Joachim Müncheberg mencetak kemenangan pertamanya tanggal 7 November 1939. Korbannya adalah sebuah pesawat bomber Bristol Blenheim Mk. I L1325 dari No.57 Squadron Royal Air Force (RAF) yang dipiloti oleh P/O HR Bewley
Oberleutnant Joachim Müncheberg bersama dengan sesama pilot dari 7.Staffel/Jagdgeschwader 26 di bulan Januari 1941
Joachim Müncheberg menghabiskan masa luang dengan berenang sambil berjemur bersama rekan sejawatnya (1941)
Joachim Müncheberg menghabiskan masa luang dengan berenang sambil berjemur bersama rekan sejawatnya (1941)Joachim Müncheberg bersama dengan "Serigala Padang Pasir" Erwin Rommel di Afrika Utara tahun 1941. Di belakang mereka adalah pesawat pembom Heinkel He 111. Disini Rommel tampaknya akan atau sudah melakukan perjalanan udara, yang terlihat dari schwimmweste (jaket pelampung) yang dikenakannya
Oberstleutnant Adolf Galland dengan Oberleutnant Joachim Müncheberg. Galland adalah Kommodore JG 26 tempat Müncheberg bertugas. Pada Perang Dunia II ia merontokkan 104 Pesawat Sekutu dan dikenal sebagai Ace yang nyentrik. Pada tahun 1945, ia dipercaya untuk menerbangkan pesawat Messerschmitt Me 262 yang merupakan pesawat jet pertama di dunia. Bahkan ia mengomandani skuadron JV-44 yang terdiri dari pilot-pilot Elit Luftwaffe yang berpesawat Me 262
Joachim Müncheberg bersama dengan rekan-rekan sesama pilot Luftwaffe
Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (orang paling gendut dalam foto ini!) bersama dengan dua orang "Joachim", yaitu Joachim Müncheberg dan Joachim-Friedrich Huth (tengah). Huth adalah mantan pilot Jerman dalam Perang Dunia I yang kehilangan bagian bawah kaki kanannya dalam pertempuran. Dalam Perang Dunia II, dia dianugerahi Ritterkreuz tanggal 11 September 1940 setelah Geschwader yang dipimpinnya menembak jatuh 51 pesawat musuh dalam pertempuran di Prancis dan Inggris

Joachim Müncheberg disambut dengan karangan bunga saat baru keluar dari kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7N "Weiß 12+I" (Werknummer 4148) dari 7./JG 26 di landasan udara Gela, Sisilia, tanggal 15 Maret 1941. Dia baru saja menembak jatuh sebuah pesawat Wellington Inggris dalam pertempuran udara di atas Malta. Müncheberg dan unitnya bertugas untuk memerangi Inggris yang bercokol di Malta, dan dalam tugasnya ini mereka melakukan hal fenomenal yang tidak pernah terlampaui oleh unit manapun di dunia: Selama periode 12 Februari s/d Mei tahun 1941, satu staffel ini bisa dikatakan melumpuhkan SEMUA lalulintas udara dari dan ke pulau milik Inggris yang terkepung tersebut, sambil mencatat 53 kemenangan udara dan lusinan kemenangan di darat tanpa kehilangan satu pun pesawat ataupun pilot dari pihak mereka sendiri!!!
Sayap belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7 (W12+) dari 7./JG 26 yang dipiloti oleh Joachim Müncheberg di Libya bulan Juli tahun 1941. Terlihat 45 buah palang abschußbalken disana, sementara di belakangnya adalah pesawat transport Junkers Ju 52 "Tante"
Oberstleutnant Adolf Galland dengan Oberleutnant Joachim Müncheberg. Galland adalah Kommodore JG 26 tempat Müncheberg bertugas. Pada Perang Dunia II ia merontokkan 104 Pesawat Sekutu dan dikenal sebagai Ace yang nyentrik. Pada tahun 1945, ia dipercaya untuk menerbangkan pesawat Messerschmitt Me 262 yang merupakan pesawat jet pertama di dunia. Bahkan ia mengomandani skuadron JV-44 yang terdiri dari pilot-pilot Elit Luftwaffe yang berpesawat Me 262
Joachim Müncheberg bersama dengan rekan-rekan sesama pilot Luftwaffe
Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (orang paling gendut dalam foto ini!) bersama dengan dua orang "Joachim", yaitu Joachim Müncheberg dan Joachim-Friedrich Huth (tengah). Huth adalah mantan pilot Jerman dalam Perang Dunia I yang kehilangan bagian bawah kaki kanannya dalam pertempuran. Dalam Perang Dunia II, dia dianugerahi Ritterkreuz tanggal 11 September 1940 setelah Geschwader yang dipimpinnya menembak jatuh 51 pesawat musuh dalam pertempuran di Prancis dan Inggris
Joachim Müncheberg disambut dengan karangan bunga saat baru keluar dari kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7N "Weiß 12+I" (Werknummer 4148) dari 7./JG 26 di landasan udara Gela, Sisilia, tanggal 15 Maret 1941. Dia baru saja menembak jatuh sebuah pesawat Wellington Inggris dalam pertempuran udara di atas Malta. Müncheberg dan unitnya bertugas untuk memerangi Inggris yang bercokol di Malta, dan dalam tugasnya ini mereka melakukan hal fenomenal yang tidak pernah terlampaui oleh unit manapun di dunia: Selama periode 12 Februari s/d Mei tahun 1941, satu staffel ini bisa dikatakan melumpuhkan SEMUA lalulintas udara dari dan ke pulau milik Inggris yang terkepung tersebut, sambil mencatat 53 kemenangan udara dan lusinan kemenangan di darat tanpa kehilangan satu pun pesawat ataupun pilot dari pihak mereka sendiri!!!
Sayap belakang pesawat Messerschmitt Bf 109 E-7 (W12+) dari 7./JG 26 yang dipiloti oleh Joachim Müncheberg di Libya bulan Juli tahun 1941. Terlihat 45 buah palang abschußbalken disana, sementara di belakangnya adalah pesawat transport Junkers Ju 52 "Tante"Joachim Müncheberg di dalam kokpit pesawat Focke-Wulf Fw 190A di Prancis tahun 1942. Di kepalanya bertengger Flieger-Kopfhaube für Sommer mit FT-Gerät. Penutup kepala ini, semuanya disebut sebagai Flieger-Kopfhaube (penutup kepala penerbang). Untuk versi musim panas (für Sommer) dibuat dari kain, sementara yang versi musim dingin (für Winter) terbuat dari kulit. "mit FT-Gerät" berarti bahwa penutup kepala ini telah terintegrasi dengan alat komunikasi. Versi yang tanpa alat komunikasi dinamakan sebagai "ohne FT-Gerät". Uniknya, dalam foto ini jelas-jelas Müncheberg sedang melakukan komunikasi melalui telepon! Emang di pesawat ada telepon umum, Mas?
Joachim Müncheberg dengan anjing peliharaannya. Banyak personil Wehrmacht yang memelihara binatang di sela-sela tugas militer mereka. Hal ini dilakukan selain sebagai hobi, juga untuk menjaga moril tempur dan mengusir kebosanan. Binatang peliharaan mereka berkisar mulai dari anjing, kucing, kelinci, burung, ayam, kadal, kutukupret, kecoak, careuh, leak, jin ifrit, tuyul, dll.
Kedua anjing yang difoto bersama dengan Joachim Müncheberg ini bernama "Sepp" dan "Pitt"
Hauptmann Joachim Müncheberg dari II./JG 26 menceritakan dogfight yang baru saja dialaminya kepada rekannya sesama pilot
Joachim Müncheberg dengan anjing peliharaannya. Banyak personil Wehrmacht yang memelihara binatang di sela-sela tugas militer mereka. Hal ini dilakukan selain sebagai hobi, juga untuk menjaga moril tempur dan mengusir kebosanan. Binatang peliharaan mereka berkisar mulai dari anjing, kucing, kelinci, burung, ayam, kadal, kutukupret, kecoak, careuh, leak, jin ifrit, tuyul, dll.
Kedua anjing yang difoto bersama dengan Joachim Müncheberg ini bernama "Sepp" dan "Pitt"
Hauptmann Joachim Müncheberg dari II./JG 26 menceritakan dogfight yang baru saja dialaminya kepada rekannya sesama pilot
Major Joachim Müncheberg dengan medali Schwerter yang didapatnya tanggal 15 Juni 1942 sebagai Hauptmann dan wakil Geschwaderkommodore JG 51 "Mölders". Selain Schwerter, dalam foto ini kita juga bisa melihat medali-medali lain yang telah diraih oleh sang jagoan udara Luftwaffe: Eisernes Kreuz II klasse (17 September 1939), Eisernes Kreuz I klasse (10 Mei 1940), Deutsches Kreuz in Gold (5 Juni 1942), Frontflugspange in Gold "400", dan Brevetto di Pilota Militare d'Aeroplano (Italian Pilot's Badge)
Pesawat Focke-Wulf 190 A-2 (Werknummer 20209) yang digunakan oleh Joachim Müncheberg saat bertugas di Prancis tahun 1942 bersama dengan II./JG 26
Close-up dari abschußbalken (baris kemenangan) yang terpampang di pesawat Focke-Wulf 190 A-2 (Werknummer 20209) milik Joachim Müncheberg, Stab II./JG 26, di Abbeville-Ducat (Prancis), tanggal 1 Mei 1942. Disini tercatat ada 67 buah baris kemenangan

Foto-foto berwarna dari Joachim Müncheberg. Disini kelihatan banget betapa "Jerman" wajahnya, sama seperti pemilik blog ini! Gubrak!!!

Joachim Müncheberg terbunuh tanggal 23 Maret 1943 di udara Tunisia ketika korban ke-135-nya, sebuah Spitfire dari 52nd Fighter Group USAAF, meledak di depannya setelah terkena serentetan tembakan senapan mesin Müncheberg dalam jarak dekat. Spitfire tersebut dipiloti oleh Captain Theodore Sweetman. Müncheberg mampu bail-out dari pesawat Messercshmitt Bf 109 G-6 (Werknummer 16381) dan mendarat dengan menggunakan parasut walaupun terluka parah. Meskipun tim pencari berhasil menemukannya tak lama kemudian, tapi sang pilot perkasa Jerman meninggal dunia dalam perjalanan ke feldlazarett (rumah sakit lapangan)
Pengen banget beli majalah ini: Ritterkreuzträger Profile edisi no.8 yang menampilkan Joachim Müncheberg, 'Der Jäger von Malta' (Si Pemburu dari Malta). Saya sudah setengah mencret nyari di warteg-warteg terdekat tapi masih nggak ketemu juga!Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.aircrewremembrancesociety.com
www.asisbiz.com
www.britmodeller.com
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.guerra-abierta.blogspot.com
www.huesken.com
www.japetus.wordpress.com
www.norglexi.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com





0 comments:
Post a Comment