Saturday, April 11, 2009

Foto Tokoh Third Peraih Nahkampfspange (Close Combat Clasp)




HEER

 
 Hauptmann Friedrich "Fritz" Adrario (29 November 1918 - 15 Juni 2011) adalah mantan Gebirgsjäger yang kemudian menjadi "pemburu tank" handal Wehrmacht. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Desember 1944 sebagai Führer Panzerjäger-Abteilung 272 / 272.Volksgrenadier-Division / LXXIV.Panzerkorps / 7.Armee / Heeresgruppe B setelah unitnya (yang dengan bangga menyebut diri mereka sebagai "Abteilung Adrario") menghancurkan 116 tank, senjata anti-tank dan kendaraan Sekutu lainnya di palagan Normandia hanya dalam jangka waktu Juli-Agustus 1944! Seusai perang pejuang kelahiran Pidicolle (Austria) ini bergabung dengan Bundesheer Austria (1956-1983) dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1940) dan I.Klasse (1942); Allgemeines-Sturmabzeichen in Bronze; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (6 Mei 1942). Untuk pengabdiannya setelah perang dia menerima Goldenen Ehrenzeichens der Republik; Goldenen Ehrenzeichens des Landes Niederösterreich; dan Tiroler-Adler-Orden


Feldwebel Hinrich Ahrens (15 Maret 1921 - 31 Desember 2009) adalah Geschützführer dari 13.Kompanie / Grenadier-Regiment 1141 / 561.Volks-Grenadier-Division yang tercatat meraih empat Panzervernichtungsabzeichen (7 Februari 1943, 9 November 1943, 19 November 1943, dan 18 November 1944). Yang terakhir diraihnya saat pasukan Soviet melancarkan serangan besar-besaran tanggal 16 Oktober 1944, dan unit PaK (Panzerabwehrkanone) Ahrens menghancurkan sebagian besar dari 70 tank musuh yang dihancurkan oleh divisinya di hari itu. Salah satunya (tank T-34) dimusnahkan secara pribadi oleh Ahrens dengan menggunakan granat tangan. Medali-medali lain yang diraihnya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (23 Juli 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (7 November 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (24 Maret 1942), in Silber (2 Agustus 1942) dan in Gold (23 Agustus 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Agustus 1942) dan I.Klasse (29 November 1942); Nahkampfspange in Bronze (10 Agustus 1944); Deutsches Kreuz in Gold (7 April 1944); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (9 Januari 1945)


Oberstleutnant Heinz Allersmeier (24 Maret 1917 - 23 Maret 2001) masuk dinas militer tanggal 15 Oktober 1936 sebelum berhenti tanggal 7 November 1938. Dia masuk lagi tanggal 4 September 1939 dan bertugas di Infanterie-Regiment 161 / 81.Infanterie-Division. Setelah bertempur di Prancis, Unternehmen Barbarossa, dan Pengepungan Leningrad, di akhir perang Allersmeier mendapati dirinya berjibaku melawan kekuatan raksasa Rusia di Kurland yang terkepung. Dalam pertempuran yang bisa dibilang tanpa harapan ini sang perwira jempolan tetap berjuang dengan gigih dan memperlihatkan keberanian secara pribadi dalam menghadapi musuh di hadapan anakbuahnya. Saat itu secara resmi dia merupakan Führer Feldersatz-Bataillon 181, tapi di lapangan menjadi juga Kommandeur Grenadier-Regiment 189 yang kehilangan pemimpinnya. Atas jasa-jasanya Allersmeier dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Desember 1944 sebagai Major der Reserve dan Führer Feldersatz-Bataillon 181 / 81.Infanterie-Division / XVI.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Tak lama sebelum upacara penganugerahan dia terluka serius sehingga tempatnya diwakili oleh Major i.G. Goebel! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Juli 1940) dan I.Klasse (2 November 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (21 Juli 1942); Nahkampfspange in Bronze (1944); Deutsches Kreuz in Gold (27 Maret 1944); Ärmelband "Kurland" (1945); serta Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (13 April 1945). Heinz Allersmeier meninggal dunia di Miesbach (Bavaria) tanggal 23 Maret 2001, satu hari sebelum ulangtahunnya yang ke-84!


Major der Reserve Friedrich "Fritz" Allmacher (3 Desember 1914 - 26 Desember 1944) masuk dinas ketentaraan tanggal 26 Oktober 1935 dan tanggal 29 Agustus 1939 dia tercatat sebagai prajurit di 13.Kompanie / Infanterie-Regiment 366. Pada tanggal 1 Agustus 1943 dia dipindahkan ke posisi staff resimennya dan menjadi ajudan tanggal 23 November 1943. Allmacher balik ke posisi perwira lapangan dengan menjadi komandan batalyon dan memimpin unitnya dalam gerakan mundur yang terkoordinasi di Lugastellung. Disini Allmacher memperlihatkan keberanian secara pribadi dan kepemimpinan yang jempolan saat divisinya mundur melintasi Wolossowo di Jamburg sampai ke Narva di tengah-tengah tekanan konstan dari pihak Rusia sehingga mendapat pujian dalam Wehrmachtsbericht edisi 12 Februari 1944. Allmacher sendiri kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Maret 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 366 / 227.Infanterie-Division / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord. Beberapa lama kemudian dia ditunjuk sebagai Komandan Füsilier-Bataillon (AA) 227 dan dipromosikan menjadi Major der Reserve tanggal 1 September 1944. Allmacher gugur di dekat Berzi, Latvia, di Kantong Kurland tanggal 26 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Mei 1940) dan I.Klasse (2 Desember 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Deutsches Kreuz in Gold (26 November 1943); serta Nahkampfspange in Silber (1944)


Hauptmann Karl-Heinz Altermann (4 Juni 1922 – 26 November 2013) bergabung dengan Wehrmacht tanggal 25 Oktober 1940 sebagai Schütze di 2.Ersatz-Kompanie / Schützen-Ersatz-Bataillon 12. Tugas pertamanya adalah sebagai anggota pasukan pendudukan di Prancis sebelum kemudian dipindahkan ke Yunani dan Rusia. Dalam pertempuran sore hari di barat Doblen (Latvia) tanggal 20 September 1944, 12. Panzer-Division menyerang posisi pertahanan musuh dan secara umum menemui kegagalan karena kuatnya pertahanan Soviet. Hanya di sektor Rüngas tempat Altermann bertugaslah unitnya mampu menerobos pertahanan musuh dikarenakan keberanian pribadi dalam memimpin anakbuahnya walaupun dia sendiri terluka parah dalam pertempuran tersebut. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Oktober 1944 sebagai Oberleutnant dan Chef 1.Kompanie / Panzer-Grenadier-Regiment 25 / 12.Panzer-Division / XXXIX.Panzerkorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Setelah sembuh dari lukanya, si "Orang Tua" (terjemahan Indonesia dari 'Altermann'!) melanjutkan pengabdiannya di Panzergrenadier-Ersatz-Bataillon 5 di Stettin. Pahlawan berwajah unyu-unyu ini meninggal dunia tanggal 26 November 2013 dalam usia 91 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Juli 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Juli 1942) dan I.Klasse (13 Agustus 1942); Panzerkampfabzeichen in Bronze (24 September 1942); Nahkampfspange in Bronze (24 September 1942); serta Verwundetenabzeichen in Silber (25 September 1942)


Major der Reserve Rudolf Altstadt (16 Januari 1914 – 27 Mei 1974) masuk dinas militer tak lama seusai lulus dari sekolah (29 Oktober 1935 - 24 Oktober 1938). Setelah mobilisasi tahun 1939 dia bergabung dengan Infanterie-Regiment 390, dan bertempur di Prancis, Barbarossa serta pengepungan Leningrad. Dalam pertempuran di Pskov awal April 1944, pasukan Rusia berhasil menembus wilayah pertahanan sepanjang jalan menuju Goruschka yang berada di antara kubu kompi ke-1 dan ke-3 batalyon Altstadt. Melihat kegentingan situasi yang terjadi, Altstadt mengambil pasukan cadangan yang tersisa di batalyonnya dan melakukan serangan balik menyamping yang memporakporandakan laju pergerakan musuh sehingga Pskov berhasil dikuasai kembali. Atas jasa-jasanya ini dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Mei 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 380 / 215.Infanterie-Division / XXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Dalam pertempuran tanggal 22 Juni 1944 Altstadt terluka begitu parah sehingga menjalani penyembuhan dari rumahsakit ke rumahsakit (Armee-Feld-Lazarett 3/572 sampai 5 Juli 1944, Kriegslazarett 699 10 Juli 1944, Reserve-Lazarett Löwenberg/Schlesien 3 Agustus 1944, dan Reserve-Lazarett Bruchsal 8 Oktober 1944)! Dari bulan April 1945 dia menjabat sebagai komandan resimen di Armee-Waffenschule Armee-Oberkommando 19, dan terluka untuk yang terakhir kalinya tanggal 24 April. Tiga hari kemudian Altstadt ditangkap oleh pasukan Amerika dan dilepaskan sebulan kemudian (15 Mei 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1940) dan I.Klasse (14 Januari 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (13 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (8 Agustus 1942); Nahkampfspange in Bronze (9 Februari 1944); serta Verwundetenabzeichen in Silber (5 Maret 1944)


Oberst Dr. Lothar Ambrosius (11 Mei 1903 – 9 Januari 1971) bergabung dengan Reichswehr tanggal 4 April 1923 sebagai Schütze di Infanterie-Regiment 18. Setelah sempat menjadi komandan Nachrichten-Lehrgang (Kursus Sandi) di Artillerieschule Jüterbog dan mengikuti Kursus Leibesübungen (Pendidikan Fisik) di Wünsdorf, pada tanggal 31 Juli 1935 Ambrosius mengundurkan diri dari dinas militer aktif meskipun "tetap berhak untuk mengenakan seragam Infanterie-Regiment 18" (Recht zum Tragen der Uniform des Infanterie-Regiments 18). Pada tanggal 1 Juli 1939 dia masuk kembali menjadi anggota militer dan ditempatkan sebagai Oberleutnant di Infanterie-Regiment 12. Ambrosius ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia dan Prancis. Dalam penyerbuan ke Uni Soviet, Ambrosius terluka tanggal 25 September dan 12 November 1941. Setelah sembuh dia diserahi tanggung jawab sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 458, dilanjutkan dengan Grenadier-Regiment 488. Pada tanggal 2 November 1943 Oberst Ambrosius menjadi komandan Divisionskampfgruppe 268 yang anggotanya diambil dari gabungan sisa-sisa 268. Infanterie-Division dan 36. Infanterie-Division. Grup Tempur ini dia pimpin dengan brilian dalam pertempuran yang terjadi kemudian sehingga Ambrosius dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Januari 1944 sebagai Führer Divisionskampfgruppe 268 / 36.Infanterie-Division (motorisiert) / XXXXI.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Sampai dengan akhir perang dia tetap aktif bertugas dengan jabatan terakhir sebagai Komandan ganda Armeewaffenschule Armeeoberkommando 16 dan Infanterieschule Döberitz. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Oktober 1939) dan I.Klasse (22 Mei 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (2 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (30 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (22 Agustus 1942); Nahkampfspange; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (19 September 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (25 Maret 1942)


Major der Reserve Hermann Ammer (8 Maret 1914 – 9 Desember 2000) masuk dunia militer tanggal 1 Oktober 1934 dengan menjadi anggota 19.Kompanie / Infanterie-Regiment Regensburg di Passau. Setelah itu dia berpindah-pindah unit dari Infanterie-Regiment 62 ke Infanterie-Regiment 179 lalu balik lagi ke I.R.62. Pertempuran-pertempuran yang diikutinya: Polandia, Belgia, Prancis, Barbarossa, Białystok–Minsk, Smolensk, Moskow, dan Kursk. Pada tanggal 3 September 1943 Ammer dan batalyon yang dipimpinnya diperintahkan untuk merebut desa Chisky/Ssewsk dari tangan Rusia. Pada pukul 10:00 pagi serangan dimulai dengan didahului oleh bombardir pesawat-pesawat pembom tukik. Ammer sadar bahwa pertahanan musuh yang terorganisasi dengan baik hanya dapat dikalahkan dengan serangan dari pasukan yang bermoral tinggi, karenanya dia memberi contoh kepada anakbuahnya dengan selalu bertempur paling depan berdampingan dengan prajurit biasa. Berkat strategi yang jitu dipadukan dengan keberanian pribadi yang mengagumkan, akhirnya Chisky berhasil dikuasai. Keesokan harinya musuh melancarkan serangan balasan yang berkekuatan 150 orang prajurit. Sebagian wilayah desa berhasil dikuasai dan dua lubang pertahanan Jerman porak poranda. Ammer mengumpulkan sisa-sisa anakbuahnya dan melakukan serangan terpadu sehingga lawannya dibuat mundur kembali dengan menderita korban besar. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Oktober 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer II.Bataillon / Grenadier-Regiment 62 / 7.Infanterie-Division / XXXXVI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Setelah beberapa kali terluka dalam pertempuran (yang terakhir dideritanya tanggal 26 Maret 1944), Ammer divonis tidak layak untuk bertempur dan dipaksa menghabiskan sisa perang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika saat sedang menjalani perawatan di Lazarett "Ratshaus am Chiemsee". Pada saat itu dia dalam proses direkomendasikan untuk mendapat Eichenlaub, tapi perang keburu berakhir sebelum persetujuannya keluar! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1941) dan I.Klasse (18 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Juli 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (6 Agustus 1943) dan in Silber (1 April 1944); Deutsches Kreuz in Gold (17 Mei 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (7 September 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (1 Agustus 1943) dan in Silber (3 Januari 1944)



Oberleutnant der Reserve Friedrich "Fritz" Anding (26 Juni 1915 - 7 Februari 1996) menjalani pelatihan sebagai anggota Reichsbahn sebelum kemudian memutuskan untuk masuk Wehrmacht bulan Oktober 1938. Pada bulan Desember 1939 unitnya (14.Kompanie / Infanterie-Lehr-Regiment) bersama dengan Wachbataillon Berlin digabungkan menjadi Regiment "Großdeutschland". Sebagai Geschützführer (gunner) senjata Panzerabwehrkanone (PaK) 3,7cm, Anding ikut serta dalam kampanye di Barat, Yugoslavia, dan Rusia. Setelah menjalani pelatihan lanjutan, dia ditransfer ke Panzerjäger-Abteilung "Großdeutschland" sebagai ajudan. Anding dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Mei 1945 sebagai Leutnant der Reserve dan Adjutant Panzerjäger-Abteilung "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / IX.Armeekorps / Armee Ostpreußen atas penghancuran enam tank dan lima ranpur di palagan Stadensen, Jerman utara, tanggal 14-15 April sebelumnya. D hari itu batalyonnya mendapat serangan dari sejumlah besar tank dan ranpur Inggris. Kesalahan fatal ketika mereka tidak ditemani oleh infanteri, sehingga yang terjadi kemudian adalah "pesta pora" pasukan yang bertahan: selain Anding yang mengemas 11 kill, Major Gustav Walle (komandan batalyon) mencatat 9 kill dan Obergefreiter Nepomuk Stützle 7 kill. Bisa dibilang bahwa tiga orang ini telah memusnahkan dua kompi lapis baja Inggris! Bersama dengan Anding, mereka juga sama-sama mendapat Ritterkreuz di tanggal yang sama. Seusai perang Anding bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Hauptmann der Reserve. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Nahkampfspange in Silber; Verwundetenabzeichen in Gold (untuk luka sebanyak 6 kali); Deutsches Kreuz in Gold (tanpa pernah sekalipun Anding menyatakan pernah menerimanya, meskipun jelas-jelas terlihat nongkrong di seragamnya!); serta 6 buah Panzervernichtungsabzeichen (3 in Gold dan 3 in Silber, atas total 18 tank yang dihancurkan)!


 Oberleutnant der Reserve Udo Anneken (11 Oktober 1917 – 11 Oktober 1997) bergabung dengan Infanterie-Regiment 26 tanggal 1 Oktober 1938, dilanjutkan dengan Füsilier-Bataillon 83 tahun 1943. Anneken adalah seorang perwira kenyang pengalaman yang telah terlibat dalam banyak pertempuran serta operasi: Polandia, Prancis, Barbarossa, Białystok–Minsk, Smolensk, Moskow, Stalingrad, Kantong Kurland, dan Ofensif Prusia Timur. Pada bulan mei 1944, 83. Infanterie-Division ditugaskan untuk mempertahankan landasan pacu Opochka Ostrov (yang sangat strategis bagi Heeresgruppe Nord) dari serangan pasukan Rusia. Dalam pertempuran sengit yang kemudian terjadi, Anneken memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang patut dibanggakan dan berperan penting sehingga landasan pacu tersebut tetap di tangan Jerman dan setiap serangan musuh berhasil diatasi. Karenanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juni 1944 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 1.Kompanie / Füsilier-Bataillon 83 / 83.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Dia selamat sampai dengan berakhirnya perang dengan jabatan terakhir sebagai Chef 3. Kompanie / Füsilier-Bataillon (AA) 353. Udo Anneken meninggal di Brombachtal-Langen (Jerman) tepat di hari ulang tahunnya yang ke-80 tanggal 11 Oktober 1997! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: SA-Sportabzeichen in Bronze; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juni 1940) dan I.Klasse (3 Februari 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944)


 
 Feldwebel der Reserve Georg "Girgl" Audenrieth (20 Juli 1917 – 15 Januari 1999) adalah anak tukang kayu yang bergabung dengan Gebirgsjäger-Regiment 100 tanggal 5 November 1937. Disini dia menjadi anggota unit sandi (Nachrichten) dan "melanglangbuana" dalam berbagai pertempuran, dari Polandia, Prancis, Yugoslavia, sampai Rusia. Dalam pertempuran musim dingin yang getir di sekitar Mius tahun 1941/1942, Audenrieth menderita radang beku (frostbite) stadium 2 dan 3 sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit yang berdekatan dengan front tanggal 17 Februari 1942. Ternyata pengobatan seadanya di rumah sakit lapangan membuat Audenrieth kembali masuk rumah sakit atas kasus yang sama lima bulan kemudian dan membuatnya dibawa ke meja operasi. Pada bulan Agustus 1944 mantan Sekutu Jerman yaitu Bulgaria dan Rumania membelot berpihak pada Soviet. Hal ini membuat situasi pasukan Wehrmacht di Balkan begitu sulit karena harus menhadapi beberapa musuh sekaligus (selain pasukan Soviet dan Partisan Yugoslavia), terutama bagi 1. Gebirgs-Division dimana prajurit Audenrieth bergabung. Di pagi Natal tahun 1944 musuh menerobos masuk pertahanan Jerman di Grabovo, Serbia. Di wilayah dimana kompi Audenreith bertugas menjaga dua buah jembatan juga terkena serangan gencar yang sama sehingga harus mundur cerai berai. Disinilah sang prajurit berinisiatif untuk merebut kembali jembatan yang berharga sebelum musuh mengkonsolidasikan kekuatannya dan bertambah besar. Dengan hanya ditemani oleh seorang kamerad bernama Nikolaus Riehr dan mendapat support dari perwira artileri Oberleutnant Karlheinz Kummer sebagai observer (dan nantinya ikut membantu), sang prajurit sandi menyeruduk bagai Rambo dan membabat habis dua lubang pertahanan pertama yang dia jumpai. Pertempuran berlangsung luar biasa sengit dan berkembang menjadi duel satu lawan satu. Riehr yang bertugas sebagai pendukung menghabisi nyawa setiap prajurit musuh yang mencoba merecoki amuk Audenrieth dari jauh. Akhirnya setelah jibaku usai, tercatat 52 mayat prajurit Bulgaria dan Soviet berserakan dimana-mana, "hasil karya" dari duo Audenreith-Riehr! Tidak hanya itu, kedua orang tersebut juga membawa rampasan 7 senapan mesin berat, 20 senapan mesin ringan, plus 18 orang tawanan dengan salah seorang di antaranya perwira! Mereka telah membuat front di wilayah Grabovo stabil kembali, dan atas jasa-jasanya yang luar biasa Audenrieth Dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Februari 1945 sebagai Stabsgefreiter dan Gruppenführer 3.Kompanie / Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division / XXII.Gebirgskorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr (15 Desember 1955 - 30 September 1969) sebagai  Funkmeister (operator radio) dan pensiun dengan pangkat Hauptfeldwebel. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1 Agustus 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1941) dan I.Klasse (17 Oktober 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (12 Juli 1942); Edelweißring der 1. Gebirgs-Division (11 November 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (12 Juli 1943) dan in Silber (6 Januari 1945)


Hauptmann Hans-Heinrich Aster dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 27 Januari 1944 sebagai Oberleutnant di I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 108 / 14. Panzer-Division. Dia memulai pelatihan militer tanggal 1 Desember 1939 - Mei 1940 dan mulai bertugas di Panzergrenadier-Regiment 108 periode 1 Maret 1943 - 3 Desember 1944. Dari mulai 4 Desember 1944, Aster ditempatkan sebagai Ordonnanz-Offzier di Generalinspekteur der Panzertruppen. Dia dipromosikan sebagai Hauptmann tanggal 1 September 1944. Dalam foto studio ini Aster mengenakan feldanzug (seragam lapangan) M44 dengan medali-medali yang tersemat (selain DKiG): pita Eisernes Kreuz II.Klasse dan Ostmedaille, Nahkampfspange in Silber, Panzerkampfabzeichen in Bronze, Eisernes Kreuz I.Klasse, dan Verwundetenabzeichen in Silber



 Leutnant der Reserve Heinz Auert (11 Juni 1921 - 18 Februari 2002) menjadi anggota RAD-Abteilung 9/140 dalam kampanye di Barat tahun 1940. Tak lama kemudian dia bergabung dengan Wehrmacht dan menjadi prajurit di 4.Kompanie / Kradschützen-Abteilung 54 / 14.Infanterie-Division. Pada musim panas 1943 dia mendapat DKiG atas keberanian yang terus-menerus, ditambah dengan NKiB tak lama kemudian. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Februari 1945 sebagai Leutnant dan Führer 2.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 116 / 116.Panzer-Division "Windhund" / XXXXVII.Panzerkorps / 1.Fallschirmarmee / Heeresgruppe H atas prestasinya dalam Pertempuran Tonjolan (Battle of the Bulge). Dia mengambil alih komando kompi setelah komandannya terluka. Dalam pertempuran di sekitar Buret, dimana musuh mempunyai kekuatan yang besar, batalyon tempat Auert bertugas mendapat bombardir artileri dari meriam semua kaliber. Dalam kondisi yang terpuruk ini Auert melihat kesempatan dalam kesempitan saat lubang pertahanan lawan terbuka. Dia langsung memerintahkan menyerang sebelum mendapat perintah dari atasannya atau mendapat dukungan senjata berat. Pasukan Amerika benar-benar terkejut dan kemudian mundur kocar-kacir ke arah barat! Auert sendiri terluka tak lama kemudian tanggal 27 Desember 1944 sehingga harus dirawat di Lazarett (rumah sakit). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Desember 1941) dan I.Klasse (18 Maret 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (8 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Panzerkampfabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz (13 Januari 1943), in Silber dan in Gold; Nahkampfspange in Bronze (25 Oktober 1943) dan in Silber (1944); serta Deutsches Kreuz in Gold (26 Mei 1943)


Oberstleutnant Karl Baacke (15 Mei 1907 - 2 April 1944) tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub #352 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Desember 1943. Saat itu dia menjabat sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division / III.Panzer-Korps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Baris medalinya, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (2 Agustus 1942); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Wehrmacht-Dienstauszeichnung III. Klasse; Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen; Ordinul Coroana Romaniei (Romanian Order of the Crown with swords); dan Cruciada împotriva comunismului Romaniei (Romanian Crusade Against Communism medal). Di luar dari itu, dia juga mendapat Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (18 Juli 1940); Nahkampfspange in Bronze (1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #1090 (15 Juli 1942); Krimschild (21 Agustus 1942); Voenen Orden "za Hrabrost" IV.Stepen 1 Klas Bulgaria (1941); dan Deutsches Kreuz in Gold #322/2 (28 Februari 1943). Namanya disebutkan pula dalam Wehrmachtbericht (siaran propaganda radio Wehrmacht) edisi 27 April 1941 dan 21 Juni 1942. Mantan didikan Erwin Rommel di Sennelager ini sebelumnya telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 Juni 1941 sebagai Hauptmann dan Chef 2.Kompanie / Grenz-Infanterie-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division / XVIII.Gebirgskorps / 12.Armee atas kinerjanya dalam penyerbuan Jerman ke Balkan, terutama dalam Pertempuran Thermopylae (yang lebih dari 2000 tahun sebelumnya menjadi lokasi pertempuran antara Leonidas raja Sparta melawan Xerxes raja Persia!). Wehrmachtbericht mengudarakan kepahlawanannya: "Kapten resimen infanteri Baacke telah memperlihatkan prestasinya yang menonjol dalam Pertempuran Thermopylae. Dia menempatkan detasemen yang bermanuver dan membuka sebuah jalan pintas sempit yang strategis dalam pertempuran yang berlangsung sampai malam menghadapi posisi pertahanan musuh yang dipersiapkan dengan baik, serta merampas 24 senjata berat". Medali Eichenlaub diterimanya atas kepahlawanannya dalam menerobos kepungan Rusia di Cherkassy sehingga memampukan pasukan Jerman menyelamatkan prajuritnya yang terluak serta amunisi yang berharga. Perwira yang luar biasa berani ini (lihat saja Nahkampfspange di seragamnya yang merupakan bukti bahwa dia "doyan" bertempur dalam jarak dekat!) gugur dalam pertempuran di kantong Kamenez-Podolsk saat berusaha menerobos kepungan musuh. Dahsyatnya, dia yang notabene perwira tinggi malah keluar paling akhir bersama dengan pasukan belakang dan lebih memilih untuk menyelamatkan anakbuahnya terlebih dahulu daripada dia! Dua kali Baacke direkomendasikan untuk mendapatkan Schwerter (8 April 1944 dan 16 April 1944) oleh 280. Infanterie-Division, tapi dua-duanya ditolak melalui keputusan OKW tertanggal 2 Mei 1944


Major Fritz Backhauss (9 Februari 1915 - 7 Maret 1971) menjadi anggota 4. (Preuß.) Infanterie-Regiment tanggal 4 April 1934. Setelah mengikuti kursus senjata lanjutan tahun 1936, dia pindah tugas ke Infanterie-Regiment 119 setahun kemudian. Backhauss ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia, Prancis serta Rusia, dan seringkali terluka karena selalu memilih untuk memimpin pasukannya dari depan. Di malam tanggal 11-12 Januari 1944 Backhauss memimpin batalyonnya dalam mempertahankan posisi mereka dari serangan sekitar 50 tank Rusia. Dia memilih untuk tidak diam saja dan bermanuver ke samping sehingga menghantam musuh dari arah yang tidak diduga. Taktiknya berhasil dan musuh pun kabur dengan meninggalkan korban besar. Atas prestasinya tersebut Backhauss menjadi anggota ke-17 dari 4. Gebirgs-Division yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Februari 1944 sebagai Hauptmann dan Kommandeur III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 13 / 4.Gebirgs-Division / XXXXIV.Armeekorps / 3. rumänische Armee / Heeresgruppe A. Di akhir perang dia menyerahkan diri pada pasukan Amerika di wilayah Innsbruck dan dilepaskan bulan Juni 1945. Setelahnya dia melanjutkan karir di Bundeswehr (26 April 1956) sampai dengan kematiannya sebagai seorang Oberstleutnant pada bulan Maret 1971 di Rumah Sakit Militer Koblenz karena sakit, hanya beberapa hari sebelum rencana pensiunnya (31 Maret 1971)! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Mei 1940) dan I.Klasse (7 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (6 Juni 1940) dan in Silber (19 April 1943); Infanterie-Sturmabzeichen (25 Agustus 1940); Krone Rumäniens mit Schwertern am Band V. Klasse (5 November 1941); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV.Stepen 2 klas Bulgaria (26 Agustus 1942); Dienstauszeichnung IV. Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Rumänische Erinnerungsmedaille "Kreuzzug gegen den Kommunismus" mit oxyd. Spange Kaukasus (1 September 1943); Nahkampfspange in Bronze (1 September 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (8 Desember 1943)



 Oberstleutnant Friedrich "Fritz" Bader (21 Juni 1908 - 16 Mei 1997) merupakan seorang intelektual yang mempelajari bahasa Inggris dan Prancis serta Geografi sebelum perang. Pada tanggal 1 April 1930 dia bergabung dengan 11. (Sächs.) Infanterie-Regiment. Lima tahun kemudian Bader mulai bertugas di unit pasukan gunung (Gebirgsjäger) dan terpilih menjadi salah satu anggota tim ski Jerman dalam Olimpiade Musim Dingin di Garmisch-Partenkirchen tahun 1936. Pengalaman militer Bader semakin bertambah dari waktu ke waktu setelah dia mengikuti banyak kampanye militer Wehrmacht seperti Anschluss Austria, Invasi Polandia, invasi Yugoslavia, Pertempuran Kaukasus, Operasi Edelweiss, kampanye Italia dan Pertempuran Monte Cassino. Dia selalu turut serta di hampir seluruh operasi pasukan Jerman di gunung-gunung tertinggi di Eropa, termasuk di Mont Blanc. Bader dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Agustus 1944 sebagai Major dan Kommandeur Hochgebirgsjäger-Bataillon 3  / LXXV.Armeekorps / Armee Ligurien / Heeresgruppe C atas kepahlawanannya dalam pertempuran di Monte Cassino dan Monte LaPezzo, dimana batalyonnya melindungi gerak mundur pasukan utama Jerman dari kedua kota tersebut sekaligus bertempur di kelebatan hutan Italia melawan gabungan pasukan Inggris dan Maroko yang berhasil dia porak porandakan. Pada tanggal 1 September 1944 Bader mengambil alih komando Gebirgsjäger-Regiment 85 yang dia pimpin sampai berakhirnya perang. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (8 November 1938); Eisernes Kreuzes II klasse (30 Juni 1941) dan I klasse (3 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (12 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (19 November 1942) dan Silber (13 Februari 1944); Ostmedaille (1 Agustus 1942); Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943); Red Krune Kralya Zvonimira II.Stupnja Cross with Oakleaves (22 September 1943); serta Ehrenblattspange des Heeres (17 Juli 1944)


 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Iniliah dia: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)



Hauptmann der Reserve Emil Bäuerle (10 Mei 1917 - 16 Maret 2007) bergabung dengan kompi anti-tank dari Infanterie-Regiment 56 tanggal 14 November 1938. Dia tetap bersama dengan unit ini sampai dengan akhir perang. Deutsches Kreuz in Gold didapatkannya tanggal 20 September 1943 sebagai penghargaan atas prestasinya dalam pertempuran di Penna, selatan Staraya Russa. Setelah ini bintang Bäuerle makin moncer saja, terutama dalam Pertempuran Kovel dimana dia mempertontonkan kecakapannya dalam memimpin kompinya tidak hanya sekali atau dua kali melainkan berkali-kali. Dalam pertempuran di Zyrycze dia dan pasukannya berhasil membangun sebuah jembatan darurat yang melintasi 2km genangan air sehingga memampukan pasukan Jerman yang terperangkap untuk lolos dari kepungan Soviet. Pada tanggal 25 Maret 1944 dia terluka parah oleh pecahan granat sehingga ditarik dari front untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit Ulm ad Donau. Disana Bäuerle mendapat berita tentang penganugerahan Ritterkreuz sehingga medalinya dikalungkan oleh kepala rumah sakit sebagai pejabat dengan pangkat tertinggi yang kebetulan ada disana! Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tersebut secara resmi diberikan tanggal 4 Mei 1944 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 8.Kompanie / II.Bataillon / Jäger-Regiment 56 / 5.Jäger-Division / LVI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Setelah sembuh dari luka-lukanya Bäuerle kembali ke unit lamanya dan bertempur dengan semangat yang sama dalam gerak mundur pasukan Wehrmacht dari Front timur di musim dingin 1944/1945. Dia ditawan oleh pasukan Soviet dari tanggal 11 Maret 1945 s/d 18 Desember 1948. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1 Agustus 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Agustus 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 Oktober 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (30 Juli 1942); Nahkampfspange in Bronze (5 September 1943); Deutsches Kreuz in Gold (20 September 1943); serta Verwundetenabzeichen in Gold (20 April 1944)


 
Hauptmann der Reserve Karl Baier (4 April 1916 - 23 November 1970) pertama kali masuk Wehrmacht tahun 1937. Dari sana karirnya berlanjut, dimulai dari 13.Kompanie / Infanterie-Regiment 118, I.Bataillon / Grenadier-Regiment 570, sampai menjadi Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 1036. Baier dipromosikan menjadi Leutnant pada tanggal 16 Maret 1940, dilanjutkan dengan menjadi Oberleutnant (25 April 1942) dan Hauptmann (31 Maret 1943). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Oktober 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 1036 / 59.Infanterie-Division / LXXXVIII.Armeekorps / 15.Armee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Nahkampfspange in Bronze


 
 Gefreiter Hans Baindner (30 Januari 1924 - 9 Mei 2003) bergabung dengan Wehrmacht tanggal 13 Januari 1943 dan mendapat pelatihan dasarnya di Gebirgsjäger-Ersatz-Regiment 99. Kemudian dia ditempatkan di 11. / Jäger-Regiment 228 sebagai penembak senapan mesin. Pada tanggal 9 April 1944, pasukan infanteri Rusia dibantu dengan tank berhasil menerobos masuk ke pos komando III./JR 228 di Usciezko. Melihat situasi yang kritis tersebut, Baindner mengambil keputusan untuk menghancurkan dua di antaranya menggunakan senjata genggam tangan. Hancurnya dua tank T-34 musuh diikuti dengan serangan balik pihak Jerman yang memaksa pasukan Rusia mundur kembali. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Juni 1944 sebagai Gefreiter dan MG-Schütze di 11.Kompanie / III.Bataillon / Jäger-Regiment 228 / 101.Jäger-Division / XI.Armeekorps / 1. ungarische Armee / Heeresgruppe Nordukraine. Pada tanggal 13 Juli 1944 dia dipindahkan ke Jäger-Ersatz-Bataillon 75 di Donaueschingen dan selamat sampai perang usai. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Maret 1944); Eisernes Kreuz I.Klasse (2 April 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Eichenblatt-Ärmelabzeichen; Panzervernichtungsabzeichen in Silber (2 buah, untuk dua tank T-34 yang dihancurkannya di pagi tanggal 9 April 1944); serta Nahkampfspange in Bronze



Unteroffizier der Reserve Kurt Bajorat (2 Desember 1922 - 15 Januari 1945) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 493 pada tahun 1941. Setahun setelahnya dia ditempatkan di Feld-Ersatz-Bataillon 206, dilanjutkan dengan Schützen-Regiment 13. Dalam pertempuran di Zaczernece (Kovel), gerak maju dua kompi batalyonnya terhenti oleh tembakan gencar pihak Rusia. Melihat itu, Gruppenführer Bajorat maju seorang diri menyerbu posisi pertahanan musuh dengan hanya bermodalkan granat serta MP-40, dan membungkam tembakan mereka. Tidak menunggu dimulainya kembali gerak maju kompinya, Bajorat kembali menyerbu desa yang diduduki musuh paling depan, membunuh pengamat artileri musuh dan berperan paling besar dalam pendudukan desa tersebut oleh pasukannya (dalam pertempuran itu sendiri dia terluka). Atas prestasinya yang tidak main-main tersebut Bajorat dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Mei 1944 sebagai Obergefreiter dan Gruppenführer di 3.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 13 / 5.Panzer-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Dia terbunuh dalam pertempuran di Katenau-Ebenrode tanggal 15 Januari 1945 selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur oleh pasukan Soviet. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Mei 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (5 Oktober 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944). Pertempuran besar yang pernah diikutinya: Operasi Mars, Pertempuran Kursk, Ofensif Baltik, Pertempuran Memel, dan Ofensif Prusia Timur


 Hauptmann der Reserve Benno Barall (28 Agustus 1900 - 14 Februari 1983) lahir - dan meninggal - di Duisburg, Nordrhein-Westfalen (Jerman). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 September 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 227 / 227.Infanterie-Division / XXXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Nahkampfspange in Bronze; serta Deutsches Kreuz in Gold (15 Juni 1944). Tidak ada keterangan lain tentangnya


Oberleutnant der Reserve Hans Barthle (5 Februari 1914 - 27 April 1987) bergabung dengan Infanterie-Regiment 119 tanggal 4 Januari 1937. Tugas perang pertamanya adalah menjaga benteng perbatasan Westwall di musim dingin 1939/1940, dilanjutkan dengan kampanye di Prancis dan Rusia. Sebagai seorang komandan kompi, Barthle terlibat dalam pertempuran sengit di jalanan sepanjang Orscha-Smolensk tanggal 14 November 1943. Sayap kiri pasukan Jerman yang ditempati oleh resimennya mendapat serangan bergelombang dari Tentara Merah. Saat mereka berhasil menerobos masuk, pihak Jerman segera melakukan serangan balasan untuk menetralisasinya dan kekuatan musuh pun hancur. Selama beberapa hari berikutnya Barthle dan unitnya mempertahankan mati-matian wilayah mereka dari serangan berkali-kali yang dilancarkan oleh musuh. Perlawanan yang mereka galang begitu kokohnya sehingga mendapatkan perhatian dari rakyat Jerman setelah diberitakan dalam Wehrmachtbericht edisi 19 November 1943. Dalam pertempuran ini pula Barthle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Desember 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 119 (motorisiert) / 25.Panzergrenadier-Division / XXVII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 20 November 1944 dia ditransfer ke Panzer-Grenadier-Ersatz- und Ausbildung-Bataillon 215 untuk menyebarkan keahliannya pada rekrutan baru Wehrmacht. Pada tanggal 12 Desember 1944 dia dipindahkan lagi ke Führer-Grenadier-Brigade "Grossdeutschland". Barthle terluka dalam pertempuran tanggal 12 Februari 1945 dan menghabiskan sisa perang menjalani masa perawatan di Lazarett (Rumah Sakit) Freienwalde. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 Agustus 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944)



Oberstleutnant Hans-Dieter von Basse 16 Juni 1916 - 16 April 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 47 tanggal 20 Oktober 1936. Setelah menjadi instruktur di Kriegschule Dresden, dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 51 dimana dia bertugas sebagai Zugführer (Komandan Peleton). Bersama dengan unitnya Basse ikut serta dalam invasi Jerman ke Prancis tahun 1940. Pada tanggal 22 Januari 1943 dia menjadi Kompaniechef (Komandan Kompi) di Füsilier-Regiment "Großdeutschland". Setelah dipromosikan menjadi Major tanggal 20 Februari 1944, Basse dipercaya untuk menjadi Komandan Batalyon SPW di resimennya. Dalam pertempuran sengit melawan pasukan Soviet di Vilkaviškis (Latvia) tanggal 12 Agustus 1944, Basse bersama dengan batalyonnya mati-matian mempertahankan sebuah jembatan vital dari serbuan bergelombang musuh yang berusaha menerobos pertahanan Jerman. Sang Bataillonskommandeur menyadari peran penting jembatan tersebut karena bila Tentara Merah berhasil menembus pertahanannya maka wilayah antara Heeresgruppe Nord dan Heeresgruppe Mitte yang kosong akan "terbelah dua" sehingga mengancam eksistensi Wehrmacht di Front Timur secara keseluruhan. Begitu dahsyatnya pertempuran yang terjadi di bibir jembatan sehingga setelah serangan bertubi-tubi Soviet mentok di tangan anakbuah Basse yang tidak bergeming, Komandan Resimen Horst Niemack dengan bangga menjuluki Batalyon Basse sebagai "Löwen-Bataillon" (Batalyon Singa) dan merekomendasikan komandannya untuk dianugerahi Ritterkreuz. Rekomendasi tersebut diterima dan Basse secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1944 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Panzer-Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / XXXIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte, bersama dengan Unteroffizier Hans Roeger dari 1. Kompanie. Pada tanggal 20 Desember 1944 Basse diangkat sebagai Führer Panzerkorps-Füsilier-Regiments "Großdeutschland", dilanjutkan dengan penunjukan sebagai Kommandeur Panzertruppenschule Bergen und Regimentsführer-Lehrgang. Jabatan yang terakhir tidak sempat dipegangnya karena situasi front pertempuran yang memburuk membuat Basse terus berkomitmen di medan perang. Sang perwira berdedikasi ini dinyatakan musnah bersama dengan seluruh anakbuahnya dalam pertempuran penghabisan di Bahnhof Godnicken (Samland) tanggal 16 April 1945. Jenazahnya ditemukan dengan luka tembak di kepala! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Ärmelband Großdeutschland; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (4 Desember 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (18 Juli 1941); Medaille Winterschlacht im Osten (23 Juli 1942); Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1944)


 Leutnant der Reserve Adolf Baum (19 Maret 1914 - 15 September 2003) bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 tanggal 28 Oktober 1935, dilanjutkan dengan Infanterie-Regiment 110 tanggal 30 September 1937. Saat mobilisasi tahun 1939, Baum sudah loncat lagi ke Infanterie-Regiment 181, dan bersama dengan unitnya tersebut dia bertugas menjaga Benteng Barat yang berbatasan dengan Prancis. Pada tanggal 3 Februari 1940 dia ditransfer ke Infanterie-Regiment 205, dilanjutkan dengan Infanterie-Regiment 2 beberapa hari kemudian. Baum ikut serta dalam penyerbuan ke Prancis di tahun itu dan ditugaskan untuk menjaga Paris setelahnya. Ketika Jerman menyerbu Uni Soviet setahun kemudian, sang prajurit dari Hesse juga turut berpartisipasi. Dia terluka dalam Pertempuran Moskow sehingga harus mendapatkan perawatan. Setelah pulih, Baum ditempatkan di berbagai unit yang berbeda sebelum akhirnya "menetap" di Füsilier-Bataillon 197 tanggal 16 Desember 1943. Sebagai seorang komandan peleton, dia menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di jembatan Noviki (Vitebsk) awal bulan Maret 1944 ketika dia dan 12 orang anakbuahnya mempertahankan jembatan tersebut dari serbuan 400 orang Tentara Merah. Baum bahkan mampu melakukan serangan balasan dan meninggalkan 136 prajurit musuh tergeletak tak bernyawa di akhir pertempuran! Begitu heroiknya apa yang telah dilakukannya sehingga namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht) edisi 8 Maret 1944 dan, tentu saja, dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Maret 1944 sebagai seorang Oberfeldwebel dan Zugführer di 1.Kompanie / Füsilier-Bataillon 197 / VI.Armeekorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 1 Agustus 1944 dia naik pangkat menjadi Leutnant der Reserve dan kemudian dipindahkan (lagi) ke Grenadier-Regiment 279. Ini pun bukan unit terakhirnya, karena di akhir perang Baum tercatat menjadi "Kurieroffizier im Stab des AOK 7". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Nahkampfspange in Bronze



Major der Reserve Richard Bausch (10 Agustus 1910 - 22 Maret 1974) bergabung dengan Infanterie-Regiment 87 pada bulan September 1936 setelah mengikuti pelatihan yang berlangsung selama beberapa bulan. Setelah mobilisasi pada bulan Agustus 1939, Bausch ditempatkan sebagai komandan peleton di Infanterie-Regiment 36. Dia ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Prancis (1940), dilanjutkan dengan invasi atas Rusia (1941). Pada bulan November 1942 dia ditunjuk untuk melatih pasukan gunung Rumania sebelum dikembalikan ke unit lamanya. Selama berlangsungnya evakuasi Jembatan Nikopol pada awal tahun 1944, Bausch dan batalyon pimpinannya diperintahkan untuk mengamankan gerak mundur divisi induk dari kejaran pasukan Soviet. Dalam pertempuran sengit yang terjadi di wilayah Marinskoye-Voronzovka- Mikhailovka, batalyon Bausch menjadi sasaran utama serangan musuh. Meskipun unit lain di kiri dan kanannya memilih untuk mundur karena digempur habis-habisan, Bausch tetap tak bergeming dan bertahan mati-matian. Meskipun dua orang komandan kompi serta ajudan batalyon kemudian tewas dalam pertempuran, Bausch malah memutuskan untuk melakukan serangan balik merebut kembali posisi yang diduduki musuh dengan dia berada paling depan. Pasukan Rusia yang kaget kemudian tunggang langgang dan meninggalkan mesin-mesin perang serta suplai perbekalan mereka. Pertempuran belum berakhir disini, dan sang Bataillonskommandeur dengan skill diatas rata-rata ini mengumpulkan kembali unitnya yang bercerai-berai lalu bersiap-siap untuk menghadapi serangan lanjutan musuh yang pasti terjadi. Benar saja, tak lama kemudian sekitar 200 orang Tentara Merah datang ke lokasi, hanya untuk disergap secara tiba-tiba oleh Bausch dan anakbuahnya. Sore harinya desa Mikhailovka yang menjadi pusat serangan Rusia tetap berada di tangan pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut Bausch dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juni 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer II.Bataillon / Grenadier-Regiment 57 / 9.Infanterie-Division / XXIX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Bausch tetap aktif bertempur sampai dengan bulan Januari 1945 ketika dia dinyatakan hilang di Ardennes. Kenyataannya, dia ditangkap oleh pasukan Amerika dan menghabiskan sisa perang sebagai tawanan. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Juli 1940) und I.Klasse (25 Juni 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (31 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Oktober 1942); Nahkampfspange in Bronze (15 Juli 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (11 Agustus 1943); Kubanschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (5 November 1942)


Oberfeldwebel Anton Bayer (30 Mei 1914 - 7 Juli 1996) bergabung dengan kompi anti-tank dari Infanterie-Regiment 19 pada tanggal 1 Oktober 1936. Bersama dengan unitnya tersebut, dia ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Rusia. Dari sejak tanggal 15 November 1941, peleton Bayer diperintahkan untuk mempertahankan sayap kiri XIII. Armeekorps dari kemungkinan serangan musuh. Pada tanggal 27 Agustus 1943, 15 tank T-34 Soviet mampu menerobos pertahanan Jerman di Dinatru 327 yang merupakan garis belakang Grenadier-Regiment 19 tempat Bayer bergabung. Pada sore harinya 10 tank telah berhasil dihancurkan dan garis pertahanan lama berhasil dihancurkan, tapi tak lama kemudian di malam harinya musuh kembali menyerang dengan kekuatan lapis baja yang lebih besar sehingga pasukan Jerman yang bertahan kocar-kacir. Atas inisiatif sendiri Bayer memindahkan meriam-meriam anti-tanknya ke dataran tinggi dan dari sana bersiap menunggu musuh yang datang. Dalam duel antara tank vs anti-tank yang kemudian terjadi, seluruh meriam Bayer hancur oleh tank Rusia kecuali satu, dan itu pun awaknya telah berhasil dilumpuhkan. Pantang untuk mundur, Bayer mengambil alih meriam tersebut dan mengoperasikannya sendirian. Adalah sebuah keajaiban bahwa manusia satu ini berhasil melewati pertempuran sengit yang kemudian terjadi tanpa terluka sedikitpun! Di pihak lain, dia berhasil menghancurkan tujuh tank Rusia dengan peluru-peluru meriam terakhirnya sebelum tank-tank lainnya mundur. Bayer kemudian meledakkan senjatanya (agar tidak bisa dipakai musuh) dan kemudian mundur ke garis pertahanan utama sendirian, hanya dengan bersenjatakan pistol! Atas usahanya tersebut, dia telah berhasil menetralisasi ancaman tank Rusia sekaligus mengamankan gerakan mundur pasukan Jerman. Bayer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Oktober 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 14.(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Di akhir perang dia ditawan oleh musuh utamanya Soviet dan baru dibebaskan pada tanggal 10 April 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1940) und I.Klasse (17 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (5 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Nahkampfspange in Bronze (14 November 1943); serta Verwundetenabzeichen in Silber (7 April 1945)


Mencret mencret dah lihat segambreng medali yang nempel di seragam Hauptmann Fritz Biermann ini! Dari foto ini kita bisa tahu medali dan penghargaan apa saja yang telah diraihnya: Eisernes Kreuzes II dan I klasse, Ostmedaille, Infanterie-Sturmabzeichen, Krimschild, Panzervernichtungsabzeichen, Nahkampfspange in Silber, Ehrenblattspange des Heeres (8 Maret 1942), ärmelband "KURLAND", Deutsches Kreuz in Gold (17 April 1943), dan Ritterkreuz (31 Agustus 1943). Padahal kalau dilihat dari wajahnya (apalagi dengan kacamatanya), orang pasti menyangka dia setelan kerja kantoran atau petugas perpustakaan!

 Hauptmann Hans-Georg Borck

 Hauptmann Günter Braake


Leutnant der Reserve Christian Braun


Major der Reserve Viktor Bruck (15 Juli 1916 - 4 Februari 1998) mengarungi medan pertempuran begitu seringnya sehingga berkali-kali pula dia mengalami luka-luka (dan luka yang sama ini pula yang membuatnya menjadi orang yang "berbeda" sampai akhir hayatnya!). Medali yang diraihnya: DRL Sportabzeichen; Kriegsverdienstkreuz II. Klasse mit Schwertern (1 Februari 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" atau Ostmedaille (6 Agustus 1942); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (27 Desember 1942) dan I. Klasse (7 Januari 1943); 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (23 September 1943), Silber, dan Gold (22 November 1944); Infanterie-Sturmabzeichen (28 Agustus 1944); Nahkampfspange in Bronze (3 September 1944); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (15 Oktober 1944); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (20 Oktober 1944)


Hauptmann der Reserve Karl Buckel


 Dalam foto tertanggal 16 Desember 1944 di atas, Oberst Heinrich Busse (10 April 1909 - 6 November 1998) dengan bangga memajang medali-medali bergengsi yang berserabutan di seragamnya: Eichenlaub #637 (28 Oktober 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (26 Maret 1944); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 November 1943); Nahkampfspange in Bronze; Eisernes Kreuz II.Klasse (21 Juni 1940) dan I.Klasse (22 Juli 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 April 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (Oktober 1943); dan Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (30 Maret 1940). Seusai perang Busse melanjutkan karir di Bundeswehr (26 April 1956 - 30 September 1967) dan pensiun (juga) dengan pangkat Oberst


 Major Werner Canders (25 Maret 1914 - 23 April 1993) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 6 April 1944 sebagai Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 408 / 121.Infanterie-Division. Sebelumnya dia telah mendapat Deutsches Kreuz in Gold tanggal 28 Juli 1942 sebagai Hauptmann dan 2.Kompanie / Infanterie-Regiment 408 / 121.Infanterie-Division. Penghargaan lain yang diraihnya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung 4-jährige (1 April 1935); Eisernes Kreuzes II.Klasse (2 Oktober 1939) dan I.Klasse (19 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Juli 1940), in Silber (27 Oktober 1941) dan in Gold (17 Maret 1943); Nahkampfspange in Bronze (14 Agustus 1943) dan in Silber (9 Juni 1944); Infanterie Sturmabzeichen in Silber (23 Agustus 1941); Die Medaille Winterschlacht Im Osten 1941/42 alias Ostmedaille (29 Juli 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres (28 April 1943)

 Major Oskar-Hubert Dennhardt

 Leutnant Rudolf Dusi dari Panzergrenadier-Regiment 33. Dia kehilangan tangan kanannya sebagai Unteroffizier di tahun 1943. Setelah sembuh dia kembali ke front tahun 1944 dan kemudian mendapatkan Nahkampfspange in Bronze. Hal ini hanya bisa menjelaskan satu hal: dia bertarung satu-lawan-satu melawan musuh dengan hanya menggunakan sebelah tangannya!


 Karl Frewer (21 Juli 1908 - 6 Maret 1945) meraih Ritterkreuz tanggal 12 November 1943 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 167/86.Infanterie-Division/LVI.Armeekorps/2.Armee/Heeresgruppe Mitte. Medali lain yang diraihnya: Deutsches Kreuz in Gold (28 Agustus 1943), Eisernes Kreuzes II. und I. Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, Nahkampfspange in Bronze, Verwundetenabzeichen in Gold, Ostmedaille, Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse (4 Jahre), Dienstauszeichnung der Wehrmacht III. Klasse (12 Jahre), dan Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen. Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant


Oberleutnant Hans Herbert Gewehr dari Jäger-Regiment 25/42.Jäger-Division. Foto ini diambil musim panas 1944 dalam masa liburannya. Disini dia mengenakan Nahkampfspange in Bronze, dan kemudian mendapatkan versi Silber-nya bulan April 1945 (bersamaan dengan Deutsches Kreuz in Gold). Unit terakhirnya adalah Fahnenjunker-Brigade Brummund/ Heeresgruppe Mitte. 42. Jäger-Division sendiri dibentuk tanggal 22 Desember 1943 di Kroasia dari 187. Reserve-Division. Setelah ikut ambil bagian dalam Unternehmen Margarethe (Pengambilalihan Hungaria secara militer bulan Maret 1944), divisi tersebut kembali ke Yugoslavia bulan Mei dan ditransfer ke Italia dua bulan kemudian. Mereka menyerah ke pasukan Inggris di dekat Belluno, Italia utara, bulan April 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Gewehr: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber serta Verwundetenabzeichen in Silber


 Oberleutnant Fritz Grünberg dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 5 Mei 1943 saat bertugas di 3.Kompanie /Panzergrenadier-Regiment 5 / 12.Panzer-Division / XXXXVI.Armeekorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Selain dari DKiG, dalam foto di atas kita juga bisa melihat bahwa Grünberg mendapat pula Nahkampfspange in Bronze


 Oberstleutnant Hermann Haderecker (27 April 1915 - 5 Agustus 2001) adalah perwira dari 10. Infanterie-Division yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 20 (motorisiert). Dia ditangkap oleh pasukan Soviet pada tahun 1945 dan baru dilepaskan 10 tahun kemudian (1955). Haderecker lalu melanjutkan karir di Bundeswehr (3 September 1956 - 30 September 1973) dan pensiun dengan pangkat Oberst. Medali lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (18 Oktober 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Oktober 1939) dan I.Klasse (16 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (24 Agustus 1943); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (4 September 1943), Nahkampfspange in Bronze (20 April 1944), Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (31 Agustus 1943), dan Deutsches Kreuz in Gold (14 April 1942)


Unteroffizier der Reserve Ruprecht Kral (18 Desember 1919 - 9 September 1983) yang merupakan kelahiran Nispitz, Kreis Znaim di Sudmähren adalah anak seorang petani keturunan Jerman di Sudetenland (yang waktu itu masih menjadi bagian dari Cekoslowakia). Setelah bekerja sebagai pelayan, dia kemudian bergabung dengan Wehrmacht tak lama setelah anschluss tahun 1938. Dia ikut bertempur bersama Infanterie-Regiment 19 "List" di Polandia, Belgia, Prancis (Lille, Dunkirk) dan Rusia (Minsk, Smolensk, Moskow). Dalam pertempuran di rawa-rawa dekat jembatan Narev di Bug, Kral dan awaknya yang bermodalkan sebuah Panzerjäger menghadapi serangan tank-tank Rusia yang berhasil menerobos di antara dua kubu pertahanan Jerman. Kral langsung menghantam setiap tank musuh yang masuk ke lubang pertahanannya, sampai akhirnya kendaraan lapis bajanyapun kena giliran dihantam tembakan yang mengakibatkan satu orang awak tewas dan tiga lainnya terluka (termasuk Kral). Mengetahui bahwa kendaraannya masih berfungsi, awaknya yang terluka tetap menembak setiap tank musuh yang nongol sampai meriamnya macet. Saat teman-temannya melakukan perbaikan di tengah hujan tembakan, Kral menberondong pasukan infanteri Soviet yang kini giliran menyerbu (tanknya sudah habis!). Meskipun pahanya kena tembak, dia dan kawan-kawannya tetap tidak mau menyerah dan pertempuran berlanjut satu jam lamanya sebelum bala bantuan Jerman datang. Atas jasa-jasanya tersebut Unteroffizier d.R. Kral dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Mei 1944 sebagai Geschützführer di 14.Kompanie(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / XXIII.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Juli 1942) dan I.Klasse (22 Oktober 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (1943) dan in Silber. Seusai perang dia bekerja sebagai pekerja tambang dan merupakan ayah dari empat orang anak laki-laki


Hauptmann Fredinand Frech (4 Maret 1920 - 25 Januari 1945) dari Jäger-Bataillon 2 merupakan seorang perwira yang luar biasa berani di medan pertempuran, yang terlihat dari segambreng medali prestisius yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Nahkampfspange in Bronze, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; empat buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 Juli 1943); Deutsches Kreuz in Gold (13 Mei 1943); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (5 Desember 1943). Bisa dibilang kemanapun orang ini berjalan, maka disitu pula yang lainnya akan ngiler demi melihat "pameran medali" di seragamnya! Frech dinyatakan hilang sewaktu memimpin "Kampfgruppe Frech" dalam pertempuran di selatan Stargard/Pommerania (Jerman) bulan Januari 1945. Versi lain menyebutkan bahwa dia telah gugur dalam pertempuran di tempat yang sama bulan November 1944 sebelumnya


 Oberleutnant der Reserve August Günther dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 9 Oktober 1944 sebagai Leutnant der Reserve di I.Bataillon / Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division / XXXXII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Gold; Nahkampfspange in Bronze; serta dua buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber


 Oberleutnant Horst Hain (22 Februari 1920 - 26 Mei 1994) memulai karirnya di RAD (Reichsarbeitsdienst) sebelum masuk Wehrmacht. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Maret 1945 sebagai Oberleutnant dan Chef 3.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division / III.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Divisinya menyerahkan diri pada pasukan Sekutu di akhir perang dan kebanyakan dari mereka tak lama kemudian dipulangkan kembali beberapa bulan setelahnya. Hain lalu melanjutkan karirnya di Bundeswehr dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1972 dengan pangkat Hauptmann. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1940) dan I.Klasse (22 Mei 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 Juni 1940), in Silber (1 September 1944) dan in Gold (4 September 1944); Panzerkampfabzeichen in Bronze (22 November 1940), II.Stufe "25" (20 Februari 1945) dan III.Stufe "50" (22 Februari 1945); Deutsches Kreuz in Gold (5 April 1943); Ärmelband Kreta (28 Mei 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (3 Mei 1944)


Oberst Karl Herzog (6 Juli 1906 - 25 Januari 1998) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 17 April 1945 sebagai Oberstleutnant dan komandan Heeres-Pionier-Sturmbrigade 627 (motorisiert). Dia ditangkap oleh Soviet bulan April 1945 di Pillau dan dipenjara sampai dengan tahun 1955. Herzog meneruskan karir di Bundeswehr dari tanggal 16 Agustus 1957 s/d 30 September 1966 dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Oktober 1939) dan I.Klasse (18 Juni 1940); Deutsches Kreuz in Gold (18 Mei 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (17 November 1942); Nahkampfspange in Bronze (21 Agustus 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Mei 1944); Ordinul Corona Romaneii Knight (15 Mei 1944); dan Verwundetenabzeichen in Schwarz (25 Juni 1944)

 
Leutnant Hanns Hönscheid



Hauptmann Alfred Jaedtke (31 Desember 1913 – 6 Juni 1992) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 September 1944 sebagai Kommandeur I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 14 / 5.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Medali lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4. Jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Panzerkampfabzeichen in Bronze; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (11 April 1944). Seusai perang dia melanjutkan karir di Bundeswehr (1956 - 31 Maret 1970) dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant

  
Major der Reserve Hans Kalb (17 April 1913 - 18 Agustus 1989) dianugerahi Ritterkrez des Eisernen Kreuzes tanggal 29 Februari 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 320 / 212.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Selain itu, dia juga mendapat medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen; Nahkampfspange; dan Deutsches Kreuz in Gold (13 Mei 1942 sebagai Leutnant der Reserve di 10.Kompanie / Infanterie-Regiment 423). Dalam foto ini dia mengenakan dienstanzug M36 dan einheitsfeldmütze M43


 Oberst Heinz Georg Lemm (1 Juni 1919 - 17 November 1994) dari Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division adalah perwira yang "bertempur dari awal sampai akhir" dan dianugerahi hampir semua medali keberanian Wehrmacht yang tersedia! Schwerter #137 (15 Maret 1945) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 April 1943) mit Eichenlaub #525 (11 Juli 1944); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) dan I.Klasse (31 Desember 1940); Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; dan Demjanskschild. Seusai perang Lemm melanjutkan karir di Bundeswehr (1957 - 30 September 1939), sempat menjadi Chef des Truppenamts der Bundeswehr, dan pensiun dengan pangkat Generalleutnant. Disini pun dia masih meraup dua medali prestisius sebagai tambahan: Großes Verdienstkreuz der Bundesrepublik Deutschland mit Stern (1979) serta Legion of Merit (1979). Masih belum cukup? Setelah pensiun dia sempat menjadi Ehrenpräsident (Presiden Kehormatan) dari Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger serta Rings deutscher Soldatenverbände!


 Major Anton "Toni" Müller (12 April 1914 – 27 Juli 2006) dari 290. Infanterie-Division dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze; Demjankschild; Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 September 1943); Deutsches Kreuz in Gold (3 November 1943); Ärmelband "KURLAND"; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3579 (10 September 1944) mit Eichenlaub #738 (14 Februari 1945). BTW, dia meninggal di hari yang sama dengan Ritterkreuzträger lainnya, Remi Schrijnen!


Oberstleutnant Rudolf Neubert adalah perwira dari 24.Infanterie-Division yang juga merupakan peraih Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938, Verwundetenabzeichen in Schwarz, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber, Nahkampfspange in Silber, Eisernes Kreuz II klasse (7 Juli 1941), Eisernes Kreuz I klasse (12 September 1941), Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942), Deutsches Kreuz in Gold (10 Januari 1943), Krimschild (1943), Ritterkreuz (29 Februari 1944), Ehrenblattspange des Heeres (7 Desember 1944), Ärmelband “Kurland” (kemungkinan besar), dan Eichenlaub (5 April 1945). Seusai perang dia melanjutkan karir kemiliterannya di Bundeswehr (1956 s/d 30 September 1972) dan pensiun dengan pangkat Oberst


Obergefreiter Ludwig Neumair memakai Nahkampfspange in Silber yang dia peroleh tanggal 15 Oktober 1944


 Hauptmann Karl-Heinrich Plöger (27 April 1914 - 5 April 1996) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 11 April 1942 sebagai Oberfeldwebel di 3.Kompanie / Schützen-Regiment 14 / 5.Panzer-Division, Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 5 Februari 1945 dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Maret 1945, dua-duanya sebagai Oberleutnant dan Chef 6.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 14 / 5.Panzer-Division. Berdasarkan keterangan dari Walther-Peer Fellgiebel (pengarang buku "Die Träger des Ritterkreuzes des Eisernen Kreuzes, 1939–1945: Die Inhaber der höchsten Auszeichnung des Zweiten Weltkrieges aller Wehrmachtteile"), Karl-Heinrich Plöger merubah namanya menjadi Karl-Heinz Schneekloth-Plöger seusai perang, entah dengan alasan apa!


Oberwachtmeister Wilhelm Rüger dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 11 Maret 1943 sebagai Feldwebel di Kradschützen-Bataillon 25/25.Infanterie-Division (mot.)/LIII.Armeekorps/2.Panzerarmee/Heeresgruppe Mitte. Dalam foto ini dia mengenakan DKiG bordiran versi lokal yang dijahitkan ke seragam hitam Panzertruppen-nya


 Dalam buku "Last Laurels: The German Defence of Upper Silesia, January-May 1945" karya Georg Gunter, Oberleutnant Albert Schneller dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold bulan April 1945 sebagai perwira di 1.Kompanie (panzerjäger) / schwere Ski-Bataillon / 1.Skijäger-Division / XXXXIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe A (sumber lain menyebutkan unitnya sebagai Infanterie-Regiment 61 / 7.Infanterie-Division / XVIII.Armeekorps / Armee Ostpreußen / Heeresgruppe Weichsel). Pada bulan Januari 1945, Oberschlesien telah menjadi wilayah industri terpenting di Jerman dengan tambang batubara, pabrik senjata dan pengolahan hidrogen-nya. Tak heran ketika Soviet melancarkan serangkaian ofensif massal yang bertujuan untuk menduduki wilayah tersebut, pihak Jerman melakukan pertahanan yang begitu sengit, hampir-hampir bunuh diri! Pembalasan dari Soviet pun begitu brutal, dan mereka melakukan banyak kejahatan terhadap kemanusiaan disana. Disinilah tempat Schneller bertempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Nahkampfspange; serta tiga buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber. Namanya dimasukkan sebagai penerima DKiG dalam daftar yang dikeluarkan oleh Horst Scheibert dalam bukunya yang terbit tahun 1992

 Oberstleutnant Ludwig "Lutz" Schütte (23 Mei 1912 – 13 April 1993) adalah perwira dari Bremen yang bertugas di 131. Infanterie-Division serta dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1942 sebagai Hauptmann di II.Bataillon / Grenadier-Regiment 432, dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Februari 1944 sebagai Major dan Kommandeur Divisions-Füsilier-Bataillon 131. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet bulan Maret 1945 di Kantong Heiligebeil saat berlangsungnya Ofensif Prusia Timur dan dipenjarakan sampai tahun 1955. Medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1943), Verwundetenabzeichen in Schwarz, dan Nahkampfspange in Bronze. Foto di atas diambil bulan Mei 1944


 
Oberstleutnant Martin Steglich (16 Juli 1915 - 20 Oktober 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1943 sebagai Hauptmann dan Führer II.Bataillon / Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division, dan Eichenlaub #816 tanggal 5 April 1945 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 1221 / 180.Infanterie-Division. Setelah Jerman menyerah dia ditawan oleh pasukan Amerika dan dilepaskan bulan Agustus 1945. Steglich kembali bertugas ketika Jerman Barat membentuk Bundesheer, dan pensiun dengan pangkat Oberst der Reserve. Medali-medali lain yang didapatnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (14 September 1939) dan I.Klasse (27 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #174 (28 Juli 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (30 Juli 1941); Deutsches Kreuz in Gold #52/32 (11 Januari 1942); Nahkampfspange in Bronze (Mei 1944); Demjanskschild (Mei 1944); dan Verwundetenabzeichen in Silber (Maret 1945)


 Feldwebel Franz Usdrowski adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 26 September 1944 sebagai Zugführer di 3.Kompanie/Pionier-Bataillon 2/32.Infanterie-Division/L.Armeekorps/18.Armee/Heeresgruppe Nord. Hebatnya dari orang ini adalah, dari awal perang sampai Jerman menyerah dia "setia" bertugas di unit dan kompi yang sama (3.Kompanie/Pionier-Bataillon 2)! Selain DKiG, dia juga tercatat sebagai peraih 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Juni 1940, atas luka yang didapatnya tanggal 14 Mei 1940); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (13 November 1940); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (24 Juni 1943); Demjansk-Schild (31 Desember 1943); Nahkampfspange 1.Stufe (22 Oktober 1943, atas 15 kali pertempuran jarak dekat); Allgemeines-Sturmabzeichen (30 Januari 1944); dan 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (16 Agustus 1944, atas dua luka tambahan yang didapatnya tanggal 31 Agustus 1942 dan 20 Juli 1944)


 Major der Reserve Konrad Zeller (9 September 1911 - 24 Januari 1996) adalah perwira "mengerikan" (jangan melihat penampilannya yang mirip pegawai perpustakaan!) dari 215. Infanterie-Division yang dianugerahi medali dan penghargaan sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Juli 1940) dan I.Klasse (14 Januari 1942); Die Medaille Winterschlacht Im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Infanterie Sturmabzeichen; Nahkampfspange; Deutsches Kreuz in Gold #231/23 (12 November 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #2270 (15 Oktober 1943); serta Eichenlaub #495 (9 Juni 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2520 (5 Januari 1944). Dia meneruskan karir di Bundeswehr seusai Perang Dunia II dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant der Reserve. Alamat terakhirnya adalah di Koppentalstrasse 13 D 7000 Stuttgart 1, Jerman, dengan nomor telepon +49711-298903



Oberstleutnant Werner Ziegler (30 April 1916 - 15 April 2001) dari Infanterie-Regiment 186 / 73.Infanterie-Division mengawali karir militernya di Infanterie-Regiment 20 tahun 1936 dan pada tahun 1939 sudah berpangkat Leutnant. Dia ikut berpartisipasi dari awal sampai akhir perang (1939-1945) dengan jabatan terakhir sebagai Stab V. Armeekorps. Seusai perang Ziegler bergabung dengan Bundeswehr (15 Januari 1956 - 10 Oktober 1967) dan pensiun dengan pangkat terakhir Oberst dan Kommandeur Panzergrenadier-Brigade 19 di Ahlen.. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Juli 1940) dan I.Klasse (26 April 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Nahkampfspange in Bronze; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #766 (31 Desember 1941) mit Eichenlaub #121 (8 September 1942) und Schwertern #102 (23 Oktober 1944)


Wilhelm "Willy" Zimmermann (21 Maret 1920 - 9 Februari 2002) meraih Ritterkreuz tanggal 23 Oktober 1944 sebagai Feldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 80. Selain itu, medali yang telah diraihnya adalah sebagai berikut: Infanterie-Sturmabzeichen (6 Desember 1941), Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 April 1942), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (22 April 1942), Eisernes Kreuz II klasse (31 Juli 1942), Eisernes Kreuz I klasse (3 September 1942), Verwundetenabzeichen in Silber (1 Maret 1943), Verwundetenabzeichen in Gold (14 September 1943), dan Nahkampfspange in Bronze (13 Oktober 1944). Pangkat terakhirnya adalah Oberfeldwebel

-----------------------------------------------------------

WAFFEN-SS

SS-Oberscharführer Siegfried Amerkamp (25 Maret 1920 - 3 September 1995) adalah anak tukang kayu yang pertama kali bergabung dengan Heer tanggal 3 Oktober 1940 sebagai Wehrpflichtiger (kadet) di Infanterie-Ersatz-Bataillon 15 (motorisiert). Setelah mendapat pelatihan dasar, dia diterjunkan di Front Timur dan bergabung dengan Infanterie-Regiment 451. Prajurit muda ini merupakan seorang petempur jempolan, dan segera dia meraup medali-medali keberanian yang bisa didapatkannya, termasuk Nahkampfspange in Bronze untuk 15 hari pertempuran jarak dekat. Sebagai seorang penembak senapan mesin, puncak prestasinya terjadi pada bulan Oktober 1943 di dekat Gomel ketika Rusia membangun jembatan di atas sungai Dnieper untuk kepentingan serangan ke pertahanan Jerman. Dua kompi dari Grenadier-Regiment 459 diserang sehingga garis depan mundur sampai sejauh 200 meter dan sebagian kantong pertahanan Jerman terputus dari pasukan utama. Amerkamp dan kelompoknya (Obergefreiter Marth, Bösener, Veth, Niedersteberg, dan Gefreiter Bach) memutuskan untuk menerobos musuh demi bisa kembali ke induk pasukannya. Dengan nekad di kala malam tiba mereka menyerbu satu demi satu lubang pertahanan Rusia yang baru didirikan, sekaligus menahan serangan dari pasukan musuh lain yang hendak membantu. Dengan hanya bermodalkan senapan mesin ringan dan granat tangan, kelompok kecil tapi "nyeureud" ini berhasil mendekati wilayah yang diduduki pihak Jerman. Ketika amunisi telah habis, maka digunakanlah sekop dan pistol suar! Akhirnya pasukan Jerman lain yang tergerak melihat "huru-hara" di garis belakang Rusia ikut membantu dan akibatnya posisi musuh berhasil dikuasai kembali! Atas prestasinya tersebut, Amerkamp dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 22 November 1943 sebagai Obergefreiter dan MG-Schütze - stellvertreter Gruppenführer Sturmkompanie Grenadier-Regiment 459 / 251. Infanterie-Division / LVI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Pada bulan Juli 1944 Unteroffizier Amerkamp terluka untuk yang ke-8 kalinya. Dia lalu dipindahkan ke Front Barat dan bertempur melawan pasukan Sekutu. Prajurit biasa mungkin akan bersyukur ditangkap hidup-hidup oleh musuh di tengah situasi yang tak berpengharapan, tapi berbeda dengan manusia satu ini. Ketika Amerika menangkapnya di Frankfurt bulan Maret 1945, Amerkamp memutuskan untuk melarikan diri dan melanjutkan bertempur dengan unit Waffen-SS karena mereka lebih fanatik dan tidak gampang menyerah! Unit terakhirnya adalah SS-Panzergrenadier-Regiment 37 dan disini Amerkamp berperan sebagai Zugführer (Kepala Peleton). Dia ditangkap untuk kedua kalinya oleh pasukan Amerika di dekat Tegernsee dan baru dibebaskan bulan Oktober 1946. Setelahnya Amerkamp melanjutkan karir di kampung halamannya di Duisburg sebagai grinder di pabrik besi. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Januari 1942) dan I.Klasse (3 September 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (17 Maret 1942), in Silber (7 Mei 1943) dan in Gold (16 September 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (5 Oktober 1943) dan in Silber (28 September 1944)


 
 Waffen-Obersturmführer der SS Roberts Ancāns (11 November 1919 - 1 Januari 1982) adalah mantan anggota militer Latvia yang kemudian bergabung dengan Waffen-SS bulan Februari 1942, kurang dari satu tahun setelah invasi Jerman atas Uni Soviet. Dia adalah salah satu dari kelompok sukarelawan Latvia yang terkepung di Cholm. Disana dia terluka dan setelah sembuh melanjutkan tugasnya di dekat Leningrad, rawa-rawa Volkhov, dan sungai Velikaya. Setelah pembentukan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) bulan Januari 1944, Ancāns ikut ambil bagian dalam pertempuran habis-habisan di Kurland yang terkepung. Dalam konfrontasi tanggal 24 Desember 1944, bersama dengan 180 orang anggota kompinya Ancāns menghancurkan serangan Soviet yang berusaha menerobos pertahanan yang digalang 19. Waffen-Grenadier-Division der SS dan 21. Luftwaffen-Feld-Division. Tidak kurang dari 12 tank musuh yang berhasil dihancurkan, dengan salah satunya secara pribadi dimusnahkan oleh Ancāns menggunakan senjata genggam-tangan! Setelah pasukan Jerman ditarik mundur, kompi Ancāns hanya tersisa 38 orang, dan itu pun kebanyakan dari mereka terluka serius! Atas prestasinya ini sang perwira Latvia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Führer Nahkampfschule Waffen-Feldersatz-Bataillon der SS Nr.19 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettischer No. 2) / 6.SS-Freiwillige-Armeekorps / Heeresgruppe Nord. Pada bulan Mei 1945 dia terluka parah dan ditarik keluar dari kantung Kurland menggunakan kapal laut hanya beberapa hari sebelum Jerman secara resmi menyerah. Seusai perang Ancāns tinggal di Jerman Barat tapi kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat. Dia meninggal dunia di New York pada Tahun Baru 1982 di usia 62 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (2 Oktober 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 April 1943) dan I.Klasse (27 Desember 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Oktober 1942); Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Gold (27 Desember 1944); serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber


 Waffen-Hauptscharführer der SS Žanis Ansons (4 Desember 1911 – 24 November 1968) adalah petani Latvia yang bergabung dengan lettischen Schutzmannschaft-Bataillon 24 tahun 1942 sebelum dipindahkan ke resimen sukarelawan SS Latvia bulan Maret 1943. Pada bulan April 1944 Ansons sudah berpangkat Waffen-Hauptscharführer der SS di 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 (lettische Nr. 6) "Imanta". Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Leningrad dan juga Kurland. Dalam pergulatan yang terakhir ini Ansons mendapat nama harum dengan selalu berada paling depan di medan perang sehingga dia direkomendasikan oleh atasannya untuk mendapatkan Ritterkreuz. Ketika rekomendasinya sedang diproses, sekali lagi sang bintara menunjukkan kemampuannya yang istimewa: di malam tanggal 27 Desember 1943 Tentara Merah telah menembus pertahanan pasukan Jerman dan maju sampai sejauh dua kilometer. Ansons, yang dikirim hanya untuk melakukan pengintaian di Point 73, menyadari bahwa kekuatan musuh yang masuk wilayah Jerman masih belum cukup kuat sehingga dia memutuskan untuk melakukan tindakan sebelum datang bala bantuan lebih banyak lagi. Dengan hanya ditemani oleh delapan orang prajurit dan bermodalkan senapan mesin dan granat dia menyerbu Point 73 yang ditempati oleh pasukan cadangan serta pengamat artileri Soviet. Serbuan tersebut begitu mendadak sehingga tak lama kemudian musuh dipaksa untuk pontang-panting mundur ke garis awal mereka melakukan serangan! Beberapa minggu kemudian datanglah berita gembira bahwa dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Januari 1945 sebagai Zugführer di 3.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettische No. 2) / VI.SS-Freiwillige-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, dan menjadi sukarelawan Latvia pertama berpangkat selain perwira yang mendapatkannya! Manusia satu ini benar-benar bermental baja: ketika sekutu Jermannya menyerah di Kurland bulan Mei 1945, Ansons dan beberapa rekannya memilih untuk melarikan diri ke hutan dan melanjutkan gerilya melawan Soviet dari sana! Dia baru tertangkap tanggal 18 Desember 1946 dan langsung dideportasi ke Vorkuta. Pada tahun 1955 Ansons kembali ke Latvia setelah dibebaskan dan meninggal dunia dengan tenang disana pada tahun 1968 dalam usia 56 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Tapferkeits- und Verdienstauszeichnung für Angehörige der Ostvölker I. Klasse, 2. Stufe (24 April 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Agustus 1943) dan I.KLasse (16 Oktober 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 November 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz (23 Desember 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (23 Desember 1944)



 SS-Obersturmführer Hans Bauer (12 Maret 1919 - 30 Maret 1983) bergabung dengan SS-Standarte "Germania" di kampung halamannya di Hamburg setelah menyelesaikan masa tugas wajibnya di Reichsarbeitsdienst (RAD). Pada tahun 1941 dia ditransfer ke SS-Kraftfahr-Ersatz-Abteilung, dilanjutkan dengan mengikuti pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule di Bad Tölz. Pada tahun 1942 Bauer ditugaskan bersama dengan SS-Infanterie-Regiment 7 dalam medan operasi di Finlandia utara. Setahun setelahnya dia diangkat menjadi Kompaniechef (Komandan Kompi). Di akhir perang unit tempat Bauer bertugas (6. SS-Gebirgs-Division "Nord") terus berpindah-pindah tempat karena situasi yang terus memburuk. Setelah berada di Norwegia, pada awal tahun 1945 mereka telah nongkrong di Trier-Moselle dan Rhine. Di pagi tanggal 25 Februari 1945, Bauer melakukan aksi kepahlawanan tingkat tinggi ketika dia dan Kampfgruppe-nya menerobos masuk pertahanan Sekutu yang dipersenjatai dengan kuat sehingga berhasil menutup lubang yang menganga di pertahanan mereka sendiri sebelum dimanfaatkan oleh musuh. Tidak hanya itu, dia berhasil mempertahankan posisi mereka sekian lama dari serangan balik lawannya yang lebih kuat. Atas prestasi ini Bauer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 April 1945 sebagai SS-Obersturmführer dan Führer 3.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Bataillon 506 / 6.SS-Gebirgs-Division "Nord" / 7.Armee / Heeresgruppe G. Pada tanggal 8 Mei 1945 dia menjadi tawanan perang dan baru dilepaskan pada tanggal 2 September 1947. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Juli 1944); Eisernes Kreuz I.Klasse (4 November 1944); serta Nahkampfspange in Silber (1944). BTW, foto ini diambil setelah Perang Dunia II usai dan memperlihatkan Hans Bauer memakai seragam "denazifikasi" dengan semua insignianya dicopot, meskipun medalinya sendiri masih tetap asli dan belum diganti dengan versi tahun 1957

 SS-Obersturmbannführer Hans Dorr (7 April 1912 - 17 April 1945) adalah Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking" yang tercatat terluka sebanyak 16 kali dalam perang! Yang terakhir dia dapat di bulan Januari 1945 saat pos komandonya dihantam tembakan artileri musuh. Banyak perwira yang tewas di tempat, tapi Dorr "hanya" terluka parah. Sayangnya, dia meninggal beberapa bulan kemudian akibat luka-lukanya tersebut di Feldlazarett dekat Judenburg, Austria, kurang dari satu bulan sebelum perang di Eropa usai! Medali dan penghargaan yang diraihnya: SA-Sportabzeichen; Deutsches Reiterabzeichen in Bronze; DRL Sportabzeichen in Bronze; Deutsche Lebens-Rettungs-Gesellschaft Abzeichen in Bronze; Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit spange (12 Juni 1940); Eisernes II.Klasse (14 November 1939) dan I.Klasse (20 Agustus 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Oktober 1940), in Silber (29 Agustus 1941), dan in Gold (20 April 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Nahkampfspange in Bronze (15 September 1943) dan in Silber (3 Mei 1944); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (28 April 1944); Deutsches Kreuz in Gold #34/34 (19 Desember 1941); serta Schwerter #77 (9 Juli 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1212 (27 September 1942) mit Eichenlaub #327 (13 November 1943)


 SS-Untersturmführer Andreas Friedrich mempunyai rekam jejak yang cukup unik: perwira panzer yang berprestasi dalam operasi anti gerilyawan! Dari foto ini kita bisa melihat medali apa saja yang telah diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Allgemeines-Sturmabzeichen; Nahkampfspange in Bronze; Bandenkampfabzeichen in Bronze; dan Deutsches Kreuz in Gold


SS-Obersturmführer Fritz Hahl (lahir 25 Desember 1922) bergabung dengan Waffen-SS pada tahun 1940 setelah usianya menginjak 17 tahun. Setelah sempat bertempur bersama dengan SS-Regiment "Westland" di wilayah Ukraina dan Mius, pada usianya yang ke-19 Hahl menjalani pendidikan perwira lanjutan di SS-Führerschule Bad Tölz. Setelah itu dia balik lagi ke resimennya dengan menjalani berbagai posisi: Ordonnanzoffizier, Adjutant dan Kompaniechef. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 7 Desember 1944 sebagai SS-Obersturmführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 10 "Westland" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking". Seusai perang dia menulis tiga buah buku tentang pengalamannya di masa perang serta Divisi SS Wiking tempatnya bertugas: "Meine Jugend im Deutschen Reich 1922-1945", "Mit Westland im Osten" dan "Panzergrenadiere der Panzer-Division Wiking im Bild". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen; serta Nahkampfspange


 SS-Obersturmführer Willy Peter Hansmann (1916-1993) adalah perwira yang bertugas di SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" dalam pertempuran di Normandia, musim panas tahun 1944. Sebagai seorang komandan kompi, dia tidak terlalu menjadi panutan dan beberapa veteran SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12 mengenang bahwa Hansmann selalu melakukan "bisnis gelap" dengan penduduk lokal Prancis, bahkan juga dengan gerakan perlawanan setempat (sesuatu yang berhubungan dengan penjualan senjata)! Dia seringkali mengirim barang-barang mewah seperti anggur, pakaian dan sebagainya ke kampung halamannya di Jerman, dan pernah sengaja mencat sebuah mobil sipil buatan Prancis kepunyaannya dengan kamuflase militer supaya dia dapat membawanya pulang ke tanah air kelak! Meskipun begitu, Hansmann - yang dijuluki secara diam-diam oleh anakbuahnya sendiri sebagai "arschloch" (liang tokay) - selalu lepas dari kecurigaan yang dialamatkan kepadanya. Dia dituduh terlibat dalam pembunuhan terhadap tawanan perang Kanada di Château Audrieu (Normandia) pada tanggal 8 Juni 1944. Di lain pihak, Hansmann juga diajukan ke mahkamah militer oleh divisinya dengan tuduhan menyupir dengan sembrono setelah terlibat dalam kecelakaan lalulintas yang menewaskan satu orang. Setelah itu Hansmann dimutasi ke SS-Panzer-Aufklärungs-Ersatz-Abteilung pada bulan September 1944. Tak diketahui lagi penempatan setelahnya. BTW, foto ini ditemukan saat rekan Hansmann yang membawanya, SS-Untersturmführer Karl-Walter Becker, tertangkap di Front Barat tanggal 29 Agustus 1944. Pada saat itu Hansmann menjadi Chef 1.Kompanie (Panzerspäh) / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12, yang telah dijalaninya dari tanggal 1 Januari 1944 (ini menjelaskan mengapa dia memakai seragam hitam panzer, karena dalam unit Aufklärungs-Abteilung, alias Batalyon Pengintai, hanya anggota Panzerspäh yang mengenakannya). Tanda coklat di pinggir adalah hasil dari penyatuan robekan menggunakan selotip, sementara foto aslinya kini disimpan di Arsip Nasional Inggris. Selama karir militernya, Hansmann dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse, Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille), Panzerkampfabzeichen, Verwundetenabzeichen in Silber, serta Nahkampfspange in Silber


 SS-Untersturmführer Horst Herpolsheimer (kelahiran 3 Oktober 1920) berasal dari 11.Kompanie / III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment "Der Führer" / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich". Medali-medali yang diterimanya: Eisernes Kreuzes II.Klasse (1 Februari 1942) dan I.Klasse (1 Juni 1943), Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 Februari 1942) dan in Silber (12 Agustus 1943), Deutsches Kreuz in Gold (26 November 1943), Nahkampfspange in Bronze (1943) dan in Silber (1 April 1944), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille), serta Panzerkampfabzeichen (ohne Zahlen)


SS-Obersturmführer Hans-Martin Leidreiter (14 September 1920 - 6 April 2007) adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold (1 Juni 1944) dan Nahkampfspange in Silber. Di akhir perang hampir semua medalinya (termasuk DKiG) dia buang ke lobang tempat kencing demi memudahkannya dalam meloloskan diri dari kejaran Sekutu. Leidreiter tidak pernah menyesali perbuatannya ini, dan dia malahan menyebut DKiG tak lain dari "pin partai untuk orang yang rabun jauh"!


SS-Obersturmführer Gerhard Lotze (21 Mei 1922 - 13 Oktober 1944) adalah Führer 5.Kompanie / II. Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 10 "Westland" / 5. SS-Panzer-Division "Wiking" yang gugur dalam pertempuran di dekat Modlin, Polandia, bulan Oktober 1944. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi SS-Hauptsturmführer sekaligus mendapat Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Februari 1945). Medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuzes II.Klasse (22 Agustus 1941) dan I.Klasse (1 Juni 1942), Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (20 April 1942), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" alias Ostmedaille (8 September 1942), Deutsches Kreuz in Gold (24 April 1943), Nahkampfspange in Silber (15 Mei 1943), dan Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Januari 1944)



SS-Hauptsturmführer Claudius Rupp (10 September 1919 - 6 Maret 2004) adalah perwira Waffen-SS yang menapaki karirnya di Divisi SS Das Reich, dari mulai Zugführer di SS-Panzerjäger-Abteilung "Das Reich" (1941) sampai menjadi 1. Ordonnanzoffizier 2. SS-Panzer-Division "Das Reich" (1945). Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 6 Mei 1945 sebagai SS-Hauptsturmführer dan 1. Ordonnanzoffizier 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" / II.SS-Panzerkorps / Heeresgruppe Süd, atas prestasi yang dibuatnya dalam pertempuran di Stuhlweissenburg dan Raab. Untuk rekomendasinya sendiri diketahui ada, tapi untuk real penganugerahannya masih belum ada bukti resmi. Berdasarkan keterangan dari Ernst Krag dan juga melihat dari tanggal penganugerahannya, maka medali yang diterima oleh Rupp bisa digolongkan kedalam "Dönitz-Erlass" (medali yang diberikan di masa pemerintahan pengganti Hitler Karl Dönitz yang berlangsung hanya beberapa hari saja). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: DRL Sportabzeichen in Bronze; Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen; Goldenes Hitlerjugend Ehrenabzeichen; Ehrenwinkel für alte Kämpfer; Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Agustus 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (25 November 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen (20 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (13 Juli 1942); Nahkampfspange in Bronze (7 Maret 1944); Nahkampfspange in Silber; Panzerkampfabzeichen II.Stufe "25"; serta Verwundetenabzeichen in Gold (2 Agustus 1944)



SS-Obersturmbannführer Christian Tychsen (3 Desember 1910 - 28 Juli 1944) bergabung dengan SS bulan Desember 1931. Dia adalah salah satu komandan perang Waffen-SS dari Divisi Das Reich yang paling disegani dan melegenda karena keberaniannya di medan pertempuran. Divisi SS Das Reich sendiri mempunyai reputasi tempur yang menakutkan dan terlibat di hampir semua medan pertempuran besar dalam Perang Dunia II. Mereka dipimpin oleh beberapa dari komandan Waffen-SS paling enerjik dan jempolan sehingga selalu memberikan hasil yang memuaskan saat bertempur, baik dalam posisi menyerang ataupun bertahan. Panzer-panzer dari divisi ini memegang peranan penting dalam kampanye di Kharkov (Februari-Maret 1943) dan berhasil menghancurkan total 292 tank Soviet, sementara mereka sendiri hanya kehilangan 77 tank! Pertempuran ini mencuatkan nama Bataillonskommandeur Tychsen yang tak kenal lelah bertempur dan selalu memberi contoh pada anakbuahnya dengan selalu berada paling depan, menonjolkan mobilitas tinggi demi menghantam musuh di lokasi terlemah mereka. Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Maret 1943 sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Tychsen lalu mengambil alih resimen panzer Das Reich setelah komandan sebelumnya, SS-Obersturmbannführer Hans-Albin Freiherr von Reitzenstein, bunuh diri bulan November 1943. Atas aksinya di bulan itu pula Tychsen diganjar dengan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #353 sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" / XXXXVIII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, setelah berhasil menghancurkan delapan tank musuh dalam satu pertempuran! Setelah terluka di medan perang tidak kurang dari sembilan kali, sang jenius panzer SS terbunuh di malam tanggal 28-29 Juli 1944 saat kendaraan yang ditumpanginya disergap oleh tank Sherman Amerika di palagan Normandia. Jenazahnya kemudian dijarah oleh awak tank yang menembaknya sehingga hanya menyisakan seragam saja. Selama beberapa waktu Tychsen dikuburkan sebagai "Unbekannter der Deutscher Soldat" (prajurit Jerman tak dikenal), sampai akhirnya pada tahun 1968 jenazahnya berhasil dikenali dan dimakamkan kembali dengan penuh kehormatan di pemakaman umum tentara Jerman yang terletak di Marigny (Prancis). Pada saat kematiannya Tychsen baru dua hari "mencicipi" posisi sebagai komandan Divisi SS Das Reich yang membesarkan namanya! Untuk biografi singkat Christian Tychsen bisa dilihat DISINI

-----------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Leutnant Friedrich Bausch (6 Agustus 1915 - 21 April 1971) lahir di Schluckenau/Bohemia ketika wikayahnya masih menjadi bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria. Beberapa tahun kemudian tempat kelahirannya menjadi bagian dari Cekoslowakia dan Bausch menjadi seorang Volksdeutsche (Jerman Perantauan). Ketika Nazi Jerman menganeksasi negaranya pada tahun 1938, Bausch otomatis menjadi warga negara Jerman yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota Wehrmacht, dan dia memilih Luftwaffe. Dalam Perang Dunia II dia terlibat dalam banyak aksi pertempuran, diantaranya yang paling menonjol adalah Pertempuran Kreta, Unternehmen Barbarossa, Pengepungan Leningrad, Pertempuran Sisilia, Pertempuran Monte Cassino, Pertempuran Normandia, Operation Cobra, Pertempuran Ardennes, dan Kantong Ruhr. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 12 Maret 1945 sebagai Leutnant dan Führer 3.Kompanie / Fallschirm-Pionier-Bataillon 5 / 5.Fallschirmjäger-Division / LXVI.Armeekorps / 5.Panzerarmee. Setelah perang usai dia menjadi ayah dari tiga orang anak dan bekerja di tempat penyewaan mobil. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fallschirmschützenabzeichen; Erdkampfabzeichen der Luftwaffe; Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (1 Januari 1945)

 Banyak yang menduga bahwa foto yang memperlihatkan seorang bintara Luftwaffe dengan medalinya yang "bling bling" ini adalah palsu dan hanya seorang reenactor belaka, padahal sebenarnya dia adalah asli. Foto ini, sesuai dengan captionnya, merupakan milik Eric Queen (anggota Wehrmacht Awards Forum), dan orang yang ada dalam foto tersebut adalah Unteroffizier Frederich (bukan Friedrich!) Lange. Medali yang terpampang dalam foto ini: Eisernes Kreuzes II & I. Klasse, Fallschirmschützenabzeichen, Allgemeines-Sturmabzeichen, Infanterie-Sturmabzeichen, Panzervernichtungsabzeichen (3 buah), Nahkampfspange, Erdkampfabzeichen der Luftwaffe, Verwundetenabzeichen, dan Kreissieger


Sumber :

Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Angel Farré

Foto koleksi pribadi Gordon Williamson 
Foto koleksi pribadi French L. MacLean 
Foto koleksi pribadi John P. Moore
Foto koleksi pribadi Hans Kondor 
Foto koleksi pribadi HouweTrouwe
Foto koleksi pribadi Lionel 708.V.G.D. 
www.die-wehrmacht.6te.net
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com 
www.geocities.ws
www.historicalwarmilitariaforum.com 
www.militaryautographs.com

www.oakleafmilitaria.com 
www.pantorijn.blogspot.com
www.reibert.info 
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com

www.thefifthfield.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

No comments: