Tuesday, October 19, 2010

Foto Berwarna karya Hugo Jaeger (Fotografer Pribadi Hitler)

 Hugo Jaeger (18 Januari 1900 - 1 Januari 1970) adalah salah satu dari mantan fotografer pribadi Adolf Hitler di masa kekuasaan Nazi Jerman, seperti halnya Heinrich Hoffmann dan Walter Frentz. Dia menghabiskan waktu bepergian bersama dengan sang Führer dari tahun 1936 s/d 1944, dan mengambil tidak kurang dari 2.000 foto berwarna yang berkaitan dengan sang diktator beserta hal-hal lainnya. Jaeger juga menjadi salah satu dari sangat sedikit fotografer di masa itu yang menggunakan kamera film berwarna, yang masih langka material serta studio yang memprosesnya. Saat Perang Dunia II mendekati akhirnya di tahun 1945, Jaeger menyembunyikan koleksi fotonya yang berharga dalam sebuah koper kulit. Dalam perjalanan, dia dihadang oleh prajurit-prajurit Amerika yang berjaga di pos pemeriksaan. Jaeger sudah merasa sangat ketakutan karena menyadari bahwa dia membawa foto-foto dari orang nomor satu yang paling dicari di Jerman pada saat itu, tapi untunglah perhatian prajurit-prajurit Amerika yang memeriksanya teralihkan oleh sebotol Cognac yang ikut dibawanya, yang kemudian mereka buka dan membaginya bersama Jaeger! Sang fotografer kawakan kemudian menyimpan hasil karyanya di dalam 12 buah toples kaca, dan menguburkannya di luar Münich. Beberapa kali dia datang kembali ke tempat yang sama selama beberapa tahun kemudian, demi memastikan bahwa foto-foto itu masih berada disana. Pada tahun 1955 akhirnya dia memutuskan untuk memindahkan koleksinya yang berharga di sebuah tempat penyimpanan khusus di bank. Pada tahun 1965, dia menjual seluruh hasil karyanya ke majalah LIFE

--------------------------------------------------------------------

- 1937 -


Perhelatan Reichsparteitag ke-9 yang diadakan di Nürnberg tahun dari tanggal 6-13 September 1937. Tiga orang di sebelah kiri yang berdiri di podium adalah, dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler, Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl, dan Reichsleiter Wilhelm Frick. Duduk baris depan, dari kiri ke kanan: ? , Reichsleiter Martin Bormann, Reichsleiter Dr. Robert Ley (mengenakan seragam kehormatan RAD-Ehrenoberstarbeitsführer), Reichsminister Dr. Joseph Goebbels (cuma kelihatan mulut, hidung, dan celana hitamnya saja), Reichsleiter Franz-Xaver Schwarz, Reichsleiter Alfred Rosenberg, SS-Obergruppenführer Walter Buch, SA-Stabschef Viktor Lutze, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Reichsleiter Max Amann, dan SS-Obergruppenführer Philipp Bouhler (terpotong). Dua orang yang duduk di baris kedua paling kanan adalah, dari kiri ke kanan: Gauleiter Karl Röver dan Gauleiter Dr.rer.pol. Alfred Meyer. Lima orang yang duduk di baris kedua sebelah tengah, dari kiri ke kanan: Gauleiter Franz Schwede-Coburg, Gauleiter Josef Bürckel (nengok ke arah Hitler), Gauleiter Martin Mutschmann, Gauleiter Adolf Wagner, dan Gauleiter Hinrich Lohse (ngintip janda mandi melalui teropong). Kita juga bisa melihat SS-Brigadeführer Christian Weber (perwira gendut berpakaian hitam SS yang berdiri ketujuh dari kanan, di belakang perwira Polizei); SS-Oberführer Alfred Berndt (perwira berpakaian hitam SS yang berdiri di tengah, di sebelah perwira Luftwaffe); dan perwira SA yang duduk persis di atas Gauleiter Meyer adalah SA-Gruppenführer Otto Schramme



Dari kiri ke kanan: Max Sesselmann, Theodor Kuhn, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Gauleiter Adolf Wagner (di belakang), Prof.Dr. Walter Schultze, dan Heinrich Himmler. Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 9 November 1937, pada saat berlangsungnya Peringatan Beer Hall Putsch yang ke-14. Orang-orang inilah yang berbaris bersama dengan Adolf Hitler menuju Feldherrnhalle (Münich) dalam kudeta yang gagal tahun 1923. Setiap tahunnya mereka akan mereka ulang perjalanan tersebut, dengan semuanya memakai seragam coklat SA

--------------------------------------------------------------------

- 1938 -

 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di Heldenplatz (Wina/Austria) pada tanggal 16 Maret 1938 dan memperlihatkan upacara Vereidigung (pengambilan sumpah) sekaligus penyatuan anggota kepolisian Austria ke dalam satuan polisi Jerman. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Adolf-Friedrich Kuntzen (perwira di Oberkommando des Heeres), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), komandan kepolisian Austria yang tidak diketahui namanya, SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), tidak diketahui, SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Deutschen Polizei)


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 7 April 1938, dan memperlihatkan saat SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichsstatthalter der Ostmark) yang sedang berpidato dalam acara peletakan batu pertama Reichsautobahn 26 di Walserberg, Salzburg, yang menghubungkan antara Münich (Bavaria) dengan Salzburg di Austria. Rencananya jalan tol ini akan diperpanjang sampai dengan kota Linz dan Wina, tapi Perang Dunia II keburu pecah sehingga proyek raksasa ini pun menjadi terbengkalai dan kemudian diberhentikan sama sekali pada tahun 1942, saat panjangnya baru mencapai 12,5 kilometer. Di belakang Seyss-Inquart berdiri Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), yang diikuti oleh SA-Gruppenführer Hermann Schäfer (Leiter Reichsautozug Deutschland)



 Kota Napoli (Naples) di Italia yang semarak dengan simbol-simbol Fasis/Nazi selama berlangsungnya kunjungan pemimpin Jerman Adolf Hitler bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938


 90 buah kapal selam Regia Marina (Angkatan Laut Italia) secara serentak menyembulkan diri dari air dalam acara peragaan tempur untuk menyambut kunjungan Adolf Hitler ke kota pelabuhan Napoli (Naples) tanggal 5 Mei 1938. Pemimpin Italia Benito Mussolini berusaha mati-matian untuk memberikan kesan keperkasaan angkatan perang negaranya kepada tamunya dari Jerman, karena dia sendiri dibuat terkagum-kagum melihat mesin perang Nazi saat melakukan kunjungan ke negara tersebut beberapa waktu sebelumnya. Setelah kunjungan ini hubungan Italia makin dekat dengan Jerman, dan Mussolini berusaha memindahkan tatacara militer "Prusia" ke angkatan perangnya. Dia juga untuk pertama kalinya menerapkan hukum rasial terhadap orang-orang Yahudi


 Gauleiter und SS-Gruppenführer Ernst Wilhelm Bohle (Chef der Auslandsorganisation der NSDAP) saat menyaksikan acara peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia) untuk menyambut kunjungan Adolf Hitler ke kota pelabuhan Napoli (Naples) tanggal 5 Mei 1938


 Adolf Hitler dan Benito Mussolini mengawasi dengan seksama latihan perang yang dilakukan oleh Regio Esercito (Angkatan Darat Italia) dalam acara kunjungan pemimpin Jerman tersebut ke Italia bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938



Para petinggi pihak Poros bersantai di pinggir danau Santa Marinella, utara kota Roma, tak lama setelah makan siang dan pertemuan tingkat tinggi antara Hitler dan Mussolini yang merupakan salah satu acara dalam kunjungan Hitler ke Italia tahun 1938. Foto di atas diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger tanggal 8 Mei 1938 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan (foto pertama): Raja Viktor Emmanuel, Heinrich Himmler, Hans Frank, Rudolf Hess, Adolf Hitler, Joachim von Ribbentrop, Eugen Dollmann, Benito Mussolini, dan Dino Alfieri


 Kota Firenze (Florence) di Italia yang semarak dengan pawai festival selama berlangsungnya kunjungan pemimpin Jerman Adolf Hitler bulan Mei 1938. Sang Führer mengadakan kunjungan kenegaraan ke Roma tanggal 3-9 Mei 1939. Pada tanggal 5 Mei dia berangkat ke Napoli untuk menyaksikan peragaan tempur Regia Marina (Angkatan Laut Italia), dan tanggal 6 keesokan paginya dia kembali ke Roma. Sebelum pulang ke Berlin, Hitler menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Firenze (Florence) tanggal 9 Mei 1938


   Dengan wajah tanpa ekspresi, Benito Mussolini berkendara di mobil terbuka bersama dengan Adolf Hitler di Firenze (Florence), di hari terakhir kunjungan kenegaraan Hitler ke Italia tanggal 9 Mei 1938. Tampang sang diktator Jerman sendiri terlihat berseri-seri karena beberapa bulan sebelumnya dia telah mencaplok Austria tanpa pertumpahan darah (Maret 1938). Meskipun Jerman dan Italia adalah sekutu dekat, Hitler tidak terlalu sering pergi ke Italia. Dia pernah melakukan kunjungan ke Venezia selama beberapa hari bulan Mei 1934 dan bertemu dengan Mussolini disana. Pada bulan Mei 1938 Hitler berada di Italia selama seminggu. Disana dia mengunjungi Roma, Napoli dan Firenze. Di Roma dia bertemu dengan Mussolini dan Raja Viktor Emmanuel. Hitler juga menyempatkan diri untuk berwisata ke Palazzo del Quirinale, Palazzo Venezia dan Pantheon. Hitler dan Mussolini lalu bertemu lagi di Celah Brenner (perbatasan Austria dan Italia) tahun 1940. Pada tahun 1943 Hitler berada di Italia lagi untuk melakukan pertemuan dengan Mussolini di Feltre


Lautan bendera swastika berkibar dalam sebuah festival Nazi di Innsbruck, Austria. Foto oleh Hugo Jaeger. Adalah Adolf Hitler yang pertama kali mempunyai ide untuk menggunakan simbol swastika sebagai lambang NSDAP (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei). Setelah berbagai percobaan, dia menulis dalam Mein Kampf: "Aku telah menemukan proporsi yang tepat antara ukuran bendera dengan ukuran lingkaran putihnya, juga bentuk dan ketebalan dari swastika" 


 Perdana Menteri Prancis Edouard Daladier bersama dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dalam sebuah sedan kap terbuka di Münich, Jerman, tanggal 29 September 1938, selama berlangsungnya konferensi untuk membahas aneksasi Jerman terhadap sebagian wilayah Cekoslowakia di perbatasan yang dihuni oleh orang-orang Jerman (yang dinamakan sebagai Sudetenland). Perwira SS yang berdiri di belakang Göring adalah SS-Hauptsturmführer Peter Hogl (Stellvertreter des Kommandoführer Johann Rattenhuber in der RSD, Reichssicherheitsdienst)


 Dari kiri ke kanan: Robert Ley (Reichsorganisationsleiter der NSDAP), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia), Il Duce Benito Mussolini (Diktator Italia), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Charakter als General der Infanterie Karl Ritter von Prager. Yang terakhir adalah pensiunan Angkatan Darat Jerman yang mengenakan seragam kehormatan Oberst Infanterie-Regiment 19. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 29 September 1938 oleh Hugo Jaeger, fotografer pribadi Hitler, pada saat berlangsungnya Konferensi Münich. Hitler dan para petinggi Nazi lainnya menyambut kedatangan Mussolini di Hauptbahnhof, dan sekarang mereka sedang berjalan menyusuri Bahnhofsvorplatz yang beralamat di Bayerstraße 12. Di latar belakang di sebelah kiri kita bisa melihat bangunan Bayerpost yang kini beralih fungsi menjadi hotel dengan nama Sofitel München

 

Sudetenland selama berlangsungnya pendudukan pasukan Jerman tahun 1938. Wilayah yang masuk bagian negara Cekoslowakia ini dihuni mayoritas oleh etnik Jerman, dan Hitler memanfaatkannya sebagai bagian dari politik Lebensraum (Ruang Hidup) yang dianutnya. Kombinasi dari kepintaran diplomasi, ketepatan momentum, keberuntungan dan pasifnya Sekutu membuat wilayah ini jatuh ke tangan Jerman bulan Oktober 1938


Para petinggi Nazi Jerman berkumpul di depan sebuah bunker bekas Cekoslowakia di Sudetenland pada saat berlangsungnya Anschluss dengan Jerman tahun 1938. Tiga orang yang sedang ngadu huntu, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Karl Wolff (SS-Gruppenführer), dan Walter Hewel (diplomat Jerman). Hewel pernah bertugas di Jawa sebagai "Wirtschaftsstellenleiter der AO-Ortsgruppe Bandung" periode 1930-1937! BTW, di latar belakang yang memakai SS-Führermantel hitam tampaknya adalah Reinhard Heydrich


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (memegang rokok) bersama dengan Reichsstatthalter Franz Ritter von Epp (memegang sarung tangan) di Sudetenland tahun 1938. Von Schobert adalah jenderal aktif sementara Von Epp hanyalah Charakter als General der Infanterie. "Charakter als" maksudnya adalah "charakterisierter Dienstgrad" (pangkat bertanda/khusus). Bila ada seorang perwira yang dipromosikan seperti ini, berarti dia boleh menggunakan pangkat barunya serta insignia yang diperlukan, hanya saja tidak menerima gaji selayaknya pangkat baru yang seharusnya tersebut berlaku


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (kedua dari kiri) dan Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp (keempat dari kiri) berkumpul di sebuah bekas bunker Cekoslowakia di Sudetenland. Seorang modeller bernama Kim Hyun membuat sebuah miniatur bunker yang sama DISINI. Silakan anda menilai apakah mirip atau tidak!


Seorang perwira Heer yang tidak diketahui namanya berpose di depan sebuah bekas bunker Cekoslowakia di Sudetenland. Bunker ini (dan banyak lagi kubu pertahanan lainnya) dibangun oleh militer Cekoslowakia demi mengantisipasi konflik yang terjadi dengan Jerman apabila masalah perebutan Sudetenland berujung menjadi perang. Ternyata semua bunker-bunker ini sia-sia belaka, karena Jerman menganeksasi Sudetenland (dan kemudian seluruh Cekoslowakia) tanpa mengeluarkan peluru sebutirpun!


Reichsstatthalter Franz Ritter von Epp mengenakan seragam kehormatan (Charakter als) General der Infanterie Heer selama berlangsungnya invasi Jerman atas Sudetenland. Epp adalah seorang perwira di Kekaisaran Jerman di awal abad ke-20, yang menanjak karirnya di zaman Nazi menjadi Reichsstatthalter dari Bavaria, sebuah posisi pemimpin daerah yang mempunyai kekuasaan otonomi khusus, semacam diktator lokal


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps) di Sudetenland bulan Oktober 1938. Nantinya dia akan terbunuh di Front Timur saat pesawat ringan Fieseler Storch yang ditumpanginya mendarat di lapangan ranjau Soviet tanggal 12 September 1941. Pangkat terakhirnya adalah Generaloberst. Foto oleh Hugo Jaeger


General der Infanterie (pangkat kehormatan) Franz Ritter von Epp dalam kunjungan ke Sudetenland tahun 1938, tak lama setelah bersatunya kembali wilayah tersebut dengan Third Reich. Medali yang tergantung di jaketnya adalah Militär-Max-Joseph-Orden dari Bavaria, yang dianugerahkan kepadanya tanggal 23 Juni 1916. Ini membuat namanya ditambahi embel-embel "Ritter" yang merupakan gelar kebangsawanan Bavaria


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp bersama dengan Oberbürgermeister Passau mengadakan kunjungan ke kastil terbesar disana ketika Sudetenland bergabung dengan Jerman tahun 1938. Setelah saya ubek-ubek primbon buat mencari identitas sang Oberbürgermeister, saya dapati namanya adalah Max Moosbauer yang menjabat dari tahun 1933 sampai dengan 1945, persis sama dengan masa kekuasaan Nazi Jerman!


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp dikerubungi oleh para wanita lokal di Kastil Passau saat berlangsungnya pencaplokan Jerman atas Sudetenland bulan Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht


Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp (Reichsstatthalter in Bayern) berfoto bersama dengan Oberbürgermeister Passau yang bernama Max Moosbauer (2 Maret 1892 - 10 November 1968) pada saat berlangsungnya pencaplokan Jerman atas Sudetenland bulan Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht

Kendaraan staff Nazi memasuki wilayah Sudetenland dengan mendapat penyambutan meriah dari warga setempat, lengkap dengan salam Nazi dan bendera Swastika yang terhampar dimana-mana, Oktober 1938. Wilayah yang sebelumnya menjadi bagian dari Cekoslowakia tersebut dihuni sebagian besar oleh masyarakat etnis Jerman, dan mereka menyambut gembira pengambilalihan oleh pasukan Wehrmacht


 Foto hasil karya Hugo Jaeger yang dibuat pada tanggal 16 Oktober 1938 ini memperlihatkan sekelompok pejabat tinggi Nazi Jerman yang duduk di halaman sambil mendengarkan seorang pembicara - yang tidak terlihat oleh kamera - sedang berpidato, dalam acara ulang tahun ke-4 bangunan Deutsches Jagdmuseum (Musium Berburu Jerman) yang terletak di bagian sayap Schloss Nymphenburg (Istana Nymphenburg) di Münich, Bavaria. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Hans Dauser (Vorsitzender des Reichsausschusses für Wohnungs- und Siedlungswesen), SA-Obergruppenführer Ludwig Siebert (Bayerischer Ministerpräsident), Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan Karl Fiehler (Bürgermeister von München). Baris belakang dari kiri ke kanan: perwira SS tak dikenal, jenderal Luftwaffe tak dikenal, SA-Brigadeführer Max Köglmaier (Staatssekretär im bayerischen Innenministerium), dan perwira Polizei tak dikenal



Pengucapan sumpah setia prajurit SS baru yang rutin diselenggarakan di Feldherrnhalle, Münich, tanggal 9 November 1938


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII.Armeekorps) menjabat tangan Julius "Frankenführer" Streicher (Gauleiter Franken) di depan Braunes Haus di Münich dalam upacara peringatan percobaan kudeta Nazi (Münich Putsch) tanggal 9 November 1938



Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato dalam upacara peringatan percobaan kudeta Nazi (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Löwenbräukeller tanggal 8 atau 9 November 1938. Löwenbräukeller terletak di Nymphenburgerstrasse No.2 di Stiglmaier Plaza (Münich). "Aula Bir Singa" ini biasa digunakan sebagai lokasi utama peringatan Münich Putsch yang biasa diselenggarakan tiap tanggal 8-9 November. Sebenarnya lokasi asli kudeta tahun 1923 adalah bangunan di sebelahnya, Bürgerbräukeller, tapi setelah peristiwa pemboman di tahun 1939 maka tempat tersebut dianggap tak dapat digunakan lagi
 

Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Lowenbraukeller, Münich, tanggal 8 atau 9 November 1938. Terlihat di foto ini selain Hitler adalah Robert Ley (kedua dari kanan) dan Ulrich Graf (kanan)


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Lowenbraukeller, Münich, tanggal 9 November 1938. Duduk di depan dari kiri ke kanan: Baldur von Schirach, Franz Ritter von Epp, Hans Frank, Walter Buch dan Franz Xaver Schwarz. Di balik kepala Schirach kita bisa melihat Josef Grohé. Juga terlihat Karl Röver, Karl Fiehler, Wilhelm Ohnesorge, Wilhelm Koppe


 Reka ulang perjalanan dari Feldherrnhalle ke Königsplatz yang dilakukan oleh Führergruppe dalam peringatan Beer Hall Putsch (Kudeta Aula Bir) yang ke-15 di Münich, tanggal 9 November 1938. Rombongan Führergruppe (orang-orang di sekeliling Hitler yang merupakan veteran kudeta) diiringi pula oleh panglima-panglima tinggi Wehrmacht. Bapak-bapak gundul yang berjalan paling depan adalah Julius Streicher. Yang memegang Blutfahne (Bendera Darah) adalah Jakob Grimminger. Baris pertama di belakangnya, dari kiri ke kanan: Hans Streck, Theodor Kuhn (tertutup panji Swastika), Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Hermann Göring, Adolf Hitler, Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (tertutup oleh Blutfahne, Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), Ulrich Graf, Hermann Kriebel, dan Richard Kolb. Baris kedua di belakang Hitler: Max Sasselmann, Prof.Dr. Walter Schultze, Alfred Rosenberg, Gustav Schickedanz, dan Philipp Bouhler. Jenderal Luftwaffe Hugo Sperrle bisa kita lihat di belakang Sasselmann, sementara kepala ajudan Hitler, Wilhelm Brückner, adalah orang tinggi besar yang berjalan di belakang Streck


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938. Dalam foto bawah, dari kiri ke kanan (dimulai dari emak-emak): Frau Scholtz-Klink, Baldur Von Schirach, SS-Obergruppenführer August Heissmeyer, Gauleiter Franz Schwede, Generalmajor Hermann Reinecke (? wajahnya mirip banget tapi saya bingung soalnya dia baru diangkat jadi Generalmajor tanggal 1 Januari 1939!), dan Gauleiter Hartmann Lauterbacher


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938


Upacara di kompleks Pemakaman Utara di Münich dalam peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan tanggal 9 November 1938. Gauleiter Münich Adolf Wagner memberikan salam penghormatan


Jenderal Friedrich Fromm meletakkan karangan bunga di Monumen Kehormatan (sebelumnya dikenal dengan nama Feldherrnhalle dalam upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938. Di bawah, dari kiri ke kanan: Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Reichsleiter Alfred Rosenberg (Beauftragter des Führers für die Überwachung der gesamten geistigen und weltanschaulichen Schulung und Erziehung der NSDAP), NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein, Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII.Armeekorps), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Oberbefehlshaber Luftflotte 3). Orang yang memegang bendera (Blutfahne atau Bendera Darah) adalah SS-Obersturmbannführer Jakob Grimminger (Stab der 1. SS-Standarte in München und Stab des SS-Oberabschnitt Süd). Foto oleh Hugo Jaeger



Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938


Upacara peringatan percobaan kudeta Hitler (Münich Putsch) yang diselenggarakan di Münich tanggal 9 November 1938. Baris depan: Dr. Friedrich Weber, Hermann Göring, Adolf Hitler, Ulrich Graf dan Hermann Kriebel. Baris belakang: Max Sasselmann, Dr. Walter Schultze, Alfred Rosenberg, Arno Schickdanz, Philipp Bouhler dan Max Amann. Ingat! seragam coklat ini bukanlah seragam SA melainkan Alte Kampfer (para pemegang Blutorden). Ulrich Graf bahkan memakai pita lengan SS

Para pejabat tinggi Nazi dalam upacara penghormatan untuk mengenang Münich Putsch tanggal 9 November 1938. Kita bisa melihat Heinrich Himmler (panglima SS), Eugen Ritter von Schobert (stahlhelm, Generaloberst) dan Adolf Hühnlein (berbaju coklat, kepala NSKK)


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memagai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)

--------------------------------------------------------------------

- 1939 - 

Foto hasil karya Hugo Jaeger ini memperlihatkan acara resepsi para petinggi Nazi yang digelar pada malam minggu tanggal 25 Februari 1939 di Führerbau (Bangunan Führer), yang berlokasi di Arcisstrasse 12, Maxvorstadt, Münich. Menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichsstatthalter der Ostmark), Margarete Boden (istri Himmler), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei)


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) bersama dengan para kroninya dalam acara resepsi petinggi Nazi yang digelar pada malam minggu tanggal 25 Februari 1939 di Führerbau (Bangunan Führer), yang berlokasi di Arcisstrasse 12, Maxvorstadt, Münich. Di belakang kita bisa melihat Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers) yang sedang ngobrol santai dengan pilot wanita terkemuka Jerman pada saat itu, Hanna Reitsch. Orang yang berdiri sambil menghadap ke arah kanan di latar belakang adalah Franz Hofer (NSDAP-Gauleiter von Tirol-Vorarlberg), sementara perwira Sturmabteilung yang duduk paling kiri adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Schepmann (Kreishauptmann Dresden-Bautzen). Schepmann nantinya akan menggantikan posisi Viktor Lutze sebagai SA-Stabschef (Panglima SA) pada tahun 1943 setelah Lutze tewas dalam kecelakaan mobil


Adolf Hitler dan si cantik Inge Ley, istri dari Robert Ley pemimpin Front Buruh Jerman (DAF, Deutsche Arbeitsfront). Kalau anda tahu seperti apa "bentuk" Robert Ley, pasti anda akan menyebut pasangan suami istri ini sebagai beauty and the bemo!


Dalam foto jepretan fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger ini, Martin Bormann mengenakan seragam kebesarannya dalam sebuah resepsi yang diselenggarakan oleh Partai Nazi di Führerbau tanggal 25 Februari 1939. Dia bergabung dengan NSDAP tanggal 17 Februari 1927 dan mempunyai nomor keanggotaan 60 508. Selain itu Bormann juga menjadi anggota SS, hanya saja untuk nomor keanggotaannya ada sedikit perbedaan: SS-Dienstalterliste tertanggal 1 Desember 1937 menyebutkannya sebagai nomor 278 267, sementara di SS-Dienstalterliste tertanggal 9 November 1944 telah merubahnya menjadi "nomor cantik" 555!


SS-Gruppenführer Julius Schaub - ajudan pribadi Hitler dengan jabatan resmi "Persönlicher Adjutant des Führers" - mengenakan pakaian 'SS Grosser Gesellschaftanzug' dalam sebuah acara malam resepsi Partai Nazi yang diselenggarakan di gedung Führerbau, Münich, pada tanggal 25 Februari 1939. Tuxedo (atau pakaian formal petinggi SS untuk acara resmi) yang dia kenakan terdiri dari sebuah jaket hitam pendek dengan kerah besar berwarna hitam yang terbuat dari bahan sutera. Kancingnya mempunyai desain khusus yang dilengkapi dengan runik SS di bagian depan. Insignia-insignia yang tampak dalam foto ini diantaranya adalah: lencana dada khusus berlambang tengkorak, armband Swastika, Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP, tanda pangkat di kerah yang terbuat dari jalinan benang alumunium perak, tambang perak perwira SS, rompi linen hitam dengan kerah lebar dan tiga atau empat kancing perak, kemeja dalam putih dengan kerah bersayap dan dasi kupu-kupu, serta celana kain panjang bergaris alumunium putih di pinggir yang dipadukan dengan sepatu hitam. Sebagai tambahan penggunaan di luar ruangan, tersedia pula jubah hitam panjang dengan penjepit metal berwarna putih yang disertai rantai kecil. Jubah ini dilengkapi dengan bordiran Elang SS selebar 17,5 mm di bagian kiri. Foto diambil oleh Hugo Jaeger


SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichsstatthalter der Ostmark) terlihat elegan saat mengenakan setelan "SS Grosser Gesellschaftanzug" alias tuxedo khusus perwira SS. Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dalam acara resepsi para petinggi Nazi yang digelar pada malam minggu tanggal 25 Februari 1939 di Führerbau (Bangunan Führer), yang berlokasi di Arcisstrasse 12, Maxvorstadt, Münich. Bapak-bapak botak di latar belakang adalah SA-Obergruppenführer Max Luyken (Chef des Erziehungshauptamtes der Oberen SA-Führung). Di hari yang sama , Kepolisian Berlin mengeluarkan maklumat pada ketua komunitas Yahudi di kota tersebut untuk memberikan daftar nama 100 orang Yahudi setiap harinya, yang nantinya akan diperintahkan untuk meninggalkan Jerman dalam waktu dua minggu. Tak disebutkan apa yang terjadi apabila perintah tersebut tidak dipenuhi


 Adolf Hitler berpose santai sambil duduk di teras rumah peristirahatannya di Berghof Obersalberg akhir tahun 1930-an. Dia mengenakan seragam coklat Führer und Reichskanzler yang hanya dikenakannya periode 1933-1939. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadinya Hugo Jaeger


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyalami seorang laksamana Kriegsmarine tak dikenal (ya iya lah, mukanya aja nggak keliatan!), dalam acara kunjungan ke Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven, Niedersachsen, Jerman, tanggal 1 April 1939. Tujuannya kesana adalah untuk meresmikan peluncuran Schlachtschiff (kapal perang) Tirpitz, sekaligus penaikan pangkat luar biasa Panglima Kriegsmarine Erich Raeder, dari Generaladmiral menjadi Großadmiral. Dalam foto hasil jepretan Hugo Jaeger ini, laksamana Raeder terlihat sepotong wajahnya di sebelah kiri, sementara di belakang Hitler berdiri Marineoberbaudirektor Prof.Dipl.Ing. Hermann Burkhardt (Direktor Schiffbauressorts Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven)



 


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939 (sumber lain menyebutkan bahwa nama kapal perangnya adalah Tirpitz, tapi itu salah beibeh!). Acaranya sendiri adalah penganugerahan Marschallstab (Tongkat Marsekal) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kanan Hitler berdiri Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Kemungkinan besar laksamana Kriegsmarine yang berdiri paling depan di sebelah kiri adalah Konteradmiral Günther Lütjens (Führer der Torpedoboote), sementara yang memberi hormat militer di tengah sementara lainnya hormat Nazi (biar greget!) adalah Vizeadmiral Wilhelm Marschall (Befehlshaber der Panzerschiffe), dan ketiga dari kanan (dengan janggut putih) adalah Admiral Rolf Carls (Kommandierender Admiral Marinestation der Ostsee)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)


 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)  memberi selamat pada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tempatnya adalah di atas kapal Scharnhorst yang sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada saat kunjungan Hitler ke Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven, Niedersachsen, Jerman, tanggal 1 April 1939. Tujuannya kesana adalah untuk meresmikan peluncuran Schlachtschiff (kapal perang) Tirpitz, sekaligus penaikan pangkat luar biasa Panglima Kriegsmarine Erich Raeder, dari Generaladmiral menjadi Großadmiral. Disini sang Führer dan rombongan sedang berada di dek Schlachtschiff Tirpitz. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Marinehafenbaudirektor Karl Tiburtius (Hafenbaumeister Wilhelmshaven), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Admiral Alfred Saalwächter (Kommandierenden Admiral der Marinestation der Nordsee), dan Admiral Hermann Boehm (Flottenchef). Hal yang perlu menjadi perhatian: dalam foto ini, Marinehafenbaudirektor Tiburtius tampaknya memegang stik bilyard!



Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada waktu berlangsungnya latihan militer musim semi yang diselenggarakan di St.Pölten, Niederösterreich (60km sebelah barat Wina), pada tanggal 17 April 1939. Wilayah ini merupakan markas dari 4. leichte Division (nantinya berganti nama menjadi 9. Panzer-Division), unit yang dibentuk dari orang-orang Austria. Baris depan, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Chef des Stabes Stellvertreter der Führer), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalmajor Dr.jur. Alfred Ritter von Hubicki (Kommandeur 4. leichte Division)


Foto yang diambil oleh Hugo Jaeger ini diambil di Berlin pada saat demonstrasi militer Wehrmacht untuk merayakan ulangtahun Adolf Hitler (Führergeburtstag) yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Para Fahnenträger (Pembawa Bendera) di atas berasal dari Infanterie-Regiment 102 yang pada saat itu dipimpin oleh Oberst Stephan Rittau (pangkat terakhir Generalleutnant)



  Foto yang diambil oleh Hugo Jaeger ini diambil di Berlin pada saat demonstrasi militer Wehrmacht untuk merayakan ulangtahun Adolf Hitler (Führergeburtstag) yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Para Fahnenträger (Pembawa Bendera) di atas berasal dari berbagai unit Wehrmacht yang membawa panji-panji kebesaran unit mereka. Fahnenträger mudah dikenali dari ringkragen (gorget) yang mereka kenakan, yang dipadukan dengan lencana khusus di lengan, Waffenrock (seragam parade) dan selempang yang sekaligus berfungsi sebagai dudukan tiang bendera. Tambang Schützenschnur (marksmanship lanyard) adalah sebagai bukti bahwa mereka telah lulus dari tes ketepatan menembak dengan senapan


 Para jenderal dan laksamana Wehrmacht berdiri di tribun kehormatan dalam acara peringatan ulangtahun Adolf Hitler yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Sebagai identifikasinya: 1.Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), 2.General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chefs der Luftwehr), 3.Generalleutnant Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe), 4.Admiral Max Bastian (Präsident Reichsfürsorge- und Versorgungsgerichts der Wehrmacht), 5.Generalmajor Friedrich Fahnert (Höheren Kommandeur Luftnachrichtenschule Berlin), 6.Generalleutnant Walter Petzel (Inspekteur der Artillerie), 7.Generalmajor Hermann von Hanneken (Bevollmächtigter für Eisen- und Stahl auch zum Leiter der Hauptabteilung II Industrie), 8.Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeres-Gruppenkommando 5), dan 9.General der Flieger Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK). Foto ini dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger. Perhatikan bahwa Milch dan Stumpff sama-sama memakai Star of Yugoslavian Order of the Crown di dada!


Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan otomotif Porsche) mempersembahkan sebuah Volkswagen Beetle convertibel sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939. menemani di samping Hitler adalah Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront). Mereka kemudian bersama-sama melihat-lihat brosur "mobil rakyat" tersebut. Di ulang tahun sebelumnya (20 April 1938), Dr. Porsche telah mempersembahkan miniatur VW Beetle kepada Hitler


 SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“) mencoba mobil Volkswagen Beetle convertibel yang dipersembahkan oleh Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan otomotif Porsche) sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939


Acara ulang tahun Adolf Hitler tanggal 20 April 1939. Disini dia bersama dengan kedua orang sekretarisnya, Gerda Christian (nee Daranowsky) di kiri dan Christa Schroeder di kanan. Ajudan di sebelah kiri tampaknya adalah Heinz Linge. Perhatikan wajah sang Führer, tampaknya dia butuh bercukur!


Perayaan ulang tahun ke-50 Adolf Hitler yang diselenggarakan secara besar-besaran tanggal 20 April 1939 di seluruh Jerman. Dalam foto jepretan Hugo jaeger ini, sang Führer sedang menerima tamu-tamunya yang berkunjung dalam resepsi malam di Berlin. Dari kiri ke kanan: Hitler, Dr. Karl Brandt (dokter pribadi Hitler), Heinrich Hoffmann (berjabat tangan, fotografer pribadi Hitler), Max Wünsche (masih berpangkat SS-Untersturmführer), dan Dr. Theodor Morell (antri salaman, dokter pribadi Hitler yang lain). Uniknya, Wünsche mempunyai tanggal lahir yang sama (20 April) dengan Führer-nya!


Adolf Hitler (memakai topi Arbeitsfront) bersama dengan Inge Ley di atas kapal KDF Robert Ley dalam pelayaran perdananya tahun 1939


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Hitler) di Mooslahnerkopf Teehaus di Obersalzberg tahun 1939, dan wanita yang nyengeh saat Hitler minum teh dan menyantap cemilannya adalah Gertrud Deetz, istri dari Albert Forster (Gauleiter Danzig). Dalam beberapa sumber dia sering disalahidentifikasikan sebagai Herta Schneider, Maria "Mitzi" Reiter, atau bahkan Eva Braun! Yang paling kiri adalah Theodor Morell, dokter pribadi Hitler

Foto hasil karya Hugo Jaeger ini memperlihatkan sebagian dari para petinggi militer Jerman dan partai Nazi yang mendengarkan pidato Führer und Reichskanzler Adolf Hitler di sesi Reichstag, yang diadakan di Krolloper (Gedung Opera Kroll), Berlin, tanggal 28 April 1939. Dalam pidatonya, Hitler memberitahukan bahwa dia telah membatalkan pakta non-agresi Jerman dengan Polandia, sebagai balasan atas tuntutan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, yang meminta Hitler untuk memberi kejelasan atas posisi Jerman bila terjadi perang di daratan Eropa. Sebagai identifikasinya: 1.Kursi kosong milik Hitler, 2.Rudolf Hess (Reichsminister und "Stellvertreter des Führers"), 3.Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), 4.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 5.Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), 6.Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), 7.Konstantin von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 8.Dr. Wilhelm Ohnesorge (Reichspostminister), 9.Julius Dorpmüller (Reichsverkehrsminister), 10.Hans Frank (Reichsminister ohne Geschäftsbereich), 11.Franz Seldte (Reichsarbeitsminister), 12.Hanns Kerrl (Reichsminister für die kirchlichen Angelegenheiten), 13.Bernhard Rust (Reichsminister für Wissenschaft, Erziehung und Volksbildung), 14.Richard Walther Darré (Reichsminister für Ernährung und Landwirtschaft), 15.Franz Gürtner (Reichsjustizminister), 16.Walther Funk (Reichswirtschaftsminister und Reichsbankpräsident), 17.Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister der Finanzen), 18.Dr. Werner Kiewitz (Reichspräsidialrat in der Präsidialkanzlei des Führers und Reichskanzlers), 19.Ernst Freiherr von Weizsäcker (Staatssekretär des Auswärtigen Amtes), 20.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 21.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), 22.Otto Meissner (Chef der "Präsidialkanzlei des Führers"), 23.???24.Fritz Todt (Generalbevollmächtigter für die Regelung der Bauwirtschaft), 25.Albert Speer (Generalbauinspektor für die Reichshauptstadt), 26.Johannes "Hans" Pfundtner (Präsident Prüfungskommission für höhere Verwaltungsbeamte), 27.??? 28.August von Finck (Vorsitzender des Verwaltungsrates des Hauses der Deutschen Kunst), 29.Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), 30.Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Kriegsmarine-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 31.Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 32.Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan 33.???


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 1 Mei 1939, dan memperlihatkan saat Hitler menginspeksi pasukan kehormatan di halaman Reichskanzlei, Berlin. Inspeksi ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara penganugerahan panji penghargaan Nazi kepada pabrik dan perusahaan di Jerman yang dianggap berprestasi dalam membangun negara. Sebagai identifikasinya, foto bawah memperlihatkan dari kiri ke kanan: Walther Funk (Reichswirtschaftsminister und Reichsbankpräsident), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter DAF - Deutsche Arbeitsfront), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler), SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (SS-Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler)


Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. General der Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein) sedang menunjukkan dimana lokasi WC umum berada. Di kiri dan kanan Hitler berdiri dua orang kepercayaannya: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht) dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)


 Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht.), SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)


 Pada tanggal 2 Juni 1939 Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia melakukan kunjungan ke Jerman. Foto ini memperlihatkan saat sang Regen (kiri) berdiri bersama dengan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) di Ehrentribüne (tribun kehormatan), sambil menyaksikan demonstrasi udara Luftwaffe yang terbang di atas Tiergartenstraße, Berlin. Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang mengenakan selempang merah dan Grand Cross of the yugoslavian Order of the White Eagle. Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger


  Para pemimpin Jerman berkumpul di Ehrentribüne (tribun kehormatan) saat berlangsungnya demonstrasi udara Luftwaffe di Tiergartenstraße (Berlin) dalam rangka menyambut kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia tanggal 2 Juni 1939. Berdiri di baris depan dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Pangeran Regen Paul (terhalang oleh Göring), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan dua orang diplomat: Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor in Böhmen und Mähren) serta Ernst von Weizsäcker (Staatssekretär des Auswärtigen Amtes), yang merupakan ayah dari Presiden Federal Jerman Barat seusai perang, Richard von Weizsäcker. Kita dapat melihat dengan jelas Göring mengenakan selempang merah dan Grand Cross of the yugoslavian Order of the White Eagle. Raeder dan Von Neurath juga mengenakan selempang yang sama, sementara Von Brauchitsch mengenakan selempang biru dan Grand Cross of the Order of Yugoslavian Crown, serta Von Weizsäcker mengenakan Order of Saint Sava. Bagaimana dengan Hitler sendiri? Seperti biasa, dia tidak mau menerima medali asing dari tamu kenegaraan yang berkunjung ke Jerman...


Kondisi di jalan Unter den Linden, Berlin, pada saat berlangsungnya kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia, tanggal 2 Juni 1939. Terlihat bendera Jerman dan Yugoslavia berkibar saling berdampingan, sehingga menambah semaraknya suasana, yang sebelumnya telah dipenuhi oleh simbol-simbol Nazi dan Swastika. Foto ini dibuat oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Kondisi di Pariser Platz, Berlin, pada saat berlangsungnya kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia, tanggal 2 Juni 1939. Terlihat bendera Jerman dan Yugoslavia berkibar saling berdampingan, sehingga menambah semaraknya suasana, yang sebelumnya telah dipenuhi oleh simbol-simbol Nazi dan Swastika. Di tengah adalah Kantor Kementerian, sementara di sebelah kiri adalah Gedung Akademi Seni. Foto ini dibuat oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann, SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler



Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff; ? (sedikit tertutup oleh Bormann); Reichsleiter Martin Bormann; Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp; Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Duduk baris depan dari kanan ke kiri: Reichspressechef Otto Dietrich dan Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha. Sekarang masuk ke tribun belakang: SS-Brigadeführer yang duduk tepat di atas kepala von Sachsen-Coburg und Gotha sambil menatap ke kamera adalah Franz Breithaupt; Jenderal Heer yang duduk di atas di antara Raeder dan Hitler adalah charakter als Generalmajor und SA-Obergruppenführer Hans Georg Hofmann; Perwira yang duduk tepat di muka wajah von Behr adalah SA-Obergruppenführer und Reichskriegsoperferführer Hanns Oberlindober


 Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Duduk di depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie a.D. Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (veteran Perang Dunia I), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Befehlshaber Wehrkreis IX), SA-Obergruppenführer Willy Marschler (Ministerpräsident Thüringen), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Duduk di baris belakang: SS-Brigadeführer und General der Waffen-SS Franz Breithaupt (SS Standortführer in SS-Hauptamt), SS-Oberführer tak dikenal, SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), veteran Perang Dunia I tak dikenal, SA-Obergruppenführer Adolf Heinz Beckerle (Führer SA-Gruppe Hessen), dan SS-Gruppenführer Walter Schmitt (Chef SS-Personalkanzlei in SS-Hauptamt)


 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Wehrmacht) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, April 1939. Pada tanggal 3 April 1946, dalam kesaksian di tribun militer internasional di Nürnberg, Keitel berkomentar mengenai dugaan keanggotaanya di partai Nazi: "Hitler mempersembahkan Pin Partai Emas ini kepada saya bulan April 1939, bersamaan waktunya dengan Panglima AD Jenderal von Brauchitsch. Führer mengatakan bahwa itu sebagai penghargaan atas keberhasilan Jerman mencaplok Cekoslowakia. Pin emas tersebut mempunyai ukiran "16 dan 17 Maret" di dalamnya. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, tanggal 20 Maret 1939. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memberikan salam hormat saat lantunan lagu kebangsaan menggunakan Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang dipegangnya. Ini adalah "hak khusus" bagi para perwira tinggi Jerman dengan pangkat Marsekal atau Laksamana Besar yang membedakannya dengan jenderal biasa (perhatikan perbedaan dengan jenderal Luftwaffe dan jenderal Italia di latar belakang yang melakukan hormat "standar"!). Hanya ada dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat Großadmiral: Erich Raeder dan Karl Dönitz, karenanya hanya dua Admiralstab yang dibuat. Bentuknya hampir sama dengan Marschalstab yang diberikan pada 25 orang Marsekal Wehrmacht (Heer dan Luftwaffe), hanya saja terdapat perbedaan mendasar: Garis velvet tongkat berwarna biru gelap, elang diganti dengan jangkar emas di bagian atas, serta adanya simbol jangkar emas yang sama di antara salib baja dan elang emas di badan tongkat



Legion Condor berbaris 3-3 di León, Spanyol, bulan Mei 1939. Foto ini diambil saat mereka mengadakan parade perpisahan pada penduduk kota tersebut sebelum berangkat pulang ke Jerman. Seragam yang mereka kenakan bukanlah seragam Wehrmacht atau Luftwaffe melainkan seragam AB Spanyol untuk menyamarkan keterlibatan langsung Jerman dalam kancah perang saudara yang berlangsung di negeri tersebut


Komandan Legion Condor, Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen, menginspeksi pasukannya dengan diiringi oleh perwira Angkatan Udara Nasionalis Spanyol, bulan Mei 1939. Perwira yang memakai seragam biru langit di sebelah kiri adalah Alfredo Kindelán (13 Maret 1879 - 14 Desember 1962) yang merupakan Panglima AU Spanyol, sementara yang melambaikan tangan tidak lain adalah Francisco Franco sendiri (4 Desember 1892 - 20 November 1975), pemimpin Nasionalis Spanyol yang dibantu habis-habisan oleh Hitler dan Mussolini dalam Perang Saudara melawan kaum Republik. Di belakang Kindelán mengikuti Major i.G. Hans Seidemann (Chef des Stabes Legion Condor). Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di León, Spanyol, dimana Legion Condor mengadakan parade perpisahan pada penduduk kota tersebut



Para personil Legion Condor dalam upacara di Spanyol, Mei 1939



Prajurit Legion Condor dengan tenda-tenda bermotif loreng kamuflase. kemungkinan besar di Spanyol, Mei 1939



Prajurit Legion Condor bersama dengan tentara Spanyol keturunan Arab Maroko, Mei 1939. Kemungkinan besar tempatnya di Spanyol


Kapal yang penuh sesak membawa Legion Condor meninggalkan Spanyol, Mei 1939



Prajurit Legion Condor meninggalkan Spanyol, Mei 1939

Upacara penghormatan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939


General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert tak ketinggalan ikut menghadiri upacara penyambutan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Lustgarten, Berlin, pada tanggal 6 Juni 1939. Dia adalah Kommandierender General VII. Armeekorps (Befehlshaber im Wehrkreis VII) periode 4 Februari 1938 - 31 Januari 1940


Para delegasi negara asing menyaksikan parade Legion Condor di Berlin, 6 Juni 1939. Jenderal Jerman yang berada di ujung kiri podium adalah General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (pangkat terakhir Generaloberst) yang nantinya terbunuh dalam kecelakaan pesawat di medan perang Front Timur tanggal 12 September 1941 saat Fieseler Storch yang ditumpanginya mendarat di atas ladang ranjau Rusia. Sang pilot, Hauptmann Suwalek, juga ikut terbunuh


Para petinggi militer Jerman berdiri bersama dalam salah satu rangkaian upacara penyambutan Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Untuk identifikasinya: 1.Jenderal SS tak dikenal, 2.SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler), 3.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 4.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 4a.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), 5.General der Flieger Bernhard Kühl (Offizier z.b.V. des Reichsluftfahrtministerium und Oberbefehlshaber der Luftwaffe), 5a.Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef Ministeramts im Reichsluftfahrtministerium und Verbindungsoffizier Görings zu Hitler), 5b.Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef Wehrmachtsführungsamt), 6.General der Flieger Hugo Sperrle (mantan Komandan Legion Condor yang pertama), 7.SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chefadjutant Reichsführer-SS), 8.Generalleutnant Hubert Weise (Kommandierender General Luftgau-Kommando III), 9.Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), 10.Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei), 11.SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan 12.SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur "Leibstandarte SS Adolf Hitler")


Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler baru saja tiba di lokasi upacara dan langsung disambut oleh para pejabat yang berkepentingan. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshaber Göring), Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (Befehlshaber der Legion Condor), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3). Yang menjadi supir di sebelah Hitler adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka. Legion Condor adalah pasukan "sukarelawan" Jerman (utamanya Luftwaffe) yang diterjunkan membela kaum Nasionalis pimpinan diktator Franco dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939)


Adolf Hitler memberikan salam kehormatan dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di kanan adalah ajudan Hitler dari Heer (Angkatan Darat): Hauptmann Gerhard Engel dan Major Rudolf Schmundt


Adolf Hitler saat baru tiba dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di kanan adalah ajudan Hitler dari Heer dan SS: Hauptmann Gerhard Engel dan SS-Gruppenführer Julius Schaub


Adolf Hitler dan para petinggi Nazi tiba di lokasi upacara

Legion Condor berparade di depan Adolf Hitler yang berdiri di tribun kehormatan

Salah satu "pengisi acara" dalam upacara penghormatan untuk Legion Condor. Instrumen di atas (yang biasa dikenal sebagai "Jingling Johnnie" oleh orang Inggris) namanya adalah "Schellenbaum", sedangkan bendera yang ditambahkan di dalamnya dinamakan dengan "Schellenbaumflagge"Adolf Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor. Seperti biasa, saya akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner; sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di medan pertempuran Spanyol

Para anggota Legion Condor membawa plakat yang berisikan nama-nama mereka yang telah gugur dalam perang saudara di Spanyol



Prajurit Legion Condor memakai medali Spanyol

Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring berpidato di hadapan para anggota Legion Condor

 Komandan terakhir Legion Condor, Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir: Generalfeldmarschall). Dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Manfred von Richthofen, jagoan udara paling top dalam Perang Dunia Pertama

Dua orang dedengkot Nazi dalam upacara penghormatan terhadap Legion Condor: Paling depan dengan seragam putih adalah Robert Ley, sedangkan di belakangnya yang memakai kacamata cengdem (goceng adem) adalah Martin Bormann


Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan menyambut kepulangan Legion Condor yang diadakan di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger



Adolf Hitler saat baru tiba di Haus der Deutschen Kunst dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Sebagai supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka yang setia menemaninya sampai tahun 1945


SS-Obersturmführer Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Di paling kiri adalah ajudan Hitler lainnya SS-Gruppenführer Julius Schaub, sementara di belakangnya (memakai seragam Gauleiter) adalah Adolf Wagner, Gauleiter München-Oberbayern dari tahun 1929 sampai dengan kematiannya di tahun 1944. Foto diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger


 


 



 
 
Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) adalah sebuah pameran akbar para seniman Jerman yang diselenggarakan di Münich tanggal 14-16 Juli 1939 . Acara ini memberikan kesempatan pada mesin propaganda Nasional Sosialis untuk menunjukkan pada dunia kebesaran Jerman dalam segala bidang, utamanya kesenian


 Fotografer Hugo Jaeger mengabadikan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat sedang berada di sebuah landasan udara di Polandia, bulan September 1939. Jenderal Luftwaffe yang sedang berdiskusi dengannya adalah Generalmajor Hans Siburg (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 26). Di belakang Hitler berdiri SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler) dan SS-Obersturmbannführer Dr.med. Karl Brandt (Begleitarzt Führer und Reichskanzler). Sementara itu, yang sedang sibuk membuka peta di sebelah kiri adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah pesawat Focke-Wulf Condor 200A-0 (S-8 ) "Grenzmark" yang terparkir di landasan. Pesawat ini merupakan angkutan udara pribadi sang Führer. BTW, disini kita bisa melihat dua aspek dari Hitler yang jarang terlihat: penggunaan kaca pembesar saat membaca serta holster pistol Walther PPK di ikat pinggangnya!


 Salah satu dari tank milik Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division yang menjadi korban dalam pertempuran di sekitar Jalan Wolska, Distrik Wola, Warsawa (Polandia), pada tanggal 9 September 1939. Tank ringan dari jenis Panzerkampfwagen II ini terbakar hebat setelah jalan yang dilewatinya - yang dihalangi oleh puluhan drum berisi terpentin di sekelilingnya - kemudian disulut api oleh pasukan Polandia yang bertahan, yang dipimpin oleh Letnan Zdzisław Pacak-Kuźmirski (Komandan Kompi ke-8 / Resimen Infanteri ke-40). Hanya beberapa saat sebelumnya, anakbuah Letnan Pacak-Kuźmirski menemukan 100 drum terpentin di pabrik "Dobrolin" yang berdekatan. Dia lalu memerintahkan agar drum-drum berisi bahan yang mudah terbakar ini di dijejerkan di depan barikade yang dipasang oleh unitnya. Kebakaran yang kemudian terjadi begitu hebatnya, sehingga Gefechtsgruppe 2 - yang merupakan pasukan penyerang terdepan Jerman - bisa dikatakan musnah dalam peristiwa "pembantaian" yang berlangsung selama satu jam tersebut! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, yang mengabadikannya beberapa minggu kemudian setelah pasukan penyerbu Jerman menduduki Warsawa


Persiapan sebelum acara parade kemenangan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Puing-puing reruntuhan bangunan bekas pemboman sebelumnya masih jelas terlihat


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai stahlhelm, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)



Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk militer melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya, diikuti oleh Einheits-PKW (mobil penumpang standar). Tampaknya kendaraan-kendaraan ini telah mendapat tambahan cat kamuflase dua warna abu-abu coklat, juga kinclong mengkilat seperti baru keluar dari pabrik (perintah untuk menggunakan kamuflase abu-abu seluruhnya baru diberlakukan setelah berakhirnya penguasaan Prancis tahun 1940). Disini pula kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang melakukan parade. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Perhatikan bahwa senjata-senjata anti-tank ini dicat abu-abu lapangan sehingga warnanya "menyatu" dengan warna bannya! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler

--------------------------------------------------------------------
 
- 1940 -

Dari kiri ke kanan: Generaloberst Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Artillerie Albert Wodrig (Kommandierender General XXVI. Armeekorps), Major i.G. Hanns-Horst von Necker (Ia Erster Generalstabsoffizier 9. Panzer-Division), Major i.G. Siegfried Westphal (Ia Erster Generalstabsoffizier XXVI. Armeekorps), tidak diketahui, dan Generalleutnant Dr.jur. Alfred Ritter von Hubicki (Kommandeur 9. Panzer-Division). Tidak ada keterangan kapan foto hasil karya Hugo Jaeger ini diambil, tapi kemungkinan di akhir bulan April atau awal bulan Mei 1940, tak lama sebelum serbuan Jerman ke wilayah Barat


 Kedatangan delegasi militer Belanda - yang menaiki mobil Buick Special 1937 - ke lokasi perundingan dengan pihak Jerman di Rijksstraatweg, Rijsoord/Ridderkerk, tepatnya di bangunan Johannes Postschool, pada tanggal 14 Mei 1940. Foto hasil karya Hugo Jaeger ini memperlihatkan Panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Jenderal Henri Winkelman, yang baru turun dari mobil dan memberi hormat militer pada perwira Wehrmacht yang menyambutnya. Kedua dari kiri adalah supir pribadinya, Kopral Henk van der Pol. Di hari itu pihak Belanda mengajukan gencatan senjata kepada pasukan penyerbu Jerman. Keesokan harinya, tanggal 15 Mei 1940, Jenderal Winkelman menandatangani penyerahan seluruh pasukan Belanda, dan dengannya secara resmi negara tersebut diduduki oleh tentara Hitler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 15 Mei 1940, dan memperlihatkan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee) yang sedang memberikan laporan kepada atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), di depan Christelijke Lagere school yang terletak di Rijksstraatweg, Rijsoord/Ridderkerk, Belanda, tak lama setelah berakhirnya perundingan penyerahan negara penjajah nusantara tersebut ke tangan Jerman pada tanggal 14 Mei 1940. Lokasi penyerahan berada di dalam bangunan sebuah sekolah bernama Johannes Postschool, dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Henri Winkelman. Sekolah tersebut kini telah menjadi museum, lengkap dengan monumen yang bertuliskan: "Mereka yang mengacuhkan pertahanannya sama saja dengan mempertaruhkan kemerdekaannya"


 Unit Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) berjaga-jaga di sebuah jalan dengan latar belakang kincir angin di Rijsoord, Belanda, pada tanggal 15 Mei 1940. Di hari yang bersejarah itu pasukan Jerman secara resmi menguasai negara yang berada di bawah permukaan laut tersebut, setelah perwakilan militer Belanda menandatangani surat penyerahan di Rijsoord. Penguasaan oleh Nazi akan berlangsung sampai dengan tahun 1945, tahun berakhirnya Perang Dunia II di Eropa. Foto ini sendiri dibuat oleh Hugo Jaeger, salah satu fotografer pribadi Hitler yang ikut menemani pasukan Jerman dalam invasinya ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia dan Luxemburg) serta Prancis


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) berbicara dengan jenderal Prancis Henri-Fernand Dentz di Place de la Concorde di hari jatuhnya Paris ke tangan Jerman, 14 Juni 1940. Di sebelah kanan Von Bock adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps, membelakangi kamera), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Para jenderal yang hadir dalam acara ini: 1) General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps); 2) General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee); 3) Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B); 4) General der Artillerie Emil Leeb? (Chef des Heereswaffenamt OKH); 5) Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B); dan 6) Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee). Orang yang memakai pakaian sipil di antara mereka adalah Wakil Konsul Italia di Paris, Gustavo Orlandini. Dua orang perwira di kiri bukanlah jenderal meskipun mereka mengenakan strip merah di celananya, karena strip merah ini untuk menandakan anggota staff dan bukannya pasukan tempur


Parade kemenangan Jerman di Place de la Concorde, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Panzer-Korps), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Paling kiri adalah Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), sementara yang paling dekat dengan kamera adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Foto hasil karya Hugo Jaeger ini memperlihatkan para perwira tinggi Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) yang sedang berdiri di bawah monumen Arc de Triomphe dalam acara parade kemenangan Jerman di Paris pada tanggal 14 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (terpotong, Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18.Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (ajudan Von Bock), perwira Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), perwira Heer tak dikenal, General der Artillerie Walter Heitz (Kommandierender General VIII.Armeekorps), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18.Armee), jenderal Luftwaffe tak dikenal, Oberstleutnant im Generalstab Bernhard Steinmetz (Chef des Generalstabes VIII. Armeekorps), dan satu orang perwira staff lain yang tak dikenal. Kendaraan tempur yang berjaga-jaga di belakang mereka adalah leichter Panzerspähwagen (Fu) Sd.Kfz.223


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan kemungkinan Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Foto karya Hugo Jaeger ini diambil di pinggir jalan yang berada 20km dari kota Paris (Prancis) pada tanggal 15-16 Juni 1940. Rambu yang berada di belakang Von Lehndorff-Steinort menandakan adanya persimpangan di dekat tempat tersebut


Generalleutnant Hans von Salmuth (kanan) menyambut kedatangan General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres) di Versailles dalam rangka inspeksi Heeresgruppe B tak lama setelah perjanjian perdamaian antara Prancis dengan Jerman, Juni 1940


Generaloberst Fedor von Bock (pangkat terakhir Generalfeldmarschall) bersama dengan para staffnya di Compiegne tak lama setelah pengumuman menyerahnya Prancis di tangan Jerman tanggal 21 Juni 1940. Paling kanan adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (pangkat terakhir Generaloberst)


Batu peringatan hari menyerahnya Jerman di akhir Perang Dunia Pertama. Inskripsi di batu tersebut berbunyi: "ICI LE 11 NOVEMBRE 1918 SUCCOMBA LE CRIMINEL ORGUEIL DE L'EMPIRE ALLEMAND VAINCU PAR LES PEUPLES LIBRES QU'IL PRÉTENDAIT ASSERVIR" (DISINI PADA TANGGAL 11 NOVEMBER 1918 TELAH TAKLUK KEBANGGAAN KRIMINAL DARI KEKAISARAN JERMAN... DIMUSNAHKAN OLEH RAKYAT MERDEKA YANG BERUSAHA DIPERBUDAKNYA). Maaf kalau terjemahannya rada belekok samidhin wadon bae ble'e-ble'e, maklum soalnya bukan orang Prancis asli melainkan hanya "Prancis" (Peranakan Cisero)!



Gerbong kereta yang akan dijadikan lokasi penandatanganan penyerahan Prancis kepada Jerman. Gerbong tersebut bertulisan "Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens" (Perusahaan Kereta-Tidur Internasional dan Express Akbar Eropa) serta "Voiture-Restaurant" (Gerbong-Makan). Nomor serinya adalah CIWL #2419 ("Le Wagon de l'Armistice")


Gerbong kereta yang akan menjadi lokasi penandatanganan kini telah berada di tempatnya. Setelah penyerahan pertama ditandatangani di Hutan Compiègne pada tahun 1918, gerbong ini dipindahkan ke tempat terlindungi di musium Prancis. Khusus untuk penyerahan kedua pada tahun 1940, gerbong ini dikembalikan ke tempatnya di Compiègne, sebelum kemudian dibawa ke Berlin sebagai simbol superioritas Jerman atas Prancis


Ehrenkompanie (Kompi Kehormatan) yang berjaga di avenue - jalan dengan pinggiran pepohonan - yang menuju ke arah lokasi utama penandatanganan perjanjian di Clairière de l'Armistice (Lapang Gencatan Senjata), pada hari kedatangan Adolf Hitler di lokasi tersebut, tanggal 21 Juni 1940. Dalam suratkabar "Illustrierte Kronen-Zeitung" edisi 22 Juni 1940, mereka disebutkan berasal dari unit Führerbegleitbataillon, dan diperkuat oleh tambahan dua peleton infanteri Heer serta satu peleton Luftwaffe dari Regiment "General Göring". Panji yang dikibarkan adalah milik Führerbegleitbataillon


Patung Ferdinand Foch di Clairière de l'Armistice (Lapang Gencatan Senjata) Compiègne, tanggal 21 Juni 1940. Foch adalah Marsekal Prancis yang memimpin negaranya menuju kemenangan dalam Perang akbar melawan Jerman di tahun 1914-1918. Tiga hari setelah penandatanganan perjanjian perdamaian dengan Prancis tahun 1940, Hitler memerintahkan agar seluruh lokasi Clairière de l'Armistice dimusnahkan, dengan hanya menyisakan patung Marsekal Foch yang tetap berdiri. Ini adalah sebuah hal yang disengaja, dengan maksud agar Foch secara simbolis hanya menjadi simbol kemenangan dari tanah yang terbengkalai!


Reichsführer-SS Heinrich Himmler (kiri, Chef der SS und Polizei) ngadu huntu dengan Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop, sementara ajudan Himmler, SS-Gruppenführer Karl Wolff, mesam-mesem di tengah mereka kayak yang ngarti bahasa Jerman (???). Membelakangi kamera di sebelah kanan adalah SS-Obergruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister und Chef Reichskanzlei). Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dalam momen negosiasi penyerahan resmi Prancis ke tangan Jerman pada tanggal 21 Juni 1940 yang diadakan di Hutan Compiègne, Prancis. Para pejabat tinggi Nazi sedang menantikan kedatangan Hitler ke tempat upacara


Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei) berbincang-bincang dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang Himmler adalah Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), sementara di belakang Göring adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Foto ini diambil oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, di hutan Compiègne pada tanggal 21 Juni 1940, yang merupakan hari pertama dari dua hari negosiasi gencatan senjata antara Prancis dan Jerman yang mengakhiri pertempuran di Front Barat pada tahun 1940. Pada tempat yang sama berpuluh-puluh tahun sebelumnya, tepatnya tanggal 11 November 1918, Jerman menyerah kalah kepada pihak Sekutu dan - dengannya - mengakhiri Perang Dunia I

 
Pada pukul 15:00 tanggal 21 Juni 1940, Hitler dan para pengiringnya tiba di Clairière de l'Armistice (Lapang Gencatan Senjata) di Hutan Compiègne, Prancis. Dia datang dengan menaiki mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam yang disupiri oleh SS-Sturmbannführer Erich Kempka. Sang Führer disambut oleh para petinggi Nazi yang telah hadir terlebih dahulu: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen)




21 Juni 1940: Setelah mengobrol sebentar dengan para petinggi Nazi Jerman, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menaiki Compiègne Wagon untuk selanjutnya menunggu tibanya delegasi Prancis (yang datang beberapa menit kemudian). Meskipun diambil dari kejauhan, tapi kita masih bisa mengenali wajah-wajah "familiar" dalam foto berwarna asli hasil jepretan Hugo Jaeger ini, diantaranya adalah: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chef-Adjutant Führer und Reichskanzler)


Dari kiri ke kanan: Hauptmann Erich von Selle (Luftwaffen-Adjutant Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Friedrich-Wilhelm John (Heeres-Adjutant Chef Oberkommando der Wehrmacht). Mereka bertiga berjalan menjauh dari "Compiègne Wagon", gerbong kereta bersejarah yang dijadikan sebagai lokasi utama perundingan gencatan senjata antara Jerman dan Prancis dalam dua Perang Dunia. Foto diambil pada tanggal 21 Juni 1940 oleh Hugo Jaeger. John, kelahiran 28 Desember 1905, nantinya dipromosikan menjadi Oberst pada tanggal 1 April 1943. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 8 Desember 1942 saat menjadi Kepala Operasi 6. Infanterie-Division

--------------------------------------------------------------------

- 1941 -

Upacara pemakaman kenegaraan untuk Hugo Bruckmann (13 Oktober 1863 - 3 September 1941) yang diselenggarakan di Münich pada tanggal 6 September 1941. Bruckmann dan istrinya, Elsa, adalah salah satu pendukung setia Hitler di masa awal eksistensi partai Nazi, dan merekalah yang berjasa membawa sang calon diktator ke kalangan atas Münich yang membuatnya menerima sokongan dana yang begitu besar. Pengaruh pribadinya terhadap Hitler, dalam beberapa hal, telah "berjasa" dalam menurunkan pengaruh politik terhadap lingkungan intelektual Jerman (sebagai contoh: rencana pemboykotan buku-buku hasil karya keturunan Yahudi dari perpustakaan di seluruh Jerman berhasil digagalkan oleh Bruckmann)



Upacara pemakaman kenegaraan untuk Hugo Bruckmann (13 Oktober 1863 - 3 September 1941), penerbit media yang menjadi penyokong setia Hitler dari masa sebelum naiknya ke puncak kekuasaan, yang dilaksanakan pada tanggal 6 September 1941. Perwira SS yang berdiri persis di belakang ibu-ibu yang berduka adalah SS-Brigadeführer Leopold Gutterer (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), sementara baris belakang di belakang Gutterer adalah, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Anton Vogler (Stab SS-Oberabschnitt "Süd"), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Friedrich Karl Freiherr von Eberstein (Höhere SS und Polizeiführer "Süd"), Generalleutnant z.V. Karl Graf (Kommandeur Division Nr. 157), Generalmajor z.V. Jakob Kaspar (Chef des Generalstabes Stellvertretende Generalkommando VII. Armeekorps), SS-Brigadeführer Hans Dauser (Stellvertreter im Vorsitz des Reichsbeirats für den sozialen Wohnungsbau), SA-Obergruppenführer Ludwig Siebert (Präsident Deutschen Akademie München), SS-Obergruppenführer Karl Fiehler (kepalanya nongol di bawah lengan yang terangkat di belakang Gutterer, Bürgermeister von München), Franz Xaver Ritter von Epp (memakai seragam partai berwarna coklat, Reichsstatthalter für Bayern), dan SA-Obergruppenführer Hans-Georg Hofmann (Staatssekretär beim Reichsstatthalter für Bayern)

 Masih dalam acara pemakaman Hugo Bruckmann, disini terlihat Ordenskissen (bantal berisi medali) miliknya. Atas tengah: Golden Party Badge (Goldenes Parteiabzeichen), baris pertama di kiri: Order of the Iron Crown (Orden der Eisernen Krone, Austria), baris pertama tengah dan kanan: Order of the Crown of Italy (Ordine della Corona d'Italia) Grand Officers'/Commanders' neck cross and Knight's Cross, baris kedua di kiri: tak diketahui, baris kedua di tengah: tampaknya Grand Officers' Cross of the aforementioned Italian order, baris kedua di kanan: Membership badge of the National Senate for Culture (Reichskultursenat)

--------------------------------------------------------------------
 
- 1942 -


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Juni 1942


Delapan orang penjaga kehormatan berjaga di kiri dan kanan peti mati yang berisi jenazah Adolf Hühnlein, dalam acara persemayaman sang NSKK-Korpsführer yang diadakan di gedung Bayerische Armeemuseum di Münich pada tanggal 21 Juni 1942, tiga hari setelah kematiannya. Foto ini diambil sebelum kedatangan Adolf Hitler ke lokasi. Setelah sang Führer tiba, kedelapan orang ini digantikan oleh kloter selanjutnya yang berisikan para jenderal Heer, Luftwaffe, NSKK, Hitlerjugend, serta dua orang Gauleiter


Upacara pemakaman NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 1942. Adolf Hitler datang ke lokasi persemayaman sang pemimpin satuan kendaraan bermotor Nazi Jerman - yang bertempta di gedung Bayerische Armeemuseum di Münich - dengan diiringi oleh Martin Bormann (kiri), Karl Jesko von Puttkamer (belakang Bormann) dan Hans Rattenhuber (persis di belakang Hitler)


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 1942 di gedung Bayerische Armeemuseum di Münich. Jenazah sang NSKK-Korpsführer kini sedang disemayamkan, dengan dikelilingi oleh delapan penjaga kehormatan di kiri dan kanannya. Bila anda perhatikan dengan cermat, dalam beberapa foto di atas formasi penjaganya ternyata berubah! Perlu diketahui bahwa sebelum Hitler datang ke lokasi, penjaga kehormatannya adalah perwira-perwira berpangkat menengah, sementara saat Hitler telah tiba maka mereka digantikan dengan perwira-perwira tinggi. Foto ini memperlihatkan yang terakhir. Kolom kiri, dari depan ke belakang: NSKK-Gruppenführer August Köbele (Chef des Verwaltungsamtes der Korpsführung München und Reichskassenverwalter des NSKK), Generalmajor Rudolf Roesch (Rüstungs-Inspekteur VII München), Generalmajor Friedrich Heyl (Chef Wehrbezirkskommando München II), dan Obergebietsführer Friedhelm Kemper (HJ-Obergebietsführer Gau Baden). Kolom kanan, dari depan ke belakang: NSKK-Obergruppenführer Günther Pröhl (Hauptabteilungsleiter 1 im Reichskommissariat Ostland), August Eigruber (Gauleiter Oberdonau), Dr. Gustav Adolf Scheel (Gauleiter und Reichsstatthalter Salzburg), dan seorang NSKK-Gruppenführer tak dikenal


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Juni 1942. Disini Hitler memimpin para petinggi Nazi memberi salam hormat di depan peti jenazah Hühnlein. Para penjaga kehormatan, di bagian kanan tampak NSKK-Obergruppenführer August Prohl dan di belakangnya berturut-turut adalah Gauleiter August Eigruber dan Gauleiter Hartmann Lauterbacher. Di barisan kiri paling belakang, kemungkinan besar adalah HJ-Obergebietsführer Kurt Petter. Para perwira tinggi ini pula yang mengiringi peti jenazah ke lokasi pemakaman


 Para petinggi Wehrmacht dan NSDAP berjaga di sekeliling peti mati yang mengangkut jenazah NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein. Pimpinan organisasi kendaraan bermotor Reich tersebut meninggal pada tanggal 18 Juni 1942, dan dimakamkan secara penuh kebesaran beberapa hari kemudian di Münich, pada tanggal 21 Juni 1942. Untuk identifikasi empat orang yang berdiri di pinggir peti adalah, dari kiri ke kanan: Obergebietsführer Friedhelm Kemper (HJ-Obergebietsführer Gau Baden), Generalmajor Friedrich Heyl (Chef Wehrbezirkskommando München II), Generalmajor Rudolf Roesch (Rüstungs-Inspekteur VII München), dan NSKK-Gruppenführer August Köbele (Chef des Verwaltungsamtes der Korpsführung München und Reichskassenverwalter des NSKK)


Upacara pemakaman pemimpin NSKK Adolf Hühnlein yang diselenggarakan tanggal 21 Juni 1942. Dari kiri ke kanan: Kurt Daluege, Max Amann, Robert Ley, Heinrich Himmler, Viktor Lutze, Konstantin Hierl dan Bernard Rust. Perwira NSKK yang berdiri paling depan adalah Joseph Seydel. Dalam foto bawah (yang memperlihatkan Felderrnhalle) kita bisa melihat NSKK-Obergruppenführer Karl Offermann persis di belakang Ley, sementara di belakang Offermann berdiri NSKK-Obergruppenführer Nikolaus Eiden yang mengenakan topi visor NSKK masa perang. Di antara Daluege dan Amann juga nongol NSKK-Obergruppenführer Erwin Kraus yang menggantikan Hühnlein sebagai NSKK-Korpsführer

--------------------------------------------------------------------
 
- 1943 -


 Foto jepretan Hugo Jaeger ini memperlihatkan para tawanan perang Jerman (kebanyakan bekas anggota Afrikakorps) hasil repatriasi yang baru tiba di negara mereka setelah menjalani proses pertukaran tawanan perang dengan Inggris, 1943. Konvensi Jenewa memberikan ketentuan tentang repatriasi (pemulangan kembali) semua tawanan perang bahkan saat permusuhan masih berlangsung. Pada tahun 1939-1945 ketentuan ini hanya berlaku bagi tawanan yang menderita sakit atau cacat. Mayoritas dari 40.000 orang prajurit Inggris - yang ditawan oleh Jerman antara tahun 1939 dan 1940 - baru mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program pertukaran tawanan perang hanya setelah ratusan ribu prajurit Poros digaruk oleh Sekutu di Tunisia bulan Mei 1943. Negosiasi untuk hal ini sendiri sebenarnya telah diusahakan oleh Palang Merah Internasional dari akhir tahun 1940, hanya saja belum menemukan momentumnya yang tepat seperti tahun 1943. Pertukaran tawanan pertama antara kedua negara berlangsung bulan Oktober 1943


Fregattenkapitän Viktor Oehrn, jagoan U-boat yang menerima Ritterkreuz tanggal 21 Oktober 1940 sebagai Kapitänleutnant dan komandan U-37. Ini adalah sebuah hadiah ulang tahun terindah, karena Oehrn lahir pada tanggal 21 Oktober 1907, persis 33 tahun sebelumnya! Selama karirnya, dia berhasil menenggelamkan 24 kapal (104.846 ton) dan merusakkan 1 kapal (9.494 ton)

--------------------------------------------------------------------
 
- 1944 -

 Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan) dari SA-Obergruppenführer Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern) yang diselenggarakan tanggal 27 April 1944. Baris depan, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Dr.jur. Wilhelm Frick (Reichsprotektor Böhmen und Mähren); Reichsleiter Karl Fiehler (Oberbürgermeister München); Reichsleiter Alfred Rosenberg (Reichsminister fur die besetzten Ostgebiete); Reichsleiter Max Amann (Präsident der Reichspressekammer); Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl (Reichsminister ohne Portfolio), SS-Obergruppenführer Walter Buch (Leiter des Obersten Parteigerichts München); dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei). Baris kedua, dari kiri ke kanan: NSKK-Korpsführer Erwin Kraus; SS-Obergruppenführer Otto Dietrich; Gauleiter Fritz Wächtler; NSFK-Korpsführer Alfred Keller; dan Gauleiter Erich Koch


Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Schöning, peraih Ritterkreuz dan Eichenlaub dari Füsilier-Regiment "Feldherrnhalle". Daftar lengkap medali yang diraihnya: Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (707.) sebagai Major der Reserve dan Führer Panzergrenadier-Regiment 66/13.Panzer-Division/IX.SS-Gebirgs-Korps/Heeresgruppe Süd, Budapest (21 Januari 1945); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major der Reserve dan komandan I.Bataillon/Füsilier-Regiment (mot.) “Feldherrnhalle”/246.Infanterie-Division/VI.Armee-Korps/3.Panzer-Armee/Heeresgruppe Mitte, Front Timur (7 Februari 1944); Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942); Ehrenblatt-Spange des Heeres (16 Oktober 1942); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (12 Agustus 1941); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (11 Juli 1940); Nahkampfspange I. Stufe (Bronze); Infanterie-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen; Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942); Ordinul “Mihai Viteazul” 3.klasse (31 Maret 1943); dan Wehrmacht-Dienstauszeichnungen


Leutnant der Reserve Herbert Berger. Menerima Ritterkreuz tanggal 12 Maret 1944 sebagai Oberfeldwebel der Reserve dan Zugführer (komandan peleton) di 10.Kompanie/Grenadier-Regiment (motorisiert) "Feldherrnhalle". Medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II klasse (28 Juni 1940), Eisernes Kreuz I klasse (25 September 1941), Verwundetenabzeichen in Silber, Nahkampfspange in Silber, Infanterie-Sturmabzeichen, Ostmedaille, dan Deutsches Kreuz in Gold (20 November 1942)


 Seorang prajurit tidak dikenal dari Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle", difoto pada tahun 1944. Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler) ini, sang prajurit muda mengenakan pita Eisernes Kreuz II.Klasse, medali Eisernes Kreuz I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Schwarz, serta HJ-Abzeichen. Di lengannya terpasang chevron Gefreiter dan juga ärmelstreifen "Feldherrnhalle" berwarna coklat. Dia mengenakan seragam wol M43 dan juga einheitsfeldmütze M43 di kepalanya. Seperti semua anggota unit ini lainnya, schulterklappen di bahunya memajang logo Feldherrnhalle yang disematkan di bagian tengah



Sumber :
www.gettyimages.com
www.hitlerpages.com
www.life.time.com
www.time.com