Sunday, July 28, 2013

Fremde Heere Ost, Organisasi Intelijen Khusus Front Timur

 
Generalmajor Reinhard Gehlen (3 April 1902 - 8 Juni 1979) merupakan Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost (Kepala FHO) periode 1 April 1942 - 10 April 1945. Di tangannyalah Fremde Heere Ost yang merupakan organisasi intelijen khusus Front Timur mencapai puncak prestasinya, dan perwira-perwira terbaik Wehrmacht di bidangnya berdatangan menjadi staff-nya. Gehlen adalah seorang oportunis, dan melihat kekalahan Nazi yang sudah di depan mata, dia menyembunyikan data-datanya yang berharga di tempat-tempat yang tersembunyi. Data inilah yang menjadi alat tukarnya saat dia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Melihat bahwa dia memang berharga dan mengakui akan sedikitnya data intelijen tentang Soviet yang dimiliki, para petinggi militer Amerika membebaskan Gehlen dan malah mempekerjakan mereka sebaga bagian dari jaringan agennya! BTW, tulisan kanji di belakangnya (為無為 則無不治) merupakan cuplikan dari kata-kata Lao Tse: "Tak cukup meninggalkan keserakahanmu untuk menghentikan perang, biarkan rakyat untuk meninggalkan keinginan mereka agar menjadi bijaksana, untuk mengungkap kebijaksanaan itu maka orang harus memperjuangkannya, pemerintahan yang terbaik adalah yang membiarkan rakyatnya untuk tidak melakukan apa-apa, barulah di saat itu dia dapat hidup dengan damai". Petuah yang jauh amit dari kehidupan Gehlen sebenarnya!


 Oberstleutnant Gerhard Wessel (24 Desember 1913 - 28 Juli 2002) yang punya wajah awet muda adalah Stellvertreter Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost alias Deputi Reinhard Gehlen yang kemudian menggantikan posisi atasannya sebagai Kepala Fremde Heere Ost (10 April 1945 - Mei 1945). Seusai perang, dia lagi-lagi menggantikan posisi Reinhard Gehlen di Bundesnachrichtendienst (1 Mei 1968 - November 1978)


 Para staff Fremde Heere Ost (FHO) berfoto bersama. Duduk di tengah adalah Oberst Reinhard Gehlen (Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost), sementara di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Gerhard Wessel (Stellvertreter Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost)


Oleh : Alif Rafik Khan

Fremde Heere Ost (FHO, Tentara Luar Negeri Timur) adalah organisasi intelijen yang berada di bawah Oberkommando des Heeres (Komando Tinggi Angkatan Darat) selama berlangsungnya Perang Dunia II yang fokusnya menganalisa kekuatan Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur lainnya sebelum dan sesudah Perang Dunia II.

Dibentuk pada tahun 1939, organisasi berkekuatan inti 41 orang ini pada awalnya dikepalai oleh Oberstleutnant Eberhard Kinzel, dilanjutkan oleh Generalmajor Reinhard Gehlen dan diakhiri oleh Oberstleutnant Gerhard Wessel. Gehlen telah memprediksikan kejatuhan Nazi Jerman dan timbulnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Karenanya, dia berencana untuk mempertahankan posisinya di FHO dan kemudian "mempersembahkannya" ke Amerika sebagai semacam hadiah. Seiring mendekatnya akhir perang, Gehlen menyembunyikan diri bersama staff dan data mikrofilmnya yang berharga di tengah kekacauan yang melanda Jerman. Jenderal William Wilson Quinn dari US Seventh Army mampu mengidentifikasi nama Gehlen dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh Allen Dulles dari OSS. Dia kemudian memastikan bahwa Gehlen dan materi yang dibawanya akan menjadi perhatian pemerintah Amerika karena dia terlalu berharga untuk didiamkan.

Gehlen kemudian membeberkan rencana yang telah disusunnya bersama Fremde Heere Ost ke Captain John Bokers (ortunya ngelahirin pas lagi boker kayaknya!) dari US Military Intelligence, yang kemudian meyakinkan jenderal Erwin Sibert dari USFET untuk mendengarkan pemaparan Gehlen. Seksi G-2 dari Pentagon juga terlibat. Operasi ini kemudian mengarah pada pembentukan Operation X, Operation Rusty, 'the Organization', 'the Org', dan akhirnya, 'Gehlen Organization'.

Gehlen Organization kemudian menjadi jaringan intelijen yang berpengaruh di awal-awal Perang Dingin. Pada akhirnya, organisasi ini ditransformasikan ke Bundesnachrichtendienst (BND) yang merupakan organisasi intelijen Jerman Barat.

Banyak aspek-aspek kontroversial dari Gehlen dan organisasinya, seperti hubungannya dengan Nazi dan infiltrasi oleh agen-agen Blok Timur, yang kemudian dideskripsikan oleh Heinz Höhne dan Hermann Zolling dalam buku "The General Was a Spy".


Sumber :
Buku "Der Dienst" karya Reinhard Gehlen
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com



No comments: