Friday, December 30, 2011

Foto Erich Hartmann

Kedua orangtua yang membesarkan sang calon jagoan udara tersukses dalam sejarah: Dr. Alfred Hartmann dan Elisabeth Wilhelmina Machtholf. Ayahnya adalah seorang dokter yang dihormati dan pernah menjadi petugas medis Angkatan Darat Jerman dalam Perang Dunia Pertama, sementara ibunya adalah seorang penyuka dunia dirgantara yang juga merupakan pilot berlisensi. Dari ibunyalah Erich mewarisi kecintaan terhadap dunia penerbangan


Erich Hartmann sebagai bocah kecil bersama ibunya, Elisabeth


Anak-anak keluarga Hartmann di rumah mereka di Cina. Erich adalah bocah yang sedang jongkok. Ayahnya pindah ke negara tersebut dan membuka praktek medis yang sukses setelah Jerman dilanda resesi ekonomi dahsyat selepas Perang Dunia I. Erich kemudian mengenang masa-masa tinggalnya di Cina sebagai sebuah kenangan indah, dan dia selalu mengingatnya sampai akhir hidupnya


Link
Erich Hartmann sebagai bocah berusia 14 tahun dan anggota Deutsches Jungvolk. Dari sejak kecil dia begitu menyukai dunia penerbangan, dan di usia 14 tahun Erich telah mempunyai lisensi pilot glider. Antusiasmenya tak berhenti disini, dan setahun berikutnya (usia 15 tahun) Erich Hartmann sudah menjadi seorang instruktur glider di klub Glider Hitlerjugend!



Erich Hartmann ABG (duduk) bersama teman-teman dan gurunya di organisasi Deutsches Jungvolk (DJ). DJ adalah cabang dari Hitlerjugend yang diperuntukkan bagi anak usia 10-14 tahun. Bocah anggota Jungvolk sendiri dijuluki sebagai 'pimpfs'

 Erich Hartmann di usia 18 tahun sebagai kadet penerbang Luftwaffe



Erich Hartmann sebagai debutan belia Luftwaffe. Belum terpasang medali-medali yang nantinya bertebaran di sekujur seragamnya! Foto ini merupakan hasil pewarnaan karya Prinzessin Heinrike


Erich Hartmann sebagai pilot JG 52 di bulan Oktober 1942. Pada saat ini dia belumlah menjadi 'siapa-siapa' dan baru merintis karis sebagai pilot pemburu. Jumlah kemenangannya, seperti yang terpampang di ekor pesawatnya, 'baru' mencapai 15 buah


Erich Hartmann berpose dengan ekor pesawatnya yang memperlihatkan 121 kemenangan udara. Pada masa awal perang, jumlah 20 kemenangan sudah cukup untuk mengantarkan seorang pilot Jerman untuk meraih Ritterkreuz, tapi di tahun 1943 (saat foto ini diambil) sudah ada 50 orang pilot Luftwaffe lain yang mempunyai pencapaian serupa Hartmann (100+ kemenangan), dan bahkan ini tidak cukup untuk membuatnya dianugerahi Ritterkreuz! Hartmann baru mendapatkannya setelah dia mencetak kemenangan ke-148 tanggal 29 Oktober 1943


Satu bulan setelah promosinya sebagai Staffelkapitän 9./JG 52 tanggal 2 September 1943, Leutnant Erich Hartmann secara rutin menerbangkan pesawat baru Messerschmitt Bf 109 G-6 seperti di atas dalam berbagai medan pertempuran udara di Front Timur


Leutnant Erich Hartmann bersama dengan kekasih pertamanya, cinta pertama sekaligus calon istrinya, Ursula "Usch" Paetsch. Mereka bertemu saat Hartmann sedang menyelsaikan studinya di Gymnasium Korntal (April 1937-April 1940) dan sejak saat itu tidak terpisahkan satu sama lain. Begitu tergila-gilanya Hartmann pada wanitanya sehingga dia memasang tulisan "Usch" dan lambang hati tertembak oleh panah asmara di pesawatnya!


Erich Hartmann sebagai Leutnant Luftwaffe dengan medali Ritterkreuz dan Deutsches Kreuz in Gold. Ritterkreuz didapatnya tanggal 29 Oktober 1943 sementara DKiG tanggal 17 Oktober 1943


Penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe yang telah membuktikan keberanian mereka di medan pertempuran. Tempat upacaranya adalah di Berghof, Obersalzberg, sementara untuk tanggalnya ada dua versi: 4 April 1944 dan 20 April 1944 (bertepatan dengan ultah Hitler ke-55). Dari kiri ke kanan: Major Werner Streib (54. Schw.), Hptm. Gerd Barkhorn (52. Schw.), Obst. Erich Walther (411. EL), Major Kurt Bühligen (413. EL), Hptm. Hans-Joachim Jabs (430. EL), Major Bernhard Jope (431. EL), Major Hansgeorg Bätcher (434. EL), Major Johannes Wiese (418. EL), Major Dr.jur. Maximilian Otte (433. EL), Major Reinhard Seiler (419. EL), Hptm. Horst Ademeit (414. EL), Oblt. Walter Krupinski (415. EL), Lt. Erich Hartmann (420. EL), dan Wachtmeister Fritz Petersen (438. EL)


Masih dari acara penganugerahan medali Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe di Berghof, Obersalzberg, yang diselenggarakan pada tanggal 4 April 1944 (sama seperti foto berwarna sebelumnya). Dari kiri ke kanan: Major Werner Streib (54. Schw.), Hptm. Gerd Barkhorn (bersalaman dengan Hitler, 52. Schw.), Obst. Erich Walther (411. EL), Major Kurt Bühligen (413. EL), Hptm. Hans-Joachim Jabs (430. EL), Major Bernhard Jope (431. EL), Major Hansgeorg Bätcher (434. EL), Major Johannes Wiese (418. EL), Major Dr.jur. Maximilian Otte (433. EL), Major Reinhard Seiler (419. EL), Hptm. Horst Ademeit (414. EL), Oblt. Walter Krupinski (415. EL), Lt. Erich Hartmann (420. EL), dan Wm. Fritz Petersen (438. EL)


Masih dari acara penganugerahan medali Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe di Berghof, Obersalzberg, yang diselenggarakan pada tanggal 4 April 1944. Dari kiri ke kanan: Major Johannes Wiese (418. EL), Major Dr.jur. Maximilian Otte (433. EL), Major Reinhard Seiler (419. EL), Hauptmann Horst Ademeit (414. EL, menerima medali dari tangan Hitler), Oberleutnant Walter Krupinski (415. EL), Leutnant Erich Hartmann (420. EL), dan Wachtmeister Fritz Petersen (438. EL). Di belakang Hitler berdiri Oberst Nicolaus von Below (membelakangi kamera) yang merupakan ajudan Luftwaffe dari Sang Führer


Foto formal Leutnant Erich Hartmann setelah menerima Eichenlaub. Foto ini diambil di hari yang sama dengan upacara penganugerahannya



Foto lain Erich Hartmann tak lama setelah menerima anugerah Eichenlaub di lehernya. Foto ini merupakan hasil cropping dan aslinya memperlihatkan Hartmann sedang bercanda bersama sesama jagoan Luftwaffe yang juga dianugerahi Eichenlaub di hari itu, Walter Krupinski




Foto ini diambil tak lama setelah verleihung (upacara penganugerahan) medali Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira dan bintara Luftwaffe yang telah membuktikan keberanian mereka di medan pertempuran. Tempat upacaranya adalah di Berghof, Obersalzberg, sementara untuk tanggalnya adalah 4 April 1944. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Walter “Graf Punski” Krupinski (Staffelkapitän 7.Staffel / Jagdgeschwader 52) dan Leutnant Erich “Bubi” Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / Jagdgeschwader 52). Keduanya diperintahkan untuk berangkat ke Reichsluftfahrtministerium di Berlin untuk menghadiri upacara penghargaan. Mereka datang kesana hanya untuk mendapati informasi bahwa tempatnya dipindah ke Führerhauptquartier Wolfsschanze di Prusia Timur! Mereka lalu diinstruksikan untuk pergi ke Anhalter Bahnhof supaya bisa menumpang kereta malam jurusan Führerhauptquartier. Disini Krupinski dan Hartmann bertemu dengan sesama pilot dari JG 52, Gerhard Barkhorn dan Johannes Wiese. Ternyata keretanya malah menuju ke Berghof di Berchtesgaden. Dalam perjalanan, keempatnya pesta miras oplosan (Cognac dan sampanye), begitu parah sehingga ketika telah sampai di Berchtesgaden, mereka hampir-hampir tidak dapat berdiri sendiri! Ajudan Luftwaffe sang Führer, Major Nicolaus von Below sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan para "pahlawan Jerman yang terhormat" ini! Bahkan meskipun sudah diguyur dengan air, efek alkohol masih terasa. Erich Hartmann mencoba ngelawak dengan mengambil sebuah topi perwira di kapstok dan memakainya meskipun terlihat kebesaran di kepalanya. Von Below shock dan memberitahu kepada si pilot jagoan untuk mengembalikan topi tersebut ke tempatnya karena dia adalah milik Hitler!


Geschwaderkommodore Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (kiri) ngobrol bersama dengan para "Luftwaffe-Experten" anakbuahnya dari III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich "Bubi" Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe), Leutnant Karl Gratz (Flugzeugführer di 8.Staffel / III.Gruppe), Oberleutnant Friedrich "Fritz" Obleser (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe), dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe). Foto kemungkinan besar diambil di musim semi/panas tahun 1944

Foto Erich Hartmann dalam sebuah sampul majalah Jerman masa Perang Dunia II yang ditandatanganinya



Erich Hartmann bersama anjing yang menjadi maskot unitnya. Medali Eichenlaub tergantung di lehernya


Oberleutnant Erich Hartmann bersama mekanik andalannya, Heinz Mertens, berfoto dengan latar belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 yang biasa dipakai oleh Hartmann untuk 'berburu'


Foto lain yang memperlihatkan Erich Hartmann dengan mekaniknya Heinz Mertens di atas pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 'Gelb 1'. Dengan pesawat ini dia mencatatkan kemenangan udara ke-300-nya tanggal 25 Agustus 1944


Erich Hartmann di bulan April 1944


Oberleutnant Erich Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52) di hari dia dianugerahi Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub setelah mendapat pengumuman melalui telegram tanggal 2 Juli 1944. Upacara penganugerahannya sendiri secara resmi baru dilaksanakan tanggal 2 Agustus 1944 di Führerhauptquartier Wolffschanze (Rastenburg) dengan pemberian Urkunde (dokumen) oleh Adolf Hitler



Upacara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 2 Agustus 1944. Para penerima, dari kiri ke kanan: Major Friedrich Lang (74. Schw.), Oblt. Erich Hartmann (75. Schw.), Hptm. Heinz-Wolfgang Schnaufer (507. EL dan/atau 84. Schw.), Major Horst Kaubisch (505. EL), Hptm. Eduard Skrzipek (509. EL), dan Lt. Adolf Glunz (508. EL). Sebenarnya ada dua orang penerima lagi yang tidak kelihatan dalam foto ini, dan mereka berdiri di sebelah kiri Lang. Kedua orang ini, dihitung dari ujung paling kiri, adalah Obstlt. Josef Priller (73. Schw.) dan Major Anton Hackl (78. Schw.)


Upacara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern untuk para perwira Luftwaffe yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 2 Agustus 1944. Para penerima, dari kiri ke kanan: Obstlt. Josef Priller (73. Schw.), Major Anton Hackl (78. Schw.), Major Friedrich Lang (74. Schw.), Oblt. Erich Hartmann (75. Schw.), dan Hptm. Heinz-Wolfgang Schnaufer (507. EL dan/atau 84. Schw.)



Erich Hartmann, kali ini dengan Schwerter tergantung. Wajahnya khas bangsa Arya : pirang dan bermata biru! Salah satu julukannya, selain 'Bubi', 'Karaya One' dan 'The Black Devil', adalah 'The Blond Knight of Germany' (Ksatria Pirang dari Jampang)


 Oberleutnant Erich Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52) dengan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #75 yang didapatkannya tanggal 2 Juli 1944. Dia memakai jaket kulit khas Luftwaffe yang kemudian begitu identik dengan figurnya sehingga dinamakan sebagai "Hartmann Jacke" (Jaket Hartmann). Wajahnya yang "baby face" kentara sekali terlihat dalam foto ini!



Hauptmann Erich Hartmann terlihat akan keluar dari kokpit pesawat kesayangannya yang diberi lukisan gambar hati dengan inisial kekasihnya, Usch. Foto di atas diambil tak lama sebelum Hartmann pindah dari Staffel "Karaya" yang ternama tanggal 30 September 1944 untuk menempati pos barunya di 4./JG 52. Ketika jumlah kemenangannya telah mencapai 200 buah, markas komando Soviet memasang harga 10.000 rubel sebagai hadiah kepada siapa saja yang bisa mengalahkan Hartmann!



Erich Hartmann dengan medali tertinggi yang diraihnya, Brillanten, dimana hanya 27 orang Jerman terpilih saja yang telah meraihnya! Di usia yang semuda itu...Catatan promosi Erich Hartmann di Luftwaffe (Wehrmacht) dan Bundesluftwaffe (Bundeswehr): Leutnant (31 Maret 1942), Oberleutnant (1 Juli 1944), Hauptmann (1 September 1944), Major (8 Mei 1945), Oberstleutnant (12 Desember 1960), dan Oberst (26 Juli 1967)


Medali dan penghargaan yang telah diraih oleh Erich Hartmann sepanjang karir militernya dalam Perang Dunia II: Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger Einsatzzahl "1.300"; Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten; Zweimalige Nennung im Wehrmachtsbericht; Auszeichnung der rumänischen Luftwaffe; Ehrenpokal der Luftwaffe 13.09.1943; Deutsches Kreuz in Gold 17.10.1943; Ritterkreuz 29.10.1943; Eichenlaub (420) 02.03.1944; Schwerter (075) 04.07.1944; dan Brillanten (018) 25.08.1944


Pencapaian Erich Hartmann: 352 kemenangan udara terkonfirmasi yang diraih dalam 1.404 feindflug (misi tempur). Dari 352 kemenangan ini, 345 diraihnya saat melawan pesawat-pesawat Soviet dengan 260 di antaranya adalah pesawat pemburu. Hartmann terlibat dalam dogfight sebanyak 825 kali. Sepanjang karirnya, dia dipaksa untuk mendarat darurat karena pesawatnya mengalami kerusakan sebanyak 14 kali. Ini semata karena masalah teknis atau kerusakan karena "kecipratan" serpihan pesawat musuh yang baru ditembaknya. Dia TIDAK PERNAH mendarat darurat atau bail-out karena ditembak jatuh musuhnya atau terkena serangan senjata anti-serangan udara!

 
Foto-foto lain Erich Hartmann


 Hari pernikahan jagoan terbesar Luftwaffe Erich Hartmann dengan wanita idamannya, Ursula Paetsch. Hartmann menikahi Ursula tanggal 9 September 1944 di aula kota Bad Wiesse di Tegernsee (Bavaria) dengan diiringi oleh penjaga kehormatan dari Jagdfliegerheim (Rumah Pilot Pemburu), dimana mereka melangsungkan bulan madu selama dua minggu. Dalam acara ini, Major Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52) dan Hauptmann Wilhelm Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52) mendapat kehormatan sebagai pendamping pengantin pria (Best man). Foto ini memperlihatkan Batz yang duduk di sebelah kanan Hartmann


Erich Hartmann menikah dengan wanita pujaannya, Ursula Paetsch, tanggal 9 September 1944 di aula kota Bad Wiesse di Tegernsee (Bavaria) dengan diiringi oleh penjaga kehormatan dari Jagdfliegerheim (Rumah Pilot Pemburu), dimana mereka melangsungkan bulan madu selama dua minggu. Sebagai best man (pengiring pengantin pria) dalam acara ini adalah rekan sekaligus atasan Hartmann di JG 52, Major Gerhard Barkhorn dan Wilhelm Batz (Walter Krupinski juga ikut hadir). Hartmann dan Barkhorn sama-sama mencatat 300 kemenangan lebih (Barkhorn 301, Hartmann 352) dan tak ada manusia lain yang menyamainya!


 Hari pernikahan jagoan terbesar Luftwaffe Erich Hartmann dengan wanita idamannya, Ursula Paetsch. Hartmann menikah Ursula tanggal 9 September 1944 di aula kota Bad Wiesse di Tegernsee (Bavaria) dengan diiringi oleh penjaga kehormatan dari Jagdfliegerheim (Rumah Pilot Pemburu), dimana mereka melangsungkan bulan madu selama dua minggu. Dari kiri ke kanan: Major Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52), Ursula Paetsch, Hauptmann Erich Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52), dan Hauptmann Wilhelm Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52). Barkhorn dan Batz bertindak sebagai pengiring pengantin pria (Hartmann). Sebenarnya ada satu lagi rekan Hartmann yang ikut hadir dalam acara pernikahan ini tapi tidak nongtot di foto: Hauptmann Walter Krupinski (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 11) yang saat itu sedang cuti karena menjalani perawatan atas luka-lukanya



Hauptmann Erich "Bubi" Hartmann (Staffelkapitän 4./JG 52) dan kapten László "Puma" Pottyondy dari Hungaria berfoto di depan pesawat Messerschmitt Bf 109 dari Grup Fighter ke-102 di Budaörs. Landasan udara ini ditempati bersama oleh Grup Fighter ke-102 dan II./JG 52. Kedua unit berbeda negara ini juga bergabung dalam misi gabungan, seperti yang terjadi tanggal 17 November 1944 saat Hartmann menjadi Katschmarek (wingman) bagi Pottyondy. Dalam misi ini, kedua pilot menembak jatuh pesawat bomber Boston B-25 yang sedang sibuk menyerbu Budapest. Total jumlah kemenangan Pottyondy sendiri adalah 13 Abschüsse


 Hauptmann Erich Hartmann (Staffelführer 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52) dan Major Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52) di Hungaria awal tahun 1945. Hartmann menggantikan untuk sementara posisi Barkhorn sebagai Komandan II. Gruppe tanggal 16 Januari 1945 sebelum ditempati oleh Major Wilhelm Batz (1 Februari 1945). Hartmann dan Barkhorn sendiri menduduki posisi pertama dan kedua sebagai pilot pemburu terbaik sepanjang sejarah dalam hal jumlah pesawat yang dihancurkan. Hartmann menembak jatuh 352 (#1) sementara Barkhorn 301 (#2)!



Hauptmann Erich Hartmann di Veszprem tanggal 4 Februari 1945. Dia baru saja kembali dari misi dimana dia telah menembak jatuh sebuah Yak-9 untuk kemenangan ke-337. Ini adalah untuk kali pertama dan terakhir Hartmann mencetak kemenangan saat bertugas untuk sementara waktu di I./JG 53. Unit lamanya adalah 9./JG 52


Pesawat yang digunakan oleh Erich Hartmann saat di Veszprem adalah Messerschmitt Bf 109 G-6 yang dilapisi cat kamuflase putih musim dingin yang menutupi warna sebelumnya yang abu-abu. Pesawat ini dilengkapi juga dengan gambar bunga tulip di bagian penutup mesin serta "V" kuning di sayapnya: yang terakhir ini biasa terlihat di wilayah operasi Hungaria di akhir perang


Hauptmann Erich Hartmann difoto setelah baru saja mencetak kemenangan udara yang ke-350 tanggal 17 April 1945. Korbannya adalah sebuah pesawat Yak-9 Rusia. Ini dikatakan sebagai foto terakhir sang jagoan Luftwaffe dalam Perang Dunia II. Beberapa hari kemudian dia menyerahkan diri ke pihak Amerika hanya untuk diserahkan kembali ke pihak Rusia


Erich Hartmann tak lama setelah dilepaskan dari penjara Soviet tanggal 14 Oktober 1955. Dari ekspresi wajahnya, kentara sekali neraka seperti apa yang telah dilaluinya selama menghabiskan waktu sepuluh tahun dalam kurungan pihak Komunis! Selama dalam penjara, ayahnya (Alfred) dan putranya yang masih berusia tiga tahun (Erich-Peter) meninggal dunia


Erich Hartmann tak lama setelah dilepaskan dari penjara Soviet tanggal 14 Oktober 1955. Fliegerbluse dan celana yang ada dalam foto ini telah dikenakannya selama 10,5 tahun masa penjara dan berulangkali dijahit/diperbaiki! Pada tahun 1945 pihak Soviet menghukumnya 25 tahun penjara karena Hartmann menolak untuk bekerja dengan mereka di Jerman Timur. Atas campur tangan Kanselir Jerman Barat Konrad Adenauer, dia akhirnya dibebaskan 


Erich Hartmann berkumpul kembali dengan keluarganya, Alfred (adiknya) dan Ursula (istrinya) sekembalinya dari tahanan Rusia yang kejam. Mereka sedang merayakan peristiwa tersebut dengan cara yang khas orang bule : minum wedang jahe rame-rame! Ketika pembebasan Erich Hartmann dari penjara Rusia berhasil terlaksana atas usaha keras dari Kanselir Jerman Barat Konrad Adenauer, masih banyak terdapat prajurit Jerman lainnya yang ditahan di kamp-kamp tawanan Soviet. Acara kepulangannya rencananya akan dirayakan secara besar-besaran oleh para mantan tawanan yang sudah lepas bersama dengan keluarganya. Dia diberitahu bahwa acara semacam itu telah dipersiapkan di Stuttgart dekat dengan kampung halamannya, Weil im Schönbuch. Ketika tiba di lokasi, Hartmann yang tersentuh atas upacara penyambutannya terlihat kurus dan lemah. Tapi kemudian dia mengejutkan semua penyambutnya dengan berkeras bahwa tidak ada lagi perayaan semacam itu, dan dia pun tidak akan ikut ambil bagian di dalamnya. Para wartawan kemudian menanyakan kenapa dia menolak penyambutan setulus hati yang telah dipersiapkan oleh orang-orang dari kampung halamannya. Hartmann menjawab: “Karena orang-orang Rusia sangat berbeda dengan kita. Apabila mereka mengetahui adanya penyambutan besar-besaran semacam ini, maka ada kemungkinan mereka tidak akan melepaskan tawanan Jerman yang lainnya. Bila para tawanan itu telah berada disini semuanya, barulah kita bisa melakukan perayaan secara besar-besaran. Sampai dengan saat itu tiba, kita tidak boleh beristirahat dalam usaha untuk memulangkan mereka semua kembali ke Jerman dengan selamat.”



Para mantan jagoan udara Luftwaffe dari JG 52 berkumpul kembali di Fürstenfeldbruck di musim panas tahun 1957. Dari kiri ke kanan: Major Erich Gerhard "Gerd" Barkhorn (301 abschüsse dalam 1.104 feindflug), Major Erich Alfred "Bubi" Hartmann (352 abschüsse dalam 1.404 feindflug), Oberst Johannes "Macky" Steinhoff (176 abschüsse dalam 993 feindflug), dan Major Günther Rall (275 abschüsse dalam 621 feindflug). Bila digabungkan, keempat orang ini tercatat telah menghancurkan 1.104 pesawat terbang di udara! JG 52 sendiri tercatat sebagai unit pemburu tersukses dalam sejarah yang menghancurkan tidak kurang dari 11.000 pesawat musuh dalam Perang Dunia II, sementara kehilangan 678 orang pilotnya yang terbunuh dalam pertempuran!


Erich Hartmann sebagai perwira di Bundesluftwaffe (Angkatan Udara Jerman Barat) di sebuah pangkalan udara tahun 1959. Disini dia mengenakan jam tangan Hanhart Bund. Dia menjadi komandan unit jet pertama Jerman Barat, Jagdgeschwader 71 "Richthofen" yang diperlengkapi oleh pesawat-pesawat Canadair Sabre dan Lockheed F-104 Starfighter


Erich Hartmann (kanan) dan Robert Lee sedang memperbincangkan sebuah miniatur pesawat F-104 Starfighter. Pesawat ini mulai diproduksi tahun 1958 dan pensiun tahun 2004. Total 2.578 buah F-104 telah diproduksi, dan terutama kemudian digunakan oleh negara-negara anggota NATO. Tak lama Bundesluftwaffe menemukan kelemahan pesawat ini dalam segi pengamanannya, dan peristiwa ini kemudian memicu kontroversi politik di Eropa dan Jepang


 Pada tanggal 21 April 1961 Generalleutnant Josef Kammhuber mempersembahkan tiga ärmelstreifen (pita lengan) Bundeswehr untuk memperingati tiga skuadron udara (Geschwader) terkemuka Jerman dalam Perang Dunia Pertama, "Immelmann", "Boelcke" dan "Richthofen". Tanggalnya sendiri bertepatan dengan 43 tahun peringatan kematian jagoan udara terbaik di perang tersebut, Manfred Freiherr von Richthofen. Foto ini memperlihatkan saat penerimaan ärmelstreifen tersebut oleh tiga orang komandan skuadron (yang juga merupakan mantan pilot Luftwaffe dalam Perang Dunia II). Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Erich Hartmann (Jagdgeschwader 71 "richthofen"), Oberst Gerhard Barkhorn (Jagdbombergeschwader 31 "Boelcke") dan Oberst Walter Grasemann (Aufklärungsgeschwader 51 "Immelmann"). Bundesluftwaffe memang meneruskan tradisi untuk menganugerahkan ärmelstreifen pada Traditionsverbände (unit lawas) mereka, seperti "Jagdgeschwader Mölders", "Jagdgeschwader Steinhoff", "Jagdgeschwader Richthofen" dan "Jagdgeschwader Boelke", yang diambil dari nama pilot-pilot jagoan Jerman dalam dua perang dunia. Foto ini terdapat dalam buku "Die Bundeswehr und ihre Uniformen. 30 Jahre Bekleidungsgeschichte" karya Jörg-Michael Hormann


Erich Hartmann (kanan) bersama dengan Bob Hoover, mantan pilot pesawat pembom Amerika dalam Perang Dunia II


Para mantan jagoan udara dalam Perang Dunia II saling bertukar kenangan dalam acara peragaan udara di Civic Memorial Airport di East Alton, dari kiri ke kanan: Leo Volkmer (Amerika), Erich Hartmann (Jerman) dan Peter Townsend (Inggris). Hartmann duduk di kokpit pesawat P-51 Mustang


Erich Hartmann bersama istri dan putrinya yang cantik jelita di tahun 1970. Putra pertama Erich-Ursula, Erich-Peter, lahir di tahun 1945 dan meninggal saat berusia tiga tahun tanpa pernah bertemu dengan ayahnya yang saat itu ditawan oleh Rusia. Setelah Erich kembali ke Jerman tahun 1955, pasangan ini dikaruniai lagi seorang putri bernama Ursula Isabel yang lahir tanggal 23 Februari 1957


Buku biografi Erich Hartmann, "The Blond Knight of Germany" karya Colonel Raymond F. Toliver dan Trevor J. Constable



Buat yang senang sama Erich Hartmann, nih ada wallpapernya! Disini dia sedang bersama dengan Heinz 'Bimmel' Mertens, mekanik sekaligus sahabat dekatnya. Juga ada catatan pesawat-pesawat (semuanya Messerschmitt Bf-109) yang pernah dipakai oleh Erich


Lukisan Erich Hartmann dengan jaket kulit bulu pilot Luftwaffe. Jaket ini nama resminya adalah Fell-Fliegerjacke atau Messerschmittjacke


Karikatur Erich Hartmann dengan latar belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 'Karaya 1' yang terkenal


Sketsa dan gambar Erich Hartmann


 Lukisan "Knights of the Eastern Front" (Ksatria di Front Timur) karya Robert Taylor ini menggambarkan sebuah peristiwa yang unik di laga udara Front Timur ketika jagoan Luftwaffe Gerhard Barkhorn dan wingmannya Erich Hartmann - di dalam Messerschmitt Bf 109G mereka-  membiarkan sebuah pesawat Yak 9 Soviet yang sudah kepayahan untuk pulang kembali ke pangkalannya. Sebelumnya Barkhorn telah menembak pesawat tersebut, tapi entah kenapa dia tidak menghabisinya ketika melihat bagaimana pilot musuh berusaha dengan sepenuh tenaga untuk mengendalikan pesawatnya yang terbakar. Barkhorn malah memberi isyarat kepada si pilot untuk terjun keluar menggunakan parasut dan, saat dia melakukannya, pergi dari medan pertempuran diikuti oleh Hartmann yang keheranan! Ketika sang wingman menanyakan alasan perbuatannya, Barkhorn menjawab: "Bubi (panggilan Hartmann), kau harus ingat bahwa di satu waktu pilot Rusia itu adalah bayi lelaki dari seorang gadis yang cantik. Dia punya hak untuk hidup dan mencintai sama seperti kita."


Boneka miniatur Erich Hartmann setinggi 54mm dengan skala 1:31 karya Hubert Ortinger


No comments: