Friday, March 26, 2010

Foto Terakhir Erwin Rommel (Hidup)?

Salah satu foto terakhir Erwin Rommel yang diambil di depan rumah sakit Universitas Ulm bulan Oktober 1944



Foto udara dari rumah sakit Vésinet tempat Erwin Rommel dirawat setelah terluka parah oleh pesawat Inggris


Foto dari Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang diambil pada tanggal 23 Juli 1944 di rumah sakit Vésinet oleh koresponden perang Freiherr von Esebeck (versi lain menyebutkan bahwa foto ini diambil pada tanggal 15 Agustus 1944 saat Rommel baru kembali ke rumahnya di Herlingen dari masa perawatan di rumah sakit). Foto ini kemungkinan telah diedit sebelumnya karena, berdasarkan keterangan saksi mata, kondisi fisik sang Marsekal lebih buruk dari yang tampak di foto. Meskipun begitu, kita tetap bisa melihat bahwa mata kirinya bengkak dan tertutup. Yang tidak terlihat disini adalah lebam parah di kening kirinya yang diakibatkan oleh benturan saat mobil Horch yang ditumpanginya menabrak pembatas jalan setelah mendapat serangan pesawat udara Inggris pada tanggal 17 Juli 1944





Generalfeldmarschall Erwin Rommel dalam sebuah foto yang diambil bulan Oktober 1944, beberapa hari sebelum kematiannya. Foto ini memperlihatkan hal yang luar biasa langka: sang Marsekal mengenakan pakaian sipil! Jujur saja, saya belum pernah menemukan foto Rommel lainnya yang mengenakan pakaian lain di luar dari seragam militer


Oleh: Alif Rafik Khan

Tanggal 17 Juli 1944 sekitar jam 16.00, Rommel sedang dalam perjalanan menuju markasnya di La Roche-Guyon. Tiba-tiba di dekat Livarot dua buah pesawat pemburu Inggris datang dari belakang dan langsung mengeluarkan rentetan tembakan dari jarak 30 meter. Hujan peluru telah menembus bagian kiri dari mobil yang ditumpangi sang Generalfeldmarschall, merobek jok dan kaca depan. Supir juga ikut terkena sehingga akibatnya mobil menjadi oleng, menabrak sebatang pohon, berguling-guling, dan nyungseb di bagian kiri jalan. Rommel sendiri menubruk kaca depan dan terlempar keluar. Dengan tulang kepala retak, dia tergeletak tak sadarkan diri di tanah.

Ajudannya, Hellmuth Lang (yang hanya menderita cedera ringan), segera menghambur menuju Rommel. Sang supir yang bernama Karl Daniel sama-sama tergeletak dengan darah dimana-mana. Major Neuhaus yang ikut serta hanya menderita luka gores setelah salah sebuah proyektil peluru meledak di sarung pistolnya.

Satu jam kemudian pertolongan datang, dan selama waktu itu Rommel tetap tidak sadarkan diri. Dia menerima pertolongan pertama di Livarot, dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Luftwaffe di Bernay.

Para perwira Jerman di La Roche-Guyon segera menerima kabar tentang terluka parahnya komandan mereka, dan menunggu dengan berdebar-debar laporan tentang kondisi Rommel terkini. Beberapa jam kemudian datang berita: "Patah tulang di empat lokasi, mata kanan terluka parah, perlu istirahat panjang..." Markas La Roche-Guyon langsung mengirimkan Hauptmann Behr dan Dr. Scheunig ke Rumah Sakit Bernay untuk membantu proses penyembuhan sang Serigala Padang Pasir.

Pada hari minggunya tanggal 23 Juli 1944 adalah hari yang cukup langka ketika tak banyak hal terjadi di front pertempuran di Normandia. Hari itu Rommel dipindahkan dengan ambulans dari Bernay ke Rumah Sakit Vésinet di dekat St-Germain-en-Laye (yang juga merupakan Markas Besar Pasukan Jerman di Barat). Mobil tiba jam sembilan, dan kondisi Rommel langsung mendapat penanganan khusus dari Profesor Esch dari Universitas Leipzig. Hasil medis yang kemudian keluar cukup melegakan, yang sebagian besar merupakan kontribusi dari fisik Rommel yang memang berdaya tahan tinggi.

Admiral Friedrich Ruge, Kepala Transportasi Kriegsmarine di Seine, datang sore harinya untuk menengok Rommel dan membacakannya beberapa berita terbaru. Salah satu dari berita yang mengejutkan adalah adanya usaha gagal dari sebagian perwira tinggi Wehrmacht yang berusaha mengadakan kudeta dengan membom Adolf Hitler tanggal 20 Juli 1944, juga sebagian komplotan tersebut yang melakukan hal yang sama di Paris. Ruge sendiri tak tahu menahu mengenai plot tersebut. Rommel lalu mengutarakan keinginannya untuk segera kembali bertugas di front dan menemui Hitler secara pribadi untuk menengok keadaannya.

Rommel juga menerima kunjungan dari Freiherr von Esebeck, seorang koresponden perang yang harusnya melakukan wawancara dan berada bersama dengannya saat tragedi yang menimpa sang Marsekal terjadi. Ketika menerima berita terlukanya Rommel, Esebeck tetap tinggal di La Roche-Guyon dan menunda kepulangannya. Tanggal 23 Juli tersebut Rommel menerimanya di kamarnya. "Tolong ambil foto diriku agar orang-orang Inggris itu tahu bahwa mereka untuk kesekian kalinya gagal membunuhku," pinta Rommel. Kondisi Rommel terlihat baik-baik saja dan dia bahkan bercerita dengan lancar tentang apa yang telah terjadi pada dirinya. Rommel juga mengulangi apa yang akan disampaikannya pada Hitler, "Kita telah kalah perang. Kegagalan dari Luftwaffe terutama yang membuatku dipenuhi oleh perasaan getir." Rommel sendiri tidak mengatakan satu kata pun tentang usaha pembunuhan terhadap Hitler.

Inggris memang begitu bernafsu untuk melenyapkan manusia satu ini yang telah membuat malu mereka di padang pasir Afrika Utara. Bahkan ketika Rommel sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Vésinet, sebuah tim komando SAS Inggris mengadakan operasi penyergapan ke La Roche-Guyon dengan tugas utama: menyingkirkannya! Mereka tiba dari udara dengan menggunakan parasut pada malam tanggal 18 dan 19, dan begitu kecewa ketika buruannya ternyata tidak ada di tempat.

Tanggal 26 Juli, ajudannya Lang menulis dalam buku hariannya: "Dia menderita sakit kepala hebat tadi malam, yang mungkin disebabkan oleh panas yang tinggi. Untuk membunuh rasa bosan, dia duduk di pinggir ranjangnya dengan hanya memakai sandal, berusaha mengenyahkan lalat yang mengganggu. Karena dia hanya mempunyai satu mata yang berfungsi, usaha itu tentu saja tidak mendatangkan hasil."

Sebenarnya Rommel bertanya-tanya mengapa pers Jerman belum secara resmi memberitakan tentang kecelakaan yang menimpanya. Apakah karena takut kalau kabar tersebut akan membuat para prajurit Jerman yang bertempur di front Normandia patah semangat dan lari atau menyerah? Tak lama datang telegram dari Sang Führer: "Terimalah rasa simpatiku yang mendalam, dan harapanku agar engkau dapat sembuh secepatnya". Meskipun begitu, Rommel tetap merasa seperti terasingkan.

Hari Minggu tanggal 30 Juli Ruge kembali mengunjungi Rommel di Vésinet. Dia mendapat kesan bahwa sang Marsekal berada dalam mood yang baik, dan sudah tidak sabar untuk segera mendarma baktikan dirinya kembali untuk tanah air Jerman. Bahkan Rommel berkata kepada Ruge bahwa pada hari Kamis dirinya sudah akan pulih sepenuhnya!

Ajudannya Lang begitu sulit untuk memaksa Rommel tetap tinggal di tempat tidurnya. "Dia benar-benar tipe pasien yang sulit diatur, dan menolak untuk menerima fakta bahwa luka-lukanya begitu serius dan tubuhnya harus mendapatkan istirahat yang cukup. Demi meyakinkan Rommel, seorang dokter bedah sampai harus membawa sebuah contoh tengkorak manusia dari Departemen Patologi dan memecahkannya dengan sebuah martil. 'Seperti inilah yang sekarang menimpa tengkorak anda, jenderal', terangnya. Rupanya trik ini cukup berhasil, dan beberapa hari selanjutnya Sang Marsekal lebih menurut kepada petunjuk dokter yang merawatnya."

Pihak Inggris lah yang pertama mengumumkan berita tentang cederanya Rommel dengan beragam versi. Anehnya, mereka sendiri tidak tahu sama sekali bahwa yang menyebabkan Rommel terluka adalah serangan dari pesawat miliknya! Admiral Ruge kembali lagi untuk menemui sahabat sekaligus komandannya. Dia melaporkan bahwa cuaca hari itu cerah, dan dalam perjalanan dia sempat melihat terjadinya pertempuran udara di angkasa. Sebuah pesawat terjatuh, dan kemudian datang beberapa formasi pesawat pembom musuh.

Erwin Rommel akhirnya sembuh dan pulang ke Jerman dari rumah sakit tanggal 8 Agustus 1944.


Sumber:
Buku "Field Marshal: The Life and Death of Erwin Rommel" karya Daniel Allen Butlerwww.mapage.noos.fr

No comments: