Friday, August 20, 2010

Oberst Dietrich 'Dieter' Hrabak (1914-1995), Jagoan Udara Sekaligus Pemimpin Skuadron Udara Luftwaffe Paling Sukses!

Geschwaderkommodore Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (kiri) ngobrol bersama dengan para "Luftwaffe-Experten" anakbuahnya dari III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich "Bubi" Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe), Leutnant Karl Gratz (Flugzeugführer di 8.Staffel / III.Gruppe), Oberleutnant Friedrich "Fritz" Obleser (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe), dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe). Foto kemungkinan besar diambil di musim semi/panas tahun 1944


 Hauptmann Dietrich Hrabak dan Oberleutnant Hans Philipp (memakai kacamata hitam) dari Jagdgeschwader 54 (JG 54) “Grünherz” memperhatikan prosesi pengisian bahan bakar untuk sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109E yang dilakukan oleh para awak darat JG 54 di Yugoslavia, bulan April 1941. Di akhir tahun 1940 keduanya telah membuktikan diri sebagai pilot pemburu yang berkualitas. Hrabak memimpin II. Gruppe dan menjadi pilot pertama di JG 54 yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Oktober 1940 setelah meraih 16 kemenangan udara (termasuk enam buah yang diklaimnya dalam Pertempuran Prancis). Nantinya Hrabak tercatat menembak jatuh lebih dari 100 pesawat musuh yang dibukukannya di JG 54 dan JG 52 (setelah tahun 1942 dia dipercaya menjadi Geschwaderkommodore dari dua wing pemburu terkemuka Luftwaffe ini). Philipp (Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe) sendiri memperoleh Ritterkreuz pada tanggal 22 Oktober 1940, hanya berselang satu hari setelah Hrabak, atas 20 kemenangan udara yang telah diraihnya (dengan hampir setengahnya diraih sebelum Pertempuran Britania). Korban pertama dijatuhkannya di atas Polandia tanggal 5 September 1939 ketika sang jagoan udara Jerman mengklaim sebuah pesawat PZL P.24 di atas kota Radomsko (padahal kenyataannya adalah P.11). Sampai dengan akhir tahun 1940 Philipp mengklaim 23 kemenangan yang membuatnya menjadi pilot terbaik di JG 54 dalam hal jumlah kemenangan. Pada tahun 1941, sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa, dia menambahkan enam buah korban dalam perbendaharaan kemenangannya (termasuk dua buah Messerschmitt Bf 109 milik Angkatan Udara Yugoslavia yang dibeli dari Jerman!). Nantinya Philipp juga memperlihatkan prestasi yang mengesankan di atas udara Rusia dimana dia mengklaim sebagian besar dari 206 kemenangan udara yang diraihnya. Philipp kemudian gugur bulan Oktober 1943 saat pesawatnya ditembak jatuh oleh gunner pesawat pembom B-17 Amerika di atas Jerman


Dietrich Hrabak (tengah) tak lama setelah menghadiri upacara penganugerahan Ritterkreuz atas dirinya. Dia masih menjadi perwira di Jagdgeschwader 54, dan kumis tipis masih nongol di wajahnya!



Dua orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) berpangkat Major sedang berbincang-bincang dengan perwira Kroasia di kiri. Di latar belakang adalah pesawat Messerschmitt Bf 109 milik sukarelawan Kroasia di Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Franjo Džal (15./JG 52) , Hubertus von Bonin dan Dietrich Hrabak



Tiga orang perwira Luftwaffe berfoto bersama di pangkalan udara yang menjadi markas II.Gruppe / Jagdgeschwader 52  di bagerovo (Ukraina), musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Dietrich Hrabak (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 52), Hauptmann Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52), dan seorang perwira Luftwaffe tak dikenal yang nampaknya bukan berasal dari JG 52 (perhatikan ärmelstreifen "AFRIKA" dilengannya!). Di belakang mereka bertengger sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6



Para jagoan udara Luftwaffe, dari kiri ke kanan: Werner Lucas, Dietrich Hrabak, Kurt-Werner Brändle dan Wolfgang Ewald


Dietrich Hrabak dengan medali Ritterkreuz


Dietrich Hrabak dengan medali Eichenlaub


 Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 52), kepala tidak dikenal yang cuman numpang nyengir, dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52). Hrabak menjadi Kommodore JG 52 periode 1 November 1942 s/d 30 September 1944 yang menjadi masa keemasan skuadron Luftwaffe tersebut. Di bawah kepemimpinan Hrabak, JG 52 menjelma menjadi unit pemburu dengan prestasi tertinggi di seantero Luftwaffe dengan lebih dari 10.000 kemenangan udara terkonfirmasi! Selain itu, tiga peringkat teratas pilot Jerman dengan skor tertinggi dalam sejarah berasal dari JG 52: Erich Hartmann (352 kills), Gerhard Barkhorn (301 kills) dan Günther Rall (275 kills). Hrabak sendiri berada pada urutan ke-63 dengan 125 kills, sementara Batz bertengger di urutan ke-6 dengan 237 kills. Foto diambil pada musim semi/panas tahun 1944



Dari kiri ke kanan: Hans Stern (RK 15 Juli 1941 sebagai Hauptmann dan Chef 3.Kompanie/Panzer-Regiment 11); Fritz Biermann (RK 31 Agustus 1943 sebagai Oberleutnant dan Führer 3.Kompanie/Panzeraufklärungs-Abteilung 6); Dr.rer.pol. Dietrich Koch (RK 23 Februari 1942 sebagai Feldwebel dan Zugführer 3.Batterie/Panzerjäger-Abteilung 88); Dietrich Hrabak (RK 21 Oktober 1940 sebagai Hauptmann dan Kommandeur II.Gruppe/Jagdgeschwader 54); Gerold Overhoff (RK 10 Desember 1942 sebagai Oberleutnant dan Chef 1.Kompanie/Grenadier-Regiment 11); dan SS-Gruppenführer Alfred Freyberg (Stab SS-Oberabschnitt Elbe)


Dari kiri ke kanan: Ernst Bormann (Fliegerführer Krim), Gerhard Barkhorn dan Dietrich Hrabak (keduanya dari Jagdgeschwader 52)


 1944: Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (Geschwaderkommodore JG 52) sedang berbincang serius melalui telepon sambil memperlihatkan medali yang diraihnya: Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (25 November 1943) serta Frontflugspange in Gold mit Anhänger. Di jarinya dia mengenakan cincin Der Siegelring des Kommodores JG 52 yang khusus dipakai oleh para komandan JG 52


Dietrich Hrabak sebagai Generalmajor Bundesluftwaffe di tahun 1970


Dietrich Hrabak (kanan) bersama dengan veteran Luftwaffe lainnya Adolf Galland


Para bangkotan mantan penerbang zaman Perang Dunia II, dari kiri ke kanan: Dietrich Hrabak, Paul-Werner Hozzel, Adolf Galland, Robert Stanford Tuck (pilot Inggris), dan Hannes Trautloft. Satu lagi yang paling kanan tidak diketahui namanya


 Dietrich Hrabak (kiri) dan Gerhard Barkhorn dalam acara perayaan ulang tahun Hrabak yang diselenggarakan di Münich. Hrabak adalah mantan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 52 sementara Barkhorn adalah mantan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 yang merupakan bawahan Hrabak. Tidak disebutkan perayaan keberapa ulangtahunnya (Hrabak lahir tanggal 19 Desember 1914) atau kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan awal tahun 1980-an



Perang Dunia II diwarnai banyak cerita perjuangan yang memunculkan sederet pahlawan dengan jasanya. Bukan hanya kejadian di darat namun juga dari pertempuran di udara. Bermunculanlah nama-nama penerbang populer seperti Erich Hartmann, Gerd Barkhorn atau Johannes Steinhoff yang dikenal dalam Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).Di zaman Hitler dan Nazi, ada nama seorang penerbang yang mempunyai andil besar bagi negara Jerman dalam peperangan, yakni Dietrich Hrabak.Sukses pertama pilot tempur ini adalah dengan menembak jatuh pesawat Potez-63 ketika melawan Prancis tahun 1940. Kemudian dalam pertempurannya melawan Inggris, skornya kembali bertambah. 16 pesawat ditembak jatuh, sehingga penghargaan Ritterkreuz dari Battle of Britain diterimanya pada tahun 1940. Sekaligus juga pangkatnya naik menjadi Hauptmann (Kapten).Bulan November 1943 Hrabak kembali menerima medali yaitu Eichenlaub, yang diperolehnya setelah ia berhasil membukukan kemenangan ke-100. Kepangkatan Oberstleutnant (Letnan Kolonel) disandangnya. Satu tahun kemudian, atas jasanya menembak jatuh 125 pesawat dari total 820 misi penerbangan, Hrabak dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold.Menyinggung soal sukses perang udaranya, dia hanya berkomentar, "Aku bukanlah seorang yang jenius dalam pertempuran udara, selebihnya hanyalah sebagai pekerja keras biasa. Memang aku telah merontokkan 125 pesawat musuh dari 800 misi penerbangan, tapi masih sangat jauh bila dibandingkan dengan Hartmann, Barkhorn, atau Marseille. Mereka hanya memerlukan setengah dari jumlah misinya, dan skornya berlipat ganda dari jumlah kemenangannya."Luftwaffe memang menerapkan pertempuran udara dengan kekuatan taktis (tactical force), bukannya kekuatan strategis. Keberuntungan taktik perang Hrabak diambil dari pengalaman rekannya Major Hannes Trautloft, seorang penempur Jerman yang berpartisipasi dalam Perang Sipil di Spanyol. Mereka sama-sama menyukai cara melumpuhkan musuhnya dengan menembak dari jarak dekat!Awal kisah gemilang pertempuran udara pertamanya di atas wilayah Jerman pada tanggal 13 Mei 1940 terjadi dengan begitu cepat. Pesawat Bf 110 berbendera Black Crosses milik Jerman sedang dalam tugas melindungi pasukannya yang berada dalam iringan empat kapal Schwarm yang menyusuri sungai Meuse.

Raungan mesin pesawat memecah keheningan sepanjang sungai. Tak ada tanda-tanda sebelumnya, semua dirasa aman. Tanpa disadari, pesawatnya dikagetkan oleh melintasnya sebuah pesawat Prancis, Potez 63 recce. Hrabak terkejut. Segera moncong pesawat berbaling-baling tunggal itu dirubah arahnya untuk mengejar pesawat yang diterbangkan oleh pilot berkebangsaan Prancis. Menyusul kemudian serentetan tembakan dilepaskannya. "Aku dapat menyaksikan pukulan cepat itu karena terlihat kepulan asap keluar dari mesin kiri pesawat." Mesin perang Prancis itu cepat mendarat mendekati kesatuan infanteri Jerman. Tidak ada yang menyangkal kebenaran penembakan tersebut karena semuanya berlangsung begitu cepat dan mendadak.Tak sabar dirinya ingin tahu kelanjutan nasib Potez sial naas yang terbakar itu, sementara di lain pihak masih harus menanti awaknya yang keluar menyelamatkan diri dari reruntuhan pesawat, Hrabak langsung memberondong kembali pesawat tersebut sampai hancur berantakan dan terbakar."Amunisi habis. Aku beritahukan kepada captain-pilot untuk siap menanjak menuju ke arah pangkalan Trier di dekat sungai Moselle. Tiba-tiba kami dilintasi sembilan buah pesawat tempur Curtiss Hawk 75, pesawat berbendera Prancis buatan Amerika. Kami tak dapat berbuat apa-apa, kecuali lari bagaikan dikejar dedemit!"Apa yang dialaminya pertama kali selalu diingatnya, dan dia berjanji tak akan mengulanginya lagi. Tindakan yang membuatnya berlaku bodoh dengan menghabiskan seluruh amunisi hanya untuk sasaran yang tidak berarti. "Aku harus belajar menggunakan otak dari pengalaman pahit ini," janjinya.Pengalaman yang paling berkesan didapatnya selama pertempuran brutal di Stalingrad, dimana keadaan yang seenarnya sulit untuk dilukiskan. "Terbang melintasi tragedi yang terpisah dengan skenario adalah pengalaman jiwa yang terbakar dalam ingatanku." Ketika pesawatnya berpapasan dengan Ilyushin Il-2 Stormovik Soviet, dia unggul dalam pertahanan yang paling baik di udara. "Burung besi itu kena batunya," gumamnya."Terbang dalam satu formasi empat unit Bf 109. Di antara formasi kami, Il-2 tampak terpencil. Satu persatu para penempur kami menembak habis-habisan ke dalam mesin pesawat Soviet dari jarak titik terdekat. Namun Il-2 terus melanjutkan penerbangannya walaupun diberondong peluru habis-habisan. Aku tentu saja heran luar biasa. Apa yang terjadi dengan pesawat itu? Kembali kepada jawaban klasik yang pernah aku dengar: 'Herr Oberst, anda tak dapat memukulkan landak kepada seekor keledai'. Aku tidak pernah melihat pesawat sejenis lain yang begitu memikat dalam pertempuran, yang tetap dapat terbang dengan anggunnya walaupun dalam keadaan rusak berat!"Siapa sih sebenarnya Dieter Hrabak yang namanya mencuat sebagai salah satu jagoan udara Luftwaffe paling terkemuka ini? Dia lahir di Groß-Deuben, Saxony, pada tanggal 19 Desember 1914. Usai menamatkan SMA, Hrabak bergabung dengan Angkatan Laut Jerman saat itu, Reichsmarine. Masih sebagai kadet, Hrabak ditransfer ke Luftwaffe pada bulan November 1935. Empat tahun kemudian karirnya mulai kelihatan sebagai komandan skuadron di Wina di dalam kesatuan Gruppe 76.Setelah misi penerbangan dalam invasi Jerman ke Yunani dan Balkan, Hrabak ikut pula diperbantukan di Jagdgeschwader (Wing Tempur) 54 di Front Timur. Di dalam kesatuan yang terkenal karena simbol hatinya Grunherz (Green Hearts) ini, karir Hrabak makin cemerlang. Pada bulan November 1942 dia dipromosikan menjadi Kommodore untuk Jagdgeschwader 52, kesatuan tempur yang menampung jagoan-jagoan udara paling gila dari Luftwaffe seperti Erich Hartmann, Gerhard Barkhorn, dan Johannes Steinhoff. Pangkat Oberst (Kolonel) diterimanya setelah dua tahun menjadi Komodor JG 52 pada tanggal 1 Oktober 1944.Sesungguhnya, meskipun dengan pangkat yang sudah tinggi seperti Oberst, Hrabak masih memendam keinginan untuk bekerja seperti ayahnya yang merupakan seorang arsitek. Ketika dia lalu melamar di universitas Tubingen, Hrabak kecewa. "Anda adalah seorang militer. Tidak ada pelajaran yang cocok untuk anda." Walaupun demikian, Hrabak tak lantas diam dan merenungi kekecewaannya. Dia segera kembali ke kesatuan lamanya di JG 52 yang menerimanya dengan tangan terbuka.Sejumlah pengagumnya seperti Erich Hartmann yang pertama kali bertempur di JG 52 ketika Hrabak menjabat, berkisah tentang komodor tuanya, "Semua orang tahu bahwa Eichenlaub adalah tanda jasa yang diperlukan bagi orang yang memperoleh jumlah kemenangan tertentu. Hrabak adalah orang yang pantas mendapatkannya ketika dia menembak jatuh 120 pesawat lawan."Hanya beberapa tokoh terkemuka Luftwaffe yang muncul dari dasar pertanyaan yang kontemporer tanpa ada pandangan ekspresi yang negatif. Hrabak mencari bayaran yang dia sesuaikan dengan kekuatan dari lebih andilnya sebagai pimpinan jago udara. Dia adalah salah satu burung besi Luftwaffe yang jarang ditemui!Erich Hartmann masih mengingat perjumpaan pertamanya dengan Hrabak: Orangnya pendek, sosok manusia dengan rambut pirang yang tipis. Hartmann melanjutkan, "Aku selalu teringat perbedaan antara komandan wing dengan seorang ajudan. Pakaian seragamnya kusut, kotor, dan bernoda oli pada celananya. Sepatu bot-nya berlumuran lumpur kering dan jarang disikat. Dia biasa berkeliaran di area latihan yang berada di basis latihannya, dengan lagak bak dewa yang memakai seragam butut tersebut kemana-mana."Tapi di balik penampilannya yang cu-ek habis, sebenarnyalah Hrabak merupakan orang yang berpembawaan halus dan tenang. Dengan sorot matanya yang biru, ia melihat langsung penerbang lain yang masih baru. Begitu sigap, kompeten dan profesional."Hidup terbit sebagai Luftwaffe," kata Hrabak kepada penerbang baru. "Selalu bertanya untuk suatu pelajaran baru secepat dan setepat mungkin. Lebih dari sekarang ini, seluruh latihan ditegaskan dalam pengendalian pesawat anda dalam operasi. Berjuang hidup di Rusia dan berhasil menjadi seorang penerbang tempur, anda harus tahu cara mengembangkan pikiran. Anda harus selalu bergerak agresif, atau anda tidak akan sukses. Tetapi semangat agresif harus diimbangi dengan kecerdikan dan pemikiran yang cerdas. Terbanglah dengan otakmu, bukan dengan ototmu."Ketika Erich Hartmann mencapai kemenangan ke-300 dan ke-301 di Rusia, Hrabak bertemu dengannya. Komodor JG 52 itu muncul di sampingnya. Dia duduk di antara dua bayangan Kameraden. Mereka telah menjalin persahabatan ketika Erich tiba di Front Depan. Kemenangan lain telah menjadi Eichenlaub bagi Hrabak. Dengan senyumnya, Hrabak menjangkau tangannya. "Selamat, Bubi, selamat! Führer telah menghadiahimu sebuah Brillanten." Lalu lanjutnya, "Hanya ada tujuh penerbang tempur yang memperoleh Brillanten dalam seluruh peperangan yang telah kita lalui (Werner Mölders, Adolf Galland, Gordon Gollob, Hermann Graf, Walter Nowotny, Hans-Joachim Marseille dan Erich Hartmann)."Meja di sekeliling kursi telah tersusun. Tanpa bisa menahan diri, mereka semua lalu berkumpul mengelilingi komandan wingnya. Hrabak sendiri duduk santai sambil menikmati toast. Setiap orang ingin mendengarkan sungguh-sungguh pernyataannya dan apa yang diceritakannya pada saat itu."Bagaimana menyebut nama anda?""Ra-bak (huruf H tidak terdengar).""Kapan anda menembak jatuh di Polandia pada hari ketiga peperangan, dan bagaimana keadaannya?""Well, itu adalah kali pertama aku melihat semua pesawat Polandia di udara! Kami mendengar dari panggilan telepon bahwa semua pesawat Polandia itu menyerang tentara darat kami dari arah timur, lalu kami segera terbang tanpa sempat mengenakan seragam pilot. Kami ada enam atau sembilan orang, semuanya menerbangkan Messerschmitt Bf 109. Musuh menggunakan P-23 Bomber, dan seperti penerbang tempur lainnya, saya mencoba untuk masuk ke dalam posisinya dan menembak jatuh. Tak terpikirkan kalau mereka akan balas menembak kami dari bagian belakang pesawatnya. Sesuatu yang tidak kami waspadai sebelumnya.""Apakah dia mempunyai senapan mesin di belakang?""Ya, dan aku tahu itu. Aku tunggu sampai mendekati betul, tapi tiba-tiba ada asap dari kabin dan udara menjadi benar-benar panas. Ternyata dia menembak langsung mesin pesawatku dan rasa dingin masuk ke dalam kabin. Yang dapat aku lakukan pada saat itu adalah mendaratkan pesawatku secara darurat di antara posisi pasukan Jerman dengan Polandia.""Kalau begitu anda ada di daerah perbatasan?""Ya.""Seperti apa bentuk P-23 itu?""Bisa dibandingkan dengan pesawat Stuka Jerman Ju 87.""Berapa jarak anda dengan pesawat itu ketika pesawat anda terbakar?""Sangat dekat. Saya hanya ingin menyelamatkan amunisi. Kira-kira 50 sampai 100 meter jaraknya dari belakang.""Apakah anda lalu dapat melihat jenis senjatanya?""Tidak."Secara pribadi Dieter Hrabak memperoleh penghargaan langsung dari Hitler dan Göring, yang dilaksanakan di markas besar Wolffschanze di akhir November 1943. Waktu itu sudah pasti waktunya bagi Rusia untuk melakukan aksi ofensifnya sebelum musim dingin dimulai. Harapan Hrabak sebelumnya adalah bahwa acara penganugerahan tersebut akan dilaksanakan di Vinnitsa, Ukraina.Berbicara tentang ke-125 kemenangan yang telah diraihnya, Hrabak melanjutkan lagi ceritanya. "Enam korban pertama dari Angkatan udara Prancis. Yang pertama yaitu Potez 36 pada tanggal 13 Mei 1940, sementara yang lain adalah lima Curtiss P-36. Kesepuluh lainnya aku dapatkan dalam Battle of Britain, antara lain pesawat Supermarine Spitfire Mk. 1 dan Hawker Hurricane Inggris.""Berapa lama pertempuran yang anda jalani di Britania?""Empat bulan, dari 8 Agustus sampai dengan 13 November 1940.""Selama anda menembak jatuh 10 pesawat, apakah pesawat anda sendiri tertembak dalam Battle of Britain?""Ya. Pertama ketika berhadapan dengan Spitfire di Prancis, di atas Dunkirk. Dia menembakku, tapi sebagai komandan skuadron adalah sesuatu yang buruk karena aku kehilangan dua penerbang. Di Rouen, juga di Prancis, Inggris mengebom sebuah tangki minyak. Mereka membakarnya. Ketika pesawatku dalam perjalanan kesana bertemu dengan Spitfire, kembali aku tertembak. Aku masih sempat menyerang pada kesempatan terakhir. Dengan posisi yang baik pada saat itu, namun dia tidak berhasil.""Berapa kali anda tertembak dalam pertempuran?""Saya kira total ada 11 kali.""Dan tak pernah menghindar?""Tidak, karena aku tidak pernah menyelamatkan diri dengan parasut. Aku selalu mendarat darurat, tetapi akibatnya punggungku sedikit retak.""Kapan anda bertempur di front Rusia?""Dari hari pertama, 22 Juni 1941. Kami terbang dari timur Prusia dan langsung menuju Leningrad. Disana kami bertempur dengan seluruh pesawat tempur Rusia yang menghadang.""Apa pendapat anda tentang penerbang tempur Rusia?""Sulit dikatakan, karena selalu tergantung bagaimana dalam pertempuran itu sendiri. Terakhir aku berhasil bertempur dengan Yakovlev-9. Pesawat itu lebih unggul dan pada waktu itu aku tukar Bf 109 dengan Focke-Wulf 190. Sudah 109 pesawat Rusia yang aku tembak jatuh selama perang. Antara lain Lagg-3, Yak-3, dan sejumlah besar pesawat serang darat, Stormovik Il-2."Mayor Jenderal Dieter Hrabak dalam usianya yang sudah 75 tahun, pensiun pada tahun 1970 dan tinggal di sebuah rumah kecil di Bavaria. Dia berputra tiga orang dari istri keduanya, Marianna.Hrabak meninggal dunia pada tanggal 15 September 1995 di usianya yang ke-80 di Pfaffenhofen. Ucapannya yang paling terkenal adalah: "I Was no genius, but I was lucky and I survived the war."

  Medali dan Penghargaan:
* Ehrenpokal der Luftwaffe (28 September 1940)* Front Flying Clasp of the Luftwaffe for fighter pilots in Gold with pennant* German Cross in Gold (10 Juli 1944)* Iron Cross (1939) 2nd dan 1st class* Knight's Cross with Oak Leaves- Knight's Cross tanggal 21 Oktober 1940 sebagai Hauptmann/Gruppenkommandeur II./JG 54- Oak Leaves #337 tanggal 25 November 1943 sebagai Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore dari JG 52* Disebutkan di Wehrmachtbericht tanggal 3 September 1944 



Sumber : 
Buku "Kisah Hebat Di Udara 3" terbitan ANGKASA
Buku "Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec 
Foto koleksi pribadi Phil Nix 
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
 
www.nostalgicaviation.com 
www.snyderstreasures.com
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, August 18, 2010

Daftar Jenderal dan Laksamana Jerman Era Third Reich (1933-1945)

  1. Jumlah jenderal Wehrmacht dan SS-Polizei (1933-1945)
  2. Daftar Generalfeldmarschall Heer (20 orang)
  3. Daftar Generaloberst Heer (38 orang)
  4. Daftar General der Artillerie Heer (78 orang)
  5. Daftar General der Gebirgstruppe Heer (16 orang)
  6. Daftar General der Infanterie Heer (181 orang)
  7. Daftar General der Kavallerie Heer (22 orang)
  8. Daftar General der Nachrichtentruppe Heer (2 orang)
  9. Daftar General der Panzertruppe Heer (47 orang)
  10. Daftar General der Pioniere Heer (5 orang)
  11. Daftar Generalleutnant Heer (805 orang)
  12. Daftar Generalmajor Heer (1.184 orang)
  13. Daftar Generalarzt Heer
  14. Daftar Generalstabsintendant Heer
  15. Daftar Generalintendant Heer
  16. Daftar Generaloberstabsrichter Heer (1 orang)
  17. Daftar Generalstabsrichter Heer
  18. Daftar Generalrichter Heer
  19. Daftar Generalveterinär Heer
  20. Daftar Katholischer Feldbischof Wehrmacht (1 orang)
  21. Daftar Großadmiral Kriegsmarine (2 orang)
  22. Daftar Generaladmiral Kriegsmarine (11 orang)
  23. Daftar Admiral Kriegsmarine (39 orang)
  24. Daftar Vizeadmiral Kriegsmarine (89 orang)
  25. Daftar Konteradmiral Kriegsmarine (159 orang)
  26. Daftar Admiraloberstabsarzt Kriegsmarine (2 orang)
  27. Daftar Admiralstabsarzt Kriegsmarine (1 orang)
  28. Daftar Admiralarzt Kriegsmarine (21 orang)
  29. Daftar Admiraloberstabsintendant Kriegsmarine (1 orang)
  30. Daftar Admiralstabsintendant Kriegsmarine (2 orang)
  31. Daftar Admiralintendant Kriegsmarine (3 orang)
  32. Daftar Generalstabsintendant der Marine Kriegsmarine (1 orang)
  33. Daftar Admiralstabsrichter Kriegsmarine (1 orang)
  34. Daftar Admiralrichter Kriegsmarine (4 orang)
  35. Daftar Reichskriegsgerichtsrat Kriegsmarine (1 orang)
  36. Daftar Senatspräsident Kriegsmarine (1 orang)
  37. Daftar Marineoberbaudirektor Kriegsmarine (8 orang)
  38. Daftar Ministerialdirektor Kriegsmarine (11 orang)
  39. Daftar Generalmajor der Marinepioniere Kriegsmarine (3 orang)
  40. Daftar Kommodore Kriegsmarine (1 orang)
  41. Daftar Marinehafenbaudirektor Kriegsmarine (1 orang)
  42. Daftar Hafenbaudirektor Kriegsmarine (1 orang)
  43. Daftar Marinedekan Kriegsmarine (1 orang)
  44. Daftar Ministerialdirigent Kriegsmarine (18 orang)
  45. Daftar Ministerialrat Kriegsmarine (2 orang)
  46. Daftar Reichskriegsanwalt Kriegsmarine (1 orang)
  47. Daftar Evangelischer Feldbischof Kriegsmarine (2 orang)
  48. Daftar Kriegsmarine Beamte in Admiral's Rang Kriegsmarine (1 orang)
  49. Daftar Generalfeldmarschall Luftwaffe (5 orang)
  50. Daftar Generaloberst Luftwaffe (12 orang)
  51. Daftar General der Fallschirmtruppe Luftwaffe (6 orang)
  52. Daftar General der Flakartillerie Luftwaffe (17 orang)
  53. Daftar General der Flieger Luftwaffe (76 orang)
  54. Daftar General der Luftnachrichtentruppe Luftwaffe (3 orang)
  55. Daftar General der Luftwaffe - Luftwaffe (1 orang)
  56. Daftar Generalleutnant Luftwaffe (171 orang)
  57. Daftar Generalmajor Luftwaffe (279 orang)
  58. Daftar Generalstabs-Ingenieur Luftwaffe (1 orang)
  59. Daftar General-Ingenieur Luftwaffe (23 orang)
  60. Daftar Generaloberstabsarzt Luftwaffe (2 orang)
  61. Daftar Generalstabsarzt Luftwaffe (9 orang)
  62. Daftar Generalarzt Luftwaffe (18 orang)
  63. Daftar Generaloberstabsintendant Luftwaffe (1 orang)
  64. Daftar Generalstabsintendant Luftwaffe (6 orang)
  65. Daftar Generalintendant Luftwaffe (18 orang)
  66. Daftar Ministerialdirektor Luftwaffe (6 orang)
  67. Daftar Ministerialdirigent Luftwaffe (14 orang)
  68. Daftar Generalstabsrichter Luftwaffe (3 orang)
  69. Daftar Generalrichter Luftwaffe (13 orang)
  70. Daftar Reichsführer-SS (4 orang)
  71. Daftar SS-Oberstgruppenführer (4 orang)
  72. Daftar SS-Obergruppenführer (100 orang)
  73. Daftar SS-Gruppenführer (119 orang)
  74. Daftar SS-Brigadeführer
  75. Daftar Jenderal Asing SS
  76. Daftar Charakterisierte Generale / Jenderal Kehormatan (1933-1940)
  77. Daftar Jenderal/Admiral Wehrmacht keturunan Austria
  78. Daftar Jenderal/Admiral Wehrmacht yang meraih pangkat jenderal pasca PDII
  79. Daftar jenderal Wehrmacht korban Perang Dunia II
  80. Daftar jenderal korban Perang Dunia II
  81. Daftar Jenderal Wehrmacht yang tewas dan tertawan di Afrika

Monday, August 16, 2010

Generalleutnant Friedrich-Wilhelm 'Vati' Neumann (1889-1975), Jenderal Yang Memimpin Pasukannya Menghancurkan 161 Tank Dan Kendaraan Lapis Baja Musuh!

Foto kanan memperlihatkan Friedrich-Wilhelm Neumann zaman Perang Dunia I mengenakan Pickelhaube di kepalanya, sedangkan foto kiri dan bawah memperlihatkan jenderal ini mengujicoba senjata-senjata Wehrmacht minus bedil lodong


 
Foto pernikahan Friedrich-Wilhelm Neumann dengan Hanna Erdmann. Saat itu Neumann berpangkat sebagai Polizeimajor. Jujur saja, saya sudah melihat foto lain Neumann dengan istrinya, dan ternyata nyonya Neumann memang benar-benar cantik!

Dalam foto atas, Friedrich-Wilhelm Neumann berpose sebagai perwira di masa antara dua Perang Dunia, sedangkan penjelasan untuk foto di bawahnya saya sertakan setelah ini
 


Friedrich-Wilhelm Neumann dalam seragam parade sebagai Oberst dan komandan Braunschweiger Totenkopf 17. Infanterie-Regiment tahun 1938/1939. Perhatikan lambang tengkorak di topinya, yang merupakan ciri khas unit ini!

 
Ini masih tetap foto Friedrich-Wilhelm Neumann sebagai komandan Infanterie-Regiment 17




Para perwira dari Infanterie-Regiment 17 berkumpul bersama untuk merayakan malam Natal, di bulan Desember 1938. Mereka semua mengenakan waffenrock (seragam parade/pesta), dan terlihat ceria dalam foto yang diambil di barak mereka yang berlokasi di Braunschweig, Niedersachsen (Jerman). Di tengah terlihat dua orang perwira yang membawa "wappen" bergambar tengkorak, yang merupakan lambang dari resimen milik 31. Infanterie-Division ini (bisa dibilang bahwa Infanterie-Regiment 17 merupakan satu dari sangat sedikit unit di Wehrmacht yang diperbolehkan untuk memajang simbol resimen mereka di topi!). Bapak-bapak botak yang nongkrong persis di bawah wappen adalah sang Regimentskommandeur, Oberst Friedrich-Wilhelm "Vati" Neumann (22 Januari 1889 - 26 Januari 1975), yang nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 16 Oktober 1944 sebagai Generalleutnant dan Komandan 712. Infanterie-Division


Friedrich-Wilhelm Neumann dan Walther von Brauchitsch memeriksa pasukan kehormatan

Friedrich-Wilhelm Neumann duduk di mobil menanti jenderal lain yang akan menemaninya jalan-jalan keliling Tanah Abang. Perhatikan mobil sang jenderal yang tidak luput dikamuflase!

Friedrich-Wilhelm Neumann bersama dengan para perwira Wehrmacht lain. Setelah saya perhatikan lagi, perwira di sebelah kiri memakai topi dengan lambang yang tidak saya kenal. Ada yang tahu berasal dari unit manakah do'i?

Friedrich-Wilhelm Neumann berfoto bersama... ah, anda pasti tahu siapa dia! (kalau masih dongo juga, baca tuh tulisan di bawah fotonya!). Saat itu Neumann sudah berpangkat sebagai Generalleutnant dan komandan 712. Infanterie-Division. Foto ini sendiri diambil tanggal 18 April 1944 di Oostburg/Breskens

Friedrich-Wilhelm Neumann mengenakan greatcoat. "Vati" (Ayah) adalah nama julukan yang merupakan panggilan kesayangan dari anak buahnya
Foto close-up (boleh juga disebut Pepsodent) dari Friedrich-Wilhelm Neumann

Friedrich-Wilhelm Neumann memakai jaket kulit dipadukan dengan Ritterkreuz dan Baschlikmütze (lambang elang dari metal yang disematkan di topinya)
Sepertinya foto ini dan foto sebelumnya diambil pada saat yang sama!

Kata-kata di bawah namanya berarti: Mayor Jenderal dan komandan divisi, yang jelas adalah suatu kesalahan... karena dengan melihat pips di tanda pangkat bahu dan Ritterkreuz yang tersemat di lehernya, sudah nyata-nyata dalam foto ini Neumann telah berpangkat sebagai Generalleutnant!

Oleh : Alif Rafik Khan
Friedrich-Wilhelm Neumann dilahirkan di königlichen Schloß zu Osterode / Ostpreußen pada tanggal 22 Januari 1889. Dia masuk ketentaraan pada tanggal 27 April 1906 sebagai Fahnenjunker (kadet) dengan mendaftar di Angkatan Darat Prusia lokal. Setelah melakukan pelatihan lanjutan calon perwira, Neumann ditempatkan di 151. Infanterie-Regiment dan pangkatnya sudah menjadi Leutnant (18 November 1907).
Dari musim panas 1915, Neumann menjadi aide-de-camp staff di 37. Infanterie-Division. Tanggal 18 April 1917 pangkatnya naik menjadi Hauptmann. Pada bulan Agustus 1917 Neumann ditugaskan di 4. Armee dan mendapat pelatihan lanjutan sebagai staff perwira. Dari sejak bulan Februari 1918 sampai dengan berakhirnya Perang Dunia I, dia berpindah-pindah posisi dan penempatan. Dalam perang tersebut dia mendapat pula medali Wound's Badge in Black karena luka-lukanya dalam pertempuran, plus Iron Cross 1st dan 2nd class.
Setelah perang usai, untuk sementara Neumann tetap bertugas di posnya yang lama sampai dengan bulan Juni 1919. Setelah itu dia menjadi ajudan untuk komandan Brigade ke-20 Angkatan Darat (Heer) di Angkatan Bersenjata transisi Jerman berkekuatan 200.000 orang yang baru terbentuk di musim panas tahun 1920. Setelah itu dia menjadi komandan kompi di Resimen Senapan ke-40 selama pembentukan Angkatan Bersenjata baru berkekuatan 100.000 orang yang kemudian dikenal dengan nama Reichswehr. Penugasan Neumann selanjutnya adalah sebagai anggota Komisi Perdamaian di Königsberg. Pada pertengahan Juli 1921 dia bergabung dengan satuan Polisi Pelindung (Schutzpolizei) di Gumbinnen sebagai Hauptmann. Pada akhir September 1921 secara resmi Neumann keluar dari Angkatan Darat, dan pangkatnya pun naik menjadi Major. Tahun berikutnya dia sudah menjadi komandan skuadron kavaleri di Gumbinnen, dilanjutkan dengan tugas sebagai Goldap (komandan polisi).
Hmmm... sebenarnya masih banyak fakta membosankan tentang perjalanan karir Friedrich-Wilhelm Neumann, tapi daripada nantinya para pembaca blog ini pada ngantuk (tambahan lagi situs bokep sudah diblokir sama Depkominfo), lebih baik ceritanya dilanjutkan dengan yang lebih ringan OK?
Pada tanggal 9 Juli 1929 Neumann menikah di Mülheim dengan wanita pujaannya yang bernama Hanna Erdmann. Tanggal 9 September 1930 lahir anak perempuan mereka yang dinamai Ursula. Pada tanggal 15 Oktober 1935, ketika Reichswehr bertransformasi menjadi Wehrmacht, Neumann sudah berpangkat Oberstleutnant. Ketika Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, dia menjadi komandan 17. Infanterie-Regiment. Karir Neumann berlanjut terus sampai dia akhirnya menjadi Generalleutnant pada tanggal 1 Februari 1942.
Tanggal 26 September 1944, namanya masuk laporan berkala Wehrmachtsbericht yang berbunyi:
"Bei den Abwehrkämpfen in Belgien hat sich die 712. Infanteriedivision unter Führung von Generalleutnant Neumann besonders ausgezeichnet. Die Division vernichtete bzw. erbeutete in der Zeit vom 3. bis zum 10. September 161 "Sherman"-Panzer und Panzerspähwagen, größtenteils durch Panzernahbekämpfungsmittel." (Dalam pertempuran mempertahankan diri di Belgia, 712. Infanterie-Division yang dipimpin oleh Generalleutnant Neumann telah mempertunjukkan perjuangan yang mengagumkan. Dalam periode 3 sampai dengan 10 September, divisi tersebut telah berhasil menghancurkan atau merampas 161 buah tank Sherman dan kendaraan lapis baja, terutama dengan menggunakan Panzernahbekämpfungsmittel)
Atas prestasinya tersebut, pada tanggal 16 Oktober 1944 dia dianugerahi Ritterkreuz. Penempatan terakhir Neumann adalah sebagai pimpinan Generalkommando XXX pada tanggal 5 April 1945. Dengan menyerah kalahnya Jerman, dia ikut pula ditawan oleh Sekutu pada bulan Mei 1945 dan menghabiskan banyak waktu sebagai tawanan perang di kamp-kamp yang berbeda-beda sampai akhirnya dilepaskan pada bulan Februari 1948.
Friedrich-Wilhelm Neumann meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 1975 di Bad Wiessee di usianya yang ke-86 tahun.

Sumber : www.ebay.com www.en.wikipedia.org www.forum.axishistory.com www.huesken.com www.lexikon-der-wehrmacht.de www.wehrmacht-awards.com www.weitze.net

Daftar Peraih Ritterkreuz Berkebangsaan Non-Jerman dan Sukarelawan Wehrmacht

BELANDA (4 Orang)
Derk Elsko Bruins (20 Maret 1923 - 5 Februari 1986)
Ritterkreuz (23 Agustus 1944) : SS-Rottenführer dan Geschützführer 1./SS-PzJgAbt 54 "Nederland"
Pangkat terakhir: SS-Oberscharführer


Joop "Johan/Hans" Wijnand Havik (5 Mei 1923 - 21 September 1997)
Ritterkreuz (9 Mei 1945) : SS-Untersturmführer dan Zugführer 1./SS-PolPzAbt 4
Pangkat terakhir: SS-Untersturmführer


Gerardus Mooyman (23 September 1923 - 21 Juni 1987)
Ritterkreuz (20 Februari 1943) : SS-Sturmmann dan Geschützführer 14./SS-Freiw.Leg. "Nederland"
Pangkat terakhir: SS-Untersturmführer


Casper Antoine Sporck (10 Agustus 1922 - 8 April 1945)
Ritterkreuz (23 Oktober 1944) : SS-Unterscharführer dan Geschützführer 5./SS-Freiw.PzAufklAbt 11"Nordland"
Pangkat terakhir: SS-Unterscharführer


DENMARK (3 Orang)

Egon Christofersen (8 Februari 1919 - 15 Januari 1988)
Ritterkreuz (11 Juli 1944) : SS-Unterscharführer der Reserve dan Gruppenführer 7./SS-Freiw.PzGrenRgt 24 "Danmark"
Pangkat terakhir: SS-Unterscharführer der Reserve


Johannes Hellmers (23 Oktober 1918 - 15 Desember 1999) Ritterkreuz (5 Maret 1945) : SS-Obersturmführer der Reserve dan Chef 6./SS-Freiwilligen-Panzergerenadier-Regiment 49 Pangkat terakhir: SS-Hauptsturmführer der Reserve Søren Kam (2 November 1921) Ritterkreuz (7 Februari 1945) : SS-Untersturmführer dan Führer 1./SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" Pangkat terakhir: SS-Obersturmführer ESTONIA (4 Orang) Paul Maitla (27 Maret 1913 - 10 Mei 1945) Ritterkreuz (23 Agustus 1944) : SS-Hauptsturmführer dan Führer I./Waffen-Grenadier-Regiment 45 der SS (estnische Nr.1) Pangkat terakhir: SS-Sturmbannführer Harald Nugiseks (22 Oktober 1921) Ritterkreuz (9 April 1944) : SS-Unterscharführer dan Zugführer 1./estn. SS-Freiw.GrenRgt 46 Pangkat terakhir: SS-Oberscharführer Alfons Rebane (24 Juni 1908 - 8 Maret 1976) Ritterkreuz (23 Februari 1944) : Major dan komandan estnische Freiwilligen-Battailon 658 Eichenlaub #875 (9 Mei 1945) : SS-Obersturmbannführer dan komandan SS-Grenadier-Regiment 46 (estnische Nr. 2) Pangkat terakhir: SS-Standartenführer Harald Riipalu (13 Februari 1912 - 4 April 1961) Ritterkreuz (23 Agustus 1944) : SS-Obersturmbannführer dan komandan SS-Grenadier-Regiment 45 (estnische Nr. 1) Pangkat terakhir: SS-Obersturmbannführer
FINLANDIA (2 Orang) Axel Erik Heinrichs (21 Juli 1890 - 16 November 1965) Ritterkreuz (5 Agustus 1944) : Jalkaväenkenraali dan Kepala Staff Jenderal Finlandia Pangkat terakhir: Jalkaväenkenraali (Jenderal Infanteri) Carl Gustav Emil Mannerheim (4 Juni 1867 - 27 Januari 1951) Ritterkreuz (30 Agustus 1941) : Sotamarsalkka dan panglima Angkatan Bersenjata Finlandia Pangkat terakhir: Sotamarsalkka (Marsekal) FLEMISH (1 Orang) Richard "Remi" Schrijnen (24 Desember 1921 - 27 Juli 2006) Ritterkreuz (21 September 1944) : SS-Sturmmann dan Richtschütze 2./SS-Freiw.SturmBrig 6 "Langemarck" Pangkat terakhir: SS-Unterscharführer
HUNGARIA (8 Orang) József Vitéz Heszlényi (24 Juli 1890 - 2 Juni 1945) Ritterkreuz (28 Oktober 1944) : Hadnagy dan komandan 3. Lovashadosztály Hungaria Pangkat terakhir: Hadnagy (Feldmarschalleutnant) Miklós Horthy de Nagybánya (18 Juni 1868 - 9 Februari 1957) Ritterkreuz (10 September 1941) : Admirális dan Panglima Angkatan Bersenjata Hungaria Pangkat terakhir: Admirális (Laksamana) Mihály Ibrányi von vaja es ibrány (3 Desember 1895 - 19 Oktober 1962) Ritterkreuz (26 November 1944) : Hadnagy dan komandan 1. Lovashadosztály Hungaria Pangkat terakhir: Hadnagy (Feldmarschalleutnant) Gusztáv Vitéz Jány (21 Oktober 1883 - 26 November 1947) Ritterkreuz (31 Maret 1943) : Vezérezredes dan komandan 2. Hadsereg Hungaria Pangkat terakhir: Vezérezredes (Kolonel Jenderal) vitéz lófő csíkszentsimoni Lakatos Géza (30 April 1890 - 24 Mei 1967) Ritterkreuz (24 Mei 1944) : Vezérezredes dan komandan 1. Hadsereg Hungaria Pangkat terakhir: Vezérezredes (Kolonel Jenderal) Dezső Vitéz László (23 Juli 1894 - 8 Juni 1949) Ritterkreuz (3 Maret 1945) : Vezérezredes dan komandan 1. Hadsereg Hungaria Pangkat terakhir: Vezérezredes (Kolonel Jenderal) vitéz lófő dálnoki Miklós Béla (11 Juni 1890 - 21 November 1948) Ritterkreuz (4 Desember 1941) : Mező-hadnagy dan komandan Gyors csapatok Hungaria Pangkat terakhir: Altábornagy (Letnan Jenderal)
vitéz Zoltán Szügyi von Rimaszombat (9 Februari 1896 - 23 November 1967) Ritterkreuz (12 Januari 1945) : Ezredes dan komandan Divisi Panzer "Szent László" Pangkat terakhir: Dandártábornok (Brigadir Jenderal) ITALIA (9 Orang) Ugo de Carolis (1887 - 12 Desember 1941) Ritterkreuz (anumerta, 9 Februari 1942) : Generale di Divisione dan komandan Divisione Motorizzata "Torino" Pangkat terakhir: Generale di Divisione (Mayor Jenderal) Ugo Conte Cavallero (20 September 1880 - 13 September 1943) Ritterkreuz (14 Februari 1942) : Generale d'Armata dan Panglima Angkatan Bersenjata Italia Pangkat terakhir: Maresciallo d'Italia (Marsekal Italia) Carlo Fecia di Cossato (25 September 1908 - 27 Agustus 1944) Ritterkreuz (19 Maret 1943) : Capitano di Fregata dan komandan kapal selam "Enrico Tazzoli" Pangkat terakhir: Capitano di Fregata (Kapten Fregat) Italo Gariboldi (20 April 1879 - 3 Februari 1970) Ritterkreuz (1 April 1943) : Generale d'Armata dan komandan 8. Armata Italia Pangkat terakhir: Generale d'Armata (Kolonel Jenderal) Gianfranco "Ursus Atlanticus" Gazzana-Priaroggia (30 Agustus 1912 - 23 Mei 1943) Ritterkreuz (anumerta, 26 Mei 1943) : Corvetta Capitano dan komandan kapal selam "Leonardo da Vinci" Italia Pangkat terakhir: Corvetta Capitano (Kapten Korvet) Fedele de Giorgis (1886- ? ) Ritterkreuz (9 Januari 1942) : Tenente Generale dan komandan 55. Divisione di Fanteria "Savona" Italia Pangkat terakhir: Tenente Generale (Letnan Jenderal) Enzo Grossi (20 April 1908 - 11 Agustus 1960) Ritterkreuz (7 Oktober 1942) : Capitano di Fregata dan kapten kapal selam Barbargio Italia Pangkat terakhir: Capitano di Fregata (Kapten Frigat) Giulio Martinat (24 Februari 1891 - 26 Januari 1943) Ritterkreuz (3 April 1943) : Generale di brigata dan komandan 2 Alpine Division Tridentina Pangkat terakhir: Generale di brigata (Brigadir Jenderal) Giovanni Messe (10 Desember 1883 - 19 Desember 1968) Ritterkreuz (23 Januari 1942) : Generale di corpo d'armata dan komandan Korps Ekspedisi Italia di Rusia Pangkat terakhir: Maresciallo d'Italia (Marsekal) JEPANG (2 Orang) Mineichi Koga (25 September 1885 - 31 Maret 1944) Ritterkreuz (12 Mei 1944) : Gensui dan komandan kepala armada Angkatan Laut Jepang Eichenlaub (12 Mei 1944) : Gensui dan komandan kepala armada Angkatan Laut Jepang Pangkat terakhir: Gensui (Laksamana Armada)
Isoroku Yamamoto (4 April 1884 - 18 April 1943) Ritterkreuz (27 Mei 1943) : Gensui dan komandan kepala armada Angkatan Laut Jepang Eichenlaub (27 Mei 1943) : Gensui dan komandan kepala armada Angkatan Laut Jepang Schwerter (27 Mei 1943) : Gensui dan komandan kepala armada Angkatan Laut Jepang Pangkat terakhir: Gensui (Laksamana Armada) LATVIA (12 Orang) Miervaldis Ādamsons (29 Juni 1910 - 23 Agustus 1948) Ritterkreuz (25 Januari 1945) : Waffen-Untersturmführer der SS dan komandan 6./Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS Pangkat terakhir: Waffen-Hauptsturmführer der SS Roberts Ancāns (11 November 1919 - 1 Januari 1989) Ritterkreuz (25 Januari 1945) : Waffen-Untersturmführer der SS dan kepala sebuah Nahkampfschule (Sekolah Pertempuran Jarak Dekat) dari Waffen-Feldersatz-Bataillon 19 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) / VI.SS-Freiwilligen-Armee-Korps / Heeresgruppe Nord Pangkat terakhir: Waffen-Obersturmführer der SS Žanis Ansons (4 Desember 1911 - 24 November 1968) Ritterkreuz (16 Januari 1945) : Waffen-Hauptscharführer der SS dan Zugführer di Freiwilligen-Armee-Korps / Heeresgruppe Nord Pangkat terakhir: Waffen-Hauptscharführer der SS Kārlis Aperāts (4 Maret 1892 - 16 Juli 1944) Ritterkreuz (anumerta, 21 September 1944) : Waffen-Obersturmbannführer der SS dan komandan Waffen-Grenadier-Regiment der SS 32 / 15.Waffen-Grenadier-Division der SS Pangkat terakhir: Waffen-Standartenführer der SS (anumerta) Žanis Butkus (29 Juli 1906 - 15 Mei 1999) Ritterkreuz (21 September 1944) : Waffen-Hauptsturmführer der SS dan Führer 10.Kompanie / Feld-Ersatz-Bataillon 19 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) Pangkat terakhir: Waffen-Hauptsturmführer der SS Andrejs Roberts Freimanis (21 Desember 1914 - 10 September 1994) Ritterkreuz (5 Mei 1945) : Waffen-Obersturmführer der SS dan Führer 13.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 (lettische Nr. 6) / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) / VI.SS-Freiwilligen-Armee-Korps Pangkat terakhir: Waffen-Obersturmführer der SS Roberts Gaigals (16 Maret 1913 - 15 April 1982) Ritterkreuz (4 Mei 1945) : Waffen-Obersturmführer der SS dan Führer 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 42 “Voldemars Veiss” (lettische Nr. 1) / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) / Heeresgruppe Kurland Pangkat terakhir: Waffen-Obersturmführer der SS Nikolajs Galdiņš (9 Oktober 1902 - 5 Oktober 1945) Ritterkreuz (25 Januari 1945) : Waffen-Obersturmbannführer der SS dan komandan Waffen-Grenadier- Regiment der SS 42 “Voldemars Veiss” (lettische Nr. 1) / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) / VI.SS-Freiwilligen-Armee-Korps / Heeresgruppe Nord Pangkat terakhir: Waffen-Obersturmbannführer der SS Andrejs Voldemārs Reinholds (23 Juni 1903 - 4 Juli 1986) Ritterkreuz (9 Mei 1945) : Waffen-Sturmbannführer der SS dan komandan Waffen-Grenadier- Regiment 43 “Hinrich Schuldt” / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) Pangkat terakhir: Waffen-Sturmbannführer der SS Alfrēds Riekstiņš (30 Januari 1913 - 11 September 1952) Ritterkreuz (5 April 1945) : Waffen-Unterscharführer der Reserve der SS dan Zugführer di 1.Kompanie / Waffen-Füsilier-Bataillon Nr. 19 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) Pangkat terakhir: Waffen-Unterscharführer der Reserve der SS Kārlis Sensbergs (? - 1945?) Ritterkreuz (9 Mei 1945) : Waffen-Unterscharführer der SS dan Gruppenführer im Waffen-Füsilierbataillon 15/15. Waffen-Grenadierdivision der SS (lettische Nr. 1) Pangkat terakhir: Waffen-Unterscharführer der SS Voldemārs Veiss (7 November 1899 - 17 April 1944) Ritterkreuz (9 Februari 1944) : Waffen-Standartenführer der SS dan komandan Lettisches Freiwilligen-Regiment 40 / 2.Lettische Freiwilligen-Brigade der SS / Generalkommando XXXVIII.Armee-Korps / Armeeoberkommando 18 / Heeresgruppe Nord Pangkat terakhir: Waffen-Standartenführer der SS PRANCIS (3 Orang) François Appolot (1903/1904 - ? ) Ritterkreuz (29 April 1945) : SS-Oberscharführer dan Zugführer di Divisionskampfschule der 33.Waffen-Grenadier-Division der SS "Charlemagne" (französische Nr. 1) Pangkat terakhir: SS-Oberscharführer Henri Joseph Fenet (11 Juni 1919 - 14 September 2002) Ritterkreuz (29 April 1945) : SS-Hauptsturmführer dan komandan Sturm-Battailon 33.SS-Freiwilligen-Grenadier-Division "Charlemagne" Pangkat terakhir: SS-Hauptsturmführer Eugène Vaulot (1 Juni 1923 - 2 Mei 1945) Ritterkreuz (29 April 1945) : SS-Unterscharführer dan Gruppenführer di 33.SS-Freiwilligen-Grenadier-Division "Charlemagne"/ Kampfr. Groß Berlin Pangkat terakhir: SS-Unterscharführer RUMANIA (18 Orang) Ion Victor Antonescu (15 Juni 1882 - 1 Juni 1946) Ritterkreuz (6 Agustus 1941) : General dan panglima Angkatan Bersenjata Rumania Pangkat terakhir: Maresal (Marsekal) Corneliu Dragalina (5 Februari 1887 - 11 Juli 1949) Ritterkreuz (6 Agustus 1942) : General-Locotenent dan komandan Armată 6 Corp Rumania Pangkat terakhir: General de Corp de Armată (Kolonel Jenderal) Ioan Dumitrache (25 Agustus 1889 - 6 Maret 1977) Ritterkreuz (21 November 1942) : General-Maior dan komandan Diviziei 2 munte Rumania Pangkat terakhir: General-Maior (Mayor Jenderal) Petre Dumitrescu (18 Februari 1882 - 15 Januari 1950) Ritterkreuz (1 September 1942) : General de Corp de Armată dan komandan Armată 3 Rumania Eichenlaub (4 April 1944) : General de Corp de Armată dan komandan Armată 3 Rumania Pangkat terakhir: General de Corp de Armată (Kolonel Jenderal) Ermil Gheorghiu (13 Februari 1896 - 14 Januari 1977) Ritterkreuz (4 April 1944) : General de Divizie dan Kepala Staff Aviaţie Militară Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Mayor Jenderal)


Ioan L. Hristea
(17 Maret 1897 - 1972)
Ritterkreuz (28 Maret 1943) : Colonel dan komandan Calarasi 2 Regiment Rumania
Pangkat terakhir : Colonel


Emanoil Ionescu (1893 - 1949) Ritterkreuz (10 Mei 1944) : General-Maior dan panglima Corpul I Aerian Pangkat terakhir: General (Jenderal) Radu Korne (23 Desember 1895 - 28 April 1949) Ritterkreuz (18 Desember 1942) : Colonel dan komandan Regimentului 6 roșiori purtat Rumania Pangkat terakhir: General de Brigadă (Brigadir Jenderal) Mihail Lascăr (8 November 1889 - 24 Juli 1959) Ritterkreuz (18 Januari 1942) : General de Brigadă dan komandan Brigăzii 1 Munte Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Mayor Jenderal) Horia Macellariu (28 April 1894 - 11 Juli 1989) Ritterkreuz (21 Mei 1942) : Contraamiral dan panglima Angkatan Laut Rumania Pangkat terakhir: Contraamiral (Laksamana Madya) Gheorghe Manoliu (21 Mei 1888 - 28 Agustus 1980) Ritterkreuz (30 Agustus 1942) : General de Divizie dan komandan Diviziei 4 munte Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Mayor Jenderal) Leonard Mociulschi (27 Maret 1889 - 15 April 1979) Ritterkreuz (18 Desember 1943) : General de Divizie dan komandan Diviziei 3 munte Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Mayor Jenderal) Ioan Pălăghiţă (13 Februari 1899 - 9 Mei 1943) Ritterkreuz (7 April 1943) : Maior dan komandan 1. Regiment 94 Infanterie Rumania Pangkat terakhir: Maior (Mayor) Ioan Mihail Racoviţă (7 Maret 1889 - 28 Juni 1954) Ritterkreuz (8 Juli 1944) : General de Corp de Armată dan komandan Armată 4 Rumania Pangkat terakhir: General de Corp de Armată (Jenderal Kavaleri) Edgar Rădulescu (14 Desember 1890 - ) Ritterkreuz (3 Juli 1944) : General de Brigadă dan komandan Diviziei 11 Infanterie Rumania Pangkat terakhir: General (Jenderal) Gheorghe Răscănescu (30 Januari 1900 - 23 Agustus 1944) Ritterkreuz (4 Desember 1942) : Maior dan komandan Regiment 15 Infanterie Rumania Pangkat terakhir: Maior (Mayor) Nicolae Tătăranu (3 Oktober 1890 - 13 Mei 1953) Ritterkreuz (17 Desember 1942) : General de Divizie dan komandan Diviziei 20 Infanterie Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Major Jenderal) Corneliu Teodorini (18 September 1893 - 1976) Ritterkreuz (27 Agustus 1943) : Colonel dan komandan Diviziei 6 Cavalerie Rumani Eichenlaub (8 Desember 1943) : General de Divizie dan komandan Diviziei 6 Cavalerie Rumania Pangkat terakhir: General de Divizie (Mayor Jenderal) SLOVAKIA (2 Orang) Augustín Malár (18 Juli 1894 - 15 Oktober 1945) Ritterkreuz (23 Januari 1942) : Generálmajor dan komandan Slowakische Schnelle Division Pangkat terakhir: Generálporučík (Letnan Jenderal) Jozef Turanec (7 Maret 1892 - 9 Maret 1957) Ritterkreuz (7 Agustus 1942) : Generálmajor dan komandan Slowakische Schnelle Division Pangkat terakhir: ? SPANYOL (2 Orang) Emilio Esteban-Infantes y Martin (18 Mei 1892 - 6 September 1962) Ritterkreuz (3 Oktober 1943) : Generalleutnant dan komandan Division Azul Pangkat terakhir: Generalleutnant Don Agustín Muñoz Grandes (27 Januari 1896 - 11 Juli 1970) Ritterkreuz (12 Maret 1942) : Generalleutnant dan komandan Division Azul Eichenlaub (13 Desember 1942) : Generalleutnant dan komandan Division Azul Pangkat terakhir: Generalleutnant WALLONIE (3 Orang) León Degrelle (15 Mei 1906 - 31 Maret 1994) Ritterkreuz (20 Februari 1944) : SS-Hauptsturmführer der Reserve dan komandan SS-Sturmbrigade "Wallonien" Eichenlaub (27 Agustus 1944) : SS-Sturmbannführer der Reserve dan komandan 5. SS-Freiwilligen-Panzer-Brigade “Wallonien” Pangkat terakhir: SS-Standartenführer der Reserve León Gillis (11 Februari 1913 - 24 Maret 1977) Ritterkreuz (30 September 1944) : SS-Untersturmführer dan Zugführer 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade "Wallonien" Pangkat terakhir: SS-SS-Untersturmführer Jacques Leroy (10 September 1924 - 15 Agustus 1996) Ritterkreuz (20 April 1945) : SS-Untersturmführer dan Führer 1./SS-Freiw.GrenRgt 69 "Wallonie" Pangkat terakhir: SS-SS-Untersturmführer
Sumber : Foto koleksi pribadi Emilio Manes www.alfonsrebane.webs.com www.audiovis.nac.gov.pl www.en.wikipedia.org www.estland88.com www.finearts-autographs.com www.forum.axishistory.com www.latvianmilitaryhistory.blogspot.com www.life.com www.memoriablau.foros.ws www.militaryimages.net www.nexusboard.com www.panzerkampf.org www.pomerania1945.org www.vrijwilligerslegioen.nl