Para calon sukarelawan muda Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" dari organisasi Hitlerjugend sedang beramah-tamah dengan dua orang Ritterkreuzträger divisi tersebut, Feldwebel Hans Klein dan Oberfeldwebel Otto Brakat (kanan), bulan Januari 1944

Oberst Karl Lorenz (gogel di topi) dan Oberleutnant der Reserve Hans Wentzke (jaket kamuflase) bersama dengan anakbuah mereka di Ukraina bulan Januari 1944. Wentzke sendiri nantinya dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 20 September 1944 sebagai Oberleutnant der Reserve dan komandan 16.Kompanie/Panzergrenadier-Regiment "Großdeutschland"

Oberst Karl Lorenz (gogel di topi) dan Oberleutnant der Reserve Hans Wentzke (jaket kamuflase) bersama dengan anakbuah mereka di Ukraina bulan Januari 1944. Wentzke sendiri nantinya dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 20 September 1944 sebagai Oberleutnant der Reserve dan komandan 16.Kompanie/Panzergrenadier-Regiment "Großdeutschland"Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinrich Gerbener (III.Bataillon/Panzergrenadier-Regiment GD), Oberleutnant Diddo Diddens (1.Kompanie/Sturmgeschütz-Brigade GD), dan Oberleutnant der Reserve Hans Wentzke (16.Kompanie(Flak)/Panzergrenadier-Regiment GD). Foto diambil tanggal 10 Mei 1944 di hulu sungai Moldau, Rumania, oleh Kriegsberichter Hans Scheerer. Perhatikan bahwa Wentzke lebih suka menggelantungkan pistolnya daripada dimasukkan ke sarungnya!
Oberst Willi Langkeit (kedua dari kiri) beristirahat di samping Befehlspanzer V "Panther" (nomor turet 01) di selatan Rusia, Mei/Juni 1944. Di sebelah kiri adalah Hauptmann Ernst-Günter Lehnhoff yang nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 12 Desember 1944 sebagai Major dan komandan Panzer-Füsilier-Bataillon der Führer-Grenadier-Brigade. Saat itu Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" berada di bawah komando Heeresgruppe Südukraine
Para sukarelawan muda Jerman yang baru bergabung dengan Divisi "Großdeutschland" berbaris menuju Marktplatz Garnisionstadt (dimana upacara militer pergantian cadangan dilangsungkan) dengan dipimpin oleh seorang HJ-Bannführer dan dua orang peraih Ritterkreuz dari divisi tersebut (sebelah kiri adalah Hans Sachs sementara yang kanan adalah Heinz Maaz). Foto ini tidaklah diambil di awal perang saat antusiasme, optimisme dan euforia melanda hampir seluruh warga Jerman, melainkan diambil di akhir-akhir perang (tepatnya tanggal 25 November 1944). Ini menunjukkan betapa berhasilnya propaganda Nazi Jerman dalam mempengaruhi warganya untuk tetap teguh berpegang pada keyakinan untuk menang!
Para sukarelawan Hitlerjugend yang baru bergabung dengan Divisi "Großdeutschland" berkumpul dalam upacara pengambilalihan dan penerimaan pasukan cadangan, 25 November 1944, bersama dengan Hans Sachs (kiri) dan Heinz Maaz (seragam hitam panzer). Di antara Sachs dan Maaz adalah seorang HJ-Bannführer
Para sukarelawan muda Jerman yang baru bergabung dengan Divisi "Großdeutschland" berbaris menuju Marktplatz Garnisionstadt (dimana upacara militer pergantian cadangan dilangsungkan) dengan dipimpin oleh seorang HJ-Bannführer dan dua orang peraih Ritterkreuz dari divisi tersebut (sebelah kiri adalah Hans Sachs sementara yang kanan adalah Heinz Maaz). Foto ini tidaklah diambil di awal perang saat antusiasme, optimisme dan euforia melanda hampir seluruh warga Jerman, melainkan diambil di akhir-akhir perang (tepatnya tanggal 25 November 1944). Ini menunjukkan betapa berhasilnya propaganda Nazi Jerman dalam mempengaruhi warganya untuk tetap teguh berpegang pada keyakinan untuk menang!
Para sukarelawan Hitlerjugend yang baru bergabung dengan Divisi "Großdeutschland" berkumpul dalam upacara pengambilalihan dan penerimaan pasukan cadangan, 25 November 1944, bersama dengan Hans Sachs (kiri) dan Heinz Maaz (seragam hitam panzer). Di antara Sachs dan Maaz adalah seorang HJ-BannführerSumber :
Buku "Gott, Ehre und Vaterland" karya Thomas McGuirl dan Remy Spezzano
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org



0 comments:
Post a Comment