Tuesday, June 21, 2016

Foto Joseph Goebbels


 Paul Joseph Goebbels (29 Oktober 1897 - 1 Mei 1945) adalah Menteri Propaganda Nazi Jerman dari tahun 1933 s/d 1945 yang juga merupakan salah satu orang terdekat Adolf Hitler sekaligus pengikutnya yang paling fanatik. Dia terkenal akan kemampuannya dalam hal berorasi di muka umum serta kebenciannya yang mendalam terhadap kaum Yahudi. Pada masa mudanya Goebbels bercita-cita untuk menjadi penulis buku. Dia meraih gelar Doktor Filosofi dari Universitas Heidelberg pada tahun 1921 dan bergabung dengan NSDAP cabang utara pada tahun 1924 bersama dengan Gregor Strasser. Pada tahun 1926 Goebbels ditunjuk untuk menjadi Gauleiter (Kepala Partai Regional) wilayah Berlin, dimana dia mulai menaruh perhatian pada pengaruh propaganda dalam mempromosikan program-program partainya. Setelah Nazi meraih kekuasaan pada tahun 1933, Goebbels diangkat sebagai Menteri propaganda - suatu jabatan yang dimanfaatkannya secara maksimal sehingga semua jalur pemberitaan dan informasi di media berada di bawah kontrolnya. Dia terutama beradaptasi dalam penggunaan media "baru" seperti radio dan film untuk kepentingan propaganda. Pada tahun 1943 Goebbels mulai mempengaruhi Hitler untuk mencanangkan "Perang Total" melawan Sekutu dan mengarahkan segala daya upaya dalam semua bidang demi terwujudnya kemenangan Jerman (termasuk diantaranya adalah penutupan bisnis yang tidak mempunyai peran militer penting, menarik wanita menjadi pekerja buruh, dan memasukkan pria-pria Jerman ke dalam militer dengan kelonggaran dalam hal umur dan fisik). Ketika ibukota Berlin dikepung oleh pasukan Soviet pada musim semi 1945, Goebbels memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan istrinya setelah sebelumnya membunuh kelima anak mereka dengan sianida! Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI
 

 Adolf Hitler dalam sebuah acara jamuan makan yang diadakan pada tahun 1930. Di sebelah kanan adalah Gauleiter Berlin Joseph Goebbels sementara antara Hitler dan Goebbels adalah Geli Raubal yang merupakan kekasih rahasia Hitler. Foto oleh Heinrich Hoffmann yang merupakan fotografer pribadi Hitler


 Acara makan siang para petinggi Nazi di Lambach (Chiemsee) untuk merayakan isbat anak dari Heinrich Hoffmann (fotografer pribadi Hitler) - yang juga bernama Heinrich Hoffmann - tanggal 29 Maret 1931. Disini kita bisa melihat di deretan kanan: Adolf Hitler, Joseph Goebbels, dan Geli Raubal. Sementara di eretan kiri: Hermann Esser dan Franz Xaver Schwarz. Foto oleh Heinrich Hoffmann (senior)


Acara kumpul-kumpul para petinggi Nazi di Lambach (Chiemsee) untuk merayakan isbat anak dari Heinrich Hoffmann (fotografer pribadi Hitler) - yang juga bernama Heinrich Hoffmann - tanggal 29 Maret 1931. Dari kiri ke kanan: mengelilingi meja dari kiri ke kanan: Hermann Esser, Heinrich Hoffmann, Adolf Hitler, Geli Raubal, dan Joseph Goebbels


 Adolf Hitler (Vorsitzender der NSDAP, Oberster SA- und SS-Führer) berpidato melalui mikrofon di hadapan simpatisannya di dekat Berliner Schloss, Lustgarten (Berlin), dalam acara kampanye pemilihan presiden (Reichspräsidentenwahl) tanggal 4 April 1932. Dari kiri ke kanan: SA-Oberführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), Wolf-Heinrich Graf von Helldorf (SA-Führer Berlin-Brandenburg), Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), dan Adolf Hitler


 
Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel (berada di belakang fotografer) yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Dari kiri ke kanan: SA-Gruppenführer Hanns Ludin (di belakang Hanke, Führer in der SA-Gruppe Südwest), Karl Hanke (berjanggut, Hauptamtsleiter in Reichspropagandaleitung der NSDAP), Wolf-Heinrich Graf von Helldorf (SA-Führer Berlin-Brandenburg), SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), Führer Adolf Hitler (Vorsitzender der NSDAP, Oberster SA- und SS-Führer), Ernst Röhm (di belakang Hitler, Stabschef der SA), Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (tertutup oleh Goebbels, Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), SS-Gruppenführer Kurt Daluege (sedikit tertutup, Führer der SA in Berlin-Brandenburg und Leiter der SS im Gau Brandenburg); SA-Standartenführer Hanns Bunge (Abgeordneter der NSDAP für den Wahlkreis 24 (Oberbayern-Schwaben) in den Reichstag), Adolf Hühnlein (tangan bersilang di depan, Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung), dan SA-Standartenführer Dr. jur. Ludwig Fischer (hauptamtlicher Stabsleiter des Reichsrechtsamtes). Horst Wessel adalah anggota SA yang dijadikan sebagai martir partai Nazi setelah dibunuh oleh komunis tahun 1930. Dia adalah pencipta dari lagu "Die Fahne hoch" (Bendera di Ketinggian), yang lebih dikenal sebagai Horst-Wessel Lied, dan setelah kematiannya menjadi lagu kebangsaan partai Nazi dan, otomatis setelah Hitler berkuasa, juga menjadi lagu kebangsaan tidak resmi Jerman. Kuburannya kemudian dijadikan sebagai tempat ziarah "suci" para Nazi, dan bahkan beberapa pidato terkenal yang disuarakan oleh Joseph Goebbels dibuat saat berkunjung ke tempat tersebut!


 Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Meskipun Horst Wessel pada kenyataannya mati tanggal 23 Februari 1930, tapi "Todestagssammlung" alias haul-nya selalu diselenggarakan tanggal 22 Januari dengan acara utama ziarah kubur sang "Martir" Nazi. Tahun 1933 adalah untuk pertama kalinya Hitler menghadiri acara peringatan tersebut, karena tahun-tahun sebelumnya ancaman pembunuhan dari kaum komunis dan pembenci Nazi begitu nyata sehingga dia disarankan oleh pengikutnya untuk mewakilkan kehadirannya ke Goebbels, Gauleiter Berlin. Seperti biasa, identifikasi beibeh: (1) SA-Oberführer Dr. rer.pol. Achim von Arnim (Professor für Wehrwissenschaft an der Technischen Hochschule in Berlin-Charlottenburg), (2) Ernst Röhm (Stabschef der SA), (3) SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), (4) Führer Adolf Hitler, (5) SS-Sturmführer Julius Schaub (Führer z.b.V. Reichsführer-SS), (6) Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), (7) Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), (8) SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), dan (9) Adolf Hühnlein (Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung)


Majalah mingguan TIME dari Amerika (volume XXII terbitan 10 Juli 1933) menampilkan
Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) sebagai sampulnya, digambar dari samping dengan caption "Minister of Propaganda Goebbels. Say it in your dreams: THE JEWS ARE TO BLAME!" (Menteri Propaganda Goebbels. Katakan dalam mimpimu: Orang Yahudilah yang harus disalahkan!")


 Peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) di Berlin tanggal 25 Februari 1934. Para petinggi militer dan pejabat tinggi negara meletakkan karangan bunga untuk mengenang para pahlawan Jerman yang telah gugur di Ehrenmal Unter den Linden, Berlin. Upacara ini dipimpin oleh Reichspräsident Paul von Hindenburg (Staatsoberhaupt) yang telah menua, didampingi oleh Reichskanzler Adolf Hitler di sebelah kirinya. Dari kiri ke kanan: Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsminister des Auswärtigen), Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister der Finanzen), SA-Standartenführer Dr. Julius Lippert (Staatskommissar in der Hauptstadt Berlin), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), SS-Brigadeführer Dr. Kurt Schmitt (Reichswirtschaftsminister), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Hitler, Vizekanzler Franz von Papen, Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Hindenburg, Oberst Oskar von Hindenburg (1. militärischen Adjutant des Reichspräsidenten), Charakter als General der Infanterie Hermann Göring (Reichstagspräsident), Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung)



Para petinggi Nazi dalam acara Reichsarbeitstag (Hari Buruh Reich) tanggal 1 Mei 1935. Perayaan ini (yang masuk salah satu hari libur di Jerman) secara resmi dinamakan sebagai "Nationaler Feiertag des deutschen Volkes" dari tahun 1934, sementara di tahun 1933 dia masih dinamakan "Feiertag der nationalen Arbeit". Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Philipp Bouhler (Chef Führerkanzlei), SA-Gruppenführer Rudolf Schmeer (Reichshauptdienstleiter der NSDAP), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsminister Bernhard Rust (menoleh ke kanan, Reichsminister für Wissenschaft, Erziehung und Volksbildung), SA-Gruppenführer Hanns Kerrl (Reichsminister für Kirchenangelegenheiten), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (di belakang Goebbels, persönliche Kamerdiener von Hitler), Major Friedrich Hossbach (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Obergruppenführer Richard Walther Darré (di belakang Brückner, Chef Rasse- und Siedlungshauptamt/RuSHA), Reichsjugendführer Baldur von Schirach (Jugendführer des Deutschen Reiches), dan Reichsminister Franz Seldte (ujung kanan di belakang Schirach, Reichsarbeitsminister)


 Dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Reichskanzler Adolf Hitler, dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister). Foto diambil tanggal 25 Februari 1934 pada saat pelaksanaan upacara khidmat Volkstrauertag (Hari Berkabung Rakyat) di Berlin. Berdasarkan dekrit tertanggal 27 Februari 1934, acara rutin tahunan mengenang para pahlawan Jerman yang telah gugur ini berganti nama menjadi Heldengedenktag (Hari Peringatan Pahlawan). Pada prosesnya acara yang masuk libur nasional di Jerman ini berubah dari mengenang yang telah gugur menjadi pemujaan terhadap pahlawan


Foto ini diambil tanggal 5 Mei 1937 pada saat pembukaan Haus der deutschen Kunst (House of German Art/Rumah Seni Jerman) di Münich. Wanita di sebelah kanan Hitler adalah arsitek Gerhardine "Gerdy" Troost yang juga merupakan istri dari Paul Ludwig Troost (1878-1934), sesama arsitek yang merancang bangunan rumah seni Jerman tersebut tapi keburu meninggal sebelum pembangunannya selesai. Yang memakai dasi kupu-kupu di sebelah Menteri Propaganda Joseph Goebbels adalah Profesor Adolf Ziegler, Präsident der Reichskammer der Bildenden Künste. Dia adalah yang bertanggungjawab untuk mengenyahkan semua "Seni Kelas Rendah" buatan seniman Jerman dan hanya mengakomodir yang sesuai dengan gambaran ideal Nordik seperti yang diinginkan Hitler. Disini kita juga bisa melihat Kepala Ajudan Hitler SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (kiri) yang bersanding dengan SS-Obersturmführer Karl Wilhelm Krause (kedua dari kiri)


Pembuat film wanita Nazi terkenal, Leni Riefenstahl (tengah), mendapat kunjungan kehormatan dari Adolf Hitler di Berlin, bulan Juli 1937. Bersama mereka di foto buatan Heinrich Hoffmann ini adalah saudara Leni yang bernama Heinz (kiri) dan istrinya Ilse (kanan). Perhatikan bahwa dalam foto ini tampak seperti ada bayangan putih layaknya hantu di antara Hitler dan Ilse!


Dalam foto aslinya di atas, tampaklah bahwa bayangan putih tersebut aslinya adalah, tak lain dan tak bukan, Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels! Masih tetap menjadi misteri kenapa Hitler memerintahkan sahabat terdekatnya untuk dihapus dari foto ini. Apakah mereka sedang saling ngambek satu sama lain? Yang jelas, tak lama setelah foto ini dibuat, sejarah mencatat bahwa Sang Führer mendapat goncangan hebat dalam pemerintahannya ketika dia mengetahui adanya affair antara Goebbels dengan seorang artis luar negeri!


 Resepsi penganugerahan pertama dari penghargaan Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (The German National Prize for Arts and Science) untuk Reichsleiter Alfred Rosenberg (Beauftragten des Führers für die Überwachung der gesamten geistigen und weltanschaulichen Schulung und Erziehung der NSDAP) yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 1938 di Reichskanzlei di Berlin (pemberitahuannya sendiri telah diumumkan dari tanggal 7 September 1937). Dalam foto ini Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) tampak sedang memperlihatkan Urkunde (sertifikat) penghargaan kepada Rosenberg (kiri), sementara di sebelah kanan Hitler berdiri Gerdy Troost (janda arsitek Paul Troost), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers). Selain Rosenberg, terdapat empat penerima lain yang mendapatkan penghargaan di hari yang sama: Paul Troost (secara anumerta), Wilhelm Filchner, August Bier dan Ferdinand Sauerbruch (dua yang terakhir dibagi satu sama lain). Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft sendiri diciptakan oleh Hitler pada tahun 1937 sebagai pengganti Hadiah Nobel (dia telah melarang warga negara Jerman untuk menerima hadiah tersebut dari tahun 1936 setelah penulis Jerman yang anti-Nazi, Carl von Ossietzky, mendapatkan Nobel Perdamaian pada tahun 1935). Total penerima penghargaan ini dari tahun 1937 s/d 1939 hanya berjumlah sembilan orang sehingga menjadikannya sebagai salah satu penghargaan terlangka di era Third Reich, lebih langka dari Deutscher Orden (German Order)!


 Upacara perayaan "Anschluss" Austria ke dalam Jerman Reich dan dibukanya "Grossdeutscher Reichstag" yang diselenggarakan tanggal 9 April 1938 di aula kota Wina. Bürgermeister der Stadt Wien (Walikota Wina) Dr.-Ing.Hermann Neubacher (tengah, membelakangi kamera) memberi sambutan kepada Adolf Hitler sambil dikelilingi oleh para pejabat tinggi Nazi. Dari kiri ke kanan: 1.Reichsminister Joseph Goebbels, 2.Reichsstatthalter Arthur Seyss-Inquart (belakang Goebbels), 3.Stellvertreter des Führers Rudolf Hess, 4.Gauleiter Josef Bürckel; 5.General der Infanterie Wilhelm List, 6.SA-Brigadeführer Thomas Kozich, 7.SS-Brigadeführer Hans Blaschke, 8.?, 9.?, 10.Reichssendeleiter Eugen Hadamowsky, 11.?, 12.Prinz August Wilhelm von Preußen, 13.SS-Gruppenführer Julius Schaub, Hitler, 14.SS-Obergruppenführer Richard Walther Darré, 15.SS-Gruppenführer Karl Wolff, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, 16.SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner, 17.SA-Obergruppenführer Wolf Heinrich Graf von Helldorf, 18.Neubacher (membelakangi kamera), 19.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers, 20.jenderal Heer yang tidak diketahui namanya, 21.Generalleutnant (Luftwaffe) Alexander Löhr, 22.SS-Gruppenführer Wilhelm Keppler , 23.?, 24.? dan 25.? Sebagai tambahan, kepala SS-Standartenführer Dipl.-Ing. Odilo Globocnik nongol antara Von Helldorf dan Neubacher



 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) setelah kedatangannya di ibukota Austria Wina selama berlangsungnya sumpah setia para anggota NSKK baru dari Austria di depan Rathaus Wien, 9 April 1938, tak lama setelah Anschluss (penyatuan) dengan Jerman. Foto oleh Scherl. Kita ambil identifikasinya di foto bawah, dari kiri ke kanan: Perwira NSKK tak dikenal, Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler, Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Josef Bürckel (Reichskommissar Gauleiter), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Dr. Ing. Hermann Neubacher (Bürgermeister Wien), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Hauptamt Ordnungspolizei), serta SA-Gruppenführer Hermann Schäfer (Leiter der Reichsautozug, RAZ)


 Para petinggi Nazi dalam acara Reichsparteitag tanggal 5-12 September 1938 di dalam gedung Luitpoldhalle (Nürnberg). Depan dari kiri ke kanan: Reichsminister Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), SA-Stabschef Viktor Lutze, Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken). Di belakang kita bisa melihat para ajudan Hitler: NSKK-Brigadeführer Albert Bormann (antara Lutze dan Hess), Major Rudolf Schmundt (tertutup oleh Hess), NSKK-Brigadeführer Fritz Wiedemann (tertutup oleh Hitler), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (antara Hitler dan Streicher)


 Para Reichsleiter (kecuali Von Ribbentrop) berbaris bersama dalam peringatan Münich Putsch tanggal 9 November 1938. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Stabschef Viktor Lutze, Dr. Reichspressechef Dr. Otto Dietrich, Reichsstatthalter Franz Xaver Ritter von Epp, Reichsminister Richard Walther Darré, Reichsjugendführer Baldur von Schirach, Oberster Parteirichter Walter Buch, Reichsorganisationsleiter Dr. Robert Ley, Reichspropagandaleiter Joseph Goebbels, SS-Gruppenführer Wilhelm Grimm, Reichsminister Joachim von Ribbentrop, dan Stabsleiter Martin Bormann. Baris depan adalah jajaran Reichsleiter yang bukan merupakan pemegang Blutorden (Buch, Bormann dan Ley nantinya dianugerahi medali ini, tapi saat foto ini diambil mereka masih belum menerimanya), sementara di belakang berbaris para Gauleiter yang sama-sama bukan penerima Blutorden. Sedikit menarik ketika dalam foto ini Goebbels si pincang tampak mengenakan sepatu boot laras tinggi (karena saya belum pernah melihatnya memakai sepatu yang sama dalam foto-foto lain). Sepatu yang menutup kaki kanannya yang pincang tampak tidak nyaman dipakai oleh sang menteri propaganda, dan dia (bersama dengan Ley) kelihatannya sedang membicarakan hal tersebut!


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memagai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)


 Upacara penganugerahan Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (The German National Prize for Arts and Science) untuk para tokoh nasional Jerman yang berprestasi dalam bidang seni dan keilmuan, yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 1939 di Reichskanzlei, Berlin. Yang memberikan penghargaan adalah Adolf Hitler (membelakangi kamera, Führer und Reichskanzler), yang ditemani oleh Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) di sebelah kirinya. Sebagai penerima di hari itu adalah, dari kiri ke kanan: Profesor Ernst Heinkel (perancang pesawat), Profesor Willy Messerschmitt (bersalaman dengan Hitler, perancang pesawat), Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil dan tank), dan Dr. Fritz Todt (Generalinspektor für das Straßenwesen). Diantara barisan penonton di latar belakang kita bisa melihat Oberstleutnant Rudolf Schmundt (antara Goebbels dan Hitler, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), SA-Obergruppenführer Franz Seldte (di belakang Todt, Reichsarbeitsminister), Generaloberst Erhard Milch (di belakang kepala Todt, Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (antara Milch dan Seldte, Abgeordneter der NSDAP im Reichstag), dan SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (di belakang Milch, Chef der Sicherheitsdienst)


 Foto ini berasal dari seri propaganda Nazi dan memperlihatkan para petinggi Third Reich sedang menonton sebuah pertunjukan di tribun VIP Staatsoper Unter den Linden (Berlin State Opera), dalam perayaan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 1939. Baris pertama dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 1), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), Lina Mathilde von Osten (istri Heydrich), dan SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei). Duduk di belakang Von Bock adalah SA-Gruppenführer Hanns Oberlindober (Reichsführer der Nationsozialistischen Kriegsopferversorgung e. V.), sementara di antara Hitler dan Von Brauchitsch adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para "Alte Kämpfer" (Pejuang Tua) dalam Peringatan Münich Putsch yang diselenggarakan di Bürgerbräukeller tanggal 8 November 1939. Tanpa disadari oleh semua pihak yang hadir, sebuah bom telah ditanam oleh Georg Elser di podium tempat Hitler berpidato. Banyak dari pentolan NSDAP-Reichsleitung ini dipastikan tewas atau terluka kalau saja Hitler tidak secara tiba-tiba menghentikan pidatonya lebih cepat dari biasanya dan kemudian meninggalkan lokasi acara! Untuk identifikasinya, dari kiri ke kanan: Alfred Rosenberg (kiri bawah memegang mulut), Joseph Goebbels, Wilhelm Grimm (memakai seragam Heer diatas Goebbels), Dr. Wilhelm Frick, Max Amann (paling bawah kelihatan kepalanya doang), Karl Fiehler, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Adolf Hühnlein, Hermann Kriebel, Dr. Fritz Todt, Franz Ritter von Epp, Rudolf Hess, Julius Schaub, Adolf Wagner, Martin Bormann, Wilhelm von Grolmann, Wilhelm Brückner, Heinrich Himmler, Ulrich Graf, Christian Weber, Heinrich Hoffmann, Rudolf Schmundt, Karl Wolff, Hans Pfeiffer, dan Max Wünsche


Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) sedang melayani permintaan tandatangan para prajurit Wehrmacht. Foto ini menarik karena diambil dalam periode singkat (1939-1941) dimana Adolf Hitler mengganti seragam kebesarannya dari coklat NSDAP (dengan armband swastika) menjadi Feldgrau (abu-abu lapangan) dengan Hoheitsabzeichen (elang dan swastika) di lengan kiri. Banyak petinggi NSDAP lainnya (Goebbels, Rudolf Hess, Robert Ley, dan lain-lain) yang kemudian mengekor perubahan model seragam Hitler (seragam abu-abu dengan elang di lengan). Sebuah perintah langsung dari Hitler kemudian dikeluarkan pada musim panas tahun 1941 - berbarengan dengan dimulainya Unternehmen Barbarossa - yang melarang hal ini, alias "kembali ke awal, anak-anak!" bila memang para petinggi partai tersebut tidak bertugas di kemiliteran


 Para petinggi Nazi dan Wehrmacht menyaksikan sebuah pertunjukan opera terkenal karya Heinrich von Kleist yang berjudul "Der Prinz von Homburg" (Pangeran dari Homburg) yang dipentaskan di Grand Theatre Poznań (Teatr Wielki im. Stanisława Moniuszki w Poznaniu) dari tanggal 16 Maret 1941 s/d 23 Maret 1941. Pada saat itu gedung teater tersebut baru saja selesai direnovasi dan lakon karya Von Kleist merupakan pertunjukan pertama yang dipertontonkan disana. Duduk di baris depan dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Arthur Karl Greiser (Reichsstatthalter und Gauleiter der NSDAP im von den Deutschen besetzten Reichsgau Wartheland), dan Generalleutnant Hellmuth Bieneck (Kommandierenden General Luftgau-Kommando II di Poznań)


Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) berbicara di hadapan para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari Heer yang sedang mengadakan kunjungan ke kantor sang Menteri Propaganda di Berlin pada tanggal 1 November 1942. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Günter Klappich (Chef 11.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 60 / 16.Infanterie-Division. Ritterkreuz 31 Juli 1942), Oberleutnant Hans-Gotthard Pestke (nyempil di belakang, Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 176. Ritterkreuz 15 November 1941), Hauptmann Wilhelm Spindler (Chef 13.Kompanie / III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 98 / 1.Gebirgs-Division. Ritterkreuz 21 Desember 1940), Hauptmann Max Sachsenheimer (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 75 / 5.Jäger-Division. Ritterkreuz 5 April 1942), Oberleutnant Hans Guhr (Adjutant Grenadier-Regiment 513 / 294.Infanterie-Division. Ritterkreuz 10 September 1942), Oberleutnant Gerhard Möws (Chef 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 22 / 2.Infanterie-Division [motorisiert]. Ritterkreuz 1 November 1942), Oberleutnant Friedrich-Wilhelm Proske (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 84 / 102.Infanterie-Division. Ritterkreuz 12 April 1942), Oberleutnant der Reserve Wilhelm "Willi" Hümmerich (memakai kacamata, Chef 14.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 80 / 34.Infanterie-Division. Ritterkreuz 18 Oktober 41), Oberleutnant der Reserve Richard Grünert (Chef 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 7 / 7.Panzer-Division. Ritterkreuz 14 Oktober 1941), ? (tersembunyi di belakang Grünert), Oberleutnant Dr.med.vet. Klaus Hilgemann (berkumis, Chef 13.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division. Ritterkreuz 18 Oktober 1942), Hauptmann Harald von Hirschfeld (Führer II.Bataillon /Gebirgsjäger-Regiment 98 / 1.Gebirgs-Division. Ritterkreuz 15 November 1941), Reichsminister Goebbels, dan Hauptmann Karl Langesee (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 207 / 97.Jäger-Division. Ritterkreuz 10 Agustus 1942)


Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) berbicara di hadapan para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) dari Heer yang mengelilinginya. Mereka sedang mengadakan kunjungan ke kantor sang Menteri Propaganda di Berlin pada tanggal 1 November 1942. Perwira dengan lima buah lencana Panzervernichtungsabzeichen di lengannya adalah Oberleutnant Peter Kiesgen (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 239 / 106.Infanterie-Division. Ritterkreuz 5 Oktober 1941), sementara di sebelah kirinya (dengan rambut poni) adalah Leutnant Erich Bachem (Vorgeschobene Beobachter [VB] IV.Abteilung / Artillerie-Regiment 262 / 262.Infanterie-Division. Ritterkreuz 6 Januari 1942). Di antara Bachem dan Kiesgen adalah Oberleutnant der Reserve Richard Grünert (Chef 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 7 / 7.Panzer-Division. Ritterkreuz 14 Oktober 1941); di belakang Kiesgen adalah Oberleutnant Friedrich-Wilhelm Proske (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 84 / 102.Infanterie-Division. Ritterkreuz 12 April 1942); orang yang membelakangi dengan dagu super mancung adalah Hauptmann Karl Langesee (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 207 / 97.Jäger-Division. Ritterkreuz 10 Agustus 1942); perwira yang berdiri paling kanan (di belakang Goebbels) adalah Oberleutnant Gerhard Möws (Chef 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 22 / 2.Infanterie-Division [motorisiert]. Ritterkreuz 1 November 1942), sementara persis di belakangnya dengan rambut di belah dua adalah Oberleutnant Ekkehard Kylling-Schmidt (Chef 4.Kompanie / Infanterie-Regiment 26 / 30.Infanterie-Division. Ritterkreuz 20 Oktober 1941); sementara perwira botak yang mojok di belakang kiri, siapa lagi kalau bukan Hauptmann Max Sachsenheimer (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 75 / 5.Jäger-Division. Ritterkreuz 5 April 1942)



Para perwira dan bintara Waffen-SS pilihan dari tiga divisi utamanya (Leibstandarte, Das Reich dan Totenkopf) dalam acara resepsi bersama dengan Menteri Propaganda Joseph Goebbels tanggal 5 April 1943, sekaligus sebagai perayaan beberapa orang peraih medali setelah kemenangan dalam Pertempuran Ketiga Kharkov. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hans Jüttner (Chef des SS-Führungshauptamtes), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklärungs-Abteilung 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Untersturmführer Heinz Macher (Chef 16.Kompanie (Pionier)/SS-Panzergrenadier-Regiment Deutschland/SS-Panzergrenadier-Division Das Reich), SS-Oberscharführer Hans Hirning (Granatwerfertruppführer 6.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), dan SS-Scharführer Egon Endell (6.Batterie/SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf)


 Reichsminister Joseph Goebbels (kiri) berbincang-bincang dengan Generaloberst Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), sementara setengah terpotong di sebelah kanan adalah General der Gebirgstruppe Ferdinand Schörner (Kommandierender General XXXX.Panzerkorps). Foto ini diambil tanggal 20 Juli 1944, hanya beberapa jam setelah upaya pembunuhan oleh Oberst Claus von Stauffenberg di Führerhauptquartier Wolfsshanze! Jodl sendiri terluka ringan dalam peristiwa tersebut


 Pada tanggal 4 Agustus 1944 di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg/Ostpreußen), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) mengumpulkan para Reichsleiter (Kepala Reich, pangkat tertinggi kedua dalam hierarki Partai Nazi setelah Führer) dan Gauleiter (Pimpinan regional Partai Nazi) yang melakukan kunjungan berjamaah menengok keadaannya sekaligus menunjukkan kekompakan dan persatuan yang masih terjalin di tubuh NSDAP. Di baris depan kita bisa melihat kepala-kepala dari Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Reichsminister Joseph Goebbels, dan Reichsleiter Dr. Robert Ley


Mayat Reichskanzler Joseph Goebbels yang terbakar hangus dipertontonkan pada pihak Sekutu. Dia mati bunuh diri bersama dengan istrinya, Magda Ritschel, pada tanggal 1 Mei 1945 di Berlin setelah terlebih dahulu membunuh kelima anak mereka dengan racun! Sehari sebelumnya (30 April), dia baru saja diangkat sebagai Reichskanzler menggantikan Hitler yang terlebih dahulu mati bunuh diri. Depresi berat karena kehilangan orang yang sangat dipujanya, Goebbels dan istrinya memutuskan untuk mengikuti jejak pemimpin mereka. Ada beberapa versi mengenai proses kematian pasangan suami-istri fanatik ini, tapi yang paling populer adalah bahwa Goebbels terlebih dahulu menembak istrinya di halaman Reichskanzlei sebelum menembak dirinya sendiri. Mayatnya kemudian dibakar oleh ajudannya, SS-Hauptsturmführer Günther Schwägermann. Sayangnya, proses pembakaran itu tidak sempurna sehingga jasad Goebbels masih bisa dikenali beberapa hari kemudian saat pihak Soviet telah menduduki kota Berlin


Sumber :
www.auctions.alexautographs.com
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: