
Waffen-Hauptsturmführer der SS Miervaldis Ādamsons (29 Juni 1910 - 23 Agustus 1946) adalah sukarelawan Waffen-SS dari Latvia yang meraih Ritterkreuz tanggal 25 Januari 1945 sebagai SS-Untersturmführer dan Chef 6.Kompanie/Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS. Dia mendapat medali bergengsi tersebut karena prestasinya yang mencengangkan: dalam apa yang disebut sebagai "Weihnachts-Schlachten" (Pertempuran Natal) dari tanggal 28 Desember s/d 31 Desember 1944 di jembatan Kurland, bintangnya bersinar terang. Bayangkan saja, dalam waktu hanya 24 jam dia dan pasukannya berhasil menggagalkan tujuh kali serangan Rusia, dan setelah pertempuran usai 400 mayat tentara musuh dapat dihitung di depan posisi pertahanan Latvia yang dipimpin Miervaldis! Sang musuh, Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia, menyerang dengan dukungan tank lagi dan lagi. Dalam waktu hanya 3 hari Jembatan Vanagi berganti "tuan" 17 kali! Pada akhirnya jembatan yang berharga tersebut diduduki oleh pasukan pimpinan Miervaldis Ādamsons, yang memperlihatkan contoh mengagumkan bagi pasukannya dengan selalu bertempur paling depan. Begitu habis-habisannya pertempuran ini sehingga Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia pun binasa total!Hauptmann Friedrich Adrario (29 November 1918 – 15 Juni 2011) adalah Führer Panzerjäger-Abteilung 272 yang seusai perang melanjutkan karir militer di Bundeswehr (1956-1983) dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Medali bergengsi yang telah diraihnya: 1939 Eisernes Kreuzes II. und I. Klasse; Ostmedaille; Allgemeines-Sturmabzeichen; 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz und Silber; Nahkampfspange in Bronze und Silber; Deutsches Kreuz in Gold (6 Mei 1942); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (28 Desember 1944)
Feldwebel Hinrich Ahrens
Major der Reserve Friedrich "Fritz" Allmacher
Leutnant der Reserve Friedrich "Fritz" Anding
Oberstleutnant Friedrich "Fritz" Wilhelm Bader dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Agustus 1944 sebagai Major dan Kommandeur Hochgebirgsjäger-Bataillon 3 atas kepahlawanannya dalam pertempuran di Monte Cassino dan Monte LaPezzo. Dia juga mendapat Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (8 November 1938); Eisernes Kreuzes II klasse (30 Juni 1941) dan I klasse (3 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (12 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (19 November 1942) dan Silber (13 Februari 1944); Ostmedaille (1 Agustus 1942); Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943); Order of the Crown of King Zvonimir 2nd class with Oakleaves (22 September 1943); dan Ehrenblattspange des Heeres (17 Juli 1944). Uniknya, dalam foto ini jelas-jelas Bader mengenakan duo Deutsches Kreuz in Gold dan Silber di saku kiri, tapi sejauh ini saya tidak berhasil menemukan keterangan tanggal penganugerahan yang terakhir!
Oberleutnant der Reserve Alfons Bialetzki
Hauptmann Fritz Biermann
Hauptmann Hans-Georg Borck
Hauptmann Günter Braake
Leutnant der Reserve Christian Braun
Hauptmann der Reserve Karl Buckel
Major Oskar-Hubert Dennhardt
Leutnant Rudolf Dusi dari Panzergrenadier-Regiment 33. Dia kehilangan tangan kanannya sebagai Unteroffizier di tahun 1943. Setelah sembuh dia kembali ke front tahun 1944 dan kemudian mendapatkan Nahkampfspange in Bronze. Hal ini hanya bisa menjelaskan satu hal: dia bertarung satu-lawan-satu melawan musuh dengan hanya menggunakan sebelah tangannya!Karl Frewer (21 Juli 1908 - 6 Maret 1945) meraih Ritterkreuz tanggal 12 November 1943 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 167/86.Infanterie-Division/LVI.Armeekorps/2.Armee/Heeresgruppe Mitte. Medali lain yang diraihnya: Deutsches Kreuz in Gold (28 Agustus 1943), Eisernes Kreuzes II. und I. Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, Nahkampfspange in Bronze, Verwundetenabzeichen in Gold, Ostmedaille, Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse (4 Jahre), Dienstauszeichnung der Wehrmacht III. Klasse (12 Jahre), dan Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen. Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant
Oberleutnant Hans Herbert Gewehr dari Jäger-Regiment 25/42.Jäger-Division. Foto ini diambil musim panas 1944 dalam masa liburannya. Disini dia mengenakan Nahkampfspange in Bronze, dan kemudian mendapatkan versi Silber-nya bulan April 1945 (bersamaan dengan Deutsches Kreuz in Gold). Unit terakhirnya adalah Fahnenjunker-Brigade Brummund/ Heeresgruppe Mitte
Leutnant Hanns HönscheidSS-Obersturmführer Hans-Martin Leidreiter (14 September 1920 - 6 April 2007) adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold (1 Juni 1944) dan Nahkampfspange in Silber. Di akhir perang hampir semua medalinya (termasuk DKiG) dia buang ke lobang tempat kencing demi memudahkannya dalam meloloskan diri dari kejaran Sekutu. Leidreiter tidak pernah menyesali perbuatannya ini, dan dia malahan menyebut DKiG tak lain dari "pin partai untuk orang yang rabun jauh"!

Feldwebel Möller di tahun 1945. Kita dengan mudah bisa melihat "hasil" 4 tahun perang di wajah dan matanya! Dia mengenakan Nahkampfspange versi Juncker
Obergefreiter Ludwig Neumair memakai Nahkampfspange in Silber yang dia peroleh tanggal 15 Oktober 1944Oberwachtmeister Wilhelm Rüger dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 11 Maret 1943 sebagai Feldwebel di Kradschützen-Bataillon 25/25.Infanterie-Division (mot.)/LIII.Armeekorps/2.Panzerarmee/Heeresgruppe Mitte. Dalam foto ini dia mengenakan DKiG bordiran versi lokal yang dijahitkan ke seragam hitam Panzertruppen-nya
Wilhelm "Willy" Zimmermann meraih Ritterkreuz tanggal 23 Oktober 1944 sebagai Feldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 80. Selain itu, medali yang telah diraihnya adalah sebagai berikut: Infanterie-Sturmabzeichen (6 Desember 1941), Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 April 1942), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (22 April 1942), Eisernes Kreuz II klasse (31 Juli 1942), Eisernes Kreuz I klasse (3 September 1942), Verwundetenabzeichen in Silber (1 Maret 1943), Verwundetenabzeichen in Gold (14 September 1943), dan Nahkampfspange in Bronze (13 Oktober 1944). Pangkat terakhirnya adalah OberfeldwebelSumber :
Foto koleksi pribadi Angel Farré
www.en.wikipedia.org
www.militaryautographs.com
www.reibert.info
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com




No comments:
Post a Comment