Saturday, March 10, 2012

Foto Erwin Rommel Sebagai Panglima Afrikakorps

- 1941 - 

Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) di Tripoli (Libya) saat pertama datang ke Afrika Utara tanggal 14 Februari 1941. Dia diantar oleh Gubernur Jenderal Italia Italo Gariboldi untuk berkenalan dengan perwira-perwira Italia. Di belakang Rommel adalah Generalmajor Johannes Streich (Kommandeur 5. Leichte-Division)


Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) bersama dengan Generale d'Armata Italo Gariboldi dari Italia di hari kedatangannya di Afrika Utara, menyaksikan parade Afrikakorps di Tripoli, Libya. Untuk menimbulkan kesan bahwa pasukan Jerman yang datang berjumlah lebih banyak dari yang sebenarnya, ia memerintahkan agar panzer-panzer Jerman berputar kembali setelah berparade untuk menapaki rute yang sama. Intelijen Sekutu tertipu mentah-mentah dan melaporkan berita yang "berlebih-lebihan" kepada markasnya! BTW, di belakang Rommel (kanan) adalah Generalmajor Heinrich Kirchheim (Komandan sementara Divisi Infanteri 27 "Brescia" Italia), jenderal yang menonjol karena jangkungnya dan suka sekali mengenakan "legging"


Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) mengobrol bersama para perwira Heer dan Luftwaffe di Tripoli tak lama setelah tiba di Afrika Utara. Perang Jerman di Afrika dimulai tanggal 12 Februari 1941 dengan kedatangan Aufklärungsstab Rommel (Staff Pelopor Rommel) di Tripoli, Libya, dan berakhir dua tahun kemudian tanggal 13 Mei 1943 dengan menyerahnya Heeresgruppe Afrika di Tunisia. Tidak kurang dari 300.000 prajurit Wehrmacht berjibaku selama 27 bulan dalam medan tempur yang berbeda jauh dengan yang seperti di tanah air mereka


Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) dalam parade pasukan Poros di Tripoli bersama dengan perwira-perwira Jerman dan Italia tanggal 14 Februari 1941. Jenderal yang berdiri di tengah adalah Generalmajor Johannes Streich (Kommandeur 5. leichte-Division), sementara yang paling kiri adalah Chef des Stabes pertama Rommel, Oberst Claus von dem Borne


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) saat baru pertama tiba di Afrika. Dia masih mengenakan seragam dengan warna abu-abu kehijauan khas Eropa dan masih belum mengenakan seragam tropis. Di tangannya Rommel menggenggam kamera Leica yang masih tersimpan dalam bungkusnya. Selain sebagai komandan perang, di waktu senggangnya sang Marsekal juga mempunyau hobi fotografi


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsche Afrikakorps) berbicara dengan perwiranya di Afrika Utara, tak lama setelah kedatangannya kesana. Meskipun tak bisa dibedakan di foto hitam-putih ini, yang jelas Rommel mengenakan seragam abu-abu lapangan Wehrmacht yang biasa dipakai di Eropa daratan dan belum beralih menggunakan seragam tropis, sementara para perwiranya sudah duluan mengenakan seragam tropis versi pertama berwarna coklat. BTW, perhatikan pasir gurun di kaki mereka!



Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutschen Afrikakorps) dan Generalmajor Stefan Fröhlich (Fliegerführer Afrika) dikelilingi oleh para perwira Poros (Italia dan Jerman) di Tripoli, Libya, akhir bulan Februari 1941, tak lama setelah Rommel tiba di Afrika untuk mengusir pasukan Inggris dari Libya


 Generale d'Armata Ettore Bastico (Panglima Pasukan Poros di Afrika) dan Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutschen Afrikakorps) di Afrika Utara, musim semi tahun 1941. Meskipun secara teori Bastico memegang posisi komando tertinggi di kancah perang Afrika, tapi pada kenyataannya perintahnya banyak diabaikan oleh sekutu Jermannya, dan terutama sekali oleh Rommel. Pada awalnya hubungan diantara kedua orang ini pasang-surut, namun pada akhirnya hal tersebut berkembang menjadi saling menghargai peran masing-masing


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberstleutnant Irnfried Freiherr von Wechmar (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 3 (motorisiert) / 5.leichte-Division / Deutsches Afrikakorps) yang diserahkan langsung oleh Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) pada tanggal 13 April 1941. Di belakang terparkir sebuah ranpur komando AEC Dorchester yang merupakan salah satu dari tiga kendaraan sejenis hasil rampasan dari Inggris yang biasa digunakan oleh Rommel sebagai kendaraan komando utamanya saat mengunjungi berbagai front di Afrika. Pasukan Jerman menyebut kendaraan jenis ini sebagai "Mammut", sementara yang biasa dipakai Rommel dinamakan sebagai "Max"

Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutschen Afrikakorps) menerima kalungan sebuah medali dari Generale d'Armata Ettore Bastico (Panglima Pasukan Poros di Afrika) pada tanggal 22 April 1941. Dalam sebuah surat yang ditujukan pada istrinya sehari kemudian, Rommel menyebut medali tersebut sebagai "Pour le Mérite-nya Italia" (Pour le Mérite adalah medali keberanian tertinggi Kekaisaran Jerman). Mau tahu medali apa yang dikalungkan di lehernya? Lihat foto di bawah!



 
Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutschen Afrikakorps) dalam sebuah foto yang diambil di Afrika Utara dan memperlihatkan dia memakai Tropenhelm serta tropical uniform tak lama setelah penganugerahan medali oleh Sekutunya, Italia, tanggal 22 April 1941. Yang terpasang di lehernya adalah Military Order of Savoy, Grand Officer Class (yang sekarang lebih dikenal dengan nama 'Order of Italy'), sementara di atas sakunya tercantol Silver Medal of Military Valor, juga medali Italia. Dengan melihat helmnya saja, kita dapat mengetahui bahwa foto ini diambil dalam fase-fase pertama keberadaan Afrikakorps di Afrika Utara, karena kemudian helm tersebut secara berangsur-angsur digantikan oleh topi kain biasa. Selain itu, perlu diketahui bahwa foto-foto Rommel bersama dengan tanda tangannya yang diambil di Afrika yang masih bertahan sampai saat ini tidak ada yang menggunakan pena melainkan potlot, karena iklim Afrika telah membuat foto-foto yang ditulisi dengan pena mencair tintanya tak lama setelah dibuat!



Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / Jagdgeschwader 26) bersama dengan "Serigala Padang Pasir" General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) di Afrika Utara bulan Juni-Juli 1941. Di belakang mereka adalah pesawat pembom Heinkel He 111 H4 VG+ES (WNr 4085) yang merupakan Kurierstaffel v.b.z. Afrika (pesawat transportasi pribadi Rommel). Disini Rommel tampaknya akan atau sudah melakukan perjalanan udara, yang terlihat dari schwimmweste (jaket pelampung) yang dikenakannya, sementara tidak terlihat dari sudut ini adalah perban di lutut kiri Müncheberg yang didapatkannya setelah dia terluka dalam kompetisi olahraga di Erfurt bulan Mei 1941. Dia terjatuh saat ikut lomba lari gawang sepanjang 110 meter! Foto oleh Kriegsberichter Opper (KB-Kp. Kw. 7)




 
Foto-foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling tanggal 14 September 1941. Dalam periode ini terjadi sedikit inaktivitas di antara kedua belah pihak di medan pertempuran karena adanya perubahan cuaca serta kondisi pasukan yang masih lemah setelah bertempur secara konstan dari bulan Februari 1941. General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) memanfaatkannya dengan melakukan konsolidasi penguatan pasukan dan koordinasi dengan sekutunya dari Italia




 
General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) ditemani oleh staffnya yang terpercaya, Major im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzergruppe Afrika) yang dalam foto-foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter dan diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling tanggal 14 September 1941 ini dia mengenakan schutzbrille (kacamata anti debu). Mellenthin nantinya mengakhiri perang dengan pangkat Generalmajor dan menulis buku "Panzer Battles" tentang kenangannya dalam Perang Dunia II



General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) ditemani oleh staffnya yang terpercaya, Oberstleutnant im Generalstab Siegfried Westphal (Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergruppe Afrika). Westphal nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 29 November 1942 sebagai Chef des Generalstabes deutsch-italienische Panzer-Armee, dan mengakhiri perang dengan pangkat General der Kavallerie. Foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling tanggal 14 September 1941



  
Para perwira tinggi pihak Poros (termasuk General der Panzertruppe Erwin Rommel,
Kommandierender General Panzergruppe Afrika) mengelilingi Ritterkreuzträger Generalmajor Johann von Ravenstein (Kommandeur 5. leichte-Division) yang sedang duduk bersandarkan AEC Dorchester 4 X 4 "Mammut" hasil rampasan dari Inggris dan menerangkan kondisi harga lotek terkini. Ravenstein mendapatkan Ritterkreuz-nya tanggal 3 Juni 1940 sebagai Oberst dan Komandeur Schützen-Regiment 4 / 6.Panzer-Division. Nantinya dia tertangkap oleh pasukan Selandia Baru di dekat Tobruk tanggal 29 November 1941 dan tercatat dalam sejarah sebagai jenderal Jerman pertama yang tertangkap oleh Sekutu! Foto-foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling tanggal 14 September 1941 



Foto-foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling tanggal 14 September 1941 dan memperlihatkan saat General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) bersama dengan staff-nya "blusukan" ke unit-unit Jerman dan Italia yang tersebar di berbagai front, utamanya di Tobruk. Kendaraan yang biasanya dinaiki oleh "der Wüstenfuchs" (Rubah Gurun) di antaranya adalah: Sd.Kfz.250/3 "GREIF" (Grifon/Serang), Sd.Kfz.250 "IGEL" (Landak), Sd.Kfz.250 "ADLER" (Elang), dan AEC Dorchester 4 X 4 "Mammut" (Mammoth) hasil rampasan dari Inggris. Berhubung seringkali dia berkunjung ke front depan yang sangat berbahaya, maka biasanya Rommel berangkat dengan sebuah Kampfgruppe (Grup tempur) kecil yang selalu siap-sedia manakala terjadi kontak senjata dengan pihak musuh (dan ini beberapa kali terjadi!)



General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) mengadakan "field trip" ke posisi-posisi militer Jerman dan Italia sekeliling Tobruk, Libya, bulan September 1941. Dalam beberapa foto terlihat Major im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzergruppe Afrika) yang ikut menemaninya, mudah dikenali dari schutzbrille hitam yang dikenakan di schirmmütze-nya. Foto-foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling


 
 General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe Afrika) saat mengadakan "field trip" ke posisi-posisi militer Jerman dan Italia sekeliling Tobruk, Libya, bulan September 1941. Major im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzergruppe Afrika) berada di belakang Rommel memakai schutzbrille, sementara prajurit Italia yang memakai pith-helmet di sebelah kanan adalah Caringella dari 7° Reggimento Bersaglieri, sementara dua orang perwira Italia lain dalam foto ini berasal dari unit zeni. Foto milik NARA (National Archives) koleksi Thomas E. Nutter ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling


 General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di dekat Tobruk, bulan September 1941 (Bundesarchiv menyebutkan secara keliru bahwa foto ini diambil pada tahun 1942, sementara saya lebih percaya pada keterangan milik NARA). Jenderal Wehrmacht yang menghadap ke arah Rommel adalah Generalmajor Max Sümmermann (Kommandeur 90. leichte-Afrika-Division). Hanya berselang beberapa bulan kemudian (10 Desember 1941), Sümmermann terbunuh dalam sebuah serangan udara dan posisinya digantikan oleh Generalleutnant Richard Veith. Kata-kata terakhirnya adalah: "Aku punya seorang putra di Front Rusia.."


Rommel sedang berbincang-bincang dengan Hans Geisler (komandan Korps Udara X, pangkat terakhirnya General der Flieger) di Derna tanggal 30 September 1941, sementara di sebelah kanan adalah Oberstleutnant Siegfried Westphal (pangkat terakhir General der Kavallerie). Perhatikan dinding bangunan di latar belakang yang telah dengan cermat di-cat kamuflase!


 Pada bulan November 1941, General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengunjungi Bardia (Libya) yang menjadi lokasi bongkar-muat suplai pasukan Poros selain di Tripoli dan Derna. Meskipun kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pelabuhan utama di Tripoli, tapi Bardia lebih efisien karena lebih dekat ke front yang mendekati perbatasan dengan Mesir. Disini biasanya kapal-kapal selam Italia yang bongkar-muat barang karena lebih aman dari incaran pesawat-pesawat Sekutu. Dalam kunjungannya ke Bardia pun Rommel menyempatkan diri untuk beramah-tamah dengan awak kapal selam Italia yang kebetulan sedang berlabuh disana. Dia kemudian difoto di atas tebing yang menjorok ke pantai dengan latar belakang sebuah kapal selam Italia yang sedang berlayar meninggalkan pelabuhan. Kemungkinan kapal selam ini berasal dari kelas Atropo of the Foca (Anjing Laut) dengan berat 1.109 ton yang biasa digunakan untuk menanam ranjau laut. Dia baru saja mengantarkan 60 ton bahan bakar ke pelabuhan Bardia


General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") berfoto bersama dengan para anggota angkatan laut Jerman dan Italia di atas sebuah kapal selam Regia Marina di pelabuhan Bardia, bulan November 1941. Kita bisa melihat bahwa reputasi Rommel sudah menjulang tinggi saat itu, dan dia seakan menjadi selebriti karena begitu banyak orang yang ingin berfoto bersamanya! Uniknya, selain dari Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dan Pour le Mérite yang tercantol di lehernya, seragamnya bersih dari medali-medali yang biasanya tersemat disana-sini!


General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") sedang meninjau posisi 15. Panzer-Division menggunakan Kraftfahrzeug 15 (Mercedes-Benz 340) bersama dengan Leutnant Alfred-Ingemar Berndt dan Sonderführer Ernst Zwilling (Bildberichter) di antara Tobruk dan Sidi Omar (Libya), 24 November 1941. Di latar belakang tampak kendaraan Sd.Kfz 221/222. Wajah lelah dan penuh debu tampak kentara dari manusia-manusia di foto ini, yang kemungkinan besar merupakan ekses dari kebiasaan Rommel di medan perang manapun untuk mem-push pasukannya sampai ke daya tahan maksimal yang tubuh mereka sanggup hadapi. Sudah bukan rahasia lagi kalau pada saat pertempuran sedang dahsyat-dahsyatnya berkecamuk, Rommel hanya tidur kurang dari 2 jam seharinya! Leutnant Berndt pada awalnya merupakan anakbuah Joseph Goebbels di Kementerian Propaganda yang kemudian diperbantukan kepada Rommel. Pada akhirnya dia menjadi seorang prajurit yang jempolan, sahabat si Rubah Gurun, orang kepercayaannya, dan menjadi pengantar pesan tidak resmi antara Rommel dan Hitler


 General der Panzertruppe Erwin Rommel (kanan, Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") dan Leutnant Alfred-Ingemar Berndt (Ordonnanzoffizier Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengadakan kunjungan ke sebuah pemakaman di Libya, dimana prajurit Jerman dan Inggris sama-sama mendapat penghormatan dengan dikuburkan secara berdampingan. Pihak Poros dan Sekutu bertempur secara sportif dan memperlakukan para tawanan mereka dengan penuh perikemanusiaan sehingga medan pertempuran di Afrika dijuluki sebagai "War Without Hate" (Perang Tanpa Kebencian)

------------------------------------------------------------------
- 1942 - 

  
Foto ini diambil dari buku "With Rommel in the Desert" karangan Heinz Werner Schmidt. Disini diperlihatkan Erwin Rommel sedang mendiskusikan serangan yang akan dilangsungkan terhadap Tobruk bersama dengan para perwira mudanya. Leutnant Schmidt - yang bertugas sebagai ajudan Rommel - berdiri paling kiri dengan teropong. Schmidt sendiri menemani Rommel dari kemenangan pertamanya di El Agheila dan Abedabia, kemenangan yang gemilang di Tobruk, kekalahan yang menyakitkan di El Alamein, sampai terusirnya pasukan Poros dari Tunisia



 Foto ini diambil dari buku "With Rommel in the Desert" karangan Heinz Werner Schmidt. Disini diperlihatkan Erwin Rommel sedang mendiskusikan serangan yang akan dilangsungkan terhadap Tobruk bersama dengan para perwira mudanya. Di sebelah kiri dengan seragam berwarna cerah adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzergruppe "Afrika")



Erwin Rommel berbincang-bincang santai dengan kompatriotnya dari Italia, yang salah satunya adalah Mayor gendut yang merupakan komandan dari batalyon pembangun jalan. Si Mayor mengajukan komplain kepada Rommel mengenai kurangnya pasokan makanan serta anggur kepada unit mereka! Caption foto ini sungguh menggelitik, seakan-akan jawaban Rommel adalah: "Anda mengeluh masalah makanan, tapi tampaknya kekurangan tersebut sama sekali tidak terlihat pengaruhnya terhadap diri (baca: badan) anda!" Ajudan Rommel, Leutnant Heinz Werner Schmidt, berdiri di sebelah kiri sambil memegang peta


General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") menyambut kedatangan Komandan Korps XXI Italia, Generale di Corpo d'Armata Enea Navarini. Di dekat mereka adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzergruppe "Afrika") yang berdiri kelima dari kiri, sementara paling kiri kemungkinan besar adalah supir sekaligus pesuruh Rommel Leutnant der Reserve Hellmut von Leipzig. Foto dibuat bulan Januari 1942 oleh Fritz Moosmüller. Pada tanggal 30 Januari 1942 Rommel naik pangkat dari General der Panzertruppe menjadi Generaloberst


Salah satu mobil komando yang dipakai oleh Erwin Rommel di Afrika Utara, Alfa Romeo 6C 2500 Coloniale, adalah sebuah contoh mengenai kendaraan "daur ulang" yang umum terjadi di medan perang Afrika: pertama dia digunakan oleh Angkatan Darat Italia (yang terlihat dari plat nomornya, RE: Regio Esercito). Setelah dia dihadiahkan oleh pihak Italia kepada Rommel, maka bodinya ditambahi dengan lambang pohon kurma dan swastika seperti halnya semua kendaraan perang Jerman di Afrika. Kendaraan yang hanya diproduksi sebanyak 150 biji ini lalu digunakan oleh staff Panzergruppe Afrika yang biasa menemani Rommel dalam inspeksinya ke front

Erwin Rommel sedang melihat peta pertempuran bersama ajudannya selama kampanye Jerman di gurun Afrika tahun 1942. Di kiri belakang adalah Oberst Eduard Crasemann


Erwin Rommel memakai, dengan memakai Tropenhelm dan celana pendek, turun dari sebuah tank Inggris hasil rampasan setelah menginspeksinya (Maret 1942). I like this picture a lot!



Foto ini tampaknya digunting dari halaman majalah "Signal" terbitan bulan Maret 1942 dan kemudian dijadikan poster oleh pemiliknya setelah sebelumnya ditandatangani langsung oleh Rommel sendiri! Mungkinkah pemiliknya adalah veteran Afrikakorps? Disini Rommel masih berpangkat General der Panzertruppe dan menjabat sebagai Kommandierender General Panzergruppe "Afrika"


 Foto ini diambil oleh Fritz Moosmüller pada tanggal 2 Agustus 1941 di Tobruk dan memperlihatkan General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") sedang menatap sesuatu di kejauhan. Di lehernya bertengger medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #10 yang dia dapatkan tanggal 20 Maret 1941 sebagai Generalleutnant dan Befehlshaber der Deutschen Truppen in Libyen, sementara di schirmmütze-nya nongkrong kacamata plastik penahan debu terkenal yang ternyata bukanlah kacamata produksi Jerman (schutzbrille) melainkan rampasan dari pihak Inggris! Rommel begitu menyukai kacamata satu ini sehingga dia selalu memakainya kemana-mana dan seakan-akan identik dengan dirinya (lihat saja sekian banyak foto yang memajang tampangnya di Afrika Utara, rata-rata memperlihatkan juga kacamata ini)!



 Rommel berunding dengan para staffnya di markas besarnya Libya bulan April 1942 untuk merancang strategi terbaik demi merebut kota pelabuhan Tobruk dari tangan pasukan Inggris. Foto jepretan Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tanggal 26 Mei 1942. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Oberstleutnant im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzerarmee "Afrika"), Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Generalleutnant Walther Nehring (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps)


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) berdiri dengan latar belakang konvoy pasukan Poros (Jerman, Italia, dan sukarelawan Arab) di dekat Gazala yang sedang bergerak maju menuju Tobruk, Mei 1942. Dalam apa yang dinamakan sebagai Pertempuran Gazala, anakbuah Rommel berhasil menggasak pasukan gabungan Inggris dan Persemakmuran, mengusir mereka dari Libya sekaligus menduduki kota pelabuhan Tobruk yang sangat strategis. Hal ini dianggap sebagai pencapaian terbesar Sang Rubah Gurun di Afrika Utara, dan sebagai balasannya Hitler langsung menaikkan pangkat secara luar biasa jenderal favoritnya tersebut menjadi Generalfeldmarschall, sehingga menjadikan Rommel Marsekal (Jenderal Bintang Lima) termuda di seantero Wehrmacht dalam usia 50 tahun! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller



 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Sonderführer Dr. Ernst Franz (Dolmetscher Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), dan Generale di Divisione Arnaldo Azzi (Komandan 101ª Divisione di fanteria “Trieste”). Foto kemungkinan besar diambil di sekitar kancah Pertempuran Gazala yang berlangsung dari tanggal 26 Mei s/d 21 Juni 1942



 Generaloberst Erwin Rommel (kedua dari kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil di dekat wilayah Tobruk (Libya)


 Generaloberst Erwin Rommel (memakai topi visor, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (memakai gogel, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen WH-937036 "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling di dekat wilayah Bir Hacheim (Libya) bulan Juni 1942


 Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengobservasi lapangan di dekat El Alamein (Mesir) sesampainya disana pada tanggal 18 Juni 1942 untuk melakukan pertemuan dengan Fliegerführer Afrika, General der Flieger Otto Hoffmann von Waldau. Berdiri nomor dua dari kiri adalah Oberst Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di latar belakang kita bisa melihat sebuah mobil staff Horch serta Flak 88. Foto oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling


Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942, setelah sebuah serangan memutar yang brilian. Sekitar 33.000 orang prajurit Inggris dan Persemakmuran yang tertawan sehingga menjadikannya kekalahan terbesar kedua Inggris dalam Perang Dunia II setelah jatuhnya Singapura (80.000 orang yang tertawan)! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942 (Bayerlein duduk di kiri sementara Rommel di kanan). Di sebelah kiri foto tampak terparkir sebuah Panzerbefehlswagen III Ausf.C/H (SdKfz. 266/267/268). Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942). Latar belakang memperlihatkan suasana pelabuhan yang dipenuhi oleh kapal-kapal rusak tak terpakai hasil pemboman selama berbulan-bulan. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini sang Marsekal sedang berjalan di tengah diikuti oleh seorang perwira Italia di kiri dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di kanan. Di sebelah kanan foto terlihat "britische Kriegsgefangene" (tawanan Inggris) yang sedang duduk-duduk santai menunggu untuk dikirim ke kamp tawanan Jerman di garis belakang. Pada kenyataannya, cukup banyak pasukan dari negara lain yang ikut mempertahankan Tobruk dari serangan Jerman, termasuk dari Australia, Afrika Selatan, dan bahkan Cekoslowakia! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kedua dari kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini tampak sang Marsekal sedang menanyai seorang prajurit Afrikakorps dengan latar belakang pelabuhan tempat bersandar kapal. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menerangkan sesuatu di peta kepada para prajurit Jerman dan Italia di Tobruk di hari kota tersebut jatuh ke tangan Jerman. Bertolak pinggang di sebelah kanan adalah Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di belakang mereka adalah Leutnant tak dikenal yang berasal dari unit Panzertruppen (terlihat dari pin tengkorak di kerahnya). Foto diambil tanggal 21-22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas sebuah mobil atap terbuka dalam inspeksi ke kota pelabuhan Tobruk yang baru diduduki oleh pasukan Jerman sehari sebelumnya. Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") sedang diwawancarai oleh PK-Tonberichter (reporter radio) Günther Halm mengenai Pertempuran Tobruk yang baru saja usai (dengan pihak Jerman yang keluar sebagai pemenangnya). Di tengah ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps). Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut



Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas sebuah mobil atap terbuka. Salah satu foto paling terkenal dari "Der Wüstenfuchs" (Rubah Gurun) ini memperlihatkan dia sedang menunjuk sesuatu dengan tangannya, entah untuk tujuan apa. Salah satu sumber menyebutkan bahwa foto ini diambil di pagi hari pada tanggal 24 Juni 1942


Foto ini diambil tanggal 1 Juli 1942 pada permulaan Pertempuran Pertama El Alamein. Erwin Rommel baru beberapa hari dipromosikan secara luar biasa oleh Hitler menjadi Generalfeldmarschall (22 Juni 1942), dan disini sang Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika" sedang mereencanakan rencana serangan Jerman bersama dengan para staff-nya. Di kiri memakai schutzbrille adalah Oberst Fritz Bayerlein (Chef des Stabes Deutsches Afrikakorps), sementara yang memakai tropenmütze terhalang oleh Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann. Crasemann adalah Kommandeur Artillerie-Regiment 33 (motorisiert) yang menjadi Führer (Komandan sementara/pengganti) 15. Panzer-Division setelah komandan aslinya, Generalmajor Gustav von Vaerst, terluka dalam Pertempuran Gazala tanggal 26 Mei 1942. Paling kanan (tidak terlihat dari foto) adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika"). Moncong mobil di latar belakang berasal dari jenis 1941 Ford C11 ADF, sementara tempat meletakkan peta yang dipakai oleh Rommel adalah kap Sd.Kfz.250/3 


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mendengarkan saat Oberst Erich Geißler (Kommandeur Infanterie-Regiment 200 [motorisiert] / 90.leichte Afrika-Division) menerangkan tentang disposisi pasukan terkini, sementara di sebelah kiri ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) dengan tangan di pipi. Foto ini diambil pada tanggal 29 Juli 1942 di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberst Geißler (kedua dari kanan), sebagai penghargaan atas prestasinya dalam Pertempuran Pertama El Alamein


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") berjalan sambil berbincang-bincang dengan Major Georg Briel (Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division). Briel (21 Agustus 1907 - 16 Mei 1980) adalah mantan perwira Polizei periode 1927-1935 yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht dari tahun 1935 s/d 1945. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942 sebagai Major serta Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division, dan nantinya diserahi tanggungjawab sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 200 sampai akhir keberadaan pasukan Poros di Afrika Utara, bulan Mei 1943. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 57 / 79.Volks-Grenadier-Division. Pada saat perang berakhir di Eropa bulan Mei 1945, Briel sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dideritanya. Dia dibebaskan dari kamp tawanan Neu-Ulm pada tanggal 30 Juni 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Georg Briel: Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1939) und I.Klasse (30 Agustus 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (20 Maret 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen (15 Januari 1942); Medaglia commemorativa della campagna italo-tedesca in Africa Italia (19 Januari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (3 Februari 1942); Medaglia d'Argento al Valore Militare Italia (18 Februari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (20 Februari 1942); Ärmelband "Afrika" (12 April 1943); dan Heeres-Flak-Abzeichen (27 April 1943). Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant


 Rommel dan para perwiranya sedang berunding mengenai disposisi 21. Panzer-Division untuk pertempuran mendatang menggunakan bantuan sebuah peta tak lama sebelum dimulainya Pertempuran Alam el Halfa (30 Agustus 1942 - 5 September 1942). Tiga yang berdiri paling kiri adalah, dari kiri ke kanan: Generalmajor Georg von Bismarck (Kommandeur 21. Panzer-Division), Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). Von Bismarck nantinya gugur saat memimpin pasukannya setelah tank yang dinaikinya menginjak sebuah ranjau pada tanggal 31 Agustus 1942, di hari kedua ofensif Jerman di Alam el Halfa. Kehilangannya membuat Rommel terpukul karena Von Bismarck adalah salah satu perwira terbaik yang dipunyai Wehrmacht di medan perang Afrika Utara. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" saat Rommel mengunjungi Hauptquartier 21. Panzer-Division 


Cuplikan dari klip dokumenter ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") sedang mendengarkan seorang prajurit Italia (membelakangi kamera) berbicara, sementara di sebelah kanan ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps). Pria berkumis yang berdiri di belakang di antara Bayerlein dan Rommel adalah Generalmajor Fritz Krause (Höherer Artillerie-Kommandeur Afrika). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi setidaknya setelah tanggal 1 September 1942 ketika Krause diangkat menjadi Harko Afrika (sebelumnya dia menjadi Artillerie-Kommandeur 142 di Eropa Daratan)


 Upacara penganugerahan Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 23 Oktober 1942 untuk Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), yang disematkan oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). Uniknya, meskipun sebelumnya Bayerlein telah mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (26 Desember 1941), tapi dia memilih untuk tidak mengenakannya di lehernya dalam foto ini. Hal lain yang tidak biasa adalah: normalnya seorang prajurit/perwira Wehrmacht mendapatkan DKiG dulu sebelum Ritterkreuz, tapi Bayerlein malah mendapatkan Ritterkreuz dulu baru disusul oleh DKiG!



 Rommel membahas situasi pertempuran terkini dengan para perwiranya. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), dan Major Ziegler. Foto diambil pada periode 31 Oktober s/d 1 November di El-Alamein



 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengenakan mantel dan fernglas dalam foto yang diambil antara Tobruk dan Sidi Omar oleh Kriegsberichter Ernst A. Zwilling bulan Juni 1942. Pada bulan ini tercatat dua peristiwa penting yang terjadi dalam hidup Rommel: Dikuasainya pelabuhan Tobruk pada tanggal 20 Juni 1942, dan (sebagai akibatnya) dipromosikannya Rommel dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall pada tanggal 22 Juni 1942


Erwin Rommel di atas halftrack komando favoritnya, SdKfz 250 "Greif", di dekat Tobruk akhir Juni 1942. Grenadier di sebelah kanan memakai penutup helm dari bahan karung Hessian kasar, sementara yang lain mencat helmnya dengan warna pasir yang di-finishing dengan pola tikar

Erwin Rommel bersama dengan Oberstleutnant Eduard Crasemann (pangkat terakhir: General der Artillerie) sedang mendiskusikan peta situasi pertempuran, bulan Juni 1942. Di foto ini kita bisa mengetahui bahwa bahkan para perwira tinggi mengenakan seragam "santai" dengan kemeja dan celana pendek yang nyaman buat dipakai di tengah teriknya cuaca gurun. Perhatikan bahwa kaus kaki panjang Craseman digulung sampai sedikit saja di atas sepatu

  "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel bersama dengan kepala staff-nya yang terpercaya, Fritz Bayerlein. Karir Bayerlein kemudian menanjak dan menjadi komandan Divisi Panzer-Lehr. Foto ini diambil ketika musim dingin melanda Afrika Utara, dan keduanya memakai mantel khusus yang dinamakan dengan Wachmantel. Perwira di belakang Bayerlein nampaknya adalah Alfred Gause (berdasarkan dari "cameuh"-nya yang khas!)


Foto resmi Rommel di tahun 1942. Dia memakai seragam lapangan abu-abu dan Schirmmütze (topi) hijau gelap dengan pipa dan adler kuning khas jenderal. Pakaian yang dikenakannya merupakan seragam kontinental yang sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan untuk pasukan Jerman di Eropa Daratan. Tuniknya sendiri berbahan wol kualitas tinggi dengan warna coklat tembakau, yang biasanya dibuat khusus untuk kalangan perwira tinggi. Kita bisa mengenali seragam tropis Jerman hanya dengan melihat kerahnya yang terbuka. Medali yang "mencekik" lehernya adalah Knight's Cross with Oakleaves and Swords, plus Por le Mérite yang didapatnya waktu muda di medan perang Italia dalam Perang Dunia Pertama. Dari foto ini kita bisa melihat bahwa Rommel telah memakai seragamnya sesuai standar, dengan tidak menambahkan lebih banyak lagi medali dan penghargaan di sekeliling leher dan tuniknya



 
 
Erwin Rommel bersama dengan kepala staff-nya, Alfred Gause. Gause adalah seorang perwira staff yang brilian, yang pertama kali datang ke Afrika Utara dengan tugas sebagai perwira penghubung antara pasukan Jerman dan Italia. Oberkommando der Wehrmacht telah memberi perintah tegas kepada dirinya agar jangan menempatkan diri di bawah perintah Rommel, tapi kemudian Gause tak kuas menolak kharisma sang "Rubah Gurun" dan mengabdi sepenuhnya kepada Rommel. Dia terbukti sebagai aset yang sangat berharga bagi Rommel, yang seringkali kelayapan di front depan pertempuran sehingga kehilangan kontak dengan para perwira staff-nya



Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") berbincang-bincang santai dengan sekutu Italianya tak lama setelah direbutnya kota pelabuhan Tobruk dari tangan pasukan Persemakmuran Inggris. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Rommel dan panglima pasukan Italia di Afrika, Marsekal Ugo Cavallero, tidak saling menyukai satu sama lain. Meskipun begitu, Rommel diketahui mempunyai hubungan yang dekat dengan para komandan Italia di level bawah yang berjuang langsung bersama dirinya di medan pertempuran. Foto diambil pada tanggal 2 Agustus 1942


Adolf Hitler menghadiahkan Feldmarschallstab (tongkat komando Marsekal) kepada Erwin Rommel, bersama dengan Interimstabnya, tanggal 1 Oktober 1942 (versi lain 30 September 1942) di Reichskanzlei, Berlin. Dari kiri ke kanan: Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalmajor Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); Kapitän zur See Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanzoffizier); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler); dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika")


Adolf Hitler menghadiahkan Feldmarschallstab (tongkat komando Marsekal) kepada Erwin Rommel, bersama dengan Interimstabnya, tanggal 1 Oktober 1942 (versi lain 30 September 1942) di Reichskanzlei, Berlin. Dari kiri ke kanan: Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanzoffizier); dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika")


 Upacara penganugerahan Marschallstab (Tongkat Marsekal) untuk Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") yang diselenggarakan pada tanggal 30 September 1942 di Führerhauptquartier Reichskanzlei di Berlin. Yang menyerahkan langsung adalah Adolf Hitler, sementara foto ini sendiri diambil oleh fotografer pribadinya Heinrich Hoffmann

------------------------------------------------------------------

- 1943 -

 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe "Afrika"), Oberst Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Heeresgruppe "Afrika"), dan Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd). Foto diambil di Afrika Utara bulan Januari 1943 dan pertama kali dipublikasikan tanggal 4 Februari 1943


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe "Afrika") berbicara sambil lewat dengan beberapa orang prajuritnya yang menaiki sebuah halftrack M3 Amerika hasil rampasan, sementara di belakang mereka adalah halftrack Jerman, Wurframen Sd.Kfz.251/1. Di sebelah kanan Rommel berdiri perwira kepercayaannya, Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) yang sama-sama menaiki mobil komando Horch Kfz.15. Foto ini diambil saat berlangsungnya Pertempuran Celah Kasserine di Tunisia (19-24 Februari 1943) yang merupakan konfrontasi pertama antara pasukan Jerman dengan pasukan Amerika. Pertempuran ini berhasil dimenangkan oleh Rommel, dan Sekutu kehilangan 10.000 orang prajuritnya yang menjadi korban (termasuk 6.500 orang prajurit Amerika)


 Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #258 oleh Hitler untuk Generalmajor Fritz Bayerlein (Führerreserve Oberkommando des Heeres) yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolfsschanze pada tanggal 7 Juli 1943 (berita penerimaannya telah diterima oleh Bayerlein sehari sebelumnya tanggal 6 Juli 1943). Bayerlein menerima medali yang berada satu tingkat di atas Ritterkreuz tersebut atas prestasinya sebagai Kepala Staff Jenderal 1. italienische Armee di medan perang Afrika Utara beberapa bulan sebelumnya. Berdiri di antara dia dan Hitler adalah mantan atasan Bayerlein, Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang juga sama-sama menjadi Führerreserve Oberkommando des Heeres (Cadangan Aktif Angkatan Darat), sementara di sebelah kanan adalah Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)

--------------------------------------------------------------


Rommel berfoto dengan medali Schwertern di lehernya dan pangkat Generaloberst, satu tahap lagi sebelum menjadi Generalfeldmarschall dan medali Brillanten yang kemudian memang berhasil ia dapatkan!



Generalfeldmarschall Rommel, pemegang medali Salib Ksatria dengan Daun Oak, Pedang dan Berlian - begitulah kira-kira bunyi terjemahan kasarnya


Erwin Rommel


Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd), Generalleutnant Stefan Fröhlich (Fliegerführer Afrika), Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika"), Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), dan General der Panzertruppe Ludwig Crüwell (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps). Foto diambil kemungkinan besar pada bulan Februari 1942 saat Marsekal Kesselring mengunjungi pasukan Jerman di Afrika

Perundingan tiga tokoh kunci Jerman di Afrika Utara yang berlangsung bulan Februari 1942. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd), dan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika")


Erwin Rommel dan Albert Kesselring di Afrika Utara tahun 1942. Dalam foto ini Rommel kelihatan ngantuk banget, mungkin karena habis begadang semalam suntuk nonton layar tancep "Pembalasan Sundel Bolong"!



"Sentuhan Rommel". Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menyematkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada salah seorang awak panzer muda Afrikakorps, 31 Agustus 1942. Apabila memungkinkan, Rommel selalu menyempatkan diri untuk menganugerahkan medali-medali keberanian pada anakbuahnya yang berprestasi. Sang penerima medali dan yang memberikannya sama-sama memakai perban kecil untuk menutup luka lepuh yang diakibatkan oleh hawa panas atau sengatan serangga yang umum terjadi di medan perang Afrika


Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht dari tiga matra sedang berbincang-bincang satu sama lain di Afrika Utara. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Heer. Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Luftwaffe. Oberbefehlshaber Süd), dan Vizeadmiral Eberhard Weichold (Kriegsmarine. Deutscher Admiral beim Admiralstab der Königlich italienischen Marine und Befehlshaber des Deutschen Marinekommandos Italien). Foto diambil oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" pada bulan Agustus-September 1942


Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd) dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") difoto di Libya tanggal 3 September 1942. Kesselring tampak memegang interimstab-nya. Di bulan ini tidak ada pertempuran besar yang terjadi di Afrika Utara setelah Pertempuran Alam el Halfa yang terjadi di bulan sebelumnya. Kedua belah pihak sama-sama berdiam diri untuk menunggu manuver militer yang dilancarkan oleh musuhnya. Pada tanggal 23 September 1942 Rommel meninggalkan Afrika untuk mendapatkan perawatan atas penyakitnya di Jerman






Rommel sedang berbincang-bincang dengan perwira Italia dengan latar belakang sebuah pesawat ringan Fieseler Fi-156 "Storch" yang menjadi andalan Rommel setiap kali dia menclok dari satu front ke front lain

Salah satu foto terkenal Rommel yang memperlihatkan dia sedang memberi perintah kepada pasukannya sembari berdiri di atas sebuah panzer. Kelihatannya foto yang biasa saja bukan? Tapi menjadi luar biasa ketika kita tahu bahwa foto ini diambil di front TERDEPAN pertempuran dimana kemungkinan para penembak jitu Sekutu untuk membunuh Rommel sangat terbuka lebar!

Sudah bukan rahasia lagi kalau Rommel adalah pemimpin yang sangat dicintai oleh anak buahnya, dan inilah salah satu alasannya : ketika mobil Horch milik staff-nya tak dapat bergerak karena terperangkap pasir, tanpa basa-basi Rommel langsung membantu mendorong sampai berhasil keluar! Jauh berbeda dengan para pemimpin militer umumnya yang seakan 'anti' terhadap hal-hal yang beginian...


Foto lain yang memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel mendorong mobil Škoda Superb Kfz.21 tunggangannya yang yang terjebak dalam kubangan pasir. Bundesarchiv-Wikipedia salah mengidentifikasi orang di belakang Rommel sebagai Oberstleutnant i.G. Siegfried Westphal (Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergruppe-Afrika), padahal aslinya adalah Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzergruppe-Afrika)! Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK-Afrika bulan Januari 1942 dan pertama dipublikasikan tanggal 9 Februari 1942. Ini pun tanggalnya salah


Erwin Rommel (kanan) bersama dengan staf komandonya


Erwin Rommel dan Generalmajor Georg von Bismarck dari 21.Panzer-Division


Erwin Rommel bersama dengan Ritterkreuzträger Friedrich Kemnade


Rommel dalam kunjungannya ke Markas Besar Korps Angkatan Darat Italia di Afrika, 28 Januari 1942. Di sebelah kiri adalah Generale di Corpo d'Armata Enea Navarini, di belakang Rommel adalah Oberst Paul Diesener (Kommandeur des Verbindungsstabs zum XXI. ital. AK), dan kedua dari kanan adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabs der Panzergruppe Afrika)
Rommel sedang menginspeksi tawanan Inggris (yang baru saja digaruk Satpol PP) dengan mobil Horch-nya. Sebagian prajurit Inggris yang berasal dari Bandung pasti berujar dalam hati : "Anyiiiiing! Iyeu gening Desert Fox teh!"

Rommel menghadiri acara Sport Fest bagi para anggota Afrikakorps, salah satu upaya untuk mengurangi stress para bule yang bertempur jauh dari negerinya ini. Yang mengapit Rommel adalah Generalmajor Alfred Gause (kiri) dan Generalmajor Walter Neumann-Silkow (kanan)

Rommel bersama dengan Hermann-Bernhard Ramcke, komandan Brigade Ramcke yang merupakan satu-satunya unit Fallschirmjäger di Afrika. Keduanya tampak sedang asyik meneropong yang kemungkinan sasarannya adalah cewek bugil lagi mandi!


  Jenderal Erwin Rommel berbicara dengan seorang perwira Italia sekutunya di padang pasir Afrika Utara. Di tengah adalah Sonderführer Dr. Ernst Franz yang merupakan penterjemah Rommel. Franz mengingat bagaimana, setelah posisi pertahanan unit elit Bersaglieri diduduki oleh musuh, komandannya membela diri pada Rommel sambil memohon: "Percayalah padaku, anakbuahku bukanlah orang-orang pengecut." Dan Rommel menjawab: "Siapa yang mengatakan anakbuahmu pengecut? Atasanmu di Roma lah yang harusnya dipersalahkan! Mengirim kalian ke medan pertempuran dengan peralatan perang yang begitu buruk." (beberapa unit Italia dalam perang di Afrika dipersenjatai dengan meriam-meriam artileri hasil rampasan dari pasukan Austria dalam Perang Dunia Pertama, senjata yang bisa dibilang tidak berguna ketika menghadapi tank-tank lapis baja modern!)


Rommel bersama dengan Generalmajor Hermann-Bernhard Ramcke, musim panas 1942 di Afrika Utara (perasaan Afrika seumur-umur musim panas terus?). Foto ini lumayan terkenal, dan memperlihatkan Ramcke yang mengenakan seragam dan celana "kedombrangan", sementara topinya adalah dari jenis "Hermann-Meyer" yang langka


Erwin Rommel bersama dengan perwira Luftwaffe yang tidak diketahui namanya. Dari wajahnya sih rada-rada mirip sama Otto Heymer (pangkat terakhir: Oberst). Tapi yang jelas Heymer cabut dari jabatan sebagai staff Rommel sebelum sang "Serigala Padang Pasir" menjadi Generalfeldmarschall dengan alasan karena tidak disukai oleh atasannya tersebut, tapi saya pribadi nggak tahu kapan persisnya dia mampret!


TIME volume XL terbitan 13 Juli 1942 : Generalfeldmarschall Erwin Rommel dengan latar belakang Terusan Suez. "Takdir Mesir adalah juga takdir Timur Tengah"


Rommel dan para staffnya

Rommel berfoto dengan medali Brillanten dan Pour le Mérite yang didapatnya dalam Perang Dunia Pertama

Foto lain lagi dari Rommel yang diambil dari belakang sebuah kartu pos keluaran zaman perang


Rommel bersiap-siap menaiki pesawat pengintai untuk meneliti langsung keadaan di front melalui udara. Nah, yang bersama dengan Rommel tidak lain tidak bukan adalah Hans-Joachim Marseille, jagoan udara Jerman di ranah Afrika yang dijuluki "The Star of Africa". Keduanya sama-sama pemegang medali super langka Brillanten yang hanya diberikan pada 27 orang saja!

 Erwin Rommel di front El-Alamein bersama dengan para perwiranya. Foto ini diambil dari sebuah koran Jerman terbitan tahun 1951


Adolf Hitler menghadiahkan Schwertern Grosse Urkunde (sertifikat medali Schwerter) kepada General der Panzertruppe Erwin Rommel di Führerhauptquartier Vinnitsa. Untuk tanggalnya ada dua versi: 26 September 1942 dan 30 September 1942. Yang lebih mendekati adalah yang pertama
















Sumber :
Buku "Afrikakorps 1941-1943" karya Gordon Williamson
Buku "Battle Zone Normandy: Gold Beach" karya Simon Trew

Buku "Field Marshal: The Life and Death of Erwin Rommel" karya Daniel Allen Butler
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" oleh Franz Kurowski

Foto koleksi NARA (National Archives)
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
www.afrika-korps.de

www.afrikakorps.forumcrea.com 
www.beutepanzer.ru
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org
www.finearts-autographs.com
www.forum.axishistory.com

www.gettyimages.com
www.heinzmigeod.com

www.instahlgewittern.com
www.life.com
www.militaryimages.net

www.multimedia.ctk.cz
www.museumscenterhanstholm.dk

www.pinterest.com
www.randyelliottart.com
www.ritterkreuz.us
www.rommel-lebt.com

www.shenandoah-studio.com
www.temple.edu
www.topedge.com

1 comment:

shiva said...

great photos i love them.
Rommel is one of my fave general.