Sunday, December 25, 2011

Foto Joachim Müncheberg

 
 Major Joachim "Jochen" Müncheberg (31 Desember 1918 - 23 Maret 1943) adalah jagoan udara Luftwaffe yang malang melintang di berbagai front: Front Barat, Timur, Mediterania, dan Afrika Utara. Dalam karirnya sebagai pilot Luftwaffe, Müncheberg tercatat telah menembak jatuh 135 pesawat musuh dari 500 misi tempur. 102 diantaranya diraih atas pesawat-pesawat Sekutu Barat (33 di Front Timur). 46 di antara korbannya adalah pesawat pemburu Supermarine Spitfire. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen ; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (10 Mei 1940); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #118 (14 September 1940); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #12 (7 Mei 1941); Medaglia d'Oro al Valore Militare (7 Mei 1941); Brevetto Pilota Regia Aeronautica (Italian Pilot's Badge); Deutsches Kreuz in Gold #1/66 (5 Juni 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #19 (9 September 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht lima kali untuk edisi 15 September 1940, 1 Mei 1941, 11 Desember 1941, 4 Juni 1942, dan 25 Maret 1943. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Leutnant Joachim Müncheberg mencetak kemenangan pertamanya tanggal 7 November 1939 saat masih menjadi ajudan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter". Korbannya adalah sebuah pesawat bomber Bristol Blenheim Mk. I L1325 dari No.57 Squadron Royal Air Force (RAF) yang dipiloti oleh P/O HR Bewley


 
Oberleutnant Joachim Müncheberg berpose sambil memperlihatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya tanggal 14 September 1940 sebagai Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter", setelah meraih standar 20 kemenangan udara. Uniknya, Müncheberg menembak jatuh korbannya yang ke-20 tak lama setelah pukul 17:00 - yang berarti bahwa informasi tentang hal ini baru bisa dikirimkan ke Reichsluftfahrtministerium (RLM) setelah pukul 18:00 atau malah pukul 19:00. Meskipun begitu, berita penerimaan medali Ritterkreuz-nya tetap dikirimkan pada hari yang sama, ketika malam mulai larut!


Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26) bersama dengan sesama pilot dari 7./JG 26 (kanan) di bulan Januari 1941. Pada saat itu JG 26 sedang menjalani pemulihan di Jerman setelah berdarah-darah dalam Pertempuran Britania melawan pilot-pilot Inggris. 7. Staffel sendiri kehilangan 13 orang pilotnya dalam palagan di udara tersebut.  III. Gruppe ditempatkan di Bonn-Hangelar, Sankt Augustin. Sebelum Gruppe tersebut menerima pesawat-pesawat baru, mereka dikirim untuk liburan bermain ski di Sankt Anton am Arlberg


Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe dari Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" Oberleutnant Joachim Müncheberg (kiri) menghabiskan masa luang dengan berenang sambil berjemur bersama dengan rekan sejawatnya di tahun 1941. Momen liburan seperti ini jarang didapatkan di tengah "jadwal pertempuran" yang padat, sehingga wajar saja mereka terlihat bergembira dan tidak lupa membawa kamera untuk mengabadikannya!

 
Joachim Müncheberg disambut dengan karangan bunga saat baru keluar dari kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7N "Weiß 12+I" (Werknummer 4148) dari 7./JG 26 di landasan udara Gela, Sisilia, tanggal 15 Maret 1941. Dia baru saja menembak jatuh sebuah pesawat Wellington Inggris dalam pertempuran udara di atas Malta. Müncheberg dan unitnya bertugas untuk memerangi Inggris yang bercokol di Malta, dan dalam tugasnya ini mereka melakukan hal fenomenal yang tidak pernah terlampaui oleh unit manapun di dunia: Selama periode 12 Februari s/d Mei tahun 1941, satu staffel ini bisa dikatakan melumpuhkan SEMUA lalulintas udara dari dan ke pulau milik Inggris yang terkepung tersebut, sambil mencatat 53 kemenangan udara dan lusinan kemenangan di darat tanpa kehilangan satu pun pesawat ataupun pilot dari pihak mereka sendiri!!! 



 Hauptmann Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 "Schlageter") menyambut kedatangan Carola Höhn, artis terkenal Jerman yang sedang mengadakan tur keliling wilayah Mediterania bersama dengan grup teaternya untuk menghibur pasukan Wehrmacht yang bertugas disana. Pada musim semi 1941 dia mengunjungi pulau Sisilia yang merupakan tempat bertugas Müncheberg. Kemenangan yang diraih oleh Staffel pimpinan Müncheberg di atas Malta tercatat sebagai salah satu pencapaian paling dahsyat dalam sejarah penerbangan militer. Dalam waktu empat bulan aktivitas independennya di udara Mediterania, 7./JG 26 mengklaim 52 kemenangan (dimana 25 diantaranya merupakan pencapaian sang Staffelkapitän). Di atas Malta sendiri, tidak kurang dari 40 pesawat Inggris yang berhasil ditembak jatuh, sementara 7./JG 26 tidak menderita satu korban pun! Sebagai tambahan, terdapat tujuh kemenangan lagi yang tidak lolos verifikasi RLM serta lima pesawat RAF yang dihancurkan di darat dan lautan, semuanya oleh Müncheberg!



Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / Jagdgeschwader 26) bersama dengan "Serigala Padang Pasir" General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) di Afrika Utara bulan Juni-Juli 1941. Di belakang mereka adalah pesawat pembom Heinkel He 111 H4 VG+ES (WNr 4085) yang merupakan Kurierstaffel v.b.z. Afrika (pesawat transportasi pribadi Rommel). Disini Rommel tampaknya akan atau sudah melakukan perjalanan udara, yang terlihat dari schwimmweste (jaket pelampung) yang dikenakannya, sementara tidak terlihat dari sudut ini adalah perban di lutut kiri Müncheberg yang didapatkannya setelah dia terluka dalam kompetisi olahraga di Erfurt bulan Mei 1941. Dia terjatuh saat ikut lomba lari gawang sepanjang 110 meter! Foto oleh Kriegsberichter Opper (KB-Kp. Kw. 7)

 
Sayap belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7 (W12+) dari 7./JG 26 yang dipiloti oleh Joachim Müncheberg di Libya bulan Juli tahun 1941. Terlihat 45 buah palang abschußbalken disana, sementara di belakangnya adalah pesawat transport Junkers Ju 52 "Tante" 


 
Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 "Schlageter") menceritakan dogfight yang baru saja dialaminya kepada rekan-rekannya sesama pilot dan awak darat Luftwaffe. Biasanya kala seorang pilot berhasil menembak jatuh pesawat musuh dalam misinya, maka saat dia pulang dia akan memberi tanda dengan menggoyangkan pesawat sebelum mendarat, dengan jumlah goyangan disesuaikan dengan jumlah pesawat yang ditembak jatuh di hari itu 




Empat orang pilot jagoan dari 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" yang dikenal dengan nama "Abbeville Boys" berfoto bersama di Front Kanalküste pada saat pelepasan Staffelkapitän Müncheberg menjadi Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 26, bulan September 1941. Dari kiri ke kanan: Leutnant Theodor "Theo" Lindemann (25 November 1914 - 16 Agustus 1998. 8 fliegerabschüsse), Hauptmann Joachim "Jochen" Müncheberg (31 Desember 1918 - 23 Maret 1943. 135 fliegerabschüsse), Oberleutnant Wilhelm-Ferdinand "Wutz" Galland (23 Oktober 1914 - 17 Agustus 1943. 55 fliegerabschüsse), dan Oberleutnant Kurt Ebersberger (11 Februari 1914 - 24 Oktober 1943. 28 fliegerabschüsse)


 
Oberstleutnant Adolf Galland (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 26) dengan Hauptmann Joachim Müncheberg (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 26) di musim gugur 1941. Galland adalah Kommodore JG 26 tempat Müncheberg bertugas. Pada Perang Dunia II ia merontokkan 104 Pesawat Sekutu dan dikenal sebagai Ace yang nyentrik. Pada tahun 1945, ia dipercaya untuk menerbangkan pesawat Messerschmitt Me 262 yang merupakan pesawat jet pertama di dunia. Bahkan ia mengomandani skuadron JV-44 yang terdiri dari pilot-pilot Elit Luftwaffe yang berpesawat Me 262


 
Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3, orang paling gendut dalam foto ini!) bersama dengan dua orang "Joachim", yaitu Hauptmann Joachim Müncheberg (Gruppenkommandeur II./JG 26) dan Oberst Joachim-Friedrich Huth (tengah, Kommandeur Jagdfliegerführer 2) dalam acara kunjungan ke Jagdgeschwader 26 untuk memberi selamat atas prestasi Müncheberg yang telah menembak jatuh pesawat musuhnya yang ke-75 tanggal 30 April 1942. Joachim-Friedrich Huth adalah mantan pilot Jerman dalam Perang Dunia I yang kehilangan bagian bawah kaki kanannya dalam pertempuran. Dalam Perang Dunia II, dia dianugerahi Ritterkreuz tanggal 11 September 1940 setelah Geschwader yang dipimpinnya menembak jatuh 51 pesawat musuh dalam pertempuran di Prancis dan Inggris




 Foto-foto ini pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Die Wehrmacht" edisi 8 Juli 1942, yang mengindikasikan bahwa mereka diambil tak lama setelah kepulangan para pilot dari Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" dari aksi dogfight terkenal tanggal 2 Juni 1942, ketika mereka hampir mengeliminasi sebuah skuadron pemburu Kanada. Hauptmann Joachim Müncheberg (Gruppenkommandeur II./JG 26) berdiri di sebelah kiri, sementara di sebelah kanan yang mengepit rokok di mulutnya adalah Oberleutnant Wilhelm-Ferdinand "Wutz" Galland (Staffelkapitän 5./JG 26), adik dari jagoan Luftwaffe terkemuka Adolf "Dolfo" Galland


Foto hasil jepretan Kriegsberichter Ulrich Haussmann ini memperlihatkan Joachim Müncheberg di dalam kokpit pesawat Focke-Wulf Fw 190A di Prancis bulan September 1942. Di kepalanya bertengger Flieger-Kopfhaube für Sommer mit FT-Gerät. Penutup kepala ini, semuanya disebut sebagai Flieger-Kopfhaube (penutup kepala penerbang). Untuk versi musim panas (für Sommer) dibuat dari kain, sementara yang versi musim dingin (für Winter) terbuat dari kulit. "mit FT-Gerät" berarti bahwa penutup kepala ini telah terintegrasi dengan alat komunikasi. Versi yang tanpa alat komunikasi dinamakan sebagai "ohne FT-Gerät". Uniknya, dalam foto ini jelas-jelas Müncheberg sedang melakukan komunikasi melalui telepon! Emang di pesawat ada telepon umum, Mas?


Joachim Müncheberg dengan anjing peliharaannya (dikatakan bahwa dua anjing yang berada di foto bawah bernama "Sepp" dan "Pitt"). Banyak personil Wehrmacht yang memelihara binatang di sela-sela tugas militer mereka. Hal ini dilakukan selain sebagai hobi, juga untuk menjaga moril tempur dan mengusir kebosanan. Binatang peliharaan mereka berkisar mulai dari anjing, kucing, kelinci, burung, ayam, kadal, kutukupret, kecoak, careuh, leak, jin ifrit, tuyul, dll.


Major Joachim Müncheberg dengan medali Schwerter yang didapatnya tanggal 15 Juni 1942 sebagai Hauptmann dan wakil Geschwaderkommodore JG 51 "Mölders". Selain Schwerter, dalam foto ini kita juga bisa melihat medali-medali lain yang telah diraih oleh sang jagoan udara Luftwaffe: Eisernes Kreuz II klasse (17 September 1939), Eisernes Kreuz I klasse (10 Mei 1940), Deutsches Kreuz in Gold (5 Juni 1942), Frontflugspange in Gold "400", dan Brevetto di Pilota Militare d'Aeroplano (Italian Pilot's Badge)


Pesawat Focke-Wulf 190 A-2 (Werknummer 20209) yang digunakan oleh Joachim Müncheberg saat bertugas di Prancis tahun 1942 bersama dengan II./JG 26


Close-up dari abschußbalken (baris kemenangan) yang terpampang di pesawat Focke-Wulf 190 A-2 (Werknummer 20209) milik Joachim Müncheberg, Stab II./JG 26, di Abbeville-Ducat (Prancis), tanggal 1 Mei 1942. Disini tercatat ada 67 buah baris kemenangan

  
Fotoberwarna dari Joachim Müncheberg. Disini kelihatan banget betapa "Jerman" wajahnya, sama seperti pemilik blog ini! Gubrak!!!



 
Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77), perwira Luftwaffe tidak dikenal, Leutnant Armin köhler (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 77), dan Major Joachim Müncheberg (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 77). Foto diambil di Tunisia awal tahun 1943. Beberapa minggu kemudian Müncheberg gugur dalam pertempuran udara di atas Zanouch/Gafsa, 23 Maret 1943


Joachim Müncheberg terbunuh tanggal 23 Maret 1943 di udara Tunisia ketika korban ke-135-nya, sebuah Spitfire dari 52nd Fighter Group USAAF, meledak di depannya setelah terkena serentetan tembakan senapan mesin Müncheberg dalam jarak dekat. Spitfire tersebut dipiloti oleh Captain Theodore Sweetman. Müncheberg mampu bail-out dari pesawat Messercshmitt Bf 109 G-6 (Werknummer 16381) dan mendarat dengan menggunakan parasut walaupun terluka parah. Meskipun tim pencari berhasil menemukannya tak lama kemudian, tapi sang pilot perkasa Jerman meninggal dunia dalam perjalanan ke feldlazarett (rumah sakit lapangan)


Contoh tulisan tangan Joachim Müncheberg yang ditandatangani dengan nama "Joshi". Surat ini terdapat dalam album foto milik salah seorang mantan anggota 7./JG 26



 “Kommodore Major Müncheberg” karya Profesor Leo Poeten dari Universitas Seni Düsseldorf. Lukisan ini dibuat tahun 1942 dan memperlihatkan jagoan udara Luftwaffe Joachim Müncheberg (135 fliegerabschusse) sedang duduk di atas meja sambil mengenakan weißer Fliegerjacke (jaket penerbang putih) serta Schwertern zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub di lehernya. Lukisan ini dibuat oleh Poeten saat mengadakan kunjungan ke pangkalan udara Luftwaffe di pantai Selat Inggris tahun 1942. Poeten sendiri adalah seorang pelukis produktif dari Düsseldorf yang belajar di akademi seni disana di bawah bimbingan P. Behrens and A. Münzer. Poeten banyak menciptakan lukisan potret dan pemandangan. Lukisan Kapitän Erich Steinbrück yang dibuatnya dibeli oleh Kementerian Angkatan Laut tahun 1938. Dia juga ikut serta dalam Eksebisi Seni Akbar Jerman yang diselenggarakan di Münich tahun 1943 dengan menyertakan potret Oberst Adolf Dickfeld. Lukisan Müncheberg di atas pertama kali dipublikasikan dalam sebuah buku bergambar tentang para seniman-seniman asal kota Düsseldorf yang diterbitkan tahun 1943. Kartu keanggotaan Poeten untuk "Reichskammer der Bildenden Künste" (National Association of Fine Arts) ditambahi catatan bertulisan tangan: "Haus der Kunst München - Gau Düsseldorf - 1942 'Kommandeur Müncheberg'" (Rumah Seni Münich - distrik Düsseldorf - 1942 'Komandan Müncheberg')


Pengen banget beli majalah ini: Ritterkreuzträger Profile edisi no.8 yang menampilkan Joachim Müncheberg, 'Der Jäger von Malta' (Si Pemburu dari Malta). Saya sudah setengah mencret nyari di warteg-warteg terdekat tapi masih nggak ketemu juga!























Sumber :

Buku "Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.aircrewremembrancesociety.com
www.asisbiz.com
www.britmodeller.com

www.bundesarchiv.de
www.commons.wikimedia.org

www.elektra.bsb-muenchen.de
www.forum.axishistory.com
www.guerra-abierta.blogspot.com

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.huesken.com
www.japetus.wordpress.com

www.liveauctioneers.com
www.norglexi.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com

www.ullsteinbild.de
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: