Saturday, December 10, 2011

Foto Messerschmitt Bf 109

 Para ilmuwan Nazi mengujicoba sistem aerodinamik dari sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 E-3 di tahun 1940. Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Kestrel V, pesawat hasil pengembangan kesekian dari Bf 109 ini mempunyai kecepatan maksimum 660km/jam. Panjangnya 8,65m dengan rentang sayap 9,87m. Senjata utamanya adalah dua buah kanon 20mm ditambah dengan dua senapan mesin sebagai pelengkap. Versi pertama pesawat rancangan Willy Messerschmitt ini telah teruji ketangguhannya dalam Perang Saudara Spanyol. Para pilotnya telah disumpah sebelum mereka meninggalkan Jerman bahwa mereka tidak akan membiarkan pesawat mereka sampai jatuh ke tangan musuh. Bila pesawatnya jatuh atau mendarat darurat di wilayah musuh, maka mereka harus membakarnya segera dengan menggunakan tangki khusus berisi materi yang mudah terbakar yang bisa disulut seketika dan memang disiapkan untuk tujuan semacam ini!


Foto Messerschmitt Bf 109 “Weiß 2” dari 7./JG 77 yang diambil di lapangan udara Morlaix di Normandia. Perhatikan proporsi antara garis berombak III. Gruppe dengan nomor individu pesawat. Hal tersebut merupakan tipikal pesawat-pesawat III./JG 77 antara Januari s/d April 1941. Juga yang patut diperhatikan adalah penutup mesin yang berwarna kuning tua dari Bf 109 E-7 satu ini, juga lambang kepala serigala Gruppe yang pertamakali diperkenalkan oleh Hauptmann Winterfeldt. Lapangan udara Morlaix digunakan oleh III./JG 77 dari tanggal 14 Februari s/d akhir bulan April 1941. Pelapis besi di lantai digunakan untuk menutupi lapisan tanah yang lembek atau gembur


Salah satu jagoan udara dari 6.Staffel/Jagdgeschwader 5 di front Eismeer selama berlangsungnya musim dingin 1942/1943 adalah Feldwebel Hans Döbrich (selain jago-jago lain dari unit yang sama yang lebih terkenal semacam Oberleutnant Horst Carganico, Oberfeldwebel Rudolf Müller atau Leutnant Heinrich Ehrler). Foto yang diambil di musim panas tahun 1943 ini memperlihatkan pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 “gelbe 10” keluaran terbaru milik Döbrich yang dilengkapi dengan kanon 2cm bergondola (Rüstsatz R6 = Gondel MG 151/20). Karena para “Eismeerjäger” kebanyakan hanya menghadapi pesawat-pesawat Hurricane Rusia yang lebih lambat, maka efek kurangnya kecepatan pesawat karena adanya kanon bergondola tidak terlalu dirasakan. Pesawat ini mempunyai gambar empat buah daun semanggi yang menjadi emblem dari II.Gruppe/JG 5 (dan juga lambang pribadi Feldwebel Döbrich). Perhatikan juga adanya tanda kebocoran oli di bagian pendingin oli serta marking Stammkennzeichen di bagian bawah sayap pesawat yang tidak seluruhnya terlapisi. Foto ini kemungkinan diambil di Alakurtti


 Messerschmitt Bf 109G-6 "Weiß 2+I" yang dipiloti oleh Leutnant Josef-Emil Clade (27 kills), Staffelkapitän dari 7./JG 27 "Afrika", difoto dari pesawat Heinkel He 111 saat terbang di atas Kreta, Laut Mediterania, tanggal 1 Desember 1943. Dogfight terakhirnya terjadi tanggal 25 Februari 1945 saat dia berjibaku melawan pesawat USAAF P-38 twin-engine fighter. Dia berhasil menembak jatuh lawannya, tapi dia sendiri kemudian harus bail-out dari pesawatnya yang rusak. Dia kemudian bertemu dengan pilot lawannya dan saling bertukar suvenir sambil makan siang!

----------------------------------------------------------


Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) dan pesawat Messerschmitt Bf109F dengan 103 baris kemenangan di ekornya (tulisan "100" tambah tiga buah Abschußbalken) yang difoto tanggal 10 Mei 1942. Kalau anda mengira bahwa ini pesawat punya dia, maka anda salah! saat itu Bär baru mempunyai 91 kemenangan, dan kemungkinan ini adalah pesawat punya Herbert Ihlefeld, komandan I/JG 77 yang di saat itu menyerahkan tongkat komando kepada Bär


 Oberfeldwebel Erich Rudorffer (Flugzeugführer di 2.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") berpose bersama dengan pesawat tunggangan yang menjadi andalannya, sebuah Messerschmitt Bf 109 E-3 "Rote 9" (Werknummer 1079), di lapangan udara Beaumont-le-Roger (Normandia) bulan September 1940. Di bulan tersebut Rudorffer berhasil menembak jatuh tiga pesawat musuh sehingga menambah jumlah kemenangannya menjadi 15 buah


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002
 
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" edisi No.1 terbitan tahun 2003
www.flickr.com
www.rarehistoricalphotos.com

No comments: