Sunday, July 3, 2011

Foto Feldküche (Dapur Lapangan) Third Reich

FELDKOCHHERD / GULASCH KANONE

Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mencicipi makanan yang menjadi ransum prajurit biasa, langsung dari Feldküche (Dapur Lapangan), sementara di belakangnya yang sama-sama bermuka cemong (setelah melakukan perjalanan darat yang lumayan melelahkan) adalah, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier) dan SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Foto ini diambil pada tanggal 11 September 1939 di sekitar Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, pada saat sang Führer mengunjungi wilayah operasional 10. Armee pimpinan General der Artillerie Walther von Reichenau dan bertemu dengan para perwira Heer disana. Dia pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Auch der Erste Soldat an der Gulasch-Kanone" (Prajurit Pertama Jerman dan Gulasch-Kanone)


Foto ini diambil pada tanggal 11 September 1939 di sekitar Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, pada saat sang Führer mengunjungi wilayah operasional 10. Armee pimpinan General der Artillerie Walther von Reichenau dan bertemu dengan para perwira Heer disana. Disana pula Hitler mencicipi makanan yang menjadi ransum prajurit biasa, langsung dari Feldküche (Dapur Lapangan). Sebelah kirinya adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), sementara sebelah kanannya adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Wie jeder Soldat im Kriege, nimmt auch der Führer seine mahlzeiten an der Feldküche ein..." (seperti semua prajurit lain dalam peperangan, begitu juga Führer yang memakan makanannya di Dapur Lapangan)


Kunjungan General der Flieger Bruno Loerzer (Kommandierender General II. Fliegerkorps) ke Feldküche (Dapur Lapangan) milik Kampfgeschwader 3 "Blitz". Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang memakai monokel di belakangnya adalah Oberst Wolfgang von Chamier-Glisczinki (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 3). Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi yang jelas antara bulan Oktober 1940 s/d Mei 1941 saat Kampfgeschwader 3 (Chamier-Glisczinki) berada di bawah kendali II. Fliegerkorps (Loerzer)


SS-Totenkopf-Standarte 5 "Dietrich Eckhart" dibentuk di Oranienburg (Jerman) pada bulan September 1939 dari sebagian kader yang diambil dari SS-Totenkopf-Standarte 2 "Brandenburg". Ini adalah Totenkopf-Standarte (Resimen Totenkopf) terakhir yang dibentuk dari sebelum perang pecah. Tak lama setelah pembentukannya, SS-Totenkopf-Standarte 5 dipindahkan ke Linz (Austria) - dimana sebagian anggotanya digunakan untuk membentuk resimen Totenkopf baru, SS-Totenkopf-Standarte 13 - sebelum dipindahkan lagi ke Stettin (Jerman). Pada tanggal 5 Februari 1941 unit ini dinamai ulang menjadi SS-Infanterie-Regiment 5, dan berada di bawah komando 2. SS-Infanterie Brigade. Setidaknya pada bulan Juli 1940, kekuatannya tercatat sebanyak 1.878 personil. Selama masa eksistensinya yang singkat, SS-Totenkopf-Standarte 5 dipimpin oleh tiga orang perwira: SS-Oberführer Leo von Jena (November 1939 – 1 Desember 1939) , SS-Brigadeführer Franz Breithaupt (1 Desember 1939 – 1940), serta SS-Standartenführer Hans Scheider (1940 – Februari 1941). Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada awal-awal masa pembentukannya


 
Prajurit-prajurit Jerman dari Infanterie-Regiment 47 (bagian dari 22. Infanterie-Division) terlihat sedang berkumpul di sekeliling Feldküche (Dapur Lapangan) sambil menunggu giliran makan sop. Yang sudah duluan menikmati sop tersebut adalah Oberstleutnant Rudolf Buhse (Kommandeur Infanterie-Regiment 47). Foto ini sendiri diambil di wilayah Balkan, Yugoslavia, pada musim panas tahun 1942. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Theodor Scheerer dari PK (Propaganda-Kompanie) 690, salah satu dari sedikit koresponden perang Jerman dalam Perang Dunia II yang menggunakan film berwarna di kameranya. Sumber di Bundesarchiv tidak mencantumkan keterangan mengenai identitas dari DKiGträger (peraih Deutsches Kreuz in Gold) yang nyengir kuda di sebelah Buhse, tapi kemungkinan dia adalah Oberleutnant der Reserve Hans-Joachim Behnke (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 47), yang dianugerahi DKiG pada tanggal 21 Agustus 1942, hanya berselang empat hari setelah Buhse mendapatkan Ritterkreuz. Bisa jadi foto ini diambil pada saat acara makan-makan, tak lama setelah upacara penganugerahan medali untuk keduanya...



Para prajurit muslim Bosnia dari 13. Waffen-Gebirgs-Division der SS "Handschar" (kroatische Nr. 1) menunggu giliran untuk menikmati makanan halal yang sedang dimasak oleh koki divisi menggunakan Feldkochherd (FKH) alias "Gulaschkanone". Ikut mengawasi di sebelah kiri adalah komandan mereka yang berkebangsaan Jerman, yang berpangkat SS-Hauptsturmführer (Kapten). Foto hasil pewarnaan oleh Julius Jääskeläinen ini diambil pada bulan Maret 1944 sewaktu berlangsungnya "Unternehmen Wegweiser" (Operation Signpost). Dari tanggal 10 s/d 13 Maret 1943, Divisi Handschar menyerbu kantong pertahanan Partisan Yugoslavia di wilayah Syrmia, terutama di hutan-hutan sekitar Bosut dan pedesaan di pinggir sungai Sava. Kelompok gerilyawan Komunis di wilayah ini menjadi ancaman terus-menerus bagi jalur kereta api strategis yang menghubungkan Zagreb dengan Beograd. Unternehmen Wegweiser juga menjadi operasi militer pertama yang melibatkan Handschar, sekaligus pertempuran pertama mereka setelah berbulan-bulan menjalani pelatihan intensif di Prancis dan Jerman


Lupakan semua pasukan elite Jerman dalam Perang Dunia II (Leibstandarte SS, Großdeutschland, Brandenburgers, dsb.). Sambutlah "penjagal" yang sebenarnya: tukang jagal (beneran) Wehrmacht! Coba perhatikan pakaian dan perlengkapan yang mereka pakai, tak ada satupun yang sama! Dan apakah normal bila dua orang membawa senjata sementara tiga sisanya cuma membawa amunisi doang? Satu lagi, sang ahli di kiri memakai ikat pinggang penjagal versi awal


Leutnant Helmut Ritgen (10 Maret 1916 - 7 Februari 2013) dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division sedang mengambil jatah makan siangnya dari feldküche (dapur lapangan) yang bertempat di atas truk 2½ton 6x6 diesel yang biasa dibuat oleh MAN, Henschel, Büssing-NAG, Magirus dan Faun. Foto ini merupakan hasil cropping dimana versi "penuh"nya memperlihatkan marking "GI" (Gefechtstross I alias kereta tempur depan I) berwarna putih di bagian belakang kanan. Perlu diketahui bahwa sampai dengan tahun 1944, setiap kompi mempunyai "kereta tempur"nya sendiri, termasuk sebuah feldküche. Pada akhirnya ini semua dimasukkan ke dalam kompi suplai khusus yang melayani satu unit setingkat batalyon


 Pembuatan dan pendistribusian roti dari Feldküche (Dapur Lapangan) milik legiun sukarelawan Latvia di Waffen-SS. Biasanya hal ini dilakukan di garis belakang dan hasilnya didistribusikan di front-front yang berdekatan, diletakkan di tempat-tempat tertentu yang nantinya diambil oleh prajurit yang biasa kebagian tugas tersebut. Pengirimannya rata-rata dilakukan di sore hari dan terdiri dari roti, selai dan makanan hangat yang nantinya dimakan menggunakan peralatan makan yang telah dibekali pada masing-masing prajurit (piring kaleng, sendok, garpu, pisau). Seringkali makanan itu telah keburu dingin sebelum sampai ke orang yang akan memakannya!


Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) Oberfeldwebel Anton Bayer (tengah) mencicipi kue hasil buatan Feldküche (Dapur Lapangan) dari 7. Infanterie-Division di Front Timur. Bayer bergabung dengan kompi anti-tank dari Infanterie-Regiment 19 pada tanggal 1 Oktober 1936. Bersama dengan unitnya tersebut, dia ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Rusia. Dari sejak tanggal 15 November 1941, peleton Bayer diperintahkan untuk mempertahankan sayap kiri XIII. Armeekorps dari kemungkinan serangan musuh. Pada tanggal 27 Agustus 1943, 15 tank T-34 Soviet mampu menerobos pertahanan Jerman di Dinatru 327 yang merupakan garis belakang Grenadier-Regiment 19 tempat Bayer bergabung. Pada sore harinya 10 tank telah berhasil dihancurkan dan garis pertahanan lama berhasil dihancurkan, tapi tak lama kemudian di malam harinya musuh kembali menyerang dengan kekuatan lapis baja yang lebih besar sehingga pasukan Jerman yang bertahan kocar-kacir. Atas inisiatif sendiri Bayer memindahkan meriam-meriam anti-tanknya ke dataran tinggi dan dari sana bersiap menunggu musuh yang datang. Dalam duel antara tank vs anti-tank yang kemudian terjadi, seluruh meriam Bayer hancur oleh tank Rusia kecuali satu, dan itu pun awaknya telah berhasil dilumpuhkan. Pantang untuk mundur, Bayer mengambil alih meriam tersebut dan mengoperasikannya sendirian. Adalah sebuah keajaiban bahwa manusia satu ini berhasil melewati pertempuran sengit yang kemudian terjadi tanpa terluka sedikitpun! Di pihak lain, dia berhasil menghancurkan tujuh tank Rusia dengan peluru-peluru meriam terakhirnya sebelum tank-tank lainnya mundur. Bayer kemudian meledakkan senjatanya (agar tidak bisa dipakai musuh) dan kemudian mundur ke garis pertahanan utama sendirian, hanya dengan bersenjatakan pistol! Atas usahanya tersebut, dia telah berhasil menetralisasi ancaman tank Rusia sekaligus mengamankan gerakan mundur pasukan Jerman. Bayer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Oktober 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 14.(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Di akhir perang dia ditawan oleh musuh utamanya Soviet dan baru dibebaskan pada tanggal 10 April 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1940) und I.Klasse (17 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (5 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Nahkampfspange in Bronze (14 November 1943); serta Verwundetenabzeichen in Silber (7 April 1945)


Kali ini kita makan daging, sodara-sodara!


Große Kochkiste, yang terutama digunakan oleh Gebirgsjäger. Seluruh peralatan ini biasanya dibawa kemana-mana dengan menggunakan sadel pinggir khusus kuda beban



Manual pelatihan anggota feldküche. Di foto ini kita bisa melihat dengan jelas peralatan-peralatan dapur makanan yang biasa digunakan oleh Wehrmacht, di antaranya adalah kaleng standar hasil pembagian, ruang penyimpanan daging dan sayuran kering. Penggunaan kantung kertas biasa untuk kopi juga layak menjadi perhatian


Tim masak Wehrmacht dengan dapur portabel mereka



Kompi perbaikan JG 27 sedang antri makan siang



Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" karya Franz Kurowski

Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi Edward 1970
Foto koleksi pribadi Larrister
Foto koleksi pribadi Lee Luke
www.g503.com

www.ritterkreuztraeger.blogspot.com 

www.spoki.tvnet.lv
www.wehrmacht-awards.com
www.wehrmachtss.blogspot.com 

Pesawat-Pesawat Luftwaffe Dalam Perang Dunia II

  1. Fieseler Fi 103R (Reichenberg)
  2. Focke-Wulf Fw 190
  3. Heinkel He 111
  4. Horten IX (Horten Ho 229/Gotha Go 229)
  5. Junkers Ju 87 "Stuka"
  6. Junkers Ju 88
  7. Messerschmitt Bf 109
  8. Messerschmitt Bf 110
  9. Messerschmitt Me 163 "Komet"
  10. Messerschmitt Me 262 "Schwalbe"
  11. Silbervogel
  12. Foto baris kemenangan (Abschußbalken/Victory Bar) pesawat Luftwaffe
  13. Foto kamuflase pesawat Nazi Jerman
  14. Foto tokoh Third Reich sebagai pilot pesawat
  15. Foto Arado Ar 66
  16. Foto Arado Ar 96
  17. Foto Arado Ar 196
  18. Foto Bücker Bü 131 "Jungmann"
  19. Foto Bücker Bü 181 "Bestmann"
  20. Foto Dornier Do 17
  21. Foto Dornier Do 215
  22. Foto Fieseler Fi 156 "Storch"
  23. Foto Focke-Wulf Fw 44
  24. Foto Focke-Wulf Fw 58 "Weihe"
  25. Foto Focke-Wulf Fw 190
  26. Foto Focke-Wulf Fw 200
  27. Foto Gotha Go 244
  28. Foto Heinkel He 59
  29. Foto Heinkel He 111
  30. Foto Henschel Hs 126
  31. Foto Horten IX (Horten Ho 229/Gotha Go 229)
  32. Foto Junkers Ju 52 "Tante"
  33. Foto Junkers Ju 87 "Stuka" 
  34. Foto Junkers Ju 88
  35. Foto Junkers Ju 188
  36. Foto Messerschmitt Bf 109
  37. Foto Messerschmitt Bf 110
  38. Foto Messerschmitt Me 210
  39. Foto Messerschmitt Me 321 dan Me 323 "Gigant"

Foto Grup Luftwaffe


Para petinggi Luftwaffe yang berkumpul di rumah Hermann Göring untuk merayakan hari ulangtahun ke-48 sang Panglima, 12 Januari 1941. Dari kiri ke kanan: General der Flieger Bruno Loerzer (Kommandierender General II. Fliegerkorps), General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps), Generalleutnant Joachim Coeler (Kommandierender General IX. Fliegerkorps), Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Chef Luftflotte 2), Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), Oberst  Josef "Beppo" Schmid (Chef 5. Abteilung vom Generalstab der Luftwaffe und Generalstabsoffizier im Ministeramt des Oberbefehlshaber der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generalmajor Günther Korten (Chef des Generalstabes Luftflotte 4), Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe), Generaloberst Hans-Jürgen Stumpff (Chef Luftflotte 5), Generalleutnant Wilhelm Speidel (Chef der deutschen Luftwaffenmission in Rumänien), General der Flieger Gustav Kastner-Kirdorf (Chef der Luftwaffenpersonalamt), Generalleutnant Hans-Georg von Seidel (Generalquartiermeister der Luftwaffe), Generalleutnant Otto Deßloch (Kommandierender General II. Flakkorps), Generaloberst Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef des Planungsamts der Luftwaffe), dan SS-Oberführer Dr. Erich Gritzbach (Chef des ”Stabsamtes des Reichsmarschalls des Großdeutschen Reiches”)



Para perwira dari I.Gruppe / Zerstörergeschwader 1 (I./ZG 1) berfoto bersama di masa-masa awal pembentukan unit mereka, bulan Mei 1939. Beberapa calon Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang bisa diidentifikasi adalah: (5) Oberleutnant Walter Ehle (Staffelkapitän 3. Staffel. Ritterkreuz tanggal 29 Agustus 1943 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1); (6) Oberleutnant Martin Lutz (
Staffelkapitän 1. Staffel. Ritterkreuz tanggal 1 Oktober 1940 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1. Staffel / I.Gruppe / Zerstörergeschwader 1); (10) Leutnant Max-Hellmuth Ostermann (Flugzeugführer di I. Gruppe. Ritterkreuz tanggal 4 September 1941 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 54 "Grünherz", Eichenlaub #81 tanggal 12 Maret 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 54 "Grünherz", serta Schwerter #10 tanggal 17 Mei 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 54 "Grünherz"); (16) Leutnant Wolfgang Schenck (Flugzeugführer di I. Gruppe. Ritterkreuz tanggal 14 Agustus 1941 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Schnellkampfgeschwader 210, serta Eichenlaub #139 tanggal 30 Oktober 1942 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Zerstörergeschwader 1); serta (18) Leutnant Reinhold Knacke (Flugzeugführer di I. Gruppe. Ritterkreuz tanggal 1 Juli 1942 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1, serta Eichenlaub #190 secara anumerta tanggal 7 Februari 1943 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1)


Foto bersejarah yang memperlihatkan para "Mannschaft" (anggota) Fliegerhorst Leeuwarden, Belanda, sekitar tahun 1942. Baris pertama (duduk), dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinrich Ruppel (Nachtjagd Raumführer Leeuwarden), Hauptmann Siebeneicher (Kommandant Stabskompanie), Hauptmann Helmut Lent (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), dan Hauptmann Julius Schürbel (Divisionsinspekteur). Baris kedua (berdiri di tengah), dari kiri ke kanan: Oberleutnant Paul Gildner (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Leutnant Karl-Heinz Völlkopf (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Leopold "Poldi" Fellerer (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberleutnant Rudolf Sigmund (Staffelkapitän 11.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberinspektor Rhinow (Schreibstube/administrasi), Leutnant Johannes Richter (Tele-Offizier: radio+telepon+telex-kurir), Oberleutnant Egmont zur Lippe-Weissenfeld (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), dan Dr. Schreiber (Dienstarzt/Medis). Baris ketiga (berdiri di belakang), dari kiri ke kanan: Leutnant Robert Denzel (Flugzeugführer di 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Leutnant Wolfgang Kuthe (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Eberhard Gardiewski (Flugzeugführer di 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Josef Schauberger (Flugzeugführer di 10.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberleutnant Herman Greiner (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant der Reserve Ludwig Becker (Staffelkapitän 12.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), dan Leutnant Oskar Köstler (Flugzeugführer di 10.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1)



Para peserta "Leitertagung" (Konferensi Pimpinan) dari unit Vermessungsstellen der Luftwaffe (Kantor Survey Angkatan Udara) yang digelar selama dua hari, 18-19 Juni 1942, di gedung RLM (Reichsluftfahrtministerium, Kementerian Udara) di Berlin




Pertemuan para Kepala Departemen Administrasi B V 22 Luftwaffe di Wiesbaden, yang diselenggarakan dari tanggal 20 s/d 22 Oktober 1943


Para staff Luftgau-Kommando VI, yang bermarkas di Münster, difoto bareng tahun 1944 untuk sampul majalah Ikan Lou-Han. Kepala Luftgau-Kommando VI pada saat itu adalah Generalleutnant Ernst Dörffler (diangkat tanggal 1 Januari 1944 menggantikan General der Flakartillerie August Schmidt). Dari satu-satunya foto jenderal ini yang saya punyai (tepatnya lukisan seorang aki-aki berkacamata), maka saya yakin Dörffler berdiri paling kanan di baris paling depan. Kalau benar, maka ini lumayan aneh karena biasanya seorang komandan atau gegedug dipasangkan paling tengah!
 

Tidak ada keterangan unit Luftwaffe mana yang berfoto bareng disini, cuman yang jelas mereka adalah para flieger (penerbang), yang terlihat dari medali Flugzeugführerabzeichen serta Frontflugspange yang mereka kenakan di seragam. Jangan lupakan pula schwimmwagen (jaket pelampung) yang mereka pakai untuk menjaga kemungkinan jatuh di laut saat mengudara. Sang komandan unit, seperti biasa, nongkrong di tengah dengan gaya mafia Kamboja. Pangkatnya kalau nggak Hauptmann atau Oberleutnant. Satu-satunya perwira lain yang ada dalam foto ini (selain sang komandan) adalah Leutnant yang memegang anjing di sebelah kirinya


Sumber :

www.626-squadron.co.uk
www.forum.axishistory.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.vexilli.net

Saturday, July 2, 2011

Foto Tokoh Third Reich Mengenakan Jaket Kamuflase Musim Dingin (Winteranzug)

BAGIAN PUTIH DI LUAR

Generalmajor Hermann-Heinrich Behrend (25 Agustus 1898 - 19 Juni 1987) adalah perwira veteran dua Perang Dunia yang berasal dari Prusia Timur. Dia bergabung dengan Kaiserliche Armee pada bulan Juni 1915, dan ikut bertempur di Front Timur dalam Perang Dunia Pertama. Behrend mengakhiri perang dengan pangkat Leutnant, dan kemudian melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #353 pada tanggal 15 Juli 1941 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Infanterie-Regiment 489 / 269.Infanterie-Division / I.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Medali ini didapatkannya sebagai penghargaan atas aksi berani yang dilakukannya di hari pertama penyerbuan Jerman atas Uni Soviet tanggal 22 Juni 1941. Dengan memanfaatkan kabut tebal dan asap dari tembakan artleri pembuka, Behrend dan batalyonnya menyerbu pertahanan kuat Rusia di Tauroggen sehingga berhasil menembusnya. Pada tanggal 6 Maret 1944 dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #421 untuk Ritterkreuz-nya, sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 154 / 58.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord, setelah berhasil menghindarkan resimennya - yang terpisah dari divisi - dari kepungan pasukan Soviet di barat Luga pada awal bulan Februari 1944. Prestasi Behrend tidak berhenti sampai disitu, karena pada tanggal 26 April 1945 dia dianugerahi medali Schwerter #148 untuk Ritterkreuz-nya, sebagai Generalmajor dan Kommandeur 490.Infanterie-Division / LXXXVI.Armeekorps / 1.Fallschirmarmee / Oberbefehlshaber Nordwest. Medali terakhir ini didapatkannya setelah dia memimpin divisinya dalam pertempuran defensif melawan Sekutu di Kanal Fladder. Dalam usaha terobosan keluar dari kepungan, unit pimpinannya menghancurkan 14 tank Sherman Amerika menggunakan senjata-genggam-tangan, dengan satu diantaranya dihancurkan langsung oleh sang Divisionskommandeur menggunakan Panzerfaust! Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Behrend: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (9 Juni 1917) und I.Klasse (4 November 1918); Mecklenburgisch-Schwerinsches-Verdienstkreuz II.Klasse (2 Januari 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (21 Januari 1935); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Mei 1940) und I.Klasse (10 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (29 Juli 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 April 1943); serta Verwundetenabzeichen in Silber (29 Juli 1942) und Gold (2 Februari 1944)


Major im Generalstab Walter Birk  (31 Oktober 1913 - 24 Juli 1967) mengawali karirnya sebagai perwira Wehrmacht saat menjadi Leutnant dan Zugführer di 3.Schwadron / Kavallerie-Regiment 11 pada tahun 1937. Pada tahun 1939 dia ditransfer ke Stockerau untuk menjadi Chef 2.Radfahr-Schwadron / Aufklärungs-Abteilung 44 yang baru dibentuk. Dalam posisinya ini Birk ikut berpartisipasi dalam kampanye militer di Polandia pada tahun 1939, dan menjadi salah satu dari sedikit anggota Wehrmacht yang mendapatkan dua versi Eisernes Kreuz! Dalam kancah pertempuran di Rusia, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 2 November 1941 sebagai Oberleutnant dan Chef 2.Kompanie / Aufklärungs-Abteilung 44 / 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dipercaya untuk menjadi Kommandeur Radfahr-Lehr-Abteilung (yang satu bulan kemudian berganti nama menjadi Schule für Schnelle Truppen) di Krampnitz. Setelah menjadi Führerreserve pada bulan Maret 1943, Birk berganti haluan menjadi perwira staff saat bertugas di jajaran Generalstab 1. Panzerarmee, dilanjutkan dengan penempatan di Kriegsakademie periode 6 Desember 1943 s/d 6 Mei 1944. Dia dipromosikan menjadi Major i.G. (im Generalstab) pada tanggal 1 Februari 1944, kemudian menjadi Ib (Perwira Operasi) 7. Infanterie-Division dari tanggal 25 Juni 1944 s/d November 1944. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Ia (Kepala Staff) 83. Infanterie-Division pada tanggal 10 April 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1939), Eisernes Kreuz I.Klasse (6 Oktober 1939); serta Allgemeines-Sturmabzeichen


 Hauptmann Heinrich Born



Oberstleutnant Wilhelm Drewes (26 Mei 1907 - 14 Juli 1982)


Oberst Robert Kästner (27 Oktober 1913 - 18 November 1990) adalah perwira Wehrmacht yang meniti karir di 72. Infanterie-Division, dari komandan kompi sampai komandan resimen. Dia berpengalaman dalam kampanye-kampanye militer utama Jerman seperti Prancis (1940), Yunani (1941), dan Rusia (1941-1945). Dalam setiap pertempuran yang diikutinya, perwira tegap dengan pembawaan yang ramah ini selalu konstan memperlihatkan keberanian yang menonjol serta sikap kepemimpinan yang patut dicontoh. Untuk aksinya dalam mengorganisasi pertahanan di garis sungai Dnieper, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 11 Desember 1943 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / III.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Ketika pasukan Jerman terkepung di Kantong Korsun (yang terancam menjadi bencana Stalingrad kedua), Kästner memimpin resimennya untuk menjadi ujung tombak dalam menerobos kepungan Rusia. Dimulai di malam tanggal 11 Februari 1944, sekelompok Grenadier dengan dukungan artileri lapangan, senjata serbu serta senjata anti pesawat menyerang Novo Buda, dilanjutkan dengan Komarovka. Begitu cepatnya pergerakan Kästner dan rekan-rekannya, sehingga ketika pihak Soviet mulai beraksi, pasukan Jerman dari 72. Infanterie-Division telah melintasi 10 kilometer medan penuh rintangan di kegelapan malam dan berhasil mencapai garis pertahanan Jerman! Di luar dari peralatan berat yang ditinggalkan serta beberapa korban yang diderita, divisi ini menjadi satu-satunya unit Jerman yang berhasil lolos dari kepungan secara utuh! Atas prestasinya tersebut, dia diganjar Eichenlaub #401 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Setelah pertempuran ini, Kästner dipromosikan menjadi Oberstleutnant dan tetap tinggal bersama unitnya dalam pertempuran lanjutan di Polandia, tepatnya di sungai Vistula. Meskipun berkali-kali mendapat hantaman Tentara Merah, 72. Infanterie-Division mengakhiri perang sebagai salah satu dari sangat sedikit unit Wehrmacht di Front Timur yang mempunyai kekuatan masih utuh, lengkap dengan peralatan perang serta belasan ribu anggota! Setelah menghabiskan beberapa waktu dalam kamp tawanan musuh, Kästner kembali ke Jerman dan melanjutkan kehidupannya sebagai warga sipil. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 April 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Infanterie-Sturmabzeichen; serta Nahkampfspange in Bronze. namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 Desember 1943


 Generalmajor Mathias Kräutler (2 Mei 1895 - 8 September 1968) adalah perwira Gebirgsjäger asal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht pada tahun 1938. Dia menghabiskan sebagian besar masa perangnya di Eropa Utara, terutama Norwegia. Setelah menjadi Komandan Divisionsgruppe Kräutler (1 Maret 1944 - 7 September 1944), dia kemudian dipercaya untuk menjadi Komandan Divisionsstab z.b.V. 140 (7 September 1944 - 6 Mei 1945) dan 9. Gebirgs-Division (6 Mei 1945 - 8 Mei 1945). Semua unit tersebut sebenarnya itu-itu saja, hanya kemudian mengalami perubahan nama seiring dengan berjalannya waktu. Medali dan penghargaan yang diterima oleh Kräutler: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Bronzene Militär-Verdienst-Medaille ("Signum Laudis") am Bande des Militär-Verdienstkreuzes mit Schwertern (1915); Kaiserlich und königlich Österreichische Silberne Militär-Verdienst-Medaille ("Signum Laudis“) am Bande des Militär-Verdienstkreuzes mit Schwertern (1916); Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundeten-Medaille; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (1918); Goldenes Verdienstzeichen der Republik Österreich; Ehrensäbel für gutes Schießen mit der Pistole; Österreichische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Königlich Ungarische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Goldenes Ehrenzeichen für Verdienste um die Republik Österreich; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Oktober 1939) und I.Klasse (14 Juli 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (30 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (15 Agustus 1942); Vapaudenristin II.luokka Finlandia (30 Juni 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Januari 1945)
 
 
Generalmajor Hans Kreppel
 


Hauptmann Erwin Kreßmann (lahir 2 Juni 1918) bertugas di Wehrmacht dari sejak tahun 1937. Dia adalah veteran pertempuran di Polandia, Prancis dan Rusia. Pada bulan Juli 1943 dia ditugaskan menjadi komandan kompi pertama dari schwere Panzerjäger-Abteilung 519 yang baru dibentuk, yang dilengkapi dengan Panzerjäger Hornisse yang menakutkan dengan meriam 88mm-nya. Pada tanggal 16 Januari 1944 Kreßmann dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold yang dilanjutkan dengan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes beberapa bulan kemudian (9 Desember 1944). Pada awal bulan Mei 1945, tak lama setelah dia menghancurkan dua buah tank T-34 Rusia menggunakan T-Mine (Teller Mine), Kreßmann terluka parah oleh tembakan mortir. Dahsyatnya, dia masih sempat-sempatnya menyeberangi sungai Elbe untuk menyerahkan diri pada pihak Amerika! Kreßmann dilepaskan pada tahun 1946 dan sampai tulisan ini dibuat (September 2013), orang satu ini masih hidup!


Major Werner Naseband (8 Januari 1916 - 29 Agustus 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Januari 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 451 / 251.Infanterie-Division / XXVII.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Seusai Perang Dunia II dia bergabung dengan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat), dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1973 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4.Klasse, 4 Jahre (5 April 1938); Eisernes Kreuz II.Klasse (9 Oktober 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (20 Agustus 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (30 Januari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (16 Februari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Mei 1942); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (24 Maret 1943)


Generalleutnant Werner Otto Sanne (Kommandeur 100.Jäger-Division) dalam upacara penyerahan pasukan Jerman di Stalingrad, awal tahun 1943. Di lehernya, dia mengenakan medali Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 22 Februari 1942 serta King Zvonimir Crown Kroasia 1st class yang didapatkannya tanggal 1 Januari 1943 (tahun baru!). Atas penganugerahannya tersebut Sanne kemudian mengirimkan surat ucapan terimakasih kepada "Poglavnik" Ante Pavelić (pemimpin Kroasia) di hari yang sama



Waffen-Standartenführer der SS Voldemārs Veiss (sukarelawan dari Latvia) mengenakan jaket kamuflase putih Heer, suatu praktek yang kerap terjadi di front manakala suplai perlengkapan tidak mencukupi

----------------------------------------------

BAGIAN GELAP DI LUAR

Generalleutnant Ernst-Günther Baade (20 Agustus 1897 - 8 Mei 1945)


 Generalmajor Hermann Balck (Kommandeur 11. Panzer-Division) merundingkan strategi pertempuran bersama dengan Oberstleutnant Theodor Graf Schimmelmann von Lindenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) di wilayah Don (Uni Soviet), musim dingin 1942/1943. Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943)


Major der Reserve Hans-Werner Bartels (28 Januari 1910 - 2 Desember 1991) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 154 tahun 1939. Pada tanggal 21 Februari 1940 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 399 dimana dia tetap berada dalam unit ini sampai dengan perang berakhir. Pada pertempuran tanggal 21-22 November 1943 Bartels menunjukkan prestasi yang mengesankan ketika dia dan batalyonnya berhasil menahan terobosan pasukan Soviet di wilayah 9. Luftwaffen-Feld-Division sekaligus berhasil melakukan serangan balasan berkali-kali yang mampu memukul mundur musuh. Dalam pertempuran sengit di Kantong Oranienbum sekali lagi Bartels berdiri paling depan dalam memimpin anakbuahnya dimana dia berhasil mengalahkan dua resimen infanteri dan satu resimen lapis baja penyerang Soviet dengan bermodalkan satu batalyonnya belaka! Dalam pertempuran ini batalyon Bartels berhasil menghancurkan 11 tank, dan setelahnya dijuluki sebagai "Das Löwenbataillon" (Batalyon Singa) yang dengan amat jelas menunjukkan kualitas unit tersebut. Bartels yang terluka dalam pertempuran itu tak lama kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Januari 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Grenadier-Regiment 399 / 170.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada Hari Paskah 1944 batalyonnya kembali beraksi brilian ketika membantu Divisi "Feldherrnhalle" dalam menjebak tiga divisi Soviet lalu menghancurkannya. Dalam pertempuran di dekat jembatan Narva ini tercatat musuh kehilangan 60 truk perangnya! Pada tanggal 12 Juli 1944 Bartels memimpin batalyonnya dalam usaha menerobos kepungan Soviet di Vilna. Dia mengambil alih komando resimennya setelah komandan resimen sebelumnya dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Dalam usaha ini unitnya mampu menghancurkan senjata artileri serta anti pesawat udara musuh yang "menghalangi jalan", dan berhasil mencapai wilayah yang masih dikuasai oleh pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut dia direkomendasikan untuk menerima Eichenlaub sebagai tambahan untuk Ritterkreuz-nya, tapi dianggap belum cukup layak sehingga hanya mendapat Anerkennungsurkunde (Sertifikat Pengakuan Dari panglima AD) saja! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1941); Rumänische Medaille für Mannhaftigkeit III.Klasse (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Juni 1942); Krimschild (15 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (27 Februari 1943); Rumänische Erinnerungsmedaille (20 Mei 1943); Nahkampfspange in Silber (17 September 1944); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (25 Oktober 1944); serta Verwundetenabzeichen in Gold (27 April 1945)


Hauptmann Werner Baumgarten-Crusius (29 Januari 1919 - 4 November 1995) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 22 Februari 1942 sebagai Oberleutnant dan Chef 5.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 156 (motorisiert) / 16.Infanterie-Division (motorisiert) / XXXXVIII.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte, untuk operasi defensif di wilayah pertahanan Panskoj (Donets) melawan pasukan Rusia di musim dingin 1941/1942. Setahun kemudian dia juga mendapat tambahan Eichenlaub #199 tanggal 27 Februari 1943 sebagai Oberleutnant dan Führer I.Bataillon / Grenadier-Regiment 156 (motorisiert) / 16.Infanterie-Division (motorisiert) / LVII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Don, untuk performa batalyonnya dalam Pertempuran Lembah Fedorenko melawan pasukan Rusia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Oktober 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (15 Oktober 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (31 Oktober 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Agustus 1942); Krimschild; serta Verwundetenabzeichen in Silber (9 Februari 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI

Hauptmann Franz Bayer (3 Februari 1920 - ? ) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Mei 1945 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 26 / 26.Panzer-Division / 10.Armee / Heeresgruppe C. Beberapa ketidakjelasan timbul di sekitar proposalnya. Pertama: tidak jelas mana yang menjadi unit Bayer saat itu: apakah 26. Panzer-Division ataukah Panzergrenadier-Division Großdeutschland (saya mengambil versi pertama dari Walther-Peer Fellgiebel), kedua: pada saat hampir bersamaan (Januari 1945) dua pihak mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz bagi Bayer (I./26.Pz.Div. dan III.Panzerkorps), tidak diketahui manakah yang akhirnya diterima. Parahnya lagi, selama beberapa waktu proposalnya tidak tersentuh dan baru diproses beberapa hari menjelang berakhirnya perang, sehingga ketika pada akhirnya disetujui (9 Mei 1945), dia sudah masuk ke kategori "Dönitz-Erlaß" yang dianggap tidak sah oleh Deutsche Dienststelle (WASt). Bayer sendiri mendapatkan medali bergengsi tersebut setelah dalam pertempuran di Komarom periode 22-24 Desember 1944, detasemennya (yang berkekuatan hanya 17 panzer) berhasil menghancurkan 73 tank, 26 senjata anti-tank, dan 17 kendaraan Soviet lainnya, sementara hanya menderita 1 panzer yang menjadi korban! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Oktober 1941) und I.Klasse (20 Oktober 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 Januari 1942); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (18 Agustus 1942); Deutsches Kreuz in Gold (7 Oktober 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (12 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Gold (1943); serta Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50" (27 April 1944)


 
Alois Eding (20 Oktober 1914 - 16 Agustus 1956) dianugerahi Ritterkreuz tanggal 12 Oktober 1943 sebagai Leutnant der Reserve dan  Führer 1.Kompanie/Grenadier-Regiment 19/7.Infanterie-Division/XXXXVI.Armeekorps/2.Armee/Heeresgruppe Mitte. Ritterkreuz diberikan atas prestasinya mempertahankan sebuah dataran tinggi strategis di selatan Orel di bulan Juli 1943 dari serbuan berat tentara Rusia selama lebih dari lima jam non-stop dengan hanya 36 orang prajurit, dan pada akhirnya berhasil mencegah terobosan musuhnya! Eding mengakhiri perang dengan pangkat Hauptmann der Reserve. Dalam foto di atas dia mengenakan Umkehrbare Winteranzug das Deutschen Heeres



Generaloberst Gotthard Heinrici (25 Desember 1886 – 10 Desember 1971)

----------------------------------------------------------------

JAKET MUSIM DINGIN LAINNYA

General der Infanterie Wilhelm Wegener. Dijamin kalau tidak ada keterangan siapa namanya, anda tidak akan mengetahui siapa gerangan dia!


General der Infanterie Karl Weisenberger


Sumber :
ECPAD archives (LWEK F7096 L02)
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Gregg Tolbert

Foto koleksi pribadi Jim Haley
www.facebook.com
www.historisches-tonarchiv.de
www.lv.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com
www.weitze.net