Wednesday, March 31, 2010

"Pertandingan Maut", Kisah Perlawanan Olahragawan Ukraina Terhadap Pasukan Pendudukan Jerman Melalui Sepakbola!

Monumen peringatan untuk pemain-pemain FC Start


Poster pertandingan ulang antara FC Start melawan Flakelf



Sebelum pertandingan antara FC Start (kanan) melawan tim Flakelf dari Luftwaffe. Meskipun tahu bahwa resikonya besar, FC Start menolak untuk melakukan salam Nazi di hadapan para pembesar militer Jerman!


Oleh: Alif Rafik Khan

Sepakbola telah menjadi olahraga yang sangat populer di Uni Soviet tahun 1930-an, terutama di Ukraina. Tim terkuat di Ukraina saat itu adalah Dynamo Kyiv, yang merupakan cabang sepakbola dari "Perkumpulan Olahraga Dynamo" yang didanai oleh serikat dagang, kepolisian dan Tentara Merah. Di komunis Rusia sendiri, sepakbola adalah aktivitas yang mendapat dukungan penuh oleh negara. Tahun 1938, Dynamo Kyiv menjadi tim peringkat keempat dalam liga nasional, dengan memasukkan 76 gol. Dua tahun selanjutnya (1939 dan 1940) tim tersebut bermain buruk sehingga tidak mendapat prestasi yang signifikan.

Musim kompetisi tahun 1941 tidak berjalan sampai tuntas, karena Jerman keburu menginvasi Uni Soviet tanggal 22 Juni 1941. Beberapa pemain Dynamo Kyiv bergabung dengan wajib militer dan pergi bertempur ke front. Ketika pasukan Wehrmacht makin mendekati Kiev, beberapa pemain sisanya membantu pertahanan sipil di dalam kota. Pertahanan tersebut tidak berarti apa-apa, karena pasukan Jerman terlalu tangguh untuk dihadang, dan Kiev pun jatuh. Akibatnya, sebagian pemain Dynamo Kyiv ikut masuk tahanan di kamp-kamp konsentrasi.

Beberapa lagi sisanya mencoba untuk mencari peruntungan di ibukota Ukraina yang sudah diduduki, dan mereka biasa berkumpul di Kiev's Bakery Number 3 untuk mencari informasi lowongan kerja. Semuanya bermula ketika Mykola Trusevych, kiper handal Dynamo, pulang kembali ke kotanya. Disini dia mendapat pekerjaan sebagai penyapu di toko roti yang dipimpin oleh Iosif Kordik (yang merupakan fans berat klub Dynamo Kyiv). Kordik menjadi manajer semata karena dia masih mempunyai darah Jerman. Dia kemudian mempunyai ide untuk membentuk tim sepakbola toko roti dan, di musim panas tahun 1942, mulai mencari para pemain berbakat di seantero Kiev. Dia mengutamakan mantan pemain Dynamo karena mereka sudah tentu mempunyai pengalaman dan skill yang paling bagus. Pemain pertama yang ditemukannya adalah winger berbakat Makar Goncharenko. Goncharenko sendiri masih mengingat dengan jelas undangan yang ditujukan kepadanya:

"Kolya mendatangiku di jalan Kreschatik tempat aku tinggal secara ilegal di rumah mantan mertuaku. Dia mengajakku berbicara masalah ide-idenya dan juga bagaimana caranya mencari pemain-pemain yang lain. Kita lalu kontak-kontakan dengan Kuzmenko dan Svyridovskiy, dan dari sanalah kita berhubungan dengan yang lainnya."

Beberapa minggu berikutnya, dibentuklah FC Start (Football Club Start) yang diperkuat oleh delapan mantan pemain Dynamo (Mykola Trusevych, Mikhail Svyridovskiy, Mykola Korotkykh, Oleksiy Klimenko, Fedir Tyutchev, Mikhail Putistin, Ivan Kuzmenko, Makar Goncharenko) dan tiga pemain dari Lokomotiv Kiev (Vladimir Balakin, Vasil Sukharev dan Mikhail Melnyk). Tanggal 7 Juni 1942, FC Start memainkan pertandingan pertamanya di liga lokal. Liga tersebut dijalankan oleh seorang Quisling (kolaborator) bernama Georgi Shvetsov yang merupakan mantan pemain sepakbola dan juga instruktur olahraga. Lawan pertama Start adalah Rukh, yang merupakan tim binaan Shvetsov. Dalam pertandingan tersebut Start menjadi pemenangnya dengan skor 7-2, suatu hal yang mengejutkan bila kita mengetahui bahwa para pemainnya hidup kekurangan, hampir tidak pernah mendapat makanan yang bergizi, juga hanya diperlengkapi dengan peralatan yang seadanya!

Selama tahun 1942, FC Start memainkan beberapa pertandingan dengan tim-tim dari garnisun pasukan pendudukan Axis di Ukraina yang beranggotakan para prajurit perang, dan kesemuanya berhasil dimenangkan oleh FC Start! Inilah daftar pertandingannya:

21 Juni 1942 melawan garnisun Hungaria. Skor akhir: 6-2
5 Juli 1942 melawan garnisun Rumania. Skor akhir: 11-0
12 Juli 1942 melawan tim pekerja rel kereta api militer. Skor akhir: 9-1
17 Juli 1942 melawan PGS (Jerman). Skor akhir: 6-0
19 Juli 1942 melawan MSG.Wal (Hungaria). Skor akhir: 5-1
21 Juli 1942 melawan MSG.Wal (Hungaria). Skor akhir: 3-2
6 Agustus 1942 melawan Flakelf (Jerman). Skor akhir: 5-1

Penguasa Jerman mulai was-was kalau-kalau kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh FC Start bisa memicu patriotisme rakyat Ukraina dan juga menurunkan moral pasukan Axis.

Tim Luftwaffe Jerman Flakelf meminta pertandingan ulang, yang rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 9 Agustus di stadion Zenit. Seorang perwira SS ditunjuk menjadi wasitnya, dan FC Start langsung insyaf bahwa dia tidak bisa diharapkan akan bisa berlaku adil nantinya. Beberapa simpatisan memperingatkan FC Start bahwa mereka lebih baik mengalah saja, karena kemungkinan buruk yang dapat terjadi adalah tim ini bisa-bisa dibubarkan dan pemainnya dikirim ke kamp tawanan bila tim Jerman yang kalah. Meskipun mendapat tekanan besar, manajer memutuskan bahwa apapun yang akan tejadi, mereka akan tetap bermain seperti biasanya, dengan penuh semangat dan determinasi. Mereka juga menolak untuk memberikan salam Nazi kepada lawan mereka sebelum pertandingan dimulai!

Seperti sudah bisa diduga sebelumnya, wasit Nazi tersebut membiarkan saja pelanggaran-pelanggaran brutal yang dilakukan oleh pemain-pemain Flakelf. Pemain FC Start yang paling banyak mendapat provokasi adalah kiper Trusevych yang, setelah berkali-kali dilanggar secara fisik, mendapat tendangan keras di kepalanya oleh pemain depan Flakelf sehingga pingsan tak sadarkan diri. Selagi Trusevych mendapat perawatan, Flakelf berhasil memasukkan bola ke gawang FC Start. Gol!

Wasit tetap tidak mengindahkan protes dan permintaan tolong para pemain FC Start terhadap permainan kasar yang ditunjukkan oleh lawannya. Tim Flakelf berkali-kali melakukan tindakan-tindakan yang ditujukan untuk mengintimidasi pemain-pemain FC Start, jelas-jelas lebih mengarah ke orangnya dan bukan bolanya. Tak hanya itu, tindakan lain pun seakan dibenarkan seperti menarik baju dan tackling dari belakang. Dahsyatnya, FC Start malahan mampu membalas ketertinggalannya melalui gol jarak jauh yang dihasilkan oleh Kuzmenko melalui tendangan bebas. Aksi selanjutnya lebih gila lagi: Goncharenko dari FC Start mendribel bola melewati setengah lapangan permainan dan mengecoh seluruh pemain bertahan Flakelf untuk kemudian menceploskannya ke gawang lawan! Skor 2-1 menutup babak pertama.

Babak kedua hampir-hampir seperti anti-klimaks saja. Masing-masing pihak mencetak gol dua kali. Menjelang akhir pertandingan, posisi skor adalah 5-3 untuk kemenangan FC Start, dan ini tampaknya tidak menghentikan kegilaan yang kemudian terjadi. Klimenko, pemain belakang FC Start, membawa bola dari garis pertahanannya dan mengalahkan semua pemain Jerman yang berusaha menghadangnya. Kini dia tinggal berhadapan dengan kiper saja. Alih-alih menembak bola dengan keras dan terarah, apa yang kemudian dilakukan odong-odong ini? Dia tiba-tiba balik badan dan menendang bola ke tengah lapangan! Sedetik kemudian wasit SS meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan, padahal pertandingan belum lagi 90 menit berjalan.

Seminggu kemudian tanggal 16 Agustus, Start kembali mengalahkan Rukh, kali ini dengan skor 8-0. Tak lama setelahnya, beberapa pemain FC Start ditahan dan disiksa dalam penjara oleh Gestapo. Mereka dituduh telah menjadi agen NKVD (karena Dynamo didanai oleh satuan polisi Rusia pada masa pra-perang). Salah satu dari pemain yang ditahan adalah Mykola Korotkykh, yang kemudian tewas akibat penyiksaan berat. Sebagian dikirim ke kamp kerja-paksa Syrets dimana Ivan Kuzmenko, Oleksey Klimenko dan kiper Mykola Trusevich menyusul pergi ke alam baka di bulan Februari 1943. Sisa-sisanya yang masih selamat di antaranya adalah Fedir Tyutchev, Mikhail Svyridovskiy dan Makar Goncharenko (yang kemudian menyebarluaskan kisah ini ke masyarakat dunia).

Izvestiya adalah surat kabar pertama yang memberitakan tentang eksekusi para olahragawan ini dalam beritanya tertanggal 16 November 1943, walaupun kisah tentang pertandingannya sendiri tidak diungkapkan.

"Pertandingan Maut" menyeruak ke permukaan tahun 1958 ketika Petro Severov mempublikasikan artikel berjudul "Duel Terakhir" dalam koran Evening Kiev. Tahun berikutnya Severov, bersama dengan Naum Khalemsky, menerbitkan buku dengan judul sama, yang menceritakan tentang FC Start dan perjuangannya dalam melawan tentara pendudukan Nazi melalui sepakbola. Memoir dari Makar Goncharenko kemudian menyusul muncul.

Kisah ini langsung saja menjadi populer di Uni Soviet, terutama di Ukraina. Seperti biasa, bumbu romantis kemudian diselipkan untuk menambah seru si cerita. Dua buah film - Third Time (Mosfilm, 1964) dan The Match of Death, dibuat berdasarkan cerita ini. Sebuah patung didirikan pula di Zenit Stadium, Kiev (kemudian stadion ini sendiri dinamai ulang menjadi Start Stadium tahun 1981).

Kisah ini juga menginspirasi dua buah film non-Soviet: film drama Hungaria Két félidő a pokolban buatan tahun 1961 dan film Amerika Escape to Victory buatan tahun 1981 yang dibintangi oleh Sylvester Stallone dan Pele.

Novel berjudul Match of Death karya James Riordan merekonstruksi ulang cerita ini.


Sumber:
www.br.oleole.com
www.en.wikipedia.org

Monday, March 29, 2010

Daftar 22 Orang General der Kavallerie Heer (Jenderal Kavaleri Angkatan Darat Nazi Jerman)

Diether von Boehm-Bezing (9 November 1880 - 30 November 1974)
General der Kavallerie z.V. (1 Februari 1943)
Generalleutnant z.V. (1 Februari 1941)
Charakter als Generalleutnant z.V. (1938)
Charakter als Generalleutnant (1 Oktober 1935)
Generalmajor (1 Oktober 1933)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941)


Walter Braemer (7 Januari 1883 - 13 Juni 1955)
SS-Gruppenführer (20 April 1944)
General der Kavallerie z.V. (1 September 1942)
Generalleutnant z.V. (1 Juli 1941)
SS-Brigadeführer (20 Juni 1938)
Generalmajor (1 Oktober 1932)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber


Georg Brandt (24 Agustus 1876 - 21 April 1945)
General der Kavallerie z.V. (1 Desember 1940)
Charakter als General der Kavallerie z.V. (1 September 1940)
Generalleutnant (1 Februari 1930)
Generalmajor (1 Februari 1929)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern


Theodor Brantner (15 November 1882 - 15 Desember 1964)
General der Kavallerie z.V. (1 Juni 1940)
General der Kavallerie (Austria, 2 November 1934)
General der Infanterie (Austria, 29 Januari 1934)
Generalmajor (Austria, 27 Januari 1930)
Medali tertinggi : 1914 Eisernes Kreuz II klasse


Franz Freiherr von Dalwigk zu Lichtenfels (21 April 1876 - 25 November 1947)
General der Kavallerie (1 Desember 1940)
Charakter als General der Kavallerie (1 September 1940)
Generalleutnant (1 Oktober 1934)
Generalmajor (1 Februari 1933)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (31 Mei 1943)


Max Erich Hans Feige (10 November 1880 - 17 September 1953)
General der Kavallerie z.V. (1 Desember 1940)
Charakter als General der Kavallerie z.V. (1 September 1940)
Generalleutnant (1 Oktober 1933)
Generalmajor (1 Oktober 1931)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941)


Kurt Feldt (22 November 1887 - 11 Maret 1970)
General der Kavallerie (1 Februari 1944)
Generalleutnant (1 Februari 1942)
Generalmajor (1 Februari 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (23 Agustus 1941)


Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (6 Desember 1876 - 3 April 1961)
General der Kavallerie z.V. (1 September 1940)
Charakter als General der Kavallerie (30 September 1933)
Generalleutnant (1 Februari 1931)
Generalmajor (1 Februari 1929)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (30 Juni 1943)


Konrad von Goßler (8 November 1881 - 9 September 1939)
General der Kavallerie (1 Februari 1938)
Generalleutnant (1 Januari 1936)
Generalmajor (1 April 1934)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern


Erik Oskar Hansen (27 Mei 1889 - 18 Maret 1967)
General der Kavallerie (31 Oktober 1940)
Generalleutnant (1 Agustus 1939)
Generalmajor (1 Agustus 1937)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (4 September 1941)


Gustav Harteneck (27 Juli 1892 - 7 Februari 1984)
General der Kavallerie (1 September 1944)
Generalleutnant (1 April 1943)
Generalmajor (1 Februari 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (21 September 1944)


Hugo-Max von Kayser (15 Juni 1873 - 23 September 1949)
General der Kavallerie (1 Desember 1929)
Generalleutnant (1 Februari 1927)
Generalmajor (1 Juli 1923)
Medali tertinggi : 1914 Eisernes Kreuz I klasse



Philipp Kleffel (9 Desember 1887 - 10 Oktober 1964)
General der Kavallerie (1 Maret 1942)
Generalleutnant (1 Juni 1941)
Generalmajor (1 Juni 1939)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (17 Februari 1942)


Wilhelm Knochenhauer (16 Januari 1878 - 28 Juni 1939)
General der Kavallerie (1 Januari 1936)
Generalleutnant (1 Oktober 1933)
Generalmajor (1 Oktober 1931)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern



Rudolf Koch-Erpach (9 April 1886 - 27 November 1971)
General der Kavallerie (1 Desember 1940)
Generalleutnant (1 April 1937)
Generalmajor (1 Januari 1935)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (24 Juni 1940)


Carl-Erik Koehler (3 Desember 1895 - 8 Desember 1958)
General der Kavallerie (9 November 1944)
Generalleutnant (1 Juni 1943)
Generalmajor (1 April 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (4 Mei 1944)



Ernst-August Köstring (20 Juni 1876 - 20 November 1953)
General der Kavallerie (1 September 1940)
Generalleutnant (1 Agustus 1937)
Generalmajor (1 Agustus 1935)
Medali tertinggi : Kriegsverdienstkreuz (4 November 1944)


Franz Otto Freiherr Kreß von Kressenstein (23 Juli 1881 - 14 Januari 1957)
General der Kavallerie (1 Oktober 1936)
Generalleutnant (1 April 1935)
Generalmajor (1 Oktober 1933)
Medali tertinggi : königlichen bayerischer Kämmerer (2 Desember 1915)


Günther von Pogrell (5 Juni 1879 - 8 Juli 1944)
General der Kavallerie (1 Oktober 1936)
Generalleutnant (1 Juni 1935)
Generalmajor (1 Oktober 1933)
Medali tertinggi : 1914 Eisernes Kreuz I klasse


Maximilian von Poseck (1 Oktober 1865 - 18 November 1946)
General der Kavallerie (1 Januari 1925)
Generalleutnant (1 Oktober 1920)
Generalmajor (18 Juli 1917)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern


Edwin Graf von Rothkirch und Trach (1 November 1888 - 29 Juli 1980)
General der Kavallerie (1 Januari 1944)
Generalleutnant (1 Maret 1942)
Generalmajor (1 Maret 1940)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (5 November 1942)


Siegfried Westphal (18 Maret 1902 - 2 Juli 1982)
General der Kavallerie (1 Februari 1945)
Generalleutnant (1 April 1944)
Generalmajor (1 Maret 1943)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (29 November 1942)


Sumber :
Buku "Panzertruppen: German Armored Troops 1935-1945" karya François de Lannoy dan Josef Charita 49
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
Foto koleksi pribadi John Toner
www.audiovis.nac.gov.pl
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.life.com
www.unithistories.com
www.wehrmacht-awards.com

Sunday, March 28, 2010

Daftar 16 Orang General der Gebirgstruppe Heer (Jenderal Pasukan Gunung Angkatan Darat Nazi Jerman)

Franz Friedrich Böhme (15 April 1885 - 29 Mei 1947)
General der Gebirgstruppe (23 Maret 1944)
General der Infanterie (1 Agustus 1940)
Generalleutnant (1 Juni 1939)
Generalmajor (24 Desember 1935)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (29 Juni 1940)


Karl Eglseer (5 Juli 1890 - 23 Juni 1944)
General der Gebirgstruppe (1 Maret 1944)
Generalleutnant (1 Februari 1943)
Generalmajor (1 November 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (23 Oktober 1941)


Valentin Feurstein (18 Januari 1885 - 8 Juni 1970)
General der Gebirgstruppe (1 September 1941)
Generalleutnant (1 Juni 1939)
Generalmajor (25 Juni 1935)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (12 Agustus 1944)


Georg Ritter von Hengl (21 Oktober 1897 - 19 Maret 1952)
General der Gebirgstruppe (1 Januari 1944)
Generalleutnant (21 Januari 1943)
Generalmajor (1 April 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (25 Agustus 1941)


Ferdinand Alfred Friedrich Jodl (23 November 1896 - 9 Juni 1956)
General der Gebirgstruppe (1 September 1944)
Generalleutnant (1 September 1943)
Generalmajor (1 Februari 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (13 Januari 1945)


Rudolf Karl Peter Georg Konrad (7 Maret 1891 - 10 Juni 1964)
General der Gebirgstruppe (1 Maret 1942)
Generalleutnant (1 Februari 1941)
Generalmajor (1 April 1939)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (1 Agustus 1942)


Hans Kreysing (17 Agustus 1890 - 14 April 1969)
General der Gebirgstruppe (1 November 1943)
Generalleutnant (1 Juli 1942)
Generalmajor (1 Juli 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (29 Mei 1940), Eichenlaub (20 Januari 1943) dan Schwerter (13 April 1944)


Ludwig Kübler (2 September 1889 - 18 Agustus 1947)
General der Gebirgstruppe (24 November 1941)
General der Infanterie (1 Agustus 1940)
Generalleutnant (1 Desember 1939)
Generalmajor (1 Januari 1938)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (27 Oktober 1939)


Karl Hubert Lanz (22 Mei 1896 - 12 Mei 1982)
General der Gebirgstruppe (26 Januari 1943)
Generalleutnant (1 Desember 1942)
Generalmajor (1 November 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (1 Oktober 1940) dan Eichenlaub (23 Desember 1942)


Karl Hans Maximilian von Le Suire (8 November 1898 - 18 Juni 1954)
General der Gebirgstruppe (1 Oktober 1944)
Generalleutnant (1 Januari 1944)
Generalmajor (30 April 1943)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (26 November 1944)


Julius Alfred "Papa" Ringel (16 November 1889 - 10 Februari 1967)
General der Gebirgstruppe (1 Juni 1944)
Generalleutnant (1 Desember 1942)
Generalmajor (1 November 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (13 Juni 1941) dan Eichenlaub (23 Oktober 1943)


Dipl.Ing. Johann "Hans" Schlemmer (18 Januari 1893 - 26 Januari 1973)
General der Gebirgstruppe (9 November 1944)
Generalleutnant (1 Januari 1943)
Generalmajor (10 Maret 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (21 April 1942) dan Eichenlaub (18 Januari 1944)


Kurt Versock (14 Februari 1895 - 17 Maret 1963)
General der Gebirgstruppe (1 November 1944)
Generalleutnant (1 November 1943)
Generalmajor (1 Mei 1943)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (25 Agustus 1942)


Emil Wilhelm Vogel (20 Juli 1894 - 7 Agustus 1985)
General der Gebirgstruppe (9 November 1944)
Generalleutnant (1 April 1943)
Generalmajor (1 Oktober 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (7 Agustus 1943) dan Eichenlaub (14 May 1944)


Friedrich Jobst Volckamer von Kirchensittenbach (16 April 1894 - 3 April 1989)
General der Gebirgstruppe (1 Januari 1945)
Generalleutnant (1 September 1943)
Generalmajor (1 September 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (26 Maret 1944)


August Winter (18 Januari 1897 - 16 Februari 1979)
General der Gebirgstruppe (20 April 1945)
Generalleutnant (1 Agustus 1944)
Generalmajor (1 Agustus 1943)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (22 Juni 1942)


Sumber:
Buku "Gebirgssoldaten unter dem Zeichen des 'Enzian'. Schicksalsweg und Kampf der 4. Gebirgs-Division 1940 - 1945" karya Roland Kaltenegger (Leopold Stocker Verlag)
www.en.wikipedia.org
www.epier.com
www.finearts-autographs.com
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.unithistories.com
www.wehrmacht-awards.com

Saturday, March 27, 2010

Free Download Video : The Desert Fox, The Story of Rommel (1951)



Melihat tahun pembuatan film ini, sudah pasti kita bisa menduga bahwa formatnya masih hitam putih, dan dibikin hanya 7 tahun setelah meninggalnya sang Marsekal Lapangan nomor satu Jerman yang misterius tersebut. Sayangnya, film ini hanya sedikit saja menceritakan tentang kiprah "perang" Rommel, dan kebanyakan hanya membahas konspirasinya saja plus masa-masa terakhir hidupnya.

Friday, March 26, 2010

Foto Terakhir Erwin Rommel (Hidup)?

Salah satu foto terakhir Erwin Rommel yang diambil di depan rumah sakit Universitas Ulm bulan Oktober 1944



Foto udara dari rumah sakit Vésinet tempat Erwin Rommel dirawat setelah terluka parah oleh pesawat Inggris


Foto dari Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang diambil pada tanggal 23 Juli 1944 di rumah sakit Vésinet oleh koresponden perang Freiherr von Esebeck (versi lain menyebutkan bahwa foto ini diambil pada tanggal 15 Agustus 1944 saat Rommel baru kembali ke rumahnya di Herlingen dari masa perawatan di rumah sakit). Foto ini kemungkinan telah diedit sebelumnya karena, berdasarkan keterangan saksi mata, kondisi fisik sang Marsekal lebih buruk dari yang tampak di foto. Meskipun begitu, kita tetap bisa melihat bahwa mata kirinya bengkak dan tertutup. Yang tidak terlihat disini adalah lebam parah di kening kirinya yang diakibatkan oleh benturan saat mobil Horch yang ditumpanginya menabrak pembatas jalan setelah mendapat serangan pesawat udara Inggris pada tanggal 17 Juli 1944





Generalfeldmarschall Erwin Rommel dalam sebuah foto yang diambil bulan Oktober 1944, beberapa hari sebelum kematiannya. Foto ini memperlihatkan hal yang luar biasa langka: sang Marsekal mengenakan pakaian sipil! Jujur saja, saya belum pernah menemukan foto Rommel lainnya yang mengenakan pakaian lain di luar dari seragam militer


Oleh: Alif Rafik Khan

Tanggal 17 Juli 1944 sekitar jam 16.00, Rommel sedang dalam perjalanan menuju markasnya di La Roche-Guyon. Tiba-tiba di dekat Livarot dua buah pesawat pemburu Inggris datang dari belakang dan langsung mengeluarkan rentetan tembakan dari jarak 30 meter. Hujan peluru telah menembus bagian kiri dari mobil yang ditumpangi sang Generalfeldmarschall, merobek jok dan kaca depan. Supir juga ikut terkena sehingga akibatnya mobil menjadi oleng, menabrak sebatang pohon, berguling-guling, dan nyungseb di bagian kiri jalan. Rommel sendiri menubruk kaca depan dan terlempar keluar. Dengan tulang kepala retak, dia tergeletak tak sadarkan diri di tanah.

Ajudannya, Hellmuth Lang (yang hanya menderita cedera ringan), segera menghambur menuju Rommel. Sang supir yang bernama Karl Daniel sama-sama tergeletak dengan darah dimana-mana. Major Neuhaus yang ikut serta hanya menderita luka gores setelah salah sebuah proyektil peluru meledak di sarung pistolnya.

Satu jam kemudian pertolongan datang, dan selama waktu itu Rommel tetap tidak sadarkan diri. Dia menerima pertolongan pertama di Livarot, dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Luftwaffe di Bernay.

Para perwira Jerman di La Roche-Guyon segera menerima kabar tentang terluka parahnya komandan mereka, dan menunggu dengan berdebar-debar laporan tentang kondisi Rommel terkini. Beberapa jam kemudian datang berita: "Patah tulang di empat lokasi, mata kanan terluka parah, perlu istirahat panjang..." Markas La Roche-Guyon langsung mengirimkan Hauptmann Behr dan Dr. Scheunig ke Rumah Sakit Bernay untuk membantu proses penyembuhan sang Serigala Padang Pasir.

Pada hari minggunya tanggal 23 Juli 1944 adalah hari yang cukup langka ketika tak banyak hal terjadi di front pertempuran di Normandia. Hari itu Rommel dipindahkan dengan ambulans dari Bernay ke Rumah Sakit Vésinet di dekat St-Germain-en-Laye (yang juga merupakan Markas Besar Pasukan Jerman di Barat). Mobil tiba jam sembilan, dan kondisi Rommel langsung mendapat penanganan khusus dari Profesor Esch dari Universitas Leipzig. Hasil medis yang kemudian keluar cukup melegakan, yang sebagian besar merupakan kontribusi dari fisik Rommel yang memang berdaya tahan tinggi.

Admiral Friedrich Ruge, Kepala Transportasi Kriegsmarine di Seine, datang sore harinya untuk menengok Rommel dan membacakannya beberapa berita terbaru. Salah satu dari berita yang mengejutkan adalah adanya usaha gagal dari sebagian perwira tinggi Wehrmacht yang berusaha mengadakan kudeta dengan membom Adolf Hitler tanggal 20 Juli 1944, juga sebagian komplotan tersebut yang melakukan hal yang sama di Paris. Ruge sendiri tak tahu menahu mengenai plot tersebut. Rommel lalu mengutarakan keinginannya untuk segera kembali bertugas di front dan menemui Hitler secara pribadi untuk menengok keadaannya.

Rommel juga menerima kunjungan dari Freiherr von Esebeck, seorang koresponden perang yang harusnya melakukan wawancara dan berada bersama dengannya saat tragedi yang menimpa sang Marsekal terjadi. Ketika menerima berita terlukanya Rommel, Esebeck tetap tinggal di La Roche-Guyon dan menunda kepulangannya. Tanggal 23 Juli tersebut Rommel menerimanya di kamarnya. "Tolong ambil foto diriku agar orang-orang Inggris itu tahu bahwa mereka untuk kesekian kalinya gagal membunuhku," pinta Rommel. Kondisi Rommel terlihat baik-baik saja dan dia bahkan bercerita dengan lancar tentang apa yang telah terjadi pada dirinya. Rommel juga mengulangi apa yang akan disampaikannya pada Hitler, "Kita telah kalah perang. Kegagalan dari Luftwaffe terutama yang membuatku dipenuhi oleh perasaan getir." Rommel sendiri tidak mengatakan satu kata pun tentang usaha pembunuhan terhadap Hitler.

Inggris memang begitu bernafsu untuk melenyapkan manusia satu ini yang telah membuat malu mereka di padang pasir Afrika Utara. Bahkan ketika Rommel sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Vésinet, sebuah tim komando SAS Inggris mengadakan operasi penyergapan ke La Roche-Guyon dengan tugas utama: menyingkirkannya! Mereka tiba dari udara dengan menggunakan parasut pada malam tanggal 18 dan 19, dan begitu kecewa ketika buruannya ternyata tidak ada di tempat.

Tanggal 26 Juli, ajudannya Lang menulis dalam buku hariannya: "Dia menderita sakit kepala hebat tadi malam, yang mungkin disebabkan oleh panas yang tinggi. Untuk membunuh rasa bosan, dia duduk di pinggir ranjangnya dengan hanya memakai sandal, berusaha mengenyahkan lalat yang mengganggu. Karena dia hanya mempunyai satu mata yang berfungsi, usaha itu tentu saja tidak mendatangkan hasil."

Sebenarnya Rommel bertanya-tanya mengapa pers Jerman belum secara resmi memberitakan tentang kecelakaan yang menimpanya. Apakah karena takut kalau kabar tersebut akan membuat para prajurit Jerman yang bertempur di front Normandia patah semangat dan lari atau menyerah? Tak lama datang telegram dari Sang Führer: "Terimalah rasa simpatiku yang mendalam, dan harapanku agar engkau dapat sembuh secepatnya". Meskipun begitu, Rommel tetap merasa seperti terasingkan.

Hari Minggu tanggal 30 Juli Ruge kembali mengunjungi Rommel di Vésinet. Dia mendapat kesan bahwa sang Marsekal berada dalam mood yang baik, dan sudah tidak sabar untuk segera mendarma baktikan dirinya kembali untuk tanah air Jerman. Bahkan Rommel berkata kepada Ruge bahwa pada hari Kamis dirinya sudah akan pulih sepenuhnya!

Ajudannya Lang begitu sulit untuk memaksa Rommel tetap tinggal di tempat tidurnya. "Dia benar-benar tipe pasien yang sulit diatur, dan menolak untuk menerima fakta bahwa luka-lukanya begitu serius dan tubuhnya harus mendapatkan istirahat yang cukup. Demi meyakinkan Rommel, seorang dokter bedah sampai harus membawa sebuah contoh tengkorak manusia dari Departemen Patologi dan memecahkannya dengan sebuah martil. 'Seperti inilah yang sekarang menimpa tengkorak anda, jenderal', terangnya. Rupanya trik ini cukup berhasil, dan beberapa hari selanjutnya Sang Marsekal lebih menurut kepada petunjuk dokter yang merawatnya."

Pihak Inggris lah yang pertama mengumumkan berita tentang cederanya Rommel dengan beragam versi. Anehnya, mereka sendiri tidak tahu sama sekali bahwa yang menyebabkan Rommel terluka adalah serangan dari pesawat miliknya! Admiral Ruge kembali lagi untuk menemui sahabat sekaligus komandannya. Dia melaporkan bahwa cuaca hari itu cerah, dan dalam perjalanan dia sempat melihat terjadinya pertempuran udara di angkasa. Sebuah pesawat terjatuh, dan kemudian datang beberapa formasi pesawat pembom musuh.

Erwin Rommel akhirnya sembuh dan pulang ke Jerman dari rumah sakit tanggal 8 Agustus 1944.


Sumber:
Buku "Field Marshal: The Life and Death of Erwin Rommel" karya Daniel Allen Butlerwww.mapage.noos.fr

Saturday, March 20, 2010

10 Fakta Tentang Hitler Yang Tidak Banyak Diketahui Orang!

Adolf Hitler bersama dengan Blondi, anjing setianya


1. Parade Partai Nazi: Untuk membangkitkan semangat militansi mereka, anggota partai Nazi wajib berparade sambil mengelu-elukan kekuasaan Hitler. Walaupun parade ini terkesan gagah dan maskulin pada kenyataannya ide parade ini diadopsi dari parade para Cheerleader di Harvard. Hitler memperoleh ide parade ini dari Ernst Hanfstaengl, rekannya yang memperoleh tugas belajar di Harvard. Hitler terkesima dengan antusiasme para cheerleader Harvard untuk mengelukan almamaer mereka. Hitlerpun segera mengadopsi parade ini sebagai salah sau kegiatan wajib dalam partai Nazi.

2. Hitler mangkir dari wajib militer: walaupun kebijakan-kebijakan yang diambilnya cenderung militeristik, Hitler sendiri pernah mangkir dari wajib militer. Sebagai seorang warga Austria Hitler wajib mengikuti wajib militer pada usia 20 tahun. Untuk menghindari kewajiban ini, Hitler berkali-kali pindah alamat. Setelah lima tahun berganti-ganti tempat tinggal, pemerintah Austri berhasil memergoki Hitler di Munich, iapun di seret untuk menjalani tes fisik sebagai syarat wajib militer. Tapi kenyataannya, pemerintah Austri melepaskan Hitler dari kewajibannya gara-gara, Hitler tidak memiliki modal fisik yang memadai sebagai tentara.

3. Hitler pengidap hypochondriac: Walaupun menyakini bahwa bangsa Jerman adalah manusia super, Hitler mengidap hypochondriac (kekhawatiran berlebih terhadap kondisi kesehatan) yang kronis. Ia sering mendiagnosa sendiri bahwa dirinya mengidap berbagai penyakit berbahaya. Akibatnya, ia minum berbagai obat-obatan, menggunakan lintah untuk menurunkan tekanan darahnya dan amat perhatian dengan masalah pencemaran udara.

4. Hitler jadi vegetarian setelah menghadiri autopsy: Akibat tidak tahan dikejar-kejar oleh Hitler, salah seorang teman wanitanya sengaja bunuh diri. Untuk menunjukkan perhatiannya atas kematian sang wanita, Hitler bersedia diundang untuk menyaksikan autopsy dalam rangka meneliti sebab-sebab kematian sang wanita. Ternyata walaupun terkenal sadis, Hitler nggak tahan melihat darah dan sejak saat itu Hitler menolak makan daging dan melarang orang lain makan daging di hadapannya.

5. Hitler senang menjahili staf-stafnya: Sifat jahil Hitler sangat keterlaluan dan sering membuat para stafnya snewen dan frustasi. Tapi Hitler akhirnya menuai akibat kejahilannya ketika ia berusaha mengerjai Ernst Hanfstaengl. Hitler berpura-pura mengirim Ernst Hanfstaengl ke Spanyol dalam sebuah misi bunuh diri. Agar tampak serius, Hitler mengirim Ernst Hanfstaengl dalam sebuah pesawat yang di jaga ketat oleh pasukan Gestapo. Ernst Hanfstaengl pun tertipu, ia benar-benar merasa keselamatan jiwanya tengah terancam. Ernst Hanfstaengl melarikan diri ketika pesawat sedang mengisi bahan bakar di Swiss. Belum sempat Hitler menjelaskan bahwa ia hanya main-main, Ernst Hanfstaengl sudah membelot ke pasukan sekutu dan membocorkan sejumlah rahasia besar miliki partai Nazi.

6. Kebijakan perang Hitler dipengaruhi sikap anjing peliharaannya: Hitler amat membanggakan anj*ng pemburunya yang bernama Blondi. Ia menghabiskan berjam-jam dalam sehari untuk melatihnya dengan berbagai trick. Para jenderal jerman kala itu menyadari bahwa mood Hitler amat dipengaruhi oleh keberhasilannya melatih Blondi. Kala Blondi berhasil melakukan trick yang diajarkan, mood Hitler akan menjadi baik dan mau mendengarkan saran dan usulan para jenderalnya. Namun sebalikya, kala Blondi gagal, Hitler akan uring-uringan dan mengacuhkan segala usul yang diajukan padanya. Salah seorang sekertarisnya kemudian menuturkan bahwa, "Kadang terkesan bahwa hasil yang diperoleh selama perang di Rusia, lebih dipengaruhi oleh Blondi ketimbang para Jenderal Jerman".

7. Hitler adalah penggila film: Hitler tergila-gila dengan khayalan Goebel, menteri propagandanya yang selalu mengagung-agungkan kebesaran partai Nazi. Goebel kemudian ditugaskan untuk mengemas idenya dalam sejumlah film propaganda. Film-film ini diserahkan langsung kepada Hitler yang menontonnya secara rutin setiap malam. Pandangan Hitler pada suatu film akan menentukan film mana yang akan di edarkan bagi rakyat Jerman.

8. Hitler adalah pemalas kelas berat: berbeda dengan pemimpin dunia lain yag pada umumnya aalah seorang pekerja keras, Hitler aalah pemalas kelas berat. Kemalasannya ini dipenaruhi kebiasaannya menonton film hingga larut malam. Hitler jarang bangun kurang dari jam dua siang dan jarang melahap sarapannya jika tidak di atas kasur.

9. Hitler penggila makanan manis: Hitler memakan 1 Kg cokelat setiap hari, disamping kue-kue yang dibubuhi banyak whip cream. Ia membubuhi tehnya dengan tujuh sendok teh gula, dan kaang-kadang masih dicampur lagi dengan anggur merah.

10. Hitler adalah orang yang pandai bersiul: Hitler mampu memainkan harmonica dan flute, ia pun pandai menyanyi, namun bersiul adalah keahlian Hitler yang paling menonjol. Ia mampu bersiul dengan nyaring di tengah padang rumput dan memainkan melodi musisi Wagner dengan siulannya secara tepat.


Sumber:
www.browiez.blogspot.com

Thursday, March 18, 2010

General der Infanterie Anton Dostler (1891-1945), Jenderal Jerman Pertama Yang Dieksekusi Mati Setelah Perang Dunia II!

General der Infanterie Anton Dostler di masa perang


Anton Dostler dalam persidangan bersama pembelanya. Foto ini muncul dalam Yank Magazine terbitan 7 Desember 1945, 6 hari setelah eksekusi atas jenderal tersebut


General der Infanterie Anton Dostler sebelum dieksekusi modar


Tubuh Anton Dostler diikat dengan tali ke sebuah tiang untuk menjaganya tetap diam ketika eksekusi dilaksanakan


Seorang pastor Katolik didatangkan untuk memberikan doa terakhir bagi Anton Dostler


Anton Dostler mendapat doa terakhir dari pastor Katolik sebelum dieksekusi. Dari ekspresinya kita bisa tahu kecamuk batin seperti apa yang melanda jenderal ini!


Seorang dokter Amerika memberi tanda letak jantung Anton Dostler sebagai target bagi regu tembak


Saat-saat ketika peluru menembus tubuh jenderal Anton Dostler


Tubuh Anton Dostler terkulai lemah setelah dieksekusi mati. Tangannya masih memegang rosario


Oleh : Alif Rafik Khan

Anton Dostler (10 Mei 1891 - 1 Desember 1945) adalah jenderal infanteri Jerman dalam Perang Dunia II. Dalam pengadilan perang Sekutu pertama seusai perang tersebut, Dostler diseret ke meja hijau dan dinyatakan bersalah atas kejahatan-kejahatan perang yang dituduhkan kepadanya. Hukuman mati pun dijatuhkan dan hidup Dostler berakhir di tangan regu tembak Sekutu.

Memang seperti apa sih kejahatan yang dituduhkan kepadanya?

Tanggal 22 Maret 1944, 15 orang anggota Angkatan Darat Amerika Serikat (termasuk dua perwira) mendarat di sebuah pantai di Italia yang terletak kira-kira 100 km sebelah utara La Spezia dan 250 km di belakang front pertempuran. Misi mereka adalah menghancurkan terowongan kereta api antara La Spezia dan Genoa. Dua hari kemudian, grup tersebut tertangkap oleh tentara-tentara Fasis Italia dan juga tentara Jerman. Mereka lalu dibawa ke La Spezia, dimana kemudian dikurung di dekat markas Brigade Benteng ke-135 di bawah pimpinan Oberst Almers. Brigade ini sendiri berada di bawah kekuasaan Korps Angkatan Darat ke-75 Jerman yang dikomandani oleh Anton Dostler.

Para prajurit Amerika yang tertangkap itu kemudian diinterogasi dengan intensif, dan salah seorang prajurit yang tidak tahan akan tekanan akhirnya buka mulut mengenai rencana operasi mereka. Informasi ini langsung dikirimkan ke Dostler di markasnya. Keesokan harinya (25 Maret), Dostler mengirim telegram balik ke Brigade Benteng ke-135 yang berisi perintah eksekusi bagi para tawanan tersebut. Para perwira Brigade tersebut merasa bahwa perintah ini terlalu kejam, sehingga mengkontak Dostler dan memintanya untuk memperlunak hukuman. Dostler tidak bergeming. Dia lalu mengirimkan telegram lain yang memerintahkan agar Almers langsung yang memimpin eksekusi tersebut. Dua usaha terakhir dilakukan oleh perwira-perwira Brigade 135, termasuk beberapa di antaranya lewat telepon. Usaha-usaha ini menemui jalan buntu dan ke-15 orang prajurit Amerika itu tetap menjalankan hukuman mati yang dijatuhkan atas mereka pada tanggal 26 Maret 1944. Alexander zu Dohna-Schlobitten, yang menolak untuk menandatangani perintah eksekusi tersebut, kemudian dikeluarkan dari ketentaraan dan dianggap sebagai pembangkang!

Dalam pengadilan perang pertama yang digelar Sekutu tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, Dostler dituduh telah mengeluarkan perintah ilegal. Dostler sendiri membantah telah mengeluarkan perintah tersebut, dan mengatakan bahwa dia hanya meneruskan perintah yang diberikan oleh Komando Tertinggi Jerman ke Oberst Almers. Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa General der Infanterie Anton Dostler bersalah atas semua tuduhan. Dia lalu dieksekusi mati oleh regu tembak tanggal 1 Desember 1945 di Aversa. Eksekusi tersebut mendapat pemberitaan luas dan diabadikan oleh kamera foto dan video.

* * *

Sedikit catatan tentang Anton Dostler:

Lahir: 10 Mei 1891 di München
Meninggal: 1 Desember 1945 di Caserta, Italia (Eksekusi)

Promosi jabatan:
Fähnrich (3 Maret 1911); Leutnant (28 Oktober 1912); Oberleutnant (14 Januari 1916); Hauptmann (28 September 1921); Major (1 April 1932); Oberstleutnant (1 Februari 1935); Oberst (1 Agustus 1937); Generalmajor (1 September 1941); Generalleutnant (1 Januari 1943); General der Infanterie (1 Agustus 1943)

Karir:
Masuk dinas ketentaraan (23 Juli 1910)
Fahnenjunker di Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (23 Juli 1910-2 Agustus 1914)
Perwira-Suplai-Makanan di III. Battalion dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (2 Agustus 1914-8 November 1914)
Ajudan di III. Battalion dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (8 November 1914-9 Oktober 1915)
Perwira-Suplai-Makanan di III. Battalion dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (9 Oktober 1915-4 Desember 1915)
Komandan Kompi di Depot Rekrutmen dari III. Bavarian Army-Corps (4 Desember 1915-1 Mei 1916)
Komandan Kompi di Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (1 Mei 1916-9 Desember 1916)
Ajudan di Kursus Pelatihan Komandan Kompi di Nürnberg (9 Desember 1916-5 Januari 1917)
Komandan Kompi di Resimen-Infanterie-Bavaria ke-32 (5 Januari 1917-9 Januari 1917)
Ditransfer ke Battalion-Pengganti I dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (9 Januari 1917-7 Februari 1917)
Perwira-Ordonansi pertama di XV. Bavarian Reserve-Corps (7 Februari 1917-27 Januari 1919)
Komandan Kompi di Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (27 Januari 1919-7 Maret 1919)
Ajudan-Resimen-Sementara di Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (7 Maret 1919-12 Maret 1919)
Perwira-Hukum di Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (12 Maret 1919-1 April 1919)
Komandan Kompi-Volkswehr ke-5 di Amberg (1 April 1919-7 April 1919)
Komandan Sementara Batalion Suplai dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (7 April 1919-30 Juli 1919)
Diberhentikan dari jabatannya sebagai Perwira Hukum dari Resimen-Infanteri-Bavaria ke-6 (30 Juli 1919-11 Agustus 1919)
Komandan Kompi di Resimen-Infanteri Reichswehr ke-47 (11 Agustus 1919-17 Oktober 1919)
Komandan Peleton sementara di Resimen-Infanteri Reichswehr ke-47 (17 Oktober 1919-1 Januari 1921)
Komandan Peleton di Resimen Infanteri ke-20 (1 Januari 1921-1 Oktober 1921)
Dipindahkan ke Resimen Berkuda ke-17 dan mengikuti Pelatihan Komandan Tambahan bersama staff dari Divisi ke-7 (1 Oktober 1921-1 Oktober 1923)
Komandan Peleton di Resimen Infanteri ke-21 (1 Oktober 1923-1 Oktober 1924)
Bergabung di Grup RWM/Abwehr, pada saat yang sama belajar di Universitas Berlin (1 Oktober 1924-1 Januari 1926)
Dipindahkan ke Resimen Infanteri ke-21 (1 Januari 1926-1 Mei 1926)
Komandan Kompi di Resimen Infanteri ke-21 (1 Mei 1926-1 Oktober 1926)
Dipindahkan ke Gruf Komando Staf 2 dan diperbantukan ke staf dari Divisi ke-7 (1 Oktober 1926-1 April 1928)
Komandan Kompi di Resimen Infanteri ke-21 (1 April 1928-1 April 1932)
Bersama dengan staf dari Artillery-Leader V (1 April 1932-15 Oktober 1935)
Kepala Operasi (Ia) di staf Divisi ke-15 (15 Oktober 1935-1 April 1937)
Kepala Operasi (Ia) di Staf Jenderal Komando Grup 4 (1 April 1937-10 November 1938)
Komandan Resimen Infanteri ke-42 (10 November 1938-24 Agustus 1939)
Kepala Operasi (Ia) di Staf-Jenderal AD ke-7 (24 Agustus 1939-5 Februari 1940)
Kepala Staf Jenderal XXV. Army-Corps (5 Februari 1940-26 September 1941)
Komandan Pengganti di Divisi Infanteri ke-57 (26 September 1941-12 Januari 1942)
Komandan Divisi Infanterie ke-57 (12 Januari 1942-10 April 1942)
Führer-Reserve OKH (10 April 1942-10 Juli 1942)
Komandan Divisi Infanterie ke-163 (10 Juli 1942-29 Desember 1942)
Führer-Reserve OKH (29 Desember 1942-22 Juni 1943)
Komandan XXXXII. Army-Corps (22 Juni 1943-5 Oktober 1943)
Menjadi komandan sementara dari VII. Army-Corps (5 Oktober 1943-30 November 1943)
Bertugas di Komando Jenderal Pengganti dari XIII. Army-Corps (30 November 1943-5 Januari 1944)
Komandan LXXV. Army-Corps (5 Januari 1944-1 Desember 1944)
Komandan LXXIII. Army-Corps (1 Desember 1944-8 Mei 1945)
Berada dalam penjara Amerika (8 Mei 1945-1 Desember 1945)
Dituduh telah memerintahkan eksekusi terhadap dua perwira dan 13 prajuritAmerika yang ditangkap oleh pasukannya, dia kemudian diperiksa oleh Pengadilan Militer Amerika di Caserta (Italia), dan terbukti bersalah melalui putusan tertanggal 12 Oktober 1945. Dieksekusi oleh regu tembak (1 Desember 1945)

Medali yang diterima:
- 1914 Eisernes Kreuz I. klasse
- 1914 Eisernes Kreuz II. klasse
- Kgl. Bayer. Prinz-Regent-Luitpold Jubiläums-Medaille
- Kgl. Bayer. Militär-Verdienstorden IV. Klasse mit Schwertern
- Ehrenkreuz für Frontkämpfer
- Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse
- Medaille zur Erinnerung an den 13.03.1938
- Medaille zur Erinnerung an den 01.10.1938 mit Spange “Prager Burg”
- Spange zum EK I
- Spange zum EK II
- Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942”



Sumber :
www.ebay.com
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com