Sunday, May 9, 2010

Sterbeblätter/Sterbebild (Death Card/Kartu Kematian)

RITTERKREUZTRÄGER

  Oberleutnant Fritz Axtmann (7 Desember 1914 - 13 September 1943) bergabung dengan 20. (Bayerische) Infanterie-Regiment tanggal 1 April 1933, dan dengan unitnya ini dia ikut serta dalam invasi Jerman ke Polandia dan Prancis. Kedua versi Eisernes Kreuzes yang didapatkannya dalam pertempuran di Polandia adalah pembuktian kapasitasnya sebagai seorang prajurit Wehrmacht yang pemberani. Dalam awal kampanye Jerman di Rusia pun dia sekali lagi menunjukkan prestasinya. Saat itu resimen tempat dia bergabung ditugaskan untuk mempertahankan bagian selatan wilayah Propoisk yang berbatasan dengan Mogilev. 12 kali Tentara Merah menyerbu posisi mereka, dan 12 kali pula serangan tersebut berhasil dipatahkan! Tidak hanya itu, Axtmann berkali-kali memimpin anakbuahnya (atas inisiatif sendiri) untuk melakukan serangan balik ke posisi Rusia. Di serangan yang ke-13 pasukan musuh berhasil menembus sayap kiri resimen dan bahkan mencapai markasnya. Axtmann diperintahkan oleh komandan kompinya untuk merebut kembali posisi mereka yang diduduki musuh. Bersama dengan Zug-nya dia melakukan serangan balik konstan dan tidak patah arang saat dua serangan pertama berakhir dengan kegagalan. Di serangan yang ketiga musuh berhasil dipukul mundur dan markas resimen serta jembatan penghubung kembali di tangan pasukan Jerman. Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Agustus 1941 sebagai Oberfeldwebel dan Kompanietruppführer di 7.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 20 (motorisiert) / 10.Infanterie-Division (motorisiert) / XXIV.Armeekorps (motorisiert) / Panzergruppe 2 / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 1 November 1942 Axtmann dipromosikan menjadi Leutnant sekaligus komandan kompi ketiga di resimennya. Dalam pertempuran sengit di Ljutenka tanggal 6 September 1943 sang perwira pemberani terluka parah terkena tembakan di bagian kepala. Beberapa hari kemudian dia meninggal karena luka-lukanya di Kriegslazarett 1/530 (R) di Kiev. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Oberleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939) dan I.Klasse (27 September 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


  
Unteroffizier Gottfried Bäumler (31 Juli 1921 - 26 Januari 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 41 tanggal 21 Maret 1940. Dari pertama prajurit muda ini telah menunjukkan keberanian yang menakjubkan di medan tempur sehingga berkali-kali menderita luka serius sehingga memaksanya ditarik dari front untuk mendapatkan perawatan. Puncak prestasinya terjadi dalam pertempuran di Kishinev dan Kirovograd bulan April 1944 ketika Bäumler, yang notabene hanyalah seorang bintara, berperan penting dalam perebutan wilayah Rusia oleh resimennya. Atas jasa-jasanya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Mei 1944 oleh Divisionskommandeur Generalleutnant August Schmidt sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 11.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 41 (motorisiert) / 10.Panzergrenadier-Division / XXXX.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Bäumler gugur dalam pertempuran melawan Tentara Merah di antara wilayah Krakow dan Katowice tanggal 26 Januari 1945. Tapi kemudian terjadi simpang siur atas kabar kebenarannya seingga namanya masih dimasukkan sebagai anggota Kampfgruppe Scherer beberapa minggu kemudian! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (19 Oktober 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Desember 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (29 Desember 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold (18 Maret 1943); serta satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (19 April 1943)


Sterbebild milik Oberst Vitus Stürber ini dijual di eBay Australia dengan harga 600 dollar! Peraih Ritterkreuz (29 Desember 1942) dan Deutsches Kreuz in Gold (8 Juni 1942) dari Grenadier-Regiment 71 (mot.)/29.Infanterie-Division (mot.) ini gugur dalam Pertempuran Stalingrad

--------------------------------------------------------------


Obituari yang dimuat di majalah lokal di Homburg yang memuat nama-nama prajurit Jerman yang terbunuh di front depan, yang merupakan anggota warga sekitar. Termasuk di antaranya adalah Kunibert Schindler (baris teratas kedua dari kiri, memakai pakaian sipil), yang Sterbeblätter-nya sudah dicantumkan di foto sebelumnya


 Sebuah sterbebild (kartu kematian) untuk Wachtmeister Laurenz Wimmer dari (44.) Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister, yang gugur di medan perang Italia pada tanggal 14 Agustus 1944 dalam usia 32 tahun. Selama karir kemiliterannya, bintara kelahiran 25 Mei 1912 ini telah dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse, Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber, Verwundetenabzeichen, serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Sterbebild ini telah salah menyebutkan medali Infanterie-Sturmabzeichen in Silber dalam keterangannya, sementara penampakan fotonya jelas-jelas menunjukkan Allgemeines-Sturmabzeichen!). Pangkat Wimmer disebut sebagai Wachtmeister - yang merupakan kepangkatan di unit-unit artileri - sementara seharusnya pangkat yang benar adalah Feldwebel, seperti umumnya penamaan di Divisi Deutschmeister. Uniknya lagi, di depan nama Laurenz Wimmer terdapat tambahan "Pg.", yang merupakan singkatan dari Parteigenosse (rekan partai), yang menunjukkan bahwa Wimmer juga adalah seorang anggota Nazi yang berdedikasi, yang terlihat dari Dienstauzeichnungen der NSDAP (Lama Pengabdian NSDAP) 10 dan 15 tahun di baris pita medalinya. Kesimpulannya: masa baktinya di partai dianggap lebih penting daripada kepahlawanannya di medan tempur!


Obergefreiter Leonhard Bader (28 April 1911 - 23 Agustus 1944)
Peraih medali General Assault Badge dan Wound's Badge in Gold dari Resimen Panzerjäger




Wehrmachtpfarrer Bernhard Brenner (30 Juni 1897 - 7 September 1942)
Wehrmachtpfarrer Ludwig Rues (1903 - 12 Okober 1943)
Tambah lagi dua orang pendeta yang tewas dalam pertempuran!


Max Burghartswieser, Oberleutnant, Ritterkreuzträger dan Heeresbergführer dari Gebirgsjäger-Regiment 100. Lahir tanggal 10 Juni 1914 dan terbunuh dalam pertempuran di Newa-Bogen, Rusia, tanggal 22 Agustus 1942 dalam usia 28 tahun. Entah kenapa pangkat yang tertera di Sterbeblätter ini adalah Oberfeldwebel dan bukannya Oberleutnant, kemungkinan adalah pangkat yang diambil saat Burghartswieser menerima Ritterkreuz tanggal 9 Juli 1941
SS-Oberscharführer Georg Burgstaller (25 April 1920 - 7 Juli 1943)
Prajurit bermata satu dari SS ini mempunyai Death Card yang sedikit lebih 'rapi' dibandingkan dengan yang biasanya, dan tampaknya keluarganya benar-benar pemuja Hitler sejati. Lihat saja dari tulisan di Death Card tersebut yang begitu mengagung-agungkan Hitler dan Jerman Raya!


Oberfeldwebel Karl Frischling (21 Oktober 1914 - 29 Juni 1941), seorang veteran Legion Condor

Wehrmachtpfarrer Anton Grois (18 April 1905 - 20 Maret 1942)
Grois adalah pendeta tentara yang telah berprestasi dalam pertempuran sehingga dianugerahi medali Iron Cross 1st class, War Merit Cross dan Wound's Badge. Dia telah ikut terjun dalam peperangan dari sejak Polandia, Prancis, dan kemudian Rusia


SS-Unterscharführer Franz Holze (14 Juni 1922 - 14 Agustus 1944)
Pembuat obituari ini tampaknya benar-benar seorang yang puitis, kelihatan dari bahasanya yang indah akan kenangan dari seorang prajurit tampan Waffen-SS bernama Franz Holze yang gugur di medan perang Rusia
Sterbebild ganda yang mengharukan: Oberfeldwebel (Luftwaffe) Alois Derschang (lahir 4 Juli 1915) dan istrinya Irmgard Derschang (31 Maret 1917). Keduanya tewas dalam serangan udara Sekutu atas kota Dresden tanggal 13 Februari 1945


Sterbebild ganda lainnya: Unteroffizier (Luftwaffe) Kurt Morlock dan istrinya Karola Morlock. Kurt (lahir tanggal 25 April 1922) adalah Bordfunker Nacht-Jagdgeschwader yang terbunuh dalam tugas tanggal 9 Desember 1944. Istrinya Karola (kelahiran 2 Mei 1920) telah meninggal terlebih dahulu di München tanggal 13 Juli 1944



Obergefreiter Alfons Maier (1923 - 19 September 1944)
Sama dengan Death Card sebelumnya, orang ini juga adalah pemegang 1 buah Tank Destruction Badge (lihat di lengannya)


Stabsgefreiter Johann Moler (1916 - 16 Desember 1944)
Seorang veteran pertempuran di front Prancis dan Rusia yang terbunuh di Italia


Grenadier Josef Obermüller (1925 - 25 Januari 1945)
Akhirnya setelah berkali-kali terluka parah (sehingga berhak mendapatkan medali langka Wound's Badge in Gold yang diberikan kepada prajurit yang terluka lebih dari 5 kali!), tentara pemberani yang baru berusia 20 tahun ini menemui ajalnya


Leutnant der Reserve Alois Oblinger (1920 - 22 Oktober 1944)
Pemegang Tank Destruction Badge in Silver, yang berarti dia pernah menghancurkan tank musuh dengan tangannya sendiri!


Oberfeldwebel Josef Sattler (3 Juli 1915 - April 1945)
Sattler adalah pilot tempur yang cukup terkenal dari GeschwaderStab./JG 301 dan biasa menerbangkan Ta 152H-1. Dalam hari naas yang membuat dia terbunuh, kompresor mesinnya membeku sehingga pesawatnya jatuh bagaikan batu tak lama setelah dia menembak jatuh sebuah pesawat Tempest musuh


Gefreiter Xaver Schimpfhauser (1912 - 16 Juni 1945)
Akhirnya prajurit dari kompi Pioniere ini meninggal akibat luka-luka yang dideritanya tepat pada pertempuran di hari ulang tahun Hitler, 20 April 1945


Kartu kematian dua bersaudara: Obergefreiter Kunibert Schindler (18 Juli 1911 - 15 Oktober 1943) dan Wachtmeister Alfons Schindler (5 Desember 1918 - 6 Mei 1945). Tak terbayangkan bagaimana perasaan orangtua dan keluarga mereka saat dua orang yang paling disayanginya gugur dalam pertempuran. Dan ini berlaku universal untuk semua keluarga yang kehilangan orang terkasihnya di medan perang!
Obergefreiter Faver Schreiner (1913 - 12 November 1943)
A well decorated soldier!

Unteroffizier Hubert Steißlinger (31 Oktober 1921 - 23 November 1944)
Anggota Panzerjäger-Abteilung pemegang medali Eisernes Kreuz II klasse ini gugur dalam tugas di Front Italia



Gefreiter Prinz Gabriel Albert von Thurn und Taxis (16 Oktober 1922 - 17 Desember 1942). Dari namanya ketahuan kalau prajurit muda ini adalah seorang bahngsawan!
Leutnant Ewald Tost (8 Maret 1915 - Maret 1945)
Spesial, karena yang ada di Death Card ini adalah pemegang medali Ritterkreuz!



Gefreiter Georg Weidenauer (1923 - 29 Mei 1944)
Seorang anggota Jäger-Regiment yang meninggal di Finlandia
Dua bersaudara yang malang: Gefreiter Konrad Weinzierl (kelahiran 19 November 1921) gugur dalam Pertempuran Stalingrad tanggal 8 Januari 1943, sementara adiknya, Schütze Hermann Weinzierl (kelahiran 12 Desember 1924), gugur tanggal 4 Desember 1944 dalam pertempuran di Front Barat



Gefreiter Johann Winter (25 Agustus 1915 - 1 Januari 1943). Prajurit dari Kraftfahr-Abteilung ini meninggal di front Stalingrad dalam usia 28 tahun. Dia dilahirkan di Wolfern dan sebelum perang bekerja sebagai pandai besi di "Nibelungenwerke" yang terletak di St. Valentin. Perhatikan seragam yang dikenakannya! Itu bukanlah seragam tentara melainkan seragam kedaerahan tradisional, semacam seperti di foto INI

Matrosen-Obergefreiter Ludwig Wintersteiger (20 Mei 1920 - 4 Agustus 1944)
Pelaut yang bertugas di kapal penyapu ranjau yang terbunuh dalam pengepungan Bordeaux

Sumber :
Koleksi pribadi William "Bill" Petz
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2f.com

Saturday, May 8, 2010

Major Heinz-Wolfgang Schnaufer (1922-1950), Pilot Tempur Malam Luftwaffe Dengan Skor Kemenangan Paling Tinggi!

Heinz-Wolfgang Schnaufer sebagai Oberleutnant dan Hauptmann. Tidak lupa lengkap dengan tanda tangannya!




19 November 1943: Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer (kanan, Staffelkapitän 12.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1) meletakkan karangan bunga tanda dukacita dalam upacara pemakaman Major Walter Ehle (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), yang tewas dalam sebuah kecelakaan udara di malam tanggal 17 November 1943. Di malam naas itu (tepatnya pukul 20:20), pesawat Messerschmitt Bf 110 yang dipiloti oleh Ehle mengalami masalah teknis sehingga dia berusaha mendaratkan pesawatnya secara darurat di sebuah lapangan rumput yang terletak di Horpmaal, Belgia (sekitar 10km dari pangkalannya di Brustum). Sialnya, saat berusaha mendarat ternyata lampu pesawat padam sehingga pesawat Ehle menghantam daratan dan hancur seketika. Selain Ehle, ikut gugur pula dua orang awaknya: Oberfeldwebel Ludwig Leidenbach (Bordfunker, radio/wireless operator) dan Unteroffizier Heinz Derlitzky (Bordschütze, aerial gunner). Jenazah mereka bertiga kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Lommel (Belgia), Blok 21 kuburan ke-42. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan dari Major menjadi Oberstleutnant


18 Februari 1944: Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer (Staffelkapitän 12./NJG 1) menunjukkan 47 buah jumlah kemenangan yang telah diraihnya yang tertera pada ekor pesawat Messerschmitt Bf 110 G-4 "G9+EF" yang dipakainya. Termasuk di antaranya adalah tiga buah kemenangan terakhir di baris paling bawah yang dicetaknya pada malam tanggal 15 Februari 1944 di atas St. Trond, Belgia (jam 22:58, 23:19, dan 23:33). Skor akhir Schnaufer adalah 121 kills, dan ini membuat dia tercatat sebagai pilot Nachtjäger tersukses dalam sejarah!


Para Experten Nachtjagd (pilot top Pemburu Malam) di St. Trond, Belgia, awal musim semi tahun 1944. Dari kiri ke kanan: Major Helmut Lent (Geschwaderommodore Nachtjagdgeschwader 3), bandmaster, Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer (Gruppenkommandeur IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), dan Hauptmann Hans-Joachim Jabs (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1). Foto ini sendiri merupakan koleksi dari Martin Drewes, Experten Nachtjagd lainnya


Buku biografi Heinz Wolfgang Schnaufer karangan Tatang S.


Heinz-Wolfgang Schnaufer berfoto bersama dengan kedua orang kru kebanggaannya tak lama setelah acara penganugerahan medali. Dari kiri ke kanan : Leutnant Fritz Rumpelhardt, Hauptmann Schnaufer dan Oberfeldwebel Wilhelm Gänsler


Hauptmann Heinz-Wolfgang Schnaufer


Pesawat Messerschmitt Bf 110 G-4 dari Nachtjagdgeschwader 1 milik Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer dengan wilayah operasi di St. Trond, Februari 1944. Peralatan "aneh" yang terdapat di moncong pesawat sebenarnya adalah antena radar dan merupakan peralatan wajib bagi setiap penerbang malam, baik dari pihak Jerman maupun Sekutu


Sayap ekor dari pesawat Bf 110 yang dipiloti oleh Heinz-Wolfgang Schnaufer yang kini disimpan di Imperial War Museum (London), yang memperlihatkan jumlah 121 kemenangan yang telah diraihnya


Makam Heinz-Wolfgang Schnaufer yang berendengan dengan anggota keluarga Schnaufer lainnya. Tulisan di batu nisannya berbunyi: "Disini beristirahat penempur malam terbaik dan tak terkalahkan dalam Perang Dunia II, Major dan Geschwaderkommodore Heinz Wolfgang Schnaufer, 1922-1950", diikuti dengan puisi "Thee would I salute in the threshing of thy wings, My heart foretells me triumph in thy name. Onward, proud eagle, to thee the cloud must yield."


Sketsa Heinz-Wolfgang Schnaufer


Oleh : Alif Rafik Khan

Nama panggilan : "Hantu Malam dari St. Trond", yang diberikan oleh para pilot Inggris.

Heinz-Wolfgang Schnaufer dilahirkan di rumah sakit bersalin Stuttgart tanggal 16 Februari 1922. Rumahnya sendiri berada di kota Calw (Baden-Württemberg) yang terletak di Hutan Hitam (Black Forest), dan dia merupakan anak tertua dari empat orang, tiga cowok dan satu bencong eh cewek. Meskipun nama baptisnya adalah 'Heinz Wolfgang' ('Wolfgang' diambil dari nama bapak baptisnya) tapi dia lebih luas dikenal hanya sebagai 'Heinz'. Keluarga Schnaufer adalah keluarga yang kaya raya, karena ayahnya adalah seorang pedagang wine/anggur yang disegani. Schnaufer sendiri telah menunjukkan bakat yang besar, baik di bidang akademis maupun atletis, dan pada tahun 1938 (di usianya yang ke-16) dia memasuki NPEA (Nationalpolitische Erziehungsanstalten atau Institut Pendidikan Politik Nasional) di Backnang, dan setahun kemudian pindah ke NPEA Potsdam. NPEA adalah semacam sekolah pelatihan bagi para anak muda Jerman terpilih yang menjadi calon anggota Partai Nazi, dan Potsdam adalah cabang NPEA yang secara khusus mempunyai opsi latihan terbang untuk para calon pilot Luftwaffe.

Heinz Schnaufer lalu melanjutkan karirnya dengan masuk menjadi anggota Luftwaffe sebagai calon perwira bulan November 1939, dan berhasil menyelesaikan pelatihan terbangnya tahun 1941. Di Sekolah Pesawat Tempur Bermesin Ganda (Zerstörerschule) di Wunstorf dia bertemu dengan Fritz Rumpelhardt, yang kelak akan dengan setia menemani hari-hari peperangannya di udara sebagai Funker (operator radio/radar) sampai dengan akhir perang (dengan kekecualian masa break sebentar di tahun 1943). Pada saat awal itu, Schnaufer dan Rumpelhardt setuju untuk secara sukarela bergabung dengan unit Nachtjagd (Tempur Malam) yang baru dibentuk oleh Luftwaffe. Pada bulan November 1941, setelah menyelesaikan pendidikan mereka khusus untuk mempelajari sistem yang baru ini, mereka ditempatkan di II./NJG 1 di Stade, dekat Hamburg. Tak lama basis operasi unit ini dipindahkan ke Saint-Trond, Belgia. Di sepanjang karirnya yang cemerlang, Schnaufer hanya menerbangkan pesawat Messerschmitt Bf 110 saja, meskipun dia seringkali mengomandani Geschwader yang telah diperlengkapi oleh Ju 88 yang lebih yahud kemampuannya.

Pengalaman tempur pertama Schnaufer datang di bulan Februari 1942, ketika II./NJG 1 dikirim untuk melakukan tugas pengawalan bagi kapal laut Scharnhorst, Gneisenau dan Prinz Eugen ketika mereka berlayar dari pangkalannya di Brest menuju Norwegia. Meskipun begitu, 'kill' pertamanya tak kunjung datang sampai di malam tanggal 1/2 Juni 1942, ketika dia menembak jatuh sebuah Handley-Page Halifax di dekat Louvain, Belgia. Di akhir tahun tersebut jumlah skornya hanya mencapai 7 saja, termasuk 3 buah di malam tanggal 1 Agustus. Orang banyak sering menyebut bahwa Schnaufer adalah seorang yang "lambat panas", meskipun kita juga harus mengetahui bahwa intensitas pesawat Inggris di wilayah tersebut memang tidaklah sebanyak wilayah lainnya.

Schnaufer dipromosikan menjadi Oberleutnant bulan Juli 1943 ketika skornya sudah mencapai 17. Pada bulan Agustus dia dipindahkan ke IV./NJG 1 yang bermarkas di Leeuwarden, Belanda, sekaligus diangkat menjadi Staffelkapitän dari 12./NJG 1 (IV./NJG 1). Schnaufer tetap bertugas di wilayah tersebut sampai dengan Maret 1944, dengan pengecualian dalam bulan September/Desember 1943 dia ditempatkan di Quakenbruck. Bulan Maret 1944 itu dia ditunjuk sebagai Kommandeur IV./NJG 1 dan pindah bersama unit baru yang dipimpinnya balik ke Saint-Trond. Pada saat ini dia sudah menembak jatuh 47 pesawat pembom RAF. Di waktu ini pula terdapat pula kru ketiga di pesawat yang dikemudikan oleh Schnaufer, yaitu Wilhelm Gänsler yang kerjaannya hanya celingak-celinguk melihat kalau-kalau ada pesawat musuh nongkrong, atau yang nama kerennya disebut sebagai look-out atau 'sepasang mata tambahan'. Pada bulan Desember 1943 Schnaufer dianugerahi dengan Ritterkreuz setelah skornya mencapai 42.

Schnaufer tetap dalam posisinya sebagai Kommandeur dari IV./NJG 1 sampai dengan November 1944. Bulan Mei 1944 dia dipromosikan menjadi Hauptmann (Kapten) dan bulan Juni-nya dianugerahi dengan Eichenlaub setelah mencetak 84 kemenangan. Belum cukup, Schwerter juga nongkrong di lehernya setelah skor-nya bertambah lagi menjadi 89. Tentu saja jumlah kemenangan ini tidak hanya ditentukan oleh Schnaufer seorang, melainkan juga oleh kedua orang kru-nya. Maka dari itu, Rumpelhardt dan Gänsler menerima pula Ritterkreuz bagian mereka bulan Juli 1944. Bulan September 1944, IV./NJG 1 ditarik pulang ke Jerman dan ditempatkan sementara waktu di Düsseldorf kemudian Dortmund. Schnaufer berhasil mencatatkan kemenangannya yang ke-100 (!) tanggal 9 Oktober 1944, yang dengan prestasi tersebut Adolf Hitler langsung mengganjarnya dengan Brillanten.

Bulan selanjutnya Schnaufer, yang baru berusia 22 tahun, ditunjuk sebagai Kommodore NJG 4 yang berpangkalan di Gütersloh. Di akhir tahun itu skornya telah mencapai 106, dan bulan Desember 1944 pangkatnya naik lagi menjadi Satpol PP eh Major.

Sukses terbesar Schnaufer datang tanggal 21 Februari 1945 ketika dia merontokkan 9 bomber berat RAF hanya dalam rentang waktu satu hari, dua di waktu subuh dan tujuh di maghrib-nya!
Hebatnya lagi, penelitian pasca-perang mengungkapkan bahwa sebenarnyalah jumlah kemenangannya di tanggal tersebut adalah 10 kemenangan, dimana satu klaimnya tidak diakui!

Ketika perang berakhir, jumlah kemenangan Heinz-Wolfgang Schnaufer tercatat di angka 121 yang diraihnya dalam 164 misi tempur (Juni 1942 s/d Maret 1945), dan ini merupakan skor terbesar seorang pilot tempur malam sepanjang sejarah! Dari jumlah total kemenangannya, termasuk pula 114 bomber bermesin empat RAF. Selain itu, bisa dibilang bahwa angka kemenangannya sebenarnya lebih besar daripada yang disebutkan di atas, hanya saja sistem penilaian klaim yang ketat dari Luftwaffe membuat tidak semua kemenangannya diakui secara resmi. Operator radar di 12 kemenangan pertamanya adalah Feldwebel Dr. Baro, sementara 100 lainnya bersama dengan Leutnant Fritz Rumpelhardt. Gunnernya dalam 98 klaim adalah Oberfeldwebel Wilhelm Gänsler.

Schnaufer menjadi tawanan Inggris bulan Mei 1945 di Eggebek yang terletak di Schleswig-Holstein, tapi kemudian dilepaskan setahun kemudian dan kembali ke Calw. Schnaufer banting setir kini menggeluti bisnis anggur yang diusahakan keluarganya, karena ayahnya telah terlebih dahulu meninggal saat perang masih berkecamuk (ketika ajal Schnaufer sendiri tiba, bisnis yang dikembangkannya telah maju sedemikian pesat).

Akhir dari hidupnya yang singkat datang ketika Schnaufer mengadakan kunjungan bisnis untuk kepentingan pembelian anggur ke Prancis, dimana mobil sport bak terbuka yang dikemudikannya terlibat kecelakaan dengan sebuah lori di jalan utama selatan Bordeaux yang menuju ke Biarritz. pengemudi lori tersebut masuk ke jalan utama secara ilegal tanpa lihat kiri-kanan, sementara Schnaufer dengan darah mudanya telah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tabrakan terjadi, yang mengakibatkan sebuah silinder gas berat terlempar ke mobil Schnaufer, dan setidaknya salah satu di antaranya telah mengenai kepalanya secara telak. Heinz-Wolfgang Schnaufer meninggal di rumah sakit akibat luka berat di kepalanya dua hari kemudian tanggal 15 Juli 1950. Jenazahnya dipulangkan ke Calw untuk dikuburkan bersama dengan anggota keluarganya yang lain.

Penghargaan yang diterima :
* Front Flying Clasp of the Luftwaffe for Night Fighters in Gold
* Combined Pilots-Observation Badge in Gold with Diamonds
* Wound Badge in Black
* Iron Cross (1939)
o 2nd Class (2 Juni 1942)
o 1st Class (Agustus/September 1942)
* Ehrenpokal der Luftwaffe (26 Juli 1943)
* German Cross in Gold tanggal 16 Agustus 1943 sebagai Oberleutnant di II./NJG 1
* Knight's Cross of the Iron Cross with Oak Leaves, Swords and Diamonds
o Knight's Cross tanggal 31 Desember 1943 sebagai Oberleutnant/Staffelführer 12./NJG 1
o 507th Oak Leaves tanggal 24 Juni 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur dari IV./NJG 1
o 84th Swords tanggal 30 Juli 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur IV./NJG 1
o 21st Diamonds tanggal 16 Oktober 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur dari IV./NJG 1
* Disebutkan di Wehrmachtbericht tanggal 10 Oktober 1944


Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W Bowman
www.aircrewremembrance.com
www.en.wikipedia.org
www.flickr.com
www.forum.axishistory.com
www.toysoldiers.com
www.warbirdsresourcegroup.org
www.ww2f.com
www.xs4all.nl

Free Download MP3 : Unser Rommel




Buat para pencinta Erwin Rommel, maka lagu ini WAJIB anda miliki! Merupakan lagu yang didedikasikan khusus untuk Jenderal Erwin Rommel si Serigala Padang Pasir, terutama sewaktu dia malang melintang di gurun Afrika Utara. Lagu ini sering disebut-sebut juga sebagai lagu wajibnya Afrikakorps.



Ini lirik aslinya :

Wir sind das deutsche Afrikakorps
Des Führers verwegene Truppe
Wir stürmen wie die Teufel hervor
Versalzen dem Tommy die Suppe
Wir fürchten nicht Hitze und Wüstensand
Wir trotzen dem Durst und dem Sonnenbrand
Marschieren beim Takt unserer Trommel
Vorwärts, vorwärts
|: Vorwärts mit unserem Rommel! :|


Die Briten fürchten uns wie die Pest
Sie sitzen auf glühenden Kohlen
Wir rächen Deutsch-Ost und rächen Südwest
Das einst sie uns feige gestohlen
Sind Churchhill und Roosevelt auch Wut entbrannt
Wir werfen die Feinde in jedem Land
Es schlägt Generalmarsch die Trommel
Vorwärts, vorwärts
|: Vorwärts mit unserem Rommel! :|

Mit uns im Kampf und im Siege vereint
Marschieren Italiens Scharen
Bis einst die Sonne des Friedens uns scheint
Und wieder gen Deutschland wir fahren.
Doch wenn mich die feindliche Kugel fand
So lasset mich ruhen im Wüstensand
Und rühret noch einmal die Trommel
|: Vorwärts mit unserem Rommel :|


Dan ini terjemahannya (maaf kalau salah-salah kate) :

ROMMEL KITA

Kamilah Afrikakorps Jerman
Pasukan Führer yang tangguh
Kami menyerbu bagaikan Iblis
Menggarami sup-sup Tommy (sebutan untuk Prajurit Inggris)
Kami tak takut panas dan pasir gurun
Kami telah kebal akan haus dan bara sinar matahari
Berbaris dengan derap drum kami
Maju! Maju!
Maju dengan Rommel kita!

Inggris takut pada kita bagai pada wabah
Mereka duduk dalam bara yang panas
Kami mencapai Timur Jerman dan juga tenggara
Yang dulunya milik kita tapi telah dicuri secara pengecut
Bahkan ketika Churchill dan Roosevelt bangkit dalam kemarahan
Kami melempar musuh di setiap negara yang kami duduki
Kami menyerang selaras dengan baris drum
Maju! Maju!
Maju dengan Rommel kita!

Bersatulah dengan kami dalam pertempuran dan kemenangan
Italia telah berkumpul untuk berbaris
Sampai mentari kemenangan menyinari kita
Dan kita akan kembali ke Jerman
Tapi bila peluru musuh menemukanku
Biarlah aku beristirahat di gurun
Dan memainkan drum kembali
Maju dengan Rommel kita!

Tuesday, May 4, 2010

Operasi Fall Weiß, Invasi Jerman Ke Polandia Yang Menyebabkan Pecahnya Perang Dunia II

Peta penyerbuan Jerman ke Polandia (setelah 14 September 1939)


Salah satu contoh Panzer II yang digunakan Jerman dalam Operasi Fall Weiß. Meskipun di foto ini tidak ada caption tentang hal tersebut, tapi cukup mudah untuk mengenali panzer-panzer yang digunakan dalam penyerbuan ke Polandia dan membedakannya dengan panzer yang digunakan setelahnya : Adanya Balkenkreuz dengan warna putih total!


Setelah berhasil menunaikan tugas dengan sukses, sekarang saatnya pamer kekuatan! Pasukan Wehrmacht berbaris di ibukota Polandia, Warsawa


Oleh : Alif Rafik Khan

Fall Weiß adalah rencana strategis Jerman untuk invasinya ke negara Polandia yang telah dipersiapkan dari sejak sebelum tahun 1939 dan dipraktekkan secara nyata tanggal 1 September 1939.

Operasi Fall Weiß terutama sekali dikembangkan oleh Günther Blumentritt bersama dengan Erich von Manstein ketika mereka mengabdi sebagai perwira staff di bawah jenderal Gerd von Rundstedt di Grup Tentara Selatan yang berlokasi di Silesia.

Rencana tersebut mensyaratkan bahwa pasukan Jerman sudah harus bergerak maju melabrak musuh sebelum deklarasi perang diumumkan. Unit-unit pasukan Jerman akan menyerang Polandia dari tiga jurusan:

  • Serangan utama dari wilayah Jerman melalui perbatasan barat Polandia
  • Serangan kedua dilancarkan dari utara, terutama dari wilayah Prusia Timur
  • Serangan pemancing akan diluncurkan dari wilayah Slovakia dan dilakukan oleh gabungan pasukan Jerman dengan sekutu Slovakia-nya
Kesemua serangan tersebut direncanakan akan mempunyai titik temu di Warsawa, sedangkan pasukan utama Polandia akan dikepung dan dihancurkan di sebelah barat Vistula.

Fall Weiß sendiri tercatat dalam sejarah sebagai operasi militer pertama di tanah Eropa dalam kancah Perang Dunia II.

Bagaimana dengan prakteknya di lapangan, yang kemudian dikenal sebagai invasi Polandia?

Invasi Polandia tahun 1939 (di Polandia juga disebut "Kampanye September", "Kampania wrześniowa," dan "Perang Defensif 1939," "Wojna obronna 1939 roku"; di Jerman, "Kampanye Polandia," "Polenfeldzug," dinamai "Fall Weiss," "Case White," oleh Jerman, dan terkadang disebut "Perang Polandia-Jerman 1939"), adalah invasi yang dilancarkan oleh Nazi Jerman, Uni Soviet, dan kontingen Slowakia yang merupakan sebab khusus Perang Dunia II.

Invasi Polandia menandai dimulainya Perang Dunia II di Eropa karena sekutu Polandia, Britania Raya, Australia dan Selandia Baru menyatakan perang kepada Jerman pada tanggal 3 September, yang segera diikuti oleh Perancis, Afrika Selatan, dan Kanada diantara lainnya. Invasi Polandia dimulai pada tanggal 1 September 1939, satu minggu setelah penandatanganan Pakta Molotov-Ribbentrop, dan invasi ini berakhir pada tanggal 6 Oktober 1939, dengan Jerman dan Uni Soviet menduduki seluruh Polandia. Walaupun Britania Raya dan Perancis menyatakan perang setelah Jerman menyerang Polandia, sangat sedikit aksi militer langsung yang dilakukan (sehingga disebut juga Phoney War, perang bo'ong-bo'ongan).

Dengan terjadinya "Serangan Polandia" palsu oleh Jerman pada tanggal 31 Agustus 1939, pada 1 September, pasukan Jerman menyerang Polandia dari utara, selatan dan barat. Pasukan Polandia terbagi menjadi pertahanan-pertahanan tipis untuk melindungi perbatasan panjang mereka, dan segera mundur ke timur. Setelah kekalahan Polandia pada pertengahan September dalam Pertempuran Bzura, Jerman mendapat keuntungan yang tidak perlu dipersoalkan lagi. Polandia lalu mulai mundur ke tenggara, mengikuti rencana untuk memanggil bantuan pertahanan pada daerah Romanian bridgehead, tempat pasukan Polandia menunggu serangan balasan Sekutu.

Pada tanggal 17 September 1939, tentara Merah Soviet menyerang daerah timur Polandia dalam kooperasi dengan Jerman. Soviet mengambil daerah bagian mereka dari pakta Molotov-Ribbentrop, yang membagi Eropa Timur untuk Nazi dan Soviet. Untuk menghadapi front kedua, pemerintah Polandia menginsyafi bahwa dengan mempertahankan Romanian bridgehead tidak lagi mungkin sehingga memerintahkan evakuasi semua pasukan ke Rumania. Pada tanggal 1 Oktober, Jerman dan Uni Soviet sepenuhnya menguasai Polandia, walaupun pemerintah Polandia tidak pernah menyerah. Tanah dan Angkatan Udara Polandia yang masih ada dievakuasi ke Rumania dan Hungaria. Banyak yang melarikan diri bergabung dengan pasukan Polandia Merdeka di Perancis, Suriah, dan Britania Raya.

Setelah kampanye September, gerakan perlawanan dibentuk. Pasukan Polandia terus berkontribusi dalam operasi militer Sekutu. Jerman merebut wilayah Polandia yang diduduki Soviet ketika Jerman menyerang Uni Soviet pada tanggal 22 Juni 1941, dan kehilangan teritori pada tahun 1944 kepada tentara Merah. Setelah perang, Polandia kehilangan lebih dari 20% populasi sebelum perang dibawah pendudukan yang menandai berakhirnya Negara Polandia Kedua.

Kekuatan : Jerman:
56 divisi,
4 brigadir,
9.000 senapan,
2.500 tank,
2.315 pesawat tempur
Uni Soviet:
33+ divisi,
11+ brigadir,
4.959 senapan,
4.736 tank,
3.300 pesawat tempur
Slowakia:
3 divisi
Jumlah:
1.500.000 orang Jerman,
800.000+ orang Soviet,
50.000 orang Slowakia
Seluruhnya: 2.350.000+
Polandia:
39 divisi,
16 brigadir,
4.300 senapan,
880 tank,
400 pesawat tempur
Jumlah: 950.000

Korban : Jerman:
16.343 tewas,
27.280 terluka,
320 hilang
Uni Soviet:
737 tewas atau hilang,
1.125 terluka
Slowakia:
18 tewas,
46 terluka,
11 hilang
Polandia:
66.000 tewas,
133.700 terluka,
694.000 ditangkap


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.id.wikipedia.org
www.panzerphotos.dk


Monday, May 3, 2010

Free Download Video : Inglourious Basterds




Pokoknya gaya penyutradaraan Quentin Tarantino kental banget di film yang dibintangi oleh Alif Rafik Khan eh Brad Pitt ini. Yang paling mencuri perhatian, anehnya, bukanlah si tampan Pitt melainkan aktoryang dipasang sebagai seterunya, Christoph Waltz yang memerankan Kolonel SS Hans Landa. Aktingnya yang dingin sekaligus menggetarkan benar-benar membuat bulu kuduk berdiri, dan tentunya hasil dari bertahun-tahun dia main lenong!

Untung saja Tarantino terang-terangan menyebut bahwa film ini fiksi belaka, soalnya kalo nggak Gw kepret juga nih! (yang sudah pernah nonton filmnyapasti tahu alasannya)...

Divisi Panzer SS ke-3 Totenkopf, Divisi Yang Anggotanya Diambil Dari Mantan Penjaga Kamp Konsentrasi!

Lambang Divisi Totenkopf. Totenkopf sendiri adalah bahasa Jerman yang artinya: tengkorak/rorongkong



Seorang prajurit Totenkopf di Uni Soviet yang baru saja dianugerahi Eiserne Kreuz II klasse, 1941


Para prajurit Totenkopf saling tertawa bersama dengan orang-orang sipil Prancis (pemandangan yang langka?), Juni 1940


Berbagai jenis kendaraan bermotor milik Totenkopf bisa dilihat di foto yang diambil di Rusia tanggal 23 September 1941 ini


Note : Bagi yang ingin melihat album foto Totenkopf (high quality pictures!) bisa dilihat DISINI

SS-Division Totenkopf (3. SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf atau 3. SS-Panzer-Division Totenkopf) adalah salah satu dari 38 divisi Waffen-SS dalam Perang Dunia II. Sebelum mencapai status divisi, kelompok ini dikenal dengan nama Kampfgruppe Eicke. Divisi ini terkenal karena berbagai kejahatan perang dan karena sebagian besar dari anggota awalnya adalah penjaga kamp konsentrasi.

Divisi Totenkopf diberi nomor sesuai dengan divisi "Jerman" dari Waffen-SS. Penomoran ini termasuk SS-Panzergrenadier-Division Leibstandarte SS Adolf Hitler, SS-Panzergrenadier-Division Das Reich, dan SS-Panzergrenadier-Division Wiking.

Totenkopf dibentuk pada Oktober 1939, awalnya dari penjaga-penjaga kamp konsentrasi dan dari SS-Heimwehr Danzig. Divisi ini dipimpin oleh orang-orang dari SS-Verfügungstruppe (SS-VT) yang telah berperang di Polandia. Pucuk pimpinan adalah SS-Obergruppenführer Theodor Eicke.

Mereka mulanya menjadi pasukan cadangan dalam serangan ke Perancis pada Mei 1940, dan pada tanggal 16 Mei kemudian digerakkan ke front di Belgia. Dalam waktu seminggu mereka telah melakukan kejahatan perang mereka yang pertama. Di Le Paradis 4th Kompanie, I. Abteilung, dipimpin oleh SS-Obersturmführer Fritz Knöchlein, mereka menembaki 97 dari 99 pejabat militer Inggris dari Royal Norfolk Regiment dengan senapan mesin setelah mereka menyerah. Dua orang selamat. Setelah perang, Knöchlein diajukan ke pengadilah Inggris dan dijatuhi hukuman mati gantung.

Totenkopf juga berperang di Perancis. Di timur laut Cambrai divisi ini menahan 16.000 tentara Perancis. Ketika berusaha menerobos ke pantai mereka dihadang pasukan Inggris dan Perancis dan mendapat kesulitan. Mereka terpaksa menembak dengan peluru-peluru anti-tank dan hanya selamat karena dibantu pesawat-pesawat pembom Luftwaffe. Dalam peperangan untuk mengambil alih kanal La Bassee mereka menderita banyak kematian. Selain itu mereka juga dihadang di Bethume dan La Paradis. Pasukan Perancis akhirnya menyerah di dekat perbatasan Spanyol, di mana Totenkopf beristirahat sampai April 1941. Pada saat ini sekurangnya 300 pejabat militer Totenkopf telah tewas. Mereka digantikan oleh tenaga baru melalui Waffen-SS dan bukan dari kamp. Flak dan batalion artileri kemudian ditambahkan ke divisi ini.

Komposisi Divisi :
Stab der Division
5.SS-Panzergrenadier-Regiment Thule
6.SS-Panzergrenadier-Regiment "Theoder Eicke"
2 SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 4 (Disbanded in Fall, 1942)
3.SS-Panzer-Regiment
3.SS-Panzer-jager-Abteilung
3.SS-Sturmgeschutz-Abteilung
3.SS-(Panzer-) Artillerie-Regiment
3.SS-Flak-Abteilung
3.SS-Werfer-Abteilung
3.SS-(Panzer-) Nachrichten-Abteilung
3.SS-Panzer-Aufklarungs-Abteilung
3.SS-Panzer-Pionier-Batallion
3.SS-Dina
3.SS-Feldlazarett, etc
3.SS-Kriegsberichter-Zug
3.SS-Feldgendarmerie-Trupp
3.SS-Feldersatz-Battillon
SS-Heimwehr-Danzig
Freikorps Danmark

Komandan :
* Gruppenführer Theodor Eicke, 1 November 1939 – 7 Juli 1941
* Oberführer Matthias Kleinheisterkamp, 7 Juli 1941 – 18 Juli 1941
* Brigadeführer Georg Keppler, 18 Juli 41 – 19 September 1941
* Obergruppenführer Theodor Eicke, 19 September 1941 – 26 Februari 1943
* Obergruppenführer Hermann Priess, 26 Februari 1943 – 27 April 1943
* Gruppenführer Heinz Lammerding, 27 April 1943 – 15 Mei 1943
* Gruppenführer Max Simon, 15 Mei 1943 – 22 Oktober 1943
* Obergruppenführer Herman Priess, 22 Oktober 1943 – 21 Juni 1944
* Brigadeführer Hellmuth Becker, 21 Juni 1944 – 8 Mei 1945

Penerima Medali Bergengsi dari Totenkopf :
Penerima Ritterkreuz mit Schwertern :
# Hermann Prieß, 24.04.1944 SS-Brigadeführer und Generalmajor der W-SS Commander 3rd SS-Pz.Div "Totenkopf"

Penerima Ritterkreuz mit Eichenlaub :
# Otto Baum, Otto 22.08.1943 SS-Obersturmbannführer Commander 5th SS-Panzer.Gren.Rgt Totenkopf
# Hellmuth Becker, 21.09.1944 SS-Oberführer Commander 3rd SS-Panzer.Div Totenkopf
# Fritz Biermeier, 26.12.1944 SS-Sturmbannführer Commander II./3rd SS-Panzer.Rgt
# Georg Bochmann, 17.05.1943 SS-Sturmbannführer Commanderr II./SS-KradSchtz.Rgt Thule
# Theodor Eicke, 20.04.1942 SS-Obergruppenführer und Generalleutnant der W-SS Commander SS-Div Totenkopf
# Hubert-Erwin Meierdress, 05.10.1943 SS-Hauptsturmführer Commander I./3rd SS-Panzer.Rgt
# Hermann Prieß, 09.09.1943 SS-Brigadeführer und Generalmajor der W-SS Commander SS-Pz.Gren.Div Totenkopf
# Karl Ullrich, 14.05.1944 SS-Obersturmbannführer Commander 6th SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke

Penerima Ritterkreuz :
Staff Markas
* Erich Eberhardt, 23.08.1944 SS-Obersturmbannführer Ia 3rd SS-Panzer Division Totenkopf
* Theodor Eicke, 26.12.1941 SS-Gruppenführer und Generalleutnant der W-SS Commander SS-Division Totenkopf

SS Panzer Regiment 3 Totenkopf
* Fritz Biermeier, 10.12.1943 SS-Hauptsturmführer Commander II./3rd SS-Panzer Rgt
* Walter Mattern, 20.10.1944 SS-Obersturmführer Commander 7th Company, 3rd SS-Panzer Rgt
* Waldemar Riefkogel, 11.07.1943 SS-Obersturmführer and Oberleutnant OF Schupo Commander 1st Company 3rd SS-Panzer Rgt
* Rudolf Säumenicht, 13.10.1943 SS-Hauptsturmführer Commander 2nd Company 3rd SS-Panzer Rgt

Resimen Infanteri Totenkopf ke-1
* Eduard Deisenhofer, 08.05.1942 SS-Sturmbannführer Commander I./1st SS-Totenkopf-Inf.Rgt
* Hans Hirning, 23.10.1942 SS-Rottenführer Granatwerfer-Truppführer 6th Company 1st SS-Totenkopf-Inf.Rgt
* Ludwig Köchle, 28.02.1942 SS-Oberscharführer Stoßtruppführer platoon commander 5th Company 1st SS-Totenkopf-Inf.Rgt 1
* Max Simon, 20.10.1941 SS-Oberführer Commander 1st SS-Totenkopf-Inf.Rgt
* August Zingel, 04.10.1942 SS-Unterscharführer Stoßtruppführer 15th Company 1st SS-Totenkopf-Inf.Rgt

1 SS Panzergrenadier Regiment Totenkopf
* Walter Reder, 03.04.1943 SS-Hauptsturmführer Commander I./1st SS-Pz.Gren.Rgt SS-Div Totenkopf
* Joachim Schubach, 03.04.1943 SS-Sturmbannführer Commander III./1st SS-Pz.Gren.Rgt Totenkopf

SS Panzer Grenadier Regiment 5 Totenkopf
* Christian Bachmann, 28.02.1945 SS-Hauptsturmführer Commander II./5th SS-Pz.Gren.Rgt
* Hermann Buchner, 16.06.1944 SS-Hauptsturmführer Commander III./5th SS-Pz.Gren.Rgt
* Ernst Häussler, 15.08.1943 SS-Sturmbannführer Commander II./5th SS-Pz.Gren.Rgt
* Hermann Lang, 23.10.1944 SS-Unterscharführer Meldestaffelführer I./5th SS-Pz.Gren.Rgt
* Josef Rölleke, 16.06.1944 SS-Unterscharführer Meldestaffelführer III./5th SS-Pz.Gren.Rgt
* Lothar Swierzinski, 16.12.1943 SS-Rottenführer, 10th Company, 5th SS-Pz.Gren.Rgt [6]

SS Panzer Grenadier Regiment 6 Theodor Eicke
* Hellmuth Becker, 07.09.1943 SS-Standartenführer Commander SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke
* Hans Endreß, 23.03.1945 SS-Hauptsturmführer Commander II./6th SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke
* Johann Fiedler, 16.06.1944 SS-Unterscharführer platoon commander, 5th Company, 6th SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke
* Kurt Franke, 03.10.1943 SS-Hauptscharführer Stoßtruppführer 11th Company SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke
* Kurt Launer, 15.08.1943 SS-Sturmbannführer Commanderr II./SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke
* Heinz-Fritz Müller, SS-Hauptsturmführer Commander III./6th SS-Pz.Gren.Rgt Theodor Eicke

3 SS Totenkopf Infantry Regiment
* Otto Baum, 08.05.1942 SS-Sturmbannführer Commander III./3rd SS-Totenkopf-Inf.Rgt

SS Panzer Artillery Regiment 3 Totenkopf
* Walter Gerth, 31.03.1943 SS-Obersturmführer Commander 7th Battery SS-Totenkopf-Art.Rgt
* Hermann Prieß, 28.04.1943 SS-Oberführer Commander SS-Art.Rgt Totenkopf
* Ernst Stäudle, 10.04.1942 SS-Oberscharführer 8th Battery SS-Art.Rgt Totenkopf
* Josef Swientek, 16.06.1944 SS-Obersturmbannführer Commander 3rd SS-Pz.Art.Rgt

SS Panzerjäger Battalion 3 Totenkopf
* Georg Bochmann, 03.05.1942 SS-Hauptsturmführer Commander SS-Totenkopf Pz.Jäg.Btn
* Fritz Christen, 20.10.1941 SS-Sturmmann Richtschütze (Gunner) 2nd Battery Pz.Jäg.Btn SS Totenkopf Div
* Boris Kraas, 28.02.1945 SS-Sturmbannführer Commander 3rd SS-Pz.Jäg.Btn
* Adolf Pittschellis, 23.08.1944 SS-Sturmbannführer Commander 3rd SS-Pz.Btn

SS Sturmgeschütz Battalion 3 Totenkopf
* Ernst Dehmel, 15.08.1943 SS-Hauptsturmführer stellv. Commander 3rd SS-Stug.Btn
* Berndt Lubich von Milovan, 14.10.1943 SS-Obersturmführer Commander 1st Battery 3rd SS-Stug.Btn
* Hubert-Erwin Meierdress, 13.03.1942 SS-Obersturmführer Commander Stug.Bty SS-Div Totenkopf
* Felix Przedwojewski, 16.12.1943 SS-Unterscharführer Geschützführer 2nd Battery 3rd SS-Stug.Btn
* Wilfried Richter, 21.04.1942 SS-Obersturmführer Commander Stug.Bty SS Totenkopf Div

SS Reconnaisance Battalion Totenkopf
* Walter Bestmann, 28.09.1941 SS-Sturmbannführer Commander SS Totenkopf Reconnaissance Btn (mot) [6]

SS Motorcycle Battalion Totenkopf
* Franz Kleffner, 19.02.1942 SS-Sturmbannführer Commander SS Totenkopf Motorcycle Btn

SS Panzer Reconnaissance Battalion 3 Totenkopf
* Lino Masarie, 03.04.1943 SS-Hauptsturmführer Commander Reconnaissance Btn SS Totenkopf Div
* Alfred Titschkus, 11.12.1944 SS-Unterscharführer Gruppenführer, 3rd Company 3rd SS Pz.Rec Btn

SS Pionier Battalion 3 Totenkopf
* Max Seela, 03.05.1942 SS-Hauptsturmführer Commander 3rd SS-Pi.Btn Totenkopf
* Karl Ullrich, 19.02.1942 SS-Sturmbannführer Commander Pi.Btn SS Totenkopf Div [6]

SS Flak Battalion 3 Totenkopf
* Otto Kron, 28.06.1942 SS-Hauptsturmführer Commander Flak Btn SS Totenkopf Div


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.feldgrau.com
www.id.wikipedia.org


Sunday, May 2, 2010

Korvettenkapitän Werner Hartenstein (1908-1943), Jago U-Boat Yang Terkenal Karena Insiden Laconia!

Dokumen penganugerahan Ritterkreuz bagi Werner Hartenstein


Werner Hartenstein dalam salah satu acara perjamuan makan


Werner Hartenstein disambut dengan meriah sekembalinya dari sebuah patroli yang sukses


Werner Hartenstein bersama para kru U-156


Perhatikan posisi German Cross yang dikenakan oleh Werner Hartenstein ini, unik!


Werner Hartenstein


Inilah contoh seragam yang dikenakan oleh Werner Hartenstein, lengkap dengan segambreng penghargaan dan medali yang telah diraihnya


Werner Hartenstein


Surat yang dikirimkan Werner Hartenstein kepada sahabat dekatnya, Kliwon


U-156 dan U-506 sedang sibuk menyelamatkan para penumpang kapal Laconia yang tenggelam setelah diserang oleh Werner Hartenstein


Oleh : Alif Rafik Khan

Gustav Julius Werner Hartenstein (27 Februari 1908 - 8 Maret 1943, anak dari seorang industrialis kaya) memulai karir di Angkatan Laut dari bulan April 1928. Dia bertugas selama beberapa tahun di kapal penjelajah ringan Karlsruhe dan juga di beberapa kapal torpedo lainnya. Dia berhasil menjalani 65 patroli selama tahun-tahun pertama Perang Dunia II. Pada bulan Maret 1941 dia ditransfer ke pasukan U-boat yang sedang naik daun.

Pada tanggal 4 September 1941 dia ditugaskan untuk menjadi komandan U-156. Dalam patroli keduanya dia menyerang sebuah tempat penyulingan di Aruba dengan tembakan senapan mesin. Dalam patroli keempatnya dia terlibat dalam sebuah insiden yang kemudian terkenal sebagai Insiden Laconia. Seperti apakah insiden tersebut? Mari kita nyuksruk ke TKP:

Jam 22.00, 12 September 1942. Kapal selam Jerman U-156 sedang berpatroli di Atlantik Selatan di lepas pantai sebuah tonjolan yang terletak di tengah-tengah Afrika antara Liberia dengan Pulau Ascension. Dengan melihat melalui periskop andalannya, Werner Hartenstein memergoki sebuah kapal Sekutu yang sedang berlayar sendirian. Dia lalu memutuskan untuk tidak melewatkan kesempatan ini dan menyerang!

Tak lama, sebuah torpedo meluncur dari U-156 dan dengan telak menghantam kapal sasarannya yang berbobot 20.000 ton. Sudah tentu ledakan dahsyat terjadi, dan segera menghantar kapal tersebut ke dasar lautan. Kegembiraan Hartenstein atas tambahan jumlah kills-nya ini hanya sebentar saja, dan berganti dengan kengerian: Setelah menyembulkan kapalnya ke permukaan dengan harapan menemukan perwira senior yang masih selamat demi mencari bocoran informasi intelijen, dia terkejut begitu mendapati bahwa di sekeliling kapal, lebih dari 2.000 orang mengambang dan berteriak-teriak meminta pertolongan! Ternyata yang dia jadikan sasaran bukanlah kapal barang seperti biasanya, melainkan kapal penumpang bernama Laconia keluaran White Star Liner. Tanpa diketahui oleh Hartenstein, Laconia tak hanya membawa awak kapalnya yang berjumlah 136 orang, tapi juga 80 wanita dan anak-anak Inggris, 268 prajurit Inggris, 160 prajurit Free Polish Corps, dan 1.800 tawanan perang Italia!

Shock atas begitu banyaknya manusia yang terombang-ambing di permukaan laut, Hartenstein buru-buru memerintahkan operasi penyelamatan terhadap mereka. Tak lama dek U-156 telah disesaki oleh lebih dari 200 orang penumpang yang selamat, termasuk lima orang wanita dan tambahan 200 orang lagi yang ditarik menggunakan perahu sekoci. Hartenstein juga langsung menghubungi markas besar U-boat di Hamburg untuk meminta tambahan bantuan demi menolong sisa-sisa penumpang yang masih berada di air. Kepala Operasi U-boat, Admiral Karl Dönitz (nanti dia menjadi panglima Angkatan Laut Nazi, juga selama beberapa saat menggantikan Hitler sebagai Führer Jerman) memerintahkan segera dua kapal selam yang lokasinya paling dekat untuk meluncur ke lokasi.

Tak hanya itu yang dilakukan oleh Hartenstein. Dia mengirim pesan dengan bahasa Inggris ke setiap kapal yang berada tidak jauh dari situ untuk meminta pertolongan, sekaligus memberitahu posisi kapalnya berada! Dia berjanji tidak akan menyerang setiap kapal yang datang untuk tujuan membantu. U-156 tetap berada di lokasi tenggelamnya Laconia selama dua setengah hari selanjutnya. Tak lama sebelum tengah hari tanggal 15 September, akhirnya datang bantuan pertama: U-506 di bawah pimpinan Erich Würdemann, dan beberapa jam kemudian hadir pula U-507 dengan kaptennya Harro Schacht dan kapal selam Italia Cappellini. Keempat kapal selam tersebut lalu beriringan menuju pantai Afrika dengan deknya dipenuhi oleh manusia, belum lagi belasan kapal penyelamat yang ditarik dengan tambang (kebayang kan pemandangannya kayak gimana?). Mereka lalu bertemu dengan kapal-kapal perang Vichy Prancis yang telah dikirimkan dari Senegal dan Dahomey (sekarang Benin).

Sayangnya, operasi penyelamatan yang telah dilakukan mati-matian oleh Werner Hartenstein ini tidaklah berakhir dengan happy ending layaknya film-film India. Esok paginya, sebuah pesawat bomber B-24 Amerika yang sedang berpatroli di sekitar pulau Ascension memergoki keempat kapal tersebut, yang kini telah dilengkapi dengan bendera palang merah yang dibentangkan di atas dek senjatanya. Hartenstein memberi sinyal pada sang pilot untuk meminta bantuan. Letnan James D. Harden dari USAAF lalu berbalik sekaligus memberitahu pangkalannya akan situasi yang kini dihadapinya. Perwira senior yang bertugas di hari itu, Kapten Robert C. Richardson III hanya mempunyai dua pilihan: Membiarkan gerombolan U-boat itu pergi, yang sama saja dengan memberi mereka kesempatan untuk menenggelamkan lebih banyak kapal Sekutu di masa depan; atau memerintahkan B-24 untuk menyerang, yang sekaligus berarti pula maut bagi banyak penumpang Laconia yang menumpuk di dek dan sekoci!

"Sungsebkan kapal selam musuh!" Itulah perintah yang dikeluarkannya...

Setelah menerima perintah tersebut, Harden langsung berbalik ke lokasi 'penampakan', dan segera menyerang dengan bom dan depth charges (bom kedalaman). Salah satunya mendarat dengan telak di salah satu sekoci yang sedang ditarik oleh U-156, sementara yang lain menghantam sang kapal selam itu sendiri. Mendapat serangan sebegitu rupa, Hartenstein tidak mempunyai pilihan lain selain buru-buru menyelam ke dasar laut, sementara deknya masih dipenuhi orang, dan belum lagi perahu-perahu penyelamat yang tersambung dengan tambang! U-156 segera menyelam dan berhasil meloloskan diri. Ratusan dari penumpang Laconia yang telah dengan susah payah diselamatkan itu kini hilang ditelan samudera, meskipun 1.100 di antaranya berhasil diselamatkan kembali oleh kapal perang Prancis yang datang tidak lama kemudian. Seorang pelaut asal Afrika Selatan, Tony Large, menghabiskan waktu 39 hari di tengah samudera sebelum akhirnya diselamatkan!

Insiden ini, yang kemudian dikenal dengan nama Insiden Laconia, ternyata mempunyai konsekwensi yang berdampak jauh. Sampai saat itu adalah suatu hal yang biasa bagi para awak kapal selam Jerman untuk membantu orang-orang yang selamat dari kapal yang ditenggelamkannya dengan makanan, air dan juga arah ke daratan terdekat. Tapi begitu mendengar bahwa U-boatnya telah diserang ketika sedang dalam operasi penyelamatan padahal telah membawa bendera palang merah, Dönitz memberi perintah bahwa mulai saat itu setiap usaha penyelamatan DILARANG untuk dilakukan, dan setiap kru kapal musuh yang selamat dibiarkan untuk tetap berada di lautan. Insiden Laconia ini juga dijadikan alasan oleh para jaksa Sekutu dalam Pengadilan Nürnberg tahun 1946 untuk mendakwa Dönitz dengan tuduhan kejahatan perang, padahal jelas-jelas satuan kapal selam Amerika yang beroperasi di Pasifik pun menjalankan instruksi yang serupa dengan yang diterapkan oleh Dönitz! Akibatnya, dia terpaksa menjalani hukuman penjara selama 11,5 tahun...

Kembali kepada Werner Hartenstein. Enam bulan setelah peristiwa tersebut, tepatnya tanggal 8 Maret 1943, U-156 mendapat serangan depth charges dari bomber Amerika lainnya ketika sedang berpatroli di sebelah timur Barbados. Kapal selam tersebut tenggelam, dan semua awak kapalnya musnah, termasuk sang kapten Hartenstein.

Komando U-boat :
U-156 4 September 1941 - 8 Maret 1943 - 5 patroli (294 hari)

Pangkat :
1 Januari 1930 Fähnrich zur See
1 April 1932 Oberfähnrich zur See
1 Oktober 1932 Leutnant zur See
1 September 1934 Oberleutnant zur See
1 Juni 1937 Kapitänleutnant
1 Juni 1942 Korvettenkapitän

Prestasi :
20 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 97.504 GRT
3 kapal dirusakkan dengan total tonase 18.811 GRT
1 kapal perang dirusakkan dengan total tonase 1.190 ton

Penghargaan :
6 Juni 1939 Spanish Cross in Bronze without Swords
26 Oktober 1939 The Return of Memel Commemorative Medal
16 November 1939 Iron Cross kelas ke-2
27 April 1940 Iron Cross kelas ke-1
2 Februari 1942 German Cross in Gold
17 Maret 1942 U-boat War Badge
17 September 1942 Knight's Cross



Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.german-uboats.com
www.uboat.net
www.wernerhartenstein.tripod.com