Tuesday, October 19, 2010

Koleksi Ratusan Foto Berwarna Dari LIFE Karya Hugo Jaeger (Fotografer Pribadi Hitler)

Perhelatan Reichsparteitag ke-9 yang diadakan di Nürnberg tahun dari tanggal 6-13 September 1937. Tiga orang di sebelah kiri yang berdiri di podium adalah, dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler, ReichsarbeitsführerKonstantin Hierl, dan Reichsleiter Wilhelm Frick. Duduk baris depan, dari kiri ke kanan: ? , Reichsleiter Martin Bormann, Reichsleiter Dr. Robert Ley (mengenakan seragam kehormatan RAD-Ehrenoberstarbeitsführer), Reichsminister Dr. Joseph Goebbels (cuma kelihatan mulut, hidung, dan celana hitamnya saja), Reichsleiter Franz-Xaver Schwarz, Reichsleiter Alfred Rosenberg, SS-Obergruppenführer Walter Buch, SA-Stabschef Viktor Lutze, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Reichsleiter Max Amann, dan SS-Obergruppenführer Philipp Bouhler (terpotong). Dua orang yang duduk di baris kedua paling kanan adalah, dari kiri ke kanan: Gauleiter Karl Röver dan Gauleiter Dr.rer.pol. Alfred Meyer. Lima orang yang duduk di baris kedua sebelah tengah, dari kiri ke kanan: Gauleiter Franz Schwede-Coburg, Gauleiter Josef Bürckel (nengok ke arah Hitler), Gauleiter Martin Mutschmann, Gauleiter Adolf Wagner, dan Gauleiter Hinrich Lohse (ngintip janda mandi melalui teropong). Kita juga bisa melihat SS-Brigadeführer Christian Weber (perwira gendut berpakaian hitam SS yang berdiri ketujuh dari kanan, di belakang perwira Polizei); SS-Oberführer Alfred Berndt (perwira berpakaian hitam SS yang berdiri di tengah, di sebelah perwira Luftwaffe); dan perwira SA yang duduk persis di atas Gauleiter Meyer adalah SA-Gruppenführer Otto Schramme


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di Heldenplatz (Wina/Austria) pada tanggal 16 Maret 1938 dan memperlihatkan upacara Vereidigung (pengambilan sumpah) sekaligus penyatuan anggota kepolisian Austria ke dalam satuan polisi Jerman. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf-Friedrich Kuntzen (perwira di Oberkommando des Heeres), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), komandan kepolisian Austria yang tidak diketahui namanya, SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), tidak diketahui, SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Deutschen Polizei)



 Kota Napoli (Naples) di Italia yang semarak dengan simbol-simbol Fasis/Nazi selama berlangsungnya kunjungan pemimpin Jerman Adolf Hitler bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938


 90 buah kapal selam Regia Marina (Angkatan Laut Italia) secara serentak menyembulkan diri dari air dalam acara peragaan tempur untuk menyambut kunjungan Adolf Hitler ke kota pelabuhan Napoli (Naples) tanggal 5 Mei 1938. Pemimpin Italia Benito Mussolini berusaha mati-matian untuk memberikan kesan keperkasaan angkatan perang negaranya kepada tamunya dari Jerman, karena dia sendiri dibuat terkagum-kagum melihat mesin perang Nazi saat melakukan kunjungan ke negara tersebut beberapa waktu sebelumnya. Setelah kunjungan ini hubungan Italia makin dekat dengan Jerman, dan Mussolini berusaha memindahkan tatacara militer "Prusia" ke angkatan perangnya. Dia juga untuk pertama kalinya menerapkan hukum rasial terhadap orang-orang Yahudi


 Gauleiter und SS-Gruppenführer Ernst Wilhelm Bohle (Chef der Auslandsorganisation der NSDAP) saat menyaksikan acara peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia) untuk menyambut kunjungan Adolf Hitler ke kota pelabuhan Napoli (Naples) tanggal 5 Mei 1938


 Adolf Hitler dan Benito Mussolini mengawasi dengan seksama latihan perang yang dilakukan oleh Regio Esercito (Angkatan Darat Italia) dalam acara kunjungan pemimpin Jerman tersebut ke Italia bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938



Para petinggi pihak Poros bersantai di pinggir danau Santa Marinella, utara kota Roma, tak lama setelah makan siang dan pertemuan tingkat tinggi antara Hitler dan Mussolini yang merupakan salah satu acara dalam kunjungan Hitler ke Italia tahun 1938. Foto di atas diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger tanggal 8 Mei 1938 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan (foto pertama): Raja Viktor Emmanuel, Heinrich Himmler, Hans Frank, Rudolf Hess, Adolf Hitler, Joachim von Ribbentrop, Eugen Dollmann, Benito Mussolini, dan Dino Alfieri


 Kota Firenze (Florence) di Italia yang semarak dengan pawai festival selama berlangsungnya kunjungan pemimpin Jerman Adolf Hitler bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938


   Dengan wajah tanpa ekspresi, Benito Mussolini berkendara di mobil terbuka bersama dengan Adolf Hitler di Firenze (Florence), di hari terakhir kunjungan kenegaraan Hitler ke Italia tanggal 9 Mei 1938. Tampang sang diktator Jerman sendiri terlihat berseri-seri karena beberapa bulan sebelumnya dia telah mencaplok Austria tanpa pertumpahan darah (Maret 1938). Meskipun Jerman dan Italia adalah sekutu dekat, Hitler tidak terlalu sering pergi ke Italia. Dia pernah melakukan kunjungan ke Venezia selama beberapa hari bulan Mei 1934 dan bertemu dengan Mussolini disana. Pada bulan Mei 1938 Hitler berada di Italia selama seminggu. Disana dia mengunjungi Roma, Napoli dan Firenze. Di Roma dia bertemu dengan Mussolini dan Raja Viktor Emmanuel. Hitler juga menyempatkan diri untuk berwisata ke Palazzo del Quirinale, Palazzo Venezia dan Pantheon. Hitler dan Mussolini lalu bertemu lagi di Celah Brenner (perbatasan Austria dan Italia) tahun 1940. Pada tahun 1943 Hitler berada di Italia lagi untuk melakukan pertemuan dengan Mussolini di Feltre


Lautan bendera swastika berkibar dalam sebuah festival Nazi di Innsbruck, Austria. Foto oleh Hugo Jaeger. Adalah Adolf Hitler yang pertama kali mempunyai ide untuk menggunakan simbol swastika sebagai lambang NSDAP (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei). Setelah berbagai percobaan, dia menulis dalam Mein Kampf: "Aku telah menemukan proporsi yang tepat antara ukuran bendera dengan ukuran lingkaran putihnya, juga bentuk dan ketebalan dari swastika" 


 Perdana Menteri Prancis Edouard Daladier bersama dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dalam sebuah sedan kap terbuka di Münich, Jerman, tanggal 29 September 1938, selama berlangsungnya konferensi untuk membahas aneksasi Jerman terhadap sebagian wilayah Cekoslowakia di perbatasan yang dihuni oleh orang-orang Jerman (yang dinamakan sebagai Sudetenland). Perwira SS yang berdiri di belakang Göring adalah SS-Hauptsturmführer Peter Hogl (Stellvertreter des Kommandoführer Johann Rattenhuber in der RSD, Reichssicherheitsdienst)
 


Sudetenland selama berlangsungnya pendudukan pasukan Jerman tahun 1938. Wilayah yang masuk bagian negara Cekoslowakia ini dihuni mayoritas oleh etnik Jerman, dan Hitler memanfaatkannya sebagai bagian dari politik Lebensraum (Ruang Hidup) yang dianutnya. Kombinasi dari kepintaran diplomasi, ketepatan momentum, keberuntungan dan pasifnya Sekutu membuat wilayah ini jatuh ke tangan Jerman bulan Oktober 1938


Para petinggi Nazi Jerman berkumpul di depan sebuah bunker bekas Cekoslowakia di Sudetenland pada saat berlangsungnya Anschluss dengan Jerman tahun 1938. Tiga orang yang sedang ngadu huntu, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Karl Wolff (SS-Gruppenführer), dan Walter Hewel (diplomat Jerman). Hewel pernah bertugas di Jawa sebagai "Wirtschaftsstellenleiter der AO-Ortsgruppe Bandung" periode 1930-1937! BTW, di latar belakang yang memakai SS-Führermantel hitam tampaknya adalah Reinhard Heydrich


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (memegang rokok) bersama dengan Reichsstatthalter Franz Ritter von Epp (memegang sarung tangan) di Sudetenland tahun 1938. Von Schobert adalah jenderal aktif sementara Von Epp hanyalah Charakter als General der Infanterie. "Charakter als" maksudnya adalah "charakterisierter Dienstgrad" (pangkat bertanda/khusus). Bila ada seorang perwira yang dipromosikan seperti ini, berarti dia boleh menggunakan pangkat barunya serta insignia yang diperlukan, hanya saja tidak menerima gaji selayaknya pangkat baru yang seharusnya tersebut berlaku


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (kedua dari kiri) dan Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp (keempat dari kiri) berkumpul di sebuah bekas bunker Cekoslowakia di Sudetenland. Seorang modeller bernama Kim Hyun membuat sebuah miniatur bunker yang sama DISINI. Silakan anda menilai apakah mirip atau tidak!


Seorang perwira Heer yang tidak diketahui namanya berpose di depan sebuah bekas bunker Cekoslowakia di Sudetenland. Bunker ini (dan banyak lagi kubu pertahanan lainnya) dibangun oleh militer Cekoslowakia demi mengantisipasi konflik yang terjadi dengan Jerman apabila masalah perebutan Sudetenland berujung menjadi perang. Ternyata semua bunker-bunker ini sia-sia belaka, karena Jerman menganeksasi Sudetenland (dan kemudian seluruh Cekoslowakia) tanpa mengeluarkan peluru sebutirpun!


Reichsstatthalter Franz Ritter von Epp mengenakan seragam kehormatan (Charakter als) General der Infanterie Heer selama berlangsungnya invasi Jerman atas Sudetenland. Epp adalah seorang perwira di Kekaisaran Jerman di awal abad ke-20, yang menanjak karirnya di zaman Nazi menjadi Reichsstatthalter dari Bavaria, sebuah posisi pemimpin daerah yang mempunyai kekuasaan otonomi khusus, semacam diktator lokal


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps) di Sudetenland bulan Oktober 1938. Nantinya dia akan terbunuh di Front Timur saat pesawat ringan Fieseler Storch yang ditumpanginya mendarat di lapangan ranjau Soviet tanggal 12 September 1941. Pangkat terakhirnya adalah Generaloberst. Foto oleh Hugo Jaeger


General der Infanterie (pangkat kehormatan) Franz Ritter von Epp dalam kunjungan ke Sudetenland tahun 1938, tak lama setelah bersatunya kembali wilayah tersebut dengan Third Reich. Medali yang tergantung di jaketnya adalah Militär-Max-Joseph-Orden dari Bavaria, yang dianugerahkan kepadanya tanggal 23 Juni 1916. Ini membuat namanya ditambahi embel-embel "Ritter" yang merupakan gelar kebangsawanan Bavaria


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp bersama dengan Oberbürgermeister Passau mengadakan kunjungan ke kastil terbesar disana ketika Sudetenland bergabung dengan Jerman tahun 1938. Setelah saya ubek-ubek primbon buat mencari identitas sang Oberbürgermeister, saya dapati namanya adalah Max Moosbauer yang menjabat dari tahun 1933 sampai dengan 1945, persis sama dengan masa kekuasaan Nazi Jerman!


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp dikerubungi oleh para wanita lokal di Kastil Passau saat berlangsungnya pencaplokan Jerman atas Sudetenland bulan Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp (Reichsstatthalter in Bayern) berfoto bersama dengan Oberbürgermeister Passau yang bernama Max Moosbauer (2 Maret 1892 - 10 November 1968) pada saat berlangsungnya pencaplokan Jerman atas Sudetenland bulan Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht

Kendaraan staff Nazi memasuki wilayah Sudetenland dengan mendapat penyambutan meriah dari warga setempat, lengkap dengan salam Nazi dan bendera Swastika yang terhampar dimana-mana, Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht



Pengucapan sumpah setia prajurit SS baru yang rutin diselenggarakan di Feldherrnhalle, Münich, tanggal 9 November 1938


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII.Armeekorps) menjabat tangan Julius "Frankenführer" Streicher (Gauleiter Franken) di depan Braunes Haus di Münich dalam upacara peringatan percobaan kudeta Nazi (Münich Putsch) tanggal 9 November 1938



Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato dalam upacara peringatan percobaan kudeta Nazi (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Löwenbräukeller tanggal 8 atau 9 November 1938. Löwenbräukeller terletak di Nymphenburgerstrasse No.2 di Stiglmaier Plaza (Münich). "Aula Bir Singa" ini biasa digunakan sebagai lokasi utama peringatan Münich Putsch yang biasa diselenggarakan tiap tanggal 8-9 November. Sebenarnya lokasi asli kudeta tahun 1923 adalah bangunan di sebelahnya, Bürgerbräukeller, tapi setelah peristiwa pemboman di tahun 1939 maka tempat tersebut dianggap tak dapat digunakan lagi
 

Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Lowenbraukeller, Münich, tanggal 8 atau 9 November 1938. Terlihat di foto ini selain Hitler adalah Robert Ley (kedua dari kanan) dan Ulrich Graf (kanan)


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Lowenbraukeller, Münich, tanggal 9 November 1938. Duduk di depan dari kiri ke kanan: Baldur von Schirach, Franz Ritter von Epp, Hans Frank, Walter Buch dan Franz Xaver Schwarz. Di balik kepala Schirach kita bisa melihat Josef Grohé. Juga terlihat Karl Röver, Karl Fiehler, Wilhelm Ohnesorge, Wilhelm Koppe


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938. Dalam foto bawah, dari kiri ke kanan (dimulai dari emak-emak): Frau Scholtz-Klink, Baldur Von Schirach, SS-Obergruppenführer August Heissmeyer, Gauleiter Franz Schwede, Generalmajor Hermann Reinecke (? wajahnya mirip banget tapi saya bingung soalnya dia baru diangkat jadi Generalmajor tanggal 1 Januari 1939!), dan Gauleiter Hartmann Lauterbacher


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938. Gauleiter Münich Adolf Wagner memberikan salam penghormatan


Jenderal Friedrich Fromm meletakkan karangan bunga di Monumen Kehormatan (sebelumnya dikenal dengan nama Feldherrnhalle dalam upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938. Di bawah, dari kiri ke kanan: Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Reichsleiter Alfred Rosenberg (Beauftragter des Führers für die Überwachung der gesamten geistigen und weltanschaulichen Schulung und Erziehung der NSDAP), NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein, Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII.Armeekorps), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Oberbefehlshaber Luftflotte 3). Orang yang memegang bendera (Blutfahne atau Bendera Darah) adalah SS-Obersturmbannführer Jakob Grimminger (Stab der 1. SS-Standarte in München und Stab des SS-Oberabschnitt Süd). Foto oleh Hugo Jaeger



Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938. Baris depan: Dr. Friedrich Weber, Hermann Göring, Adolf Hitler, Ulrich Graf dan Hermann Kriebel. Baris belakang: Max Sasselmann, Dr. Walter Schultze, Alfred Rosenberg, Arno Schickdanz, Philipp Bouhler dan Max Amann. Ingat! seragam coklat ini bukanlah seragam SA melainkan Alte Kampfer (para pemegang Blutorden). Ulrich Graf bahkan memakai pita lengan SS

Para pejabat tinggi Nazi dalam upacara penghormatan untuk mengenang Münich Putsch tanggal 9 November 1938. Kita bisa melihat Heinrich Himmler (panglima SS), Eugen Ritter von Schobert (stahlhelm, Generaloberst) dan Adolf Hühnlein (berbaju coklat, kepala NSKK)


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memagai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)


Adolf Hitler dan si cantik Inge Ley, istri dari Robert Ley pemimpin Front Buruh Jerman (DAF, Deutsche Arbeitsfront). Kalau anda tahu seperti apa "bentuk" Robert Ley, pasti anda akan menyebut pasangan suami istri ini sebagai beauty and the bemo!


Dalam foto jepretan fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger ini, Martin Bormann mengenakan seragam kebesarannya dalam sebuah resepsi yang diselenggarakan oleh Partai Nazi di Führerbau tanggal 25 Februari 1939. Dia bergabung dengan NSDAP tanggal 17 Februari 1927 dan mempunyai nomor keanggotaan 60 508. Selain itu Bormann juga menjadi anggota SS, hanya saja untuk nomor keanggotaannya ada sedikit perbedaan: SS-Dienstalterliste tertanggal 1 Desember 1937 menyebutkannya sebagai nomor 278 267, sementara di SS-Dienstalterliste tertanggal 9 November 1944 telah merubahnya menjadi "nomor cantik" 555!


SS-Gruppenführer Julius Schaub - ajudan pribadi Hitler dengan jabatan resmi "Persönlicher Adjutant des Führers" - mengenakan pakaian 'SS Grosser Gesellschaftanzug' dalam sebuah acara malam resepsi Partai Nazi yang diselenggarakan di gedung Führerbau, Münich, pada tanggal 25 Februari 1939. Tuxedo (atau pakaian formal petinggi SS untuk acara resmi) yang dia kenakan terdiri dari sebuah jaket hitam pendek dengan kerah besar berwarna hitam yang terbuat dari bahan sutera. Kancingnya mempunyai desain khusus yang dilengkapi dengan runik SS di bagian depan. Insignia-insignia yang tampak dalam foto ini diantaranya adalah: lencana dada khusus berlambang tengkorak, armband Swastika, Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP, tanda pangkat di kerah yang terbuat dari jalinan benang alumunium perak, tambang perak perwira SS, rompi linen hitam dengan kerah lebar dan tiga atau empat kancing perak, kemeja dalam putih dengan kerah bersayap dan dasi kupu-kupu, serta celana kain panjang bergaris alumunium putih di pinggir yang dipadukan dengan sepatu hitam. Sebagai tambahan penggunaan di luar ruangan, tersedia pula jubah hitam panjang dengan penjepit metal berwarna putih yang disertai rantai kecil. Jubah ini dilengkapi dengan bordiran Elang SS selebar 17,5 mm di bagian kiri. Foto diambil oleh Hugo Jaeger

 Adolf Hitler berpose santai sambil duduk di teras rumah peristirahatannya di Berghof Obersalberg akhir tahun 1930-an. Dia mengenakan seragam coklat Führer und Reichskanzler yang hanya dikenakannya periode 1933-1939. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadinya Hugo Jaeger



 


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939 (sumber lain menyebutkan bahwa nama kapal perangnya adalah Tirpitz, tapi itu salah beibeh!). Acaranya sendiri adalah penganugerahan Marschallstab (Tongkat Marsekal) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kanan Hitler berdiri Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Kemungkinan besar laksamana Kriegsmarine yang berdiri paling depan di sebelah kiri adalah Konteradmiral Günther Lütjens (Führer der Torpedoboote), sementara yang memberi hormat militer di tengah sementara lainnya hormat Nazi (biar greget!) adalah Vizeadmiral Wilhelm Marschall (Befehlshaber der Panzerschiffe), dan ketiga dari kanan (dengan janggut putih) adalah Admiral Rolf Carls (Kommandierender Admiral Marinestation der Ostsee)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)


 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)  memberi selamat pada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tempatnya adalah di atas kapal Scharnhorst yang sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939


Foto yang diambil oleh Hugo Jaeger ini diambil di Berlin pada saat demonstrasi militer Wehrmacht untuk merayakan ulangtahun Adolf Hitler (Führergeburtstag) yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Para Fahnenträger (Pembawa Bendera) di atas berasal dari Infanterie-Regiment 102 yang pada saat itu dipimpin oleh Oberst Stephan Rittau (pangkat terakhir Generalleutnant)



  Foto yang diambil oleh Hugo Jaeger ini diambil di Berlin pada saat demonstrasi militer Wehrmacht untuk merayakan ulangtahun Adolf Hitler (Führergeburtstag) yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Para Fahnenträger (Pembawa Bendera) di atas berasal dari berbagai unit Wehrmacht yang membawa panji-panji kebesaran unit mereka. Fahnenträger mudah dikenali dari ringkragen (gorget) yang mereka kenakan, yang dipadukan dengan lencana khusus di lengan, Waffenrock (seragam parade) dan selempang yang sekaligus berfungsi sebagai dudukan tiang bendera. Tambang Schützenschnur (marksmanship lanyard) adalah sebagai bukti bahwa mereka telah lulus dari tes ketepatan menembak dengan senapan


Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan otomotif Porsche) mempersembahkan sebuah Volkswagen Beetle convertibel sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939. menemani di samping Hitler adalah Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront). Mereka kemudian bersama-sama melihat-lihat brosur "mobil rakyat" tersebut. Di ulang tahun sebelumnya (20 April 1938), Dr. Porsche telah mempersembahkan miniatur VW Beetle kepada Hitler


 SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“) mencoba mobil Volkswagen Beetle convertibel yang dipersembahkan oleh Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan otomotif Porsche) sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939


Acara ulang tahun Adolf Hitler tanggal 20 April 1939. Disini dia bersama dengan kedua orang sekretarisnya, Gerda Christian (nee Daranowsky) di kiri dan Christa Schroeder di kanan. Ajudan di sebelah kiri tampaknya adalah Heinz Linge. Perhatikan wajah sang Führer, tampaknya dia butuh bercukur!


Perayaan ulang tahun ke-50 Adolf Hitler yang diselenggarakan secara besar-besaran tanggal 20 April 1939 di seluruh Jerman. Dalam foto jepretan Hugo jaeger ini, sang Führer sedang menerima tamu-tamunya yang berkunjung dalam resepsi malam di Berlin. Dari kiri ke kanan: Hitler, Dr. Karl Brandt (dokter pribadi Hitler), Heinrich Hoffmann (berjabat tangan, fotografer pribadi Hitler), Max Wünsche (masih berpangkat SS-Untersturmführer), dan Dr. Theodor Morell (antri salaman, dokter pribadi Hitler yang lain). Uniknya, Wünsche mempunyai tanggal lahir yang sama (20 April) dengan Führer-nya!


Adolf Hitler (memakai topi Arbeitsfront) bersama dengan Inge Ley di atas kapal KDF Robert Ley dalam pelayaran perdananya tahun 1939


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Hitler) di Mooslahnerkopf Teehaus di Obersalzberg tahun 1939, dan wanita yang nyengeh saat Hitler minum teh dan menyantap cemilannya adalah Gertrud Deetz, istri dari Albert Forster (Gauleiter Danzig). Dalam beberapa sumber dia sering disalahidentifikasikan sebagai Herta Schneider, Maria "Mitzi" Reiter, atau bahkan Eva Braun! Yang paling kiri adalah Theodor Morell, dokter pribadi Hitler


Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. General der Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein) sedang menunjukkan dimana lokasi WC umum berada. Di kiri dan kanan Hitler berdiri dua orang kepercayaannya: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht) dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)


 Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht.), SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)



Upacara pemakaman kenegaraan untuk Hugo Bruckmann (13 Oktober 1863 - 3 September 1941) yang diselenggarakan di Münich pada tanggal 6 September 1941. Bruckmann dan istrinya, Elsa, adalah salah satu pendukung setia Hitler di masa awal eksistensi partai Nazi, dan merekalah yang berjasa membawa sang calon diktator ke kalangan atas Münich yang membuatnya menerima sokongan dana yang begitu besar. Pengaruh pribadinya terhadap Hitler, dalam beberapa hal, telah "berjasa" dalam menurunkan pengaruh politik terhadap lingkungan intelektual Jerman (sebagai contoh: rencana pemboykotan buku-buku hasil karya keturunan Yahudi dari perpustakaan di seluruh Jerman berhasil digagalkan oleh Bruckmann)



Upacara pemakaman kenegaraan untuk Hugo Bruckmann (13 Oktober 1863 - 3 September 1941), penerbit media yang menjadi penyokong setia Hitler dari masa sebelum naiknya ke puncak kekuasaan, yang dilaksanakan pada tanggal 6 September 1941. Perwira SS yang berdiri persis di belakang ibu-ibu yang berduka adalah SS-Brigadeführer Leopold Gutterer (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), sementara baris belakang di belakang Gutterer adalah, dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer Anton Vogler, SS-Obergruppenführer Friedrich "Karl" Freiherr von Eberstein, dua orang jenderal Heer tak dikenal, SS-Brigadeführer Hans Dauser, SA-Obergruppenführer Ludwig Siebert, SS-Obergruppenführer Karl Fiehler (kepalanya nongol di bawah lengan yang terangkat di belakang Gutterer), Reichsstatthalter Franz Xaver Ritter von Epp (memakai seragam partai berwarna coklat), dan SA-Obergruppenführer Hans-Georg Hofmann

 Masih dalam acara pemakaman Hugo Bruckmann, disini terlihat Ordenskissen (bantal berisi medali) miliknya. Atas tengah: Golden Party Badge (Goldenes Parteiabzeichen), baris pertama di kiri: Order of the Iron Crown (Orden der Eisernen Krone, Austria), baris pertama tengah dan kanan: Order of the Crown of Italy (Ordine della Corona d'Italia) Grand Officers'/Commanders' neck cross and Knight's Cross, baris kedua di kiri: tak diketahui, baris kedua di tengah: tampaknya Grand Officers' Cross of the aforementioned Italian order, baris kedua di kanan: Membership badge of the National Senate for Culture (Reichskultursenat)


Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann, SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler



Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff; ? (sedikit tertutup oleh Bormann); Reichsleiter Martin Bormann; Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp; Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Duduk baris depan dari kanan ke kiri: Reichspressechef Otto Dietrich dan Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha. Sekarang masuk ke tribun belakang: SS-Brigadeführer yang duduk tepat di atas kepala von Sachsen-Coburg und Gotha sambil menatap ke kamera adalah Franz Breithaupt; Jenderal Heer yang duduk di atas di antara Raeder dan Hitler adalah charakter als Generalmajor und SA-Obergruppenführer Hans Georg Hofmann; Perwira yang duduk tepat di muka wajah von Behr adalah SA-Obergruppenführer und Reichskriegsoperferführer Hanns Oberlindober


 Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Duduk di depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie a.D. Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (veteran Perang Dunia I), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Befehlshaber Wehrkreis IX), SA-Obergruppenführer Willy Marschler (Ministerpräsident Thüringen), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Duduk di baris belakang: SS-Brigadeführer und General der Waffen-SS Franz Breithaupt (SS Standortführer in SS-Hauptamt), SS-Oberführer tak dikenal, SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), veteran Perang Dunia I tak dikenal, SA-Obergruppenführer Adolf Heinz Beckerle (Führer SA-Gruppe Hessen), dan SS-Gruppenführer Walter Schmitt (Chef SS-Personalkanzlei in SS-Hauptamt)


 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Wehrmacht) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, April 1939. Pada tanggal 3 April 1946, dalam kesaksian di tribun militer internasional di Nürnberg, Keitel berkomentar mengenai dugaan keanggotaanya di partai Nazi: "Hitler mempersembahkan Pin Partai Emas ini kepada saya bulan April 1939, bersamaan waktunya dengan Panglima AD Jenderal von Brauchitsch. Führer mengatakan bahwa itu sebagai penghargaan atas keberhasilan Jerman mencaplok Cekoslowakia. Pin emas tersebut mempunyai ukiran "16 dan 17 Maret" di dalamnya. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, tanggal 20 Maret 1939. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memberikan salam hormat saat lantunan lagu kebangsaan menggunakan Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang dipegangnya. Ini adalah "hak khusus" bagi para perwira tinggi Jerman dengan pangkat Marsekal atau Laksamana Besar yang membedakannya dengan jenderal biasa (perhatikan perbedaan dengan jenderal Luftwaffe dan jenderal Italia di latar belakang yang melakukan hormat "standar"!). Hanya ada dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat Großadmiral: Erich Raeder dan Karl Dönitz, karenanya hanya dua Admiralstab yang dibuat. Bentuknya hampir sama dengan Marschalstab yang diberikan pada 25 orang Marsekal Wehrmacht (Heer dan Luftwaffe), hanya saja terdapat perbedaan mendasar: Garis velvet tongkat berwarna biru gelap, elang diganti dengan jangkar emas di bagian atas, serta adanya simbol jangkar emas yang sama di antara salib baja dan elang emas di badan tongkat



Legion Condor berbaris 3-3 di León, Spanyol, bulan Mei 1939. Foto ini diambil saat mereka mengadakan parade perpisahan pada penduduk kota tersebut sebelum berangkat pulang ke Jerman. Seragam yang mereka kenakan bukanlah seragam Wehrmacht atau Luftwaffe melainkan seragam AB Spanyol untuk menyamarkan keterlibatan langsung Jerman dalam kancah perang saudara yang berlangsung di negeri tersebut


Komandan Legion Condor, Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen, menginspeksi pasukannya dengan diiringi oleh perwira Angkatan Udara Nasionalis Spanyol, bulan Mei 1939. Perwira yang memakai seragam biru langit di sebelah kiri adalah Alfredo Kindelán (13 Maret 1879 - 14 Desember 1962) yang merupakan Panglima AU Spanyol, sementara yang melambaikan tangan tidak lain adalah Francisco Franco sendiri (4 Desember 1892 - 20 November 1975), pemimpin Nasionalis Spanyol yang dibantu habis-habisan oleh Hitler dan Mussolini dalam Perang Saudara melawan kaum Republik. Di belakang Kindelán mengikuti Major i.G. Hans Seidemann (Chef des Stabes Legion Condor). Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di León, Spanyol, dimana Legion Condor mengadakan parade perpisahan pada penduduk kota tersebut



Para personil Legion Condor dalam upacara di Spanyol, Mei 1939
Prajurit Legion Condor dengan tenda-tenda bermotif loreng kamuflase. kemungkinan besar di Spanyol, Mei 1939

Prajurit Legion Condor bersama dengan tentara Spanyol keturunan Arab Maroko, Mei 1939. Kemungkinan besar tempatnya di Spanyol


Kapal yang penuh sesak membawa Legion Condor meninggalkan Spanyol, Mei 1939



Prajurit Legion Condor meninggalkan Spanyol, Mei 1939

Upacara penghormatan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert tak ketinggalan ikut menghadiri upacara penyambutan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939. Dia adalah Kommandierender General VII. Armeekorps (Befehlshaber im Wehrkreis VII) periode 4 Februari 1938 - 31 Januari 1940


Para delegasi negara asing menyaksikan parade Legion Condor di Berlin, 6 Juni 1939. Jenderal Jerman yang berada di ujung kiri podium adalah General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (pangkat terakhir Generaloberst) yang nantinya terbunuh dalam kecelakaan pesawat di medan perang Front Timur tanggal 12 September 1941 saat Fieseler Storch yang ditumpanginya mendarat di atas ladang ranjau Rusia. Sang pilot, Hauptmann Suwalek, juga ikut terbunuh


Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler baru saja tiba di lokasi upacara dan langsung disambut oleh para pejabat yang berkepentingan. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshaber Göring), Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (Befehlshaber der Legion Condor), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3). Yang menjadi supir di sebelah Hitler adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka. Legion Condor adalah pasukan "sukarelawan" Jerman (utamanya Luftwaffe) yang diterjunkan membela kaum Nasionalis pimpinan diktator Franco dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939)


Adolf Hitler memberikan salam kehormatan dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di kanan adalah ajudan Hitler dari Heer (Angkatan Darat): Hauptmann Gerhard Engel dan Major Rudolf Schmundt


Adolf Hitler saat baru tiba dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di kanan adalah ajudan Hitler dari Heer dan SS: Hauptmann Gerhard Engel dan SS-Gruppenführer Julius Schaub


Adolf Hitler dan para petinggi Nazi tiba di lokasi upacara

Legion Condor berparade di depan Adolf Hitler yang berdiri di tribun kehormatan

Salah satu "pengisi acara" dalam upacara penghormatan untuk Legion Condor. Instrumen di atas (yang biasa dikenal sebagai "Jingling Johnnie" oleh orang Inggris) namanya adalah "Schellenbaum", sedangkan bendera yang ditambahkan di dalamnya dinamakan dengan "Schellenbaumflagge"Adolf Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor. Seperti biasa, saya akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner; sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di medan pertempuran Spanyol

Para anggota Legion Condor membawa plakat yang berisikan nama-nama mereka yang telah gugur dalam perang saudara di Spanyol



Prajurit Legion Condor memakai medali Spanyol

Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring berpidato di hadapan para anggota Legion CondorKomandan terakhir Legion Condor, Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir: Generalfeldmarschall). Dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Manfred von Richthofen, jagoan udara paling top dalam Perang Dunia Pertama

Dua orang dedengkot Nazi dalam upacara penghormatan terhadap Legion Condor: Paling depan dengan seragam putih adalah Robert Ley, sedangkan di belakangnya yang memakai kacamata cengdem (goceng adem) adalah Martin Bormann


Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan menyambut kepulangan Legion Condor yang diadakan di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger



Adolf Hitler saat baru tiba di Haus der Deutschen Kunst dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Sebagai supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka yang setia menemaninya sampai tahun 1945


SS-Obersturmführer Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Di paling kiri adalah ajudan Hitler lainnya SS-Gruppenführer Julius Schaub, sementara di belakangnya (memakai seragam Gauleiter) adalah Adolf Wagner, Gauleiter München-Oberbayern dari tahun 1929 sampai dengan kematiannya di tahun 1944. Foto diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger


 


 



 
 
Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) adalah sebuah pameran akbar para seniman Jerman yang diselenggarakan di Münich tanggal 14-16 Juli 1939 . Acara ini memberikan kesempatan pada mesin propaganda Nasional Sosialis untuk menunjukkan pada dunia kebesaran Jerman dalam segala bidang, utamanya kesenian


Persiapan sebelum acara parade kemenangan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Puing-puing reruntuhan bangunan bekas pemboman sebelumnya masih jelas terlihat


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai stahlhelm, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)



Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk militer melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya, diikuti oleh Einheits-PKW (mobil penumpang standar). Tampaknya kendaraan-kendaraan ini telah mendapat tambahan cat kamuflase dua warna abu-abu coklat, juga kinclong mengkilat seperti baru keluar dari pabrik (perintah untuk menggunakan kamuflase abu-abu seluruhnya baru diberlakukan setelah berakhirnya penguasaan Prancis tahun 1940). Disini pula kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang melakukan parade. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Perhatikan bahwa senjata-senjata anti-tank ini dicat abu-abu lapangan sehingga warnanya "menyatu" dengan warna bannya! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler



General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee) berbincang-bincang dengan atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), di Rijsoord (Ridderkerk/Belanda) selama berlangsungnya perundingan penyerahan negara penjajah Indonesia tersebut ke tangan Jerman tanggal 15 Mei 1940. Lokasi penyerahan berada di dalam bangunan sebuah sekolah (yang kini menjadi musium) dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Henri Winkelman. Foto oleh Hugo Jaeger


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) berbicara dengan jenderal Prancis Henri-Fernand Dentz di Place de la Concorde di hari jatuhnya Paris ke tangan Jerman, 14 Juni 1940. Di sebelah kanan Von Bock adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps, membelakangi kamera), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Para jenderal yang hadir dalam acara ini: 1) General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps); 2) General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee); 3) Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B); 4) General der Artillerie Emil Leeb? (Chef des Heereswaffenamt OKH); 5) Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B); dan 6) Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee). Orang yang memakai pakaian sipil di antara mereka adalah Wakil Konsul Italia di Paris, Gustavo Orlandini. Dua orang perwira di kiri bukanlah jenderal meskipun mereka mengenakan strip merah di celananya, karena strip merah ini untuk menandakan anggota staff dan bukannya pasukan tempur


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Paling kiri adalah Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), sementara yang paling dekat dengan kamera adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Para perwira tinggi Wehrmacht di Arc de Triomphe dalam parade kemenangan Jerman di Paris tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), perwira Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), perwira Heer, General der Artillerie Walter Heitz (Kommandierender General VIII.Armeekorps), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), jenderal Luftwaffe tak dikenal, dan sisanya dua orang perwira staff Heer tak dikenal


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan kemungkinan Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Foto karya Hugo Jaeger ini diambil di pinggir jalan yang berada 20km dari kota Paris (Prancis) pada tanggal 15-16 Juni 1940. Rambu yang berada di belakang Von Lehndorff-Steinort menandakan adanya persimpangan di dekat tempat tersebut



Generalleutnant Hans von Salmuth (kanan) menyambut kedatangan General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres) di Versailles dalam rangka inspeksi Heeresgruppe B tak lama setelah perjanjian perdamaian antara Prancis dengan Jerman, Juni 1940


Generaloberst Fedor von Bock (pangkat terakhir Generalfeldmarschall) bersama dengan para staffnya di Compiegne tak lama setelah pengumuman menyerahnya Prancis di tangan Jerman tanggal 21 Juni 1940. Paling kanan adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (pangkat terakhir Generaloberst)



Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 1942


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 1942. Adolf Hitler datang ke lokasi upacara dengan diiringi oleh Martin Bormann (kiri), Karl Jesko von Puttkamer (belakang Bormann) dan Hans Rattenhuber (persis di belakang Hitler)


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 1942. Jenazah sang NSKK-Korpsführer kini sedang disemayamkan, dengan dikelilingi oleh penjaga kehormatan. Bila anda perhatikan dengan cermat, dalam beberapa foto di atas formasi penjaganya ternyata berubah! Perlu diketahui bahwa sebelum Hitler datang ke lokasi, penjaga kehormatannya adalah perwira-perwira berpangkat menengah, sementara saat Hitler telah tiba maka mereka digantikan dengan perwira-perwira tinggi


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 1942. Disini Hitler memimpin para petinggi Nazi memberi salam hormat di depan peti jenazah Hühnlein. Para penjaga kehormatan, di bagian kanan tampak NSKK-Obergruppenführer August Prohl dan di belakangnya berturut-turut adalah Gauleiter August Eigruber dan Gauleiter Hartmann Lauterbacher. Di barisan kiri paling belakang, kemungkinan besar adalah HJ-Obergebietsführer Kurt Petter. Para perwira tinggi ini pula yang mengiringi peti jenazah ke lokasi pemakaman


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Mei 1942. Dari kiri ke kanan: Kurt Daluege, Max Amann, Robert Ley, Heinrich Himmler, Viktor Lutze, Konstantin Hierl dan Bernard Rust. Perwira NSKK yang berdiri paling depan adalah Joseph Seydel. Dalam foto bawah (yang memperlihatkan Felderrnhalle) kita bisa melihat NSKK-Obergruppenführer Karl Offermann persis di belakang Ley, sementara di belakang Offermann berdiri NSKK-Obergruppenführer Nikolaus Eiden yang mengenakan topi visor NSKK masa perang. Di antara Daluege dan Amann juga nongol NSKK-Obergruppenführer Erwin Kraus yang menggantikan Hühnlein sebagai NSKK-Korpsführer



 Foto jepretan Hugo Jaeger ini memperlihatkan para tawanan perang Jerman (kebanyakan bekas anggota Afrikakorps) hasil repatriasi yang baru tiba di negara mereka setelah menjalani proses pertukaran tawanan perang dengan Inggris, 1943. Konvensi Jenewa memberikan ketentuan tentang repatriasi (pemulangan kembali) semua tawanan perang bahkan saat permusuhan masih berlangsung. Pada tahun 1939-1945 ketentuan ini hanya berlaku bagi tawanan yang menderita sakit atau cacat. Mayoritas dari 40.000 orang prajurit Inggris - yang ditawan oleh Jerman antara tahun 1939 dan 1940 - baru mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program pertukaran tawanan perang hanya setelah ratusan ribu prajurit Poros digaruk oleh Sekutu di Tunisia bulan Mei 1943. Negosiasi untuk hal ini sendiri sebenarnya telah diusahakan oleh Palang Merah Internasional dari akhir tahun 1940, hanya saja belum menemukan momentumnya yang tepat seperti tahun 1943. Pertukaran tawanan pertama antara kedua negara berlangsung bulan Oktober 1943


 Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan) dari SA-Obergruppenführer Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern) yang diselenggarakan tanggal 27 April 1944. Baris depan, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Dr.jur. Wilhelm Frick (Reichsprotektor Böhmen und Mähren); Reichsleiter Karl Fiehler (Oberbürgermeister München); Reichsleiter Alfred Rosenberg (Reichsminister fur die besetzten Ostgebiete); Reichsleiter Max Amann (Präsident der Reichspressekammer); Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl (Reichsminister ohne Portfolio), SS-Obergruppenführer Walter Buch (Leiter des Obersten Parteigerichts München); dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei). Baris kedua, dari kiri ke kanan: NSKK-Korpsführer Erwin Kraus; SS-Obergruppenführer Otto Dietrich; Gauleiter Fritz Wächtler; NSFK-Korpsführer Alfred Keller; dan Gauleiter Erich Koch


Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Schöning, peraih Ritterkreuz dan Eichenlaub dari Füsilier-Regiment "Feldherrnhalle". Daftar lengkap medali yang diraihnya: Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (707.) sebagai Major der Reserve dan Führer Panzergrenadier-Regiment 66/13.Panzer-Division/IX.SS-Gebirgs-Korps/Heeresgruppe Süd, Budapest (21 Januari 1945); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major der Reserve dan komandan I.Bataillon/Füsilier-Regiment (mot.) “Feldherrnhalle”/246.Infanterie-Division/VI.Armee-Korps/3.Panzer-Armee/Heeresgruppe Mitte, Front Timur (7 Februari 1944); Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942); Ehrenblatt-Spange des Heeres (16 Oktober 1942); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (12 Agustus 1941); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (11 Juli 1940); Nahkampfspange I. Stufe (Bronze); Infanterie-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen; Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942); Ordinul “Mihai Viteazul” 3.klasse (31 Maret 1943); dan Wehrmacht-Dienstauszeichnungen


Leutnant der Reserve Herbert Berger. Menerima Ritterkreuz tanggal 12 Maret 1944 sebagai Oberfeldwebel der Reserve dan Zugführer (komandan peleton) di 10.Kompanie/Grenadier-Regiment (motorisiert) "Feldherrnhalle". Medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II klasse (28 Juni 1940), Eisernes Kreuz I klasse (25 September 1941), Verwundetenabzeichen in Silber, Nahkampfspange in Silber, Infanterie-Sturmabzeichen, Ostmedaille, dan Deutsches Kreuz in Gold (20 November 1942)


 Seorang prajurit tidak dikenal dari Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle", difoto pada tahun 1944. Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler) ini, sang prajurit muda mengenakan pita Eisernes Kreuz II.Klasse, medali Eisernes Kreuz I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Schwarz, serta HJ-Abzeichen. Di lengannya terpasang chevron Gefreiter dan juga ärmelstreifen "Feldherrnhalle" berwarna coklat. Dia mengenakan seragam wol M43 dan juga einheitsfeldmütze M43 di kepalanya. Seperti semua anggota unit ini lainnya, schulterklappen di bahunya memajang logo Feldherrnhalle yang disematkan di bagian tengah


Fregattenkapitän Viktor Oehrn, jagoan U-boat yang menerima Ritterkreuz tanggal 21 Oktober 1940 sebagai Kapitänleutnant dan komandan U-37. Ini adalah sebuah hadiah ulang tahun terindah, karena Oehrn lahir pada tanggal 21 Oktober 1907, persis 33 tahun sebelumnya! Selama karirnya, dia berhasil menenggelamkan 24 kapal (104.846 ton) dan merusakkan 1 kapal (9.494 ton)


Sumber :
www.life.time.com