Friday, December 27, 2013

Foto 215. Infanterie-Division

KOMMANDEUR



 
General der Infanterie Baptist Kniess (17 April 1885 - 10 November 1956) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang menapaki karir lanjutan di Reichswehr sebelum menjadi Kommandierender General LXXXV. Armeekorps. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 3 Agustus 1942 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 215. Infanterie-Division. Menjelang dimulainya Wacht am Rhein yang berujung pada Pertempuran Bulge akhir tahun 1944, Oberkommando der Wehrmacht (OKW) benar-benar menjaga kerahasiaannya sehingga ketika Kniess mengajukan cuti selama satu bulan di November 1944, permintaannya dipenuhi. Seorang jenderal setingkat dia bahkan tidak mengetahui bahwa hanya dalam satu bulan ke depan akan ada operasi besar di Barat, karena kalau dia tahu dia pasti tak akan mengajukan cuti, dan atasannya pun (yang sama-sama tidak tahu) tak akan mengabulkannya! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Prinzregent-Luitpold-Medaille; Bronzene Medaille Verdienstorden vom Deutschen Adler IV.Klasse mit Krone und Schwertern; Großherzogliche hessische goldene Verdienstmedaille des Ludwigsordens mit der Inschrift: "Für Tapferkeit"; königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern und der Krone; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)


 Generalleutnant Bruno Frankewitz (8 Desember 1897 - 11 Agustus 1982) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian terlibat dalam banyak kampanye militer Jerman di Perang Dunia II, diantaranya adalah: aneksasi Sudetenland, penyerbuan Polandia, pertempuran Prancis, Unternehmen Barbarossa, pengepungan Leningrad, ofensif Baltik, ofensif Riga, dan kampanye Kurland. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2725 pada tanggal 29 Februari 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 215.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord, serta Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #790 tanggal 16 Maret 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 215.Infanterie-Division / XVIII.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Weichsel. Selain sebagai komandan 215. Infanterie-Division (12 November 1942 - 6 April 1945), Frankewitz juga tercatat memimpin Infanterie-Division RAD Nr.3 "Theodor Körner" (6 April 1945 - 7 Mei 1945). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Agustus 1915) und I.Klasse (27 Januari 1918); Hamburgisches Hanseatenkreuz; Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse; Königlich Ungarische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Königlich Bulgarische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939) und I.Klasse (3 Oktober 1939); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942” (1942); Deutsches Kreuz in Gold (1 April 1942); Finnischer Freiheitskreuz II. Klasse mit Schwertern (29 Maret 1943); serta Ärmelband “Kurland”. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht dua kali (6 Februari 1944 dan 29 Desember 1944)
-


 ----------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Major der Reserve Rudolf Altstadt (16 Januari 1914 – 27 Mei 1974) masuk dinas militer tak lama seusai lulus dari sekolah (29 Oktober 1935 - 24 Oktober 1938). Setelah mobilisasi tahun 1939 dia bergabung dengan Infanterie-Regiment 390, dan bertempur di Prancis, Barbarossa serta pengepungan Leningrad. Dalam pertempuran di Pskov awal April 1944, pasukan Rusia berhasil menembus wilayah pertahanan sepanjang jalan menuju Goruschka yang berada di antara kubu kompi ke-1 dan ke-3 batalyon Altstadt. Melihat kegentingan situasi yang terjadi, Altstadt mengambil pasukan cadangan yang tersisa di batalyonnya dan melakukan serangan balik menyamping yang memporakporandakan laju pergerakan musuh sehingga Pskov berhasil dikuasai kembali. Atas jasa-jasanya ini dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Mei 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 380 / 215.Infanterie-Division / XXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Dalam pertempuran tanggal 22 Juni 1944 Altstadt terluka begitu parah sehingga menjalani penyembuhan dari rumahsakit ke rumahsakit (Armee-Feld-Lazarett 3/572 sampai 5 Juli 1944, Kriegslazarett 699 10 Juli 1944, Reserve-Lazarett Löwenberg/Schlesien 3 Agustus 1944, dan Reserve-Lazarett Bruchsal 8 Oktober 1944)! Dari bulan April 1945 dia menjabat sebagai komandan resimen di Armee-Waffenschule Armee-Oberkommando 19, dan terluka untuk yang terakhir kalinya tanggal 24 April. Tiga hari kemudian Altstadt ditangkap oleh pasukan Amerika dan dilepaskan sebulan kemudian (15 Mei 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1940) dan I.Klasse (14 Januari 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (13 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (8 Agustus 1942); Nahkampfspange in Bronze (9 Februari 1944); serta Verwundetenabzeichen in Silber (5 Maret 1944)


 Major der Reserve Konrad Zeller (9 September 1911 - 24 Januari 1996) adalah perwira "mengerikan" (jangan melihat penampilannya yang mirip pegawai perpustakaan!) dari Infanterie-Regiment 380 (nantinya dinamai ulang menjadi Grenadier-Regiment 380) yang dianugerahi medali dan penghargaan sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Juli 1940) dan I.Klasse (14 Januari 1942); Die Medaille Winterschlacht Im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Infanterie Sturmabzeichen; Nahkampfspange; Deutsches Kreuz in Gold #231/23 (12 November 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #2270 (15 Oktober 1943); serta Eichenlaub #495 (9 Juni 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2520 (5 Januari 1944). Dia meneruskan karir di Bundeswehr seusai Perang Dunia II dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant der Reserve. Alamat terakhirnya adalah di Koppentalstrasse 13 D 7000 Stuttgart 1, Jerman, dengan nomor telepon +49711-298903


Sumber :
www.forum.axishistory.com 
www.geocities.com
www.oakleafmilitaria.com
www.unithistories.com

Thursday, December 26, 2013

Sporthemd Trikot Reichsadler (Kaos Dalam Wehrmacht)

Foto ini memperlihatkan seorang prajurit Afrikakorps yang memakai sporthemd trikot Reichsadler dan memegang tropenhelm M40 (pith helmet) di atas sebuah Panzerkampfwagen III Ausführung G (Sd.Kfz.141) turmnummer 521, sementara di sebelahnya teronggok patronenkasten dan di kanan stahlhelm M35 dengan decal nasional. Dia juga memakai tropenstiefel di kakinya. Kemungkinan foto ini diambil di fase-fase awal pertempuran di Afrikakorps karena tropenhelm sebagian besar hanya digunakan oleh DAK pas pertama saja sebelum digantikan dengan tropenmütze yang lebih praktis



"Hallo Kameraden in Afrika!" Para Matrosen (pelaut) Jerman di atas kapal patroli mendengarkan siaran radio di tengah samudera luas, 26 Juni 1942. Meskipun jauh dari kampung halaman, tapi mereka hampir tidak pernah ketinggalan berita terbaru dari tanah air yang didapatkan melalui radio berdaya pemancar tinggi. Dari tropenuniform serta tropenhelm yang mereka kenakan, bisa diketahui bahwa foto ini diambil di perairan Mediterania. Matrosen di sebelah kiri mengenakan Sporthemd Trikot Reichsadler (Kaos Dalam Wehrmacht). Foto oleh Kriegsberichter Kratochwill


Sumber:
Buku "Afrikakorps: Rommel's Tropical Army in Original Color" karya Bernd Peitz dan Gary Wilkins
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Album Foto Heeres-Pionier-Sturmbrigade 627

Oberst Karl Herzog (6 Juli 1906 - 25 Januari 1998) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 17 April 1945 sebagai Oberstleutnant dan komandan Heeres-Pionier-Sturmbrigade 627 (motorisiert). Dia ditangkap oleh Soviet bulan April 1945 di Pillau dan dipenjara sampai dengan tahun 1955. Herzog meneruskan karir di Bundeswehr dari tanggal 16 Agustus 1957 s/d 30 September 1966 dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Oktober 1939) dan I.Klasse (18 Juni 1940); Deutsches Kreuz in Gold (18 Mei 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (17 November 1942); Nahkampfspange in Bronze (21 Agustus 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Mei 1944); Ordinul Corona Romaneii Knight (15 Mei 1944); dan Verwundetenabzeichen in Schwarz (25 Juni 1944)


Sumber :
www.ww2awards.com

Wednesday, December 25, 2013

Tentang Hermann Göring (Artikel dan Foto)

  1. Biografi Hermann Göring
  2. Hermann Göring dan hobi kereta mainan uniknya 
  3. Foto berwarna Hermann Göring
  4. Foto Hermann Göring
  5. Foto Hermann Göring dalam acara kunjungan dan inspeksi
  6. Foto Hermann Göring dan Adolf Hitler
  7. Foto Hermann Göring dan Luftwaffe
  8. Foto Hermann Göring dan Wehrmacht
  9. Foto Hermann Göring dan upacara penganugerahan medali
  10. Foto Hermann Göring di acara sipil dan pesta
  11. Foto Hermann Göring di Carinhall
  12. Foto Hermann Göring sebagai anggota NSDAP
  13. Foto keluarga dan kehidupan pribadi Hermann Göring
  14. Foto Hermann Göring setelah menyerah dan menjadi tawanan perang
  15. Foto Fallschirm-Panzer-Division 1. Hermann Göring (HG)

Foto Keluarga dan Kehidupan Pribadi Hermann Göring

Keluarga kecil Göring: Generalfeldmarschall Hermann Wilhelm Göring (12 Januari 1893 - 15 Oktober 1946) dengan seragam Luftwaffe dan Pour le Mérite di lehernya bersama dengan istrinya Emma Johanna Henny "Emmy" Sonnemann (24 Maret 1893 - 8 Juni 1973) dan anaknya Edda Göring (lahir 2 Juni 1938). Foto berbahan print gelatin silver berukuran 17cm x 22,5cm ini dibuat oleh Rosemarie Clausen (1907-1990) dari studio foto terkemuka Schauspielhaus di Gendarmenmarkt.(Berlin) pada akhir tahun 1938


 
Panglima Luftwaffe Hermann Göring dengan singa peliharaannya, Mucki dan Cäsar. Sang Reichsmarschall tinggal bersama dengan istrinya Emma Sonnemann (setelah menikah dikenal dengan nama Emmy Göring) di sebuah puri megah yang dinamai sebagai Carinhall (diambil dari nama istri pertama Göring, Carin Fock, yang meninggal tahun 1931). Barang-barang super mewah yang ada disana termasuk tempat bermain bowling, miniatur kereta mainan senilai $265.000, dan kebun binatang pribadi yang "setiap harinya membutuhkan pasokan daging yang bisa mencukupi makanan untuk satu kampung"! Foto paling atas diambil pada tanggal 5 April 1936


Sumber :
www.herbertcroly.wordpress.com

Wednesday, December 11, 2013

Foto 10. Panzer-Division

  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini, yang berkendara melewati sebuah desa Rusia yang terbakar pada tanggal 11 Oktober 1941, memperlihatkan nomor sasis di bagian depan kubahnya (persis di atas visor supir): 68435. Selain itu, terdapat pula nomor taktis satu digit "7" di bagian samping depan turet, diikuti dengan gambar bison Eropa di belakangnya. Berbekal itu semua, kita bisa mengidentifikasi panzer ini sebagai milik Panzer-Regiment 7, yang merupakan bagian dari 10. Panzer-Division. Sebuah panji kecil berkibar di bagian atas antenanya. Yang cukup menarik adalah penampilan awaknya, yang dengan santai duduk di luar panzer. Dia mengenakan stahlhelm di kepalanya, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di kalangan Panzermänner (orang-orang tank)!


Dalam banyak sumber, perwira ketiga dari kiri - yang memakai mantel kulit - dikatakan sebagai "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel (contohnya adalah disini), yang sedang dikelilingi oleh para prajurit Afrikakorps. Pada kenyataannya, dia adalah Generalleutnant Wolfgang Fischer yang memang pernah menjadi Komandan 10. Panzer-Division dalam medan perang Afrika Utara. Fischer terbunuh secara tragis di Tunisia pada tanggal 1 Februari 1943 saat mobil yang dikendarainya masuk ke dalam kawasan ladang ranjau Italia yang tak bertanda. Dia kehilangan lengan kirinya serta kedua kakinya dalam ledakan yang terjadi kemudian. Sang jenderal tewas kehabisan darah saat sedang menulis surat perpisahan untuk istri tercintanya di tanah air. Secara nachträglich (anumerta) pangkatnya dinaikkan menjadi General der Panzertruppe pada tanggal 1 April 1943


 Foto ini memperlihatkan sebuah Panzerkampfwagen III dari 10. Panzer-Division yang diambil tak lama setelah pertempuran di Medenine, Tunisia, tanggal 6 Maret 1943. Simbol dari divisi panzer tersebut yang berbentuk "YIII" terlihat di dekat posisi operator/gunner. Panzer satu ini bisa berarti Ausf.L atau Ausf.M, yang perbedaan paling kentara secara visualnya terletak pada knalpot (tidak nongol dalam foto di atas), serta alat pelontar asap yang ditambahkan di sebelah turet yang biasa nongol di Ausf.M, tapi tampaknya telah rusak dalam pertempuran. Dia hancur setelah dihantam oleh artileri 73rd Anti-Tank Regiment Royal Artillery Inggris, yang merupakan salah satu bagian dari pelindung anti-tank yang dikembangkan oleh Montgomery sebagai hasil dari ULTRA



Mobil yang ditumpangi oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Deutsch-Italienische Panzerarmee) dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsch-Italienische Panzerarmee) berpapasan dengan konvoy berbagai macam kendaraan perang milik Panzergrenadier-Regiment 69 / 10.Panzer-Division yang sedang dalam perjalanan menuju Thala, Tunisia. Foto ini diambil pada tanggal 21 Februari 1943 di Kasserine Pass (Celah Kasserine). Paling dekat dengan kamera adalah halftrack M3 hasil rampasan dari pasukan Amerika Serikat. Kendaraan yang mempunyai nama resmi Jerman "Gepanzerter Mannschaftstransportwagen M3 401(a)" ini merupakan salah satu dari banyak halftrack milik US 3/6 Armored Infantry yang direbut oleh 10. Panzer-Division di markas tentara Amerika di Djebel Semmama



Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto
www.facebook.com
www.forum.axishistory.com
www.panzerphotos.com
www.questmasters.us

Saturday, December 7, 2013

Ritterkreuzträger (Peraih Ritterkreuz) dari SA (Sturmabteilung)

Para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berasal dari Sturmabteilung menghadiri undangan SA-Stabschef Viktor Lutze tanggal 20 Januari 1942. Foto ini sendiri aslinya ditandatangani oleh Lutze di bagian bawah, sehingga kemungkinan merupakan kenang-kenangan buat para anggota yang menghadiri acara tersebut. Dari kiri ke kanan: Alois Zmugg (RK 18 Oktober 1941 sebagai Unteroffizier di 3.Kompanie / Schützen-Regiment 114 / 6.Panzer-Division); Walter Evers (RK 4 Desember 1941 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 11.Kompanie / Infanterie-Regiment 271 "Feldherrnhalle" / 93.Infanterie-Division); Alexander Leschke (dengan seragam SA-Oberführer. RK 4 November 1941 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] 11 / 14.Infanterie-Division [motorisiert]); Josef Gollas (RK 18 November 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division); Viktor Lutze (SA-Stabschef); Hans Hoffritz (di belakang Lutze. RK 4 September 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 14.Kompanie[Panzerjäger] / Infanterie-Regiment 268 / 113.Infanterie-Division); Georg Feig (RK 4 Desember 1941 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 3.Kompanie / Schützen-Regiment 113 / 1.Panzer-Division); dan Karl Brüggemann (RK 28 November 1940 sebagai Unteroffizier dan Gruppenführer Stabskompanie / Infanterie-Regiment [motorisiert] 5 / 2.Infanterie-Division [motorisiert])


Para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berasal dari Sturmabteilung menghadiri undangan SA-Stabschef Viktor Lutze tanggal 20 Januari 1942. Mereka sedang mengelilingi Alois Zmugg yang kehilangan salah satu kakinya dalam pertempuran. Dari kiri ke kanan: Walter Evers (RK 4 Desember 1941 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 11.Kompanie / Infanterie-Regiment 271 "Feldherrnhalle" / 93.Infanterie-Division); Alexander Leschke (dengan seragam SA-Oberführer. RK 4 November 1941 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] 11 / 14.Infanterie-Division [motorisiert]); Karl Brüggemann (RK 28 November 1940 sebagai Unteroffizier dan Gruppenführer Stabskompanie / Infanterie-Regiment [motorisiert] 5 / 2.Infanterie-Division [motorisiert]); Viktor Lutze (SA-Stabschef); Alois Zmugg (RK 18 Oktober 1941 sebagai Unteroffizier di 3.Kompanie / Schützen-Regiment 114 / 6.Panzer-Division); Paula Lutze (istri dari Viktor Lutze); Georg Feig (RK 4 Desember 1941 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 3.Kompanie / Schützen-Regiment 113 / 1.Panzer-Division); Hans Hoffritz (di belakang Lutze. RK 4 September 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 14.Kompanie[Panzerjäger] / Infanterie-Regiment 268 / 113.Infanterie-Division); dan Josef Gollas (RK 18 November 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division)


Foto ini diambil pada tanggal 13 Januari 1945 oleh Kriegsberichter Hamann, dan memperlihatkan tiga orang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) Wehrmacht - yang juga adalah anggota SA (Sturmabteilung) - yang sedang melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Panglima SA Wilhelm Schepmann. Dari kiri ke kanan: SA-Standartenführer Dr.med.dent. Franz Bäke (pangkat Wehrmacht: Oberst der Reserve dan Kommandeur Panzer-Brigade 106 "Feldherrnhalle"), SA-Oberführer Ewald Bartel (Hauptmann der Reserve dan Kommandeur Panzergrenadier-Bataillon 2106 “Feldherrnhalle”), Gabriel Erdmann (pangkat Wehrmacht: Hauptmann), dan SA-Stabschef Wilhelm Schepmann


Sumber :
www.sz-photo.de
www.wehrmacht-awards.com

Foto 2. Fallschirmjäger-Division

Foto di atas menunjukkan para anggota dari II. Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6 / 2.Fallschirmjäger-Division sedang beraksi menggunakan pesawat glider DFS 230 di Front Italia, tepatnya di Monte Rotondo, tanggal 9 September 1943. Musuh mereka adalah pasukan Amerika dari 34th Infantry Division. Prajurit paling depan menenteng MG 34 di tangannya. Sebagai fotografernya adalah Dr. Wolfgang Stocker


 Setelah diterjunkan di bagian selatan Pulau Elba, tepatnya di Tanah Genting Lacona, pasukan Jerman dari III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 7 / 2.Fallschirmjäger-Division mendapat tugas untuk melucuti mantan sekutunya, tentara-tentara Italia, lalu membawa mereka ke kamp tawanan perang di Italia Daratan. Foto ini diambil di Pulau Elba pada tanggal 17-30 September 1943 dari kamera milik koresponden perang Willy Baitz (Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps). Baitz sendiri ikut nongol dalam foto ini, dan dia adalah satu-satunya prajurit yang tidak memakai topi, yang berdiri nomor dua dari kiri


 Tak lama setelah diterjunkan di Pulau Elba, Italia, III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 7 / 2.Fallschirmjäger-Division mendapat perintah untuk berkumpul di Pelabuhan Portoferraio untuk mengatur ulang rencana selanjutnya. Batalyon pimpinan Major Friedrich Hübner ini berangkat menuju pelabuhan dengan serana transportasi apapun yang bisa mereka temukan: mobil, truk, taksi, sepeda motor, dan bahkan keledai! Foto ini memperlihatkan seorang prajurit penerjun payung dari Batalyon ke-3 yang sedang mengendarai truk milik penduduk setempat, dengan senapan dari jenis Mannlicher-Carcano modèle 38 Italia tersampir di punggungnya. Jaket terjun payungnya telah dilengkapi dengan tambahan kantong amunisi di bagian lengan yang merupakan hasil modifikasi di lapangan. Foto ini diambil pada tanggal 17-30 September 1943 oleh koresponden perang Biedermann dari Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.archives.ecpad.fr
www.commons.wikimedia.org
www.wehrmacht-awards.com

Jerigen Bahan Bakar / Air Wehrmacht Dalam Perang Dunia II



Oleh : Alif Rafik Khan

Pada bulan November 1936 Wehrmacht mengeluarkan undangan tender untuk pembuatan model wadah tertutup penyimpan bahan bakar dan air (jerigen) demi menggantikan model lama yang terbuat dari bahan kaleng dan juga sebagai pelengkap unit-unit bermotor yang baru dibentuk.

Firma Müller dari Schwelm di bawah arahan kepala teknik Vinzenz Grünvogel (1905-1977) mengembangkan sebuah desain jerigen baru yang revolusioner pada masanya.

Dengan bentuk persegi panjang dan dibuat menggunakan dua plat tempa yang disatukan dengan las di bagian piping tengahnya sehingga menjamin perlindungan dari guncangan, maka jerigen baru berkapasitas 20 liter dan berat 4 kg ini mulai diperkenalkan. Dia dilengkapi dengan tiga dempet pegangan dan bisa dibuka-tutup dengan putaran-kunci. Desain pegangannya memampukan empat buah jerigen kosong bisa dipegang oleh satu orang yang memegang pegangan terluarnya, dan dua jerigen berisi penuh dengan memegang pegangan tengahnya. Bentuknya yang khusus juga membuat dia bisa ditumpuk sampai lima buah di tempat penyimpanan. Cat sintetis oranye-merah yang dibalurkan dalam keadaan panas membuat jerigen ini tahan terhadap karat, sementara pipa kecil yang terpasang di sumbatnya cukup ampuh untuk menahan cairan keluar kembali saat sedang diisi.

Produksi dimulai pada awal tahun 1937 melalui kerjasama dengan firma AMBI-BUDD Presswerk dari Berlin yang menyediakan alat-alat pembuatnya. Sejak tahun 1938, Nowack Bautzen bergabung bersama Müller dan ABP untuk pembuatan "senjata rahasia" ini, yang dengan cermat dikamuflase keberadaannya dalam misi-misi perang Wehrmacht tahun 1938-1939 (Aneksasi Austria, Cekoslowakia dan Polandia). Kanister jenis ini baru nongol secara terbuka dan dalam jumlah besar-besaran dalam kampanye Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah tahun 1940. Dari sejak saat itulah produksinya mulai berbeda-beda tergantung dari pabrik pembuatnya, sementara modelnya dicontek secara brutal oleh negara kawan dan lawan!

------------------------------------------------------------------------------------

MODEL AWAL 1937-1941
Model pertama ini dilengkapi dengan penguat berbentuk silang untuk menghindari perubahan bentuk/penyok. Dia mempunyai marking yang terdiri dari (atas ke bawah):
- Kraftstoff 20 L "bahan bakar 20 liter" (ditempa atau dicat),
- Feuergefährlich "mudah terbakar" (ditempa atau dicat),
- Tahun pembuatan,
- Logo pembuat,
- Nomor yang kegunaannya masih belum diketahui (kode suplier untuk casing jerigen yang berbahan metal?),
- Beberapa model mempunyai marking "Heer" (ditempa atau dicat). Fungsinya  tidak diketahui, apakah untuk mencegah pencurian atau sekedar membedakan dengan jatah unit lain.


MODEL STANDAR 1939-1945
Bentuk final dari jerigen Wehrmacht muncul pada tahun 1939. Perbedaan mendasar dengan model sebelumnya adalah bentuk penguat "X" yang lebih rumit sehingga berakibat pada pemindahan lokasi markingnya. Marking pada umumnya sama, hanya saja tulisan "Heer" diganti menjadi "Wehrmacht", yang mengindikasikan bahwa setiap cabangnya (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine, Waffen-SS) bisa menjadi pemilik dari jerigen tersebut. Seluruh pegangannya kini tidak lagi dilas untuk memudahkan proses produksi massal. Usaha untuk membuat standarisasi ala Jerman ini mendatangkan beberapa alternatif yang muncul di lapangan: ketiadaan marking di bagian samping (dan beberapa malah ditempatkan di pegangan); ketiadaan tulisan "Wehrmacht" serta nomor pengiringnya; serta penempatan logo pembuat yang lokasinya berbeda-beda. Selain itu, nomor 20 yang dicat merah (berat dalam kilogram dari jerigen yang terisi penuh) seringkali ikut terlihat. Dimensinya sendiri sama persis dengan model sebelumnya.
Warna yang biasa digunakan untuk jerigen adalah "feldgrau" (abu-abu lapangan), "schwarzgrau" (hitam abu-abu, biasa disebut sebagai abu-abu panzer), dan "dunkelgelb" (kuning gelap). Yang terakhir terbilang langka digunakan untuk model pertama.


MODEL KHUSUS UNTUK AIR 1940-1944
Kesuksesan model jerigen versi pertama dan kedua membuat diproduksinya model khusus jerigen penampung air pada tahun 1940. Jangan lupakan bahwa para prajurit bukan satu-satunya bagian dari unit militer yang membutuhkan air! Divisi-divisi bermotor Wehrmacht yang berukuran besar (rata-rata 15.000 - 20.000 orang), terutama mereka yang ditempatkan di wilayah yang beriklim panas, membutuhkan air dalam kuantitas yang besar demi mendinginkan mesin-mesin perang mereka. Model jerigen baru ini tidak dilengkapi dengan marking lama Kraftstoff dan Feuergefährlich, dan digantikan oleh "Wasser" (air) serta salib putih besar sebagai penanda isi jerigen. Selain itu, juga terdapat sebuah cap Waffenamt hitam, angka '24' yang berwarna merah (berat dalam kilogram dari jerigen yang terisi penuh), dan sebuah 'W' yang dicat putih. Beberapa variasi tentunya muncul juga di lapangan, sama seperti jerigen bahan bakar. Sebagai contoh adalah marking yang kadangkala tertera di pegangan dan bukannya di bodi jerigen. Dimensinya sendiri sama persis dengan yang model bahan bakar.

------------------------------------------------------------------------------------

Jenis-jenis jerigen dan drum bahan bakar Wehrmacht yang digunakan Jerman dalam Perang Dunia II:
10 L -Dreieck Kanister Heer (jerigen segitiga).
20 L- Dreieck Kanister Heer (jerigen segitiga).

10 L- kraftstoff kanister Wehrmacht (jerigen kecil).
20 L -kraftstoff kanister Wehrmacht (jerigen bahan bakar).
20 L - Wasser kanister (jerigen air).

200 L- Kraftstofffass des Heer (drum bahan bakar).
200 L - KraftstoffFass der Wehrmacht (drum bahan bakar).
200 L - kraftstoffFass de Waffen-SS (drum bahan bakar).
200 L- Schmierstoff Fass der Luftwaffe (drum oli).

Alsweck sonder behälter der Fj (kontainer bahan-bakar Fallschirmjäger yang diterjunkan menggunakan parasut).

------------------------------------------------------------------------------------

DISTRIBUSI JERIGEN WEHRMACHT PER-FIRMA



------------------------------------------------------------------------------------

PROSES PRODUKSI JERIGEN DI PABRIK PEMBUATAN MÜLLER SCHWELM

Pressing 

Alat pressing

Persiapan pemasangan

Penyatuan dengan di-las

Pencetakan bagian pinggir

Pembuatan pegangan

Penyatuan pegangan dengan badan jerigen

Pembuatan tutup sumbat serta pembersihan kaleng

Penambahan penangkal karat

Penyemprotan cat


------------------------------------------------------------------------------------

Desain jerigen Wehrmacht di atas ternyata tidak hanya dipakai oleh Jerman saja, melainkan juga di-kloning habis oleh Angkatan Bersenjata Inggris, Swiss serta Italia. Inggris meniru model standarnya, sementara Swiss meniru model awal serta standar. Untuk Italia lain lagi karena negara sekutu Jerman tersebut membuat jerigen sendiri dengan salah satu sisi menampilkan model standar sementara sisi lainnya model pra-1940!


Sumber:
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Armin Albano
www.commons.wikimedia.org
www.wehrmacht-awards.com
www.wehrmachtss.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------------------

ALBUM FOTO

  Sebuah mobil Jerman dari jenis VW Typ 82 leichter geländegängiger Personenkraftwagen (Kfz. 1) "Kübelwagen" sedang berada di depan sebuah desa pegunungan di Piero Patti, Messina (Sisilia/Italia), dengan latar belakang bangunan Convento dei Carmelitani yang berbentuk kastil, tahun 1943. Kübel satu ini dilengkapi dengan dudukan jerigen bahan bakar tambahan yang dipasang di atas spatbor kiri. Dalam perbendaharaan Jerman, jerigen militer mempunyai nama resmi 'Wehrmacht-Einheitskanister', dan pertama kali dikembangkan pada tahun 1937 oleh firma teknik Müller di Schwelm, berdasarkan desain dari kepala insinyur mereka, Vinzenz Grünvogel. Sebenarnya desain serupa telah digunakan dari sejak tahun 1936 dalam kancah Perang Saudara Spanyol, dimana jerigen yang diproduksi memajang logo perusahaan Ambi-Budd Presswerk G.m.b.H. Pada tahun 1939, militer Jerman telah menumpuk ribuan dari jerigen jenis ini sebagai cadangan, sebagai antisipasi dari perang yang kemungkinan terjadi. Pasukan bermotor biasanya mendapat jatah jerigen lengkap dengan selangnya, sebagai sarana untuk memudahkan penyedotan bahan bakar dari segala sumber yang tersedia. Selang ini terutama berguna sekali manakala tentara-tentara Jerman melibas negara-negara Sekutu dalam gerak cepat di tahun-tahun awal peperangan. Musuh bebuyutan Jerman, Inggris, tak lama kemudian telah menemukan kegunaan Wehrmachtskanister 20 L, dan segera meng-copy-nya mentah-mentah. Karena pihak Inggris biasa menjuluki tentara-tentara Jerman sebagai "Jerry", maka merekapun memberi nama "Jerry Cans" kepada tempat penyimpanan bahan bakar / air hasil tiruan tersebut (nama ini nantinya diadopsi oleh orang-orang kita menjadi "jerigen")


Anggota Waffen-SS sedang membersihkan mobil Wanderer W 23 S Kübelwagen mereka di pinggir sungai atau danau. Plat nomor mobil tersebut adalah "SS 83 384", dan diatasnya tergantung sebuah Kraftstoff feuergefährlich (jerigen bahan bakar) model standar. Dari plat nomornya kita bisa mengetahui bahwa kendaraan tersebut merupakan kepunyaan 8. SS-Totenkopf Standarte yang pada tanggal 25 Februari 1941 berubah nama menjadi SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) Reichsführer-SS


 Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia di Kalinovo, Uspenskaya (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini memperlihatkan saat Qusling (kiri) - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - mencoba untuk menaiki sebuah halftrack milik pos komando Resimen Nordland, bersama dengan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Wilhelm Rediess (membelakangi kamera, Höhere SS und Polizeiführer "Nord") dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"). Halftrack dalam foto ini mempunyai nama resmi 'leichter Gasspürerkraftwagen (Sd. Kfz. 10/1) mit Fahrgestell des le. Zgkw. 1t', dan merupakan sebuah kendaraan transport roda-rantai yang pada awalnya dibuat khusus untuk mengangkut para anggota unit pendeteksi gas beracun. Berhubung dalam Perang Dunia II tidak ada serangan gas masif seperti halnya dalam Perang Dunia I, maka kendaraan ini dialihfungsikan menjadi kendaraan penarik Nebelwerfer (peluncur roket)


   Empat orang anggota 1.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V. 66 berpose di depan Panzerkampfwagen IV Ausf.G milik mereka, di musim panas tahun 1942. Zur Besonderen Verwendung (z.b.V.) biasa diterjemahkan sebagai "untuk tujuan khusus". Rencana invasi Pulau Malta di Mediterania - yang dinamakan sebagai Unternehmen Herkules - membutuhkan pula unit panzer spesial yang bisa digunakan untuk pendaratan amfibi sekaligus pertempuran gunung dan kota. Untuk mengakomodasinya maka dibentuklah sebuah kompi tank baru yang dibekali dengan Panzer IV Ausf.G. Kompi ini dinamakan sebagai Panzer-Kompanie z.b.V.66, dan dikomandani oleh Oberleutnant Hans-Günther Bethke, yang merupakan seorang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Tak dinyana, rencana invasi tersebut dibatalkan oleh Hitler sehingga kompi yang sudah kadung dibentuk kemudian direorganisasi ulang menjadi setaraf batalyon yang membawahi oleh dua kompi. Kompi pertama mendapat penugasan bersama dengan Heeresgruppe Nord di utara Uni Soviet, sementara kompi kedua ditempatkan di garis belakang Heeresgruppe Mitte. Karena ruang operasinya telah pindah dari Mediterania ke Front Timur, maka para personilnya pun mengganti seragam tropis mereka - seperti yang tampak dalam foto ini - menjadi seragam hitam Panzertruppen biasa.


 Generaloberst Erwin Rommel (memakai topi visor, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (memakai gogel, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen WH-937036 "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling di dekat wilayah Bir Hacheim (Libya) bulan Juni 1942

Thursday, December 5, 2013

Alif Rafik Khan di Majalah Detik



Alhamdulillah akhirnya mantan residivis Nusakambangan sekaligus pembuat blog tercinta ini bisa nongol di Majalah Detik. Download edisi PDF-nya DISINI!

U-125, Tenggelam Oleh Tabrakan Kapal Perusak Inggris!

Kapitänleutnant Ulrich Folkers merupakan salah satu komandan U-boat paling sukses yang berasal dari 2. Unterseebootsflotille. Dalam foto ini dia baru saja kembali ke pangkalan U-boat Lorient tanggal 6 November 1942 setelah menyelesaikan misi patroli kelimanya bersama kapal selam tipe IX C U-125 yang berlangsung selama tiga bulan lebih! Dalam patroli kali ini, Folkers menenggelamkan enam kapal Inggris. Masa patroli yang lebih lama dari semestinya membuat cat yang menempel di kapal selam menjadi sedikit “keruh” karena pengaruh cuaca dan air asin. Perhatikan pula windscreen yang terdapat di menara pengawas U-125, sesuatu yang sebenarnya lebih biasa terlihat di kapal torpedo! U-125 tenggelam di malam tanggal 6 Mei 1943 di sekitar Konvoy ONS-5 di timur Newfoundland. Tak ada awaknya yang selamat


Oleh : Alif Rafik Khan

Spesifikasi
Tipe: IXC
Perintah kerja: 7 Agustus 1939
Pembuatan: 10 Mei 1940 (AG Weser, Bremen, werk 988)
Peluncuran: 10 Desember 1940
Penugasan: 3 Maret 1941 (Kapitänleutnant Günter Kuhnke)

Komandan
3 Maret 1941 - 15 Desember 1941: Korvettenkapitän Günter Kuhnke (Ritterkreuzträger)
15 Desember 1941 - 6 Mei 1943: Kapitänleutnant Ulrich Folkers (Ritterkreuzträger)

Patroli
1. 15 Juli 1941 (Kiel) - 28 Juli 1941 (Lorient): 14 hari
2. 12 Agustus 1941 (Lorient) - 5 November 1941 (Lorient): 86 hari
3. 18 Desember 1941 (Lorient) - 23 Februari 1942 (Lorient): 68 hari - 5.666 ton
4. 4 April 1942 (Lorient) - 13 Juni 1942 (Lorient): 71 hari - 47.055 ton
5. 27 Juli 1942 (Lorient) - 6 November 1942 (Lorient): 103 hari - 25.415 ton
6. 9 Desember 1942 (Lorient) - 19 Februari 1943 (Lorient): 73 hari
7. 13 April 1943 (Lorient) - 6 Mei 1943 (tenggelam): 24 hari - 4.737 ton
Total: 7 patroli dengan 439 hari di lautan

Prestasi
17 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 82.873 GRT.

Akhir
Ditenggelamkan tanggal 6 Mei 1943 timur Newfoundland, Kanada, di posisi 52.30N, 45.20W, setelah ditabrak oleh kapal perusak Inggris HMS Oribi dan kemudian digempur dengan tembakan dari kapal korvet Inggris HMS Snowflake. Keseluruh 54 awaknya tewas.



Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" nomor 2