dan Ehle banting setir menjadi pilot tempur malam. Dia merupakan salah satu Gruppenkommandeur (Komandan Gruppe) terlama dalam sejarah Luftwaffe, saat memimpin II. Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (II./NJG 1) dari tanggal 6 Oktober 1940 s/d saat kematiannya dalam sebuah kecelakaan udara tanggal 17 November 1943! Ehle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Agustus 1943 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1. Jagd-Division / XII. Fliegerkorps / Luftwaffenbefehlshaber Mitte, setelah menembak jatuh pesawat yang ke-31. Pada saat kematiannya yang hanya berselang tiga bulan kemudian, jumlah kemenangannya bertengger di angka 39 (35 diantaranya diraih di malam hari). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: Flugzeugführerabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Spanisches Kriegskreuz; Spanienkreuz in Gold (Juni 1939); Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. Klasse; Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Flugzeugführerabzeichen (Italien); Frontflugspange für Nachtjäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Oktober 1942)



Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.audiovis.nac.gov.pl
www.dailymail.co.uk
www.falkeeins.blogspot.com

Foto NJG 3 (Nachtjagdgeschwader 3)

Para pilot dari Nachtjagdgeschwader 3 (NJG 3), difoto pada tahun 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Paul Szameitat (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe), Hauptmann Josef Förster (Staffelkapitän 11.Staffel / IV.Gruppe); Dr. Straussenberg, dan Pieper. Dalam buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman (halaman 113), dikatakan bahwa dua perwira yang terakhir berasal dari 11. Staffel, sama seperti Hauptmann Förster. BTW, foto ini kemungkinan besar diambil pada musim semi tahun 1943, karena pada bulan Agustus Szameitat sudah naik pangkat menjadi Hauptmann.


Dari kiri ke kanan: Major Helmut Lent (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 3) bersama dengan Hauptmann Heinrich Ruppel (Nachtjagd Raumführer Leeuwarden / Area Controller Leeuwarden), pada tahun 1943. Raumführer Ruppel adalah mantan pilot Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia Pertama, sementara dalam Perang Dunia Kedua dia diakui sebagai salah satu Kontroler pilot paling jempolan di seantero Nachtjagd (Pemburu Malam).



Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman

Sunday, October 22, 2017

Foto 24. Waffen-Gebirgs-(Karstjäger-) Division der SS


Para anggota SS-Karstwehr-Bataillon sedang berlatih mendaki di pegunungan berbatu karst, 1942. Batalyon ini ternyata tidak dipersiapkan dengan baik sebelum penempatan mereka. "Ein spezialisierter Verband für den Gebirgskampf im Karst" (Unit Spesialis Pertempuran di Pegunungan Karst) adalah hanya sekedar slogan belaka yang jauh dari kenyataan, yang digembar-gemborkan oleh komandan mereka pada saat pembentukannya, SS-Standartenführer Dr. Hans Brand


11 Juni 1944: SS-Oberscharführer Walter Weber (Zugführer 3.Zug / 1.Kompanie / SS-Karstwehr-Bataillon) membelah salah satu dari dua anggota Partisan yang tertangkap dengan sebuah kapak, sementara seorang prajurit berpangkat SS-Rottenführer tampak memegangi lengan si terhukum. Eksekusi super brutal yang dilakukan di desa bernama Idrijske Krnice (sebelah barat Idrija, Slovenia) ini dilakukan sebagai pembalasan atas hilangnya 15 orang anggota peleton pimpinan SS-Unterscharführer Albert Horeth saat melakukan patroli di sebuah desa kecil di utara Cividale del Friuli, saat berlangsungnya operasi anti-Partisan (Unternehmen Annemarie) di wilayah Schebrelje dan Cerkno yang berlangsung di bulan yang sama. Karena setelah lebih dari dua hari tidak ada kabar dari patroli tersebut, markas batalyon yang berada di Cividale segera mengirimkan kompi susulan untuk melakukan investigasi. Akhirnya Horeth dkk ditemukan telah menjadi mayat - dengan kondisi badan telanjang dan dimutilasi (kepala beberapa dari mereka bahkan dipancang "auf die Bajonette gesteckt"!). Akibatnya, teman-teman mendiang Horeth yang murka bersumpah untuk membalas perlakuan keji ini, dan yang ketiban sial menjadi sasaran kemarahan mereka adalah dua orang tawanan Partisan komunis. Foto-foto lain dari peristiwa ini bisa dilihat dibawah: 


 Dua orang gerilyawan ini telah disiksa sebelum kepala mereka dipenggal. Mereka dihajar menggunakan balok kayu, ditendang, dan diseret dengan menjambak rambut mereka. Dilaporkan bahwa seorang prajurit SS bahkan mencungkil mata salah seorang diantaranya dengan menggunakan pisau, lalu mencemooh: "Apakah sekarang kamu bisa melihat Sekutu?" diikuti dengan gelak tawa dari prajurit lainnya. Mereka lalu dibawa ke tempat pemotongan kayu, dengan disaksikan oleh para anggota batalyon. Dua orang prajurit bertugas memegang lengan sang terhukum, sementara petugas eksekusi - dengan lengan seragam tergulung - lalu memenggal kepala mereka dengan menggunakan sebilah kampak. Beberapa orang anggota SS yang menonton terlihat santai sambil merokok, dengan beberapa lagi memakai seragam tropis sementara sisanya menutup badan mereka dengan jaket kamuflase SS


Pasukan yang melakukan eksekusi ini adalah para anggota dari SS-Karstwehr-Bataillon, yang sebagian besar terdiri dari Volksdeutsche (etnis Jerman) yang berasal dari wilayah Tirol Selatan (Italia) serta Balkan (Yugoslavia). Unit yang dibentuk pada tanggal 15 November 1942 ini terlibat dalam beberapa operasi anti-gerilyawan seperti Zypresse, Märzveilchen, Maulwurf, Hellblau, Osterglocke, Liane, dan Annemarie. Pada tanggal 1 Agustus 1944, SS-Karstwehr-Bataillon diupgrade menjadi 24. Waffen-Gebirgs-(Karstjäger-) Division der SS, hanya untuk didowngrade kembali menjadi Waffen-Gebirgs-(Karstjäger) Brigade der SS pada tanggal 5 Desember 1944. Ketika situasi peperangan makin memburuk, brigade ini mundur ke arah Austria, dan menyerahkan diri pada pasukan Inggris dari 6th Armored Division di wilayah antara Villach dan Klagenfurt pada tanggal 9 Mei 1945


Tidak diketahui siapa nama dua orang korban eksekusi yang malang tersebut (yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahunan). Yang jelas, mereka merupakan anggota Partisan komunis Slovenia yang berperang secara gerilya melawan pasukan pendudukan Jerman dan Italia. Kedua belah pihak (Partisan dan Jerman) sama-sama melakukan kebrutalan yang tak terperikan terhadap musuh mereka, sehingga aksi-aksi semacam ini bukanlah menjadi sesuatu yang langka terjadi di medan tempur wilayah Balkan. Bedanya, yang satu ini dipublikasikan secara luas karena ada fotografer yang mengabadikannya!


Yang jadi pertanyaan adalah: apakah eksekusi semacam ini bisa digolongkan sebagai kejahatan perang, karena membunuh tawanan yang tak bersenjata? Sebagai anggota gerilyawan, bisa diperdebatkan bahwa mereka tidak masuk ke dalam kategori "legal combatant", melainkan hanya sekedar “free shooter” yang hak-haknya tidak masuk dalam Konferensi Jenewa tentang perlakuan terhadap tawanan perang. Masalahnya kemudian berputar di sekitar apakah mereka adalah warga sipil ataukah milisi bersenjata, dan apakah mereka ditembak begitu saja ataukah sebelumnya telah membahayakan nyawa pasukan pendudukan Jerman. Dalam foto-foto ini kita bisa melihat bahwa dua orang gerilyawan ini mengenakan pakaian sipil (dengan salah seorangnya memakai kaos putih). Tak terlihat adanya "penampakan" seragam atau kelengkapan militer dalam segala bentuknya yang menempel di tubuh mereka


Pasukan Jerman memajang kepala dua orang terhukum tersebut di sebuah meja, dengan catatan di sebelahnya yang bertuliskan: "Salam hangat dari SS KWB - orang-orang dengan jaket hijau". SS-KWB sendiri merupakan singkatan dari SS-Karst-Wehr-Bataillon (Batalyon Pertahanan Karst SS). Tujuan dari tindakan serupa ini adalah sebagai teror untuk masyarakat sekitar dan ancaman bagi mereka yang coba-coba menentang terhadap tentara pendudukan Jerman. Perhatikan bahwa kepala di sebelah kanan telah ditutupi oleh merahnya darah serta penuh oleh luka-luka hasil siksaan


Sumber :
Majalah "Militärgeschichte", Heft 1/2017
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.axishistory.com
www.commons.wikimedia.org
www.searchlight-germany.blogspot.com
www.serbianna.com

Saturday, October 21, 2017

Generalfeldmarschall Ernst Busch (1885-1945)



Album foto Ernst Busch bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Ernst Bernhard Wilhelm Busch
Panggilan/julukan: Busch
Lahir: 6 Juli 1885 di Essen-Steele, Nordrhein-Westfalen (Jerman)
Meninggal: 17 Juli 1945 di Aldershot, Hampshire (Inggris)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Tidak diketahui
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
10.03.1904 Leutnant
16.06.1913 Oberleutnant
27.01.1915 Hauptmann
01.04.1925 Major
01.02.1930 Oberstleutnant
01.12.1932 Oberst
01.09.1935 Generalmajor
01.10.1937 Generalleutnant
01.02.1938 General der Infanterie
19.07.1940 Generaloberst
01.02.1943 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
00.00.190_ - 10.03.1904 Masuk dinas ketentaraan, menjalani pendidikan di Hauptkadettenanstalt Groß-Lichterfelde, dan menjadi Fähnrich di Infanterie-Regiment "Herwart von Bittenfeld" Nr.13 di Münster
10.03.1904 - 17.11.1906 Menjadi Leutnant di Infanterie-Regiment "Herwart von Bittenfeld" Nr.13
17.11.1906 - 03.08.1914 Dipindahkan ke Infanterie-Regiment "Herzog Ferdinand von Braunschweig" (8. Westfälisches) Nr.57
01.10.1909 - 31.08.1910 Diperbantukan untuk sementara di Militärgymnasium
01.10.1910 - 31.08.1911 Diperbantukan lagi di Militärgymnasium
13.09.1912 - 03.08.1914 Ditugaskan sebagai Inspektionsoffizier di Kriegsschule Kassel
03.08.1914 - 21.05.1915 Chef 11.Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
19.11.1914 - 25.12.1914 Pada waktu yang sama: diberi kepercayaan sebagai Komandan Sementara II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
21.05.1915 - 11.06.1915 Terluka di lutut kanan oleh tembakan artileri di dekat La Bassée dan Arras. Dirawat di rumah sakit lapangan di Pont-á-Marcq (Prancis) selama tiga minggu
11.06.1915 - 18.06.1916 Chef 11.Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
18.05.1916 - 15.06.1916 Kembali diberi kepercayaan sebagai Komandan Sementara II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
18.06.1916 - 10.03.1917 Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
10.03.1917 - 24.03.1917 Terluka di lengan kanan oleh tembakan infanteri di dekat Verdun. Dirawat di rumah sakit lapangan selama dua minggu
24.03.1917 - 07.09.1918 Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
31.01.1918 - 06.02.1918 Ditugaskan ke Nachrichten-Schule 21 di Saarburg
07.03.1918 - 11.03.1918 Mengikuti Kursus Kepemimpinan di Wörth
07.09.1918 - 10.01.1919 Kompaniechef di Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
11.12.1918 - 19.12.1918 Führer Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
10.01.1919 - 25.04.1919 Chef MG-Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
25.04.1919 - 13.08.1919 Mengikuti Kursus Pelatihan Perwira di Münster
13.08.1919 - 15.09.1919 MG-Offizier di Staff 7. Brigade (Reichswehr)
15.09.1919 - 15.05.1920 Kompaniechef di Infanterie-Regiment Libau (Reichswehr)
15.05.1920 - 01.10.1920 Kompaniechef di Schützen-Regiment 13 (Reichswehr)
01.10.1920 - 08.08.1921 Kompaniechef di 18. Infanterie-Regiment (Reichswehr)
08.08.1921 - 01.10.1924 Dipindahkan menjadi Staff 6. Division (Reichswehr)
01.10.1924 - 01.10.1925 Dipindahkan menjadi Generalstab di Gruppenkommando 1
01.10.1925 - 01.10.1928 Dipindahkan ke Reichswehrministerium
01.10.1928 - 01.03.1930 Dipindahkan menjadi Stabsoffizier di 2. Division (Reichswehr)
01.03.1930 - 01.01.1932 Kommandeur III.Bataillon / 9.(Preußische) Infanterie-Regiment
01.01.1932 - 01.10.1934 Kommandeur 9. (Preußische) Infanterie-Regiment
01.10.1934 - 15.10.1935 Kommandeur Infanterie-Regiment Potsdam
15.10.1935 - 04.02.1938 Kommandeur 23. Infanterie-Division
29.11.1937 - 11.12.1937 Pada waktu yang sama: Direktur Kursus Stabsoffizier 23. Infanterie-Division
04.02.1938 - 23.10.1939 Kommandierender-General VIII. Armeekorps
01.03.1938 - 31.08.1939 Pada waktu yang sama: Kommandeur Wehrkreis VIII
23.10.1939 - 04.11.1943 Oberbefehlshaber 16. Armee
28.10.1943 - 06.05.1944 Führer-Reserve OKH dan, pada waktu yang sama, menjadi Panglima Sementara Heeresgruppe Mitte
06.05.1944 - 28.06.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
28.06.1944 - 16.08.1944 Dicopot dari jabatannya dan diberi cuti panjang
16.08.1944 - 14.03.1945 Führer-Reserve OKH
14.03.1945 - 20.03.1945 Oberbefehlshaber Führungsstab Nordküste
20.03.1945 - 01.05.1945 Oberbefehlshaber Nordwest
02.05.1945 - 04.05.1945 Oberbefehlshaber Nord
04.05.1945 - 17.07.1945 Ditawan oleh Inggris, dan akhirnya meninggal setelah terkena Angina (Angin Duduk) dalam tahanan

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
20.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
06.03.1915 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse
14.06.1917 Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
00.00.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Silber
04.10.1918 Pour le mérite, sebagai Hauptmann dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment “Vogel von Falckenstein“ Nr.56
01.01.1935 Ehrenkreuz für Frontkämpfer
02.10.1936 Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”
18.09.1939 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
25.09.1939 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse
26.05.1940 Ritterkreuz des Eisernes Kreuz #45, sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 16.Armee / Heeresgruppe A
06.08.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
16.09.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
21.10.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
30.07.1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942“ (Ostmedaille)
00.00.194_ Demjanskschild
28.01.1943 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
29.03.1943 Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia, 1st Class with Star and Swords
21.08.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #274, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16.Armee / Heeresgruppe Nord

Aufzeichnungen (Catatan):
* Ernst Busch


Sumber :

Friday, October 20, 2017

Foto 11. U-Flottille (11. Unterseebootsflottille)

Dokter Gigi Angkatan Laut dari 11. U-Flottille (11. Unterseebootsflottille) di Norwegia sedang bekerja. Perawatan gigi dan pelayanan kesehatan lainnya menjadi bagian penting dari semua pangkalan utama Kriegsmarine. Kapal perang berukuran besar biasanya dilengkapi dengan fasilitas mereka sendiri (yang mempunyai standar tinggi), meskipun sebagian besar anggota Angkatan Laut lainnya masih tetap memanfaatkan sarana yang tersedia di pelabuhan. Pelayanan kesehatan gigi sendiri masih belum semodern sekarang. Dilain pihak, "oknum" utama keroposnya gigi, yaitu gula, tidak tersedia dalam jumlah yang melimpah sampai jauh setelah usainya Perang Dunia II. Meskipun begitu, kondisi gigi yang tidak sehat menjadi faktor penyebab utama dari banyaknya pria Jerman yang gagal lolos uji di sebagian cabang Wehrmacht yang lebih selektif, yang mensyaratkan gigi tanpa masalah sebagai salah satu dari beberapa kriteria yang ditetapkan.


Sumber :
Buku "Hitler's Naval Bases: Kriegsmarine Bases During the Second World War" karya Jak Mallmann Showell

Tuesday, October 17, 2017

Upacara Penerimaan Legion Condor di Berlin (6 Juni 1939)


 Upacara penyambutan Legion Condor yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939. Para perwira Luftwaffe ini mengenakan medali Spanienkreuz in Gold mit Brillanten yang mereka peroleh beberapa hari sebelumnya dalam upacara yang sama di Hamburg (30 Mei 1939). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Bertram, Oberleutnant Joachim Schlichting, Hauptmann Harro Harder, Hauptmann Werner Mölders, Hauptmann Wolfgang Schellmann, Oberleutnant Walter Oesau, tidak diketahui, Major Martin Harlinghausen and Major Karl-Heinz Wolf


Upacara penghormatan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939


Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler baru saja tiba di lokasi upacara dan langsung disambut oleh para pejabat yang berkepentingan. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshaber Göring), Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (Befehlshaber der Legion Condor), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3). Yang menjadi supir di sebelah Hitler adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka
 


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat baru tiba dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang baru pulang dari Spanyol, yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di sebelah kanan adalah ajudan Hitler dari Heer dan SS, dari kiri ke kanan: Hauptmann Gerhard Engel dan SS-Gruppenführer Julius Schaub


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memberi salam hormat Nazi saat baru tiba dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang baru pulang dari Spanyol, yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di sebelah kanan adalah ajudan Hitler dari Heer, dari kiri ke kanan: Hauptmann Gerhard Engel dan Major Rudolf Schmundt


Adolf Hitler dan para petinggi Nazi tiba di lokasi upacara


Legion Condor berparade di depan Adolf Hitler yang berdiri di tribun kehormatan


Salah satu "pengisi acara" dalam upacara penghormatan untuk Legion Condor. Instrumen di atas (yang biasa dikenal sebagai "Jingling Johnnie" oleh orang Inggris) namanya adalah "Schellenbaum", sedangkan bendera yang ditambahkan di dalamnya dinamakan dengan "Schellenbaumflagge"


Adolf Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor. Seperti biasa, saya akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner; sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di medan pertempuran Spanyol


Para anggota Legion Condor membawa plakat yang berisikan nama-nama mereka yang telah gugur dalam perang saudara di Spanyol


 
Para delegasi negara asing menyaksikan parade Legion Condor di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Jenderal Jerman yang berada di ujung kiri podium adalah General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps), yang nantinya terbunuh dalam kecelakaan pesawat di medan perang Front Timur pada tanggal 12 September 1941, saat pesawat transport ringan Fieseler Fi 156 Storch yang ditumpanginya mendarat di atas ladang ranjau Rusia. Sang pilot, Hauptmann Wilhelm Suwelack, juga ikut terbunuh


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert berpose di depan kamera fotografer Hugo Jaeger selama berlangsungnya upacara penyambutan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939. Schobert adalah Kommandierender General VII. Armeekorps (Befehlshaber im Wehrkreis VII) periode 4 Februari 1938 - 31 Januari 1940, dan dalam foto ini dia memakai seragam parade Wehrmacht lengkap dengan baris medali serta pedang kehormatan

Prajurit Legion Condor memakai medali Spanyol


Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring berpidato di hadapan para anggota Legion Condor


Komandan terakhir Legion Condor, Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (dia menerima diploma insinyur teknik tanggal 10 Mei 1924 dan gelar Doktor teknik tahun 1929), difoto oleh Hugo Jaeger dalam acara penerimaan Legion Condor di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia adalah salah satu dari hanya 28 orang prajurit terpilih Jerman yang dianugerahi Spanienkreuz mit Schwertern in Gold mit Brillanten (tampak di saku kirinya, persis d bawah Wing Pilot Spanyol), yang dia terima pada tanggal di atas (6 Juni 1939).Di saku kanannya kita bisa melihat dua medali Spanyol lainnya: "Medalla Militar Individual" dan "Medalla de la Campaña 1936-1939" yang diberikan pada semua pasukan yang tergabung di pihak Nasionalis Franco (termasuk Legion Condor) dalam Perang Saudara Spanyol. Dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Manfred von Richthofen, jagoan udara paling top dalam Perang Dunia Pertama


Dua orang dedengkot Nazi dalam upacara penghormatan terhadap Legion Condor: Paling depan dengan seragam putih adalah Robert Ley, sedangkan di belakangnya yang memakai kacamata cengdem (goceng adem) adalah Martin Bormann



Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Foto ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menginspeksi barisan sukarelawan Jerman dalam Perang Saudara Spanyol tersebut, sementara di belakangnya mengikuti, dari kiri ke kanan: Oberst Walter Warlimont (cuma kelihatan sedikit kepalanya, penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Göring, Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Vizeadmiral Hermann von Fischel (Chef des Allgemeinen Marineamtes), serta Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Komandan ketiga sekaligus terakhir Legion Condor, periode 1 November 1938 - 18 Juli 1939). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941)




Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor) di podium kehormatan, sementara di belakang Richthofen satu demi satu para komandan terdahulu Legion Condor menaiki tangga untuk bersalaman dengan sang Führer. Dari bawah ke atas: Oberst Walter Warlimont (penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937). Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), perwira militer Spanyol tak dikenal, ajudan Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), serta SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!



 Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Dengan didampingi oleh Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyaksikan acara parade militer dari unit sukarelawan Jerman dalam Perang Saudara Spanyol tersebut. Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!

Sumber :
Majalah "Der Adler" edisi 1 Juni 1939
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002 
www.life.com
www.wehrmacht-awards.com