Sunday, July 7, 2013

Foto Panzer-Lehr-Division

KOMMANDEUR

Generalleutnant Fritz Bayerlein (14 Januari 1899 - 30 Januari 1970) adalah perwira veteran Perang Dunia Pertama dari Bavaria yang kemudian malang-melintang dalam Perang Dunia II, kebanyakan sebagai anggota staff unit. Dia mendapat nama harum saat menjadi Kepala Staff "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel dalam medan pertempuran di Afrika Utara, sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan 3. Panzer-Division (20 Oktober 1943 - 5 Januari 1944), Panzer-Lehr-Division (10 Januari 1944 - 20 Januari 1945), dan LIII. Armeekorps (29 Maret 1945 - 8 Mei 1945). Karena sifatnya yang tidak bisa diduga baik oleh kawan maupun lawan, para komandan Amerika menjuluki setiap jenderal Jerman yang bersifat sama sebagai "being on the Fritz" (menjadi layaknya Fritz)! Kepahlawanannya di medan perang membuatnya dianugerahi empat medali bergengsi: Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942), Ritterkreuz (26 Desember 1941), Eichenlaub (6 Juli 1943) serta Schwerter (20 Juli 1944). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II. Klasse; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1939) und I.Klasse (27 September 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Ärmelband “Afrika”; Königlich Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz des Königlich Italienische Militärordens von Savoyen; Erinnerungsmedaille für den deutsch-italienischen Feldzug in Afrika; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nennung im Ehrenblatt des Heeres (6 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Januari 1944 dan 26 Juni 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generalmajor Horst Niemack (10 Maret 1909 - 7 April 1992) adalah perwira kavaleri yang menjadi salah satu penunggang kuda terbaik di seantero Jerman di masa sebelum perang. Pada waktu Jerman menyerbu Prancis di tahun 1940, Niemack - yang saat itu sudah menjadi Komandan Batalyon Pelopor - membuktikan kehandalannya dengan selalu memimpin pasukannya di garis depan, menjadi salah satu yang pertama saat menyeberangi sungai Meuse yang strategis, dan memutus garis mundur musuh di wilayah Marne. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 Juli 1940 sebagai Rittmeister dan Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 5 / 5.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe A. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa tahun 1941, unit di bawah pimpinan komando Niemack menyerbu pertahanan Soviet di wilayah Orla sehingga menyebabkan musuh mundur secara terburu-buru dengan menderita korban besar. Tak puas sampai disitu, Niemack terus memburu musuhnya dan memutus rute utama gerak mundur mereka. Disinilah senjata-senjata anti-tank dan anti pesawat milik batalyon Niemack menunjukkan peran pentingnya ketika selama lima hari penuh berhasil menahan berkali-kali serangan putus asa pasukan Soviet yang terkepung. Atas prestasinya yang gemilang tersebut, sang Abteilungskommandeur brilian (yang kini terluka parah) dianugerahi Eichenlaub #30 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 10 Agustus 1941 sebagai Rittmeister dan Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 5 / 5.Infanterie-Division / XXXIX.Armeekorps (motorisiert) / Panzergruppe 3 / Heeresgruppe Mitte. Setelah sembuh kembali, Niemack dipercaya untuk menjadi komandan salah satu dari dua resimen infanteri mekanis milik Divisi Großdeutschland. Dia memimpin unitnya dalam banyak pertempuran sengit, yang terkadang berlanjut dengan duel satu-lawan-satu melawan musuh. Setelah resimennya berhasil menyelesaikan serangan gemilang di wilayah utara Jassy (Rumania) di tahun 1944, Niemack dianugerahi Schwerter #69 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 4 Juni 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Panzer-Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / LVII.Panzerkorps / 8.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Di akhir bulan Agustus 1944 dia kembali terluka parah saat halftrack yang dinaikinya dihantam bom dan terbakar. Baru di bulan Januari 1945 sang perwira jempolan kembali bertugas, dan langsung diserahi tanggungjawab menjadi Komandan unit elit Panzer-Lehr-Division (15 Januari - 2 April 1945) menggantikan Generalleutnant Fritz Bayerlein, padahal waktu itu usianya masih 36 tahun dan baru berpangkat Oberst! Seperti biasa, dia memimpin unit barunya dengan semangat dan dedikasi yang tidak pernah berubah, dan hanya terhenti saat terluka - untuk kesekian kalinya - dalam pertempuran di wilayah Winterburg (Jerman) pada tanggal 2 April 1945. Saat Perang Dunia II berakhir, Niemack masih dalam kondisi dirawat di rumah sakit...

-----------------------------------------------------------------------------------------


Dua orang komandan kompi Panzer-Lehr, dari kiri ke kanan: Hauptmann Ritschel (Chef 6.Kompanie/Panzer-Lehr-Regiment 130) dan Hauptmann Fritz Lex (Chef 5.Kompanie/Panzer-Lehr-Regiment 130). Lex (lahir 30 Januari 1917) terbunuh/dinyatakan hilang tanggal 2 Januari 1945 dan jenazahnya kemudian dikebumikan di Soldatenfriedhof Sandweiler (Luxemburg) - Blok A Kuburan no. 80. Dia menjadi bagian dari batalyonnya dari sejak pertempuran di Hungaria, Normandia, dan kemudian di Ardennes, pertama bertugas sebagai Chef Versorgungskompanie II.Abteilung/Panzer-Lehr-Regiment 130 sebelum dipindahkan menjadi komandan kompi ke-5 dan terakhir sebagai Chef Versorgungskompanie II.Abteilung/Panzer-Lehr-Regiment 130. Berdasarkan buku "Westfront 1944" karya Helmut Ritgen, disebutkan bahwa Lex dan dua orang perwira Panzer-Lehr-Regiment 130 tertangkap oleh Sekutu di selatan Bastogne tanggal 30 Desember 1944 saat sedang mengendarai mobil jip hasil rampasan. Kemungkinan besar dia dieksekusi karena dianggap sebagai mata-matanya Otto Skorzeny (Greif-Kommando)


 Para anggota Panzer-Lehr-Division berkumpul di depan pintu gerbang Stab Lehrtruppe dari Panzertrupp-Schule (Sekolah Pasukan Tank) di Fallingbostel. Memakai seragam hitam Panzertruppen di tengah adalah Major Paul Schulze (Kommandeur Lehrtruppe Panzertrupp-Schule Bergen . RK 30 Desember 1943 dan EL 28 Juli 1944)


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Fritz Bayerlein (Kommandeur Panzer-Lehr-Division) dan Oberst Rudolf Gerhardt (Kommandeur Panzer-Lehr-Regiment 130 / Panzer-Lehr-Division). Ketika Divisionskommandeur Bayerlein terluka dalam pertempuran tanggal 23 Agustus 1944 sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, Regimentskommandeur Gerhardt menjadi komandan sementara Panzer-Lehr-Division sampai dengan tanggal 8 September 1944 ketika Bayerlein sembuh dari luka-lukanya dan mengambil alih kembali komando divisi


 Oberleutnant Ebner adalah komandan dari 8. (schwere) Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 902 / Panzer-Lehr-Division. Fakta bahwa dia adalah seorang perwira infanteri di sebuah divisi panzer menjelaskan mengapa tidak banyak "tengkorak" bertebaran di seragamnya. Ebner sendiri mengenakan seragam dari jenis "mouse grey wrap" (mausgrau) model kedua yang dilengkapi dengan kantong besar di bagian dada. Kantong seperti ini ternyata tidak disukai oleh prajurit-prajurit Panzertruppen karena menyulitkan saat bertugas di dalam tank, dan kemudian dihapus dalam seragam Panzertruppen model graugrün (abu-abu hijau) yang keluar setelahnya


Foto ini diambil di Kantong Falaise (Calvados/Normandia) di bulan Agustus 1944 saat pasukan Jerman terkepung dan dibombardir habis-habisan dalam wilayah yang sempit oleh pasukan Sekutu. Diperkirakan bahwa Panzerkampfwagen V Panther naas dari I.Abteilung / Panzer-Lehr-Regiment 130 / Panzer-Lehr-Division ini terkena bom yang dilepaskan dari sebuah pesawat P-47 Thunderbolt sehingga terbakar hebat, dan kedua prajurit infanteri yang nongkrong di atasnya ikut menjadi korban dengan kondisi mengenaskan. Sebuah senapan mesin MG 42 tergeletak diantara kedua kaki salah seorang diantara mereka


Sumber :
Buku "Die Geschichte der Panzer-Lehr-Division im Westen 1944–1945" karya Helmut Ritgen
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: