Sunday, March 4, 2012

Album Foto Heinkel He 111



Foto yang diambil di musim semi 1942 ini memperlihatkan sebuah Heinkel He 111 P-2 CA+NA (Werknummer 2471) yang merupakan bagian dari “Fliegerstaffel des Führers” (Skuadron Udara Führer). Foto ini sendiri diambil saat kunjungan Adolf Hitler di sebuah lapangan udara di sektor selatan Front Timur. Nomor serinya tampak jelas di bagian sirip. Perhatikan pula pita kuning khas pesawat-pesawat Front Timur yang terdapat di bagian badan serta tampilan ‘bercahaya’ yang tidak biasa dari huruf kode pesawat dan Balkenkreuz!


Foto yang diambil di musim semi 1942 ini memperlihatkan sebuah Heinkel He 111 P-2 CA+NA (Werknummer 2471) yang merupakan bagian dari “Fliegerstaffel des Führers” (Skuadron Udara Führer). Pada musim semi 1942, CA+NA telah bertugas selama beberapa tahun. Penerbangan kelayakan pesawat (sebagai D-ADNH) dilakukan pada tanggal 21 Oktober 1938. Tanggal 10 September 1939 pesawat ini mengalami kerusakan sebesar 20% dalam sebuah pendaratan darurat di Schweidnitz. Pada saat itu dia digunakan oleh Regierungsstaffel (Skuadron Pemerintah) dan menjadi pesawatnya Generaloberst Erhard Milch. Tak lama kemudian, di musim gugur 1939, unit ini dinamai ulang sebagai “Fliegerstaffel des Führers” (F.d.F.)


Foto yang diambil di musim semi 1942 ini memperlihatkan sebuah Heinkel He 111 P-2 CA+NA (Werknummer 2471) yang merupakan bagian dari “Fliegerstaffel des Führers” (Skuadron Udara Führer). Pada bulan Februari 1941 marking pesawatnya dirubah dari D-ADNH menjadi CA+NA. Dia tetap bertugas di Staffel lamanya seperti yang dibuktikan oleh banyaknya entri di logbook. Salah satu dari entri tersebut menyebutkan bahwa pada tanggal 29 April 1941 dia menjalani pemeriksaan menyeluruh di pabrik Heinkel di Rostock-Marienebe. Pada tahun 1942 diketahui bahwa pesawat ini melakukan beberapa penerbangan dari Imola, Finlandia, ke Stalino di sektor selatan Front Timur. Informasi terakhir mengenai pesawat ini tercantum dalam logbook lapangan udara Malmi di Finlandia, yang menyebutkan bahwa dia tinggal landas dengan tujuan Rastenburg di Prusia Timur (Markas Hitler) tanggal 5 Agustus 1944. Takdir terakhir pesawat ini sendiri tidak diketahui


Oberleutnant Walter Grasemann, Staffelkapitän 9/KG 27, di depan sebuah Heinkel He 111 dengan kode 1G+BT setelah dianugerahi Ritterkreuz. Grasemann menerimanya karena kesuksesannya dalam membom target-target kereta api serta fasilitas industri. Huruf Staffel “T” dan huruf pesawat berwarna kuning “B” mengindikasikan bahwa pesawat yang berada di latar belakang berasal dari Staffel 9. Dua huruf awal pertama yang merupakan kode pabrikan di depan Balkenkreuz terlihat sudah dihapus walaupun masih kelihatan sisa-sisanya sehingga malah menyamarkan penggantinya, kode unit “1G”. He 111 ini berasal dari varian H-20 dengan turet berputar DL 131 di posisi punggung. Pesawat ini sedang dalam proses diisi bahan bakar dan sebuah truk tangki bisa kita lihat nongkrong di sebelah kiri


 Foto yang tidak biasa dari Perang Dunia II: Para pilot dari pesawat pembom Heinkel He 111 (II.Gruppe / Kampfgeschwader 27 "Boelcke") ini beramai-ramai melaksanakan upacara pemakaman secara simbolis, entah dengan tujuan apa! Di peti mati yang dibakar tersebut terdapat tulisan "Dein leben - dein gewinn" (hidupmu, hadiahmu) dan "Mich auch" (aku juga). Foto di atas diambil di lapangan udara Tatsinskaya, Stalingrad, musim gugur 1942 oleh Siegfried Lauterwasser




Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / Jagdgeschwader 26) bersama dengan "Serigala Padang Pasir" General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) di Afrika Utara bulan Juni-Juli 1941. Di belakang mereka adalah pesawat pembom Heinkel He 111 H4 VG+ES (WNr 4085) yang merupakan Kurierstaffel v.b.z. Afrika (pesawat transportasi pribadi Rommel). Disini Rommel tampaknya akan atau sudah melakukan perjalanan udara, yang terlihat dari schwimmweste (jaket pelampung) yang dikenakannya, sementara tidak terlihat dari sudut ini adalah perban di lutut kiri Müncheberg yang didapatkannya setelah dia terluka dalam kompetisi olahraga di Erfurt bulan Mei 1941. Dia terjatuh saat ikut lomba lari gawang sepanjang 110 meter! Foto oleh Kriegsberichter Opper (KB-Kp. Kw. 7)




Gunner Luftwaffe yang berada di posisi sirip belakang pesawat pembom Heinkel He 111 dalam posisi siap berak eh tempur. Dia mengandalkan sebuah MG 15 (Maschinengewehr 15) sebagai senjatanya, serta dilengkapi dengan parasut penyelamat RZ20, stahlhelm Luftwaffe M42, topi pilot berbahan jaring katun Netzkopfhaube LKp N101, sepatu penerbang flieger pelzt-stiefel, jaket terbang K SO/34, serta masker oksigen Auer 10-6701


 Sebuah Heinkel He 111 dari 1.Staffel / Kampfgeschwader 53 (KG 53) meluncur menyusuri landas pacu yang dijaga dengan ketat, sementara seorang awak darat nongkrong di atas kokpit pesawat untuk membantu mengarahkan sang pilot supaya tidak melenceng keluar jalur atau menabrak pohon yang banyak tumbuh di sekeliling landasan. Perhatikan alat pengatur api di pipa pembuangannya serta pembawa roket V-1 yang terpasang di bagian kanan badan pesawat! Foto di atas diambil di lapangan udara Varrelbusch antara tanggal 13 September s/d 7 Oktober 1944. 1./KG 53 sendiri beroperasi dari landasan ini sejak tanggal 16 September 1944 dengan tugas utamanya meluncurkan roket-roket V-1 ke Inggris. Roket ini nantinya dilepaskan menuju sasarannya di atas Laut Utara. Misi yang dilaksanakan rata-rata dilakukan di atas ketinggian rendah demi menghindari deteksi radar Inggris. Setelah “bom terbang” tersebut dilepaskan, mereka akan diarahkan ke targetnya menggunakan sebuah bantalan tetap dan pemuat bahan bakar. Kerugian yang diderita KG 53 sendiri terbilang tinggi, yang sebagian besar diakibatkan oleh pesawat-pesawat pemburu malam Sekutu serta cuaca buruk


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" Spezial Edition No.1 tahun 2003

Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.albumwar2.com
www.kruegerwaffen.tumblr.com

No comments: