Saturday, March 6, 2010

Apakah Major Koenig Dalam Film Enemy At The Gates Merupakan Tokoh Yang Sebenarnya Atau Hanya Fiksi?

Tokoh Vasily Zeitsev yang diperankan oleh Jude Law dalam film "Enemy at the Gates". Disini diperlihatkan miniaturnya


Boneka Major Koenig dengan senjata andalannya: bedil lodong!


Oleh: Alif Rafik Khan

Pernah nonton film "Enemy at the Gates" yang dibintangi Jude Law? Kalau pernah, pasti sudah pada tahu mengenai duel klasik sniper Jerman (yang diwakili oleh perwira Wehrmacht bernama Major Koenig) melawan sniper Soviet (Vasily Zeitsev). Nah, karena film tersebut diambil dari kisah nyata kehidupan sniper Zeitsev, maka orang banyak pun meyakini bahwa tokoh lawannya yang dari Jerman adalah nyata pula dan bukan sebagai pemanis film belaka. Sekarang yang jadi pertanyaan kemudian adalah, benarkah anggapan mereka?

Paling gampang, mari kita lihat penjelasannya di Wikipedia:

Erwin König atau Heinz Thorvald adalah nama dari seorang sniper Wehrmacht handal yang terbunuh oleh sniper legendaris Tentara Merah Vasily Zeitsev selama berkecamuknya pertempuran Stalingrad.

Nama König disebut-sebut oleh Zeitsev dalam buku memoirnya, "Notes of a Sniper", juga dalam buku non-fiksi besutan William Craig yang terbit tahun 1973 berjudul "Enemy at the Gates: The Battle for Stalingrad". Tapi nama ini mengemuka tatkala diperankan dengan bagus sekali oleh aktor Ed Harris dalam film "Enemy at the Gates" (2001), yang menggambarkan duel sniper antara Zeitsev dan König selama har-hari terakhir Pertempuran Stalingrad.

Pertanyaan terbesar tentang orang ini adalah: apakah dia benar-benar ada?

Zeitsev mengklaim bahwa telah terjadi duel antara dirinya dengan seorang sniper Jerman berpengalaman yang berlangsung selama tiga hari di reruntuhan kota Stalingrad. Dalam memoirnya tersebut, Zeitsev mengatakan bahwa nama sang sniper adalah Herr Koning (Koning adalah bahasa Belanda untuk RAJA, sedangkan bahasa Jermannya adalah König), dan dia merupakan kepala sekolah sniper di Berlin. Data-data ini ia dapatkan berdasarkan dokumen-dokumen yang dirampas dari jenazah König. Klaim Zeitsev ini tak pernah dikonfirmasi oleh catatan personil Heer Jerman yang. Mereka berkata bahwa tidak ada sama sekali sniper Jerman bernama König atau Koning dalam databasenya.

Di Musium Pusat Angkatan Bersenjata Rusia di Moskow, dipajang sebuah teleskop senapan yang disebut-sebut merupakan peninggalan dari seorang sniper Jerman bernama Erwin König. Dalam kunjungannya ke Berlin setelah perang usai, Zeitsev pernah dikonfrontasi oleh seorang wanita yang mengatakan bahwa dia adalah anak perempuan dari König. Otoritas Soviet buru-buru mengevakuasi sang pahlawan negara tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Duel fiksi dalam film "Enemy at the Gates" antara kedua sniper ini ditambahi dengan keterangan bahwa Erwin König adalah kepala sekolah sniper Wehrmacht yang juga mempunyai keahlian langka sebagai kontra-sniper lawan. Dia (diperankan oleh Ed Harris) dikirim ke medan perang Stalingrad untuk menghadapi sniper-sniper Soviet yang begitu merajalela disana. Pada awalnya König memang menuai sukses; tiga sniper rekan Zeitsev mampus di tangannya. Pada akhirnya kedua sniper ini berhadapan, dan pemenangnya sudah bisa diduga. König digambarkan sebagai tipikal aristokrat Bavaria yang keras dan tak kenal kompromi dalam menghadapi lawan dan mengemban tugas yang dibebankan kepadanya. Dia memandang rendah pada kemampuan Zeitsev hanya karena latar belakangnya yang mantan penggembala domba. Dalam film tersebut, König terbunuh oleh Zeitsev di stasiun kereta api.

Pengarang Amerika David L. Robbins menggunakan nama asli Heinz Thorvald (yang disebut oleh Zeitsev dalam memoir awalnya) dalam novelnya "War of the Rats" yang terbit di tahun 1999. Ceritanya mengetengahkan Thorvald (König) sebagai seorang perwira SS berpangkat Standartenführer yang merupakan mantan instruktur Markas Bawah Tanah Wehrmacht di Zossen. Faktanya, TIDAK ADA divisi SS yang bertempur di Stalingrad, dan TAK ADA pula sniper aktif yang mempunyai pangkat sampai sebegitu tingginya (Standartenführer setingkat dengan kolonel!). Tambahan lain, sniper Jerman tidak diterjunkan dalam unit-unit, tapi sebagai Jägers. Kebalikannya dengan Tentara Merah Soviet yang biasa menempatkan snipernya dalam unit-unit berukuran besar, bahkan sampai seukuran batalion! Zeitsev sendiri pada awalnya merupakan Letnan Yunior (мла́дший лейтена́нт) yang menanjak karirnya sampai menjadi Kapten (капита́н) unit sniper Rusia.

Mengenai masalah keabsahan identitas König/Thorvald ini, David L. Robbins ngacapruk:

"Satu-satunya petunjuk yang saya dapatkan dari pertanyaan mengenai König/Thorvald ini adalah: Dalam sebuah wawancara melalui telepon antara saya dengan Zeitsev langsung, dia menduga bahwa penyangkalan otoritas Jerman tentang sniper bernama König (bukan Thorvald) yang telah terbunuh dalam pertempuran Stalingrad adalah karena mereka tidak mau mengakui kalau salah seorang sniper terbaiknya telah terbunuh. Zeitsev beralasan bahwa Koenig sangat dekat dengan kata Jerman "Raja", dan seperti dalam permainan catur, pemenangnya ditentukan oleh siapa yang lebih dulu mengalahkan raja lawannya. Zeitsev yakin 100% bahwa surat yang dia temukan dalam jenazah lawannya menyebutkan nama Thorvald, dan karena itulah dia menyebutkannya dalam memoirnya."

Robbins menutup ucapannya: "Jadi, benar atau tidak, aku tetap mengambil pendapat Zeitsev karena dialah orang yang mengalami langsung berhadapan dengan sniper Jerman tersebut!"

Bagaimana dengan anda sendiri?


Sumber:
www.en.wikipedia.org
www.onesixthwarriors.com


6 comments:

limbong said...

ITU HANYA FIKSI YG DIBUAT OLEH AMERIKA DAN SOVIET KARENA KETAKUTAN MEREKA AKAN NAZI. SYA PERCAYA DG BERITA DARI DATA JERMAN

limbong said...

ITU HANYA FIKSI YG DIBUAT OLEH AMERIKA DAN SOVIET KARENA KETAKUTAN MEREKA AKAN NAZI. SYA PERCAYA DG BERITA DARI DATA JERMAN

Omenz Dontcry said...

mungkin benar/mingkin fiktif

Adli Burdani said...

Ada juga yang mengatakan kalau Heinz Thorvald alias Erwin Konig tertembak dalam aksi kontra sniper versus Pavlichenko (Sniper perempuan soviet) tapi gk tau lah..namanya juga sejarah.. banyak versi.. nice artikel gan,, izin referensi ya..

de'nino said...

Kalau penggunaan Sniper dalam perang pasti selalu ada, apalagi perang besar seperti PD 2 yang banyak melahirkan sniper dan senjata2nya yg legendaris dari berbagai negara.
Kalau soal duel sniper konig dgn Vassili, mungkin memang benar terjadi, walaupun kisahnya sdh banyak di bumbui byk pihak dgn berbagai kepentingan hingga terkesan terlalu berlebihan.

Selamet Purnomo said...

Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa pahlawannya..
Apa hak kalian yg berhak menilai andil dan jasa seorang pahlawan bangsa lain yg dihargai oleh bangsanya sendiri???