Sunday, January 10, 2010

Foto Menulis Third Reich

"Jadi, sekarang aku menulis sambil mengenakan sepatu bekas temanku yang sudah meninggal..."



 Oberleutnant Heinz Bär (Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51) dalam foto dari tahun 1941. Di tahun itu unitnya, JG 51, berpartisipasi dalam Unternehmen Barbarossa (penyerbuan ke Rusia) sebagai bagian dari II. Fliegerkorps dan beroperasi di front wilayah tengah. Bär mengklaim lima kemenangan udara tanggal 30 Juni 1941 sehingga membuat total skornya menjadi 22. Pada hari ini pula pilot-pilot JG 51 "mengamuk" dengan menembak jatuh 113 pesawat musuh, termasuk di antaranya adalah kemenangan ke-1000 JG 51 sehingga menjadi unit Luftwaffe pertama yang meraihnya! Selain itu, Geschwaderkommodore Oberst Werner Mölders mencatat kemenangan ke-82 sehingga secara resmi melampaui pencapaian 80 kemenangan milik Manfred von Richthofen, jagoan udara dengan pencapaian terbanyak dalam Perang Dunia Pertama!



Generalmajor Luftwaffe Hans Erdmann. Foto ini disertai tulisan "Generalmajor & Division Kdr." dan bertanggal 17 Agustus 1943. Sebenarnya kalau menghubungkan tulisan dengan tanggalnya rada nggak nyambung, soalnya di tanggal tersebut Erdmann dimasukkan ke dalam Führer-Reserve alias nganggur! Boro-boro jadi komandan divisi...


Hauptmann Gordon Gollob menulis sambil ditemani anjing. Dia adalah orang pertama dalam sejarah yang mencapai 150 kemenangan udara sehingga langsung diganjar medali Brillanten oleh Hitler!


 Major im Generalstab Hans-Ulrich von Oertzen (6 Maret 1915 - 21 Juli 1944) lahir di Berlin dari keluarga aristokrat Prusia. Dia mengikuti jejak ayahnya dengan masuk di ketentaraan lalu kemudian dilatih untuk menjadi seorang perwira staff. Selama berlangsungnya Perang Dunia II dia dipromosikan menjadi Major, dan pada tahun 1943 telah bertugas di Heeresgruppe Mitte di bawah pimpinan Generalmajor Henning von Tresckow (yang merupakan salah seorang anggota utama gerakan bawah tanah penentang Hitler dalam tubuh Wehrmacht). Oertzen kemudian terlibat aktif dalam gerakan tersebut dengan membantu Claus von Stauffenberg dalam perencanaan upaya kudeta. Pada tanggal 26 Maret 1944 dia menikah dengan Ingrid von Langenn-Steinkeller, dan sekitar 240 surat yang dia tulis untuk istrinya dari tahun 1942 s/d 1944 kemudian dibukukan pada tahun 2005. Pada saat terjadinya Peristiwa Bom 20 Juli 1944, Oertzen bertugas sebagai perwira penghubung di Wehrkreis III Berlin. Dialah yang meneruskan perintah pertama yang dikirimkan oleh Stauffenberg. Setelah kegagalan usaha kudeta tersebut, di hari yang sama Oertzen ditangkap dan diinterogasi oleh General der Infanterie Joachim von Kortzfleisch serta Generalleutnant Karl Freiherr von Thüngen (yang terakhir sebenarnya adalah anggota gerakan perlawanan juga!). Tak ada satupun bukti yang ditemukan yang mengaitkan keterlibatan Oertzen dalam plot tersebut, sampai akhirnya keesokan harinya seorang sekretaris melaporkan bahwa dia pernah melihat sang perwira staff bersama dengan Stauffenberg. Ketika mengetahui bahwa tak lama lagi Gestapo akan datang untuk menangkapnya, Major i.G. Hans-Ulrich von Oertzen kemudian memutuskan untuk bunuh diri dengan meledakkan dua granat tangan yang dibawanya...



 Unteroffizier Helmuth Orschiedt (Kanonier in der I.Abteilung / Artillerie-Regiment 33 [motorisiert] / 15.Panzer-Division) menulis surat untuk keluarganya di tanah air Jerman, perbatasan Libya-Mesir di bulan Mei 1941. Dia mengenakan tropenhelm (helm tropis) "Niederlande" hasil rampasan dari Belanda pada tahun 1940. Meskipun suplai perbekalan menjadi masalah besar bagi Afrikakorps karena gangguan konstan Sekutu dari laut dan udara, tapi bisa dibilang bahwa pengiriman surat dan parsel tidak terlalu banyak berpengaruh dan tetap berjalan secara rutin (kemungkinan karena kebanyakan dikirim lewat udara yang lebih aman). Orschiedt bahkan mengenang bahwa ibunya biasa mengirim kue-kue kering yang selalu datang dalam keadaan bagus dan renyah! Foto ini diambil oleh temannya yang menggunakan kamera milik Orschiedt

Beberapa jam setelah kepulangannya dari sebuah misi tempur, Major Hans-Ulrich Rudel (pangkat terakhir Oberst) menuliskan kronologis pertempuran yang baru saja dijalaninya, 30 Maret 1944



Major Erich Rudorffer (lahir 1 November 1917)  adalah salah satu penembak jitu paling brilian dari seantero Jagdwaffe, dan tampaknya tak menemui kesulitan berarti saat harus menembak jatuh lebih dari satu pesawat musuh dalam satu hari atau dalam satu misi! Matanya yang tajam serta kemampuan terbangnya yang luar biasa mengantarkannya untuk meraih 224 kemenangan udara terkonfirmasi sehingga menempatkannya dalam urutan ke-7 pilot paling sukses di dunia dalam hal jumlah korban yang ditembak jatuh. Skor sedahsyat inu bukannya diraih tanpa pengorbanan: dia terlibat dalam 1.000 lebih misi udara, dengan merasakan dogfight dalam 302 diantaranya. Tidak hanya itu, dia juga merasakan ditembak jatuh oleh musuhnya sebanyak 16 kali dan melompat keluar dari pesawatnya 9 kali! Dari seluruh kemenangannya, 138 diantaranya diraih di Front Timur, 59 di Front Barat, dan 27 di Afrika Utara. Medali dan penghargaan yang diraihnya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (22 Mei 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (28 Juni 1940); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Oktober 1940); Deutsches Kreuz in Gold (9 Desember 1941); Vapaudenristin 2.Luokka (Finlandia); Frontflugspange für Jäger in Gold; Frontflugspange für Zerstörer in Gold mit Anhänger und Einzatszahl; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Mei 1941) mit Eichenlaub (11 April 1944) und Schwerter (26 Januari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 30 Oktober 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI

Mantan Menteri Persenjataan dan Produksi Perang Nazi Albert Speer menyempatkan diri untuk menulis di dalam ruang tahanan


Dalam foto ini jagoan U-boat Erich Topp masih berpangkat Oberleutnant zur See serta di kemejanya tergantung tambang kecil yang dinamakan schützenschnur




Sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus selebriti, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen") mendapat tugas tambahan selain dari memimpin unitnya bertempur melawan pilot-pilot Inggris: menandatangani foto untuk para penggemar dan membalas surat-surat dari para pengagum yang datang! Foto ini memperlihatkan Wick saat baru saja menandatangani foto semacam ini, yang bergambar ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 yang dipilotinya


Sumber :

Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
www.asisbiz.com
www.deutsches-afrikakorps.blogspot.com
www.deutschesheer.de
www.forum.axishistory.com
www.german-uboats.com
www.norgeslexi.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wiener.co.uk

No comments: