Tuesday, February 24, 2009

Bahan Peledak Nazi Jerman

  1. Geballte Ladung, tujuh granat disatukan
  2. Foto ranjau darat
  3. Foto Stielhandgranate

Generalleutnant Ernst-Günther Baade (1897-1945), Jenderal Penghancur Tank!


Ernst-Günther Baade sebagai Generalmajor dengan penghargaan Eichenlaub terpampang
di lehernya




Ernst-Günther Baade sebagai Generalleutnant dengan penghargaan Schwertern


Oleh : Alif Rafik Khan
Ernst-Günther Baade (20 Agustus 1897-8 Mei 1945) adalah jenderal Jerman jago strategi perang tank yang terkenal super berani dalam pertempuran, baik ketika di masa mudanya dalam Perang Dunia I (1914-1918) maupun setelah dia menjadi jenderalnya Hitler dalam Perang Dunia II (1939-1945). Keberaniannya itu pula yang membuat Baade terluka dalam kedua perang tersebut. Keberaniannya itu pula yang membuat Baade dianugerahi penghargaan Ritterkreuz mit Eichenlaub und Schwertern (Swords atau Pedang). Keberaniannya itu pula yang membuat Baade menjadi salah satu dari sangat sedikit jenderal pemegang Tank Destruction Badge, yang berarti bahwa Baade telah berhasil menghancurkan sebuah tank seorang diri! Dan keberaniannya itu pula yang membuatnya terluka parah, luka yang membawa pada kematiannya persis di hari terakhir Perang Dunia II!
Sudah, sudah, daripada berbusa terus, mari kita lihat biografi jenderal yang hampir tidak pernah tersenyum ini :
Baade mendaftarkan diri secara sukarela ke dinas militer tahun 1914 dalam usianya yang ke-17, dan dia lalu bergabung dengan Ulanenregiment ke-9 (kavaleri ringan). Disini Baade telah menunjukkan ciri khas yang akan mewarnai sebagian terbesar karir militernya, yaitu keberaniannya dalam pertempuran, dan segera reputasinya telah mencorong. Dia sangat menonjol dalam pertempuran-pertempuran berat melawan Rusia di Front Timur, sehingga terpilih untuk mengikuti pendidikan lanjutan calon perwira. Bulan Agustus 1916 Baade telah kembali ke medan tempur dengan pangkat barunya, Leutnant. Tahun 1918 dia dipindahkan ke Front Barat setelah Rusia mengundurkan diri dari perang. Disini Baade terluka dalam suatu serangan gas beracun Sekutu.
Tak banyak yang diketahui mengenai kisah hidup Ernst-Günther Baade setelah berakhirnya Perang Dunia Pertama dan sebelum Perang Dunia Kedua. Yang jelas, ketika perang telah pecah, Baade ditugaskan sebagai cadangan perwira aktif (Führer-Reserve) tanggal 6 Maret 1942. Kemudian dia ditransfer ke Divisi Panzer ke-15 di medan perang Afrika Utara yang panas, dan diserahi komando Resimen Rifle ke-115 tanggal 15 April 1942, yang pada saat itu beraksi di Libya dan Cyrenaica.
Oberst Baade memperlihatkan kembali prestasinya yang menonjol dalam hal kepemimpinan dan pengambilan keputusan tanggal 27 Mei 1942, dimana dia berhasil menghentikan serangan Sekutu yang tidak terduga ke bagian belakang Divisi Panzer ke-15. satu batalion dari resimennya berhasil menginfiltrasi sampai sejauh Bir Hacheim keesokan harinya, sekaligus mengalahkan pasukan Inggris yang menjadi lawan mereka setelah 24 jam bertempur tanpa henti. Sebagai ganjarannya, Oberst Baade dianugerahi Salib Baja (Knight’s Cross atau Ritterkreuz).
Kebiasaannya yang selalu mendampingi pasukannya secara langsung di front membuat dia terluka untuk kesekian kalinya tanggal 28 Juli 1942 di El-Alamein, ketika posisi pasukannya dihantam oleh serangan gencar artileri lawan. Lukanya begitu serius sehingga Baade dievakuasi ke Roma lalu ke Jerman dan menjalani perawatan disana selama beberapa waktu.
Setelah sembuh, Oberst Baade diserahi tugas memimpin pertahanan pasukan Axis di Selat Messina selama evakuasi tentara pasukan Jerman yang sukses dari pulau Sisilia ke Italia daratan pada awal bulan Agustus 1943.
Tak lama Baade naik pangkat menjadi Generalmajor, sekaligus jadi komandan Divisi Infanteri ke-90 dalam pertempuran yang heroik di Monte Cassino. Disini ia terkenal karena kebiasaannya yang eksentrik : staf berjumlah kecil dan kunjungan secara rutin ke front pertempuran, semuanya hanya menambah kecintaan pasukannya pada Baade. Mereka melihat bahwa jenderal satu ini tak hanya memberi perintah lalu ongkang-ongkang kaki di markas yang jauh dari pertempuran, tapi sekaligus memberi contoh langsung di lapangan. Bukti keberaniannya yang luar biasa, cukuplah kalau orang melihat bahwa di seragam bagian atas lengan kanannya terdapat penghargaan berupa gambar tank yang dikenal dengan nama Tank Destruction Badge, yang menunjukkan bahwa Baade pernah menghancurkan tank musuh seorang diri dengan senjata infanteri! Baade adalah sang Panzerknacker, penghancur tank...
Setelah gerak mundur pasukan Jerman ke Italia Utara, sebuah insiden terjadi : Baade menembak mati perwira SS rendahan yang mencoba untuk memberinya perintah hanya karena dia merasa dia adalah prajurit SS, prajurit partai Nazi yang berwenang untuk melakukan hal itu! Sadar akan konsekuensi dari tindakannya, untuk sementara Baade bersembunyi sampai berita insiden itu mereda.
Kembali ke medan tempur, Ernst-Günther Baade terluka di leher dan bagian bawah kakinya akibat proyektil fosfor tanggal 24 April 1945, ketika mobil Kübelwagen yang dinaikinya secara tiba-tiba mendapat serangan dari pesawat udara Inggris dekat Neverstaven di Holstein. Baade langsung dibawa ke rumah sakit di Bad Segeberg dan nyawanya dicoba untuk diselamatkan. Sayangnya, upaya tersebut berbuah kesia-siaan, dan sang jenderal panzerknacker meninggal akibat infeksi dari luka-luka yang dideritanya. Tanggalnya adalah 8 Mei 1945, hari terakhir Perang Dunia II di daratan Eropa... 

Banyak hal menarik yang bisa diceritakan dari orang satu ini (yang ternyata terbilang eksentrik!). Dalam buku "The Battle Of Sicily: How The Allies Lost Their Chance For Total Victory" karya Samuel Mitcham dikatakan bahwa Baade lebih senang membawa pedang sebagai senjata pertahanan diri dibandingkan dengan pistol seperti halnya perwira lain, dan juga dia pernah berangkat ke medan tempur dengan mengenakan kilt (rok khas Skotlandia)! Ini dilakukannya bukan karena dia ngefans sama orang Britania, justru sebaliknya. Baade bisa dibilang adalah anglofilia (benci dengan segala sesuatu yang berbau Inggris) dan melakukan itu semata-mata untuk mengolok-olok musuhnya!

Cerita lain berasal dari medan perang Afrika dimana ketika saat itu Baade telah menyelesaikan patroli pengintaiannya ke wilayah musuh. Dia kemudian dengan jahil menelepon ke markas besar Eighth Army Inggris (dengan bahasa Inggris yang fasih) untuk melaporkan bahwa dia akan kembali ke markasnya. Tidak hanya itu, dia juga pernah meminta musuh untuk menembakkan meriam-meriam artilerinya saat dia sedang berpatroli! Baade memang mempunyai kemampuan bahasa yang mumpuni dimana, selain Inggris, dia juga menguasai bahasa Prancis sama fasihnya.
 


------------------------------------------------------------------------------

 
 
Oberst Ernst-Günther Baade (Kommandeur Schützen-Regiment 115 / 15.Panzer-Division) berdiri di atas Panzerbefehlwagen III bersama dengan anakbuahnya di medan perang Afrika Utara tahun 1942. Dia mengenakan medali Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 2 November 1941, juga Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber yang didapatkannya tanggal 20 Agustus 1940. Foto oleh Kriegsberichter Valtingojer


 Generalmajor Ernst-Günther Baade (Kommandeur 90. Panzergrenadier-Division) bersama dengan salah seorang perwiranya yang berpangkat Hauptmann sedang merundingkan strategi pertempuran di atas peta. Foto diambil di wilayah Rimini-Ancona (Italia) oleh Kriegsberichter Lüthge dalam periode antara tanggal 22 Februari 1944 (penganugerahan Eichenlaub buat Baade) sampai dengan 16 November 1944 (penganugerahan Schwerter). BTW, Hauptmann di sebelah kanan mengenakan lencana seperti INI di schirmmütze-nya, yang hanya khusus dikenakan oleh para anggota 90. Panzergrenadier-Division!
 

ect>

Friday, February 20, 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 9

Petak umpet gaya Nazi


Kayaknya para pilot dari Jagdgeschwader 1 yang berpangkalan di Leck ini pada gaptek kamera. Lihat saja, difoto bukannya seneng atau bergaya casual, ini malahan saling ngelirik satu sama lain! By the way, pesawat di belakang adalah pesawat jet Heinkel He-162


Mungkin ekspresi BT para pendengar ini disebabkan oleh dua hal : pidato Gauleiter Erich Koch yang panjangnya amit-amit, atau bekas tokay yang nempel di sepatu bootnya persis di dekat makanan yang terhampar di meja!


Lapar eh lapor jenderal! Saya sudah merubah diri saya menjadi genderuwo!


Sepatunya bagus dweehh... pengen donk!


Itu tentara Gebirgsjäger yang di sebelah kanan emang setelannya kayak gitu (kuntet) atau hasil dari Photoshop zaman Nazi?


Para awak u-boat terkenal pemberani, tapi lebih pemberani lagi burung yang sempet-sempetnya mejeng di depan hidung perwira pengintai ini!


Perhatian!! Tentara Jerman bugil yang tidak tahu malu ini baru kemalingan seragamnya!


Sori bosss, kita baru mabok A.O. nih (Anggur Orangtua)!


Ternyata sang panglima u-boat Karl Dönitz bisa ngelucu juga!

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 8

Oooo... So cute! Tapi kasihan juga si kucing harus ngerasain nongkrong di sepatu BACOK (bau cokor)!


Saking nggak ada kerjaan, dua prajurit ini sempet-sempetnya berpose konyol sambil ngeliatin dua tongkat warna-warna hasil 'masterpiece' mereka!


Maaf mas, maklum baru nonton film 'Rumble In The Bronx'-nya Jacky Chan!


Saking pingin total dalam acara hiburan drama di barak mereka, prajurit-prajurit ini sampe tega-teganya nyolong daster emak dan bini!


Karena mukanya paling mirip Hitler, ya mohon maklum aja kalau sedikit 'diistimewakan'!


Setelah bertahun-tahun perang berlangsung dan kendaraan menjadi langka, para prajurit Third Reich yang gagah berani dipaksa oleh keadaan untuk memanfaatkan setiap kendaraan yang ada, termasuk ini!


Ini ceritanya si jangkung dan si cebol, atau lagi latihan topeng monyet?


Prajurit Afrikakorps yang sudah tergila-gila pada mode Afrika!


Ada yang salah dengan foto ini? Posenya? Hmmm... Nggak juga, tapi perhatikan aja kumis mereka yang seragam. Benar-benar pemuja Hitler sejati!


Demi memeriahkan Natal tahun ini, mari kita ganti aksesoris kostum kita menjadi lebih GEBYAR!

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 7

OK, kalo sekali-kali lagi nyolong ayam tetangga, Gua jabanin ke tank Rusia!


Tipikal penjaga perbatasan Nazi yang terkenal garang dan ditakuti oleh seluruh dunia...


Mentang-mentang seragam penuh dengan medali, tentara sukarelawan Finlandia ini bergaya ala rapper!


Ngelihat dari ekspresinya yang happy, kayaknya nggak yakin ini tawanan Prancis beneran!


Raja break-dance dari Wehrmacht!


Ketika sedang serius acara parade perayaan kemenangan tentara Jerman dalam penaklukan Polandia di Warsawa (1939), eeh seekor anjing dengan santainya nyelonong melintas di depan Hitler dan para jenderal yang hanya bisa terbengong-bengong!


Ini kru Panther atau kru puk?


Mas, mas... nggak ingat nyukur di medan tempur ya?


Ini maksudnya mau gagah-gagahan atau konyol-konyolan? Topi miring (bukan merk alkohol lho!), cerutu, kumis Chaplin, dan topinya pun topi Polizei sementara tentara culun ini dari Heer!


Nih kayaknya perwira yang di kanan empet banget sama Hitler. Liat aja ekspresinya!!

Thursday, February 19, 2009

U-182, Kapal Selam Jerman Yang Tenggelam Dalam Pelayaran Pertamanya!

U-boat tipe tipe IX-2


Diagram U-boat tipe IX-2


Foto pertama dari hanya dua foto diketahui yang berasal dari U-182. Para perwira dan kru U-182 berpose bersama di atas kapal kebanggaan mereka sesaat setelah mendapat penugasan patroli di Deschimag Wharf Bremen, 30 Juni 1942


Foto kedua dari hanya dua foto diketahui yang berasal dari U-182. Kapten kapal Asmus Nikolai 'Niko' Clausen memberikan penghormatan saat pengangkatan bendera tempur standar Kriegsmarine Nazi


Slogan "Westward-Ho!" yang dicomot oleh Clausen untuk ditempelkan di menara komando U-182. Tulisan di atas sendiri berasal dari U-129


Slogan terkenal ini juga bisa ditemui pada menara komando U-37 seperti di atas


Salah satu tawanan yang dibawa oleh U-182 dan ikut tenggelam bersama awak kapal lainnya, Captain Angus MacLennan dari kapal uap Inggris (steamer) "Aloe", yang ditorpedo oleh U-182 tanggal 5 April 1943. Hanya sang kapten yang kemudian ditawan dan dibawa oleh Clausen, sementara awak kapal lainnya yang selamat diberi kesempatan untuk menaiki perahu penyelamat


Oleh : Alif Rafik Khan

U-182 adalah kapal selam (u-boat) Jerman yang tidak seterkenal dan selegendaris u-boat lainnya semisal U-99 atau U-34, malah tak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang kapal selam ini. Saking langkanya, foto tentang kapal selam satu ini bersama krunya pun hanya ada dua! Akhirnya saya menemukan situs www.collectinghistory.net yang salah satu kisahnya adalah tentang U-boat ini bersama kaptennya, Kapitänleutnant Nikolai Clausen. Tak ada foto-foto pertempuran atau bahkan foto patroli dari U-182. maklum saja, U-boat ini menemui ajalnya saat dalam perjalanan pulang dari patroli pertamanya!

OK, sebelumnya mari kita lihat data-data ‘membosankan’ di bawah ini tentang spesifikasi U-182 :

Berat

1.616 sampai 1.804 (menyelam) ton

Dimensi:

 287,5 x 24,5 x 17,75 kaki

Penggerak

4.400 hp 19.25 knot (permukaan) 1.000 hp 7 knot (menyelam)

Daya jangkau 

23.700 mil pada 12 knot (permukaan) atau 57 mil pada 4 knot (menyelam)

Kedalaman maksimal 

755 kaki

Persenjataan

Senapan mesin 1 x 4.1 inci, senjata anti serangan udara (AA) 1 x 37mm dan 1 x 20mm, tabung torpedo 6 x 21 inci (4 x haluan, 2 x buritan) , dengan 24 torpedo atau enam torpedoes dan 32 ranjau laut

Kru 

57

U-182 adalah kapal selam tipe IX D2. pertama diluncurkan tanggal 7 April 1941 oleh AG Weser, Bremen, dan mulai bertugas tanggal 30 Juni 1942 dengan kaptennya adalah Kapitänleutnant Nikolai Clausen, seorang pemegang Ritterkreuz (Salib Ksatria atau Knight’s Cross).

Seperti setiap u-boat lainnya, kapal selam inipun memiliki motto tempur, yaitu “Westward ho!” dengan tulisan gaya Jerman kuno dan terletak di bagian depan menara komando (conning tower).

Ternyata U-182 bukan satu-satunya yang memakai motto ini. Tercatat ada 3 u-boat lain yang malang melintang di lautan dengan motto Viking kuno yang terkenal ini nempel di badannya. Selain itu, motto ini digunakan juga oleh para peziarah dan pemukim pertama yang menjelajahi bagian barat Amerika. Sementara buat kita yang sehari-hari makan tempe dan nonton sinetron Marshanda, motto ini memang sama sekali tidak nempel di otak!

U-boat pertama yang dengan bangga memasang motto ini adalah U-37. setelah patroli pertamanya, ketika U-37 memasuki pangkalannya di Wilhelmshaven tanggal 8 November 1939, sang komandan Werner Hartmann bertemu dengan sahabat lamanya Nikolai Clausen di dermaga. Saat itu Clausen masih menjabat sebagai komandan kapal penyapu ranjau M-134. mereka kemudian makan malam bersama dan disitu Hartmann menjanjikan akan meminta Clausen sebagai perwira penjaga (watch officer) di u-boat yang dipimpinnya. Saat itu tugas sebagai kru u-boat memang dianggap sebagai hal yang bergengsi dan terhormat sehingga banyak orang yang menginginkannya. Maklum lah, dalam masa-masa kejayaan u-boat di awal perang, mereka mudah saja menenggelamkan berpuluh kapal musuh tanpa terdeteksi sedikitpun! Ketika U-37 kembali bertugas, para kru-nya mulai menulisi menara komando kapal selam mereka dengan slogan ini dengan cat hitam. Entah kenapa mereka tidak menulis kata-kata yang lebih ‘ngetop’ semacam Chu-x atau semisalnya!

Tak lama kemudian, Clausen menggantikan Hartmann sebagai komandan U-37. Clausen sendiri begitu terkesan dengan slogan ini sehingga ketika dia dipindahkan ke U-129, dia tetap memasang motto yang sama. Begitupun dengan Hartmann, yang tetap memasang motto dari U-37 ketika dia bertugas di kapalnya yang baru, U-198.

Dari Juni sampai November 1942, U-182 bertugas sebagai kapal selam pelatihan bersama Flotilla (armada kecil u-boat) ke-4. setelah masa ini, U-182 dipindahkan ke Flotilla ke-12 di Bordeaux untuk mulai menjalani misi tempur yang sesungguhnya.

Tanggal 19 Desember 1942 U-182 berangkat meninggalkan Horten, Norwegia, ke wilayah patrolinya di perairan Atlantik Selatan / Samudera Hindia.

Dalam patroli pertamanya ini U-182 mencatat prestasi yang mengesankan dengan berhasil menenggelamkan 5 kapal dengan total tonase 30.071 ton. Kapal-kapal ini adalah :

Kapal Ocean Courage milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 15 Januari 1943

Kapal Llanashe milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 17 Februari 1943

Kapal Richard D. Spaight milik Amerika, ditenggelamkan tanggal 10 Maret 1943

Kapal Aloe milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 5 April 1943

Kapal Adelfotis milik Yunani, ditenggelamkan tanggal 1 Mei 1943

Tanggal 16 Mei 1943 di sekitar pulau Madeira adalah hari na’as bagi kapal selam ini dimana dia gantian ditenggelamkan oleh bom kedalaman (depth charges) yang diluncurkan dari kapal Destroyer USS MacKenzie milik Amerika. Seluruh manusia yang terdapat di dalamnya (64 orang) musnah bersama kapal, termasuk kaptennya, Nikolai Clausen.

Inilah daftar ke-61 orang kru U-182 yang ikut tenggelam bersama kapalnya, dengan pangkat dan tanggal lahirnya :

  1. MaschOGfr, Horst Arnold, 17.06.23
  2. MaschOGfr Erwin Baur 17.01.24
  3. FkMt Kurt Behrendts 08.07.16
  4. MtrOGfr Gerhard Beiche 23.02.21
  5. Lt Hans-Jürgen Breitkopf 17.02.22
  6. OMaschMt Wilhelm Brunner 08.08.14
  7. MaschOGfr Hans Buschkämper 14.02.23
  8. KptLt Nikolai Clausen (Commander) 02.06.11
  9. FkOGfr Günter Diemert 03.05.22
  10. OMasch Franz Dietl 09.09.16
  11. OFkMt Werner Dunisch 18.06.17
  12. OMaschMt Erwin Fenzel 22.04.15
  13. MaschMt Heinz Fiacre 24.12.19
  14. MaschOGfr Hermann Fischer 10.09.23
  15. MaschOGfr Hans Golek 30.12.22
  16. MaschMt Helmut Grether 04.05.18
  17. MaschMt Josef Grim 25.01.20
  18. MaschOGfr Withold Grochocki 27.07.20
  19. MechMt Erich Guth 29.08.19
  20. MaschOGfr Horst Haase 01.06.22
  21. OFkMt Günter Hallek 19.09.18
  22. OLt Georg-Wilhelm Heinichen 27.03.20
  23. MaschOGfr Rudolf Heinrich 14.11.22
  24. OFähnr Johann Herr 26.05.17
  25. MaschOGfr Gerhard Heym 28.07.21
  26. OStrm Ernst Hillebrand 11.01.11
  27. MaschOGfr Werner Hofmann 21.11.21
  28. MtrHGfr Werner Kaiser 16.10.18
  29. MtrOGfr Fritz Kaminska 28.06.23
  30. MtrOGfr Hans-Joachim Keppler 10.02.23
  31. KptLt (Ing) Bernhard Klaunig 22.11.13
  32. MaschOGfr Heinrich Korff 16.04.23
  33. FkOGfr Alois Krönauer 25.01.24
  34. MaschOGfr Karl Kunz 15.06.23
  35. MaschMt Arthur Mai 30.10.19
  36. Lt NT Robert Maibohm 03.11.20
  37. MaschOGfr Werner Mettchen 14.12.22
  38. MtrOGfr Bernhard Mittmann 18.06.24
  39. BtsMt Heinz Nawroth 03.10.22
  40. Fähnr Dietrich Pfeiffer 30.05.24
  41. BtsMt Johann Plank 08.07.22
  42. MaschOGfr Werner Richter 01.05.24
  43. OMasch Kurt Röhricht 08.12.14
  44. MarSt Arzt Wilhelm Dr. Runte 20.11.10
  45. Lt (Ing) Hans-Jochen Schaube 10.07.20
  46. OMasch Helmuth Schendel 25.03.19
  47. FkMt Rolf Schöne 30.10.20
  48. BtsMt Nikolaus Scholz 15.01.18
  49. MaschMt Ludwig Schorsch 17.09.20
  50. MtrOGfr Richard Sehrt 30.12.23
  51. Btsm Helmut Spieler 06.04.17
  52. MechGfr Hermann Tewes 22.02.23
  53. MaschMt Erich Tiesler 16.10.20
  54. MaschOGfr Gottfried Urban 13.02.22
  55. MtrOGfr Kurt Volkmer 20.07.24
  56. MtrGfr Günter Wattrodt 25.08.24
  57. MaschOGfr Ernst Weimer 23.07.21
  58. SanOGfr Heinrich Weiske 02.03.22
  59. MechGfr Reinhold Wilczeck 07.03.23
  60. MechMt Johannes Wunderlich 16.02.20
  61. MaschMt Adolf Zacharias 24.12.16

Selain kru di atas, ada juga tiga orang tawanan yang berada di dalam U-182 pada saat ditenggelamkannya. Tawanan itu terdiri dari dua orang kapten dan setidaknya 1 insinyur. Meskipun sebelum menemui ajal, U-182 telah menggelamkan 5 kapal, tapi memang ada perintah bahwa hanya kapten-kapten musuh yang lolos kualifikasi sajalah yang mendapat ‘kehormatan’ ditawan di u-boat, sedangkan sisanya biasanya diizinkan naik sekoci penyelamat dengan kemungkinan bertahan hidup yang tipis. Dalam hal ini, Captain Angus MacLennan dari kapal uap Inggris “Aloe” (tenggelam tanggal 5 April 1943) dan kapten dari kapal uap Yunani “Adelfotis” (tenggelam tanggal 1 Mei 1943) yang terpilih untuk ditawan.



Tentara Yahudi Dalam Tubuh Nazi Jerman!

Buku 'Hitler's Jewish Soldiers' karangan Bryan Mark Rigg yang mengungkap tuntas fakta mengejutkan bahwa terdapat orang-orang Yahudi dalam tubuh militer Jerman (Wehrmacht)!


Vizeadmiral Bernhard Rogge (1899-1982), yang di darahnya terdapat 1/4 keturunan Yahudi (entahlah darimana hitung-hitungan ini didapat!), adalah penerima banyak Deutschblütigkeitserklärung (medali militer) dari Hitler. Di antaranya adalah Eichenlaub dan sebilah samurai kehormatan dari pemerintah Jepang


Buku tugas militer dari keturunan 'setengah Yahudi' Hermann Aub


Dua orang Generalfeldmarschall dari Luftwaffe, Erhard Milch (1892-1972) dan Wolfram von Richthofen (1895-1945). Perlu Hitler yang mengatakan bahwa Milch adalah ras Arya murni setelah adanya kontroversi bahwa dalam tubuhnya mengalir darah Yahudi. Milch sendiri adalah penerima medali Ritterkreuz atas jasa-jasanya dalam pendudukan di Norwegia tahun 1940


Keturunan 'setengah Yahudi' Werner Goldberg (lahir tahun 1919) yang bermata biru dan berambut pirang. Bahkan fotonya digunakan oleh koran propaganda Nazi dalam headline-nya. Mau tahu judulnya : Tentara Jerman Ideal!


Keturunan 'setengah Yahudi' Fregattenkapitän Paul Ascher (1899-1941), perwira artileri di kapal Bismarck dibawah pimpinan Admiral Günther Lütjens. Dia adalah penerima penghargaan Salib Baja (Eiserne Kreuz) kelas pertama dan kedua, juga Service Cross 2nd class


Keturunan 'setengah Yahudi' Oberst Walter H. Hollaender. OK, kita runut sejibun penghargaan yang nempel di seragamnya : Ritterkreuz, Deutsches Kreuz in Gold, Eiserne Kreuz 1 dan 2, Nahkampfspange (Close Combat Badge), General Assault Badge, dan Verwundetenabzeichen (Wound Badge)!


Keturunan 'setengah Yahudi' Generalleutnant Helmut Wilberg (1880-1941). Mantan pilot dalam Perang Dunia I. Hitler mendeklarasikan bahwa dirinya ras Arya murni tahun 1935. Penerima berbagai medali, di antaranya Hohenzollern's Knight,s Cross with Swords, Eiserne Kreuz kelas 1 dan 2


Keturunan 'setengah Yahudi' Jenderal Johannes Zukertort, yang pada akhirnya menerima sertifikat darah 'murni' Jerman bersama adiknya Karl Zukertort yang sama-sama jenderal


Keturunan 'setengah Yahudi' Horst Geitner. Menerima Eiserne Kreuz kelas kedua dan Silver Wound Badge selama tugasnya di Wehrmacht


Keturunan 'setengah Yahudi'Anton Mayer yang memang berwajah Yahudi asli tapi tetap lulus 'sensor' masuk Wehrmacht!


Adolf Hitler bersama Generaloberst Gotthard Heinrici (1886-1971) tahun 1937, yang menikah dengan keturunan 'setengah Yahudi'

Oleh : Alif Rafik Khan

Judulnya kelihatannya terlalu bombastis bukan? Tentara Yahudi Nazi Jerman! Opo???? Bukankah Hitler kondang karena permusuhannya yang dalam terhadap bangsa Yahudi? Bukankah saat zaman Nazi, semua orang Yahudi atau ‘setengah’ Yahudi disisihkan dari segala aspek pemerintahan dan ekonomi, bahkan sebagiannya dideportasi ke kamp-kamp penjara?

Ya, memang benar. Tapi kenyataannya memang ada figur-figur yang masih mempunyai darah Yahudi di tubuhnya yang mengabdi pada Hitler, bahkan beberapa di antaranya memegang posisi kunci kemiliteran, dan sebagian lagi mendapat anugerah Ritterkreuz yang sangat didambakan para tentara Jerman yang berjibaku di pertempuran!

Oke, oke. Sebelumnya saya Cuma ingin mengingatkan bahwa jangan terkecoh apabila ada kata-kata ‘setengah Yahudi’ dalam artikel di bawah, karena sesungguhnyalah tidak ada itu yang namanya ‘setengah Yahudi’. Hanya ada dua pilihan : engkau Yahudi atau engkau non Yahudi! Maksud Yahudi disini berarti merupakan keturunan anak-beranak dari Nabi Yehuda, nama lain dari Nabi Ya’qub, yang mempunyai 12 orang anak dan kesemuanya menurunkan generasi yang kita kenal sekarang sebagai kaum Yahudi, bangsa yang terkenal dengan kelicikan dan kisah-kisah terkenal penentangannya terhadap Tuhan mereka! Tapi sudahlah, saya bukan ingin membahas masalah tersebut, bukan tempatnya disini. Seperti yang saya bilang sebelumnya, artikel ini hanya ingin mengungkap fakta mengejutkan bahwa bangsa yang selama ini berusaha ‘dihapus’ dari muka bumi oleh Hitler, ternyata sebagian di antaranya malah menjadi pendukung berat Hitler dan mengabdi dengan daya juang yang selayaknya prajurit-prajurit Jerman pilihan asli!

Kembali ke masalah setengah Yahudi. Bila karena mereka-mereka itu dianggap setengah Yahudi dengan alasan masih ada ibu-ibu, ayah-ayah atau kakek-nenek mereka yang berdarah Jerman atau non Yahudi, maka sudahlah, berarti bangsa Yahudi itu tidak ada! Ya iya lah, bukankah ke-12 anak Nabi Ya’qub yang menjadi nenek moyang bangsa Yahudi itu pun berasal dari empat orang ibu yang berbeda bangsa? Bukankah ke-12 orang itu kebanyakan mengawini wanita-wanita Mesir ketika mereka hijrah ke negara para Faraoh itu? Lalu kalau begitu, seperti bagaimanakah orang Yahudi asli atau “pure Jew” itu? Jawablah hai kalian para pembaca blog saya! J

Seperti kita tahu, dalam sebagian besar politik pemerintahan Nazi Hitler, kebanyakannya berpusat pada usaha penyingkiran orang-orang Yahudi dari semua aspek kehidupan Jerman. Hitler menganggap bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang hobinya berkhianat, licik, mau menang sendiri, tidak nasionalis, dan terutama, berada di belakang kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I yang menyisakan sakit hati yang dalam di sebagian terbesar bangsa Jerman. Tapi kemudian dia mengetahui, apakah dengan terkejut atau tidak, bahwa adalah suatu KEMUSTAHILAN menghilangkan bangsa tersebut! Betapa tidak, beratus-ratus tahun asimilasi orang-orang Yahudi di ranah Jerman, dengan pernikahan antar-bangsa yang tidak terhitung, membuat usaha penggolongan bangsa dalam sistem rasialis Hitler yang terkenal menjadi suatu usaha yang sulit bukan main-main. Dan tak ada institusi lain yang lebih-lebih lagi membingungkan, kontradiktif dan kontroversialnya selain militer Jerman!

Bertentangan dengan pandangan konvensional yang menganggap bahwa kebanyakan Yahudi Jerman hanya berminat pada dunia bisnis dan perdagangan, ternyata kemudian diketahui bahwa begitu banyak keturunan Yahudi atau setengah Yahudi (Mischlinge) yang menjadi anggota militer Jerman, begitu banyaknya sehingga tidak mungkin untuk menyingkirkan mereka begitu saja. Betapa tidak, dari kurang lebih 150.000 orang (eduan!) keturunan Yahudi yang mengabdi di Wehrmacht, sebagian di antaranya adalah para veteran Perang Dunia I pemegang banyak medali yang sudah kadung dianggap pahlawan oleh rakyat Jerman, dan sebagian lagi memegang posisi tinggi di hierarki kemiliteran, dengan pangkat Jenderal atau Laksamana. Jangan dikata yang pangkatnya lebih rendah lagi! Pencopotan, atau bahkan pembunuhan, mereka akan menimbulkan gejolak dalam tubuh militer dan rakyat Jerman, hal terakhir yang diharapkan Hitler di saat ia sedang giat membangun ekonomi dan harkat rakyat Jerman dari keterpurukan setelah Perang Dunia Pertama.

Bagi orang-orang ‘tertuduh’ ini pun, kebanyakan dari mereka tak lagi melihat dirinya sebagai orang atau bahkan keturunan Yahudi, dan telah menganggap ketentaraan sebagai suatu jalan hidup yang mereka pilih dalam usaha pengabdian mereka kepada bangsa dan negara Jerman. Di lain pihak, mereka pun diterima dengan tangan terbuka oleh Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) yang tidak separanoid Hitler dalam menyikapi masalah ras Yahudi. Masalah ‘ketidaksempurnaan’ ras ini memang menjadi masalah yang cukup menakutkan, karena berhubungan dengan karir dan bahkan hidup. Karenanya, mereka yang ragu-ragu akan keaslian darahnya dengan takut-takut meneliti asal-muasal mereka dan berharap agar jangan sampai ada setitik ‘noda’ di dalamnya!

Tapi bukan Hitler namanya kalau ia mundur begitu saja dan menjilat ludahnya sendiri berkenaan dengan janji dan gembar-gembornya sebelum berkuasa bahwa tidak akan ada lagi Yahudi di Jerman. Hitler tetap menjalankan program pembersihannya ini, tapi dengan cara yang halus dan penuh dengan intrik. Diam-diam, sedikit demi sedikit para prajurit sial yang terbukti atau tertuduh Yahudi dikeluarkan dari ketentaraan, dengan sebelumnya melalui tahapan-tahapan. Proses investigasi dan penyingkiran ini ternyata kemudian ditandai oleh banyaknya pengejawantahan yang tidak konsisten dari hukum Jerman. Bingung? Dalam proses ini, banyak ‘pengecualian’ dibuat supaya si tentara dapat mengabdi di ketentaraan, padahal sudah jelas-jelas ia terbukti merupakan keturunan Yahudi! Hal ini berlaku pula untuk keluarga si tertuduh, yang membuat mereka terhindar dari pendeportasian keluar Jerman atau ke kamp-kamp konsentrasi. Edannya lagi, tanda tangan Hitler langsung dapat ditemukan pada beberapa perintah ‘pengecualian’ ini! Hal ini biasanya berlaku pada perwira tinggi atau perwira yang dianggap berjasa bagi Jerman dan tenaganya sangat dibutuhkan

Tapi seiring dengan berjalannya waktu dimana partai Nazi semakin menancapkan kukunya, hal ini berangsur menghilang. Meskipun menghadapi kekurangan orang untuk dikirim bertempur, Hitler tetap pada politik kakunya untuk menyingkirkan sebanyak mungkin orang Yahudi, dan akibatnya sebagian besar dari para tertuduh ini tak dapat menghindari takdir hidup mereka yang berakhir di kamp-kamp tawanan atau konsentrasi.

 

Sumber :

www.en.wikipedia.org

www.forum.axishistory.com

www.encyclopediaegypt.com

Buku “Hitler’s Jewish Soldiers” oleh Bryan Mark Rigg