Saturday, March 10, 2012

Foto Erwin Rommel Sebagai Komandan 7. Panzer-Division

 
Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) sedang memeriksa peta bersama denan para perwira divisinya di Prancis, bulan Mei 1940. Sebagai komandan "Gespenster Division" (Ghost Division/Divisi Hantu), Rommel menghadapi satu-satunya serangan pasukan lapis baja Sekutu dalam skala besar di wilayah Arras, dimana dia menimbulkan korban besar di kalangan tank-tank Matilda Inggris yang pada awalnya menimbulkan kekacauan bagi pasukan Jerman yang bertahan. Untuk pertama kalinya pula Rommel mengetahui peran penting meriam flak 88mm yang pada saat krusial tersebut secara mendadak diarahkan untuk menembak sasaran darat. Aksi Rommel dalam Pertempuran Prancis akan menjadi dasar bagi reputasi menterengnya sebagai salah satu pakar perang lapis baja Nazi (walaupun notabene dia berasal dari infanteri!)


 Generalmajor Erwin Rommel mengenakan Offiziermantel (mantel perwira) dalam foto yang dibuat di awal tahun 1940. Dia masih mengenakan medali Pour le Mérite yang didapatnya dalam Perang Dunia Pertama dan masih belum ada tambahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya. Rommel sendiri dianugerahi Pour le Mérite, medali keberanian tertinggi Kekaisaran Jerman, pada tanggal 10 Desember 1917 setelah dalam Pertempuran Caporetto berhasil menawan 7.000 orang tentara Italia dengan hanya 100 orang!


Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersantai dengan para perwiranya dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di pinggir sungai Seine (Prancis), pertengahan bulan Juni 1940. Saya melihat ada Oberst Karl Rothenburg (kedua dari kiri, Kommandeur Panzer-Regiment 25) yang tewas beberapa hari setelah penyerbuan Barbarossa bulan Juni 1941 dan dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Generalmajor, juga Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1./Panzer-Regiment 25) yang berbaring di belakang Rommel, serta Hauptmann Hellmuth Lang (ajudan Rommel) yang berkacamata kedua dari kanan. Schulz nantinya meraih Brillanten #9 tanggal 14 Desember 1943 dan menjadi salah satu dari hanya 27 orang peraih medali keberanian super bergengsi ini!


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) berbaring di rerumputan di sela-sela gerak maju pasukan Jerman di Prancis, musim panas tahun 1940. Ikut nojeng bersamanya Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division) yang memakai sonderbekleidung der Deutschen Panzertruppen (seragam hitam pasukan tank Jerman)


Generalmajor Erwin Rommel bersama Stabskompanie dari 7.Panzer-Division. Di belakang mereka adalah Panzerkampfwagen II Ausf. A/B/C (Sd.Kfz.121). Di tengah adalah Oberstleutnant Karl Rothenburg dengan Pour le Mérite tergantung di lehernya. Medali tersebut dia dapatkan dalam kancah Perang Dunia Pertama tanggal 30 Juni 1918 sebagai Leutnant der Reserve and Kompanieführer in 5. Garde-Regiment zu Fuß


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dan Oberstleutnant i.G. Julius von Bernuth (Ia Erster Generalstabsoffizier, Führung und Ausbildung, der 7. Panzer-Division) memperhatikan pergerakan pasukan mereka di dekat sungai Moselle, musim panas 1940. Foto oleh Kriegsberichter Gutjahr dari PK 689


 Generalmajor Erwin Rommel (membelakangi kamera di sebelah kanan) dalam sebuah rapat lapangan bersama dengan para perwiranya dari 7. Panzer-Division saat sedang berlangsungnya kampanye di Barat tahun 1940. Peta menjadi "sajian utama" yang membantu pengenalan medan lebih dalam. Yang memakai seragam hitam Panzertruppen di sebelah kiri adalah Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25)


 Oberst Karl Rothenburg (memakai seragam hitam panzer, Kommandeur Panzer-Regiment 25) mendengarkan perintah dari komandan 7. Panzer-Division, Generalmajor Erwin Rommel (kelihatan tangan kanannya doang di sebelah kiri). Foto ini kemungkinan besar diambil di Rouen pada tanggal 10 Juni 1940 saat pasukan Rommel merebut kota tersebut dari tangan pasukan Prancis


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) di sebelah kiri dalam sebuah acara "pengenalan peta" bersama dengan para anakbuahnya dalam gerak maju pasukan Jerman di Prancis, musim panas tahun 1940. Ikut hadir perwakilan dari Luftwaffe yang berpangkat Major di tengah, sementara yang memakai seragam panzer hitam di sebelahnya adalah Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25). Strategi Blitzkrieg memberi peran maksimal dalam koordinasi antara pasukan darat dan udara, sehingga karenanya selalu ada Verbindungsoffizier (perwira penghubung) antara kedua belah pihak yang mengkoordinasikan peran masing-masing dalam menghadapi rintangan atau musuh yang dihadapi di lapangan. Dalam strategi taktis seperti ini, Luftwaffe lebih sebagai pendukung gerak maju pasukan darat daripada unit yang mempunyai "agenda" tersendiri. Foto ini kemungkinan besar diambil pada tanggal 10 Juni 1940


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) di Prancis pada tahun 1940. Foto ini kemungkinan besar diambil di Rouen pada tanggal 10 Juni 1940 saat 7. Panzer-Division merebut kota tersebut dari tangan pasukan Prancis



Maaf sodara-sodara, jangan berburuk sangka dulu mengira Rommel lagi ngupil! Perhatikan baik-baik, dan akan anda tahu bahwa di foto yang diambil di Prancis tahun 1940 ini Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) tidaklah sedang ngupil melainkan sedang mengambil kotoran mata... WTF! BTW, "benda asing" yang terdapat di kerah belakang prajurit yang membelakangi kamera adalah penutup lensa teropong


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) berpose santai di dekat sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.D dan awaknya. Foto ini diambil di wilayah Dieppe saat kampanye Jerman di Prancis bulan Mei-Juni 1940 dan memperlihatkan Rommel digelantungi kamera Leica pemberian dari Menteri Propaganda Joseph Goebbels yang merupakan pengagum berat Rommel. Sang jenderal sendiri memang terkenal mempunyai antusiasme yang tinggi dalam bidang fotografi dan telah menghasilkan begitu banyak foto berharga sepanjang keterlibatannya dalam Perang Dunia II. Sayangnya sebagian besar dari foto tersebut hilang dan sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadaannya!


 Jarang-jarang kan melihat Erwin Rommel memakai feldmütze (topi lapangan) dan bukannya schirmmütze (topi visor)? Tapi lebih jarang lagi melihat dia mendayung! Perhatikan bahwa mereka tidak sedang berolahraga melainkan sedang dalam kampanye penyerbuan Jerman ke Prancis tahun 1940. Rommel - sebagai seorang perwira tinggi dan komandan divisi - memilih untuk mendayung sendiri menyeberangi sungai Rhine di wilayah musuh daripada harus ongkang-ongkang kaki sambil menyuruh bawahannya yang mendayung!


Begitu cepatnya gerak maju 7. Panzer-Division dalam serbuan mereka di Prancis pada tahun 1940, sehingga seringkali pihak Oberkommando der Wehrmacht (OKW) kehilangan kontak dan tidak mengetahui keberadaan persis mereka! Ini ditambah lagi dengan pendirian komandannya, Generalmajor Erwin Rommel, yang memilih untuk selalu bersama dengan pasukan terdepan daripada harus ongkang-ongkang kaki memerintah di garis belakang. Seringkali dia harus makan dan minum di sela-sela perjalanan dengan ransum yang sama yang diterima oleh anakbuahnya, tidur di tumpukan jerami di gudang yang tak terpakai, atau berpindah dengan cepat dari satu unit ke unit lainnya beberapa kali dalam satu hari demi mengantisipasi keadaan darurat yang mengancam keutuhan divisinya. Begitu cepatnya sang jenderal bergerak, sehingga staffnyapun kadangkala tidak tahu dimana keberadaan komandan mereka! Performa 7. Panzer-Division yang mengagumkan di Pertempuran Prancis, sekaligus kecepatan gerak maju mereka, membuat unit ini dijuluki sebagai "Gespenster Division" (Divisi Hantu)!


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersama dengan salah seorang staff divisi yang membawa sebuah peta (begitu juga dengan Rommel). Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang tertempel di leher Rommel didapatkannya tanggal 27 Mei 1940. nantinya Rommel akan menjadi salah satu dari 890 penerima Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (20 Maret 1941), salah satu dari 159 penerima Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (20 Januari 1942), dan salah satu dari 27 penerima Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter (11 Maret 1943)



 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dan perwira negara asing (Prancis?) yang kemungkinan besar merupakan tawanannya. Perhatikan wajah si perwira asing yang merupakan campuran dari marah, kesel, muak, kecewa, iri, empet, dan horny! 


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersama dengan staffnya di Prancis bulan Juni 1940. terlihat seorang warga sipil ikut nongol dalam foto ini, yang kemungkinan adalah pejabat lokal yang sedang membahas penyerahan kotanya. Mobil di belakang adalah Talbot dari jenis K74 (diproduksi tahun 1929-1935) atau K78 (diproduksi tahun 1931). Foto dari NARA koleksi Thomas Nutter


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) berbincang-bincang dengan général de corps Marcel Ihler (Panglima IXe Corps d’Armée Prancis) yang baru saja menyerahkan diri bersama dengan seluruh pasukannya di St. Valéry en Caux (Cherbourg) pada tanggal 12 Juni 1940. Diantara yang ikut menyerah di hari itu adalah 51st Highland Division Inggris bersama dengan komandannya, Major General Sir Victor Morven Fortune



Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersama dengan Major General Sir Victor Morven Fortune (komandan 51st Highland Division) dari Inggris yang baru saja ditawannya di Saint Valéry en Caux, Cherbourg, Prancis, tanggal 12 Juni 1940. Tidak kurang dari 8.000 orang tentara Inggris yang menyerah kepada 7. Panzer-Division dalam peristiwa ini, sementara total keseluruhan pasukan Sekutu yang digaruk oleh Rommel adalah 46.000 orang!


Penyerahan diri pasukan gabungan Prancis dan Inggris dari IX Corps ke tangan 7. Panzer-Division Jerman di kota pelabuhan St. Valéry en Caux, Cherbourg, Prancis, pada tanggal 12 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Joachim Ziegler (Ic Dritter Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), Major i.G. Otto Heidkämper (tertutup oleh Rommel; Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Oberst Georg von Bismarck (muka tertutup oleh Ngiler eh Ihler; Kommandeur Schützen-Regiment 7), général de corps Marcel Ihler (membelakangi kamera; Panglima IXe Corps d’Armée Prancis), seorang perwira Beamte Wehrmacht (bagian administrasi yang bisa sekaligus menjadi penterjemah apabila diperlukan), pilot Luftwaffe yang beberapa saat sebelumnya menjadi tawanan pihak Sekutu tapi kemudian dibebaskan dan langsung diserahi tanggungjawab untuk mengumpulkan orang-orang yang baru saja menawannya (!), Oberleutnant der Reserve Karl Hanke (bertolak pinggang; Chef schwerekompanie / Panzer-Regiment 25), dan Major General Sir Victor Morven Fortune (komandan 51st Highland Division Inggris). Foto ini diambil menggunakan kamera Leica milik Rommel


 
 Penyerahan diri pasukan gabungan Prancis dan Inggris dari IX Corps ke tangan 7. Panzer-Division Jerman di kota pelabuhan St. Valéry en Caux, Cherbourg, Prancis, pada tanggal 12 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Joachim Ziegler (Ic Dritter Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), général de corps Marcel Ihler (membelakangi kamera; Panglima IXe Corps d’Armée Prancis), dan seorang perwira Beamte Wehrmacht (bagian administrasi yang bisa sekaligus menjadi penterjemah apabila diperlukan). Paling kanan tertutup oleh perwira Wehrmacht lainnya adalah Major General Sir Victor Morven Fortune (komandan 51st Highland Division Inggris)


Penyerahan diri pasukan gabungan Prancis dan Inggris dari IX Corps ke tangan 7. Panzer-Division Jerman di kota pelabuhan St. Valéry en Caux, Cherbourg, Prancis, pada tanggal 12 Juni 1940. Generalmajor Erwin Rommel (kedua dari kiri; Kommandeur 7. Panzer-Division) membahas sebuah peta bersama dengan Major Joachim Ziegler (kedua dari kanan; Ic Dritter Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), sementara diantara mereka berdiri Oberleutnant der Reserve Karl Hanke (bertolak pinggang; Chef schwerekompanie / Panzer-Regiment 25) dan seorang pilot Luftwaffe yang beberapa saat sebelumnya menjadi tawanan pihak Sekutu tapi kemudian dibebaskan dan langsung diserahi tanggungjawab untuk mengumpulkan orang-orang yang baru saja menawannya!


 Seorang kapten Prancis (kanan) memberitahu Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bahwa pemimpin Prancis yang baru dilantik, Marsekal Henri-Philippe Pétain, mengajukan permintaan penghentian permusuhan antara negaranya dengan Jerman, 17 Juni 1940. Diantara Rommel dan sang kapten berdiri Hauptmann Hans von Luck (Führer Aufklärungs-Abteilung 37 [motorisiert] / 7.Panzer-Division)


Pada tanggal 19 Juni 1940 kota pelabuhan Cherbourg (Prancis) jatuh sepenuhnya ke tangan pasukan Jerman dari 7. Panzer-Division dengan komandannya yang brilian, Generalmajor Erwin Rommel. Dua hari sebelumnya Rommel diperintahkan untuk menyerbu Cherbourg, dimana pada saat itu sisa pasukan Inggris yang masih berada di tanah Prancis sedang dievakuasi. 7. Panzer-Division bergerak maju sejauh 240km hanya dalam waktu 24 jam dan, setelah membombardir Cherbourg selama seharian penuh, berhasil memaksa garnisun Prancis yang bertahan disana untuk menyerah


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersama dengan Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division) di Cherbourg di hari penyerahan kota pelabuhan Prancis tersebut ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 19 Juni 1940. Heidkämper nantinya meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 7 Maret 1942 (sebagai Oberstleutnant i.G. dan Ia Erster Generalstabsoffizier 4. Panzer-Division) serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Februari 1943 (sebagai Oberst i.G. dan Chef des Generalstabes XXIV. Panzerkorps)



Generalmajor Erwin Rommel bersama dengan 7. Panzer-Division merayakan jatuhnya kota pelabuhan Cherbourg (Prancis) ke tangan mereka pada tanggal 19 Juni 1940 dengan berfoto dan makan siang bareng. Dibutuhkan enam hari lagi (25 Juni 1940) sebelum pertempuran berakhir bagi 7. Panzer-Division. Mereka telah menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam Unternehmen Fall Gelb, dan kepemimpinan Erwin Rommel yang luar biasa menjadi faktor utama dalam hal tersebut




Jarang-jarang kan ngelihat jenderal ini pake stahlhelm? Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam acara parade kemenangan Jerman di Prancis bulan Juni 1940. Setelah berakhirnya Unternehmen Fall Gelb dengan ditandatanganinya perjanjian penyerahan Prancis pada tanggal 22 Juni 1940, 7. Panzer-Division menjadi pasukan cadangan Wehrmacht. Pada awalnya mereka dikirim ke Somme sebelum kemudian dipindahkan ke Bordeaux untuk persiapan Unternehmen Seelöwe (Operasi Singa Laut), rencana invasi Jerman atas Inggris. Invasi ini kemudian dibatalkan setelah Luftwaffe babak belur dalam Pertempuran Britania



Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #10 untuk Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) yang diselenggarakan di Reichskanzlei, Berlin, pada tanggal 25 Maret 1941. Orang dalam foto berbingkai tampaknya adalah pemimpin Fasis Italia yang menjadi sekutu Nazi, Il Duce Benito Mussolini



Generalmajor Erwin Rommel sebagai komandan Divisi Panzer ke-7 "Ghost Division" di Prancis sebelum keberangkatannya ke Afrika. Perhatikan bendera (pennant) lambang komandan divisi di mobil Horch 901 yang dinaikinya! Selama peran sertanya dalam Fall Gelb (10 Mei s/d 25 Juni 1940), 7. Panzer-Division tercatat telah menangkap satu orang panglima korps, lima orang laksamana, serta empat orang komandan divisi beserta staffnya. Selain itu, mereka juga berhasil merampas 277 senjata artileri, 64 senjata anti-tank, 458 truk dan ranpur, 1.500-2.000 mobil, 1.500-2.000 kuda dan kereta penariknya, 300-400 bis, 300-400 sepeda motor, dan sekitar 30.000 orang tawanan perang. Di luar dari ini, para prajurit 7. Panzer-Division juga tercatat menembak jatuh 52 pesawat musuh, menghancurkan 12 pesawat lainnya yang sedang terparkir di landasan serta merampas 15 pesawat utuh!

------------------------------------------------------------


Foto-foto lain Generalmajor Erwin Rommel sebagai Kommandeur 7. Panzer-Division dalam gerak maju Jerman ke Prancis


Sumber :
Buku "Afrikakorps 1941-1943" karya Gordon Williamson
Buku "Battle Zone Normandy: Gold Beach" karya Simon Trew

Buku "Erwin Rommel" karya Pier Paolo Battistelli
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" oleh Franz Kurowski

Buku "Kill Rommel! Operation Flipper 1941" karya Gavin Mortimer
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
www.afrika-korps.de
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org
www.finearts-autographs.com
www.forum.axishistory.com
www.heinzmigeod.com

www.instahlgewittern.com
www.life.com
www.militaryimages.net
www.museumscenterhanstholm.dk
www.randyelliottart.com
www.ritterkreuz.us
www.rommel-lebt.com

www.server4.foros.net
www.temple.edu
www.topedge.com

www.tumblr.com

1 comment:

ekopriyono said...

ada buku bagus yang perlu disimak untuk orang ini....http://amzn.to/OS6mfx